Festival musim dingin pun tiba. Para murid tengah bersiap menuju festival. Kakashi sudah keluar dari kamarnya menggunakan kemeja putih dan jaket tebal berwrna hitam. Kakashi menunggu yang lain keluar.
" Sensei..." Kakashi pun mengalihkan pandangannya.
" ahhh Haruno..." kata Kakashi. Sakura tersenyum melihat Senseinya.
" aku baru melihat jaketmu..." kata Kakashi sambil melihat jaket berwarna merah muda.
" aku baru memakainya sekarang..." kata Sakura. keduanya terdiam sebentar.
.
.
" jadi, mana temanmu yang lain?" tanya Kakashi.
" mereka akan segera keluar..."
" baguslah, kalian pasti tidak akan mau ketinggalan festival ini..." kata Kakashi. setelah beberapa lama, para murid keluar menuju lobi hotel.
" semua sudah berkumpul?" tanya Kakashi. Dan semua menjawab 'sudah'.
" kalau begitu kita berangkat..." kata Kakashi. Para murid pun berjalan menuju ke bus, sementara Kakashi menuju ke mobilnya.
.
.
Mereka pun sampai di tujuan. Memang ramai di sana. Lampu berkelap – kelip, jajanan hangat—dan pasti aka didatangi Chouji, beberapa permainan, membuat para murid langsung berpencar. Kakashi pun hanya menghela nafasnya. Ya sudahlah, ini kan liburan mereka juga. Kakashi pun memilih berjalan santai sambil melihat hal yang menarik di festival. Sampai matanya beralih kepada sebuah toko.
" ahhh anak muda...apa ada yang bisa kubantu?" tanya seorang bapak yang keluar dari toko.
" aku hanya ingin melihat – lihat saja..." jawab Kakashi.
" silahkan. Hmmmm biar kutebak, kembang api?" tnaya Bapak itu.
" ya, mungkin akan menyenangkan ketika menyalakannya saat festival..." kata Kakashi.
" itu memang benar, biasanya mereka menyalakan kembang api dengan keluarga, teman bahkan kekasih..."
" saya pilih yang ini..." kata Kakashi sambil memegang sebuah kembang api.
" baiklah..." Bapak itu pun membungkuskan kembang api milik Kakashi dan menerima uangnya.
" anak muda, kau akan menyalakan kembang api dengan siapa?" tanya bapak itu. Kakashi pun berpikir, terlintas nama Sakura di benak Kakashi.
" entahlah, tapi aku tau sudah tau siapa yang akan menemaniku..." Kakashi pun sedikit membungkuk dan pergi dari hadapan bapak itu.
.
.
Kakashi pun berjalan mencari keberadaan Sakura.
" ahh Ino..." Kakakshi pun mempercepat langkahnya mendatangi Ino.
" ada apa Sensei?"
" kau ada melihat Haruno?"
" aku tadi bersamanya, tapi sekarang tidak. Sensei tanya saja dengan Sasuke dan Naruto,..."
" ah, baiklah..." Kakshi pun kembali mencari kedua anak muridnya itu.
.
.
" Sasuke, Naruto apa Haruno bersama kalian?"
" kami juga sedang mencarinya..." jawab Sasuke.
" kami bahkan mau bertanya dengan Sensei..." sambung Naruto.
" kenapa tidak di telpon saja?" kata Sasuke mengusulkan.
" biar aku yang telpon..." kata Kakashi yang langsung mengambil ponselnya.
.
.
Saat sudah tersambung Kakashi langsung berbicara.
" Haruno, kau ada di mana kami-..."
" akhirnya kau menelpon..." jawab seorang laki – laki dengan suara berat.
" Pain..." Kata Kakashi dengan suara rendah. Ia pun menjauh dari Naruto dan Sasuke, yang membuat keduanya bingung.
" apa maumu?dan di mana Haruno?" tanya Kakashi dengan suara mengancam.
" simple, kami hanya mau dirimu. Oh, dan jangan khawatir, muridmu ini aman bersama kami..." " Sensei..."
" Haruno..."
" datanglah ke pabrik tua, jika tidak datang...kupastikan kau tidak akan pernah lagi melihat murid kesayanganmu lagi..." dengan ancaman itu, sambungan telpon langsung terputus. Kakashi pun membalikkan badannya dan melihat ada Naruto dan Sasuke berdiri di belakangnya dengan tangan yang terkepal.
" Sensei...Sakura-Chan...apa Sakura-Chan diculik?" tanya Nruto menahan amarahnya.
" akan kupastikan dia aman..."
" biarkan kami ikut..." kata Sasuke.
" tidak! Tidak bisaa...aku tidak akan membiarkan kalian terlibat masalah ini, apalagi kalau kalian sampai terluka..."
"tapi..."
" tidak ada tapi Naruto..." Kakashi langsung pergi dari hadapan kedua muridnya.
" kita harus memberitahu yang lainnya, termasuk Obito-Nii..."
.
.
Kakashi dengan kecepatan cukup tinggi mengendarai mobilnya. Pikirannya hanya satu. Keselamatan Sakura. dia tidak bisa membiarkan Sakura terluka. Dia tidak mau.
.
.
" Obiti-Nii..." paggil Naruto.
" ada apa?"
" Sakura-Chan...Sakura-Chan diculik..." kata Naruto.
" yang benar saja?" kata Obito setengah tidak percaya.
" kami tidak bohong..."
" di mana Kakashi?" tanya Obito serius.
" ummm Sensei...pergi...sendirian"
" baka...seharusnya dia tidak pergi sendirian..."
Obito mengeluarkan ponselnya dan melacak nomor Sakura.
" pabrik tua..." gumam Obito.
" kalian pergilah ke penginapan, akan ku beritahu Kurenai Sensei, dan Asuma Sensei..." kata Obito.
.
.
" ada apa?" tanya Rin yang baru saja tiba setelah membeli manisan.
" tidak hanya sa-..."
" Sakura-Chan dan Kakashi Sensei dalam bahaya..." manisan yang tadi dipegang Rin pun terjatuh dari tangannya setelah ia mendengar jawaban dari Sasuke.
" Obito...di mana Sakura dan Kakashi sekarang?" tanya Rin.
" pabrik tua..."
" kita harus segera ke sana...kau tau betapa bodohnya anak itu...dan kalian anak – anak kembali ke penginapan..."
Rin pun menarik tangan Obito untuk segera menuju ke mobil.
.
.
" heyyy kalian...segera kembali ke bus...aku mendapat pesan dari Obito untuk membawa kalian ke penginapan..." kata Asuma.
" tapi kami juga mau-..."
" tidak bisa Naruto...ini terlalu berbahaya..." kata Kurenai lagi.
" baiklah...kami akan kembali ke penginapan..." kata Sasuke.
.
.
Kakashi memberhentikan mobilnya di depan gedung pabrik tua yang cukup besar. Kakashi dengan langkah pasti berjalan masuk. Beebrapa langkah, sudah terlihat cahaya dari api dan beberapa lampu.
" akhirnya kau datang juga..." kata Pain dengan seringai di wajahnya.
.
.
" siall...ku harap kita tepat waktu..." kata Obito.
" kau sudah memanggil bantuan kan?" tanya Rin yang duduk di sebelah Obito.
" tenang saja, aku sudah mengurusnya..."
" sebaikanya aku juga menelpon ambulans..."
.
.
" hey Naruto, Sasuke...katakan pada kami apa yang terjadi..." kata Kiba. Memang para murid kebingungan melihat wajah muram dai Naruto Sasuke.
" heyy Forehead mana?" tanya Ino.
" Sakura-Chan di culik..." pernyataan Naruto membuat semua orang dalam bus kaget.
" heyyy kau jangan bercanda..."kta Ten Ten.
" ini tidak lucu Naruto..." kta Neji.
" kami tidak main – main...sekarang Kakashi Sensei sedang menyelamatkan Sakura..." kata Sasuke.
" Sensei sendirian?" tanya Shikamaru yang di jawab anggukan oleh Naruto dan Sasuke. Shikamaru pun meggumamkan kata 'Sensei bodoh'.
" paman...paman tau pabrik tua di sini tidak?" tanya Sasuke.
" iya..."
" kalau begitu bisa antar kami ke sana?" tanya Naruto.
" untuk apa?di sana tidak orang..."
" untuk menyelamatkan teman kami..."
.
.
Asuma dan Kurenai, yang terpksa kembali ke penginapan masih memikirkan keadaan Kakashi dan Sakura. Kurenai pun menghela nafas dan melihat ke arah kaca spion. Matanya melebar ketika melihat jalan bus menuju ke arah yang berlawanan arah dari penginapan.
" ASUMA! BUSNYA!" teriak Kurenai. Asuma pun melihat ke arah kaca spion dan segera menginjak rem lalu membalikkan arah mobilnya.
" dasarrrr anak – anak keras kepala..."
.
.
Mereka semua menuju ke tempat tujuan yang sama, memikirka hal yang sama. Keselamatan Sakura dan Kakashi.
' dasar Sensei bodoh...'
TBC...
