THE BOY BESIDE ME
(Chapter 14)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (because explicit words)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
Kyuhyun meletakkan sport bagnya di kursi terdekat, Pemuda tampan itu baru saja memasuki gym yang menjadi langganannya.
"Hei, Cho Kyuhyun!" mendengar seruan yang memanggil dirinya, Kyuhyun langsung menoleh, memaparkan senyum bersahabat kepada seorang lelaki atletis yang berjalan menghampirinya.
"Hola~ Jongkook-ah!" balas Kyuhyun terhadap pemuda atletis tersebut.
"Sudah lama kau tidak mengunjungi gym, kemana saja kau?" tanya Jongkook lalu menepuk pundak Kyuhyun lumayan keras, tepukan keakraban. "Lihat ototmu menjadi kendur! Kau harus berolahraga ekstra hari ini." candanya.
Kyuhyun tertawa sambil mempersiapkan dirinya untuk berolahraga, "Aku disibukkan dengan pekerjaan selama ini. Untung saja ada waktu luang untuk gym."
"Kau masih muda tapi aktivitasmu seperti orangtua saja, atau... kau mempunyai kekasih baru?" tanya Jongkook penuh selidik, alisnya naik turun curiga. "Biasanya jika seorang pria menjadi gemuk, itu tandanya ia mempunyai pacar." ungkapnya sambil bersiul.
"Hm?" Kyuhyun tersenyum miring, "Sok tahu." cibirnya lalu berjalan menghampiri mesin treadmill di dekat jendela.
Jongkook hanya menghela napas, ia sudah terbiasa dengan sifat misterius yang dimiliki Kyuhyun. "Yasudah, aku mau melanjutkan olahragaku. Bye~"
"Ye." balas Kyuhyun dan setelah itu Jongkook sudah berlalu pergi. Kyuhyun mengatur kecepatan mesin treadmill dan mulai berolahraga, pacuan kakinya mengikuti seiring pergerakkan mesin. Keringat mulai turun setelah beberapa lama berlari.
Kyuhyun menyadari seseorang mengambil posisi di sampingnya, matanya melirik orang tersebut yang rupanya seorang wanita cantik yang sedang mengatur mesin treadmill disampingnya.
"Jangan melirik seserius itu, Tuan." tiba-tiba wanita itu berujar, menyadari lirikan Kyuhyun terhadapnya.
"Maaf." ucap Kyuhyun setelah mengalihkan pandangannya, "Kenapa orang ini mengambil posisi di sampingku? Seperti tidak ada mesin yang lain."
"Sepertinya aku mengetahuimu." Wanita itu berucap kembali, memperhatikan wajah Kyuhyun seksama. "Kau Cho Kyuhyun yang itukan?"
"Bagaimana kau tahu namaku?"
"Aku pernah melihatmu di pesta peluncuran buku pertama Kang Sora tahun lalu. Kalau tidak salah kau kepala editornya, kan?" lanjut Wanita tersebut, "Tak kusangka aku bisa bertemu denganmu di sini."
"Oh.." tanggap Kyuhyun cuek.
Selanjutnya, Wanita tersebut menjulurkan tangan kanannya kepada Kyuhyun, mengajaknya berkenalan. "Perkenalkan namaku Seo Joo Hyun, panggil saja Seohyun."
Kyuhyun menatap bingung wanita bernama Seohyun tersebut sesaat namun kemudian membalas jabatannya. "Salam kenal."
Setelah itu mereka berdua terfokuskan dengan aktivitas olahraganya, tak beberapa lama Seohyun membuka percakapan kembali.
"Aku sering melihat namamu tercantum di setiap buku yang aku suka, sepertinya Kyuhyun-shii seorang editor yang handal, hasil pekerjaanmu selalu sempurna." puji Seohyun tersenyum manis.
"Seharusnya kau memuji setiap penulis yang kau suka, mereka yang membuat novel sempurna." bantah Kyuhyun.
"Tapi seorang editor pasti berperan besar di balik kesempurnaan novel milik penulis." balas Seohyun kemudian.
"Memang, tapi yang bekerja keras dibalik itu semua adalah anak buahku, aku hanya Kepala editor yang cuma mengatur dan mengawasi." jelas Kyuhyun tidak menanggapi raut wajah Seohyun yang masam.
"Kyuhyun-shii memang orang yang unik, pujian dariku saja ditolak habis-habisan."
"Aneh saja mendapati pujian dari orang yang belum ku kenal dekat sama sekali."
"Kalau begitu kita bisa mengenal satu sama lain!" tawar Seohyun antusias, alis Kyuhyun mengkerut memperhatikan wanita cantik itu. "Bagaimana kalau kita bertukar ID atau kontak pribadi?"
"Apa-apaan dia."
Kyuhyun menghentikan laju mesin treadmillnya, "Maafkan aku sebelumnya, Seohyun-shii. Aku tidak mungkin bertukar kontak pribadi sembarangan untuk tujuan yang tidak jelas." ungkapnya kemudian lalu berjalan menjauh, menuju kursi dimana tasnya berada.
Kyuhyun mendudukkan dirinya di kursi, membuka isi tas dan mengambil sebuah handuk kecil. Dipakainya handuk itu untuk mengelap keringat dan di gantungkan di leher. Kyuhyun mengambil salah satu barbel seberat dua puluh kilogram di dekatnya lalu menggunakannya.
Kyuhyun menyadari Seohyun sudah selesai dengan treadmill dan berjalan kearahnya. Kyuhyun berharap wanita tersebut tidak mengganggu dirinya lagi, bernapas lega bahwa Seohyun hanya lewat begitu saja walaupun perempuan itu sempat menyenggol tas Kyuhyun yang ada di pinggir kursi.
"Oh, apa ini?"
Kyuhyun menoleh kebelakang, mendapati Seohyun yang sedang menggenggam sesuatu benda seperti dompet lalu membukanya. Dompet berwarna cokelat itu sangat familiar di mata Kyuhyun, seketika pemuda itu langsung mengecek isi tasnya dan menyadari bahwa dompetnya tidak ada disana. "Hei, kembalikan!"
"Jadi ini dompet punya Kyuhyun-shii, ya?" gumam Seohyun lalu mengambil sebuah kartu di dalam dompet cokelat itu. Sebuah kartu nama yang beratasnamakan pemilik dompet beserta kontak pribadinya.
Kyuhyun yang mulai kesal langsung menghampiri wanita itu, mengambil dompetnya langsung tetapi Seohyun dengan cepat menyembunyikan kartu nama Kyuhyun yang baru saja dicurinya.
"Kau-"
"Akhirnya mendapatkan kontak pribadi Kyuhyun-shii. Semoga kita menjadi teman baik." potong Seohyun sambil tersenyum manis, wanita itu melambaikan tangannya sebelum pergi dari hadapan Kyuhyun.
"Kenapa dengan wanita itu?" desis Kyuhyun tajam, pemuda itu tak sadar menggertakkan giginya. Wajahnya memerah kesal karena ulah Seohyun yang seenaknya itu.
"Hey, Kyuhyun-ah kenapa kau hanya berdiri seperti itu? Seperti orang bodoh saja." sebuah suara mengalihkan perhatian Kyuhyun, rupanya Jongkook yang datang, keringat membasahi tubuh lelaki atletis itu hasil berolahraga namun hal tersebut membuatnya puas.
Kyuhyun menghela napas berat, mendekati Jongkook yang sedang beristirahat. "Kau kenal tidak dengan seorang wanita bernama Seohyun?" tanyanya kemudian.
"Seohyun?" Jongkook berpikir beberapa saat dan langsung mengetahuinya, "Ah.. dia suka mampir kesini untuk mengikuti kelas yoga ataupun olahraga kecil, kudengar dia seorang model lho. Memangnya kenapa?"
"Oh, begitu.." angguk Kyuhyun paham.
"Sepertinya aku melihatnya hari ini, tapi mungkin saja dia sudah pulang." sambung Jongkook kemudian, merasa ada yang aneh ia segera menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun memperhatikan pemuda obisidian itu penuh selidik, senyumnya terkembang curiga. "Tumben sekali kau bertanya soal cewek, jangan-jangan.. kau tadi berkenalan dengannya karena naksir yah?" goda Jongkook sambil tertawa keras.
"Itu tidak mungkin." bantah Kyuhyun kemudian, melirik tajam Jongkook yang memasang raut mengejek. "Dia sendiri yang memulai, lagipula Seohyun bukan idamanku."
Jongkook mendecih dan tertawa lagi, "Bohong sekali, mana ada pria yang tidak menyukai bentuk tubuh dan paras yang dimiliki Seohyun. Ditambah lagi dia seorang model. Kkhh... kalau aku jadi kau didekati oleh perempuan macam itu pasti aku rela mengejarnya."
Kini Kyuhyun lah yang tertawa keras, "Tapi jika nyatanya dia mempunyai maksud jahat? Apa itu masih di idamkan?"
"Huh, dasar kau Kyuhyun si kepala dan hati batu." Jongkook pun menyerah dengan silat lidah dari pemuda obsidian itu.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan dan melanjutkan kegiatan olahraganya. Sambil melatih otot lengannya dengan barbel, Kyuhyun tengah memikirkan sesuatu, tak sadar ia menggigit bibir bawahnya, obisidiannya juga terlihat membara.
.
.
.
.
Kangin dan yang lain semakin merapatkan diri. Diruang tim Sapphire hanya ada dirinya, Ryeowook, Shindong, dan Zhoumi tentunya juga Kyuhyun namun pemuda februari itu sedang sibuk diruangannya yang terpisah dari yang lain. Sungmin tidak ada karena sedang pergi menagih naskah Heechul sedangkan si tertua Leeteuk sedang izin keluar menjenguk kakaknya yang sedang sakit.
Kini mereka yang tersisa tanpa Kyuhyun sedang berunding, membicarakan sesuatu dengan berbisik. Semua ini diawali dari kecurigaan Kangin tentang kedekatan rekan kerjanya, Sungmin dan ketua timnya, Kyuhyun.
"Kalian menyadarinya, kan?" tanya Kangin sambil berbisik, semua orang yang berkumpul mengangguk mantap.
"Bahkan, sekarang saja aku sering melihat mereka berdua pulang pergi bersama menaiki mobil milik Kyuhyun." ucap Shindong.
"Lalu.. cokelat pemberianku untuk Kyuhyun malah diberikan untuk Sungmin. Padahal, Kyuhyun-sajang tidak suka jika barang miliknya dibagi ke orang lain.." ungkap Ryeowook sambil cemberut.
"Menurut informasi juga, Gui Xian dan Chengmin tinggal di apartemen yang sama, kamar mereka malah bersebelahan. Entah ini sengaja atau tidak.." tambah Zhoumi kemudian.
"Nah kan, banyak sekali keanehan dibalik mereka berdua. Dan yang lebih fatalnya lagi.." Kangin memotong pembicarannya, tiba-tiba saja raut wajahnya terlihat sedih dan murung. "Teukie-honey sepertinya menyimpan sesuatu tentang mereka di balikku, baru pertama kali aku dikhianati Teukie-honey seperti itu.." ungkapnya terdengar menyedihkan.
"Kenapa sih mereka tidak menyatakannya saja? Justru kita akan menerimanya dengan senang hati dan akhirnya Kyuhyun mempunyai pasangan juga.." Ryeowook menghela napas berat, "Apa sesulit itu mengungkapkannya?"
"Haish, dasar kau ini tidak mengerti bagaimana sifat Kyuhyun." balas Shindong lalu mencubit pipi chubby Ryeowook, "Kita selalu saja dipermainkan bocah itu."
Kangin menyilangkan tangan dan menegakkan badannya, menatap tegas rekan-rekannya "Pokoknya kita harus menyelidiki dan memecahkan apa rahasia di balik hu-"
Sebuah tepukkan tiba-tiba mendarat di pundak Kangin.
"Kenapa kalian berkumpul serapat ini? Seperti gerombolan bebek saja." ternyata Kyuhyun yang menepuk pundak Kangin dan mengusik pembicaraan, seketika mereka berempat bubar dan menuju mejanya masing-masing.
Ryeowook, Shindong dan Zhoumi berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Kangin hanya mematung menahan kegugupan ditatap Kyuhyun sebegitu intensnya. "A-anu.. kita sedang berbincang tentang girlband MyFriend yang debut bulan ini! Ahahahaha~ mereka sekumpulan gadis yang imut!" bohong Kangin dan tertawa hambar.
"Aku kira kalian sedang membicarakan diriku dan Sungmin." omongan Kyuhyun membuat keempatnya sedikit terlonjak, kepala mereka semakin tertunduk dalam. "Sungmin kemana?"
"Ka-katanya dia pergi mengambil naskah di daerah Jamsil." jawab Ryeowook tergagap.
"Oh, ke rumah Heechul. Nanti jika Sungmin sudah kembali, bilang padanya untuk pulang terlebih dulu karena aku ada keperluan diluar." pinta Kyuhyun lalu menepuk-nepuk pundak Kangin sedikit keras, setelah itu meninggalkan ruangan dengan tergesa.
Akhirnya, mereka bereempat menghela napas lega. Kangin mengusap pundaknya yang ditepuk Kyuhyun dan merinding ketakutan, terekam jelas di otaknya betapa seramnya Kyuhyun memandang dirinya tadi. "Dia benar-benar setan kecil!"
"Hampir saja ketahuan.." gumam Zhoumi sambil mengusap kasar wajahnya.
"Pokoknya kita harus mengetahui apa yang tersimpan di balik hubungan Kyuhyun dan Sungmin." lanjut Shindong dengan mantap.
.
.
.
.
"Dasar wanita gila!" umpat Kyuhyun melirik layar smartphonenya yang terus dimasuki pesan singkat, kini Kyuhyun sedang dalam perjalanan di dalam mobilnya. Tak tahan dengan bunyi nada dering smartphonenya, Kyuhyun melempar benda itu asal ke jok belakang.
Awalnya, Kyuhyun mengabaikan semua pesan dan telepon Seohyun. Wanita itu mengajaknya untuk makan bersama atau menemaninya shopping. Namun sebuah pesan ancaman darinya membuat Kyuhyun langsung bergegas, pesan tersebut berisi bahwa Kyuhyun akan dinyatakan sebagai kekasih resmi Seohyun di sebuah interview majalah besok.
Kyuhyun melajukan mobilnya menuju sebuah restoran bintang lima di Seoul dan Seohyun sudah menunggunya disana.
Ia teringat akan percakapannya dengan Siwon, sepupunya itu memberikan banyak penjelasan kemarin malam.
.
.
Nada sambung akhirnya terputus, Siwon mengangkat telepon. .."Ada apa? Tumben sekali menelepon malam-malam."..
Kyuhyun mendudukkan dirinya di sofa, lalu mengecilkan volume suara TV. "Aku ingin bertanya sesuatu denganmu."
.."Apa itu?"..
"Tadi pagi aku bertemu seorang wanita aneh dan ia mencuri kartu namaku. Namanya, Seohyun. Jongkook bilang dia seorang model. Apa kau kenal atau tahu tentangnya?"
.."Seohyun ya?".. tanya Siwon disebrang sana, .."Dia dikenal sebagai model papan atas dan disponsori oleh banyak brand fashion terkenal. Tumben seorang model mendekatimu, aneh sekali."..
"Begitukah?" Kyuhyun menggigit keras kepalan jarinya, "Apa kau pernah diganggu olehnya?"
.."Hhmm tidak. Tapi, salah satu temanku pernah didekati olehnya bahkan hampir saja berpacaran, tapi tiba-tiba saja si Seohyun itu menghilang dan membuat temanku terpuruk.".. jelas Siwon kemudian. .."Oh! Jangan-jangan.."..
"Nah! Itu yang aku maksud!" potong Kyuhyun, raut wajahnya terlihat serius.
.."Kau harus berhati-hati saat ini. Ranjau mulai datang dan mengancammu!".. ucap Siwon terdengar berapi-api. .."Apalagi ini menggunakan seorang model terkenal, ini bisa menyebabkan skandal dan reputasimu akan dihancurkan. Bahkan lebih parahnya Sungmin akan membencimu!"..
Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, "Sebaiknya aku harus bagaimana?"
.."Abaikan saja tapi jika wanita itu menggunakan senjata lain, ikuti saja permainannya sampai dimana kau tahu titik lemah permainan wanita itu."..
Kyuhyun mengangguk mantap, memahami apa yang dimaksud pemuda bermarga Choi itu.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan cepat menghampiri meja dimana Seohyun berada, perempuan itu memandang keluar jendela tetapi mendengar langkah kaki Kyuhyun yang menghentak ia langsung mengetahuinya dan segera menoleh. "Ah, Kyuhyun-shii!"
"Apa yang kau mau saat ini, Seohyun-shii?" tanya Kyuhyun langsung, lelaki itu berusaha menahan amarahnya. Seohyun yang melihat keseriusan di wajah tamunya itu hanya tersenyum manis, perempuan itu malah menarik Kyuhyun dan mendudukannya di kursi di dekatnya.
"Duduk saja dulu, jangan terburu-buru. Ingin pesan apa?" tawar Seohyun lalu menyodorkan buku menu kepada Kyuhyun.
"Maaf. Aku tidak lapar." tolak Kyuhyun dingin, ia menjauhi posisi kursinya menghindar dari Seohyun.
"Hee? Makanan disini lezat semua lho, bagaimana dengan steak?" tawar Seohyun lagi.
"Sudah kubilang aku tidak-"
"Pelayan!" seruan Seohyun memotong ucapan Kyuhyun, langsung saja pelayan restoran datang menghampiri meja mereka. "Dua steak kobe dan champagne dengan dua gelas."
Sang pelayan dengan cepat mencatat pesanan Seohyun dan segera meninggalkan mereka. Seohyun pun tersenyum puas dan mendapati raut wajah Kyuhyun yang semakin kesal. "Kau tidak akan menyesal makan disini, pilihanku adalah yang terbaik."
"Sudah kubilang aku tidak lapar dan kau benar-benar keterlaluan!" desis Kyuhyun mencoba pelan, matanya melototi Seohyun yang semakin tersenyum, perempuan itu menopangkan dagunya sembari menatap Kyuhyun intens.
"Aku ingin mengenalmu lebih dekat Kyuhyun-shii. Kau orang yang menarik." ucap Seohyun lembut, tangannya dengan lancang menyentuh permukaan pipi Kyuhyun namun segera ditepis oleh sang empunya.
"Apa-apaan kau ini, jika kau ingin mengenalku tidak perlu berkelakuan seperti menggodaku. Kau sungguh mengganggu." kecam Kyuhyun menatap tajam wanita dihadapannya.
"Menggoda? Begitukah?" Seohyun tertawa pelan lalu mengibaskan rambut panjangnya ke belakang. "Karena aku sedang berusaha untuk memikatmu."
"Kau tidak akan bisa, Seohyun-shii. Tidak mungkin aku jatuh olehmu." balas Kyuhyun, terlihat kilat amarah di dalam obsidiannya.
"Masa? Akan kubuktikan nanti." ujar Seohyun kemudian dan tersenyum miring.
.
.
.
.
Mobil Audi A8 berwarna hitam itu memasuki basement gedung Masi-group. Kyuhyun mengendalikan setirnya mengikuti liku jalannya basement menuju lantai ketiga, tempat dimana dia biasa parkir.
"Mereka menanyakan apa saja kepadamu? Mereka tidak macam-macam kan?" tanya Kyuhyun kepada sang kekasih, Sungmin yang kini sedang duduk di jok sampingnya. Mereka membicarakan tentang Sungmin yang di serbu berbagai macam pertanyaan dari rekan-rekan kerjanya soal kedekatannya dengan Kyuhyun kemarin.
"Seperti, apa kau benar berpacaran dengan Kyuhyun? Apa saja yang kau lakukan dengannya? Kenapa kalian tidak memberitahu saja? Mereka tidak melakukan hal apapun kok, tenang saja." jawab Sungmin sambil tertawa, mengingat begitu lucu wajah penasaran rekan-rekan kerjanya.
"Begitukah? Aku penasaran dengan wajah tersiksa mereka. Apa kau tidak membocorkannya?" tanya Kyuhyun kemudian, tersenyum melihat Sungmin yang masih terkekeh.
"Aku hanya bilang 'tidak ada apa-apanya' dan langsung pergi mencari bus untuk pulang. Aku tahu kau masih ingin mempermainkan mereka, Evil Kyu."
"Kau juga sama, dasar Evil Ming." goda Kyuhyun membalas perkataan Sungmin, tertawa melihat kekasih kelincinya yang mengembungkan pipi kesal. Kyuhyun pun langsung memakirkan mobilnya di dekat pintu masuk, lalu mematikan mesin.
Sungmin segera saja membuka pintu dan hendak keluar, namun tubuhnya tiba-tiba tertarik masuk kedalam lagi. Rupanya itu ulah Kyuhyun dan segera saja pemuda Cho itu mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir lengkung m milik Sungmin.
"Y-yak kau ini mengejutkanku saja!" amuk Sungmin setelahnya dan memukul pelan lengan Kyuhyun, yang dipukul hanya tertawa karena sikap menggemaskan Sungmin.
Mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuju ruang kerjanya. Sungmin membuka pintu dan mendapati anggota tim yang tengah berkumpul di tengah ruangan dan berbincang heboh.
"Annyeong, kenapa ramai sekali pagi-pagi?" ucap Sungmin kemudian dan masuk kedalam di ikuti Kyuhyun. Seluruh pasang mata kini memperhatikan kedatangan mereka berdua, dan lebih tertuju kearah Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, kemari." pinta Leeteuk kemudian, Kyuhyun yang dipanggil langsung saja menghampiri lelaki berlesung pipi itu. "Ada apa?" tanya Kyuhyun penasaran.
Kangin segera menarik Kyuhyun masuk ke dalam kerumunan, semua pasang mata tertuju padanya mata mereka seperti menghakimi itu membuat Kyuhyun semakin kebingungan. "Bisa kau jelaskan ini apa?" tanya Leeteuk kemudian lalu menyodorkan secarik kertas kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menerima kertas tersebut lalu memperhatikan isinya, obisidian itu langsung melebar terkejut. Rahang pemuda Cho itu mengeras. "Darimana kalian mendapatkan foto ini?!"
"Kau bilang kau tidak akan mempermainkannya, tapi apa maksud dari itu semua Cho Kyuhyun?" terlihat jelas raut kekecewaan serta amarah di wajah Leeteuk. Sedangkan yang lain malah memandang Leeteuk bingung.
"Jadi hubungan mereka berdua itu benar?" cerocos Ryeowook kemudian dan dibalas anggukan oleh Leeteuk.
"Seharusnya aku merahasiakan ini dari kalian semua, maafkan aku. Tapi aku sungguh tidak tahan dengan kebohonganmu Kyuhyun-ah! Kau mengingkar janji!" Leeteuk naik pitam dan menatap tajam Kyuhyun. "Sudah kubilang jangan bermain-main dengannya!" lanjutnya kemudian dan hampir menyerang Kyuhyun namun segera ditahan oleh Shindong dan Zhoumi.
"Hyung, jangan salah sangka dulu. Biar kujelaskan apa yang terjadi di balik foto-"
"Apa yang terjadi, Kyunnie?" sebuah suara mengintrupsi Kyuhyun, rupanya itu Sungmin dan berjalan mendekati kerumunan. "Foto apa itu?"
Kyuhyun langsung saja merobek kertas foto yang menjadi bahan perbincangan dan membuangnya ke tong sampah, mendekati Sungmin dan menggenggam tangan pemuda januari itu erat. "Ming, kumohon jangan membuka media apapun dan tetap berada di sisiku."
Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap bingung Kyuhyun yang terengah dan terlihat ketakutan.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : Maaf untuk update yang terlalu lama banyak faktor menghadang buat ngelanjutin ff ini.
Dari stuck di tengah cerita dan kesibukan lainnya T_T
Buat readers Cho Kyuna, big thanks buat koreksi kosakata jepangnya, nanti akan diperbaiki lagi untuk kelanjutannya.
Walau memang cerita ini makin gaje, tapi jangan lupa tinggalkan review yah. Semangatnya author adalah semangat kalian kasih dukungan dan masukan~
Big thanks juga buat readers yang sempat mampir apalagi yang ninggalin review yo.
