War of Hormone
Mark x Haechan
NCT
.
.
.
"Jangan cuma diaduk-aduk makanannya Haechan. Makanan itu tidak bisa masuk sendiri ke dalam perutmu dengan terus mengaduknya"
Haechan tidak mendengarkan perkataan Johnny. Dia terus mengaduk sarapan paginya. Hari ini dia tidak ada nafsu buat sarapan. Sekarang ini dia lagi merindukan seseorang yang sedang berada di luar korea selatan.
"Makan Haechan. Mark akan marah jika melihatmu tidak memakan makananmu"
Haechan mendongak dan melihat Johnny dan Taeil yang khawatir menatapnya. Melirik ke sampingnya ada Yuta yang cuek saja memakan sarapannya. Bingung dia tuh bagaimana bisa Ten hyung kesayangan Haechan sampai mau jadi kekasih pemuda mesum asal Jepang itu.
"Makan Haechan. Aku gak mau kamu lemas nanti. Lagian di ISAC nanti banyak cogan loh. Gak perlu kangenin Mark"
Sialan memang Yuta. Orang lagi kangen sama pacar malah disuruh mencabe. Tapi lumayan sih ya nanti lihat cogan bertebaran atau siapa tahu bisa sampai kenalan.
Taeil sama Johnny gak menanggapi apapun. Melihat Haechan yang memakan makanannya sudah membuat mereka berdua tenang.
Keempat member NCT 127 itu memakan sarapan pagi mereka dengan tenang. Biasanya mereka sarapan pagi cukup ramai tapi lima member lainnya lagi berada di luar negeri.
Beberapa menit berlalu, keempat member yang berada di dorm telah selesai sarapan. Johnny, Yuta, dan Haechan sudah bersiap mau pergi. Tahun ini NCT 127 bertambah satu member. Tahun depan mungkin jadi empat member yang ikut.
"Semangat buat kalian. Semoga menang"
"Hyung kasih semangat! Cheerleader"
Taeil mau memarahi si maknae yang sempatnya saja mengerjai dia. Tapi Taeil tetap menuruti kemauan Haechan. Biar Haechan semangat dan tidak kepikiran Mark terus.
"Lagi hyung"
Johnny dan Yuta sudah menertawai Taeil sejak kemauan Haechan tadi. Haechan malah makin menjadi-jadi menjahili member tertua NCT.
"Sudah sana kalian berangkat"
Tael mendorong tubuh bongsor Haechan. Tadi saja galau kini sudah berubah kembali menyebalkan.
.
.
.
Tidak beda jauh dari Haechan. Mark juga lagi galau kangenin Haechan. Mark kan sudah pernah bilang jika Haechan tidak ada selama 10 menit saja di sudah merindukannya. Apalagi sampai beberapa hari seperti sekarang ini. Mark sangat merindukan bayi beruangnya.
"Kangen ya?"
Mark menoleh dan menatap Jaehyun yang duduk di sampingnya. Jaehyun memberikan segelas teh kepada Mark dan Mark cuma bisa tersenyum sebagai balasan.
"Kamu telpon saja. Haechan pasti juga merindukannmu"
"Tapi ini sudah malam di Korea hyung. Haechan pasti sudah tidur"
"Coba saja dulu"
Mark menurut, dia mendial nomor Haechan dan tidak diangkat. Beberapa kali mencoba dan terus tidak diangkat. Mungkin Haechan memang sudah tidur. Ini sudah jam 5 sore di tempat Mark dan di Korea sudah jam 12 malam.
Mark menyerah, dia ingin menyimpan ponselnya sebelum ponselnya bergetar. Nama Haechan tertera di layar ponselnya. Bukan panggilan suara tapi panggilan video.
"Mark hyung"
Suara yang Mark rindukan kini terdengar di telinganya. Wajah Haechan terlihat mengantuk kini terpampang jelas di layar ponsel Mark. Haechan sepertinya baru bangun tidur. Mark jadi merasa bersalah karena sudah membangunkan bayi beruangnya.
"Maaf ya bear aku membangunkanmu"
"Tidak apa-apa hyung. Aku malah senang hyung ingin menelponku. Aku pikir hyung tidak akan menelpon karena sibuk"
Senyuman manis itu membuat Mark gemas. Dia ingin mencubit pipi gembulnya Haechan. Kenapa dia dan Haechan harus pisah sih. Kenapa Haechan gak ikut saja ke Ukraina.
"Maaf juga hyung baru bisa menghubungimu. Bagaimana hari ini? Kamu pasti lelah setelah acara ISAC"
"Iya aku memang lelah tapi melihat Mark hyung rasa lelahku jadi hilang"
Mark jadi makin gemas sama kekasih manisnya yang lagi ada di Korea itu. Jika saja jarak tidak memisahkan mereka Mark pastu ingin memakan bayi beruang kesayangannya itu.
"Hyung hari ini sungguh luar biasa. NCTzen dan ReVeluv hari ini bersatu untuk memberikan dukungan. Aku juga tadi dapat skor 10 dan 9 saat memanah. Tapi sayang kami tidak menang"
Wajah yang awalnya berbinar cerah itu kini berubah jadi murung. Mark tidak suka melihatnya. Mark lebih suka melihat senyum manis Haechan.
"Wow itu luar biasa. Menang kalah itu tidak masalah bear. Kamu bermain panah saja sudah luar biasa. Apalagi kamu mendapat skor yang bagus. Aku tidak peduli dengan kalian kalah atau menang. Bagiku kamu sudah luar biasa. Kamu selalu menang di hatiku"
"Hyung mau mencoba menggombal nih"
"Aku serius sayang"
"Iya-iya aku tahu. Hanya akulah seorang yang dapat memenangkan hati seorang Mark Lee, benarkan"
Dari layar ponselnya itu Mark lihat Haechan mengedipkan matanya. Bayi beruang itu sedang menggoda Mark rupanya.
"Hanya Lee Donghyuck seorang"
Mark tersenyum melihat Haechan yang tersenyum lebar. Keduanya saling melempar senyum untuk sedikit menghilangkan rasa rindu mereka.
"Hyung aku merindukanmu. Cepatlah pulang"
"Iya bear. Setelah semuanya selesai aku akan segera pulang. Aku juga merindukanmu. Kamu lebih baik sekarang tidur lagi. Besok kamu masih ada jadwalkan. Nanti aku akan menghubungimu"
"Baik hyung selamat malam"
"Di sini masih sore bear"
"Maaf aku tidak tahu hyung"
"Mimpikan aku ya?"
Mark cuma bisa melihat Haechan yang menganggukan kepalanya sebelum panggilan videonya terputus. Layar ponsel Mark kini cuma memperlihatkan foto Mark dan Haechan yang berbaring dengan saling memeluk sebagau wallpaper ponsel Mark. Rasa rindu Mark sedikit terobati setelah panggilan video tadi.
Jaehyun yang sedari tadi masih berada di samping Mark ikut tersenyum melihat Mark yang tersenyum cerah. Jaehyun tidak akan meninggalkan sedikit pun moment menggemaskan pasangan kesayangannya itu.
.
.
.
Beberapa hari berlalu akhirnya Mark balik ke Korea. Mark sangat senang karena akan bertemu dengan kekasih menggemaskannya. Hal pertama yang menyambut Mark saat memasuki dorm adalah pelukan Haechan. Anak manis itu begitu erat memeluknya sampai susah bernafas.
"Haechan lepas pelukannya. Wajah Mark merah itu susah bernafas"
Haechan mendongak menatap Mark dan benar saja wajah Mark kini sedikit kemerahan. Hingga Haechan segera melepas pelukannya.
"Maafkan aku hyung"
"Tidak apa-apa bear. Kamu sepertinya sangat merindukanku"
Mark menuntun Haechan untuk duduk bersama di sofa. Menundukkan Haechan di pangkuannya dan Haechan mengalungkan tangannya di leher Mark. Haechan membenamkan wajahnya di dada Mark dan menghirup wangi Mark yang dirindukannya.
Mark mengelus rambut Haechan dan juga menciumi puncak kepala Haechan. Wangi shampoo yang dikenakan Haechan sangat memabukan. Beberapa hari tidak bertemu membuat keduanya tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar.
Namun para hyung line mengerti kok dengan pasangan muda itu. Mark dan Haechan itu sudah sangat lama selalu bersama. Waktu masih trainee pun kedunya sudah dekat. Hingga terpisah dengan waktu yang lama pasti merasakan kehilangan.
"Ten sama Taeyong gak ikut pulang"
"Iya mereka berdua masih ada sedikit urusan"
Yuta mengangguk mengerti. Dia juga merindukan Ten seperti pasangan MarkChan. Namun Yuta juga tidak bisa berbuat banyak. Melihat wajah bahagia Ten saat tahu dia akan beraktivitas lagi sebagai idol sudah membuat Yuta bahagia. Jadi kesampingkan saja perasaan rindu Yuta.
"Mereka tidak kencan di Ukraina kan?"
"Tidaklah Johnny hyung. Mereka berdua itu sama-sama di bawah"
Baru kali ini Johnny melihat Jaehyun yang tersenyum mengerikan. Yakin deh dia Taeyong sama Ten gak akan selingkuh melihat pasangan mereka berdua. Yuta itu mesum dan Jaehyun juga jadi jika Ten dan Taeyong selingkuh maka pasti akan ada hukuman berat dari pasangan mereka.
"Kamu tidak apa-apa Doyoungie?"
Taeil khawatir melihat wajah Doyoung yang sedikit pucat dari biasanya. Taeil terlihat cuek memang tapi dia itu perhatian kok terlebih jika menyangkut kekasih kelincinya.
"Iya hyung hanya kelelahan"
"Cepatlah istirahat. Hyung tidak mau kamu sakit"
Taeil mengusap-usap pipi Doyoung membuat kelinci NCT itu blushing. Taeil itu jarang sekali menunjukkan kepeduliannya secara langsung dan tingkahnya ini membuat Doyoung senang.
Terus bagaimana dengan anak polos Winwin?
Dia sudah berada di kamarnya sekarang. Dia langsung menghubungi Kun setelah sampai di kamar. Jadi intinya semua member lagi melepas rindu satu sama lain. Memang sih tidak lama berpisahnya. Tapi jika sudah terbiasa bersama dan berpisah selama beberapa jam saja pasti rindukan. Itulah yang di rasakan member NCT 127 ini.
