"..."

"Hikss... kenapa...?" ucap Shiori

"..."

"Hiksss Kenapa..." ucap Shiori

"..."

" Kenapa kau begitu peduli padaku, padahal aku sudah berniat membunuhmu!" ucap Shiori.

Naruto pun datang mendekat lalu membuang Gold Sandalphone miliknya. Dirinya pun kemudian memeluk Shiori yang masih menangis disana.

Greeeeeeppppppp...

"Karena aku adalah salah satu orang yang menyayangimu Shiori-chan, kau tidaklah sendiri, ada aku yang akan selalu bersamamu, jika kau membutuhkanku maka aku akan selalu ada untukmu, jika kau ingin berbagi beban denganku, maka pundakku selalu ada untukmu, jika kau ingin mencurahkan emosimu padaku, hatiku selalu terbuka untukmu, kau bukanlah pembunuh Shiori-chan karena kau tidak sengaja melakukan hal itu bukan, kau tahu aku juga pernah merasakan hal yang sama, kau seharusnya sudah tahukan aku ini mantan jinchuriki Kyuubi, jadi aku bisa mengerti seberapa sakitnya rasa sakit yang kamu pendam selama ini Shiori-chan, jadi ayo genggam tanganku ini, karena inilah yang kamu butuhkan" ucap Naruto

Tanpa disadari Shiori hatinya mulai memanas, perasaannya pun mulai campur aduk antara gembira, senang, haru dan bahagia, dirinya tak menyangka ada orang yang begitu mengerti dirinya dan ternyata orang itu selama ini didekatnya.

"Hikkss.. Arigatou Naru...Hontou ni.. " cicit Shiori

"Sama-sama Shiori-chan" ucap Naruto

Ketika Naruto menatap mata Shiori dan mengatakan hal itu , bahu Shiori pun mengejang sesaat dan pipinya merona karena malu dan -Membuat, canggung tapi pasti - itu adalah senyuman.-

"...!"

Setelah Shiori membuka matanya, Astral dress Hitam milik merilis Cahaya biru laut perlahan surai rambut Shiori pun berubah menjadi Dark Blue dan Kimono miliknya berubah menjadi biru muda persis dalam Angel Form miliknya.

Naruto menatap itu dengan takjub pasalnya kini Shiori bagaikan putri tidur yang mulai terbangun, tanpa ia sadari ia pun mendekatkan wajahnya hingga ia pun akhirnya mengecup perlahan bibir merah muda milik Shiori.

"...!"

mereka berdua melakukan Ciuman dengan penuh kasih sayang dan tanpa paksaan sama sekali. Mereka berdua pun berciuman ditengah Matahari senja.


Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

Date a Live/デート・ア・ライdisclaimer Tachibana Kōshi

The Judgement

Summary: Kemenangan Naruto dalam perang Dunia Shinobi ke 4 harus dibayar mahal dengan kematian Hyuuga Hinata dan Uchiha Sasuke. akhirnya para bijuu memutuskan untuk memberi 50% cakra milik mereka dan mentransplantasi mata Sasuke kepada Naruto guna untuk mengirimnya kemasa lalu guna merubah takdir, akan tetapi dirinya malah terjebak di dimensi yang penuh dengan Spirit, dikarenakan akibat kegagalan perpindahan dimensi.

Bagaimanakah keputusan Naruto menghadapi semua yang dialaminya?

Chara : Naruto , FemShidou(Itsuka Shiori), Tohka

Rated : M

Genre : Romance, Sci-fi, Hurt/Comfort, Adventure

Warning : FemShidou, Ooc, Semi canon, Harem Naruto, tidak suka tidak usah dibaca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.

RnR please .. hehehehehe

Author note

Sandalphon :nama Tenshi atau Jutsu

「Sandalphon.」 : Percakapan intercom

'Sandalphon' : percakapan batin

"Sandalphon" : percakapan langsung

Sandalphon : istilah asing

Sandalphon : istilah asing

[Sandalphon] : suara Yoshinon, boneka tangan milik Yoshino.


Arc 5 : Rinne Utopia

Chapter 14 : Bond

Sejauh mata memandang kini, terlihat hamparan salju terlihat dimana-mana, beku dan bagaikan tak ada kehidupan disana, itulah yang Naruto lihat kini, padangan sang ninja pirang yang paling mengejutkan no 1 hanya menyipit kepada sosok wanita bersurai silver dengan panjang rambut 10 meter, wajah dia bagaikan dewi kelinci, dirinya memiliki mata lavender layaknya mata klan Hyuuga.

Naruto tahu itu, wanita itu juga memiliki Byakuugan, selain itu sang wanita itu juga memiliki mata ketiga tepat pada dahinya tersebut, penampilan manik mata tersebut layaknya mata merah darah dengan pola riak air dilengkapi 9 tomoe disana.

Yah kali ini dirinya sedang bersusah payah melawan sang leluhur Chakra Ootsuki Kaguya, dirinya mendapat julukan sebagai Usagi no Megami, tapi selain itu Hagaromo sang Rikkudou Sennin juga pernah menuturkan bahwa sang ibu juga disebut Oni, karena dirinya adalah yang paling ditakuti oleh semuanya pada masa itu.

Naruto masih tak menyangka orang inilah yang akan dia lawan, padahal sebelum dirinya tengah melawan sang Hantu Uchiha, Uchiha Madara, dirinya tiba-tiba berubah menjadi Kaguya saat ia ditusuk oleh Zetsu Hitam, tampaknya Zetsu hitam benar-benar memanfaatkan Madara yang kala itu sudah menguasai Six path mode dan menjadi Jinchuriki Juubi.

Naruto benar-benar kewalahan menghadapi Kaguya, terlebih sang sahabatnya Uchiha Sasuke malah terjebak di dimensi lain, Kaguya memang sudah berhasil memisahkan mereka berdua.

"Kuso..!" keluh Naruto

Yah Naruto kini benar-benar terjebak dalam es yang membekukannya, es itu benar-benar menghimpitnya hingga ia tidak bisa bergerak.

"sepertinya sudah saat kita membunuhnya Kaa-san" ucap Kurozetsu

"Yah aku akan mengambil cakra itu, karena cakra itu hanya milikku seorang" ucap Kaguya.

Naruto tidaklah sendiri disana, ada Kakashi dan Hinata sedang menunggu menyerang ketika ada celah, akan tetapi tetap saja kekuatan dewi bukanlah tandingan mereka berdua.

"Naruto-kun" gumam Hinata dengan cemas.

Hinata benar-benar cemas melihat Kondisi Naruto, terlebih lagi saat ini ia sudah terhimpit es disana, saat Hinata akan pergi menyelamatkan Naruto, Kakashi pun menghadangnya agar ia tidak gegabah pergi kesana.

"Hinata, ini bukanlah saat tepat untuk kita bergerak, kita harus bersabar dan kita tidak boleh gegabah, kalau tidak nyawa sebagai taruhannya, aku mengerti kau begitu khawatir dengan Naruto, tapi kita belum bisa berbuat banyak disini" terang Kakashi.

"aku tahu Kakashi-sensei tapi.." ucap Hinata

"Yang kita lakukannya hanya percaya padanya, dan kita juga akan menunggu Obito dan Sakura membawa Sasuke kembali kesini, karena pada dasarnya mereka berdua adalah harapan dunia ini, jadi tolong jangan bergerak lebih dari ini" ucap Kakashi.

"Unn baiklah Kakashi-sensei" ucap ragu Hinata.

Memang Hinata mengatakan perkataan mengerti dan dirinya akan menahan diri lagi, akan tetapi tetap saja raut wajahnya sangat menggambarkan rasa kecemasan disana. Kakashi juga hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang dan bahkan terdengar seperti nada kekecewaan.

Kakashi berpikir kalau ia masih belum bisa berbuat banyak untuk membantu Naruto, terlebih lagi Kehilangan Sharingan menjadi penurunan kekuatan baginya, dirinya hanya bisa mengamati saja disana.

Kemudian disisi Naruto, Naruto terus berfikir bagaimana caranya untuk keluar dari kekangan es tersebut. Akan tetapi otaknya benar-benar terasa buntu, padahal pada saat ia melawan Kaguya sebelum ia berhasil mengalihkan perhatiannya saat bunshin miliknya berada di dimensi Kaguya bersama Obito, dan Sakura. Lantas bunshin Naruto pun menjadi umpan pengalihan, dan Kaguya berhasil termakan umpan tersebut. Lalu betapa mengejutkan ketika Kaguya kembali ke dimensi es, mendapati Naruto masih hidup disana, dirinya benar terkejut dengan si ninja pirang tersebut. tapi kali ini situasi Naruto memang tak mendukungnya untuk bebas dari jeratan es tersebut.

"Naruto, gunakan kekuatanku melelehkan es ini" ucap Kokuo.

"benar juga, kekuatanmu kan adalah uap panas Kokuo, Yosh kali ini kita pasti terbebas dari es menyebalkan ini" ujar Naruto

"Yah serahkan padaku, aku akan meningkatkan suhu tubuhmu pada titik paling didih" ucap Kokuo

"Yosh.. Arigatou Kokuo" ujar Naruto

Perlahan tapi pasti es disekitar tubuh Naruto pun mulai mencair dan Naruto pun mulai terbebas dari himpitan es tersebut. Melihat hal itu Kaguya hanya menggertakan giginya karena dirinya kesal melihat sang reinkarnasi Ashura tersebut berhasil terbebas.

"Yosh. Akhirnya terbebas juga dari es sialan ini, Baiklah aku tidak akan menahan diri lagi melawanmu" ucap Naruto

Tajuu Kagebunshin no jutsu

Pooffffffffttttttt...

Ribuan bayangan muncul disekitar Kaguya. Kaguya pun medecih kesal karena Naruto berhasil selamat

"Sepertinya kita terlalu meremehkannya Kaasan, lebih baik kita segera habisi saja" ucap Zetsu hitam.

"Aku juga berperkiran seperti itu" ucap Kaguya.

Sesaat sebelum Kaguya menyerang, sebuah pusaran vortex pun muncul didekat Kakashi dan Hinata.

Deeeeeeegggggggggg.

'perasaaan ini, Sasuke..' ucap batin Naruto.

Kemudian terdengar suara terengah-engah dari 3 orang yang muncul tersebut, pertama si pemuda dengan rambut raven bergaya pantat ayam tersebut, kedua gadis bersurai musim semi sebahu, dan ketiga pemilik jikukan ninjutsu Kamui, yah mereka adalah Uchiha Sasuke, Haruno Sakura dan Uchiha Obito, Tampaknya mereka berhasil membawa Sasuke kembali disini..

"tidak mungkin Sasuke.. bagaimana bisa" gumam Kaget Zetsu Hitam.

"Aku yakin pasti ini ada hubungannya dengan jikukan ninjutsu pemuda itu" ucap Kaguya sambil memandang Obito dengan tajam.


Disisi Naruto dan Sasuke

Sasuke kemudian bergerak mendekat kesisi Naruto.

"Sasuke, syukurlah kau bisa keluar dari dimensi Kaguya, kau seharusnya berterima kasih dengan Sakura-chan dan Obito" ucap Naruto.

"sudahlah.. tetap fokus pada musuh, kali ini kita pakai rencanaku dobe " ucap Sasuke

"Heh.. kau memang selalu begitu teme!" ucap Naruto

"Kaasan. Kita pindah kedimensi pasir, kita akan membunuhnya disana" ucap Zetsu Hitam.

Kaguya pun mengangguk, kemudian mata Rinnesharingannya itu mengeluarkan jutsunya.

Deeeeeeeegggg...

Tiba-tiba saja Naruto dan lainnya berpindah tempat menuju dimensi pasir, mereka pun terjatuh ketanah akibat gaya gravitasi yang sangat tinggi di dimensi itu.

"Ughhhh.. aku tidak bisa bergerak.." ucap Naruto.

"tekanan gravitasinya sangat kuat, tubuhku serasa remuk" ucap Sasuke.

"dengan ini aku akan menghabisi kalian berdua." Ucap Kaguya.

Tomogoroshi no Haikoutsu

Wussssssshhhhhhh...

Dua buah tulang tajam meluncur cepat menuju Naruto dan Sasuke.

"Gawat.. Sasuke menghindar dari tulang itu." Ucap Naruto sambil melompat menjauh dari jangkauan serang tersebut.

'sial mata kiriku masih belum berfungsi' ucap batin Sasuke sambil melakukan hal yang sama dengan Naruto.

"kali ini kalian bisa lolos, tapi selanjutnya aku pastikan kalian akan mati" desis Kaguya.

Kaguya pun kembali meluncurkan 2 buah tulang menuju Naruto dan Sasuke. Naruto dan Sasuke mencoba untuk menghindar akan tetapi mereka tidak bisa bergerak lantaran tekanan gravitasinya semakin meningkat.

'ughh... Aku tidak bisa bergerak.' Ucap batin Obito

'Kuso, kalau begini mereka bisa...' ucap batin Kakashi.

Wussssssssshhhhhhhhhhh...

Buugggggggghhhhhhhhhhhhh...

Serangan Kaguya berhasil membuat Sasuke dan Naruto membulatkan matanya, mengapa mereka benar-benar syok, karena yang tertusuk bukanlah mereka berdua, melainkan Hinata dan Sakura. Mereka berdua melindungi Sasuke dan Naruto disana.

"Ughhhhhh" ucap Hinata/Sakura.

"Hinaaa...taaaa.!" gumam kaget Naruto

"Sakura...!" ucap Sasuke masih syok bukan main.

Hinata dan Sakura pun hanya tersenyum lirih saat nama mereka dipanggil oleh sang pujaan hati mereka.

Perlahan tubuh mereka berdua mulai menjadi abu secara perlahan-lahan akibat serangan Kaguya, Naruto pun bergegas menuju Hinata dan Sakura untuk mentransferkan Cakra Yang miliknya agar memulihkan lukanya, akan tetapi semua usaha Naruto sia-sia belaka, karena tubuh Hinata dan Sakura tetap saja perlahan-lahan menjadi abu.

"Sudalah Naruto-kun, hentikan ini, kamu tak usah membuang cakramu untuk mengobatiku." Ucap Hinata

"tapi.,.. tapi..." ucap Naruto.

"sudahlah hentikan saja" ucap Hinata

"Kenapa, kenapa... kau malah merelakan nyawamu dengan orang sepertiku, seharusnya kau, tidak.. seharusnya aku. Yang melindungimu. Tapi..." gumam kalut Naruto

"sudahlah Naruto-kun jangan merasa bersalah, aku melakukan ini karena kegoisanku saja, aku melakukan ini juga karena aku sangat mencintaimu Naruto-kun, aku sangat bahagia bila kau tetap hidup disini, berjanjilah untuk tetap memegang teguh jalan ninjamu Naruto-kun" ucap Hinata

Pyaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Tubuh Hinata dan Sakura pun memudar dan menjadi abu. Naruto dan Sasuke sangat terpukul akan hal itu. Terlebih lagi untuk Naruto.

"tidak.. jangan pergi kumohon.. kau yang aku cintai.. kumohon jangan pegi.. Hinataaaa.!" Teriak Naruto.


Naruto POV

Kringggggggg…..!

"Hinataa...!" pekikku

Aku pun terbangun dari mimpi burukku karena akibat suara alarm jam yang begitu memekakan telinga kedua telingaku . 'Mimpi itu lagi' ucapku dalam batin sambil mengingat-ingat mimpi tadi . Akupun menghela nafasku dan mengingat-ingat sejak kapan mimpi ini mulai menghiasi malam-malamku . Yah, sejak Kematian wanita yang aku cintai. Mimpi buruk itu selalu menghantuiku.

Sampai kini kematian dirinya tetap menjadi pukulan berat bagiku, walau aku sudah mencoba melupakan hal ini, tapi rasa bersalahku tetap saja menghantuiku. Aku lalu memutar pandanganku kearah kalander yang tepat berada dmeja kecil disamping ranjangku, oh sudah tanggal 13 juni rupanya, berarti ini sudah 2 tahun lebih aku meninggalkan Konoha, dan mencari jalan menuju masa lalu, akan tetapi aku malah terjebak disini selama 2 tahun lebih. Aku terus saja merenungkan kembali kejadian itu.

'maafkan aku Hinata, seharusnya bukan aku yang berada disini saat ini, seharusnya kaulah yang masih hidup, seharusnya bukan kamu yang melindungku seharusnya akulah yang melindungimu, tapi kenyataannya aku malah tidak bisa berbuat apa-apa, ini semua adalah kesalahanku' gumam batinku

Tanpa disadari olehku, air mata ku mulai tumpah kepermukaan.. aku benar-benar tidak mengerti bagaimana cara menghentikan air mata ini, tapi yang aku mengerti sekarang hanya sebuah lubang hati yang masih belum terisi, dan rasanya itu sangat menyakitkan.

Naruto POV end.


Normal POV

13 juni xxxx

Tenguu City.

Setelah melakukan kegiatan rutinitas paginya, Naruto pun berangkat menuju sekolah, kini dirinya sudah berpenampilan layaknya seorang siswa Raizen Gakuen, memakai Kemeja putih dan celana panjang khas Reaizen Gakuen. Selain itu surai pirang dibiarkan tergerai bebas dan acak-acakan, sehingga menambah kharisma tersendiri dari Uzumaki Naruto.

Sesaat ia akan berangkat menuju Raizen Gakuen, tiba-tiba tepat dipagar kediaman rumahnya, Naruto melihat gadis bersurai malam, penampilannya pun layaknya seperti siswi Raizen Gakuen, gadis itu sepertinya sedang memakai seragam musim panas miliknya. Yah gadis yang berada didepan kediaman Uzumaki kali ini adalah Yatogami Tohka, tampaknya dia sepertinya sudah menunggu Naruto untuk berangkat bersama-sama.

"Ohayou.. Naruto" sapa Tohka

"Oh Ohayou Tohka, tumben kau bangun lebih pagi kali ini" ucap Naruto

" Mou.. aku kan cuma berniat berangkat bareng denganmu Naruto, apa salah yah?" tanya Tohka.

"eh tidak-tidak, tenang saja aku tidak keberatan kok" ucap Naruto

"Soukka, kalau begitu ayo Naruto, sekolah sebentar lagi masukloh" ajak Tohka sambil menarik tangan Naruto dengan kencang sehingga Naruto mulai sedikit kehilangan keseimbanganya.

"Tohka, santai saja jalannya, kalau kita terburu-buru begini, yang ada kita malah jatuh" ucap Naruto.

Sedangkan Tohka sendiri hanya menyunggikan senyumnya ketika Naruto menasehatinya. Mereka pun berjalan bersama menuju Raizen Gakuen.

Setelah 30 menit berlalu mereka pun sampai di Raizen Gakuen. Mereka kemudian memasukan sepatu milik mereka kedalam loker mereka dan menukarnya dengan sepatu khusus sekolah. Setelah selesai mereka berdua pun langsung bergegas menuju kelas 11-4.

Naruto dan Tohka pun masuk kekelas dan menyapa semuanya.

" Ohayou minaa-san." Ucap Naruto dan Tohka.

Para murid disana pun meyapa kembali sapaan Naruto dan Tohka dengan ramah

Setelah menyapa mereka semua Naruto dan Tohka pun pergi menuju tempat duduk mereka masing-masing. Tetapi sebelum Naruto duduk. Dia sejenak melihat sekitarnya, disamping tempat duduknya ada Tohka dan 1 Kursi Kosong disana, yah tempat duduk itu milik Tobiichi Origami, tampaknya Origami masih dirawat dirumah sakit setelah insiden itu, dirinya pun hanya tersenyum kecut mengingat kejadian itu, kejadian dimana Origami bertarung melawan Shiori, dan Shiori berubah menjadi Inverse mode, akan tetapi semua berhasil ia lalui, dan Naruto pun berhasil menyelamatkan semuanya.

Kemudian Naruto pun melihat arah tempat duduk Shiori, tampaknya dia sudah masuk sekolah, tanpa berpikir panjang lagi Naruto pun menghampiri tempat duduk Shiori dan menyapanya.

"Ohayou Shiori-chan" sapa Naruto

"Eh ohayo Naru.." ucap Shiori dengan nada gagap.

"Oh yah bagaimana kabarmu sekarang, katanya kamu sudah selesai melakukan pemindaian reryukou ?" tanya Naruto

"Aku baik kok Naru, selain itu hasil pemindaian menunjukan kekuatanku sudah tidak terdeteksi lagi, jadi mulai sekarang aku tidak perlu cemas jika kekuatanku tak terkendali lagi" ucap Shiori

"Oh syukurlah kalau begitu Shiori-chan" ucap Naruto sambil tersenyum kecil

"Aku sangat berterima kasih padamu Naru, karena kamulah yang sudah menyelamatkanku" ujar Shiori

"ah jangan berlebihan begitu, yang kulakukan hanyalah hal kecil saja" ucap Naruto

"Iee.. Naru, bagiku kamu sudah melakukan hal terbesar untukku, kamu bahkan rela menolongku ketika aku menjadi inverse form dan tak terkendali, aku bisa saja membunuh semua orang tanpa aku sadari, tetapi kamu tidak menyerah dan tetap menolongku, karena itu aku benar-benar sangat berterima kasih, terima kasih sudah menyelamatkanku dan sudah mau peduli padaku" ucap Shiori sambil tersenyum manis.

Naruto pun mulai terpana akan hal itu, dirinya merasa kalau senyum Shiori benar-benar mirip dengannya. Senyum layaknya sebuah sinar rembulan yang mampu menerangi gelapnya malam. Hal itulah yang kali ini dirasakan oleh Naruto.

Shiori malah agak terheran-heran melihat Naruto menatapnya begitu intens, tatapan Naruto sepertinya ada yang berbeda kali ini, itulah yang dipikirkan Shiori.

"Naru.. Naru.. Naru.. kenapa kamu malah melamun" ucap Shiori sambil mencoba menyadarkan Naruto

Naruto pun tersentak dan sadar kalau ia baru saja melamunkan sosok gadis bersurai biru laut tersebut.

"Ah.. gomen. Shiori-chan, aku malah melamun tadi" ujar Naruto

"Ah tidak apa-apa, tak usah dipermasalahkan kok, " ujar Shiori sambil tersenyum kecil.

"Ah yah, syukurlah kamu gak marah, hehehehe memang kamu itu terlihat mirip dengannya" ujar Naruto dengan spontan.

"Eh Naru.. apa, mirip dengannya, memangnya aku mirip dengan siapa?" tanya Shiori

"Ah tidak lupakan saja. itu tidak terlalu penting, anggap saja tadi itu hanya angin lewat" ujar Naruto

"Oh soukka.." ucap Shiori.

"yah sudah kalau begitu aku pergi dulu yah." Ujar Naruto sambil meninggalkan Shiori.

Akan tetapi benak Shiori kini, tampaknya masih sedikit terganjal dengan Naruto hari ini, memang terlihat Naruto ramah dan ceria seperti biasanya akan tetapi kali ini sorot matanya menunjukan hal yang berbeda. Tampaknya menyiratkan sebuah pandangan yang sulit diartikan

Shiori mau saja bertanya hal itu, akan tetapi dirinya merasa kalau ini bukanlah waktu yang tepat terlebih lagi.

"Ohayou... Mina-san. Baiklah kelas pagi ini akan kita mulai tapi sebelum itu ibu akan mengabsen kalian satu-persatu" ucap Tamae-sensei.

Yah terlebih lagi kelas hari ini sudah dimulai jadi tampaknya lain waktu saja untuk menanyakan hal itu pada Naruto, itulah yang Shiori pikirkan.


Skip time

Saat ini sudah masuk jam makan siang, para murid Raizen Gakuen pun menikmati makan siang, baik dikantin sekolah atau pun diruang kelas bagi yang membawa bekal makanan, akan tetapi kali ini Naruto tidak melakukan hal itu, dirinya kini malah berbaring diatap sekolah sambil melihat awan bergerak disana.

'Walau sudah sejauh ini, tetapi tetap saja aku masih tidak bisa melupakanmu Hinata, mungkin Neji akan menghajarku nanti karena aku telah gagal menyelamatkanmu' pikir Naruto

Kejadian itu memang terus menghantui Naruto, kalau saja ia lebih kuat waktu itu,mungkin setidaknya Hinata tidak perlu berkorban untuknya.

"Kalau saja kau hidup kembali Hinata, aku pasti akan membayar semua kesalahanku terdahulu, kalau saja aku masih punya kesempatan kedua, aku masih ingin bersamamu, tapi kurasa itu mustahil" gumam Naruto sambil menatap langit.

Yang hanya bisa dilakukan saat ini bagi Naruto adalah mengeluarkan rasa rindunya dan membuangnya dengan melihat langit, dia berharap seluruh perasaannya kini seperti awan bebas, terus bergerak lepas dan akhirnya terbebas tanpa ada rasa penyesalan tapi tetap saja Kematian Hinata menjadi hal paling menyakitkan untuk Naruto.

Tanpa Naruto sadari sudah ada yang memperhatikannya sedari ia berbaring menghadap langit. Tampak gadis bersurai merah muda sebahu sedang memperhatikannya begitu intens. Bahkan manik mata merah muda ikut menyiratkan sebuah tatapan sulit diartikan ketika ia mendengar gumaman Naruto secara tak sadar.

"Naruto-kun, aku pasti akan merubah takdirmu" gumam gadis tersebut.

Setelah gadis itu berucap, diapun menghilang dengan terpaan angin yang lembut disana.


Skip Time.

Saat pulang Sekolah, Naruto pun hanya sendiri, itu dikarenakan hari ini para murid perempuan sedang mengikuti kelas memasak, itu termasuk dengan Tohka. jadi baru hari inilah Naruto pulang sendirian biasanya dia selalu ditemani oleh Tohka atau Shiori.

"mungkin sebaiknya aku berbelanja saja, apalagi persediaan makanan mulai habis" gumam Naruto.

Yah semenjak para spirit tinggal diresidensial disamping kediamannya, ia lah yang mengurus urusan dapur disana, terlebih lagi semenjak dia tinggal dimensi barunya, dirinya sudah mulai mahir memasak. Karena itulah Kotori menugaskan ia untuk mengurusi urusan dapur para spirit, karena para spirit itu tidak bisa memasak sama sekali.

Naruto pun hanya menghela nafasnya mengingat itu semua, tapi dirinya merasa itu bukanlah bagian yang memberatkannya, malah sebaliknya ia merasa senang jika para spirit menyukai masakannya tersebut.

"mungkin malam ini sebaiknya aku memasak kare saja, sudah lama aku tak memasak kare" gumam Naruto sambil melihat daftar belanja diperjalanan.

Sesaat Naruto memperhatikan suasana sekitarnya, jalanan begitu ramai, banyak kendaraan berlalu-lalang, dan penjalan kaki banyak hilir mudik ditempat tersebut, wajar saja karena ini sudah jam anak pelajar untuk pulang menuju rumahnya masing-masing.

Akan tetapi Naruto pun memicingkan pandangannya, ketika dirinya melihat ada sesosok gadis bersurai merah muda dengan manik mata berwana sama dengan rambutnya, tengah menyebrang dengan gontai. Tanpa ia sadari lampu hijau sudah menyala yang berarti tidak diperbolehkan untuk penjalan kaki menyebrang, akan tetapi gadis itu tetap saja berjalan disana.

"Hei Nona, awas ada mobil dibelakangmu'' teriak Naruto memperingatkan gadis itu, akan tetapi gadis itu tetap tak memperhatikan keadaan sekitar.

Tinnnnnnnnnnnnntttttttttttt...

"Awaasssss!" teriak Naruto .

Secara spontan Naruto langsung mendekap gadis itu, dirinya pun bermaksud untuk menyelamatkan gadis itu.

Buagghhhhhhhhhhhhh...

"Itttaiii" keluh Naruto

"kamu tidak, apa-apa kan, sumimasen gara-gara aku, kamu malah terluka " ucap gadis itu.

Naruto pun melepas dekapan nya dan membantunya berdiri.

Pukk... pukkkk...

Naruto membersihkan kotoran dan debu dari pakaiannya itu. Setelah itu Naruto kemudian menjawab pertanyaan gadis itu.

"Ah, tidak apa-apa nona, aku baik-baik saja kok. Yang terpenting nona selamat sekarang" ucap Naruto

"ah terimakasih yah anoooo—" sepertinya gadis itu kesulitan menyebut nama pemuda itu.

"Uzumaki Naruto. itu namaku Nona" ucap Naruto

"Ah yah. Uzumaki-kun, Namaku Sonogami Rinne. Salam kenal" ucap Rinne

"Ah, jangan memanggilku terlalu formal begitu, panggil saja aku Naruto" ucap Naruto

"Ah yah Naruto-kun, tapi kamu juga jangan terlalu formal juga yah, kamu bisa memanggilku Rinne" ucap Rinne.

"Ah yah, Rinne-chan, jadi bagaimana keadaanmu, apa kamu baik-baik saja?" tanya Naruto

"Umm aku baik kok, seharusnya Naruto-kun lebih khawatir dengan kondisimu, soalnya kamu kan sedikit terbentur tadi." Ucap Rinne

"Ah tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja.. itteeiii" tampaknya Naruto gagal menyembunyikan rasa sakitnya ketika ia akan berjalan.

Sepertinya kaki Naruto sudah terkilir saat dirinya mencoba menyelamatkan Rinne barusan.

"tuhkan aku bilang juga apa, pasti pergelangan kaki Naruto-kun terkilirkan, sudah biar aku obati yah" ucap Rinne

"tapi..." ucapan Naruto pun disela

"bagaimana pun lukamu harus diobati, kan gara-gara aku kamu malah terluka, sudah ikut aku, aku akan mengobatimu Naruto-kun, kebetulan aku juga sedang membawa kotak P3K, ayo kita duduk ditaman sana" ajak Rinne

"ah baiklah kalau begitu" ucap Naruto


Skip time

Pada akhirnya Naruto pun dengan pasrah menerima ajakan Rinne untuk mengobati lukanya barusan, sebenarnya ia tidak ingin karena baginya lukanya ini akan segera pulih karena dia mempunyai kemampuan untuk beregenerasi. Akan tetapi Rinne sepertinya tetap memaksannya untuk mengobatinya, dari pada ia membuat kecewa sigadis tersebut, lebih baik ia menurutinya.

'sepertinya seragam dia pakai itu seperti seragam Raizen Gakuen, tapi aku belum pernah melihatnya' pikir Naruto

"Anoo.. Naruto-kun kenapa kamu melamun?" tanya Rinne.

Naruto pun tersentak dan sadar kalau dirinya tengah melamun.

"Ah tidak aku tidak melamun kok.. aku hanya.. itteeeiiii." Ucap Naruto

"Ah gomen Naruto-kun, aku sedikit kasar barusan" ucap Rinne dengan nada agak menyesal.

"Sudahlah, aku ini kan laki-laki masa menahan rasa sakit ini saja tidak bisa, tenang saja aku baik-baik saja kok" ucap Naruto

"Soukka. Sekali lagi maaf yah sudah merepotkanmu " ucap Rinne

"tidak apa, kan sudah aku bilang yang penting kamu selamat itu sudah cukup bagiku" ucap Naruto

"Arigatou Naruto-kun, kamu memang orang baik." Ucap Rinne.

"Ah kamu bisa saja, Rinne-chan. Aku ini Cuma melakukan hal kecil saja kok" ucap Naruto

"Tidak itu hal besar bagiku, kalau Naruto-kun tak menyelamatkanku barusan, mungkin nasibku akan berbeda." Ucap Rinne

"sudahlah jangan merasa seperti itu, yang terpenting kamu selamat Rinne-chan" ucap Naruto

"Ah yah." Gumam Rinne

"Oh yah ngomong seragam kamu mirip Raizen Gakuen, apa kamu bersekolah disana?" tanya Naruto

" oh kalau ini sebenarnya aku belum resmi bersekolah disana, mengingat hari ini aku hanya mengurus kepindahanku dibagian administrasi, mungkin saja besok aku sudah mendapatkan kelas." Jelas Rinne

"Oh kalau begitu, aku juga dari Raizen Gakuen, aku ini murid tahun kedua" ucap Naruto

"Benarkah, aku tak menyangka Naruto-kun satu sekolah denganku. Sebenarnya aku juga nantinya akan belajar ditahun kedua" ucap Rinne

"begitu yah, mungkin saja kita bisa sekelas nantinya hehehehe" ucap Naruto

"Ah yah pasti menyenangkan bisa sekelas denganmu Naruto-kun" ucap Rinne

"tentu saja, selain itu jika kamu perlu apa-apa, kamu bisa meminta bantuanku, aku pasti akan membantumu" ucap Naruto

"Benarkah, kalau begitu terima kasih" ucap Rinne

"Ah yah sama-sama" ucap Naruto

"kalau begitu aku pulang dulu yah Naruto-kun, soalnya hari sudah mulai gelap" ujar Rinne

"apa tidak apa kamu pulang sendiri? Bagaimana kalau aku mengantarmu?" tanya Naruto

"Iee, aku bisa pulang sendiri kok, lagipula kaki Naruto-kun masih sakit, jadi aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Rinne

"baiklah kalau begitu, aku tidak memaksamu kok" ujar Naruto

"kalau begitu aku pulang dulu yah Naruto-kun, sampai jumpa" ucap Rinne

"yah hati-hati dijalan yah Rinne-chan" ucap Naruto

Rinne pun pergi pulang menuju kediamannya. Perlahan punggung nya sudah tak terlihat lagi dari pandangan Naruto.

"Kamu memang orang yang baik Naruto-kun, aku harap aku bisa membahagiakanmu nantinya" gumam Rinne


Skip Time

Saat ini sudah pukul 7 malam di Tenguu city, Naruto dan para Spirit tengah makan malam bersama di kediaman Naruto, mereka semua sangat antusias, terlebih lagi untuk Tohka yang sangat semangat kali ini, karena makan malam kali ini adalah kare tradisional khas kyoto, dia benar-benar semangat soal makanan.

"terima kasih atas makanannya " ucap semuanya

"Naruto, kare itu ternyata memang enak yah, aku benar-benar semangat memakannya, lain waktu buat kare lagi yah" ucap Tohka dengan semangat

"yah aku juga menyukai kare buatan Naruto-san" cicit Yoshino

"sepertinya masakanmu memang paling disukai Naruto-kun" ucap Yoshinon

"Ah begitu baiklah , jika kalian memang menyukainya akan kubuat nanti lain waktu oke" ucap Naruto

"Ieyayyy" pekik kompak semuanya disana.

Tak lama suara bel pun terdengar dari pintu,

"Naruto, siapa itu? Malam-malam tumben ada yang berkunjung?" tanya Tohka

"ya biar kulihat dulu, oh yah Tohka, Yoshino, bisakah aku meminta tolong kepada kalian, selama aku mengurus tamu tersebut, kalian bisa membantuku mencuci piring?" tanya Naruto

"tenang saja serahkan pada kami, bukankah begitu Yoshino?" ungkap Tohka

"yah, lebih baik Naruto-san segera kepintu depan, tak baik tamu dibiarkan menunggu" ujar Yoshino

"Baiklah, aku kedepan dulu sebentar" ucap Naruto.

Naruto pun akhirnya membuka pintu kediamannya, kini terlihat didepan kediamannnya Shiori dan Kotori sudah berada disana.

"Oh Shiori-chan dan Kotori, Tumben kalian berkunjung?" tanya Naruto

"Sebenarnya Kotori lah yang ingin bertemu denganmu Naru" ucap Shiori

"memangnya ada apa, apa ada hal ini terkait dengan ratatoskr?" tanya Naruto

"yah bisa dibilang begitu, Naruto sebenarnya ada hal khusus yang ingin kubicarakan padamu?" tanya Kotori

Naruto pun menaikan alisnya ketika disinggung hal khusus.

"sebaiknya kita bicarakan bertiga dimeja tamu saja, saat ini Tohka dan Yohsino sedang bertugas mencuci piring, jadi mereka sedikit sibuk." Ujar Naruto

Setelah itu Naruto, Kotori dan Shiori pun duduk bersama di ruang tamu kediaman Uzumaki. Naruto pun menjamu mereka dengan beberapa cemilan kecil dan segelas teh.

"maaf Cuma ini yang aku hidangkan hehehe" ucap Naruto

"tidak-tidak apa, kami kan Cuma datang bekunjung saja" ucap Shiori

"yah kau ini berlebihan Naruto, kami Cuma sebentar kok" ujar Kotori

"sudahlah tak perlu sungkan, aku memang harus memperlakukan baik seorang tamu, setidaknya hal itu yang bisa aku lakukan" ucap Naruto

"Arigatou, atas hidangannya, baiklah kalau begitu tanpa basa-basi lagi aku akan menjelaskan hal ini padamu" ujar Kotori

"jadi bagaimana?" beo Naruto

"Kami sebenarnya mendeteksi titik energi Reryukou disekitar sekolahmu hari ini, aku merasa ada spirit yang datang kesekolahmu" ujar Kotori

Naruto dan Shiori pun agak tersentak mendengar hal itu.

"apa itu Kurumi?" tanya Naruto

"tidak ini bukan Kurumi, energinya berbeda, mungkin sejenis Spirit baru" ucap Kotori

"aku tak menyangka ada Spirit baru yang menyusup kesekolah kita" ujar Shiori

"yah aku bahkan merasa kecolongan melihat kejadian ini, apalagi energi nya terus terasa bahkan sampai pusat kota" ujar Kotori

"terus apakah AST sudah mengetahui hal ini?" tanya Naruto

"sepertinya tidak, bahkan AST saja belum mengetahui hal ini, mengingat pancaran energoi reryukounya begitu samar, bahkan pihak ratatoskr saja baru mendeteksi beberapa jam lalu, maka dari itu aku mendadak mengunjungimu" ujar Kotori

"berarti bisa dibilang Spirit yang satu ini pasti bisa mengendalikan kekuatannya mengingat ia bahkan bisa menekan titik energi ke titik terendah bukan" duga Naruto

"sepertinya memang begitu, kita tak tahu apa tujuannya tetapi, kita tidak bisa tinggal diam begitu saja, kau tahu kan apa yang kita lakukan" ujar Kotori

"yah aku mengerti, mengencaninya dan membuatnya jatuh cinta padamu sehingga kau bisa menyegel kekuatannya" ujar Naruto

"baguslah kalau begitu, kau sudah mengerti. Sekarang yang kita lakukan adalah membuat sebuah rencana" ujar Kotori


Disisi lain

Malam ini memang sangat cerah, bahkan bulan purnama pun sangat bersinar terang, wajar saja karena kali ini Tenguu city tengah mengalami fenomena Supermoon dimana bulan berada dititik paling terdekat dengan bumi, sehingga bulan kini terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Akan tetapi suasan malam ini terasa berbeda karena dimalam itu tiba-tiba muncul sesosok gadis bersurai pink dengan panjang rambut hingga mencapai kaki, dia mengenakan sebuah gaun berwarna biru laut, dia juga memakai tudung wajah berwarna biru laut dengan dilengkapi sebuah mahkota diatasnya. Lalu disekitar bagian pinggang gadis itu terbentuk motif layaknya sebuah jam berwarna ungu dengan angka jarum jam berwarna emas. Seluruh tubuhnya ditutupi bagaikan sebuah tabir.

Jika dilihat dari kulit tubuhnya, dia gadis berpenampilan putih langsat layaknya gadis jepang pada umumnya, kemudian manik mata berwarna pink seakan menegaskan kecantikan gadis itu.

Gadis yang tengah melayang dilangit tersebut adalah Sonogami Rinne, ternyata dia adalah Spirit yang muncul di Tenguu city.

"Kali ini akan aku wujudkan impianmu Naruto, aku harap kamu akan bahagia" ucapnya

Eden : Paradise Lost

Sontak setelah Rinne mengeluarkan kekuatanya, tiba-tiba ditengah Kota Tenguu city, munculah sebuah Pohon raksasa, goncangannya begitu terasa bahkan bisa dikatakan sebagai gempa besar, akan tetapi yang anehnya gempa itu tidak ada yang menghancurkan sama sekali. Kemudian setelah gempa tersebut kota Tenguu city kemudian termakan cahaya yang dipancarkan dari pohon tersebut.


Disisi Kediaman Naruto

Beberapa menit sebelumnya

"Jadi begitulah rencananya, apa kau sudah mengerti Naruto?" tanya Kotori

"yah aku mengerti" ucap Naruto

"baiklah kalau begitu, sepertinya urusan kami selesai, kami pamit undur diri Naruto" ucap Kotori

"yah hati-.." ucapan Naruto pun terputus

Deeeeeegggggggggggggg..

'apa ini kenapa aku merasakan, getaran kekuatan yang begitu dashyat' ucap batin Naruto

Naruto merasakan kekuatan itu, bahkan sampai dipelipis pipi mengeluarkan keringat dingin.

Kotori dan Shiori pun mengernyitkan alisnya ketika Naruto berhenti berbicara dan mereka pun melihat Naruto seperti mengeluarkan ekspresi terkejut.

"Naruto ada apa, apa kamu merasakan energi lain?" tanya Kotori

"ini.. ini.. sangat besar?" gumam Naruto

"apa maksudmu Naru, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Shiori

"ini adalah." Ucapan Naruto terputus ketika.

Tanah bergetar hebat, sontak membuat Naruto dan lainya panik. Tohka dan Yoshino bahkan berlari menuju Naruto akibat getaran gempa tersebut.

"Naruto, apa ini kenapa tiba-tiba tanahnya bergetar?" ucap Tohka

"Naruto-san aku takut" cicit Yoshino

"sebenarnya apa yang terjadi Naru?" gumam Shiori

"aku tidak mengerti tapi ini.." ucap Naruto

Kotori pun juga berekspresi sama dengan Naruto, ia juga sangat terkejut, terlebih lagi setelah mengecek energi itu lewat perangkat pendeteksi energi Reryukou miliknya, dia benar-benar terkejut.

"ini... Ini adalah Reryukou" ucap gagap Kotori

Naruto tahu hal itu, tapi dirinya pun tak bisa tinggal diam, dia pun akhirnya berubah kemode Rikudou Senjutsu miliknya untuk mendeteksi energi tersebut. Selain itu dirinya juga mengaktifkan Rinnegan Choku Tomoe dan Eiien no Mangekyou Sharingan miliknya untuk berjaga-jaga.

"Akan ku buat kekai disekitar kalian, agar kalian tak terkena serpihan reruntuhan akibat gempa" ucap Naruto

Naruto pun kemudian menancapkan 4 tongkat hitam disekitar Shiori, Tohka, Yoshino dan Kotori

Musekyojin

Kemudian terbentuk kekai berwarna merah disekitar mereka

"Ini seperti waktu itu" gumam Tohka

"Naru ini apa sebenarnya?" tanya Shiori

"ini adalah Musekyojin, kekai penghalang paling terkuat yang aku buat, dengan begini kalian akan aman, sementara aku akan mengecek pusat energi ini" ujar Naruto

"Naru aku ikut bersamamu" ujar Shiori

"tidak. Kamu harus.."

"aku juga ikut Naruto." Ucap Tohka

"Tohka, Shiori-chan kalian tetap disini saja, biar aku mengurusnya" ucap Naruto

"tapi-tapi kami malah takut kamu terluka" ujar Shiori mewakili perasaan dirinya dan Tohka.

"tenang saja, kekuatanku sudah pulih sejak 2 minggu lalu, jadi tenang saja" ujar Naruto

"tapi.." ucap Tohka

"tidak ada waktu lagi, aku tetap akan pergi" ucap Naruto

Tetapi ucapan Naruto sangatlah terlambat karena.

Srrrrrrrrrringgggggggggggggggggggg...

Tiba-tiba cahaya putih muncul dan memakan seluruh pandangan mereka.

"Uhhh silau.. cahaya apa ini" gumam Tohka.

Tak berapa lama mereka semua pun pingsan akibat Cahaya itu.


Skip Time.

Setelah beberapa waktu berlalu berlalu Naruto pun terbangun dari pingsannya. Dirinya kini malah tersadar dikamar tidurnya. Dirinya merasa kalau dirinya tidak sedang tertidur.

"Uhh dimana aku, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kepalaku sedikit pusing?" gumam Naruto

Setelah melihat secara seksama, Narutopun mengenali dekorasi tersebut, tak salah lagi ini adalah kamar tidur miliknya.

"jadi aku tertidur yah" gumam Naruto

Naruto pun perlahan bangkit dari tidurnya dia pun kemudian mengingat kejadian yang baru ia alami. Dia mengingat kalau dirinya barusan mengalami gempa yang begitu hebat, kemudian tubuhnya ditelan cahaya dan..

"Tohka, Shiori-chan, Yoshino, Kotori, kuso! aku harus menemukan mereka terlebih dahulu" ucap Naruto

Naruto pun kemudian bergegas keluar kamar, dan mencari mereka disegala ruangan, dan akhirnya Naruto pun bisa bernafas lega melihat mereka semua masih tertidur pulas di 2 kamar tamu rumahnya.

"syukurlah, mereka semua selamat, lebih baik aku tak membangunkan mereka terlebih dahulu" ucap Naruto

Akan tetapi tiba-tiba Tohka pun tersadar dari tidurnya. Dia pun melihat Naruto sedang berdiri didepan pintu kamar tersebut.

"Uh.. Naruto. Apa ini sudah pagi?" tanya Tohka.

"Tohka kau sudah bangun rupanya, kurasa mungkin ini sudah pagi" ucap Naruto

Naruto sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi, dirinya saja masih bingung dengan hal dialaminya barusan, jadi dia pun tidak terlalu memikirkan apakah ini sudah pagi atau belum.

"Uhh aku ingat, kenapa aku bisa berada disini?, padahalkan aku mengalami gempa yang hebat barusan?" gumam Tohka

"kau mengingatnya Tohka, aku pikir kau lupa" ucap Naruto

"yah sedikit, tapi saat aku mengingatnya kepalaku terasa sakit" ucap Tohka.

"sebaiknya kita bangunkan yang lain, kita bahas masalah ini bersama-sama" ucap Naruto

"Unnn." Gumam Tohka

Akhirnya Tohka dan Naruto pun membangunkan mereka yang masih tertidur setelah itu mereka semua pun berkumpul diruang tamu milik kediaman Uzumaki. Untuk membahas masalah yang mereka alami barusan.

"jadi kau menemukannya Kotori?" tanya Naruto

"tidak salah lagi, energi itu memang Reryukou, aku tak menyangka kekuatannya begitu hebat, akan tetapi ini aneh, karena tidak ada Spacequake atau kehancuran sama sekali, ini benar-benar janggal" ucap Kotori

"yah aku juga berpikir seperti itu, saat aku melihat keadaan luar saja, Tenguu city tampak seperti biasa." Ucap Naruto

"jadi sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Shiori

"aku tidak mengerti, bahkan saat aku mengirim sinyal kepihak Ratatoskr, mereka bilang semuanya normal, tidak ada kejadian yang ganjil seperti tadi malam" ucap Kotori

"tapi sebenarnya ada hal yang mengangguku sedari tadi" gumam Naruto

"memang ada apa?" tanya Kotori

"Iee, lebih baik aku tidak berasumsi terlebih dahulu, sebaiknya kita periksa kesegala penjuru kota, agar mendapat kepastian" ujar Naruto

"Aku setuju, aku ikut bersamamu Naruto" ucap Tohka

"kalau begitu aku juga Naru," ucap Shiori

"Aku juga Naruto-san" ucap Yoshino

"aku juga sependapat denganmu, ayo kita pergi bersama-sama" ucap Kotori

"baiklah, ayo kita berpencar. Kita pergi kesegala penjuru kota. Jika ada hal yang ganjil segera komunikasikan " ucap Naruto

"Unn.." gumam Kompak mereka

Akhirnya Naruto dan kawan-kawan pun berpencar kesegala penjuru kota, Naruto dan Tohka berpencar kearah selatan, Kotori pergi kearah timur, Shiori kearah barat dan Yoshino kearah utara.

Setelah 2 jam melakukan pencarian, Kotori menyebutkan tidak ada hal yang aneh begitu juga dengan Shiori dan Yoshino mereka juga tidak menemukan hal yang ganjil.

Naruto dan Tohka pun masih menelesuri sisi selatan kota, mereka pun menggunakan kereta commuter bawah tanah untuk menelusuri sisi selatan, dan saat itulah mereka berdua menemukan keanehan ketika.

Naruto mengernyitkan alisnya ketika melihat loket karcis otomatis menyebutkan nama Konoha. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi kesana. Menggunakan kereta bawah tanah.

"Ini aneh, kenapa ada nama Konoha, setahu aku dijepang tidak ada nama Konoha" gumam Naruto

"Kenapa kamu berpikir seperti itu Naruto?" tanya Tohka

"soalnya Konoha itu adalah desa tempat kelahiranku terdahulu, tapi ini sangat aneh mengingat Konoha juga tidak ada dipeta negara jepang" ujar Naruto

"Kalau begitu kita selidiki saja" ungkap Tohka

Setelah 10 menit berlalu mereka pun tiba stasiun bawah tanah Konoha. Naruto merasa belum ada hal yang ganjil disini, pemandangan stasiunnya juga terlihat seperti stasiun kereta bawah tanah pada umumnya. Akan tetapi semua itu buyar ketika.

Deeeeeeggggggggggggggg...

'Perasaan ini, jangan-jangan..' pikir Naruto

Naruto kemudian bergegas berlari, meninggalkan Stasiun Konoha. Tohka pun ikut berlari bersamanya,

"Naruto kenapa kau tiba-tiba berlari.?" Tanya Tohka

"jangan-jangan ini.." gumam Naruto

"jangan-jangan apa?" tanya Tohka

Akan tetapi Naruto menghiraukan pertanyaan terakhir Tohka, mereka berdua terus berlari hingga mencapai permukaan atas. Dan Naruto terkejut bukan main ketika ia melihat.

Gunung yang berukirkan kepala pemimpin desa Konoha terpampan jelas dihapannya, dapat ia lihat kini ukiran wajah dari Hokage pertama hingga Hokage keenam terukir rapi disana, benar-benar mirip, wajah Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Minato, Tsunade, Hingga gurunya sendiri Kakashi terlihat disana.

Naruto benar-benar terkejut akan hal ini.

"ini mustahil.. bagaimana bisa?" ucap kaget Naruto

"ada apa Naruto, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tohka

Tohka begitu penasaran dengan apa yang terjadi terlebih lagi ekspresi Naruto benar-benar terkejut. Bahkan matanya kini terlihat berhenti berkedip melihat hal ini.

"Apa mungkin ini genjutsu" gumam Naruto

Naruto pun sejenak mengaktifkan Rinnegan Choku Tomoe dan EMS miliknya, ia pun memperhatikan aliran cakra miliknya, tetaplah normal dan bukan hanya itu saja, dia juga sangat terkejut ketika ia melihat Tohka juga mempunyai aliran cakra persis seperti Shinobi pada umumnya, padangannya pun ia edarkan disekitar Konoha dan benar saja tempat itu adalah benar-benar Konoha karena ditempat tersebut Naruto bisa melihat banyaknya pengguna cakra disana.

Tiba-tiba ada suara yang memanggil Naruto dari dalam tubuhnya.

"kau seharusnya tidak usah terlalu terkejut begitu, memang ini adalah elemental national tempat kita berada dahulu" ucap Suara berat tersebut.

Naruto pun tiba-tiba berada dialam kesadaranya. Dia sangat terkejut melihat teman-teman lamanya ada disana.

"kalian.. mustahil bagaimana bisa kalian berada ditubuhku lagi" ucap Naruto terbata-bata.

"khe kau itu memang tak pernah berubah, selalu saja bodoh." Ucap suara berat tersebut.

"Urusaiii Kurama, aku Cuma bertanya kenapa kau bisa berada disini lagi, dan jangan panggil aku baka! Bola bulu sialan" ucap Naruto

"Apa katamu, kau benar-benar minta kucincang rupanya duren busuk" ucap Kurama sambil mengacungkan jari tengahnya.

"Mou sudahlah hentikan itu Kurama-kun, Naruto-kun, kalian tidak perlu bertengkar" ucap Matatabi

"hah selalu saja begini" keluh Son Goku.

"wajar saja aku kesal padanya, akukan Cuma bertanya, kenapa kau malah bilang aku ini Baka! Bola bulu!" ucap Naruto

" memang kenyataannya begitu, otakmu itu tidak lebih dari biji kacang, aku benar-benar kecewa padamu duren busuk" ucap Kurama dengan nada mengejek.

"Sialan kau bola bulu, sini lawan aku, akan aku cincang kau!" ucap Naruto dengan nada marah dan dengan spontan mengaktifkan Rikudou Senjutsu mode dan Rinnegan Choku Tomoe dan EMS miliknya.

Kurama melihat itu langsung berkeringat dingin melihat Perubahan Naruto sudah setara dengan Rikudou Sennin. Dirinya mau tak mau meminta maaf kepada Naruto, agar ia tak dijadikan rubah cincang nantinya.

"Ah aku bercanda Naruto, aku sebenarnya hanya bermaksud menggodamu saja" ujar Kurama sambil tersenyum kikuk.

"bukannya kau tadi mau melawanku, kenapa kau malah meminta maaf?" tanya Naruto dengan senyum sinis.

"Ah ayolah Boy, masa kau tidak bisa diajak bercanda, kau bukan seperti Naruto biasanya" ujar Kurama.

Sontak Naruto tertawa terbahak-bahak ketika Kurama meminta ampun padanya.

"Pfffffttttt... aku tidak tahan lagi, kau benar-benar takut rupanya, padahal aku juga hanya bercanda tadi hahahahahaha" ujar Naruto sambil terkekeh.

Sedangkan para bijuu lainya hanya sweetdrop ria melihat tingkah Naruto, bayangkan saja Naruto hanya bercanda ketika mengaktifkan mode terkuatnya, bagaimana kalau dia serius tadi

'bercandamu tadi sudah kelewatan Naruto, kasian betulah Bijuu yang menjadi Jinchurikinya' pikir para Bijuu lainya yang bersimpati pada Kurama.

Sedangkan Kurama hanya tersenyum saat Naruto terkekeh, sudah lama ia tidak melihat hal ini. Tingkah Naruto yang selalu alamiah membuatnya selalu saja tersenyum.

"Hah baiklah. Sudahlah yah tidak bertemu Minna-san, terutama aku juga merindukanmu Kurama" ujar Naruto

"Hmm yah begitulah sudah lama, tak melihat tampang konyolmu Gaki" ucap Kurama.

"yah. Tapi aku sedikit bertanya, bagaimana kalian bisa berada disini lagi, padahal kalian bukannya hanya cakra?" tanya Naruto

"begini Gaki, yang kami berikan terdahulu bukan hanya Cakra, tetapi jiji juga menyegel separuh jiwa kami padamu, oleh sebab itu kesadaran kami masih ada disini" ucap Kurama

"jadi begitu pantas saat aku terdampar di Tenguu city, aku masih bisa menggunakan cakra bijuu, padahal pas aku terlempar dalam riak dimensi ruang dan waktu aku sudah memakai semua cakra bijuu untuk menyelamatkan diri dari tempat itu, lalu kenapa kalian tak segera menghubungiku?" tanya Naruto

"sebenarnya setelah pristiwa tersebut, kami malah tertidur akibat kehabisan cakra, dan oleh sebab itu kami baru terbangun sekarang Naruto" ujar Gyuuki

"Oh begitu, syukurlah semuanya baik-baik saja hehehehe" ujar Naruto

"kau memang tidak pernah berubah" ujar Isobu

"yah tetap hangat seperti biasanya" ujar Saiken

"tapi mungkin matamulah yang berubah total" ujar Shukaku

"yah begitulah, mata ini adalah salah satu peninggalan sahabatku, dan aku tidak mungkin melupakanya" ujar Naruto dengan pandangan sendu.

"sudahlah Naruto, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, semuanya memang sudah digariskan Kami-sama kepadamu." Ujar Kurama

"benar kata Kurama, sebaiknya kamu berpikir tentang sekarang ini, terutama masalah ini" ujar Chomei.

"Ah yah kalian benar, aku lupa kalau aku sedang ada masalah disini?" ucap Naruto

"Seperti yang aku bilang pertama kali Gaki, ini adalah Elemental National, dimensi kita terdahulu, hanya saja sepertinya ada yang merubah ketetapan Kami-sama disini, sehingga banyak sekali perubahan disini" ujar Kurama

"jadi maksudmu, ada seseorang yang bisa merubah takdir, tapi bukannya aku tak melakukannya?" tanya Naruto

"tidak ini bukanlah perbuatanmu Naruto, sepertinya aku merasakan energi yang berbeda dari Cakramu, ini ini mirip kekuatan yang kamu segel dari para Spirit" ujar Gyuuki

"Apa jadi maksudmu, ada Spirit yang bisa merubah takdir Dunia?" tanya Naruto

"Dugaan kami seperti itu, soalnya kami merasakan energi itu sesaat sebelum kalian pingsan, jadi kami menduganya seperti itu" ucap Kurama.

"Baiklah aku paham sekarang, aku akan pikirkan hal ini" ucap Naruto

"Yah sudah kalau begitu aku mau tidur dulu, kau cepat pergi sana Gaki, sepertinya gadis bersurai malam milikmu sudah mengkhawatirkanmu" ujar Kurama

"Kau mengusirku Kurama?" tanya Naruto

"Tidak bukannya begitu, tapi seharusnya kau sadar, wajah dia sudah terlalu dekat dengan wajahmu gaki" ujar Kurama

"Heiii kenapa kau tidak bilang dari tadi!" ucap Naruto kemudian meninggalkan alam sadarnya.


Normal POV

Naruto pun tersadar dari alam bawah sadar, sontak saat membuka matanya detak jantung Naruto berdetak begitu cepat, mengapa begitu, ini dikarenakan wajah Tohka sangat dekat dengan wajah Naruto, wajah mereka hanya beberapa centimeter saja, sehingga Naruto bisa melihat dengan jelas bibir ranum merah muda milik Tohka.

"Naruto. Naruto.. sadarlah.." ucap Tohka

"Whooaaaaaahhhhh" pekik Naruto sambil terlonjak kesisi berbeda.

"To-Tohka, kenapa kamu melihatku seperti itu" gumam terbata-bata Naruto

"Mou habisnya kamu malah tertidur, aku khawatir dengan keadaanmu tadi, kamu itu udah seperti orang ketakutan saat melihat tempat ini, aku pikir kamu tadi pingsan" ucap Tohka.

"Ah soal itu maaf bukannya aku pingsan, hanya menemui beberapa teman lama saja" ucap Naruto

"teman lama?" beo Tohka

"Ah nanti kamu juga bisa menemuinya kok, selain itu yang lebih penting aku sudah tahu kita berada dimana dan apa yang sedang terjadi" ucap Naruto

"Ummu kalau begitu, Naruto sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Tohka

"kau pasti tidak akan percaya dengan hal yang kubilang sekarang?" gumam Naruto

"apa maksudmu?" tanya Tohka

"Kita sekarang sedang berada di Konohagakure, tempat duniaku terdahulu" ucap Naruto

"Apa!, bagaimana bisa?" tanya Tohka

"aku juga tidak mengerti tapi yang jelas ini bukanlah genjutsu atau teknik sejenisnya, ini memang kenyataan, karena Tenguu city sudah bersatu dengan dimensi lamaku" ucap Naruto

"Uso..!" ucap Tohka

"tidak, ini adalah kenyataannya, lihat kota yang diatas sana, kota itu sangat mirip dengan Tenguu City, dan kota yang kita pijaki sekarang ini adalah Konohagakure." Ucap Naruto


Sedangkan disisi Shiori, Kotori dan Yoshino

Saat ini mereka sedang berada didalam pesawat Fraxinus, mereka semua menyelidiki apa yang terjadi semalam, akan tetapi keanehan muncul ketika para kru Fraxinus menjawab tidak ada hal yang aneh terjadi.

"Bagaimana bisa, apa kalian tak mendeteksi keberadaan reryukou tersebut?" tanya Kotori

"maaf Kotori, memang kami tidak menemukan hal aneh apapun" ujar Reine

"kalau begitu cepat selidiki rekaman cctv semalam, aku yakin Spirit itu muncul" ucap Kotori

"tapi kami sudah memeriksanya Kotori, tidak ada hal yang ganjil, apa ini hanya pradugamu saja" ucap Reine

"Praduga apa, jelas-jelas kami merasakannya, apa kalian tak mengingatnya?" tanya Kotori

Para Kru pun hanya menggeleng tak mengerti, sepertinya ada hal aneh sedang terjadi terlebih lagi para Kru Fraxinus merasa malam kemarin adalah hal yang normal.

"ini aneh sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Shiori

"aku tak tahu Onee-chan, masih banyak beberapa kemungkinan, contohnya seperti pristiwa ini manipulasi dari DEM atau AST" ucap Kotori

Mendengar kata DEM dan AST para Kru fraxinus pun mengernyitkan dahi mereka, sepertinya mereka bingung dengan apa yang diucapkan Kotori

"maaf komandan, bukannya tidak sopan, tapi aku ingin bertanya apa itu sebenarnya DEM dan AST?" tanya Kannazuki

Sontak pertanyaan itu membuat Kotori tersentak bukan main. Yang benar saja masa pihak Ratatoskr tidak mengetahui DEM atau AST

"kau tidak sedang bercandakan Kannazuki Kyouhei?" ucap Kotori

"aku serius Komandan, kami benar-benar tidak mengetahui hal tersebut" ucap Kannazuki

"apa bagaimana bisa, DEM itu organisasi jahat yang berusaha memanfaatkan Spirit sedangkan AST adalah pasukan penghancur Spirit yang berasal dari militer jepang, bagaimana bisa kalian tidak mengetahui hal tersebut" ucap Kotori

"aku jujur padamu Kotori, sebenarnya apa yang kau ucapkan tadi benar-benar tidak ada, setahu aku, hanya Pihak Ratatoskr saja yang merupakanya perwakilan resmi dari pihak pemerintah yang mencoba menyelamat para Spirit dan Umat Manusia" ujar Reine

Sontak pernyataan Reine membuat Kotori, Shiori dan Yoshino terkejut bukan main, terlebih untuk Kotori, dirinya benar-benar terkejut dengan sebuah fakta dimana hanya Ratatoskr sajalah yang berhadapan Spirit dan itu semua didukung oleh pihak pemerintah, bagaimana ini semua bisa terjadi, otak IQ tingginya itu benar-benar tidak bisa memproses sebuah fakta yang diluar nalarnya tersebut.

Belum lagi selesai berpikir tentang DEM dan AST, tiba-tiba sambungan telenconfrence pun tercipta dilayar, tampaknya itu panggilan dari Naruto.

"Ini dari Naruto komandan" ucap salah satu Kru

"hah baiklah, tolong sambungkan dengannya" titah Kotori

Setelah Konfigurasi selesai, dilayar pun muncul Naruto dan Tohka. tampaknya raut wajah mereka juga terlihat syok, sepertinya akan ada kejutan lagi bagi Kotori

"jadi Naruto, bagaimana? Informasi apa yang kau dapat?" tanya Kotori

"mungkin kau tidak akan mempercayainya atau kau mungkin akan tertawa setelah mendengar hal ini" ucap Naruto

"sudah katakan saja, memang ada apa?" tanya Kotori

"baiklah, sebenarnya aku mendapat 1 fakta yang diluar akal logikaku, sebuah fakta dimana Tenguu city sudah bersatu dengan Elemental National tempat dimensiku terdahulu" ucap Naruto

Sontak pernyaatan Naruto membuat Kotori dan Shiori terkejut bukan main

"apa kau bercanda Naru?" tanya Shiori

"tidak aku tidak sedang bercanda, aku bisa melihat dengan jelas, ini adalah kenyataan, 1 fakta yang memang tak bisa dibantahkan bahwa Tenguu City sudah bersatu dengan Elemental National" ujar Naruto.

"Apa alasanmu mengatakan hal ini?" tanya Kotori

"menurut padangan Rinnegan Choku Tomoe milikku, ini adalah kenyataan, bukan ilusi atau Genjutsu seperti Gentei Tsukyomi atau Mugen Tsukyomi sekalipun, aliran cakra ku sangatlah stabil, bahkan aku bisa melihat para penduduk disini mempunyai Cakra" ujar Naruto

"lalu ?" tanya Kotori

"Bahkan Tohka juga mempunyai aliran Cakra sepertiku.." ucap Naruto

"Apa! Bagaimana bisa?" tanya Kotori

"aku tidak tahu apa yangs sedang terjadi, tapi ada kenyataannya memang begitu, kau bisa lihat dipeta Tenguu city adalah kota yang berada tepat diatas pegunungan ukiran Hokage Konohagakure." Ucap Naruto

Kotori pun langsung memeriksa database peta digitalnya, dan benar saja, Tenguu city berada di atas kota bernama Konoha, dan ia lebih terkejut ketika ia melihat Tengu city bukan berada dijepang, melainkan Elemental National tepatnya disana tertulis Negara api.

"Kotori.. Kotori, hei Kotori.. apa kau masih disana?" tanya Naruto

"Ah yah aku masih disini, sungguh ini benar-benar mengejutkanku, kepalaku serasa mau pecah mengetahui fakta ini" ujar Kotori

"aku juga begitu, sebaiknya kita selidiki lebih lanjut, aku tetap akan menyelidiki ini bersama Tohka, kalian disana juga segera analisa infomasi yang kita dapatkan" ujar Naruto

"baiklah walau kepalaku akan pecah gara-gara hal itu, aku akan berusaha sekeras mungkin" ujar Kotori

"baiklah sampai jumpa" ucap Naruto sambil memutuskan sambungan Teleconfrence miliknya.


Disisi Naruto dan Tohka

"jadi sekarang apa yang akan kita lakukan Naruto?" tanya Tohka

"sebaiknya kita ke Kantor Hokage, aku yakin kita akan mendapatkan beberapa informasi disana" ujar Naruto

"Unn baiklah" ucap Tohka.

Mereka pun kemudian bergegas menuju pusat kota untuk memui Hokage dimasa ini, setelah 10 menit berjalan disekitar Konoha, mereka pun sampai di kantor Hokage, Naruto bisa melihatnya, kantor Hokage itu benar-benar persis dengan dimensinya terdahulu.

Saat ia akan masuk menuju Kantor Hokage, Naruto dan Tohka pun dihadang oleh beberapa anbu disana.

"Siapa kalian, apa kepentingan kalian datang kesini?" tanya Anbu bertopeng Kuma tersebut.

"aku Naruto, aku ingin bertemu dengan Hokage-sama" ucap Naruto

"Uso,, kami tidak percaya dengan alasanmu, Naruto-sama sudah meninggal sejak 2 tahun lalu" ucap anbu tersebut

" aku memang Naruto, Uzumaki Naruto, aku tidak berbohong" bantah Naruto

"kami tidak akan menginzinkamu, cepat pergi atau kami akan menangkapmu" ujar anbu tersebut.

"baiklah sepertinya tidak ada pilihan lain" ucap Naruto

Boofffffffftttttt.

Naruto pun mengeluarkan Kusanagi miliknya dari Fuinjutsu penyimpanan miliknya.

Para anbu tersebut terhenyak ketika pedang Kusanagi dikeluarkan dari fuinjutsu Naruto.

"itu pedang milik Taichou, bagaimana bisa?" gumam Anbu tersebut

'Taichou, pedang ini bukannya milik Sasuke, apa dia masih hidup di dimensi ini' pikir Naruto

"lupakan itu, sebaiknya kita segera menangkap mereka berdua" ucap salah satu anbu tersebut.

"Tohka sepertinya kita akan bermain-main sedikit, apa kau ikut? " tanya Naruto

"Sepertinya begitu" ucap Tohka sambil memunculkan Sandalphone miliknya.

"tapi ingat, jangan membunuh mereka, buat mereka pingsan saja" ucap Naruto

"baiklah aku mengerti Naruto" ucap Tohka

Mereka berdua pun melesat menuju kerumunan pasukan anbu disana, ada sekitar 20 orang disana, mereka pun bertarung.

Traaaaaangggggg...Triiinnnnnnnngggggggg...Traaaaangggggggg,

Gedubuaggghhhhhhh...buaagggghhhh..buaghhhhhhhhhhh...

Naruto pun melesat cepat menuju 10 anbu disana, dia menggunakan kenjutsu miliknya untuk menghajar para anbu disana, ada yang dipukul tengkuknya, ada yang terpukul gagang pedang Naruto di bagian perutnya atau ada juga yang terpukul sisi tumpul Kusanagi dibagian kepalanya. Sekitar kurang dari 1 menit Naruto berhasil memperdaya para anbu disana. begitu juga dengan Tohka yang sudah selesai membuat para anbu pingsan ditempat.

Namun tanpa disadari Naruto, ada seseorang ada seseorang berhasil mengarahkan pedangnya dileher belakangnya. Naruto pun menyadari hal itu dan dia hanya tersenyum kecil

"Berakhir sudah, kau akan kutangkap karena sudah membuat kekacauan" ujar sang Anbu bertopeng Taka tersebut.

"seharusnya kau jangan lengah Teme!, aku masih belum kalah" ujar Naruto

"apa maksudmu, gerakanmu saja bahkan sudah kuhentikan" ucap Taka

"Hehehe memang kau tidak pernah berubah yah Sasuke, selalu saja percaya diri" ucap Naruto

Deeeeeeeeeeeeeeggggggggg...

Tanpa disadari Taka, Naruto yang asli sudah berada dibelakangnya, Naruto bahkan sudah siap menghunuskan pedang Kusanaginya jika ia mau melakukan hal tersebut. Kali ini sang Anbu benar-benar dibuat mati kutu.

Tohka yang melihat pertarungan antara Taka dan Naruto pun hanya terkagum melihat Naruto sudah berdiri dibelakang Taka.

"Kuso!. sepertinya aku kalah" ucap Taka

"hahaha jangan murung seperti itu Teme!, butuh waktu 1000 tahun untuk mengalahkanku" ucap Naruto

"Kau bagaimana kau bisa mengetahui pergerakanku?" tanya Taka

"mudah saja, aku bisa merasakan aura membunuhmu, dan itu sudah membuatku tersadar bukan" ucap Naruto

"baiklah sepertinya tidak ada pilihan lain, selain itu kenapa kau mengetahui aku ini Sasuke" tanya Taka

"Kau masa melupakan Auraku, aku ini Naruto? Apa kau lupa?" tanya Naruto

"mustahil seharusnya kau, sudah.." ucap Sasuke

"Mungkin rumornya seperti itu, akan tetapi aku berhasil selamat" ucap Naruto

Yah kali ini Naruto agak tersenyum kecut mengatakan hal barusan, karena pada dasarnya dirinya hanya berbohong, mungkin saja Naruto di dimensi ini sudah meninggal, atau masih ada kemungkinan lain, akan tetapi ia harus melakukan hal ini agar ia bisa mendapat informasi tentang kejadian yang mereka alami.

"Baiklah aku akan percaya, tapi aku akan mengetesmu terlebih dahulu, apa kau benar-benar dobe yang ku kenal?" ucap Sasuke

"Oh aku mengerti baiklah, lebih baik kita ketempat itu, kau tahu bukan" ucap Naruto

"lalu bagaimana dengannya, kau tidak mungkin membiarkannya disini?" tanya Sasuke sambil milirik Tohka.

"Oh tenang saja, bagaimana Tohka, kau mau ikut denganku, kau bahkan bisa menonton persaingan rival secara gratis jika kamu mau ikut?" tanya Naruto

"Unn baiklah, aku ikut Naruto" ucap Tohka

"Hei kau serius Usuratonkachi?" ucap Sasuke

"Hemm tenang saja, dia Cuma jadi penonton, dia tidak akan membantuku, jadi kau tak perlu Khawatir" ucap Naruto

"Hnn baiklah kalau begitu, ayo kita pergi ketempat seharusnya" ucap Sasuke

"yah ayo kita pergi ke Lembah akhir" gumam Naruto


Sementara itu disisi Kotori, Shiori dan Yoshino.

Kali ini Kotori, Shiori dan Yoshino tengah berada dikediaman Naruto, mereka masih menganalisa apa penyebab Tenguu City bisa terlempar menuju dimensi lain, mereka mencoba mengggali keterangan dari pihak Ratatoskr akan tetapi jawaban yang mereka dapat sangatlah mengejutkan.

"kau seharusnya tidak perlu heran Kotori, sejak dahulu kala Tenguu city adalah bagian Elemental National dan juga Konohagakure, Tenguu city dibangun diera Rokudaime Hokage, jadi wajar saja kalau kota ini terlihat lebih baru dibandingkan Konohagakure, selama ini pihak Ratatoskrlah yang ditunjuk Konoha untuk pengembangan Teknologi terbaharukan semua pengembangan Teknologi berpusat di Tenguu city. selain itu Ratatoskr juga merupakan pihak resmi yang menangani masalah Spirit dengan bantuan kesatuan polisi Konoha dan Anbu" ujar Reine menjawab pertanyaan Kotori beberapa waktu lalu.

Kotori baru tahu kalau sejarah Tenguu city, sangat berbeda dengan ia ketahui, apa benar Tenguu city dipindahkan menuju dimensi lain, tapi kenapa mereka mendapat informasi seperti itu

Dugaan pertama bisa saja seluruh ingatan para penduduk di Tenguu City dimanipulasi menggunakan teknik tertentu, seperti kekuatan Spirit atau Genjutsu layaknya Shinobi seperti Naruto.

Tapi rasanya itu mustahil mengingat informasi yang diberikan oleh Naruto mengatakan bahwa aliran reryukou dan cakra ditubuhnya sangat stabil dan lancar.

Dan seperti dugaan kedua bisa saja terjadi, hanya merekalah yang ditransfer kedimensi ini, itu berarti merekalah ditransfer ketempat Tenguu city yang berbeda, Tenguu city yang berada dielemntal national, akan tetapi masih belum ada bukti menguatkan hal tersebut.

Memikirkannya membuat Kotori menjadi pusing tujuh keliling.

"Uh.. rasanya kepalaku mau pecah jika terus memikirkan hal ini" keluh Kotori

"Sudahlah Kotori, sebaiknya kamu beristirahat dahulu, sedari tadi Onee-chan lihat kamu terus saja tak berhenti berpikir, nah lebih baik kamu minum teh ini selagi masih hangat" tawar Shiori

"Tapi Onee-chan.." ucap Kotori

"Aku pikir kita harus tenang dan berkepala dingin menyikapi masalah ini siapa tahu kita bisa tahu apa penyebab masalah ini, yang harus kita lakukan terus mengumpulkan berbagai petunjuk sehingga kita dapat memecahkan masalah ini" ucap Yoshinon

"yah Yoshinon, benar, selain itu kamu tidaklah sendiri Kotori-san, masih ada kami disini, kami akan membantumu kok" ucap Yoshino

"yah jadi sebaiknya kamu beristirahat dulu Kotori" ucap Shiori

"arigatou minna, maaf aku malah terbawa emosi tadi" ucap Kotori

"Tidak apa, sekarang kita nikmati tehnya dulu, selagi masih hangat" tawar Shiori

"Ummm" gumam kompak mereka semua.


Disisi Naruto dan Sasuke.

Naruto dan Sasuke berdiri di masing-masing patung, Naruto berdiri diatas kepala patung Hashirama, sedangkan Sasuke berdiri diatas patung Madara. Mereka berdua mengingat kembali kenangan mereka dilembah ini

"Oh sudah lama kita tidak kesini, yah kan Sasuke" ujar Naruto

"Hnn, semuanya tidak ada yang berubah termasuk kekalahanmu terdahulu dariku" ujar Sasuke

"hehei kau terlalu optimistis Teme!, lihat saja aku pasti akan menendang bokongmu itu" ucap Naruto dengan penuh percaya diri.

"Hnn sepertinya boleh dicoba, jadi apa kau sudah siap Dobe?" tanya Sasuke sambil menyeringai.

"Tunggu sebentar Teme!, aku mau buat kekai dulu untuk Tohka, aku takut dia malah terkena serangan kita." Ucap Naruto

"baiklah, akan aku tunggu" ucap Sasuke

"Yosh" gumam Naruto

Kagebunshin no Jutsu

Poooooffffffttttttttttt...

"cepat buat Mosekyojin untuk Tohka" ucap Naruto pada bunshinya

"Ayeee, Taichou!" ucap Bunshin tersebut.

Bunshin Naruto pun melesat kencang menuju Tohka yang berada disisi timur lembah akhir, dia pun terbang menggunakan Rikudou senjutsu mode miliknya. Kemudian dia pun sampai ditempat Tohka berada.

"apa benar ini tidak apa-apa, bagaimana kalau kamu terluka?" tanya Tohka

"Tenang saja Tohka, Taichou itu sangat kuat, dia tidak mungkin kalah dengan mudah, nah sekarang lebih baik kamu berlindung dengan kekai yang kubuat, agar kamu tak terkena serangan mereka" ucap Bunshin Naruto

"unn baiklah" gumam Tohka

Musekyojin

Tiba-tiba munculah kekkai merah dari 4 tongkat yang berada di empat sisi Tohka, yah kekai itu adalah kekai terkuat yang dibuat Naruto, Kekkai tersebut bahkan mampu menahan serangan bijuudama sekali pun.

"Yosh sudah selesai" gumam bunshin Naruto

'Naruto, berjuanglah' ucap batin Tohka melihat pertarungan Naruto VS Sasuke disana.


Disisi Naruto dan Sasuke

"baiklah aku sudah siap, ayo kita mulai pertarungannya" ucap Naruto

"Baiklah aku tidak akan menahan diri lagi" Sasuke sambil mengaktifkan Sharingan miliknya

Wussshhhhhhhhhh.

Taaaaaapppppppppppppppp

Keduanya pun berbenturan diudara, mereka mengkonstransikan Cakra merek ditangan andalan mereka masing. Beturan pun berjalan seimbang, sehingga mereka berdua terpental menuju arah lembah akhir.

Mereka pun berhasil menghentikan lontaran tubuh mereka dengan berpijak didinding lembah akhir.

Mereka pun kemudian saling melesat untuk melepaskan pukulan mereka, adu taijutsu pun terjadi diantara mereka

Buaaaagggghhhhhh...Buaagggggggggggghh...Buaaaaggghhhhhhhhh...

Naruto pun melesatkan tinju kepada Sasuke, Sasuke kemudian menepisnya dengan tangan kanan miliknya, dengan sekejap Naruto pun melepaskan congkelan terhadap kuda-kuda Sasuke, sehingga membuat Sasuke kehilangan keseimbangan, Naruto pun menyerang Sasuke dengan tangan kirinya, akan tetapi Sasuke berhasil menepisnya menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya berpijak sebagai kesimbangan, Sasuke pun melesatkan pukulan serangan balik, dirinya mencoba menghantam perut Naruto akan tetapi Naruto berhasil menahannya dengan tumitnya sehingga ia pun dengan bebas memukul perut Sasuke, akan tetapi pukulan tersebut berhasil ditepis kaki kanan Sasuke, sehingga mereka pun terlontar kembali kearah berbeda akibat saling adu pukul disana.

Geduabuuaaaagghhhhhhhhh...

Naruto dan Sasuke pun mulai bangkit kembali mereka pun akhirnya mengeluarkan pedang mereka masing-masing, Naruto melesat dengan Gold Sandalphone miliknya sedangkan Sasuke melesat dengan Kenjutsu miliknya.

Adu kenjutsu pun terjadi diantara kedua rival tersebut.

Traaaaaaaaanggggggggggg...Triiiiiinggggggggggg... Traaaaaaaangggg...

Sasuke begitu terkejut melihat Naruto mampu membaca seranganya meski dia tak menggunakan Sharingan, Naruto mampu membaca arah pergerakan pedang Sasuke, kemudian membalasnya kembali. Adu pedang pun tak terelakan disana.

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"tak kusangka, kau benar-benar mahir dengan Kenjutsu Dobe" ucap Sasuke

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"heh tapi tetap saja Kenjutsumu lebih baik Teme!" ucap Naruto

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"tapi kita belum tahu siapa yang terbaik, aku tidak akan meremehkanmu" ucap Sasuke

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"Yah, aku pasti akan menang" ucap Naruto

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"Kita buktikan Dobe. " ucap Sasuke

Traaaaaaannnnggggggg...Trriiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggg...Traaaaaanggggg..

"Ayo siapa takut." Ucap Naruto

Mereka berdua pun terlontar saat adu pedang tersebut, mereka jatuh tersungkur akibat benturan tersebut, akhirnya mereka pun bangkit kembali dan melesat menyerang satu sama lain dengan kecapatan yang menganggumkan.

"Hyaaaahhhhhhhhhhh Naruto!" ucap Sasuke

"Hyaaaaaaahhhhhhhhh Sasuke!" pekik Naruto

Traaaaaaaaaaaaaaaaangggggggggggggg...

Kedua pedang mereka pun terlontar masing-masing di sisi yang berbeda, Gold Sandalphone Naruto terlontar kearah barat sedangkan Kusanagi Sasuke terlontak kearah timur, tampaknya pertarungan kenjutsu berjalan seimbang.


Disisi Tohka

Tohka benar-benar takjub dengan pertarungan Kenjutsu Naruto dan Sasuke, mereka benar-benar disebut tengah bertarung dengan kelas Atas. Tohka tahu hal itu karena dirinya sangat tahu betul ilmu pedang, dirinya tak menyangka Naruto sangat mahir mengusai Kenjutsu terutama untuk Gold Sandalphone yang beratnya bukan main, akan tetapi ditangan Naruto, Angel miliknya bahkan bergerak bebas seirama dengan ayunan Naruto layaknya Naruto benar-benar mengendalikannya. Padahal baru 2 minggu ia bisa membangkitkan angel miliknya. Tohka benar-benar kagum dengan Naruto kali ini.

"Aku tak menyangka Naruto sangat menguasai Angel milikku, padahal lawannya sangat tangguh, tapi dia bisa menyeimbanginya" gumam Tohka

"yah begitulah Taichou, dia sebenarnya sudah berlatin sejak 2 minggu lalu, dan inilah hasilnya, menganggumkan bukan?" tanya Bunshin Naruto

"Unn, bahkan ini baru 2 minggu ia membangkitkan pedang itu, akan tetapi pedang itu bergerak layaknya mengikuti irama pemiliknya, aku benar-benar iri padamu Naruto" ucap Tohka

"yah begitulah, Taichou selalu melakukan hal yang terbaik" ucap Bunshin Naruto


Disisi Naruto dan Sasuke

Setelah pertarungan Kenjutsu yang berjana imbangn. Naruto dan Sasuke pun kemudian melesat kencang untuk saling berhadapan, mereka pun merapalkan jutsu mereka masing-masing

Katon: Gouryuuka no Jutsu

Sasuke kemudian melepaskan sebuah naga api raksasa untuk menghancurkan pertahanan Naruto akan tetapi Naruto pun membalasnya dengan

Suiton: Suijinchū

Naruto pun melepaskan dinding air raksasa untuk menghalau serangan Sasuke.

Duuaaaaaarrrrrrrrrrr...

Hasilnya dinding Air milik Naruto berhasil menahan serangan tersebut.

Tetapi tanpa basa-basi lagi Sasuke kemudian menyerang Naruto. Naruto bisa melihat Sasuke sudah mengaktifkan EMS miliknya, hanya saja ada yang berbeda, pola mata milik nya seperti Choku Tomoe milik Uchiha Madara. 1 fakta lagi diketahui jika Sasuke memilik EMS persis seperti Madara.

Enton : Cho Goukakyou no Jutsu

Seketika bola api raksasa berlapiskan Amaterasu menyerang Naruto

'sepertinya aku bisa mencoba jutsu baruku' pikir Naruto

Katon: Kinoi Hodoi no Jutsu

Naruto langsung mengeluarkan bola api emas raksasa miliknya. Sasuke memicingkan matanya ketika melihat api emas dari jutsu Naruto.

'apa itu, api emas?' gumam Batin Sasuke

Yah Jutsu api emas Naruto secara tak sengaja bangkit, akibat percampuran Reryukou milik Shiori dengan cakra miliknya, akibatnya api biru milik Shiori konstan malah berubah menjadi api emas layaknya Gold Sandalphone milik Naruto.

2 buah serangan tersebut pun akhirnya berbenturan. Dapat ditebak serangan milik Naruto berhasil memantahkan bola api amaterasu milik Sasuke sehingga melemparkan kedua serangan tersebut keudara.

'mustahil Amaterasu, dikalahkan oleh api emas itu' pikir Sasuke

"Hei Teme!, sebaiknya jangan lengah, kalau lengah kau bisa kalah loh" ucap Naruto

"apa maksudmu dobe?" gumam Sasuke

Tanpa disadari Sasuke ditangan kanan Naruto sudah terbentuk sebuah Shuriken raksasa disana, putarannya bagaikan sebuah deru mesin jet pesawat terbang. Sangat berisik

Futon : Rasenshuriken

Naruto pun melemparkan Rasenshuriken terhadap Sasuke, tidak mau mati tercincang akibat serangan Rasenshuriken, Sasuke pun langsung mengaktifkan Full Armored Susanoo mode miliknya.

Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr...

Akibat ledakan serangan Rasenshuriken tersebut, kabut abu tipis pun tercipta disekitar Sasuke, Naruto pun menyeringai karena dia tahu dia berhasil memaksa Sasuke menggunakan Susanoo miliknya. Selain itu Naruto juga yakin kalau Sasuke tidak akan mati dengan mudah mengingat ia tahu seberapa kuat dirinya.

Dan benar saja setelah kabut menghilang. Tubuh Sasuke kini diselimuti Full Armored Susanoo miliknya, Susanoo berwarna biru tua (bentuk persis dengan Canon hanya warna yang berbeda).

"tak kusangka, aku harus mengeluarkan Susanoo, kau memang kuat Dobe" gumam Sasuke

"Ah ayolah Teme!, aku yakin kartu As mu lebih dari ini bukan" ucap Naruto

"baiklah, aku tidak akan setengah-setengah lagi Naruto, bersiaplah" ucap Sasuke

Sontak Sasuke pun merubah bentuk Susanoonya kedalam mode Perfect Susanoo. Mengernyitkan alisnya melihat Perfect Susanoo Sasuke kali ini, bentuk sangat sama dengan miliknya hanya saja warna nya berbeda. Kali ini Perfect Susanoo Sasuke berwarna biru tua. Selain itu Sasuke juga mengubah EMS miliknya menjadi Rinnegan pada umumnya.

'jadi dia bisa membangkitkan Rinnegan?, memang dia adalah reinkarnasi Indra' pikir Naruto.

"Kurama, apa aku bisa memakai Bijuu mode?" tanya Naruto

"sepertinya tidak bisa Gaki, link kita masih belum terlalu sempurna mengingat kita baru saja terbangun" ucap Kurama

"jadi tidak ada pilihan lainnya, baiklah akan aku tunjukan salah satu kartu AS ku" ucap Naruto

Naruto kemudian mengubah modennya kedalam Rikudou Senjutsu mode dan Rinnegan Choku Tomoe serta Eiien no Mangekyou Sharingan miliknya. Setelah itu dirinya pun mengaktifkan Perfect Susanoo bewarna ungu miliknya.

Tentu hal ini membuat Sasuke tersentak mengingat Dobe yang ia kenal belum pernah menunjukan kalau ia memiliki Rinnegan dan EMS sekaligus.

"Dobe aku tak pernah tahu, kau mempunyai Eiien no Mangekyou Sharingan dan Rinnegan sekaligus, dari mana kau mendapat mata itu?" tanya Sasuke dengan nada mengintimidasi.

"Dulu saat aku terjebak di dimensi lain, ada seorang anggota Klan Uchiha yang medonorkan mata ini kepadaku, sehingga mataku berubah menjadi seperti ini, berkat aku sebagai reinkarnasi Ashura, aku juga bisa membangkitkan Rinnegan setelah aku berlatih selama 2 tahun lamanya walau hanya mata kiriku saja yang berubah menjadi Rinnegan. " ucap Naruto dengan sedikir nada kebohongan.

Sasuke mencoba mencari tahu apa Naruto berbohong atau tidak, akan tetapi pandanganya menyiratkan sebuah kejujuran terlebih lagi saat ia menyinggung seorang Uchiha yang menyelamatkannya, dia melihat ekspresi Naruto begitu menyendu.

"Hnn begitu rupanya, aku berharap kau menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan Naruto, aku yakin kau tak akan mengecewakannya bukan" ujar Sasuke

"yah begitulah, karena bagiku, mata ini salah satu pemberian berharga untukku jadi aku pasti akan menjaganya" ucap Naruto

'dan lebih ironinya yang memberikan mata ini adalah dirimu dimasa lalu yang berbeda Sasuke, malah terdengar aneh ketika kau mengatakan itu barusan' ucap batin Naruto sambil tersenyum kecut.

"Baiklah Naruto, ayo maju" ucap Sasuke

Susanoo : Kuroki Chidori

Perfect Susanoo Sasuke langsung mengatifkan Chidori ditanganya, warna Chidorinya pun berbeda, agak sedikit hitam.

Tak berbeda dengan Naruto. Perfect Susanoo Naruto mengaktifkan jutsunya

Susanoo : Kinoki Rasengan

Ditangan Perfect Susanoo Naruto pun juga terdapat Rasengan emas. Mereka berdua pun melesat cepat diudara untuk menghantamkan jutsu mereka masing-masing.

Wussssshhhhhhhhhhhhh...

"Naruto!" ucap Sasuke

"Sasuke!" pekik Naruto

"Hyaaaaaaahhhhhh" pekik mereka bersamaan.

Blllllllaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr...

Duaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Ledakan membahana dimana, bahkan efek jutsu nya itu melululantahkan lembah akhir, sehingga membuat patung Hashirama dan Madara hancur dan menjadi puing-puing.

Tohka melihat hal itu sangat cemas. Terlebih lagi ledakannya sangat jauh lebih kuat dibandingkan Spacequake yang pernah ia lihat, atau yang pernah ia buat sebelumnya.

"Naruto..! , cepat buka Kekkainya aku ingin melihat Naruto!" ucap Tohka

" Tohka tenanglah, Taichou baik-baik saja, lihat buktinya aku masih berada disini, kalau aku menghilang pasti ada apa-apa dengan Taichou" ucap Bunshin Naruto

"tapi-tapi Naruto?" gumam Tohka sambil terisak tangis.

"Sudahlah setelah efek ledakanya selesai dan kabutnya menipis kita akan segera memeriksanya, aku yakin Taichou pasti baik-baik saja" ucap Bunshin Naruto.

"unn baiklah, Naruto semoga kamu baik-baik saja" gumam Tohka.


Disisi Naruto dan Sasuke.

Setelah ledakan tersebut mereka pun terlontar dan jatuh tepat disegel tangan Hashirama dan Madara, terlihat dari atas, segel tangan tersebut meninsyaratkan segel perdamaian yang berarti pertarungan sudah berakhir dan usai tanpa menyisakan dendam sekalipun.

"hah..hah...hah. bagaimana Teme!, apa masih mau dilanjutkan?" tanya Naruto

"hah..hah.. hah.. sepertinya tidak Dobe, sudah cukup kali ini, aku mengaku kalah" ucap Sasuke

"hei.. apa-apaan itu, mana Sasuke-teme yang aku kenal, masa sudah menyerah begitu saja?" gumam Naruto dengan nada sinis.

"kau lihat tadi, aku sudah mengerahkan seluruh kemampuanku dan hasilnya malah jadi seperti ini, dan kau masih ingin bertarung dengan luka lebam dan memar diseluruh tubuhmu seperti ini, cukup satu kata untukmu Usurantonkachi, kau gila" ejek Sasuke

"Pfffftt hahahahahaha, aku tak menyangka kau masih berfikir rasional ditengah naluri gila bertarungmu itu, tadinya aku pikir kau akan tetap bertarung, tetapi sekarang aku pikir kau terbentur tembok Teme!" ucap Naruto

"aku memang gila bertarung, tapi aku masih pakai akal untuk bertarung tidak sepertimu Usuratonkachi, aku yakin kau tidaklah cukup pintar untuk mengatur strategi" ejek Sasuke

"intinya aku menang kali ini Teme! Lihat aku bahkan sudah berhasil menendang bokongmu itu" ucap Naruto

"Urusai yo Usuratonkachi!, lain kali aku akan mengalahkanmu Dobe, bersiaplah suatu saat nanti kau akan kalah" ujar Sasuke

"Ahahahah bisa dicoba, kalau begitu aku tunggu pertarungan denganmu Teme!" ujar Naruto dengan senyum puas penuh kemenangan.

Sedangkan Sasuke hanya mendeathglare tajam Naruto karena dirinya merasa tersindir dengan ucapannya yang terakhir. Sedangkan Naruto hanya tersenyum saat Sasuke mendeathglarenya.

Yah inilah Naruto rasakan, sudah lama ia tidak merasakan hal ini, meski ia berasal dari waktu yang berbeda tetapi Sasuke tetaplah Sasuke yang ia kenal. Dia memang sudah seperti saudara kandungnya. Dan Sasuke juga merasakan hal tersebut.

Mereka berdua pun bangkit dari tidurnya, dan sesaat kemudian Sasuke mengepalkan tangannya kehadapan Naruto

" Oekarinasai Usuratonkachi.." ucap Sasuke sambil tak sengaja meneteskan air matanya

Taaaaaapppppp...

"umm tadaima Teme!" ucap Naruto dengan reaksi yang sama seperti Sasuke dan membalas tinjuan Sasuke dengan tangan kananya tersebut.

Disaat bersamaan Tohka dan Bunshin Naruto pun datang, mereka berdua pun tersenyum melihat interaksi Naruto dan Sasuke disana.

'jadi ini namanya pertemanan yah, begitu hangat' pikir Tohka sambil tersenyum.

Tanpa mereka sadari matahari pun mulai terbenam dilembah akhir, senja pun menghiasi ikatan diantara mereka semua. Sebuah ikatan yang tidak akan terputus waktu sekalipun, Ikatan antara Naruto dan Sasuke.

To be Continued...


Yosh akhirnya selesai juga Chapter 14 is done, gomennasai mina-san sepertinya Omake Chapter dibatalkan lantaran Author mendapat ide baru mengenai Arc terbaru, yah di Chapter 14 kali ini sudah memasuki Arc terbaru, lebih tepatnya Prologue Arc Five : Rinne Utopia, di Arc terbaru ini diceritakan munculnya Spirit dengan kekuatan yang maha dashyat yaitu Rinne Sonogami sebagai Ruler, Ruler merupakan pemilik Angel perubah Dunia Eden, dengan kekuatan Eden, Rinne berhasil mengubah kehidupan Naruto, Naruto benar-benar menghadapi sebuah Utopia ketika ia, Tohka, Shiori, Kotori dan Yoshino terjebak di Elemental National, mereka semua hidup di masa berbeda akibat ulah Eden. Di Chapter ini juga sedikit dibahas mengenai ikatan Naruto dan Sasuke, kedepan akan banyak Utopia yang melanda Naruto, jadi bagaimana keputusan Naruto? Apa ia akan menerima Utopia tersebut atau membuat keputusan lain, jadi ikuti terus cerita ini jika anda penasaran, maaf mungkin banyak typo . dan banyak kekurangan lainya.

Silahkan RnR Minnaa...


Pojok Review

Realaplus D Naruto:

Gomennasai Reader-san, maaf terlalu lama, habisnya banyak tugas kuliah mendera jadi nya agak terlantar, oh yah Arigatou atas dukungan anda.

Angin Lewat:

Inspirasinya dari sana bro, soalnya Shiori dan Origami hampir mengalami masalah yang sama yaitu menyalahkan dirinya ketika ia mereka mengetahui sebuah fakta bahwa mereka adalah pembunuh tapi Author tidak sedang membuat loop karena itu adalah script karangan sendiri yang terinspirasi dari volume 10 date a live, Auhtor usahakan agar tidak terjadi looping kedepannya, thanks atas dukungannya.

Agan Mengekyou Sharingan :

Yah. Terima kasih atas dukungannya reader-san, aku tak menyangka kalau feelnya dapet padahal saat aku menulis kebetulan aku juga sedang mendengar lagu Yume no Sekai, apa mungkin feelnya terbawa dari situ yah hahahaha bercanda. Sekali lagi Thanks for u Support to me.

Tenshisha Hikari:

Soal mengenai Naruto yang terlalu lembek staminanya, kedepan Naruto akan ada perbaikan mengenai hal itu, terlebih lagi musuh-musuhnya siap mengancam seperti DEM di Arc Yamai nanti. Jadi Naruto pasti akan terus bertambah kuat.

Death Sniper :

Terima kasih atas dukungannya, kalau cerita memang seperti anime tapi Author sedikit bedakan lantaran fic ini berjalan semi canon.

Bayu :

Terima kasih atas Dukungannya Bayu-san. Maaf agak lama update, Author lagi banyak tugas kuliah hehehe, jadi agak terlantar.

Gomennasai soal Omake Chapter, sepertinya dibatalkan lantaran Author memasukan Arc terbaru yaitu Rinne Utopia.

Shinrou Von Einzbern:

Terima kasih atas dukunganya reader-san. Kalau masalah main pair aku masih belum bisa menentukannya mengingat rasa cinta Naruto itu masih belum terlalu mengalir, biarkan main pair itu berjalan sesuai cerita.

Galanggemilang436 :

Nasib Origami seperti di canon, dia masuk rumah sakit dan kena Hukuman pihak AST akibat penggunan senjata secara ilegal. Memang benar lanjutan arc Shiori seharus Arc Yamai, tetapi sebelum itu author masukan Arc Rinne Utopia agar berbeda dengan Canon.

Dan banyak terima kasih atas Review, saran, kritik serta Dukungan anda Reader-san. Auhtor sangat menghargai apa yang kalian lakukan selama ini