Secret Love 14
Warning: Membosankan, GEJE, TYPO
Don't Like Don't Read
Enjoy Reading
.
Previous
Kyuhyun sebenarnya senang mendengar kabar Donghae hyung yang datang kesini untuk menjemputnya. Tapi ia juga harus meninggalkan Siwon dan juga Yesung dan bagaimana dengan mereka. Ia bahkan tidak tega melihat Siwon yang menangis untuk dirinya dan membuat hatinya terenyuh. Siwon hyungnya menyayanginya dengan tulus. Haruskah ia melukai perasaannya orang yang juga sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri.
.
.
.
.
Next
Kyuhyun berjalan sendiri meninggalkan Rumah sakit ditengah kepadatan kota New York sekarang. Entah apa yang ia pikirkan sekarang. Menelusuri jalan guna mencari jalan keluar masalahnya. Ia berharap ini bisa ia lakukan. Benarkah Hyungnya ada disini sekarang. Itulah yang ia selalu pikirkan. Inikah saatnya untuk Kyuhyun kembali.
Ini juga bukan keinginan Kyuhyun untuk meninggalkan keluarganya dan berada disini sekarang. Bukan cuma hanya kesedihan keluarganya tapi juga kesedihan dari Siwon dan Yesung yang rumit untuk dijelaskan. Kyuhyun menyayangi mereka semua. Kyuhyun bahkan sudah berkali-kali mengajak Siwon untuk kembali ke Korea bertemu keluarganya dan menjelaskan semua kesalahpahaman ini. Tapi Siwon selalu menghindari pembicaraan itu, mengalihkan ke topik pembicaraan lainnya. Lagi-lagi berujung dengan Kyuhyun yang harus memilih dua sisi yang berbeda itu.
Tidak bisakah Siwon dan Yesung tidak meninggalkannya walaupun ia kembali pada keluarganya. Tidak bisakah semua menjadi akhir yang bahagia untuk mereka semua. Entahlah Kyuhyun juga tidak tahu. Walaupun hubungannya dengan Siwon dan Yesung berubah menjadi baik tapi tidak dengan keluarganya.
BRUSSSHHHH...
Hujan lebat datang mengguyur seluruh tubuhnya. Orang-orang berlari segera mencari tempat untuk berteduh. Kyuhyun tidak mempedulikannya. Pada akhirnya pikirannya berakhir dengan harus memilih lagi. Menikmati guyuran hujan yang menerpanya. Berjalan sepanjang trotoar jalan serta memikirkan kelanjutan kisah yang akan dia ambil.
.
.
.
.
.
.
Yesung sudah sampai di Apartementnya sekarang bersama Siwon. Setelah membujuk Siwon untuk pulang ke rumah dan membicarakan hal ini baik-baik pada Kyuhyun. Masalah ini sudah tidak boleh berlarut-larut lagi. Mereka berjalan bersama menuju Apartemen mereka setelah memarkirkan mobilnya. Sampai berada di dalam Apartement ternyata mereka masih mendapati keadaan didalamnya yang tengah kosong.
"Hyung apa Kyuhyun belum pulang?" Kata Siwon.
"Mollayo. Padahal ini sudah cukup larut malam." Jawab Yesung.
Siwon segera mengambil handphone dan men-dial nomor Kyuhyun. Berulang kali ia mencoba menghubungi tapi hanya suara layanan operator seluler yang menjawab. Mencoba menghubungi Kris dan ia hanya bilang tidak bersama Kyuhyun hari ini. Yesung juga mencoba kembali menghubungi Kyuhyun. Nyatanya sama saja dengan Siwon. Sama sekali tidak dijawab oleh Kyuhyun.
Setelah Siwon siap untuk membicarakan ini baik-baik malam ini tapi malah Kyuhyun yang tidak ada. Siwon sudah cukup lelah sekarang. Ia ingin segera mengakhiri semuanya. Ia berharap setelah ini hatinya terlepas dari beban masalah yang sekarang ia rasakan. Ia sudah sepakat dengan Yesung mengenai hal ini.
Paling tidak ia tidak sendiri. Selalu ada Yesung hyung yang menemaninya sampai mereka memiliki kehidupan masing-masing. Tidak ada gunanya lagi mempertahankan lebih lama apa yang memang tidak ia miliki dan tidak seharusnya ia mengharapkannya. Biarlah pergi jika itu memang sesuatu yang harus pergi.
"Hyung kau sudah membereskan semuanya kan?" Kata Siwon.
"Ne, Siwon ah. Aku sedang membereskan semuanya. Kau yakin melakukan ini?" tanya Yesung dengan keputusan yang memang mereka sepakati berdua.
"hmm... biarlah seperti ini. Ini akan memudahkannya kembali hyung."
"Arrasseo.."
.
.
.
.
Beberapa hari ini, Siwon berpikir tentang semua ini. Benar, hubungannya dengan Kyuhyun adalah mustahil. Sekalipun ia menjadi gila dan berubah pikiran tentang yang ia perbuat selama ini. Lalu apa? Tidak ada cinta yang mustahil didunia ini tapi apakah cinta itu bisa terus bertahan hanya dengan egonya. Jika ia membangkang dan bersikeras memegang Kyuhyun dengan segala kekuatan yang ia miliki. Orang-orang didunia ini akan terus menghalanginya. Dengan begitu ia hanya bisa percaya terhadap ini semua yang terjadi pada hidupnya, percaya dengan orang-orang yang akan memisahkan dengan orang yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri dan mengembalikannya ketempat seharusnya ia berada.
Untuk terakhir kalinya Siwon ingin berlari kearah Kyuhyun. Untuk terakhir kalinya ia ingin memegang tangan Kyuhyun, untuk terakhir kalinya ia ingin mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun tentangnya. Untuk terakhir kalinya ia ingin memberitahui perasaannya yang sesungguhnya. Untuk terakhir kalianya ia ingin Kyuhyun untuk menutup lukanya. Untuk terakhir kalinya ia ingin bersama menapaki jalan yang pernah mereka lalui bersama. Apakah jalan yang mereka lalui adalah benar? Apakah ini adalah jalan satu-satunya? Apakah masih ada jalan lain tapi mereka pura-pura untuk tidak melihatnya?
Mencari jalan keluar demi kebersamaan mereka yang panjang. Jika saja masih belum menemukan jalan keluarnya. Jika dengan begitu ia masih tidak bisa melespakannya. Siwon berharap Kyuhyun akan memeluknya. Mengatakan bahwa ia ingin tinggal disisinya lebih lama atau bahkan selamanya. Tidak sanggup berpisah dengannya. Cho Kyuhyun, tak peduli kapanpun juga. Tidak bisakah ia berkata seperti itu kepada Siwon.
Tapi Siwon juga sadar bahwa semua itu hanya pikiran kosongnya dan mustahil untuknya. Pikiran yang tidak mungkin Kyuhyun lakukan. Jelas bahwa Kyuhyun akan memilih keluarga kandungnya. Memang siapa dirinya dan Yesung hyung? Bukankah mereka hanya orang yang datang mengganggu hidup Kyuhyun dan keluarganya. Maka dengan keyakinan penuh dihatinya Siwon akan dengan lapang hati membiarkan Kyuhyun pergi dan menghilang dari hidupnya.
.
.
.
.
CKLEEK...
Menandakan bahwa suara pintu Apartement terbuka. Masuk kedalam Apartement dengan rambut ikal kusutnya. Bajunya yang tadi basah kuyup bahkan sudah mengering sekarang. Mengabaikan hawa dingin yang melanda tubuhnya.
Kyuhyun berjalan langsung menuju kamarnya. Ia tidak melihat hyungnya di ruang tengah. Berniat untuk membersihkan dirinya dan langsung beristirahat karena ia memang sudah sangat lelah.
"Oh Kyuhyun ah kau sudah pulang? Kenapa sampai tengah malam begini." Kata Siwon dengan nada khawatirnya. Tapi Kyuhyun merasa agak aneh dengan pangilan 'Kyuhyun?'. Ia juga heran mendapati kedua hyungnya sedang berada dikamarnya.
"Ne hyung.. keunde.. kapan hyung pulang?" tanya Kyuhyun.
"Sudah dari tadi. Duduklah Kyu.. ada yang ingin aku dan Yesung hyung bicarakaan padamu." Entah kenapa dibalik nada ramah Siwon tapi ia tidak peka dengan keadaan Kyuhyun yang berantakan dan bisa dibilang tidak baik-baik saja sekarang.
"tapi hyung bolehkah aku membersihkan diri dulu. Aku lelah hyung." Kyuhyun langsung berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan hyung-nya yang sudah dari tadi menantinya.
Setelah beberapa saat Kyuhyun sudah keluar dari kamar mandi dan masih mendapati kedua hyungnya disana. Ia membuka lemari pakaiannya untuk mengambil baju tidurnya.. Ia kaget ketika melihat isi lemari lemarinya tersebut.
"HYUNG... IGE MWOYA?" tanya Kyuhyun dengan suara tingginya. Ia melirik samping lemari dan melihat dua benda besar disana yang sudah tertata rapi. Ia beralih lagi ke lemari dan mengambil pakaian yang masih berada disana. Setelah itu ia berbalik dan melihat dua orang yang duduk di pinggiran tempat tidurnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Kyu... ige.." Yesung memberikan kertas kecil kepada Kyuhyun. Kyuhyun bahkan sudah tidak tahu harus bersikap apa sekarang. Ia sama sekali tidak bisa mendeskripsikan apa yang ia rasakan.
"pergilah besok.." kata Siwon menatap Kyuhyun penuh keyakinan disorot matanya. Kyuhyun melihat itu.
"KALIAN MENGUSIRKU?" tanya Kyuhyun dengan tatapan yang sekarang berubah menjadi marah.
"mengusir? Kyuhyun listen to me okay. Bukankah ini yang selama ini kau inginkan? Itu adalah kertas dimana donghae HYUNG-MU itu menginap bersama sahabatmu Changmin di Hotel. Pergilah temui mereka dan kembalilah ke Korea bersama mereka. Yesung Hyung sudah mengemasi barangmu dikoper itu." Kata Siwon cepat sambil menunjuk Koper yang berada disampig lemari yang tadi sudah dilihat Kyuhyun dan karena itu juga membuat Kyuhyun marah dengan apa yang mereka lakukan.
"Istirahalah Kyu, supaya besok kondisimu membaik. Sepertinya kau sangat lelah. Apa perlu hyung antar besok?" kata Yesung yang masih berusaha tetap ramah ditengah keadaan yang benar-benar canggung sekarang tapi Kyuhyun benar-benar diam seribu bahasa. Ia mencerna apa yang ia alami sekarang. Kenapa mereka tiba-tiba seperti ini. Apa maksudnya? Kyuhyun bahkan tidak bisa memikirkannya.
"Kyu dengar jangan marah dan diam seperti itu. Hyung tidak marah padamu ataupun mengusirmu. Tapi kita berpikir sudah saatnya kau kembali ke keluargamu. Kita bukan keluargamu yang sesungguhnya Kyu." Kata Siwon yang melihat Kyuhyun hanya terdiam sedari tadi.
"Bukan keluarga yang sesungguhnya? Jadi selama ini kalian menganggapku apa? Huh? Sampah? Ketika kalian sudah tidak membutuhkanku lagi kalian membuangku?" Kata Kyuhyun dengan pandangan kosongnya.
Itukah yang dipikirkan Kyuhyun tentang Siwon dan Yesung. Sungguh Siwon sakit mendengar itu semua. Ia hanya berharap pada kebahagiaan Kyuhyun. Tidak sekalipun ia menganggapnya sebagai sampah. "Kyu.. wae gereu.. kenapa kau seperti ini? Dan bukankah kau juga tahu jawabannya kalau kita menyayangimu seperti dongsaeng kami sendiri. Kyuhyun ah... Uri.."
"Berhenti memanggilku Kyuhyun. Kenapa ketika kalian menginginkanku pergi kalian memanggilku Kyuhyun? Ah aku bukan lagi Marc sekarang. Kalian egois." Kata Kyuhyunyang kali ini dia berteriak keras. Ia sungguh kesal sekarang dengan ini semua.
"Kyu... kau sebenarnya kenapa?" tanya Siwon yang bingung dengan reaksi Kyuhyun. Bukankah seharusnya ia senang karena mereka melepaskannya.
"Kalian yang seharusnya kenapa? Setelah kepergianku kalian juga akan pergi kan. Aku sudah tau semua yang kalian bicarakan di rumah sakit hyung. Aku kesana dan mendengar semuanya asal kalian tahu. Kalian akan bersembunyi dariku, meninggalkanku dan melupakanku. Tidak bisakah kalian ikut denganku dan menjelaskan semua? Tidak tahukah Donghae Hyung ingin meminta maaf secara langsung kepadamu Siwon Hyung. Kalian juga sudah mengemas barang kalian kan. Begitu aku pergi kalian juga pergi dari sini. Kalian dengan sikap kalian yang berubah-ubah selalu membuatku bingung. Wae?"
Diam. Mereka semua tampak diam dengan situasi ini. Bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Inikah akhirnya. Bagaimanapun Siwon tidak akan pernah bisa ikut dengan Kyuhyun kepada keluarganya kecuali ia melupakan kejadian masa lalunya. Keinginan Kyuhyun menyatukan Siwon dan keluarganya tak akan bisa ia wujudkan. Dan Yesung yang lebih memilih jalan tengah dan tetap berada disisi Siwon sebagai keluarganya. Pada akhirnya mereka akan tetap memilih jalan hidup mereka masing-masing. Jika memang perpisahan itu harus terjadi maka tidak ada hal yang merubah keputusan itu. Manusia ditakdirkan selalu dengan perpisahan diakhir kisah hidupnya bukan?.
"arasseo hyungie.. gomapta untuk satu tahun ini. Terimakasih kalian selalu menyayangiku dan menjagaku. Jaga diri kalian baik-baik. Good bye hyungie. Aku menyayngi kalian. Annyeong.." Kyuhyun menarik nafasnya panjang dan melangkahkan kakinya meninggalkan Apartement yang satu tahun ini mereka tinggali bersama. Meninggalkan mereka yang masih terpaku ditempatnya. Ini sepertinya memang akan berakhir dengan seperti ini.
"Kyu.. Eodiga. Jangan keluar sekarag, ini sudah larut malam Kyu. Jebal Kajima. Kita menyuruhmu menemui mereka besok tidak sekarang Kyu." Ujar Yesung yang melihat Kyuhyun keluar kamar sambil menyeret Koper dan tas ranselnya. Yesung merasa bersalah kenapa harus dengan keadaan yang seperti ini.
Siwon dan Yesung terus mengikuti Kyuhyun yang berlari keluar dari Apartement mereka. Kyuhyun terlihat sangat kacau sekarang. Ia tidak mau mendengar penjelasan dari kedua orang yang mengikutinya. Ia kesal. Kenapa harus perpisahan seperti ini. Ini sangat menyebalkan untuknya.
.
.
.
Kyuhyun terus berjalan tanpa arah diikuti dua orang hyungnya yang khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Mereka baru sadar Kyuhyun terlihat kacau saat ini. Mereka merasa bersalah. Kenapa respon Kyuhyun seperti ini.
"Hyung berhenti mengikutiku. Bukankah kalian menginginkanku pergi?" kata Kyuhyun yang sedang membalikkan badannya dengan wajah kacaunya.
"Kyu.. ini sudah larut malam. Hyung akan mengantarmu sekarang ketempat mereka jika kau ingin sekarang eoh. Jangan seperti ini. Jebal..." Kata Yesung yang berjalan mendekati Kyuhyun.
"Lalu kalian ingin aku seperti apa hyung? Bahagia bertemu keluargaku lagi tapi kalian akan menghilang dariku?" tanya Kyuhyun dengan kesakitannya. "Kalian ingin aku bagaimana?"
Kyuhyun mundur ketika Yesung mendekatinya. Kenapa mereka egois padanya. Kyuhyun berpikir kenapa mereka tidak pergi bersama mendengar penjelasan dari keluarganya dan mengenal keluarganya. Kenapa mereka selalu berpikir tentang kebaikan diri mereka sendiri dan selalu menganggap bahwa keputusan mereka juga yang terbaik untuk Kyuhyun tanpa bertanya dulu. Mereka yang selalu menginginkan perpisahan. Apa harus dengan perpisahan seperti ini?
Siwon masih memandangi Kyuhyun yang mungkin ini untuk terakhir kalinya. Jujur ini keputusan yang sulit ia ambil. ia pergi ketika ketika Kyuhyun pergi. Rasanya ia ingin melupakan semua kejadian ini. Ia ingin bahagia tanpa merugikan siapapun. Bisakah Kyuhyun memahaminya?
Tanpa mereka sadari Kyuhyun mundur ditengah jalan yang sepi sambil terus memandangi kedua hyungnya dengan tatapan terluka. Terluka karena lebih memilih pergi darinya. Terluka karena mereka yang tidak memberi kesempatan pada dirinya bahkan keluarganya untuk menerima mereka. Mereka yang sampai terakhir tidak memberinya pilihan. Kyuhyun memejamkan matanya hingga...
"Kyuhyun AWAAAASSSS"
BRUUUGGGH
Siwon mendorong tubuh Kyuhyun kepinggir jalan ketika satu mobil dengan kecepatan tinggi ingin menerjang dirinya. Kyuhyun Shock. ia terdorong hingga kepinggir jalan. Ia langsung mencoba berdiri dengan tertatih menghampiri Siwon.
"SIWON ANDWE..." Yesung langsung menghampiri Siwon yang sudah tergeletak ditengah jalan. Melihat darah yang ada disekujur tubuh Siwon. Dia menangis. Kenapa harus seperti ini. Sampai akhir ini tidak adil untuk Siwon. Sahabatnya kenapa harus seperti ini.
"Siwon ah tetaplah bertahan oh... aku sudah memanggil ambulance. Jebal kajima Siwon ah. Masih ada aku" Kata Yesung dengan isakannya.
"Hyung bertahanlah. Kajima Jebal..." Kyuhyun ikut terisak melihat Siwon. Sampai mati ia akan merasa bersalah jika Siwon pergi dari kehidupannya. Ia tidak ingin itu. Ia menyayangi Siwon sebagai hyungnya. Ini salahnya. Kyuhyun menggenggam erat tangan Siwon. Ia tidak ingin kehilangan dengan cara seperti ini. Tidak lagi. Kenapa harus Siwon yang menderita sampai akhir. Ia merasa belum melakukan apapun untuk Siwon.
Kyuhyun dan Yesung hanya bisa merapalkan doa-doa mereka melihat keadaan Siwon sekarang. Mereka tidak sanggup melihatnya. Menangis, berdoa hingga rasa bersalah sungguh tidak ada yang bisa mendeskripsikan keadaan sekarang. Semua terlalu cepat. Semua tidak sesuai rencana karena di kehidupan kita Tuhanlah yang mengendalikan.
"Hyung... Kyuhyun ah.. mianhae..." kata Siwon terakhir sebelum kegelapan merenggut dirinya. Menutup sempurna kedua bola matanya yang kelam dan hal itu membuat Kyuhyun dan Yesung terisak hebat. Sungguh ini sangat tidak adil hingga Siwon harus seperti ini.
.
Karena ketidakpuasan Siwon terhadap dunia ini ia merasa lelah sekali. Rasanya ia ingin melampiaskan kemarahannnya dengan balas dendam kepada keluarga Kyuhyun. Itulah yang dipikirkannya saat itu. Tapi semua berubah seiring berjalannya waktu. Tuhan yang membolak balikan hati manusia. Ia menyayangi Kyuhyun dan Yesung yang hadir dalam kehidupannya. Mengisi hari-hari kesepiannya. Tuhan menghadirkan seseorang lagi ditengah kepergian orang-orang yang ia sayangi.
Hingga ketika ia mulai menutup kedua matanya ia berharap dikehidupan yang akan datang ketika ia dihidupkan kembali, ia berharap akan memiliki keluarga yang normal seperti lainnya. Dan juga, dikehidupan yang akan datang ia berharap akan bertemu keluarga Kyuhyun bahkan keluarganya. Menjadi tetangga dari keluarganya. Menjalin hubungan anatara keluarga layaknya seperti orang-orang yang dilakukan didunia ini. Memulai semuanya dari awal. Itulah Doa Siwon kepada Tuhan-nya.
.
.
.
.
.
.
.
"THE LAST CHAPTER BEGIN"
"Hae hyung.. gomawo. Kau tahu hyung.. hyung adalah hyung favoritku. Saranghae..." Kata Kyuhyun sambil memeluk Donghae dari samping.
"Aigooo.. kenapa kau bisa seimut ini diusiamu yang sudah tua." Kata Donghae tersenyum lebar sambil mengusap rambut Kyuhyun. Donghae bangga sekarang melihat Dongsaengnya yang menjadi penyanyi terkenal di Korea bahkan diseluruh Dunia. Album pertamanya sudah meraih penghargaan dan sekarang Kyuhyun telah menerima Penghargaan sebagai 'Best Soloist Male Singer'.
"Hyung jangan mengataiku tua. Aku masih 25 tahun. bukankah kau yang sekarang sudah semakin tua. Lalu apa kabar dengan Jungsoo Hyung yang sudah berkepala tiga." Kata Kyuhyun tidak terima dengan kata-kata dari sang hyung. "ah dan kau tahu Hyung aku bukan namja imut tapi aku namja tampan. Buktinya banyak wanita yang menyukaiku sebagai namja tampan." Kata Kyuhyun dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.
"Aigoo.. terserahmu sajalah. Hyung menyayangimu Kyuhyun ah. Kajja kita pulang untuk merayakan kemenanganmu. Appa, Eomma, Jungsoo hyung, Heechul Hyung dan Kibum sedang menunggu kita dirumah." Kata Donghae sambil merangkul Kyuhyun masuk kedalam mobil van mereka.
.
Kyuhyun menjadi penyanyi terkenal sekarang. Cho Kyuhyun namanya yang langsung Booming ketika ia mengeluarkan album mini pertamanya dengan single 'At Gwanghwamun'. Ia ditemani Donghae Hyungnya ketika menerima penghargaan pertama yang ia raih. Kyuhyun sudah kembali kepada keluarganya. Menata hidup barunya dari Awal dan memutuskan merintis karir sebagai penyanyi Solo di Korea lewat agensi besar yang menaunginya.
.
Donghae dan Kyuhyun sampai dirumah besar mereka. rumah yang penuh kehangatan diantara keluarganya. Semua kembali seperti semula. Mereka yang menjadi keluarga harmonis dengan kesibukan masing-masing. Kyuhyun berlari meninggalkan Donghae dibelakang tanpa menghiraukan sang hyung yang meneriakinya untuk membawa barangnya sendiri.
"Jungsoo Hyung... neomu bogoshipeo..." Kata Kyuhyun yang langsung menerjang Jungsoo yang duduk diruang tengah sambil membaca laporan perusahaannya. Hyung pertamanya ini sepertinya workaholic. "Hyung kau menontonku di TV tadi?" kata Kyuhyun semangat sambil memeluk Jungsoo Hyungnya.
"tentu saja. Hyung tidak akan melewatkan kesempatan dongsaengku menerima penghargaan." Kata Jungsoo sambil mengusap rambut Kyuhyun gemas dengan tingkah Kyuhyun. "Aigooo... Kyu kau sudah tua tapi masih bersikap manja dan kekanakan kepada Hyungmu."
"Mwoooo? Yak Jungsoo hyung kau mengataiku tua? Lalu apa kabar denganmu yang sudah berusia 30 + + itu. Kenapa semua orang hari ini mengatakan aku sudah tua. Pertama Hae hyung dan sekarang Jungsoo Hyung. Sadarkah kalian jika kalian mengataiku tua kalian lebih TUUUAAAA dariku Hyung." Kata Kyuhyun tidak terima. "Oh ya aku tidak manja dan kekanakan Hyung. Aku ini tampan, pintar dan berwibawa asal Hyung tahu." Kata Kyuhyun yang lagi-lagi kepedean tingkat dewa dan melepaskan pelukannya dari Jungsoo.
Dan hal itu menimbulkan tawa dari Jungsoo. Apa katanya tadi, berwibawa? Sungguh Jungsoo hanya bisa mengiyakan perkataan Kyuhyun.
"Yak Hyung.. kenapa kau tertawa. Memang ada yang lucu dari perkataanku. Itu semua FAKTA hyung.. FAKTA.." kata Kyuhyun kesal karena hanya dibalas kekehan dari Jungsoo.
"Ne... Ne.. Ne." Jawab Jungsoo sambil menepuk pundak Kyuhyun tanpa menghilangkan kekehannya.
"Aigooo magnae keluarga ini kenapa cerewet sekali sih. Pantas saja ketika kau pergi rumah ini seperti Kuburan. Kau itu artis yang terlalu narsis dan Cerewet Kyu." Kata Heechul menimpali percakapan diantara mereka yang sekarang sudah duduk disamping Kyuhyun.
"Mwo? Aku tidak Cerewet hyung. Aku hanya membicarakan soal kenyataan bahwa aku ini Tampan bukan imut. Aku ini berwibawa bukan kekanakan dan manja. Aku ini pintar hyung bukan cerewet seperti yang kau bilang dan aku tetap yang paling muda diantara kalian semua yang sudah tua. Hufftt.. kalian menyebalkan." Kata Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.
"jungsoo Hyung benarkah dia dongsaengku? Kenapa dia bisa memiliki sifat narsis tingkat dewa seperti itu. Yak kau tetap sudah tua Kyu..." kata Heechul sambil menjitak kepala Kyuhyun dengan pelan.
"kurasa kalian cocok menjadi Hyung dan dongsaeng. Bukankah diantara kita semua kau dan Kyuhyun yang memiliki banyak kemiripan. Sama-sama narsis, sama-sama suka menang sendiri. Sama-sama keras kepala dan paling sering berdebat dengan tingkah evil kalian masing-masing?" kata Leeteuk Jujur.
Tahukah Jungsoo perkataanmu tadi menimbulkan reaksi yang tidak pernah kau duga. Sepertinya tatapan evil dari duo Evil dirumah itu sedang dikeluarkan hanya untuk menatapmu dengan tatapan maut mereka.
GLEKK..
Jungsoo sepertinya hanya bisa menelan ludahnya sendiri kaku. Sepertinya ia sadar salah bicara tadi. Ia seperti sedang membangunkan dua Evil yang sedang lapar mencari santapannya. Ia tersenyum kaku melihat dongsaengnya yang sedang mempelototinya. Wibawanya sebagai Hyung tertua benar-benar hilang sekarang.
"Ehmmm.. oh sepertinya hyung harus mengirim e-mail pekerjaan keperusahaan sekarang. Hyung keruang kerja dulu. Annyeong.." kata Jungsoo sambil mencoba bergegas pergi dari tempat itu.
"Mau pergi kemana kau?" kata Heechul dengan seringaian jahatnya. "Kyu kita kerjai dia."
"Oke Hyungie." Jawab Kyuhyun dengan ikut menyeringai.
"ANDWEEE.." kata Jungsoo yang langsung berlari menuju kamarnya.
"Yak HYUNG JANGAN KABUR." Teriak mereka berdua kompak.
Mereka memang sepertinya paling cocok menjadi hyung-dongsaeng disini. Lihat saja mereka sudah tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Jungsoo yang ketakutan melihat ekspresi evil mereka. mereka hanya mengerjai Jungsoo tapi tidak tahu kalau hyung-nya ternyata bisa takut kepada mereka.
.
.
"Kyuhyun ah ada surat untukmu" kata Kibum yang berjalan masuk kedalam rumah sambil membawa surat untuk Kyuhyun.
"oh benarkah? Dari siapa hyung?" kata Kyuhyun menerima surat tersebut.
"Bukalah Kyu.." kata Heechul yang ikut penasaran dengan surat tersebut.
"Yak hyung ini surat untukku. Aku akan membacanya dikamar saja. bye Kibum and Heechul.."
"yak kau tidak sopan memanggil kita berdua tanpa menggunakan 'hyung' apa kita temanmu?" kata Heechul yang tidak dihiraukan Kyuhyun yang langsung melesat kedalam kamar.
Kyuhyun mulai duduk didalam sofa yang ada dikamarnya. Membuka perlahan surat yang dikirimkan untuknya. Apakah mungkin dari fans-nya? Entahlah ia tidak memikirkan segala kemungkinan. Kyuhyun membuka surat tersebut. Terdapat dua foto yang ia dapatkan disana.
Kyuhyun menangis hanya dengan memandangi foto tersebut. Foto dua orang yang sangat ia rindukan. Foto yang membuatnya ingin bertemu dengan dua namja yang telah lama ia tidak jumpai. Kyuhyun juga menemukan kertas surat yang terlipat diantara foto tersebut. Ia mulai membuka lembaran surat tersebut.
Kyuhyun ah.. apa kabarmu sekarang?
Hyung harap kau baik-baik saja sekarang.
Aku senang melihatmu sudah sukses sekarang Kyu. Mianhae karena aku hanya bisa memberimu kabar lewat surat ini setelah sekian lama tidak bertemu. Aku hanya ingin memberi kabar kita berdua juga baik-baik saja disini.
Kau ingin tahu kabar tentang Siwon, Kyu..? Siwon mengalami prosopagnosia. Kemampuannya sebaagai dokter dan pengetahuannya tidak menghilang, Ia hanya tak bisa mengingat orang lain. Orang yang dulu pernah ada dalam kehidupannnya. Orang-orang yang ia kenal dulu, orang-orang yang pernah dicintainya bahkan ia benci. Dan ia juga tidak bisa mengenalimu Kyuhyun ah. Jadi jika suatu saat kita akan bertemu kembali kau jangan kaget jika Siwon tidak mengigatmu. Tapi mungkin ia akan mengenalimu sebagai penyanyi favoritnya.
Siwon benar-benar memulai hidup yang baru sekarang. Tanpa ada rasa benci yang membelennggunya, tanpa ada rasa kekecewaan kepada orang lain. Ia bahagia dengan semua ingatannya yang hilang dan yang ia bangun bersamaku sebagai hyungnya. Memulai hidup baru dengan keluargaku disini.
Kyuhyun ah... mianhae kami pergi atau lebih tepatnya aku membawa Siwon pergi tanpa memberitahumu. Saat itu... aku rasa ini yang terbaik untuk kita semua. Kau bisa kembali kepada keluargamu dan kami bisa menjalani hidup dengan baik tanpa kehadiranmu. Mian... kau benar aku benar-benar egois tanpa memberimu kesempatan sampai akhir.
Hyung juga sudah menyampaikan pesan terakhir Henry untuk Siwon. Walaupun bukan dari Donghae langsung yang menyampaikannya. Tapi buku diary Henry membuat Siwon bisa memulai hidup dengan baik sekarang. Hyung menceritakan semua tentang keluarganya yang sesungguhnya tapi tidak tentangmu dan keluargamu Kyu... Mianhae.
Kyuhyun ah chukkae.. kau memenangkan penghargaan sebagai penyanyi solo terbaik dan sekarang kau sudah bersinar terang. Kau tahu Kyu.. Siwon sangat menyukai suaramu dan hampir setiap hari dia memutar lagu-lagu yang kau nyanyikan. Dia bilang suaramu indah bagaikan seorang malaikat yang menyejukan relung hatinya. Haha.. Padahal ia sama sekali tidak mengingatmu...
Ah.. kau lihat foto kami. Lihatlah... sorot mata Siwon yang benar-benar tidak ada kesedihan lagi disana. Walalupun kami tanpa dirimu kita bisa bahagia kan? Begitupun dirimu Kyu.. walaupun tanpa kami, kau tetap bahagia bersama keluargamu. Jaga selau dirimu baik-baik, tetap Sehat arasseo?
Mianhae Kyuhyun ah.. Mianhae.. hyung menyayangimu. Bogoshipeo...
Yesung
Kyuhyun terus menatap foto dan tersebut dengan rasa haru dan sedihnya. Setidaknya ia bersyukur foto tersebut mengobati rasa rindunya kepada dua Hyungnya. Mungkin benar bahwa ini akhir yang baik untuk mereka yang hidup bahagia dengan jalan masing-masing. Kyuhyun benar-benar merindukan mereka karena sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang tidak pernah bertemu mereka. tepatnya semenjak kecelakaan itu. Yesung yang membawa Siwon berobat keluar negeri entah kemana tanpa memebri tahu dirinya Donghae atau Changmin yang saat itu bersama mereka.
Ia sangat bekerja keras menjadi artist yang tekenal seperti saat ini agar suatu saat Siwon dan Yesung bisa melihatnya. Bisa mendengarnya bahwa ia merindukan mereka. Ia bersyukur bahwa satu keinginannya terkabul yaitu bisa mendengar kabar dari dua namja yang pergi meninggalkannya. Tahukah mereka bahwa Kyuhyun melakukan semua ini juga bukan hanya untuk keluarganya tapi mereka berdua yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.
Kyuhyun yang terus berharap bahwa mereka selalu baik-baik saja akhirnya terkabul. Kyuhyun hanya bisa menagis bahagia melihat foto kebahagiaan mereka tanpa dirinya. Yah,, mungkin dia sudah tidak dibutuhkan lagi. Tapi tahukah dibalik tangis bahagia itu ia juga sedih karena sangat merindukan mereka dan ingin bertemu dengan mereka langsung.
Kenapa hanya mengiriminya kabar lewat surat. Kenapa tidak bertemu dengan dirinya langsung. Apakah ia dan keluarganya masih menjadi sumber kesedihan bagi mereka. Kyuhyun hanya terlalu merindukan mereka. ia masih merasa bersalah tentang kecelakaan itu.
Surat yang penuh kata maaf dari Yesung hyung untuk dirinya. Bahkan Kyuhyun merasa seharusnya ia juga harus meminta maaf kepada dua namja tersebut karena ia merasa dirinyalah yang membuat hidup mereka penuh dengan duka saat itu.
Paling tidak walaupun Siwon sudah tidak mengingatnya sekarang. Ketika Kyuhyun diberi kesempatan bertemu dengannya lagi. Ia ingin meminta maaf dan mengungkapkan secara langsung. Mengatakan bahwa ia merasa bersalah. Ingin menjadi sosok yang dekat lagi dengan Siwon yang ia anggap sebagai Hyung-nya sendiri. Siwon yang memiliki sosok hyung yang melindungi Kyuhyun dalam kerapuhannya.
Kyuhyun terus memandangi foto dua namja yang bahagia itu. "Siwon hyung... yesung Hyung Jeongmal bogoshipeo... aku benar-benar ingin bertemu kalian lagi".
Rasa saling menyayangi diantara mereka bahkan tidak akan mudah luntur walau waktu terus berjalan tanpa pernah kembali kebelakang. Andai ia bisa mengulang waktu yang hilang dan terbuang saat-saat bersama mereka. Andai ia bisa memperbaiki segala yang telah terjadi diantara mereka. tapi waktu tak pernah bisa berhenti tapi detik juga tak akan pernah kembali. Ia hanya berharap bahwa suatu saat ia bisa bertemu dengan mereka lagi.
.
Malam ini ditengah rasa sedihnya dan bahagianya ketika menerima kabar dari mereka. Kyuhyun menyembunyikan semua perasaanya yang sesungguhnya dari keluarganya tentang kegundahan hatinya. Kyuhyun tetap hadir merayakan keberhasilannya bersama keluarga kandungnya dan sahabat terdekatnya. Ia tidak ingin merusak suasana kebahagiaan untuk keluarga dan sahabatnya yang datang dengan makan malam bersama.
Andai Yesung hyung dan Siwon Hyung bisa bergabung menjadi bagian orang-orang yang dekat dengan Kyuhyun. Pasti itu akan menyenangkan dan itulah yang Kyuhyun pikirkan saat ini. Entah kenapa Kyuhyun selalu merasa ada yang kurang. Apa ia merasa tidak bersyukur saat ini dan tidak puas dengan semua orang yang hadir disini.
Kyuhyun bahkan sangat bersyukur memiliki keluarga yang lengkap dan sahabat yang selalu menyayanginya ditambah sekarag ia juga punya fans yang selalu mendukungnya. Tapi bolehkah ia juga meminta kepada Tuhan bahwa dua orang itu bisa hadir kembali dalam hidupnya.
.
.
.
.
"Kyuhyun ah ireona saeng... bukankah hari ini kau akan menggelar konser tunggalmu? Bangunlah. Manajermu sudah menunggu dibawah. Kyu... kau dengar kan?" Kata Kibum yang sekarang menyibak selimut Kyuhyun karena sedari tadi Kyuhyun hanya bergelung dengan selimutnya.
"Hmmmm..." dan hanya dijawab gumaman tidak jelas dari Kyuhyun. Kibum hanya bisa berdecak kesal melihat dongsaengnya yang hanya terpaut satu tahun lebih muda darinya itu tidak menggubrisnya.
"Kyu... kau sakit? badanmu panas." Seketika itu raut muka Kibum yang kesal menjadi cemas melihat wajah pucat dongsaengnya dan merasakan suhu panas ketika mengecek keningnya.
"Anio hyung. Gwenchana... aku akan bersiap-siap sekarang." Kata Kyuhyun yang sekarang sudah merubah posisinya menjadi duduk disamping Kibum sambil mengusap wajahnya yang masih mengantuk dan jujur saja Kyuhyun juga merasa tidak enak badan sekarang. Tapi ia berusaha untuk tidak mempedulikannya karena ia akan menggelar konser tunggal perdananya hari ini.
"Kau yakin? Apa kau tidak usah pergi? Bagaimana kalau kau sampai drop lagi Kyu.. bagaimana.."
"Hyung... sudahlah... aku tidak mungkin membatalkan konser tunggal perdanaku hari ini Hyung. Pasti akan banyak yang kecewa jika membatalkannya sepihak. Hyung pekerjaanku juga menyangkut orang banyak. Aku tahu kondisi tubuhku hyung. Gwencahana. Percayalah aku akan baik-baik saja." Kata Kyuhyun yang sudah memotong perkataan Kibum dan meyakinkannya bahwa ia akan baik-baik saja. entahlah siapa yang akan tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Kibum hanya bisa menerima keputusan Kyuhyun. Ia yakin Kyuhyun tidak akan lari dari tanggungjawab menyangkut pekerjaannya sebagai penyanyi. Jika sudah seperti itu Kibum sebagai hyungnya hanya bisa berharap Kyuhyun akan baik-baik saja.
"Baiklah hyung akan menghargai keputusanmu tapi hyung akan menyuruh Ajumma membuatkan sarapan bubur untukmu dan setelah itu kau harus meminum obat dan vitaminmu. Dan satu lagi Kyu tidak ada bantahan untuk kali ini." Kata Kibum lalu ia berjalan keluar meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk dikamarnya.
Kyuhyun juga hanya bisa menuruti keinginan hyungnya. Kadang ia juga berpikir bahwa mereka sudah sama-sama dewasa tapi perhatian mereka kepadanya tidak berkurang sedikitpun bahkan tetap memperlakukan Kyuhyun seperti anak kecil yang harus menuruti segala perintah dari Hyungdeulnya.
.
.
Kyuhyun menuju lokasi konsernya dengan berusaha menyembunyikan wajah pucatnya. Memakai maskernya dan topi hingga hanya terlihat matanya yang sulit untuk diartkan. Tidak akan ada orang yang bisa membaca perasaanya diwajahnya karena ia menyembunyikan hal tersebut.
Ia berjaalan diiringi bodyguard dan melewati ribuan fans yang ingin menyaksikan konsernya. Melambaikan tangannya kepada kepada fans dan terlihat profesional didepan ribuan penggemarnya. Ia adalah Kyuhyun yang akan bekerja keras untuk mensukseskan konser tunggal pertamanya sebagai seorang penyanyi.
Akhirnya konser tunggalya berjalan dengan sukses dengan membawakan single yang membuatnya melejit sebagai bintang baru yang bersinar dengan lagu At Gwanhwamun, At Close dan lagu lainnya yang berada di Album pertamanya.
Sahabatnya Changmin, Minhoo, Junghyon dan Suho yang sudah jarang untuk bertemu pun tidak ketinggalan untuk menyaksikan konser pertama Kyuhyun. Changmin yang sejak pertama terpukau dengan alunan suara merdu Kyuhyun, sungguh ia tak menyangka sahabatnya memiliki suara emas yang membuat hatinya terenyuh hanya lewat lantunan lagu yang dibawakan Kyuhyun. Semua berjalan kebackstage tempat Kyuhyun berada untuk bertemu Kyuhyun dan memberi selamat pada Kyuhyun karena konser perdananya sukses.
"Kyuhyun hyung.. Chukkae.. wah aku sangat menikamati konsermu tadi." Kata Minhoo sambil memeluk Kyuhyun yang sedang sudah selesai berganti kostum.
"Ne Kyuhyun ah. Aku tidak menyangka kau memiliki suara yang indah." Imbuh Jonghyun.
"Hyung kau seperti bintang yag bersinar terang diatas panggung." Kata Suho menambahi.
"Gomawo Chingu ya.. kalian sudah mau menyaksikan konser tunggalku ditengah kesibukan kalian. Kalian memang sahabat tebaik yang kumiliki" Kata Kyuhyun sambil tersenyum manis kepada sahabat-sahabatnya. "Yak Changmin ah.. kenapa Kau menangis?" kata Kyuhyun yang sekarang sedang melihat sahabatnya sedang menangis.
Changmin berjalan mendekati Kyuhyun dan memeluknya erat. "Hiks... Kyu.. aku tidak tahu kau bisa berkata semanis itu. Saranghae Kyu."
"Yak Cwang... aku masih normal dan menyukai Yeoja."
"Aish.. Babo Kyu.. aku menyukaimu sebagai sahabat dan aku juga masih normal menyukai Yeoja dengan bentuk tubuh yang indah." Kata Changmin smakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. dan interaksi diantara kelima sahabat itupun berlanjut dengan serunya.
Dia berhasil menyembunyikan kondisi tubuhnya yang kurang sehat ditengah sahabatnya. Hingga ia menyuruh sahabatnya pergi terlebih dahulu dengan alasan ia akan membahas jadwal barunya dengan agensinya.
Semua berjalan lancar hingga saat ia mulai merasa mual dan merasakan perutnya bergejolak entah karena apa. Apa ia lupa makan hari ini? Sedangkan jadwalnya sangat padat sebagai penyanyi. Kyuhyun juga merasa sekelilingnya berputar. Ia mendudukan tubuhnya dan memijit kepalanya yang terasa pusing.
"Kyuhyun ah.. Gwenchana? Mobil van sudah disiapkan didepan sekarang. Kau teerlihat kurang baik?" tanya sang manajer.
"Aniyo.. hyung.. aku hanya merasa lelah."
"Kau yakin? Baiklah Kajja." Akhirnya mereka menuju mobil dan kyuhyun tetap keluar menggunakan masker dan topinya agar fans tidak mengetahui keadaannya.
Ditengah perjalanannya Kyuhyun hanya bisa menutup kedua bola matanya dan mencoba menahan rasa sakitnya. Ia tidak ingin sang Manager mengetahui keadaannya yang sesungguhnya. Saat ini didalam mobil hanya ada mereka berdua dengan sang manajer yang menyetir kemudinya sekilas sang manager melirik artisnya yang terlihat tidak baik-baik saja menurutnya.
"Kyu apa aku harus membawamu ke rumah sakit? kau terlihat tidak baik-baik saja Kyu."
"Anoi hyung, gwenchana." Kata Kyuhyun bergumam pelan.
"tidak bisa aku akan membawamu ke Rumah sakit sekarang." Kata sang manajer langsung membelokan mobilnya menuju rumah sakit."
"Hyung,, Andwe..."
.
.
.
At Seoul National Hospital
"Bagaimana keadaannya uisa?" tanya sang manager begitu keluar dari ruang pemeriksaan.
"Demam Kyuhyun ssi cukup tinggi dan sepertinya pola makannya juga tidak teratur sehingga lambungnya bermasalah serta saya lihat ia sedang mendapat beban pikiran yang memperburuk keadaannya. Dan faktor yang lebih penting Kyuhyun ssi mengalami kelelahan ekstrim hingga ia harus dirawat beberapa hari disini untuk memulihkan keadaannya" Kata Sang uisa menjelaskan.
"Ne kamsahamnida Uisa."
Sang manajer menghampiri Kyuhyun yang sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP yang khusus diperuntukan bagi Artis di Agensi SM Ent yang sedang sakit. Tidak lupa Manajer juga menghubungi keluarga Kyuhyun dan memberi kabar bahwa Kyuhyun sedang dirawat. Walaupun ia sempat bersitegang dengan Kyuhyun yang tidak mau dibawa ke Rumah sakit dan berujung Kyuhyun pingsan didalam mobil yang membuat sang manajer panik.
.
Kyuhyun menjalani perawatan di Rumah sakit dan ini adalah hari ketiga ia dirawat disini. Seluruh keluarganya bergantian untuk menjaganya disaat mereka selesai dengan pekerjaan mereka.
Kyuhyun merasa bosan karena ia sedang sendirian didalam kamar VVIP yang luas ini. Kibum hyung baru saja pergi dan selanjutnya yang akan datang adalah Donghae Hyungnya yang akan datang sekitar 1 jam lagi. Ia juga sedang tidak berminat untuk memainkan PSPnya.
Dengan gerakan pelan tapi pasti ia menurunkan tubuhnya dari ranjang rumah sakit. ia berjalan dengan langkah pelan dan sekarang ia memakai syal yang melingkar dilehernya dan menutupi sebagian wajahnya. Hanya satu tempat yang ingin ia tuju sekarang yaitu taman rumah sakit. ia ingin menghirup udara ssegar ditaman rumah sakit sore ini.
Setelah satu jam duduk di taman ia memutuskan kembali ke kamarnya karena takut Donghae Hyung akan mencarinya dan cemas pada dirinya. Tapi ditengah perjalanan ia menghentikan langkahnya dan melebarkan matanya. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya saat ini. Matanya memanas.
"Siwon Hyung..." kata Kyuhyun spontan.
Orang yang mendengar itu menoleh. "kau mengenalku?" tanya orang tersebut.
"Siwon Hyung.. Jeeongmal Mianhae... jeongmal Bogoshipeo..." kata Kyuhyun yang saat ini menghampiri Siwon dan memeluknya. Dan hal itu membuat Siwon bingung sekaligus terkejut.
Yesung yang menyaksikan kejadian tersebut hanya tersenyum manis melihat dua orang yang selama ini ia pisahkan. Jujur ia tidak ada maksud jahat dengan hal itu. Ia hanya ingin mereka bertemu sebagai orang yang baru.
.
.
.
.
.
"Aku mengenalmu Kyu sungguh."
"Benarkah? Aku siapa hyung?"
"Kau adalah Cho Kyuhyun penyanyi solo yang langsug melejit begitu mengeluarkan album pertamanya dengan single At Gwanghwamun. Aku sangat menyukai suaramu yang indah."
"Aku juga mengenalmu hyung. Sungguh"
"Benarkah? Aku siapa Kyu?"
"Kau adalah Choi Siwon. Dokter paling hebat yang telah merawat banyak orang didunia ini dan waktu itu kau menjadi dokter untuk Donghae hyung."
"Aku yakin dulu kita akrab Kyu."
"Dan itu memang benar adanya hyung."
"Aku senang bertemu denganmu dan ternyata kita bertetangga. Kau boleh sering datang kerumah ini dan aku akan kerumahmu Kyu. Kita akan menjadi tetangga dekat."
"itu pasti Hyung. Siwon hyung Gomawo"
"Untuk?"
"tetap hidup"
.
.
.
.
.
.
Mereka sedang mengadakan pesta di halaman belakang rumah keluarga Cho dengan mengundang Siwon dan Yesung sebagai bentuk penyambutan terhadap tetangga baru yang baru pindah selama 1 minggu ini.
Membuka sebuah lembaran baru ditempat yang baru untuk Siwon dan Yesung dan membuka lembaran cerita baru untuk Keluarga Cho. Melupakan apa yang sudah terjadi dimasa lalu karena mereka yakin masa depan yang llebih baik akan menyambut mereka.
"Sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada Keluarga Cho yang menyambut kedatangan kami begitu hangat dan menyambut kita dengan pesta ini" kata Siwon yang mengawali acara penyambuta tersebut.
Karena sebah kejahatan maupun kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya tidaaklah harus dibalas dengan sebuah kejahatan pula.
"Nde.. kami sangat senang dan merasa memiliki keluarga baru disini karena kebaikan keluarga Cho." Imbuh Yesung.
"kami juga senang memiliki tetangga dua orang Uisa yang hebat disini. Kalian juga seperti keluarga kami." Kata tuan Cho.
"Gomawo hyungdeul maumenerima pesta penyambutan dari kami. Aku sangat senang bertetangga dengan kalian." Kyuhyun
"Aku senang kalian sangat baik kepada keluarga kami. Terimakasih sudah merawat Kyuhyun kemarin" Donghae.
"aku senang ada kalian. Ya tidak terlalu senang sih. Tapi memiliki tetangga yang akrab tidaklah buruk." Heechul.
"Selamat datang." Kibum.
"baiklah ayo kita makan." Nyonya Cho.
Acara makan malam pun diiringi dengan candaa tawa yang dibuat seluruh orang disana. Karena semua akan indah pada waktunya. Tawa lepas Choi Siwon dengan segala kehangatan dari keluarga Cho dan Kyuhyun yang sangat senang dengan yang dimilikinya saat ini. Ia bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah dinerikan untuknya.
.
.
'Tuhan jagalah mereka selalu untukku' Kyuhyun
'Terimakasih Tuhan atas semua yang engkau berikan' Siwon
.
.
Tidak ada duka yang abadi di dunia ini. Tidak ada sepi yang merangkaimu untuk selama-lamanya. Dunia terus berputar. Malam akan berganti dengan siang dan siang akan berganti dengan malam. Takdir hidup akan terus mereka jalani. Namun mereka percaya bahwa semua pasti akan indah pada akhirnya.
END
Terimakasih ini beneran END gak akan ada lanjutan.. alur agak kecepetan. Kritikan sangat diterima. Maaf aku tahu ini jauh dari kata sem[purna. Thanks yang udah nyempetin baca.
Maaf atas segala Khilaf dan salah yang aku buat dalam tulisan ini. Jauh bgt dari ide awal sebenarnya. Tapi gpp.. pokokny aku Fix bikin ending seperti ini. Gak mau lanjut lagi.
