Ohiya, sebelumnya Yuta mau ucapin selamat ulang tahun untuk Kai dan Kyungsoo. Dan juga selamat hari KaiSoo pada tanggal 13 Januari. OTP yang paling badabess pokoknya :'D
Semoga makin langgeng dan makin real. Kalo bisa, mereka bikin ig biar bisa kode-kodean kaya ChanBaek .g
KaiSoo IS REAL! Pokoknya semua OTP IS REAL! *maksa :v

Ok, dan untuk readers yang udah ngasih saran dan masukan ke Yuta melalui review, Yuta ucapin banyak terima kasih dan Yuta jadiin pembelajaran. Sampe ada yang koreksi bahasa Yuta :'D Kamu baik bgt ihh, perhatian aned sama Yuta err elelele~ Yuta udah pake kok saran dari kamu biar bisa jadi lebih baik lagi hehe~
Dan juga, buat yang protes kenapa cerita ini banyak pairing lain.. sekali lagi Yuta mau jelasin kalo specialist Yuta emang ke CBKSHH tau kan kepanjangannya apa? Ya, ChanBaek KaiSoo Hunhan. Jadi, disetiap FF Yuta pasti Yuta selalu focus ke 3 pairing itu. Yuta lakuin juga untuk mendukung cerita, coba deh bayangin kalo ga ada KaiSoo di cerita ini... pasti anehlah haha :'D
Kalo masih ada yang protes dan gasuka sama pairing yang ada disini, tolong jangan dibaca (daripada nantinya bikin kzl, iyakan?) haha
Udah itu aja tanggapan dari Yuta, dan mohon maaf kalo Yuta ada salah kata hihihi~ enjoy!


~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~

"Aaaa~ sajangnimh~ ugh! akhh terushh ngghh~"

Jlebh!

"Ahhh~"

Chanyeol mendorong penisnya begitu dalam dan sedetik kemudian ia menarik tubuh Baekhyun agar terbangun, lalu menyandarkannya pada kepala tempat tidur sehingga mereka sudah berada di posisi yang saling berhadapan sambil terduduk masih dengan penyatuan bagian bawah tubuh mereka yang masih berlanjut. Tangan Chanyeol menarik satu kaki Baekhyun lalu menopangkannya di atas bahu lebarnya sehingga paha Baekhyun terbuka dengan sangat lebar di hadapannya. Baekhyun mengangkang dengan satu kakinya yang berada di bahu Chanyeol dan satu tangannya ia gunakan untuk menopang berat tubuhnya yang juga terus terhentak-hentak karena Chanyeol sama sekali tidak menghentikan aktivitas menggenjotnya.

Lubang Baekhyun terus saja di habisi oleh Chanyeol sehingga Baekhyun meraung-raung meminta lebih padanya.

"Ckphh umphh cpkhh cpkhh~"

Chanyeol kembali membungkam bibir Baekhyun dengan kasar bahkan hingga entah liur milik siapa sedikit menetes di sela bibir tipis Baekhyun.

Clokhh clokhh clokhh!

Baekhyun dan Chanyeol saling tersenyum dengan nafas yang terengah-engah karena aktivitas mereka kali ini begitu panas dan mungkin mereka sudah pada tingkat tertinggi sebelum mereka mencapai orgasme mereka. Baekhyun memeluk leher Chanyeol dengan erat ketika ia merasakan penis Chanyeol yang sudah membesar dan berkedut di dalam sana menandakan jika kekasih tampannya ini akan segera tiba pada puncaknya. Baekhyun langsung mengetatkan lubangnya sehingga begitu erat memeras penis Chanyeol dan hanya dengan beberapa dorongan berkecepatan super tersebut, Chanyeol tiba pada orgasmenya. Disusul dengan Baekhyun dan seketika Baekhyun ambruk di pelukan Chanyeol dengan tubuh yang bergetar dan nafas yang terengah-engah.

Untuk kali kedua, Baekhyun membiarkan Chanyeol menanamkan benihnya di dalam tubuhnya. Biarkan ia melakukan hal ini meskipun tanpa ikatan yang jelas. Karena ia yakin jika Chanyeol bukanlah lelaki brengsek dan ia yakin jika Chanyeol akan berakhir padanya.

Setelah cukup lama mereka menikmati orgasme hebat mereka, akhirnya Baekhyun melepaskan pelukannya dan tangannya kembali menangkup wajah Chanyeol. Baekhyun terus saja mengembangkan senyumannya sambil menatap wajah tampan Chanyeol dan kemudian bibir tipis itu mulai mengecupi seluruh bagian wajah Chanyeol, mulai dari dahi, pelipis, mata, pipi, hidung dan berakhir pada bibir tebal Chanyeol. Keduanya kembali berciuman, namun kali ini lebih lembut dan hangat karena keduanya menggunakan perasaan mereka, bukan hanya sekedar nafsu semata.

Cpkh cpkh cpkh

Lumatan bibir Baekhyun begitu lembut pada bibir Chanyeol dan itu membuat Chanyeol membaringkan kembali tubuh Baekhyun dan melanjutkan ciuman manis mereka.

'Aku mencintaimu, Byun Baekhyun. Dan jangan pernah lelah untuk menungguku'

.

.

.


Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

I LOVE YOUR HUSBAND (CHANBAEK)

Main Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Do Kyungsoo

Kim Jong In

And others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Marriege Life, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Disclaimer:

Fanfict yang terinspirasi dari beberapa pengalaman. Di tulis oleh Yuta sendiri dan juga di bantu oleh Maple Fujoshi2309 (Author pemes, siapa sih yang kaga kenal sama Maple? XD). Dan tidak memplagiat cerita dari orang lain. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

Baekhyun mencintai Chanyeol yang ternyata sudah memiliki seorang istri yang bernama Kyungsoo. "Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tinggalkan istrimu, dan dengan begitu kita bisa saling mencintai. Walaupun ini sulit untukku, tetapi aku akan tetap merebutmu dari istrimu.." (CHANBAEK) Slight CHANSOO, KAISOO. RnR!

Backsound:

Yiruma - River Flows In You

~~ HAPPY READING ~~


.

.

.

Ting tong~

Kyungsoo yang tengah memasak di dapur, seketika menghentikan aktivitasnya saat mendengar bel rumah mewahnya berbunyi. Dengan wajah yang tanpa ekspresi, akhirnya Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju pintu. Ia tau jika seseorang yang datang kerumahnya saat ini bukanlah Chanyeol karena Chanyeol tadi pagi sempat mengatakan padanya jika ia akan berkunjung ke apartement Baekhyun.

Jangan heran kenapa Kyungsoo sama sekali tidak marah akan hubungan suaminya terhadap asistennya yang sangat special itu, karena Kyungsoo memang sudah tidak bisa melanjutkan kepura-puraanya untuk mencintai Chanyeol lagi. Itu sangat melelahkan dan juga sangat menyakitkan untuknya. Jadi, untuk saat ini ia lebih memilih untuk membiarkan kehidupannya mengalir begitu saja seiring berjalannya waktu. Ia yakin ini semua akan berakhir.

Cklek

Kyungsoo membuka pintunya dan ia cukup terkejut dengan sosok yang saat ini tengah berdiri di hadapannya, tetapi dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk menyembunyikan ekspresi terkejutnya dengan wajahnya yang datar seperti biasa yang ia tunjukkan pada lelaki ini.

Ya, Kai lah seseorang yang mendatangi rumah Kyungsoo saat ini.

"Aku tidak akan menyentuhmu sedikitpun. Aku hanya ingin berbicara denganmu" ucap Kai dengan cepat ketika ia mengetahui ekspresi yang ditunjukkan oleh Kyungsoo.

Kyungsoo melemah, akhirnya ia mempersilahkan Kai masuk dan menyuruhnya untuk duduk di ruang tengah. Setelah menyajikan segelas minuman untuk Kai, akhirnya Kyungsoo mendudukkan dirinya dengan tenang di hadapan lelaki yang masih di cintainya tersebut.

"Bagaimana keadaanmu?" ucap Kai membuka pembicaraan mereka.

Kyungsoo hanya memandang datar gelas yang berada dihadapannya tanpa mau membalas tatapan Kai, karena menurutnya menatap Kai sama saja membuka luka lamanya kembali.

"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja" ucap Kyungsoo dengan lemah.

Demi Tuhan, Kai sungguh ingin memeluk tubuh ringkih itu kedalam dekapan hangatnya. Tetapi tidak bisa karena ia berjanji tidak akan menyentuh Kyungsoo, karena apabila ia melakukan hal itu pasti membuat Kyungsoo merasa tidak nyaman akan kehadirannya.

"Kau terlihat tidak baik-baik saja Do Kyungsoo. Kau sama sekali tidak bisa membohongiku" ucap Kai sambil memperhatikan kondisi Kyungsoo secara keseluruhan.

"Jika kau berpikir seperti itu, baiklah aku memang tidak bisa membohongimu. Aku sedang tidak baik-baik saja" lirih Kyungsoo setenang mungkin.

Kai menghela nafasnya dan menundukkan kepalanya sejenak. Berpikir apakah ia mampu melunakkan hati Kyungsoo saat ini juga atau tidak, dan terus berusaha membahas masalah mereka tanpa menimbulkan masalah baru.

"Kau bisa berbagi kesulitan yang saat ini kau alami padaku. Aku siap untuk melewatinya bersamamu, Kyung"

"Tetapi Ayahku tidak.."

"Aku akan menemui Ayahmu"

"Tidak. Jangan melakukan hal gila"

"Kau mengkhawatirkanku? Lalu bagaimana denganku yang selama ini begitu mengkhawatirkanmu?" Kai mulai sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Kau tidak mengkhawatirkanku. Kau telah meninggalkanku"

"Aku akan memperbaiki semuanya. Izinkan aku untuk melakukan semuanya karena suamimu sendiri yang menyuruhku bertanggung jawab atas kesalahan dan kekacauan yang telah ku perbuat padamu. Kau mengandung kembali anakku, dan tidak ada alasan bagiku untuk mencampakkanmu begitu saja"

Kyungsoo terdiam, lebih tepatnya ia terdiam karena ia sangat terkejut karena ucapan panjang Kai. Mungkin sudah saatnya ia menyerahkan semuanya pada Kai, ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk bersikap egois.

"Ayahku begitu membencimu, tetapi.."

Kyungsoo mengangkat kepalanya untuk menatap mata Kai dan perlahan Kyungsoo mengembangkan senyumannya. Walaupun sangat tipis, tetapi Kai mampu melihatnya.

"..aku tidak bisa menghindarimu lagi dan aku yakin kita bisa melaluinya bersama"

Kai langsung tersenyum cerah ketika ia baru saja menyadari Kyungsoo sudah kembali pada diri Kyungsoo yang dulu. Kyungsoo saat pertama kali ia kenal, Kyungsoo yang lembut dan tidak pernah bersikap egois. Bahkan saat ia meninggalkan Kyungsoo, Kyungsoo hanya menangis dan tidak melakukan apapun. Inilah Kyungsoo yang sebenarnya..

Kyungsoo sosok yang paling ia cintai.

Kai berdiri dari posisi duduknya dan menarik pinggang Kyungsoo lalu memeluknya dengan erat. Tubuh yang sudah lama sekali tidak ia rengkuh seperti ini dan itu membuat Kai sangat merindukannya. Kyungsoo masih tersenyum dan perlahan membalas pelukan Kai. Walaupun ia masih memiliki perasaan bersalah pada Kai karena pernikahannya bersama Chanyeol. Tetapi Kyungsoo yakin, jika Kai pasti akan memaafkan dirinya dan mengerti dengan semua yang telah terjadi.

"Aku akan mengatakan pada Tae Oh jika kau adalah Ayah kandungnya.."

Kyungsoo melepaskan pelukannya pada Kai dan menatap wajah Kai dengan pandangan yang sendu.

"Bantu aku untuk mengatakannya" ucap Kyungsoo lagi.

Kemudian Kai mengangguk dan tersenyum sangat hangat pada Kyungsoo. Dan tanpa sadar Kai mulai mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo berusaha untuk memberi kecupan penenang untuk Kyungsoo. Kyungsoo yang mengertipun, sedikit mendongakkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya saat bibir mereka sudah bersentuhan dengan sangat lembut.

Keduanya sama-sama menginginkan ciuman ini dan keduanya melakukan ciuman ini dengan menggunakan perasaan. Jantung keduanya berdegup sedikit kencang dan itu sangatlah menyenangkan.

'Aku rasa sudah seharusnya penderitaan ini berakhir'

.

.

.


.

.

.

"Kau masih ingin memanggilku sajangnim?" ucap Chanyeol ketika mendapati Baekhyun terdiam di dalam dekapannya. Setelah permainan panas mereka tadi, Chanyeol langsung menutupi tubuh polos mereka berdua dan berakhir dengan mereka yang sedikit berbincang dalam posisi Chanyeol yang berbaring dengan Baekhyun yang memeluk tubuhnya dari samping dengan sangat manja.

"Tentu saja, kau memang sajangnimku" cuek Baekhyun.

"Kau bahkan belum berubah sejak 5 tahun lalu. Kau selalu memanggilku sunbaenim padahal kita sudah berpacaran" Chanyeol sedikit menyunggingkan senyumannya kala ia teringat dengan masa indahnya bersama Baekhyun sejak mereka masih duduk di sekolah menengah. Terlintas di ingatannya ketika ia melihat Baekhyun menangis di luar ruang musik ketika ia sedang memainkan pianonya. Pertemuan yang tak terduga dan berawal darisanalah kisah cinta mereka dimulai.

"Aku lebih suka memanggilmu seperti itu karena kau memang lebih tua setahun dariku, dan apabila aku memanggilmu hanya dengan nama, aku rasa itu tidaklah sopan" jawab Baekhyun dengan santai.

Kemudian setelah mereka benar-benar tidak merasa lelah setelah permainan ranjang mereka, akhirnya Baekhyun memutuskan untuk bangkit dari posisinya dan meraih kemeja putih milik Chanyeol lalu memakainya. Begitu menggemaskan dimata Chanyeol dan seketika Chanyeol harus membuang pikiran mesumnya jauh-jauh karena ia tidak ingin hilang kendali dengan kembali menunggangi Baekhyun hingga malam hari. Wow, terdengar menakjubkan tetapi mengerikan diwaktu di yang bersamaan.

Perlahan Baekhyun melangkahkan kaki telanjangnya ke sudut ruangan dan ia sedikit menyunggingkan senyumannya ketika mendengar suara Chanyeol menyibakkan selimutnya. Baekhyun tau pasti Chanyeol akan mengikutinya. Dan benar, Chanyeol langsung memeluk tubuhnya dari belakang ketika ia sudah tiba di depan sebuah piano yang jarang sekali ia mainkan.

"Masih menyukai piano?" tanya Baekhyun sambil memengang kedua tangan besar Chanyeol yang sedang memeluknya.

Ya, Baekhyun memang memiliki sebuah piano besar di apartement nya. Ia nekad memindahkan benda besar dan berat itu kesini karena ia begitu menyukai piano. Akan terasa begitu menyenangkan ketika ia melihat kesepuluh jarinya menari dengan indah dan lincah di atas tuts-tuts berwarna putih dan hitam itu. Terdengar alunan indah yang akan tercipta yang akan mengiringnya untuk bernyanyi. Setelah bernyanyi sambil memainkan piano, ia merasa seolah beban kehidupannya terangkat begitu saja dan terasa amat ringan.

"Tentu, aku selalu mengingatmu ketika aku memainkan piano" jawab Chanyeol sambil mengecupi pipi Baekhyun dari samping.

Baekhyun terkikik geli. Kemudian ia menghadapkan tubuhnya pada Chanyeol lalu mengalungkan kedua lengan kurusnya pada leher Chanyeol.

"Inilah alasan kenapa aku begitu menyukaimu 5 tahun lalu. Kau pandai bermain piano dengan sangat indah, dan permainanmu mengingatkanku pada mendiang Ayahku"

Perlahan tangan Baekhyun turun ke pinggang Chanyeol lalu memeluk tubuh Chanyeol, menenggelamkan kepalanya didada Chanyeol dan menyamankan posisinya.

"Aku begitu menyukaimu ketika aku pertama kali melihatmu. Terlebih permainan pianomu itu.. Ayahku selalu memainkannya ketika aku masih berusia 5 tahun, dia sangat menyayangiku dan mengajariku memainkan piano diusia semuda itu. Tetapi Ayahku meninggal saat dia mendatangi konser tunggal permainan pianonya. Dia kecelakaan dan aku hanya mengingat lagu itu ketika Ayahku sudah pergi meninggalkanku selama-lamanya" jelas Baekhyun dengan suara yang sedikit bergetar.

Chanyeol merengkuh tubuh Baekhyun dengan sangat erat.

"Kau lelaki kedua yang aku cintai setelah Ayahku. Tetapi kau orang pertama yang mengenalkanku pada cinta hingga saat ini. Tidak ada lelaki lain yang mampu menggantikanmu di hatiku, Chanyeol" lanjut Baekhyun.

Chanyeol mengecupi puncak kepala Baekhyun dengan sayang. Mereka saling mencintai tetapi harus menghadapi banyak rintangan seperti ini. Tetapi itu dijadikan sesuatu yang harus di syukuri oleh mereka, karena dengan masalah yang datang pada mereka, membuat cinta mereka semakin kuat.

"Aku juga mencintaimu Byun Baekhyun. Tidak ada yang bisa menggantikanmu"

Baekhyun mengangguk dan melepaskan pelukannya, lalu duduk di kursi piano tersebut dan menarik tangan Chanyeol untuk duduk di sebelahnya.

"Masih mengingatnya?" tanya Baekhyun dengan senyuman cerianya.

Chanyeol mengangguk dan membalas senyuman manis Baekhyun.

Kemudian Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah piano dan mulai menekan tuts-tuts tersebut.

If there's a road that's for you

Then it is inside of you

If you can endure it

Then leave everything of yours to me

Holding you holding you

It's in you, river flows in you

Slowly, slowly the river in my heart flows

Holding you holding you

It's in you, river flows in you

Longing, at the end of that longing

I would be there

I want to throw my heart at you

So that you can always feel it with you

If you can endure it still

Then leave everything of yours to me

Baekhyun menghentikan permainan piano nya dan membiarkan Chanyeol yang melanjutkannya seorang diri. Chanyeol masih serius dengan permainan pianonya bahkan ia tidak tersadar jika Baekhyun sudah duduk tepat di hadapannya. Ah tidak, lebih tepatnya Baekhyun duduk di atas piano tepat di hadapan Chanyeol.

Baekhyun terus mengembangkan senyumannya sambil memperhatikan wajah tampan Chanyeol yang semakin terlihat tampan karena tatanan rambutnya yang tidak rapih juga di tambah dengan keadaan Chanyeol yang tidak mengenakan bajunya, hanya mengenakan celana panjangnya saja. Baekhyun bottomless, sedangkan Chanyeol topless.

Jika ada sebuah jalan, itu untukmu

Maka, itu berada di dalam dirimu

Jika kau dapat menanggungnya

Kemudian meninggalkan segala sesuatu dari dirimu padaku

Menggenggammu, menggenggamu

Ini di dalam dirimu, sungai mengalir di dalam dirimu

Perlahan, perlahan-lahan sungai di hatiku mengalir

Menggenggammu, menggenggammu

Ini di dalam dirimu, sungai mengalir di dalam dirimu

Kerinduan, pada akhir kerinduan itu

Aku akan berada di sana

Aku ingin membuang hatiku padamu

Sehingga kau selalu dapat merasakannya dengan dirimu

Jika kau masih bisa bertahan

Kemudian meninggalkan segala sesuatu dari dirimu padaku

Selesai.

Chanyeol menyelesaikan dengan baik bahkan tanpa terlupa sedikitpun. Ia masih mengingat lagu itu dengan baik dan itu membuat Baekhyun semakin mencintainya. Baekhyun terkikik saat Chanyeol bangkit dari kursinya dan berdiri tepat di hadapannya. Dengan cepat Chanyeol mencium bibir manis Baekhyun dan tentu saja di sambut dengan senang hati oleh Baekhyun. Baekhyun memeluk tubuh topless Chanyeol dan terus memagut bibir Chanyeol dengan panas. Sedangkan Chanyeol terus menghabisi bibir Baekhyun hingga benar-benar habis. Karena ia memang sangat merindukan moment seperti ini bersama kekasih cantiknya tersebut. Seolah rasa rindunya selama ini akan terlepas begitu saja jika ia mencium Baekhyun dengan dalam seperti ini.

'Kau harus tau jika aku sangat-sangat mencintaimu, Baekhyun'

'Aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi, Chanyeol'

.

.

.


.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini, Lu? Tidak biasanya kau menunduk seorang diri sambil berdiam diri seperti itu. Apa kau sakit?" tanya Kai saat melihat Luhan tengah menundukkan kepalanya lemah di sofa yang berada dikamarnya.

"Aku sedang tidak berselera untuk melakukan apapun" jawab Luhan lirih.

Kai mengernyit. Aneh, biasanya Luhan paling banyak bicara dan selalu melakukan apapun untuk menghindari kesunyian. Tetapi sekarang? Luhan terlihat sangat tidak bersemangat seperti anak ayam yang tengah sakit. Ow, ataukah..

"Apa terjadi sesuatu? Apa kau hamil?"

PLETAKK!

Luhan memukul kepala Kai dengan amat keras menggunakan majalah yang berada di dekatnya. Membuat Kai meringis dan menatap Luhan dengan tatapan tidak terima.

"KAU FIKIR APAKAH AKU SEMURAH ITU UNTUK MENERIMA SPERMA DARI LAKI-LAKI LAIN YANG BUKAN SUAMIKU?!"

Kai sedikit terkikik karena sepertinya ia berhasil mengembalikan sikap asli Luhan yang suka berteriak-teriak.

"Jadi selama ini kau menggunakan pengaman ya? Ah aku baru tau" ucap Kai masih terus menggoda Luhan.

"Jangan berusaha untuk membuatku marah. Aku sedang tidak berselera!"

"Baiklah baiklah. Ini, untukmu. Kau boleh memakainya sepuasmu" ucap Kai sambil menyodorkan golden card pada Luhan yang baru ia ambil dari dompetnya.

Luhan mengernyit sambil menerima golden card itu dari Kai. Tumben sekali Kai memberinya uang seperti ini.

"Tidak perlu menampilkan ekspresi sok imut seperti itu. Aku tengah berbaik hati karena aku baru saja mendapatkan cinta Kyungsoo kembali" ucap Kai dengan santai.

Luhan menganga.

"Jinjja?!"

"Akan aku jelaskan semuanya jika aku sudah benar-benar mendapatkannya"

Lalu dengan seenak jidat, Kai pergi begitu saja dari hadapan Luhan keluar dari kamarnya. Meninggalkan Luhan disana dan melakukan hal semaunya karena saat ini ada hal yang harus ia hadapi mengenai Kyungsoo dan juga anaknya, Tae Oh. Ya, Kai ingin mendatangi Tuan Do di kediamannya yang terletak di daerah Gyeonggi.

Luhan memiringkan kepalanya dan senyuman perlahan muncul di wajah cantiknya.

"Sepertinya aku bisa menyewa lelaki tampan untuk menyetubuhiku dan dengan begitu aku bisa melupakan Sehun"

Luhan kemudian meraih ponselnya dan mencari kontak seseorang yang biasa menikmati tubuhnya. Dengan sambil mengerucutkan bibirnya lucu, Luhan kemudian menekan icon hijau dan menempelkan ponsel tersebut pada telinganya.

"Selamat siang Kris. Aku sedang bosan, kau berada dimana? Apa aku boleh menemanimu dan.. memanjakan penismu?" ucap Luhan dengan nada genitnya dan lirih di akhir kalimatnya.

".."

"Oh My Lord! Kirimi aku alamat kantormu dan aku akan segera kesana. Tunggu aku sayang"

Tanpa menunggu lama lagi, Luhan segera berlarian menuju parkiran mobilnya dan setelah ia mendapatkan alamat kantor Kris, Luhan segera menginjak gasnya.

'Sepertinya aku akan bersenang-senang sebentar lagi'

Tak terasa Luhan sudah tiba di kantor yang Kris maksud. Jika kalian bertanya-tanya siapa itu Kris, maka kalian harus tau jika Kris adalah teman lama Luhan selama ia berada di China yang kebetulan bekerja di Korea. Dan setelah ia bertemu kembali dengan Kris, Luhan merasa nyaman saat bersama Kris dan tanpa sengaja mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh teman. Ya, Luhan dan Kris sering bercinta setiap kali mereka bertemu. Luhan memang sangat menyukai sentuhan Kris, tetapi Luhan tidak pernah menerima cinta Kris karena ia tidak ingin pertemanan mereka hancur. Menjadi partner seks sepertinya sudah cukup bagi keduanya.

Luhan kembali menempelkan ponselnya pada telinganya menghubungi Kris saat ia sudah berada di lobby kantor Kris bekerja.

"Kau berada di lantai berapa?" tanya Luhan.

".."

"Menunggu disini? Baiklah. Aku tidak mau menunggu selama lebih dari 5 menit"

Baru saja Luhan ingin memasukkan kembali ponselnya, tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang menarik tangannya dengan cukup kuat bahkan membawanya menjauh darisana. Dan betapa terkejutnya Luhan ketika melihat siapa pelaku penarikan pada tangannya tersebut.

"Se-sehun?"

Brakk

Cklek

Brukk

"Akh!"

Luhan sedikit meringis ketika menyadari Sehun menariknya ke salah satu kamar mandi, mengunci pintu kamar mandi mewah itu dengan cepat dan bahkan menubrukkan punggungnya pada dinding kamar mandi yang dingin itu.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sehun sambil mencengkram kedua bahu Luhan dengan cukup kuat. Sehingga membuat Luhan meringis dan terus memberontak.

"Aku ingin menemui partner seksku! Dan seharusnya kau tidak perlu peduli dengan apa yang aku lakukan!"

Sehun kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatap seluruh tubuh Luhan dari atas sampai bawah.

"Lihatlah, bagaimana aku bisa membiarkanmu berkeliling di kantor ini dengan pakaianmu yang seperti itu. Apa kau memang benar-benar ingin di anggap lelaki jalang?"

"Lalu apa salahnya jika aku memang jalang? Bukankah kau yang mengatakannya sendiri kemarin? Eoh?" ucap Luhan berusaha untuk menahan airmatanya karena teringat kejadian kemarin saat di bar bersama Sehun.

"Seharusnya kau tidak mendengarkan perkataan orang yang sedang mabuk!"

"Lepass!" Luhan masih berusaha untuk lepas dari cengkraman Sehun.

"Tidak. Katakan padaku sedang apa kau dikantor ini? Asal kau tau, aku adalah Direktur Utama disini"

Sontak Luhan terdiam setelah mendengarkan perkataan Sehun. Apakah itu benar? Ugh! Dan Luhan menyesali kenapa begitu sempit dunia ini.

"Aku ingin menemui partner seks ku! Apa kau masih belum mengerti juga?"

"Siapa dia?"

"Kau tidak perlu tau"

"Katakan atau aku akan memperkosamu disini"

Tidak bohong, Sehun memang sedikit bernafsu melihat penampilan Luhan yang seperti ini. Dan kalian pasti tidak menyangka jika Sehun terus memandangi foto Luhan yang berada di cameranya setiap malam sebelum ia tidur. Sedikit menggelikan memang, tetapi itulah kenyataannya. Sehun tidak bisa melupakan lelaki cantik bak malaikat ini.

Luhan tersentak. Jika biasanya ia akan senang setelah mendengar perkataan itu, tetapi kali ini entah kenapa jika Sehun yang mengatakannya ia menjadi sedikit.. um gugup? lebih tepatnya, kenapa jantungnya terus saja berpacu dengan cepat saat merasakan sentuhan Sehun? Ini sungguh aneh.

"Lepas! Aku tidak memiliki banyak waktu"

"Baiklah, sepertinya kau memang ingin aku perkosa eoh?"

"Jangan mengatakan hal yang- umphh cpkhh mphh!"

Dengan cepat Sehun melahap bibir Luhan kasar, mengabaikan rontaan yang terus dilakukan oleh Luhan. Bahkan Sehun terus memojokkan Luhan sehingga ciuman mereka semakin dalam, walaupun terkesan memaksa, tetapi Sehun tau jika Luhan menyukai ciumannya. Entah kenapa Sehun nekad melakukan hal ini pada Luhan padahal baru kemarin mereka bertemu kembali dan baru kemarin Sehun menyatakan cintanya pada Baekhyun. Ini diluar kendalinya, ia hanya ingin melakukan hal ini pada Luhan dan sudah, Sehun tidak ingin memikirkan hal lain saat ini.

Sehun melepaskan ciumannya dan memandang wajah Luhan yang memerah dan rambutnya yang sedikit berantakan. Sangat menggairahkan dimatanya dan tangannya mulai bergerak untuk melepaskan satu persatu pakaian Luhan.

"A-apa yang k-kau lakukan?" ucap Luhan sambil meneteskan airmatanya.

"Aku tertarik padamu dan aku ingin menikmatimu.."

.

.

.


.

.

.

Sebelum pergi ke Gyeonggi, Kai terlebih dulu mengunjungi Rumah Sakit Tae Oh untuk menjemput Kyungsoo yang berada disana. Ia akan membawa Kyungsoo di hadapan Tuan Do karena Kyungsoo sendirilah yang memintanya untuk mengikut sertakan dirinya menghadapi sang Ayah. Kyungsoo siap menerima apa yang akan dilayangkan Ayahnya nanti jika ia datang berkunjung bersama lelaki lain, bukan suaminya.

Kyungsoo sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi itu semua.

"Maaf membuatmu menunggu" ucap Kai sambil menepuk pelan bahu Kyungsoo yang tengah duduk disamping tempat tidur Tae Oh.

Kyungsoo tersenyum.

"Duduklah. Tae Oh ingin memelukmu"

Pandangan Kai beralih pada sang buah hati bersama Kyungsoo yang sudah merentangkan kedua tangannya minta untuk di peluk. Dengan senang hati Kai memeluk erat tubuh mungil Taeh dan menggendongnya.

"Appa.."

Kai sedikit tercekat mendengar apa yang baru saja di lontarkan oleh anak imut ini. Seketika Kai langsung memandang ke arah Kyungsoo meminta penjelasan melalui tatapan matanya.

"Tae Oh ternyata sudah mengetahuinya lebih awal dan akupun sama terkejutnya sepertimu. Dia mengatakan jika ia melihat kita berciuman waktu itu" Kyungsoo sedikit merona ketika ia teringat Kai menciumnya dengan sangat lembut dimalam itu.

"Appa. Wajah Appa mirip dengan Tae Oh. Tae Oh menyayangi Appa" ucap bocah mungil nan polos itu.

Dengan gemas Kai mencium pipi gembil sang buah hati yang menurutnya mirip sekali dengan Kyungsoo. Begitu imut dan menggemaskan. Ia sangat menyayangi Tae Oh karena ialah yang menjadi bukti rasa cintanya yang begitu besar terhadap Kyungsoo.

"Appa bahkan sangat-sangat menyayangimu, sayang"

Tae Oh tertawa dan itu membuat Kyungsoo bernafas lega karena melihat Tae oh yang dapat tertawa selepas itu tidak seperti sebelumnya, entah kenapa Kyungsoo merasa seperti ada beban yang sedikit terangkat jika Tae Oh bertemu dengan Kai. Kyungsoo seharusnya menyadari ini lebih awal dan membuat Tae Oh tidak terus sakit seperti ini.

Setelah sedikit melepaskan tawa mereka, akhirnya keluarga kecil itu menuju ke Gyeonggi untuk menemui Ayah Kyungsoo. Ah iya, sepertinya kalian harus tau jika kondisi Tae Oh saat ini sudah lebih baik karena penanganan yang sigap dan tanggap, dan itu membuat Tae Oh semakin hari semakin terlihat sehat. Dokter bahkan sudah mengizinkan Tae Oh untuk rawat jalan dirumah dan membiarkannya pergi bersama keduanya asalkan masih dalam pengawasan kedua orangtuanya, dan tidak lupa untuk meminumkan obatnya pada Tae Oh.

Kurang lebih mereka harus menempuh jarak selama 2 jam untuk bisa sampai di Gyeonggi. Kyungsoo duduk dengan tenang di samping Kai dengan Tae Oh yang sudah terlelap di pangkuan Kyungsoo. Kai melirik ke arah sang kekasih dan sedikit mengembangkan senyumannya. Hah~ andai saja dia bisa segera memiliki dua malaikat yang berada disampingnya ini dengan mudah, pasti ia tidak perlu untuk melakukan ini semua. Ya walaupun semua ini terjadi berasal dari kesalahannya. Tetapi setidaknya saat ini Kai tengah berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti semula bukan?

Diam-diam Kai menggenggam tangan Kyungsoo dengan satu tangannya, reflek membuat Kyungsoo menoleh karah Kai dan menunjukkan ekspresi bertanyanya.

"Aku tidak sabar untuk segera memilikimu, Kyung. Aku sangat mencintaimu" ucap Kai fokus dengan jalanan yang berada di depannya.

Kyungsoo sedikit merona karena perkataan manis Kai, kemudian ia menundukkan kepalanya kerena jantungnya berdegup dengan keras seperti saat pertama kali ia bertemu dengan Kai 5 tahun lalu. Sangat mendebarkan dan ia menyadari jika selama ini ia tidak salah mencintai orang.

"Aku juga mencintaimu, Kai"

Ini adalah kalimat cinta yang pertama kali Kyungsoo ucapkan selama mereka berpisah 5 tahun silam. Entah kenapa kalimat cinta Kyungsoo begitu melegakan perasaan Kai saat ini. Kai mengeratkan genggamannya dan sedikit mengusap tangan Kyungsoo dengan lembut dan diluar dugaan, Kyungsoo membalas genggaman tangan Kai sehingga menjadi lebih kuat.

Keheningan kembali melanda atmosfer di sekitar mereka. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju.

Kediaman Tuan Do.

Kai menghentikan mobilnya di parkiran depan gerbang rumah mewah Tuan Do dan menghela nafasnya sejenak. Mau tidak mau, ia harus siap menghadapi ini semua. Ya, Kai harus siap karena Kai begitu mencintai Kyungsoo.

"Kau cukup duduk menungguku disini. Aku tidak ingin ada hal yang buruk terjadi paddamu dan Tae Oh nantinya" ucap Kai dengan lembut.

Baru saja Kai ingin keluar dari mobilnya, Kyungsoo lebih dulu menahan tangannya dan dengan cepat meraih leher Kai lalu mengecup bibir tebal lelaki yang dicintainya itu dengan sangat lembut. Kai sedikit tersentak dengan sikap tiba-tiba Kyungsoo dan kemudian Kai mengurungkan niatnya untuk turun dari mobilnya dan justru memperdalam ciuman mereka.

Kai tidak ingin melakukan hal yang lebih disini, karena Kai hanya ingin menenangkan Kyungsoo melalui ciuman lembutnya ini ketika ia merasakan Kyungsoo sedikit terisak disela ciumannya. Selama Kai mengenal Kyungsoo, Kyungsoo akan terisak seperti jika ia merasa takut atau kebingungan. Maka dari itu, Kai mencoba untuk mengulur waktunya mencium Kyungsoo hingga Kyungsoo lebih tenang.

Tes

Airmata Kyungsoo menetes begitu saja membasahi wajah putihnya. Ia menangis, bukan karena ia ragu. Tetapi karena ia sangat mengkhawatirkan Kai. Ia juga tidak ingin Kai terluka atau terjadi hal yang buruk pada Kai. Ia tidak ingin kehilangan Kai untuk yang kedua kalinya.

Bisa Kyungsoo pastikan Ayahnya sudah melacak keberadaannya saat ini. Terbukti dengan adanya dua bodyguard yang tidak biasanya sudah berjaga di depan gerbang tinggi itu. Kyungsoo memang sudah mengatakan hal ini sebelumnya pada sang Ayah dan Kyungsoo menyesal telah memberitahu sang Ayah karena Ayahnya begitu marah dan bahkan mengancam akan membunuh Kai.

Kyungsoo terisak masih dengan lumatan bibirnya pada Kai. Hanya kecupan dan lumatan lembut yang mereka lakukan. Kai tau jika Kyungsoo pasti tengah kacau, maka dari itu dengan cepat Kai menghapus airmata Kyungsoo dan mengakhiri ciuman hangat mereka.

"Kyungsoo, percayalah padaku. Aku akan selalu mencintaimu dan akan seperti itu hingga aku mati" ucap Kai sambil menatap kedua mata Kyungsoo dengan ibu jari nya yang mengusap sudut bibir hati milik Kyungsoo.

Tes

Airmata itu menetes lagi. Namun dengan cepat Kyungsoo mengusap sendiri airmatanya dan mengangguk mematuhi perkataan Kai.

"Aku juga mencintaimu hingga aku mati Kai" isak Kyungsoo.

Kai tersenyum dan mengecup sekali lagi bibir berbentuk hati itu sebelum ia benar-benar beranjak darisana.

"Aku akan melindungi kalian dengan diriku sendiri"

Buk!

Kai menutup pintu mobil tersebut dan dengan tegap ia berjalan memasuki kediaman Do.

"Aku ingin bertemu dengan Tuan Do dan sepertinya kalian juga sudah tau jika aku akan berkunjung disini" ucap Kai pada dua bodyguard yang berjaga disana.

"Baiklah, ikuti kami" ucap salah satu bodyguard tersebut dan Kai mengikuti langkah kedua lelaki bertubuh besar itu memasuki rumah mewah nan besar itu.

Dan disinilah Kai berada, diruangan pribadi milik Tuan Do dengan Tuan Do yang sudah duduk di hadapannya. Kai membungkuk hormat pada Tuan Do sebelum ia memulai pembicaraan tujuan awal mengapa ia bisa berada disini. Namun Tuan Do enggan menatap Kai dan justru menganggap Kai tidak ada.

"Maafkan aku atas kesalahan yang telah aku perbuat pada putra anda satu-satunya" ucap Kai masih dengan membungkuk hormat.

Tuan Do akhirnya berbaik hati menatap Kai dan berdiri dari posisinya, berjalan mendekati Kai dan berdiri tepat di hadapan Kai sambil menyilangkan kedua tangannya angkuh.

"Kau Kim Jong In seorang Direktur di perusahaanmu sendiri yang bernama Kim Corp?"

Kai mengangguk.

"Benar, aku Kim Jong In"

Tuan Do berdecih.

"Aku sama sekali tidak memandang kekayaanmu saat ini. Bahkan aku tau jika perusahaanku memiliki banyak hutang pada perusahaanmu. Tapi itu tidak membuatku lantas membiarkanmu kembali ke kehidupan anakku dan kembali menghancurkannya"

Kai terdiam sejenak, kemudian menghela nafasnya.

"Maafkan aku, aku akan memperbaiki semuanya" ucap Kai.

"Apalagi yang perlu kau perbaiki? Kyungsoo sudah bahagia bersama suaminya sekarang. Kyungsoo dan cucuku sudah bahagia hidup bersama Chanyeol" Tuan Do meninggikan nada bicaranya.

"Kyungsoo tidaklah bahagia, ia merasa tertekan selama ini. Apakah anda tidak menyadari hal itu?"

Tuan Do mengalihkan pandangannya dan seperti terlihat tengah berpikir. Apakah benar selama ini Kyungsoo merasa tertekan? Tetapi selama ini ia melihat kondisi rumah tangga anaknya baik-baik saja.

"Tertekan karena apa? Bukankah ia merasa bahagia karena akhirnya dia bisa melupakanmu? Lelaki yang telah menghancurkannya?"

"Sepertinya anda tidak memahami bagaimana perasaan putra anda dengan baik. Apakah ia patuh begitu saja ketika ia dijodohkan dengan Chanyeol?" ucap Kai sesopan mungkin.

Tuan Do tidak bisa menyangkal jika Kyungsoo selalu saja menolak perjodohan yang sangat di paksakan tersebut.

"Aku sudah melakukan hal yang terbaik. Jangan ganggu hidup anakku lagi kembali atau aku akan menghabisimu"

Kai tertawa miris.

"Aku sama sekali tidak takut bahkan jika kau membunuhku. Aku hanya ingin mengatakan jika aku sangat mencintai Kyungsoo dan aku sudah mendengar dengan jelas jika Kyungsoo juga mencintaiku. Aku dan Kyungsoo saat ini saling mencintai, dan aku tidak akan melepaskan Kyungsoo kepelukan lelaki lain yang tidak dicintainya begitu saja" ucap Kai dengan lantang. Membuat Tuan Do mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat, terlihat amat sangat emosi saat ini.

"Dan satu lagi.." Kai menjeda kalimatnya untuk menatap Tuan Do.

"Kyungsoo saat ini kembali mengandung anakku"

Tuan Do kalut, kemudian ia menyuruh dua bodyguard yang masih berada disana untuk memegangi Kai dan memukulinya.

"Habisi dia diluar, aku tidak ingin darah lelaki brengsek penghancur anakku sampai menetes di rumah ini"

Dengan patuh dua bodyguard itu membawa Kai keluar dari rumah mewah tersebut dan melanjutkan aksinya memukuli Kai. Hingga Kai sudah babak belur saat ini karena tenaganya tidaklah seimbang melawan dua lelaki bertubuh besar ini. Kai sengaja berdiam diri dan tidak memberontak sedikitpun ketika dipukuli. Rasa sakit ini nampaknya cukup impas untuk membayar semua penderitaan yang telah Kyungsoo rasakan selama ini. Kai hampir saja jatuh ke tanah jika saja ia tidak mempertahankan dirinya untuk tetap berdiri.

Darah sudah muncul akibat luka lecet dan sobek pada permukaan kulitnya. Sangat menyakitkan tentunya, terlebih dua orang ini tidak akan menghentikan aksi memukulinya jika Kai belum ambruk.

Tuan Do menyaksikan aksi penganiayaan itu tepat di depan Kai. Ini memang pantas di dapatkan oleh Kai karena sikap brengseknya selama ini dan karena sikap lancangnya yang berani memasuki kehidupan Kyungsoo kembali.

Kyungsoo yang sedari tadi berada di dalam mobil, akhirnya keluar dari mobilnya karena tidak tahan dengan kondisi Kai yang sudah sangat babak belur. Dan betapa terkejutnya Tuan Do saat melihat Kyungsoo sudah berdiri disana dengan airmata yang mengalir deras membasahi wajahnya.

"Appa! Hentikan itu! Kumohon hentikan kau menyakiti Kai!" Kyungsoo berteriak dari sana sambil terisak.

"Kyungsoo? Kenapa kau berada disini?" ucap Tuan Do terkejut.

"Aku disini karena aku mencintainya. Tidakkah Appa mendengar perkataanku selama ini? Aku masih mencintai Kai, Appa!"

Tuan Do berjalan mendekati Kyungsoo, namun Kyungsoo memundurkan langkahnya hingga ia berada di tengah jalan sekarang.

"K-Kyunghh a-apa yang kau lakukan? Argh! Sudah aku katakan kau tetap di dalam mobil" ucap Kai yang mati-matian berbicara karena seluruh bagian tubuhnya terasa amat sakit.

"Jangan menyentuhku sebelum kau melepaskan Kai, Appa!" ancam Kyungsoo.

"Maafkan Appa, Appa tidak bisa membiarkanmu bersama lelaki yang telah membuat hidupmu hancur"

Tuan Do semakin mendekati Kyungsoo. Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil terisak.

"Tidak. Bukan dia yang membuat hidupku hancur. Tetapi Appa! Appa yang sudah membuat hidupku hancur!"

"Kyungsoo! Masuk kedalam mobil!" teriak Kai yang masih di pukuli disana.

Kyungsoo masih memundurkan langkahnya karena sang Appa terus mendekatinya.

"Kau yang menghancurkanku Appa. Aku mencintai Kai dan kau harus tau itu"

"Kyung-"

TIINNNNNNNNN!

Deg!

Tuan Do menoleh kearah jalan raya yang dimana terdapat sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang dan Kyungsoo masih berdiri disana tidak bergerak. Kyungsoo yang melihat mobil dengan kecepatan tinggi itupun hanya terdiam kaku tidak tau harus berbuat apa.

"KYUNGSOO!"

TINNN TIINNN TIINNNNN!

CKIITTTTT~

BRAKKKKK!

Bruk!

Bugh!

"Akhh!"

"K-Kai.."

'Kyungsoo, percayalah padaku. Aku akan selalu mencintaimu dan akan seperti itu hingga aku mati'

"HIKS KAIIII!"

Kyungsoo membulatkan matanya melihat Kai disana yang tergeletak dengan banyak darah yang mengucur dibagian kepalanya. Kyungsoo bisa melihat Kai perlahan menutup kedua matanya setelah Kai berhasil berlari dan mendorong tubuhnya agar Kyungsoo tidak tertabrak. Tetapi..

Justru Kai yang tertabrak dan Kyungsoo langsung jatuh terduduk sambil terisak melihat tubuh Kai yang sudah tidak bergerak bersimbah darah.

"Kai.. hiks"

'Aku akan selalu mencintaimu dan akan seperti itu hingga aku mati'

'Aku mencintaimu Do Kyungsoo..'

.

.

.

.

.

.

TBC!

.

.

.

.

.

.

Maaf ya kalo kurang greget, soalnya Yuta lagi bener-bener ga ada ide yang bagus, ya begini deh jadi nya, Yuta paksain wkwk :'D

Dan buat yang minta Kai harus berkorban untuk mendapatkan Kyungsoo kembali, tuh udah Yuta bikin Kai ketabrak mobil. *yawlaa padahal Kai bias Yuta yawlaaa ToT jahad kalian semua! jahadd! Mana pas banget dia ulang tahun, dan juga pas banyak bom *eh *digampar

Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kai, Yuta juga belom tau *digampar lagi

Pokoknya do'ain aja biar Kai selamat meskipun ia hilang ingatan nanti *plakk *ahh di gampar lagi -,-

Okelah, buat yang masih mau lanjut, review dulu yaa~

Yuta tunggu review nya~

OK, LAST!

NEXT?

REVIEW JUSEYO~

SARANGHAE BBUING~!