WAITING
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : Drama, Family
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Seorang wanita bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus lelaki, hingga disana dia merasa penantiannya tentang masa lalunya akan segera berakhir. RnR? Genderswitch
.
A/N : Bodohnya author.. Yewook moment sama Kyumin moment nya dikit banget kenapa udah mau epilog -_- Dan akhirnya... Author putuskan untuk membuat chap ini digabung dengan epilog. Nulis chap + epilog ini sesuatu banget deh.. di saat hujan angin yang deras.. jomblo ngenes.. dan ditambah hasil nilai MID yang agak random. Sekian.
WAITING
Setelah pertemuan keluarga yang terpisah selama enam belas tahun itu, Hangeng memaksa istrinya untuk pindah dari apartemennya. Semula Heechul tidak mau karena dia sangat menyukai apartemennya. Tapi dia tak kuasa menahan dorongan hatinya yang memaksanya untuk hidup seatap dengan Hangeng dan Kyuhyun.
"Ummaaaaa!"
Hangeng dan Heechul terbangun dari tidur mereka karena suara Kyuhyun yang melengking tinggi. Dan sudah bisa ditebak, Kyuhyun mendobrak masuk ke kamar mereka. Tingkahnya tak ubahnya seperti anak TK.
"Ada apa, Kyu? Umma masih ngantuk.." kata Heechul sambil menguap.
"Umma bangun dong! Ini hari yang spesial loh!"
"Memang ini hari yang spesial kan? Kita kan mau ke Amerika hari ini, menemui Kakek dan Nenekmu." Kata Hangeng heran.
Kyuhyun menggeleng. "Bukan itu, Appa! Hari ini Kyuhyun mau nembak Sungmin!" seru Kyuhyun semangat.
Heechul dan Hangeng serentak langsung duduk tegak.
"APA?" seru keduanya.
Kyuhyun mengangguk semangat. "Ne! Aku gay sih. Aku seme! Karena sangat tidak mungkin aku menjadi uke. Kalian tidak ada masalah kan?" tanya Kyuhyun khawatir.
Heechul dan Hangeng sama-sama menggeleng.
"Yah, selama kau bahagia sih." Kata Hangeng.
"Sungmin manis juga." Timpal Heechul.
Kyuhyun merengut begitu mendengar perkataan Heechul. "Jadi, cuma Sungmin yang manis? Aku tidak?"
Heechul tertawa. "Lah, katanya kamu seme. Kalau seme ya tampan dong. Cuma uke yang manis."
"Oh, begitu ya.. Ya sudah ya, Kyuhyun pamit dulu. Mau nembak Sungmin dulu. Daaaa!" kata Kyuhyun, bergegas keluar dari kamar kedua orangtuanya.
Heechul menatap Hangeng. "Lihat tuh, kelakuan anakmu."
"Hey, itu anakmu juga. Siapa suruh kau meninggalkannya saat dia baru lahir? Makanya dia jadi seperti itu."
Heechul merengut. "Terserah deh! Aku mau tidur, ngantuk!" kata Heechul, menyembunyikan diri di balik selimut.
Hangeng tertawa kecil. "Saranghae.."
: Waiting :
Sungmin menikmati angin pagi dengan duduk di bangku di taman rumahnya yang luas. Jemari tangan kirinya dengan lincah memindahkan satu kord ke kord yang lain. Sedangkan jemari tangan kanannya memetik senar-senar gitarnya dengan ritme yang indah. Mulut mungilnya menyenandungkan sebuah lagu, Two Is Better Than One dari Boys Like Girls dan Taylor Swift.
Maybe it's true
That i can't live without you
Sungmin terperanjat. Dia menghentikan permainan gitarnya. Suaranya pun ikut terhenti. Dia kaget karena di bagian chorus tadi, ada seseorang yang ikut bernyanyi bersamanya. Sungmin menoleh ke arah suara.
"Kyu.. Kyuhyun?" katanya tak percaya, menatap sosok Kyuhyun yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum.
Maybe two is better than one
There's so much time
To figure out the rest of my life
And you thought that it got me coming undone
And I'm thinking two is better than one
"What do you think, Min?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum manis.
"Suaramu bagus sekali. Pantas saja kau sering menjuarai berbagai lomba menyanyi." Jawab Sungmin polos.
Kyuhyun menggeleng. "Bukan.. Aku kan tadi nyanyi, dua itu lebih baik daripada satu. Jadi, daripada kalau kita sendiri-sendiri, bagaimana kalau kita bersatu saja?"
Wajah Sungmin bersemu merah. "Apa maksudmu?"
"Yah.. Aku baru saja memintamu untuk jadi pacarku. Memang tidak romantis sih, aku tidak tahu bagaimana cara untuk menjadi romantis." Kata Kyuhyun jujur.
Sungmin tertawa. "Itukah yang kau sebut pernyataan cinta? Garing sekali, Kyu!"
"Yah.. Aku kan tidak bisa romantis, jadi aku bingung. Terus bagaimana? Aku diterima atau ditolak nih?"
"Terima dong." Kata Sungmin manja.
Kyuhyun meloncat ke atas saking senangnya. "Yes! SUNGMIN I LOVE YOU!" seru Kyuhyun sambil menarik Sungmin dalam pelukannya.
Sungguh cara menyatakan cinta yang sangat aneh.
: Waiting :
"Ha? Jadi begitu caranya kau menyatakan cinta padanya? Sumpah, sama sekali tidak romantis Kyu. Tapi diterima kan? Waaah, selamat! Traktir aku dan Kibum ya nanti kalau kita ketemu! Dimana? H2K? Itu bukan traktir namanya kalau nantinya digratiskan. Kita belum pernah kesana kan? Tapi benar kau yang traktir ya? Haa? Kau mau pergi ke Amerika sekarang? Untuk apa? Kau langsung meninggalkan Sungmin, begitu? Oh, begitu. Oke deh, byee!" Ryeowook menutup telepon.
"Siapa?" tanya Yesung yang sedang duduk di sebelahnya, mencoba menulis lagu untuk album terbarunya.
"Kyuhyun. Dia baru saja menyatakan cinta pada Sungmin. Ingat Sungmin, tidak?"
Yesung mengangguk. "Namja manis bergigi kelinci yang bersama kalian waktu konserku di Amerika itu kan?"
Ryeowook mengangguk. "Yah, kau benar. Akhirnya Kyuhyun dan Kibum sama-sama dapat pacar juga. Akhirnya aku tidak sendirian!"
Yesung memeluk pinggang Ryeowook. "Kau tidak pernah sendirian, chagi. Aku ada untukmu." Kata Yesung.
Ryeowook memukul pelan tangan Yesung. "Kalau kau terus memelukku seperti ini, lagu untuk album barumu tak akan selesai. Dan jika albummu tidak keluar pada waktunya, jangan harap aku masih mau menjadi pacarmu! Aku malu punya pacar yang tidak bisa menepati janjinya sendiri!" ancam Ryeowook.
Yesung tertawa. "Kau tidak mau punya pacar sepertiku? Penyanyi tampan yang sudah berkali-kali konser? Yang sudah mengeluarkan empat album? Yang punya banyak sekali fans di dunia?"
Ryeowook mendengus. "Cih, jangan kepedean ya. Sudah cepat selesaikan lagumu, atau aku tinggal pulang!
"Iya, iya. Bantu aku buat lagu." Pinta Yesung.
Ryeowook menggeleng. "Katanya mau buat dua lagu di album barunya.. Ya buat sendiri dong!" kata Ryeowook sambil meleletkan lidahnya.
Yesung mengecup kening Ryeowook. "Ya, tapi temani aku sampai dua laguku selesai ya.."
Ryeowook mengangguk. "Always."
: Waiting :
Pesawat yang ditumpangi Hangeng, Heechul, dan Kyuhyun pun akhirnya mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy. Setelah mengurusi bagasi, mereka pun keluar menemui staf Youngwoon.
"Selamat pagi, Mr. Kim, Mrs. Kim, Mr. Kim." Kata Gapsoo ahjussi, asisten pribadi Youngwoon.
"Bagaimana keadaan Appa dan Umma? Mereka belum tahu kan, kalau kami datang ke Amerika?"
"Tidak, Tuan. Tuan dan Nyonya Besar sama sekali belum tahu."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita jalan sekarang."
Di luar, sebuah limusin mewah telah menunggu. Hangeng, Heechul, dan Kyuhyun segera masuk ke dalam limusin dan limusin segera berjalan meninggalkan bandara.
Sepanjang perjalanan, Heechul terus menerus gelisah. Dia sangat gugup. Hangeng yang mengetahu keresahan istrinya pun terus mengenggam tangan Heechul, menenangkan istrinya.
"Romantis romantis.." sindir Kyuhyun yang kesal melihat kelakukan orang tuanya.
Hangeng dan Heechul sama-sama tertawa.
"Wajar kan? Kami sudah tidak bertemu selama enam belas tahun, jadi wajar kalau kami bermesraan terus. Jika kau tidak suka orang tuamu bermesraan, lalu kau maunya apa? Kami bertengkar lalu berpisah lagi, begitu?" kata Heechul.
Kyuhyun cepat-cepat menggeleng. "Aniyaaa.. Bukan begitu maksudku. Hanya saja, aku merindukan Sungmin."
"Salahmu juga sih. Kau menyatakan cinta padanya di hari yang bersamaan dengan kepergian kita ke Amerika. Sabar sedikit, tunggu pas kita pulang. Pasti kau sudah bermesraan dengannya." Kata Hangeng.
Kyuhyun mendengus. "Yah, benar juga sih kata Appa.."
Tanpa mereka sadari, iring-iringan mobil mereka sudah memasuki pekarangan rumah Youngwoon dan Jungsoo. Limusin berhenti tepat di depan pintu masuk rumah. Mereka bertiga turun.
Heechul menatap nanar rumah mewah yang ada di hadapannya. Rumah mewah yang telah ditinggalkannya selama enam belas tahun, kini ada lagi di hadapannya. Dia kembali lagi ke rumah ini dengan statusnya yang lama, sebagai menantu keluarga Kim.
"Ayo, kita masuk." Hangeng menggandeng tangan Heechul.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Mereka langsung menuju kamar Youngwoon dan Jungsoo, karena bisa dipastikan bahwa Youngwoon dan Jungsoo selalu ada di kamar.
Hangeng membuka pintu kamar orang tuanya. Youngwoon dan Jungsoo sedang menonton film di home theater mereka.
"Appa, Umma." Panggil Heechul hati-hati.
Youngwoon dan Jungsoo menoleh. Raut wajah keduanya menunjukkan keterkejutan. Dan tiba-tiba saja, Jungsoo menangis histeris.
Heechul segera menghampiri Jungsoo dan memeluk kakinya. "Umma, maafkan Heechul Umma.. Maafkan Heechul yang sudah pergi.. Maafkan Heechul yang sudah meninggalkan Umma dan Appa, juga Hangeng dan Kyuhyun.." isak Heechul.
Dengan kedua tangannya, Jungsoo berusaha memeluk Heechul. Heechul yang masih memeluk kaki Jungsoo pun segera memeluk tubuh Jungsoo.
"Bukan salahmu.. Ini semua salahku, Heechul.. Maafkan Umma.. Tidak seharusnya Umma mengusirmu.." kata Jungsoo, wajahnya masih dipenuhi air mata.
"Aku sudah kembali Umma.. Keluarga Kim akan utuh lagi, Umma.. Seperti dulu.. Kita akan hidup bersama lagi.. " kata Heechul.
Heechul ganti memeluk Youngwoon. "Appa, maafkan Heechul.. Heechul bersalah sudah pergi.."
Youngwoon mengelus-elus punggung Heechul sambil menangis. "Maafkan Appa, Maafkan Umma.. Kami tahu kami salah."
Heechul menggeleng. "Aku sudah memaafkan Appa dan Umma jauh sebelum Appa dan Umma meminta maaf." Kata Heechul.
Youngwoon melepaskan pelukannya. Heechul memandang kedua mertuanya bergantian.
"Umma, Appa, kini kehidupanku sudah jauh lebih baik daripada dulu. Aku sudah punya perusahaan sendiri. Aku tahu H2K belum sebesar Kimo Group, tapi itulah pencapaianku selama enam belas tahun ini. Aku ingin membuktikan, bahwa aku bisa sederajat dengan kalian." Jelas Heechul.
Youngwoon menggeleng. "Kau tidak perlu membuktikan apa-apa kepada kami Heechul... Karena kau telah membuktikan tulusnya hatimu pada kami.."
Youngwoon menatap Hangeng dan Kyuhyun yang saling berangkulan melihat adegan pertemuan yang mengharukan itu.
"Sini, kita berlima berpelukan."
Hangeng dan Kyuhyun pun ikut bergabung. Merek aberlima saling berpelukan. Mereka sudah sangat rindu saat-saat seperti ini. Enam belas tahun berpisah dengan Heechul, tentunya menimbulkan rasa rindu yang teramat dalam.
: Waiting :
EPILOG
Ruang pertemuan di gedung Kimo Group kini sudah penuh oleh para wartawan. Hari ini, keluarga Kim akan mengadakan konferensi pers. Konferensi pers ini akan menjawab pertanyaan para wartawan yang sudah enam belas tahun tidak ada jawabannya. Sementara itu, di depan, Youngwoon, Jungsoo, Hangeng, Heechul, dan Kyuhyun duduk berdampingan.
"Hari ini, saya, Kim Hangeng, akan menjelaskan semuanya yang telah terjadi dalam hidup saya. Saya bukan lelaki brengsek yang punya anak tapi tidak punya istri. Saya punya istri, hanya saja kami menikah diam-diam dan tidak ada media yang tahu. Enam belas tahun yang lalu, sehabis melahirkan Kyuhyun, orangtua saya yang memang tidak menyukai Heechul, mengusir Heechul dari rumah. Saya berusaha mencari Heechul di Amerika dan Korea, tapi tidak ketemu. Ternyata, Heechul ada di Inggris. Bodohnya saya, selama ini saya tahu reputasi H2K sebagai kafe dan coffee shop yang sangat terkenal, tetapi saya tidak tahu bahwa pemiliknya adalah istri saya sendiri. Saya bertemu istri saya lagi ketika saya menjemput anak saya Kyuhyun di sekolah. Ternyata, dia menjadi guru Bahasa Inggris disitu. Saya masih bertahan untuk tidak menemui Heechul. Bahkan saya tidak memberitahu Kyuhyun. Alasan saya hanya satu, saya takut Heechul udah melupakan saya atau bahkan dia sudah mempunyai cinta yang lain."
Hangeng menatap istrinya, yang sibuk mengelus-elus kepala Kyuhyun yang bersandar di bahunya.
"Setiap hari saya selalu berusaha untuk datang ke sekolah Kyuhyun hanya untuk melihat Heechul. Dan kemudian, suatu kejadian menggelikan membuat saya bertemu lagi dengan istri saya. Awalnya saya menyuruh sekretaris saya untuk membawakan saya kopi karena saya sangat suka dengan kopi dari salah satu karyawan saya di pantry. Tapi sekretaris saya malah membawakan kopi dari H2K. Awalnya saya marah, tapi begitu saya mencicipinya, rasanya enak sekali. Saya mencari tentang H2K di internet dan betapa kagetnya saya begitu mengetahui bahwa pemilik H2K adalah Kim Heechul, yang tak lain adalah istri saya."
Hangeng berhenti sejenak, menarik nafas panjang.
"Saya meminta sekretaris saya untuk mengatur pertemuan dengan direktur H2K. Niat saya hanya untuk bertemu dengan istri saya lagi. Tapi bodohnya saya, saat istri saya masuk ke dalam ruangan, saya sedang dalam posisi memeluk sekretaris saya. Saya menahannya agar tidak jatuh. Heechul marah dan berlari keluar. Saya mengejarnya, dan saya menjelaskan semuanya. Dan akhirnya, kami bisa bersatu kembali, walaupun harus ada kesalahpahaman terlebih dahulu." Kata Hangeng, menyudahi penjelasan panjangnya.
"Lalu, setelah ini, apakah Kimo Group akan digabung dengan H2K Group?" tanya seorang reporter.
Hangeng tersenyum. "Kami belum tahu, tapi yang jelas, digabung atau tidak, kami akan tetap mengelola bisnis kami masing-masing dengan baik."
"Dan Kyuhyun-ssi, apakah anda nantinya akan mewarisi perusahaan orangtua anda?" tanya seorang reporter.
"Oh, tentu saja! Tapi aku hanya mau mewarisi usaha Umma. Soalnya usaha Umma makanan semua, aku suka! Aku bisa makan banyak nanti! Gratis pula! Usaha Appa nanti, biar adikku saja! Umma dan Appa ku akan cepat membuatnya kok!" seru Kyuhyun semangat.
Hangeng dan Heechul ternganga. Sedangkan para wartawan yang ada semuanya tertawa mendengar penuturan Kyuhyun. Youngwoon dan Jungsoo ikut tertawa.
"Umma sudah 38 tahun." Kata Heechul.
"Ah, bisa kok! Kyuhyun pernah membaca di majalah ada wanita 50 tahun hamil. Umma saja masih 38 tahun, pasti masih bisa!"
Hangeng tertawa terbahak-bahak, sedangkan Heechul hanya tersenyum tipis melihat kelakuan anaknya.
: Waiting :
"Dan mari kita sambut, Kim Kyuhyun dan Jung Ryeowook dari kelas 10A!" seru sang pembawa acara, Kang Hodong.
Lampu panggung dimatikan. Kemudian satu lampu menyorot Kyuhyun dan satunya lagi menyorot Ryeowook.
"Awalnya kami akan menyanyikan beberapa lagu di mash up kan, tapi karena suatu kejadian yang sangat berharga dalam hidup saya, kami memutuskan untuk mengganti lagu dengan lagu pernikahan kedua orang tua saya. Nothing's Gonna Change My Love For You." Kata Kyuhyun sambil menatap kedua orang tuanya.
Hangeng dan Heechul saling berpegangan tangan. Mereka mendengarkan dengan serius ketika Kyuhyun dan Ryeowook menyanyikan lagu terindah dalam hidup mereka.
Dan ketika lagu itu selesai, Kyuhyun turun dari panggung dan menghampiri kedua orang tuanya.
"Saranghaeyo, Appa, Umma." Katanya sambil memeluk kedua orang tuanya.
Mulai dari sekarang, mereka bertiga akan menjadi keluarga yang utuh. Ditambah dengan janin yang ada di kandungan Heechul, mereka yakin mereka bisa menjadi keluarga yang bahagia. Selamanya {}
.
.
END
.
Akhirnyaaa berakhirlah FF gaje ini .. *usap keringat*. Kita doakan semoga mereka bertiga bisa menjadi keluarga bahagia ya...
Akhir kata, author mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaan mengikuti FF gaje yang gak jelas arahnya kemana ini. Dan maaf sekali adegan pertemuan Heechul dengan mertuanya garing, karena author bingung mau dijadiin bagaimana -_-
Gomawo.. *deep bow*
