Torisetsu by Yukira Kamishiro.
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki-sensei.
Warning : Gaje, OOC parah, absurd, garing, bahasa nano-nano, dan banyak kenistaan lainnya.
Doumo. Kali ini, Torisetsu telah memasuki manual ke-10! Terima kasih Yukira ucapkan kepada para readers dan silent readers yang membaca fanfic buatan Yukira yang satu ini! Cerita kali ini berfokus pada Kisedai dan Kagami ketika mereka berwudhu menjelang Jum'atan.
Don't like don't read! Enjoy-ssu.
Hari Jum'at. Hari dimana para lelaki diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jum'at. Biasanya, mereka melaksanakan shalat Jum'at di masjid dekat rumah mereka. Tetapi, tidak dengan ketujuh cowok kece kita yang satu ini. Mereka melaksanakan shalat Jum'at di masjid sekolah karena ini adalah salah satu program wajib yang ada di MAN Model.
Tempat wudhu laki-laki penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang sana sini dengan 1 tujuan, yaitu menyucikan diri. Tapi, keknya ada yang nggak beres, deh. Yuk kita cekidot!
"Aominecchi! Ambo luan disiko tadi-ssu! (Aominecchi! Aku duluan disini tadi-ssu!)" si Spongebob dari kelas X IPA 4 alias Kise ngamuk-ngamuk gaje gegara giliran wudhunya diserobot sama si dakian mujur idup penyuka Mai-chan alias Aomine.
"Lha, kau, kan, pacak cari tempek lain. (Lha, kamu, kan, bisa cari tempat lain.)" sahut Aomine malas.
"Male! Ambo la PeWe di siko! (Males! Aku udah PeWe di sini!)" Kise mulai merujak. (baca : merajuk)
"Wai, ngajak belago kau?" (Wai, ngajak kelahi kamu?)" Aomine mulai naik pitam. "Kito main otot bae! Siapo yang menang, nyo yang luan! (Kita main otot aja! Siapa yang menang, dia yang duluan!)"
"Mela! Siapo takut! (Ayo! Siapa takut!)"
BAK! BIK! BUK! DUAGGGH! DUKKK! MEOOONG! (Abaikan yang terakhir)
Terjadilah aksi saling tendang, jambak rambut, tinju-tinjuan memperebutkan tempat wudhu. Demi Tukiman! *karena demi Tuhan dah terlalu meinstrim* Kedua manusia kuning biru ini rela adu otot hingga bonyok demi giliran wudhu!
"Marolah Kise, Aomine! Belago manjang kamu orang ko! (Sudahlah Kise, Aomine! Kelahi terus kalian ini!)" teriak Midorima sambil berusaha melerai keduanya.
Brsss... brsss...
Midorima kaget ketika mendengar desir air yang berasal dari tempat wudhunya. Ia terkejut mendapati tempat wudhunya sedang digunakan Murasakibara.
"MURASAKIBARA! Enak nian ngambik giliran orang! (MURASAKIBARA! Enak banget ngambil giliran orang!)" pekik Midorima kepada titan ungu di hadapannya.
"Salah dewek. Ngapoi pai ngelerai Mine-chin kek Kise-chin, ambo ambik bae giliran wudhu kau. Daripada telat trus keno marah Mis-chin. (Salah sendiri. Ngapain pergi melerai Mine-chin sama Kise-chin, aku ambil aja giliran wudhumu. Daripada telat trus kena marah Mis-chin.)" sahut Murasakibara.
"Tapi, kan, dak usah ngambik giliran orang jugo, Murasakibara! (Tapi, kan, nggak usah ngambil giliran orang juga, Murasakibara!)"
"Suko-suko ambo, lah! (Suka-suka aku, lah!)" Midorima langsung menarik kerah baju Murasakibara. Murasakibara nggak mau kalah dengan balas menarik kerah baju Midorima.
"AMBO LUAN YANG DISIKO!/NANODAYOOO! (AKU DULUAN YANG DISINI!/NANODAYOOO!)" teriakan cetar membahana badai halilintar hulalaaa *digeblek Syahrini* manusia ijo ungu tersebut sukses membuat seluruh orang yang ada di tempat wudhu putra menoleh ke arah keduanya.
"Woiii... brentilah belago, tuh. Malu. (Woiii... berhentilah berkelahi itu. Malu.)" lerai Kagami. Ia sudah pasrah ngeliat tingkah sarap teman-temannya.
"Kau ni sibuk ngurusi tobo tuh sampe dak nyadar kalo giliran wudhu kau ambo serobot. (Kamu ini sibuk mengurusi mereka sampe gak sadar kalau giliran wudhumu aku serobot.)" kata Akashi santai. Ia sudah berada di keran yang tadinya ditempati oleh Kagami.
"AKASHI! Ngapo kau ambik giliran ambo?! (AKASHI! Kenapa kamu ambil giliranku?!)" teriak Kagami sambil nyepak wajah si cebol merah hingga mental.
"Kau ni! Pake acara nyepak muko pulo! Cak itu kau kek ambo?! Oke fine! Kito putus! (Kamu ini! Pake acara nyepak muka pula! Kayak gitu kamu sama aku?! Oke fine! Kita putus!)" Akashi nggak terima diperlakukan kek gitu sama Kagami. Oke, abaikan kalimat 'kita putus' tadi karna author udah kehabisan ide. *dilempar ke jurang*
"Mela! (Ayo!)" balas Kagami sambil memasang ancang-ancang.
Tok! Tok!
"Aww!" seru Aomine dan Kagami yang kena jitakan.
"Kebiasaan banget rebutan kayak anak TK."
Kisedai dan Kagami kaget ketika melihat seseorang yang berada di belakang mereka. Ternyata itu bang Abi, kakak kelas mereka di kelas XII Agama yang dikenal sebagai penceramah di MAN Model.
"Ai, adek ko. Cuman gegara giliran wudhu bae kamu sampek belago. (Ai, adek ini. Cuma Gara-gara giliran wudhu aja kalian sampai berkelahi.)" bang Abi tepok jidat ngeliat tingkah ajaib adek-adek pelanginya. "Kan, tempat lain banyak."
"Aominecchi yang ngambik giliran wudhu ambo, bang! (Aominecchi yang ngambil giliran wudhuku, kak!)" teriak Kise sambil menunjuk Aomine.
"Apo dio kau ko, Kise! (Apaan kamu ini, Kise!)" Aomine keki.
"Udah udah." Lerai bang Abi. "Tidak baik berselisih. Apalagi ini tempat wudhu, tempat orang menyucikan diri sebelum beribadah. Adek-adek, kan, bisa berwudhu tanpa harus berebut. Keran di sini banyak, dek. Jadi, nggak usah khawatir nggak bakal dapat giliran,"
Kisedai dan Kagami terdiam.
"Maafkan kami atas keributan tadi." Akashi merasa bersalah atas insiden barusan.
"Nggak apa-apa. Lain kali, jangan rebutan lagi." Balas bang Abi. "Nah, sekarang wudhulah dengan tertib. Sebentar lagi, khutbah Jum'at akan dimulai."
"Oke!"
Akhirnya, suasana tempat wudhu kembali sunyi dengan bunyi air sebagai musiknya. Kisedai dan Kagami mengambil air wudhu dengan tertib. Tanpa suara ribut tentunya.
~ To Be Continue ~
A/n : PW (dibaca PeWe) itu singkatan dari : Posisi Wuenakk.
Yeheee, manual #10 is end! Kali ini, ada kakak kelas Yukira yang muncul di fanfic ini! Abang Abi, kakak kelas Yukira yang satu ini emang terkenal sebagai Dai-nya MAN Model. Sebenarnya, ini juga usulan teman Yukira yang menginginkan kemunculan bang Abi sebagai OC baru di Torisetsu. Jadi, Yukira berpikir gimana jadinya jika bang Abi harus menceramahi Kisedai + Kagami dan jadilah manual ini.
Mind to RnR?
Jaa nee~!
Yukira Kamishiro.
