[DISCLAIMER]

The story belongs to it's real author. I just remake it into ChanBaek version.

.

CRUSH IN RUSH

서두르다

[ChanBaek GS]

.

Remake story by Santhy Agatha

.

.

제 13 화

.

.

Ketika Baekhyun membuka matanya, Chanyeol ada di sana menatapnya. Semula Baekhyun membelalak ketakutan, merasa bahwa dirinya ada di dalam bagasi yang gelap, sesak dan tanpa udara. Tetapi kemudian Chanyeol memegang tangan Baekhyun yang panik dan menekannya lembut.

Membuat Baekhyun menoleh kepadanya, menyadarkan dia ada di mana.

"Kemarin kau diculik Baekhyun, tetapi polisi menyelamatkanmu sebelum kau di bawa lebih jauh. Kau sekarang ada di rumah sakit, kau sudah selamat." Chanyeol berbisik lembut, berusaha meredakan ketakutan Baekhyun, "Kau baik-baik saja Baekhyun."

Baekhyun menatap Chanyeol dalam-dalam. Ingin rasanya dia menghambur ke pelukan lelaki itu dan menangis, tetapi kemudian seketika dia teringat akan kata-kata kejam Chanyeol kepadanya, Sebelum Baekhyun diculik, Chanyeol telah melecehkan dan merendahkannya. Dan sekarang apa yang dilakukan lelaki itu di sini? Akankah dia merendahkan Baekhyun lagi?

"Aku tahu kata-kataku malam itu menyakitkan." Gumam Chanyeol ketika Baekhyun berusaha menarik tangannya, membuat Chanyeol harus menahannya, "Maafkan aku Baekhyun. Aku menyesal, aku mengucapkannya karena aku marah... dan cemburu..."

Cemburu? Kali ini Baekhyun tertarik dengan perkataan Chanyeol, dia mengangkat matanya dan menatap Chanyeol dengan bingung. Cemburu?

Chanyeol cemburu? Kepada siapa? Kepadanya?

"Ya. Aku cemburu kepadamu dan Sehun... Aku..." Lelaki itu tampak salah tingkah dan kesulitan berkala-kata "Aku sebenarnya menyimpan perasaan lebih kepadamu, entah sejak kapan yang pasti aku sadar ketika aku merasa tidak suka saat kau biasa-biasa saja ketika mengetahui aku akan keluar bersama Tiffany," Senyum Chanyeol tampak pahit, "Aku ingin kau marah, aku ingin kau setidaknya mengungkapkan kecemburuanmu. Tetapi kau bersikap datar kepadaku, membuatku sulit menebak apa yang sebenarnya kau rasakan."

Bagaimana mungkin Baekhyun menunjukkan kecemburuannya kepada Chanyeol? Bagaimana mungkin dia berani? Chanyeol adalah majikannya, penolongnya, bagaimana boleh dia yang hanya seorang pelayan menunjukkan perasaan lebih kepada majikannya?

"Dan kemudian itu mendorongku untuk bersikap sedikit kekanak-kanakan." Pipi Chanyeol tampak sedikit merona, laki-laki itu jelas-jelas merasa malu, "Tujuanku pergi bersama Tiffany, menghabiskan waktu dengannya dan memperlihatkan ketertarikan kepada Tiffany adalah untuk memancing rasa cemburumu, aku ingin kau merasa cemas aku pergi dengan perempuan lain, aku ingin bisa menebak perasaanmu."

Chanyeol mengacak rambutnya dengan frustrasi,

"Pada akhirnya, aku malahan yang menjadi korban kecemburuanku sendiri. Aku pulang mendapati rumah kosong, mencemaskanmu setengah mati hanya untuk mendapati kau pulang bersama Sehun, tertawa-tawa dan berangkulan. Nampak begitu gembira, aku langsung menarik kesimpulan bahwa usahaku sia-sia. Aku pergi dengan Tiffany seharian dan kau bahkan tidak memikirkanku sama sekali, malahan pergi bersenang-senang dengan Sehun, hal itulah yang memancing kemarahanku." Chanyeol menatap Baekhyun sungguh-sungguh.

"Kata-kataku kasar Baekhyun, dan yang pasti sangat menyakitkan, aku tahu kau akan sulit memaafkanku." Chanyeol melanjutkan sambil menghela napas panjang, "Tapi satu yang harus kau tahu Baekhyun, semua perkataan itu hanyalah manifestasi kemarahanku, tidak ada satupun yang berasal dari hatiku. Bagiku kau adalah perempuan sempurna, lugu, polos, pekerja keras, mandiri, bisa bertahan dalam kesulitan dan terlebih lagi kau telah menyentuh hatiku yang paling dalam." Dengan lembut Chanyeol mengecup jemari Baekhyun, "Mungkin ini akan terdengar sangat klise, dan mungkin kau tidak akan mempercayainya, tetapi aku mencintaimu Baekhyun." Baekhyun ternganga, kaget dan tak percaya. Chanyeol mencintainya?

Mencintainya? Apakah dia bermimpi? Baekhyun menyentuh pipinya yang terasa hangat, tiba-tiba merasa malu, bagian mana dari dirinya yang bisa dicintai oleh lelaki sesempurna Chanyeol? Bagaimana mungkin Chanyeol bisa jatuh cinta kepadanya? Seorang pelayan kampungan yang kadang-kadang mempermalukannya?

"Dan aku tidak pernah bisa membaca perasaanmu." Gumam Chanyeol lembut, "Matamu begitu polos dan aku berusaha mencari-cari makna cinta di baliknya, yang tidak pernah aku temukan." Chanyeol menghela napas panjang,

"Maka katakanlah padaku Baekhyun, bagaimana perasaanmu kepadaku?"

Wajah Baekhyun merona, memerah karena malu atas pertanyaan Chanyeol, atas tatapan matanya yang begitu intens kepadanya. Bibirnya gemetar ketika mencoba berbicara, sementara benaknya menelaah dirinya sendiri. Bagaimanakah perasaannya kepada Chanyeol?

Baekhyun mulai sering membayangkan Chanyeol di malam-malam sebelum tidurnya, mulai merasa rindu jika lama tidak melihat Chanyeol, dan dia selalu merasa bahagia jika ada Chanyeol di dekatnya.

"Aku... Ketika kau pergi bersama Tiffany, aku sebenarnya merasa sedih... dan murung, karena itulah Sehun berbaik hati mengajakku ke taman hiburan." Baekhyun bergumam pelan. Bingung bagaimana menjelaskan perasaannya.

Tetapi sepertinya itu sudah cukup untuk Chanyeol, lelaki itu mengangkat alisnya dan menatap Baekhyun tajam. "Apa maksudmu kau merasa sedih ketika aku pergi bersama perempuan lain? Apakah kau... cemburu?"

Apakah Baekhyun cemburu? Apakah perasaan sakit seperti jantung diremas ketika membayangkan Chanyeol berdekatan dengan Tiffany, menggenggam tangannya dan merangkulnya itu adalah perasaan cemburu? Tiba-tiba Baekhyun menyadari kebenaran perasaannya, dia menganggukkan kepalanya.

Seketika itu juga Chanyeol bangkit dan memeluknya yang sedang terduduk di ranjang, lelaki itu duduk di tepi ranjang, tepat di hadapannya. "Kalau begitu apakah kau mencintaiku?"

Lama, Baekhyun mengerutkan kening dan berpikir, menyiksa Chanyeol, membuat lelaki itu ingin mengguncangkan bahu Baekhyun, membuatnya berkata 'ya'.

Tetapi kemudian bibir indah Baekhyun tersenyum dan perempuan itu menatap Chanyeol dengan lembut.

"Ya, Chanyeol."

"Ya apa?" Chanyeol masih tidak puas rupanya.

Baekhyun menelan ludahnya, "Ya Chanyeol, aku mencintaimu."

Senyum lebar merekah di bibir Chanyeol membuat wajahnya berseri dan tampak begitu tampan. "Dan aku juga mencintaimu Baekhyun." Tatapan Chanyeol tampak mesra, "Dan kita akan menikah jadi kau bisa tinggal di apartment itu tanpa masalah?"

"Menikah?"

"Ya. Menikah. Kau mencintaiku, aku mencintaimu. Harus menunggu apa lagi? Kita harus segera menikah."

Baekhyun tersenyum, "Lalu bagaimana dengan menjadi pelayanmu?"

Chanyeol menatap Baekhyun mesra, lalu mengerutkan keningnya menggoda, "Kau masih tetap menjadi pelayanku, tapi perkerjaanmu akan bertambah, karena kau juga akan melayaniku di kamar."

Pipi Baekhyun langsung merah padam mendengar godaan Chanyeol itu, membuat Chanyeol terkekeh geli, dan kemudian meletakkan kepala Baekhyun ke dadanya. Baekhyun memejamkan matanya, menenggelamkan diri di kenikmatan aroma Chanyeol yang maskulin dan menyenangkan.

Mensyukuri diri bahwa lelaki yang memeluknya ini adalah lelaki yang mencintai dan dicintainya.

Baekhyun mengawali kehidupannya dengan pahit, menjadi anak yatim piatu yang tidak tahu asal usulnya, kemudian kejahatan orang lain membuatnya melarikan diri, mencoba hidup mandiri, memulai dari bawah dengan gigih dan mencoba bertahan di antam semua kesulitan. Sampai kemudian Tuhan mempertemukannya dengan Chanyeol, lelaki penyendiri yang baik hati dan menolongnya. Lelaki penyendiri yang kemudian membuatnya jatuh cinta.

Baekhyun tidak pemah menduga kehidupannya akan menemui jalan yang begitu membahagiakannya, pasti Tuhan begitu menyayanginya sehingga memberikan kekasih yang begitu sempuma, kekasih yang tidak pernah berani dibayangkannya sebelumnya.

Jemari mungil Baekhyun melingkari pinggang Chanyeol, dan lelaki itu makin mempererat pelukannya yang penuh cinta kepada Baekhyun. Nanti, pada saatnya nanti masih ada banyak waktu terbentang di depan mereka untuk berpelukan setiap saat. Chanyeol akan memiliki Baekhyun di rumahnya, menjadi milik pribadinya, saling memiliki dengannya.

.

.

.

Sehun yang berdiri diam di depan pintu hanya tersenyum melihat kedua sejoli itu berpelukan. Dia menghela napas panjang. Setidaknya, sahabatnya telah bertemu dengan perempuan yang benar

benar baik. Tiba-tiba benaknya bertanya-tanya kapan saat itu tiba untuknya? Akankah dia menemukan perempuan yang benar-benar baik? Ataukah dia akan selalu terkalahkan rasa takut dan traumanya yang membuatnya membenci dan berprasangka kepada perempuan?

Matanya melirik ke arah Chanyeol yang sekarang mengecup dahi Baekhyun lembut dan mengernyit. Dan kenapa setiap perempuan baik, yang tidak menyalakan alarm Sehun selalu diambil oleh sahabatnya?

"Cemburu?"

Sebuah suara lembut dan feminim membuat Sehun tersadar dari lamunannya. Sehun mengangkat kepalanya dan makin mengerutkan keningnya ketika melihat Minseok berdiri di depannya. Sehun memang masih menganut aliran konvesional, dia masih belum bisa menerima ada seseorang yang tidak menerima apa yang sudah diberikan Tuhan kepadanya dan kemudian mengubahnya, dengan kekuatan manusia. Itu hampir-hampir seperti bentuk kesombongan manusia kepada Tuhannya...

"Minseok." Sehun menyapa kaku, kemudian menegakkan tubuhnya,

"Tentu saja aku tidak cemburu. Apa yang kau lakukan di sini?'

"Aku segera kemari setelah melihat berita televisi, bagaimanapun juga, meskipun baru sebentar bersama Baekhyun, aku peduli kepadanya." Minseok mengintip hendak masuk, tetapi kemudian tidak jadi ketika melihat Chanyeol sedang tertawa dan bergumam mesra kepada Baekhyun, dia mengangkat alisnya dan bergumam kepada Sehun.

"Akhirnya Chanyeol kita mengakui perasaannya eh?"

Sehun mengangkat alisnya, "Kau sudah tahu sejak lama perasaan Chanyeol kepada Baekhyun?"

"Aku sudah tahu bahkan sebelum Chanyeol menyadari perasaannya sendiri." Minseok terkekeh, "Ketika dia membawa Baekhyun ke butik, tanpa sadar dia bersikap begitu posesif, matanya mengawasi Baekhyun seperti elang menunggu mangsa. Ketika itu aku sadar bahwa tinggal menunggu waktu saja sampai Chanyeol mengakui perasaannya."

"Dan mereka pun bahagia bersama." Sehun tersenyum.

Minseok mengangguk, "Kapan giliranmu Sehun?"

"Apa?"

"Aku dengar kau pembenci wanita. Bagaimana kalau dengan wanita yang ini?" Minseok menjulurkan jemarinya menyentuh lengan Sehun.

Seketika itu juga Sehun berjingkat mundur, menatap Minseok dengan wajah shock. "Kau tidak sungguh-sungguh dengan rayuanmu bukan?"

Sehun bergidik. Minseok tergelak melihat reaksi Sehun.

"Tentu saja aku tidak sungguh-sungguh." Matanya menelusuri Sehun dan mencibir, "Aku sudah tentu akan menghindari lelaki yang wajahnya lebih cantik dariku." Dan kemudian, sambil menebarkan aroma parfumnya yang wangi, Minseok berlalu meninggalkan Sehun yang masih tertegun bingung.

Lama kemudian, Sehun menyadari candaan Minseok dan tertawa. Dasar! Makhluk ajaib yang satu itu temyata menggodanya.

Mata Sehun melirik lagi ke arah dua sejoli yang tampaknya begitu diliputi cinta itu, lalu tersenyum simpul.

Waktunya sendiri akan tiba.

Dia percaya akan menemukan perempuan baik hati, yang tidak jahat dan hanya menginginkan materi dan fisiknya, yang hanya diciptakan untuknya.

Min Ah dan Baekhyun telah menyadarkannya, tidak semua perempuan berhati jahat, masih ada di sana, tersembunyi di antara semua yang mencolok, perempuan berhati baik yang menunggu untuk ditemukan.

Saat untuk kisah cintanya sendiri pasti akan segera tiba. Sehun hanya perlu mencari perempuan itu. Perempuan baik hati yang akan menyentuh hatinya yang kelam ini.

.

.

.

Sehun memutuskan untuk keluar sebentar, Ia tidak ingin menjadi pengganggu dan ingin memberikan waktu bagi Chanyeol dan Baekhyun berduaan untuk saling meluapkan perasaan mereka. Sehun berjalan menuju supermarket dekat apartemen, tempat yang pernah dikunjunginya bersama Baekhyun.

Sehun memasuki supermarket dan langsung berjalan menuju mesin penjual minuman, berdiri di belakang wanita yang sudah lebih dulu ada disana. Wanita itu terlihat gelisah dan kebingungan.

"Ada apa?" Tanya Sehun pada wanita itu.

"Ah, begini.. Aku sudah memasukan koinku dan minumannya belum keluar hingga sekarang." Wanita itu menatap Sehun, sedih.

"Coba aku periksa, sepertinya sedang tersangkut" Sehun berjalan ke depan mesin dan sedikit mengetuknya. Dan dengan sekali pukulan kuat dari Sehun, minuman yang dipesan wanita itu akhirnya keluar.

"Waah daebak! Terimakasih banyak!" Ucap wanita itu terlihat senang dan tersenyum lebar. Senyuman yang entah kenapa menggerakan hati Sehun. Tunggu dulu! kenapa tiba-tiba saja Sehun merasa malu menatap wanita itu?

"Ambilah.." Ucap Sehun sambil menundukkan wajahnya yang terasa panas.

Wanita itu kemudian mengambil minumannya dan sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada Sehun.

"Yaak Luhan! kenapa lama sekali? Cepatlah!" Teriak wanita lain yang sedang berdiri didepan kasir.

"Ah.. maaf. Tadi minumanku tersangkut di mesin." Ucap wanita yang ternyata bernama Luhan itu sambil berjalan kearah temannya. Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari Supermarket.

Sehun menatap kepergian wanita itu dengan perasaan aneh. Jadi... namanya Luhan? batin Sehun. Dan entah apa yang menggerakkan hati dan kakinya, Sehun langsung berlari mengejar wanita itu.

Wanita misterius bernama Luhan, yang baru beberapa saat lalu dikenalnya itu.

.

.

.

[TBC]

.

.

.

Author's Note :

Wuaah.. Akhirnya ChanBaek resmi pacaran !! Chapter ini udah gw ubah sedikit ceritanya. karena di cerita aslinya, sehun gak dapat jodoh ㅠㅠ jadi gw putusin untuk mempertemukannya dengan Luhan :D

Mian karena telat update.. aku lagi marathon buat namatin drakor Seven Days Queen soalnya ㅠ.ㅠ

Betewe thankyou buat yang udah ngucapin selamat :) ternyata banyak yang bisa baca hangul ya :D 너무 감사합니다 친구들..

Fanfict ini bakal digantikan dengan fanfict baru berjudul Promise aka. Perjanjian Hati (remake from Santhy Agatha. :D

Jangan lupa review ! Sampai jumpa di Last Chapter besok :) *Ketjup manjah*

-뷴열-