Chapter 15: Permintaan Boruto

Setelah diperiksa selama 2 jam, Boruto akhinya beristirahat di ruang kesehatan. Suasana ruangan yang hening membuat ia mengantuk. Namun tiba-tiba tirai di samping tempat tidurnya di sibakan.

"Sensei? Kau membuatku terkejut. Jika ingin mengatakan rencana selajutnya besok saja. Aku ingin istirahat hari ini," ucap Boruto lalu menarik selimutnya menutupi kepala.

"Bukan itu tujuanku kemari. Aku mau bilang, arigato (terima kasih) karena sudah melindungi Sarada selama misi," ucap Sasuke.

"Tidak masalah. Sarada bagian dari tim," ucap Boruto membuka selimutnya seleher. "Sensei, sebaiknya sekarang kau pergi ke kantor tou-chan," ucapan Boruto.

"Kenapa?" Sasuke binggung kenapa harus menemui Naruto.

"Pasti Bibi Sakura marah, tahu-kan semua misi itu dari Hokage. Padahal sensei yang menyarankannya," ucapan Boruto membuat Sasuke secepatnya ke kantor Naruto memastikan kebenarannya.

Ternyata benar kata muridnya, Istrinya Sakura marah-marah kepada Naruto karena misi ini ternyata membahayakan Sarada. Sasuke tidak ingin berlanjut langsung menenangkan Sakura dan menjelaskan hal yang terjadi, lalu meminta maaf.

Skip Time…

Pukul 18.00 waktu setempat.

Matahari sudah terbenam, namun sang Hokage belum pulang. Naruto mengerutu sambil mengerjakan berkas dokumennya yang masih menumpuk. Memang benar tumpukannya berkurang, berkat kerja kerasnya hanya tinggal 3 tumpukan lagi. Namun 3 tumpukan itu tidak habis-habisnya ada di mejanya.

"Sedikit lagi…" guman Naruto sambil menulis di laptopnya. Suara ketikan tangannya semakin cepat.

'TIK' 'TIK' 'TIK' 'TIK' 'TIK' 'TIK'

'TOK!' 'TOK!' 'TOK!'

Suara ketikan tangan Naruto berhenti saat menengar pintu diketok. Naruto menyimpan data hasil ketikannya dulu baru mempersilahkan orang itu masuk.

"Masuklah…" sahut Naruto. Pintu terbuka dan terlihat Boruto memasuki ruang Hokage.

"Apa boleh aku minta waktumu sebentar?" tanya Boruto.

"Silahkan, ada apa?" tanya Naruto.

"Ini soal permintaanku tadi siang. Sebenarnya aku ingin temanku Mitsuki mendapatkan pelatihan juga setelah ujian Chunin tahap ke 2," jawab Boruto.

"Kenapa kau meminta begitu?" tanya Naruto.

"Mitsuki memiliki kemampuan yang tidak biasa atau cakranya yang tidak biasa. Aku masih belum tahu cara kerjanya, tapi aku sedikit takut kalau dia menggunakannya terlalu sering bagaimana dampaknya bagi tubuhnya," jelas Boruto.

Naruto berfikir sejenak, pikiran putranya tentang mencegah orang terluka dan sakit lebih baik daripada melihat mereka sekarat karena berkorban itu benar.

"Baiklah, aku akan mengurusnya pelatihannya, kau tinggal-" jawab Naruto.

"Aku sudah memilih guru yang akan mengajari Mitsuki sampai Ujian Chunin akan berlangsung… Orang itu Yamato," potong Boruto sebelum Naruto selesai bicara.

"Jangan langsung memotong bicara orang tua… ! Kalau Yamato-sensei yang mengajari Mitsuki sebelum ujian tidak masalah. Lalu sesudah Ujian Chunin tahap 2 bagaimana?" tanya Naruto.

"Aku sudah memilih orangnya… Dia Orochimaru," jawab Boruto yakin.

"Kau sama seperti Sasuke! Kenapa kau mengumpankan temanmu pada Orochimaru?" tanya Naruto.

"Dengarkan penjelasanku baik-baik, tidak ada pengulangan. Berbeda dengan kasus Sasuke-sensei yang tubuhnya diincar karena tubuhnya yang asli sudah tua. Mitsuki tidak akan diincar, kasus Mitsuki mirip seperti Yamato. Begitu mereka menemukan jalan mereka sendiri mereka bebas. Selain itu, bukannya Orochimaru pernah mati?" penjelasan Boruto di jedai dengan pertanyaan.

"Benar juga Sasuke pernah membunuhnya saat umurku masih 16 tahun," Naruto membenarkan penyataan Boruto.

"Lalu sejarah kembali mencatat Orochimaru kembali hidup saat perang dunia ninja ke 4. Tapi, dengan tubuh barunya itu umurnya kembali ke angka 0 atau 1. Jika dihitung dari umur tou-chan 17 tahun, seharusnya umur Orochimaru 17 atau 18 tahun. Seharusnya Orochimaru tidak mengincar tubuh orang, sama seperti kasus Yamato," jelas Boruto.

"Apa alasan itu bisa diterima Mitsuki?... Apa Orochimaru akan tertarik mengajari Mitsuki?" tanya Naruto.

"Aku tidak tahu sampai bicara pada Mitsuki… Sebenarnya mungkin ada yang membuat Orochimaru tertarik mengajari Mitsuki. Pertandinagan Mitsuki saat Ujian Chunin tahap ke 3 pasti membuatnya tertarik," jawab Boruto sambil berfikir.

"Yah, aku tidak meragukan kemampuan tim 7 saat ini. Tapi, kalau Orochimaru masuk ke dalam desa selama ujian berlangsung?" tanya Naruto.

"Biarkan Orochimaru masuk. Dia ingin menonton bukan?" ucap Boruto enteng.

"Kau tahu apa artinya itu bukan?!" tanya Naruto sambil marah.

"Kita mendapat bala bantuan selama perang singkat berlangsung!" jawab Boruto dengan semangat.

"Jawaban apa itu? Memangnya kita akan berperang dengan siapa?" tanya Naruto.

"Amegakure pasti akan menjatuhkan para pemimpin Negara. Saat Ujian Chunin tahap ke 3 berlangsung Kazekage, Tsucikage, Raikage, Mitsukage. Akan datang ke Konoha, jika berhasil menjatukan para pemimpin Negara pasti…" jawab Boruto.

"Kelima Negara elemental akan musnah. Kau benar, acaman mereka sangat dekat. Sebaiknya prediksi ini aku diskusikan lebih lanjut dengan mereka." Ucap Naruto.

"Aku berharap ini salah, tapi kalau benar… Ini akan seperti satu tembakan mengenai kepala tanpa pelindung. Sudah pasti mati, karena itu kita undang Orochimaru untuk menonton sekaligus bertarung. Jika ini berhasil Orochimaru dapat pertarungannya, kita dapat kedamaian. Bagaimana?" tanya Boruto.

"Baiklah aku akan buat surat ijin masuknya, dan mengirimnya pada Yamato," jawab Naruto.

"Tidak perlu, yang mengirim surat itu Mitsuki sendiri. Setelah pelatihannya selesai, Mitsuki akan menyerahkan suratnya langsung pada Orochimaru. Pelatihan ini bisa jadi misi untuk Mitsuki tapi kita harus jelaskan situasinya terlebih dahulu," jelas Boruto.

"Baiklah aku serahkan ini padamu!" ucap Naruto.

"Bagimana kalau kita pulang sekarang?" tanya Boruto.

Naruto melihat jam dinding menunjukan pukul 18.45, mereka sudah bicara sangat panjang. Dirinya juga lelah dan ingin bertemu Istrinya Hinata di rumah.

"Iya ayo pulang," Naruto mematikan laptopnya dan mengunci ruang Hokage.

Selama perjalanan pulang hanya suasana hening, tidak ada yang berbicara satu katapun. Naruto sesekali melirik ke arah Boruto yang sedang fokus melihat jalan.

'Anakku ini memang jauh lebih dewasa dari pada diriku saat umur 13 tahun. Tapi apa tidak masalah kalau Boruto diberi tanggung jawab besar?' pikir Naruto.

"Aku percaya kau bisa! Kau pasti bisa, Naruto…"

"Eh? Aku harus lebih percaya-kah?" guman Naruto sambil melihat Boruto.

"Tou-chan apa maksud dari 'lebih percaya-mu' tadi? Dan kenapa melihatku begitu?" tanya Boruto sepertinya memperhatikan dengan jelas tingkah ayahnya.

'Ketawan… Kalau sudah begini, apa boleh buat,' pikir Naruto.

"Boruto! Maukah kau memegang tanggung jawab seperti diriku?!' tanya Naruto sambil berteriak.

"Tidak akan, aku tidak mau jadi Hokage," jawab Boruto dingin lalu meninggalkan ayahnya mematung.

"Biar aku jelaskan dulu… Bukan itu maksudku!" Naruto berusaha menyusul Boruto.

"Jauhi aku, kau sudah membuatku kesal," Boruto justru mempercepat jalannya.

TO BE CONTINUE…

Akhirnya Anime Boruto akan tayang mulai 5 April 2017. Semua penggemar Naruto pasti tidak sabar, Author juga pengen cepat-cepat nonton. Jika ada yang kurang di mengerti mengenai chapter ini silahkan bertanya dan mengajukan saran.

Review Please…