.
Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Bount Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 14 -
Pada hari selanjutnya, tersebar berita dari divisi dua kalau tim Onmitsukido yang dikirimkan ke dunia hidup untuk memata-matai telah dikalahkan. Soul Society memutuskan untuk segera membuat tindakan segera. Seperti apa yang sudah disepakati sebelumnya. Toshiro mengumpulkan beberapa letnan dan shinigami lain yang telah dia pilih dari kemampuan mereka.
Karena itulah, saat ini dia berdiri dengan Akatsuki disampingnya. Hisagi, Matsumoto, Yumichika dan Kira berdiri didepannya. Dia menceritakan semua yang terjadi dan akan memberikan misi pada mereka semua. "Onmitsukido dikalahkan?" Hisagi bertanya dan tidak percaya. Bersamaan shinigami disampingnya terlihat tertarik dan khawatir dengan situasi yang sebenarnya terjadi.
Matsumoto terlihat terkejut, "tidak mungkin..."
"Bukan semua tim, hanya satu orang. Karena keadaannya cukup buruk jadi mereka mundur." Toshiro menjelaskan.
Akatsuki segera menambahkan perkataan tuannya. "Tampaknya monster itu menggunakan senjata seperti sengat. Mereka adalah monster yang bisa menghisap jiwa-jiwa orang hidup dan kabur."
"Sungguh mengerikan, bukan? Cara mereka menyerang sangatlah tidak indah." Komentar Yumichika dengan gaya khas miliknya.
Kira melangkah maju, "Hitsugaya-taichou, lalu apa tujuan mereka?"
"Onmitsukido sedang mengumpulkan informasi saat ini." Jawab Toshiro.
"Ke dunia manusia?" Gumam Matsumoto terlihat kembali pada topik awal.
"Ya..." Kata Toshiro "... Aku ingin kalian berempat pergi kesana. Aku sudah memberitahu Soutaichou tentang tujuan kita." Kapten itu melihat keempat orang didepannya. Hisagi tampak kebingungan dengan tim itu bagaimana pun mereka berbeda divisi dan hanya shinigami biasa.
"Kenapa kami?" Tanyanya mau tidak mau.
"Misi kalian yang lain adalah mengurus hollow saat Bount tidak ada." Jawab Toshiro.
"Jadi tujuan kami adalah sekelompok hollow?" Kira bertanya.
Akatsuki tersenyum kecil. "Bukan Bount adalah target utama kalian."
"Umm..." Yumichika menarik perhatian semua orang.
Toshiro memiringkan kepalanya. "Ada apa?"
"Ini pekerjaan kotor, bukan? Untuk wakil kapten, ini bukan masalah besar. Tapi kenapa Matsumoto dan aku yang membenci kotoran juga harus..." Yumichika tampak tidak ingin ikut bertarung atau melakukan sesuatu yang merepotkan. Tapi Toshiro segera memotongnya. "Aku sudah berbicara pada Zaraki dan dia bilang kalau kau adalah yang paling banyak memiliki waktu luang."
"T-tidak mungkin!" Katanya sangat terkejut pada kenyataan kalau kaptennya sendiri yang mengatakan itu. Sementara wakil kapten lain kecuali Akatsuki hanya menggulung matanya. "Kenapa?" Tanya Toshiro menantang sedikit. Yumichika hanya berbalik sambil menangis "Ti-tidak apa-apa, aku mengerti." Jawabnya.
"Dan untuk Matsumoto..." Kata Akatsuki tersenyum kecil "... Secara teknis dia bisa masuk sebagai wakil kapten jika ada posisi yang kosong. Dan sayangnya, posisi itu sudah terisi olehku."
Matsumoto tersenyum senang mendengar pujian itu. Hisagi melihat pada Akatsuki, "Lalu bagaimana dengan anda—"
"Akatsuki memiliki misi yang berbeda dengan kalian. Kalian tidak perlu tahu apa itu." Potong Toshiro cepat dan tegas sambil menatap lebih serius. Hisagi, Yumichika dan Kira itu menelan ludah saat melihat mata kapten itu hampir bersinar. Matsumoto sendiri hanya tersenyum, ada peraturan tidak tertulis dalam divisi sepuluh kalau tidak ada satu pun yang boleh menanyakan misi khusus Akatsuki. Karena hanya kapten mereka sendiri yang bisa mengetahuinya, bahkan Soutaichou juga mengetahui peraturan tersebut.
"Aku memiliki firasat kalau para Bount itu merencanakan hal yang lebih menghentikan. Kita tidak bisa hanya bergantung pada Kurosaki Ichigo dan Abarai untuk semua ini. Aku mengandalkan pada kalian semua." Kata Toshiro sangat serius.
"Ha!" Jawab keempatnya dan pergi.
.
.
.
Toshiro menyilangkan tangan didadanya sekarang. Wajahnya terlihat tenang, dia menghela nafas kecil. "Menguping itu bukanlah hal baik, Yoruichi." Katanya dengan sangat jelas dan melihat pada tembok dibelakangnya. Wanita berkulit gelap dan bermata emas itu muncul sambil tersenyum. "Ah, aku ketahuan. Aku terkesan kau bisa merasakanku. Sepertinya aku harus berlatih lagi, kemampuanku sudah berkurang."
Toshiro mendengus kecil, "Apa yang kau inginkan?" Tanyanya.
"Hanya penasaran misi apa yang akan kau berikan pada Akatsuki-chan. Aku terkesan dia bisa menemukan persembunyian Bount dengan cepat." Yoruichi mendekat sambil melirik kecil pada Akatsuki yang hanya diam.
Toshiro menatap wanita itu. "Hanya melacak kembali Bount dan mengawasi mereka dalam gelap. Karena jika Ichigo dan yang lain berhadapan depan mereka secara terlihat."
"Maka aku yang akan menyelinap secara diam-diam masuk. Memanfaatkan setiap celah yang ada." Sambung Akatsuki.
Yoruichi terlihat terkesan. Gadis didepannya tampaknya bisa menjadi seorang Onmitsukido yang sangat hebat. "Jadi itu caramu bisa melacak mereka dengan cepat. Kenapa kau tidak bergabung bersamaku dan Soifon?"
"Caraku mencari informasi berbeda dengan kalian terlebih aku lebih senang sendiri." Jawab Akatsuki dan membungkuk pada Yoruichi dan Toshiro. "Sudah saatnya aku pergi, my Lord. Yoruichi-sama, aku permisi." Kata Akatsuki terakhir sebelum menghilang kembali.
.
.
.
Yoruichi melihat dimana gadis itu berada sebelumnya lalu kembali pada Toshiro. "Aku sudah mendengar dari Soifon tentang apa yang terjadi ketika gadis itu..." Dia terdiam sebentar, Toshiro tahu apa yang dibicarakannya. Tangan Yoruichi menggaruk bagian belakan kepalanya. "Maaf jika perkataanku padamu kasar. Hanya saja melihat dia sendirian dalam bahaya."
"Aku mengerti, Yoruichi..." Jawab Toshiro sambil berjalan menjauh tapi masih terdengar oleh Yoruichi "... Dan percayalah alasan utama aku memilih Akatsuki adalah karena aku tahu bagaimana dia yang sebenarnya dan apa yang bisa dia lakukan. Terlebih..." Kapten muda itu berbalik sedikit sambil melihat pada wanita disana.
"Aku mempercayainya dengan seluruh hidupku."
.
.
.
.
.
.
Yay! Maaf lama menunggu! Di rumah mau renovasi, jadi sibuk pindahin barang. Jangan khawatir, ceritanya sudah siap!
As Always, Please Review!
