Chapter 13
.
'Aku tidak bsia menahan diri'
'Aku jatuh cinta denganmu bahkan lebih'
.
Chapter 13
.
'Aku tidak bsia menahan diri'
'Aku jatuh cinta denganmu bahkan lebih'
.
Siang ini cuaca cukup cerah, namun berbeda dengan namja penggemar panda yang sedang duduk di meja kelasnya sambil memandangi langit cerah. Cuaca seakan mengolok dirinya yang sedang terpuruk.
"yak, Tao jangan cemberut seperti itu. Lihat langit saja ceria masa kau tidak?" bujuk Baekhyun. Tangan lentiknya menepuk-nepuk bahu Tao. "ung.. aku sedang tidak bersemangat hyung" Tao membenamkan wajahnya diantara tangannya yang dilipat di meja.
"ah iya, bukankah sebentar lagi liburan musim panas?" Kyungsoo melirik Tao. Siapa tahu namja itu sedikit tertarik. Kyungsoo kasihan melihat Tao sedari tadi murung. Menghibur sedikit tak masalah bukan.
Namja cantik yang memiliki mata bak anak anjing itu mengeluarkan bekalnya dari tas. Begitu juga dengan namja dengan mata layaknya burung hantu. Sekarang mereka sedang menikmati jam istirahat.
"Benar, apakah kalian ingin pergi ke pantai?" ajak Kyungsoo.
"itu tak buruk, bagaimana Tao?" tak ada jawaban yang ada hanya aura hitam yang entah kenapa mulai mengelilingi tubuh Tao. Aura terpuruk Tao lebih tepatnya.
Tao mendengar semua percakapan temannya, namun dirinya sama sekali tak tertarik untuk ikut bergabung. "kedengarannya bagus. Aku akan senang untuk pergi. yahoo..." ucap Tao lemas, bahkan saat mengucapkan 'Yahoo..' seakan tak berminat.
"Tao, jangan pergi ke arah kegelapan! Sadarlah!" Baekhyun menggoyangkan bahu Tao.
"Kau tidak berharap banyak setelah pengakuanmu ditolak begitu luar biasa" Kyungsoo tahu kenapa keadaan Tao sangat bertolak belakang dari biasanya. Itu semua karna Kris. Ia tahu tentang pernyataan cinta Tao yang ditolak itu.
"Kau masih tidak nafsu makan? Kau bahkan tidak menyentuh bekalmu sama sekali" ucap Baekhyun khawatir. "aku tidak lapar, Baek" jawab Tao lemas. "kau harus makan! Jika tidak kau akan sakit".
"Astaga. Kau belum sarapan dan sekarang kau tidak mau menyentuh makan siangmu. Ada apa denganmu? Apa kau berniat berpuasa?"
DEG
Suara itu, suarang yang sangat Tao hindari. Tapi kenapa harus muncul disaaat moodnya belum baik.
Kris dengan aura hitam yang menyelimutinya tak lupa dengan tatapan tajam menusuk menatap Tao. Sedang yang ditatap kaku, entah harus berekspresi seperti apa.
aku terus berusaha melupakan kejadian itu, tapi Kris selalu muncul...
"a-aku hanya tidak lapar" Wajahnya ia alihkan kesamping, Tao terlalu gugup menatap wajah Kris. "kalau begitu laparlah!" ucap Kris tak perduli.
"hey, kau jangan begitu Kris. Dia hanya belum bisa melupakan penolakan itu"
SYUT
Entah kenapa pekataan penolakan yang dilontarkan Baekhyun menusuk dirinya. Sialan sekali kau Byun Cabe. Kris tak menghiraukan ocehan Baekhyun, matanya masih fokus kepada Tao.
Merasa ditatap Tao menundukkan kepalanya.
aku tidak bsia mengendalikan perasaan ini
Tanpa Tao sadari, Kris mengambil sumpit Tao dan menyingkirkan Baekhyun seakan menyingkirkan semut. "minggi kau Pendek"
"jika kau tidak mau makan, maka aku akan memaksamu untuk memakannya!" jujur, sekarang Kris lebih menyeramkan dengan seringaian dibibirnya.
"a-apa!" Tao memundurkan tubuhnya saat Kris mengadapkannya dengan sesuatu yang sangat dibenci Tao -kentang. "ke-kentang?!"
Kris semakin mendekat sedangkan Tao sudah tak bisa mundur dengan mulut yang terbuka lebar. Kris pasti dengan gampang memasukkannya, namun salah.
DEG
Kris terdiam kaku. Tangan kanannya terhenti saat hendak memegang dagu Tao. Namja tinggi itu menarik kembali tangannya dan meletakkan sumpit itu ke bekal Tao. Kris pun pergi begitu saja. Tao menatap sendu kepergian Kris. Bahkan ia tak mau menyentuh Tao barang sedikit pun.
aku satu-satunya di sini yang tidak dapat mengendalikan perasaan ku...
Sementara itu, Kris masih memiliki ketenangannya...
Hanya ada satu perbedaan sekarang, dia bahkan tidak akan berpaling dariku...
"Kris sialan! Tao begembiralah! Kau punya aku dan Kyungsoo disini!" ucap Baekhyun menyemangati Tao.
"Bagaimana jika pergi kepantai? Kau bisa merasa jauh lebih baik setelah kamu menyegarkan dirimu"
Baekhyun dan Tao menatap Kyungsoo lalu tersenyum cerah. "pantai tidak buruk! Bagaimana kalau hari Sabtu?" ucap Tao semangat. Tao merasa senang mendapatkan teman yang mengkhawatirkan dirinya. Sejenak Tao melirik Kris yang asik mengobrol dengan 'para fansnya'. Dia terlihat baik.
"baiklah, Sabtu ini oke!"
Tanpa sadar saat Tao bicara dengan Baekhyun dan Kyungsoo, Kris melirik tajam kearah Tao 'pantai?'. Sedari awal Kris sudah mendengar percakapan mereka namun ia mengabaikannya. Tugas Tao dikuil sangat banyak. Untuk apa kepantai, disana hanya ada pasir, laut dan sesuatu yang Kris benci.
.
KRISTAO
.
Sabtu 9:30 am
Sepagi ini Chanyeol sang dewa Burung Api datang ke Kuil Tao untuk berkunjung karena kuilnya merasa sepi. Chanyeol bersiul sedikit, ia merasa senang bisa melihat Tao lagi setelah beres-beres kuil. Chanyeol membuka pintu kuil.
"Selamat pagi Tao-"
BRAAKK
Sesuatu menghantam wajah Chanyeol hingga membuatnya pingsan. Tolong saja itu yang dilempar adalah Jeno, kasihan iblis kecil itu.
"Apa maksudmu aku tidak boleh pergi!?"
"Pokoknya kau tidak boleh!"
"Kenapa memangnya? Baekhyun dan Kyungsoo memintaku pergi! Aku tidak bisa menolaknya!" Teriak Tao. Dia baru saja berbenah untuk pergi kepantai tapi Kris melarangnya. Tidak adil. Tao ingin merasakan liburan, dia bosan harus terus dikuil jika weekend begini.
Iblis kecil -Mark- mencoba menenangkan teriakan Tao tanpa melihat siapa yang datang. Poor Chanyeol.
"Dengar Tao, pantai dan laut adalah sarangnya kejahatan dan juga kau masih dewa baru. Akan ada yang mengincarmu. Dan itu sangat merepotkan untuk ku. Selain itu, aku tidak bisa masuk kedalam laut, maka dari itu jangan pergi" Ucap Kris tegas.
"aku tidak akan sendirian! Aku akan bersama dengan teman-temanku!" ucap Tao kesal. Tao benci jika Kris sudah seperti ini. Melarangnya ini dan itu. Ia tuannya Kris harusnya Kris menurut sebagai pelayan.
"Teman? Apa yang bisa dilakukan oleh teman?" Kris menatap dingin Tao, tangannya ia silangkan didepan dada. Teman? cih, sebutan macam apa itu.
"Jja~ Aku saja yang akan mengawasinya untukmu Kris" ucap Chanyeol senang. Dia bisa berduaan dengan Tao jika Kris tak mengawasinya kan. Btw ia sudah bangun dari pingsannya ternyata.
.
Pantai
Matahari pagi memang menyegarkan, suara burung camar turut memeriahkan suasana pantai. Anak-anak yang bermain pasir dan membangun istana pasir dan juga banyak yang berjemur disekitar pantai. Sepertinya weekend seperti ini tujuan pantai memang tepat. Apa lagi untuk menenangkan pikiran.
Tao dan teman-temannya sudah sampai dipantai. Sudah lama Tao tidak melihat laut biru. Angin membuat rambut hitamnya sedikit berantakan namun membuat pikiran Tao tenang.
"Lautnya cukup tenang. Tapi mengapa mereka ikut juga?" Ucap Baekhyun saat melihat Kris Chanyeol dan Kai ikut ke pantai. Sebenarnya terserah mereka tapi harusnya ini menjadi acara mereka bertiga.
"Halo semua~" sapa Chanyeol senang tapi ia merasa seperti diawasi oleh lelaki pendek bersurai kecoklatan. Sepert dirinya adalah penganggu dalam hidupnya.
"jangan macam-macam dengan kami kalian manusia tinggi!" Baekhyun menujuk Chanyeol. Chanyeol memandang bingung kearah lelaki mungil itu.
"maafkan dia, dia habis putus dengan pacarnya tadi malam" Kyungsoo menarik Baekhyun agar berhenti mengamuki Chanyeol.
Tao memandang mereka terutama Kris. Rubah itu akhirnya ikut ke pantai, entah kenapa Tao merasakan firasat buruk tentang ini.
"Sudahlah, ayo kita kita bersenang-senang!" Ucap Kyungsoo sambil membawa pelampungnya. "kau terlihat seperti bocah, Kyungsoo" Baekhyun terkekeh melihat tingkah Kyungsoo. "ish.. aku tidak bisa berenang. Bukannya kau tahu ya?" Kyungsoo membela diri. Biarkan dirinya disebut anak kecil yang penting dia senang.
Tanpa Kyungsoo sadar dirinya diperhatikan oleh seseorang bekulit tan yang sedang duduk santai dibawah payung pantai. "kau menyukainya kan Kai?" goda Chanyeol pada Kai. "ck, berisik kau" Kai kembali fokus pada laut. Berusaha mengabaikan sekitarnya.
"baiklah! Ayo berenang!" ucap Baekhyun semangat.
Mereka bertiga -Tao, Baekhyun, Kyungsoo langsung berlari kelaut. Mereka memakai kaos dan celana pendek plus pelampung untuk Kyungsoo.
Tao aski bermain air dengan Baekhyun sedangkan Kyungsoo menyempatkan diri berlatih renang. 'apakah ini terlihat bagus padaku?' Tao melirik Kris yang juga duduk membaca buku dibawah lindungan payung pantai bersama Chanyeol. Sedangkan Kai? tentu saja tebar pesona.
"Jadi kenapa kau disini, Kris"
"Aku bisa menanyakan hal yang sama, Chanyeol"
"Aku serius bodoh. Aku yakin kau benar-benar senang telah datang kesini. Jujur saja, aku tidak berpikir kau benar-benar akan datang" ucap Chanyeol, mata coklatnya melirik sekilas Kris yang masih fokus ke bukunya. "aku tahu kenapa kau tidak bisa menerima air laut" lanjut Chanyeol.
"apa maksudmu?" Kris membuka suara. Chanyeol tersenyum lalu memangku dagunya dengan tangannya "aku mungkin membencimu, tapi aku punya sopan santun yang cukup untuk tidak memberitahu Tao". Mata tajam Kris menatap Chanyeol. 'Burung sialan'.
"Ah! Tao-ya~ aku kesana ya~" Ucap Chanyeol. Tao yang melihatnya tersenyum senang "tentu saja~". Kris terperangah melihat senyum Tao.
"Kris, aku menemukan kerang yang cantik!" Tao mendatangi Kris dan menunjukkan kerangnya, namun reaksi Kris datar hanya menganggukkan saja. Tao mengedipkan matanya dan menatap kerang ditangannya.
TAP
"ayo kita pergi, Tao. Sepertinya Kris membenci air" Chanyeol sudah melepas atasannya dan sekarang ia tampil topless. Memperlihatkan absnya yang terbentuk, entah kenapa membuat Tao sedikit malu.
Tangan sialan itu. Kris kesal melihat interaksi Tao dengan Chanyeol. Burung sialan itu mengejeknya dengan melakukan skinship dengan Tao 'burung api sialan. D ia bisa seenaknya saja menyentuk tubuhnya, sementara aku sedang tidak bisa apa-apa' gumam Kris kesal.
Tak jauh dari pantai dimana cukup banyak karang ada dua orang lelaki sedang bersantai dengan kursi pantai ditemani jus yang segar.
"jadi bocah burung api itu akan berenang? Aku juga kalau begitu" ucap salah satu lelaki yang memiliki dimple cantik dipipinya. Lelaki disampingnya yang membaca buku hanya menganggukkan kepalanya. Lelaki berdimple itu itu berdiri dan membuka kaosnya dan melihat ke lelaki yang masih membaca buku.
"hmm.. iya hati-hati" ucap lelaki yang membaca buku. Wajah kesal ditunjukkan lelaki satunya "kau juga harus ikut, Suho"
"masalahnya jika aku terlalu dekat, Kris mungkin akan melihatku" Ucap Suho.
"hum.. baiklah. Jika ia belajar bahwa dua puluh tahun terakhir setelah meninggalkannya. Kau benar-benar menontonnya dari jauh. Yah aku tidak terkejut jika dia akan membunuhmu saat bertemu denganmu" Lelaki berdimple itu menatap laut biru yang tenang. Seperti orang disampingnya.
"Kirs tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Dia adalah pelayanku yang terbaik"
"Kris mungkin terlihat keren, tapi aku tidak berpikir akan melawan kelemahannya. Apa pria manusia itu adalah salah satu alasannya" lelaki berdimple itu memperhatikan pria bermata panda yang sedang asik bermain dengan temannya. "yasudah aku akan berengan. Bye~"
Suho mengalihkan pandangannya kearah pria bermata panda. 'sepertinya aku memilih dengan tepat'.
.
KRISTAO
.
"Wah, ini kerang yang cantik" Kyungsoo menatap kagum kearah kerang ditangannya. Warnanya seperti pelangi dan bersinar. "kau bisa memilikinya" Tao tersenyum melihat Kyungsoo begitu senang.
"benarkah? terimakasih Tao-ya. Apa kau bersenang-senang?" Tao menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Tentu saja ia senang bisa bersenang-senang lagi dan juga mendapatkan teman baru. "syukurlah kau sudah merasa lebih baik" bibir Kyungsoo membentuk senyuman manis.
"ayo bersenang-senang lagi" Kyungsoo kembali berenang dengan pelampungnya. Dia terlihat semakin seperti anak kecil. Tanpa Kyungsoo sadar, ia diawasi oleh seseorang. Pria itu menyunggingkan smirk di bibirnya "maaf ya~" Pria itu meniup pelan namun berakhir dengan pelampung Kyungsoo tak stabil dan membuatnya tenggelam. Pria itu pun pergi.
Tao kaget saat tidak mendengar suara Kyungsoo, saat itu Tao hanya melihat pelampungnya. Mata Tao membulat "Kyungsoo!".
.
KRISTAO
.
"Waahh~ airnya benar-benar enak~" Chanyeol mengusap rambutnya dengan handuk kecil "hah, ada apa Kris? Kau benar-benar menyeramkan hari ini" Ucap Chanyeol mengejek. Kris menatap garang Chanyeol. Ia benar-benar ingin membunuh burung sialan itu. Kai yang duduk dibangku pantai hanya memandang malas mereka.
"Kris! Kyungsoo dan Tao…"
.
KRISTAO
.
Kris menghampiri Tao yang terduduk ditepi pantai dengan napas satu-satu. "Tao! Ada apa!"
"K-kris, Kyungsoo.. Kyungsoo hilang! Aku mencari, tapi aku tidak bisa!" teriak Tao, matanya berair dan merah, badannya bergetar. Kai yang mendengar langsung mendekati Tao "Tao! Bagaimana bisa!"Kai mencengkram bahu Tao. Tao hanya menjawab gelengan kepala.
Kai benci dirinya sendiri karna tak bisa menolong Kyungsoo. 'Kyungsoo, bertahanlah'
"dia tidak bisa berenang, Kris! Tolonglah Kris, selamatkan Kyungsoo! Ku mohon!" Mohon Tao.
DEG
Kris tak tahu harus bagaimana, tapi melihat Tao seperti itu membuatnya tidak ada pilihan lain. Kris benci melihat Tao menangis. Kris mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Tao tapi terhenti, pandangan mata tajam Kris hilang terganti dengan mata kosong menatap Tao.
Tao memandang Kris kaget. Kenapa Kris jadi seperti ini, seakan Kris menjauhi dirinya.
"baiklah" Kris berdiri dan berbalik kemudian berjalan kearah laut "Kris apakah tidak apa-apa?" Ucap Chanyeol melihat Kris yang bisa dibilang nekat untuk mendekati laut lagi. "jika Tao membuat permintaan, aku benar-benar tidak bisa mengatakan 'tidak' " setelah mengatakan itu Kris menghilang.
.
KRISTAO
.
15 menit kemudian
Kris akhirnya muncul kepermukaan dan membawa Kyungsoo ketepi pantai "Kyungsoo, kau baik-baik saja?" Ucap Baekhyun khawatir. Kyungsoo masih terbatuk-batuk "a-aku baik-baik saja" ucap Kyungsoo pelan. "ck, dasar bodoh! Kau membuat kamu khawatir!" Baekhyun memeluk Kyungsoo.
Tao menghela napas lega, Kyungsoo selamat. Mata pandanya mengarah kepada Kris "hm..Kris.. terimakasih~" Ucap Tao sambil tersenyum manis. Kris menatap kearah lain guna menghindari tatapan Tao. Entah lah Kris hanya ingin menghindarinya saja.
Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap dan laut yang tadinya biru tua berubah menjadi hijau gelap. Kris memperhatikan sekitar, ia sudah merasakan hal ini sejak ia menolong Kyungsoo. Ia tahu hal ini akan terjadi.
Kris merasakan aura mengerikan. Dia sudah datang rupanya.
"terima kasih Kris. Terima kasih sudah datang ke laut"
Tao melihat seorang pria mengenakan jubah hitam, pria itu memiliki aura yang sangat mengerikan. Tao langsung bersembunyi dibelakang tubuh Kris.
"aku sudah menunggumu bermain di genangna air laut untuk waktu yang lama, Kris"
Kris menatap tajam pria didepannya. Ia tak menyangka pria ini masih mengejarnya. "siapa kau?!" teriak Tao di belakang tubuh Kris.
"Aku adalah Dewa Laut, Jung Yunho. Aku kesini ingin menuntut atas apa yang dilakukan Kris" Ucap pria itu –Yunho- sambil melepas jubah hitamnya. Diwajahnya terdapat penutup mata sebelah kanan.
Mata Tao menatap terkejut Kris 'Kris?! Apa yang terjadi' batin Tao. Ia kemudian melihat sekitar, semua tertidur termasuk Baekhyun dan Kyungsoo. Kecuali Kai dan Chanyeol. Sepertinya Yunho menyebarkan asap tidur untuk manusia biasa.
"Maaf, tapi aku tidak ingin orang lain melihat ini" Ucap Yunho sambil tersenyum licik, arah pandangannya tak lepas dari Kris. Tiba-tiba dari permukaan muncul kerang tiram raksasa dan juga dua gurita yang ukurannya besar "kau punya beberapa hutang untuk dikembalikan Kris!".
Kris masih menampilkan wajah tenang tapi tetap was-was. Ia takut kejadian ini menimpa Tao lagi. "hm, jadi apa yang akan kau lakukan?"
.SRETT
Tentakel gurita itu melilit tangan dan tubuh Kris dan langsung menariknya masuk kedalam mulut tiram itu. "Kris!" teriak Tao, ia sebagai dewa merasa tidak berguna. Ia tidak bisa menolong Kris. Kenapa ia lemah sekali.
"kau akan jadi mutiara yang indah Kris dan juga bernilai lebih" Yunho tertawa senang ia berhasil mendapatkan Kris tanpa susah payah "ayo kita kembali ke Istana dan merayakannya!"
"Yaakk! Apa yang kau lakukan pada Kris!" Teriak Tao pada Yunho. Tidak, ia tidak mau Kris pergi lagi.
"siapa lelaki itu? Kenapa dia masih sadar?"
"kembalikan Kris!" Tao berlari kearah Yunho namun dengan gampang menghentikannya. "Cukup sampai di situ. Sampai jumpa, Pria panda" Yunho kemudian masuk kelaut beserta kerang tiram dan dua gurita itu.
Tao terkejut, tanpa berpikir dua kali Tao melompat dan menggenggam erat sisi belakang tiram. Chanyeol dan Kai kaget setengah mati melihat aksi nekat Tao. "Tao!" teriak Kai dan Chanyeol.
'aku tidak akan membiarkanmu pergi Kris! Jika aku membiarkanmu pergi sekarang, aku mungkin tidak akan pernah melihatmu lagi' batin Tao. Ia berusaha menahan napasnya yang mulai menipis 'sial, napasku habis'
.
KRISTAO
.
Mata dark choco itu mulai terbuka perlahan berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Pemilik dark choco itu terbangun dan terbatuk kemudian melihat sekeliling. Karang, ia berada diatas karang.
"kau benar-benar bocah yang sangat nakal" ucap Yunho setelah menyelamatkan Tao. "kau bawa kemana Kris?" ucap Tao pelan. Napasnya hampir habis, jika pria itu tidak menyelamatkannya Tao bisa saja mati tenggelam.
"anak buahku telah membawanya. Dia sudah pergi. Selain itu, aku sudah cukup baik membawamu kembali"
"Kumohon! Kembalikan Kris!" mohon Tao. Ia tidak mau berpisah dari Kris lagi. Mata panda itu mulai basah bukan karna air laut, ia menahan tangisnya.
Yunho diam sejenak memperhatikan Tao dari atas sampai bawah. Bocah ini sepertinya bukan manusia biasa. "Rubah sialan itu berhutang satu neraka padaku. Kecuali itu dibayar kembali, sebaiknya kau menyerah"
"akan ku kembalikan! Apa yang bisa kulakukan sehingga kau mebiarkan Kris kembali" Yunho tersenyum mengejek, tangannya bergerak membuka penutup matanya dan memperlihatkan matanya yang kosong. "jika kau bisa memberikan mata yang dia ambil dariku, aku mungkin akan mengampuninya".
Tao terkejut melihat mata Yunho. Itu Kris yang melakukan? Tidak mungkin. "mataku ini seperti benih kekuasaan. Mereka yang berhasil mendapatkan dan memakannya akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa" Ucap Yunho.
"rubah itu telah mengambil mataku saat 526 tahun yang lalu. Dengan kata lain, aku telah mendapat kekalahan permanen yang diukir di wajahku" Yunho masih ingat dengan kekejaman yang Kris lakukan padanya. Sebagian besar istananya hancur dan pasukan nya banyak yang tumbang.
"Jika aku bisa mendapatkan mata untukmu, kau akan memberikan Krsi kembali padaku kan?" Tao meneguk saliva nya. Entah kenapa dia jadi takut jika ia tak mendapatkannya.
"itu tidak semudah yang kau pikirkan. Sudah 526 tahun. Aku ragu kau bisa mendapatkannya sekarang. Menyerah sajalah" Yunho menjauh dari karang dan mulai masuk ke laut namun terhenti saat Tao memanggilnya."tunggu! Berjanjilah padaku jika aku mendapatkannya kau akan membiarkan Kris pergi! "
"aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi aku berjanji. Aku akan menahan rubah itu selama dua hari" Ucap Yunho kemudian ia masuk kembali ke laut meninggalkan Tao sendiri.
Ada satu cara yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan Kris.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N:
Halo readers~
Laxy was back! Wkwk.. adakah yang masih ingat diriku ini :"
Laxy terhura eh terharu ngebaca review kalian, ternyata ada yang masih nunggu lanjutan ff ini :") . I'm so Proud :") . Maapkan Laxy menghilang dari permukaan ff wkwk… udah kambek kan ini wkwk.. Maaf jika ada typo maklumi saja. Dan maaf jika makin gaje ini ff :v.
Yosh silahkan direview plus fav nih ff yak biar lanjut lagi :v
#LAST
#KEEPREVIEWTHISFANFICTION
