Balas Review! :D

Bigfoot the 2nd: Yeah, i think that too! :) Okay, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Chapter 14: Pengurus OSIS Heroes Gakuen dan Tragedi Ayam Nyasar


Seorang gadis berambut hitam pigtail sedang berjalan di koridor kelas Ranged dan begitu sampai di dalam kelas, dia langsung cengo.

Mau tau kenapa? Oke, deh!

Ternyata ada counter pulsa di kelas itu, pemirsa!

"Yo!"

Gadis itu tersentak kaget saat ada yang menepuk pundaknya dan begitu dia menengok ke belakang, ternyata pelakunya Lance.

"Oh, kau rupanya! Ngagetin jangan segitunya!" kata gadis itu datar.

Pemuda berambut merah itu pun langsung nyengir.

"Eh, ada counter pulsa ya? Kebetulan pulsaku abis, nih!" celetuk Lance watados.

"Lu mau ngisi pulsa juga?" tanya Emil yang ternyata udah nongol di kelas Ranged entah sejak kapan.

"Sejak kapan lu di situ, Mil?!" tanya gadis itu kaget.

"Sejak tadi!" balas Alexia yang lagi baca buku sambil menatap Lance dengan muka datarnya. "Sensei jadi ngisi, nih? Nanti saya yang urus!"

"Jadilah, tapi..." Lance kembali memasang cengirannya. "HP-ku ketinggalan di ruang guru!"

Alexia langsung sweatdrop, gadis tadi hanya bisa facepalm, sementara Emil mulai gondok dengan memperlihatkan perempatan di jidatnya.

"Ambil sono!" perintah Emil sengit.

"Oke, oke!" Lance pun langsung ngacir keluar kelas.

"Oh iya, Ba- Errr, Garu-sensei!" panggil Alexia.

"Ya?" Gadis bernama Garu itu pun langsung nengok ke Alexia.

"Sensei ngapain ke sini?" tanya pemuda itu.

"Cuma mau ngeliatin kelas aja!" jawab Garu watados.

Alexia pun ber-'oh' ria mendengarnya sebelum...

Pabu pabu pabu tte go, fish ando chips~

"Ada SMS, deng!" Alexia langsung ngeluarin HP-nya dan memeriksa pesan yang ternyata berisi seperti ini:

Mein Freund, ada rapat! Suruh Daren sama Musket ke markas!

"Kak, jagain counter ya! Aku sama Daren dan Musket mau rapat!" pinta Alexia kepada Lucy.

Perkataannya barusan sukses membuat ketiga guru itu saling berpandangan, sementara kedua orang yang dimaksud langsung tancap gas keluar kelas.

"Rapat apaan ya maksudnya?" tanya Lance bingung saat melihat Alexia ikutan keluar kelas menyusul dua temannya barusan.

"Mereka bertiga anggota OSIS, jadi sering rapat!" jelas Lucy. "Eh iya, sensei! Mau ngisi pulsa berapa?"


Sementara itu...

"Kenapa sih rapatnya dadakan banget?" gumam Icilcy sambil berjalan di koridor kelas Magic bersama Thundy dan Flamy.

"Menekedele!" Thundy hanya angkat bahu.


Oh, iya! Aku mau memberitahukan daftar pengurus OSIS Heroes Gakuen ter-'tjinta' ini!

Ketua: Exoray Mercowlya

Wakil: Vience Andreas

Sekretaris: Thundy Shocka

Bendahara: Daren Andreas

Humas: Saphire Andreas

Seksi Kebersihan: Flamy Phoenixia

Seksi Keamanan: Alexia Mercowlya

Seksi Dokumentasi: Icilcy Freeza

Seksi Keagamaan: Musket Liferpoint

Anggota lain tanpa jabatan (?): Ikyo dan Teiron


Nah, percaya kagak kalau kebanyakan anggota OSIS di sini nista semua?

Kagak percaya? Okay! Kita kembali ke cerita!


Entah kenapa, ketiga Mage itu melihat seekor ayam lagi keluyuran di depan mereka.

"Eh, itu ayam siapa?" tanya Flamy kepada kedua saudaranya yang mulai masang tampang mupeng.

"Kagak tau, yang penting..."

"KEJAR!"

Sontak, Icilcy dan Thundy langsung ngejar sang ayam yang udah ngacir duluan dan Flamy pun hanya bisa ngikutin dari belakang.


Sementara itu...

"Eh, ayam gue mana?" tanya Fery sambil ngobrak-ngabrik tasnya.

"Oy, lu nyari apaan?" tanya Naomi sang gadis Desert Blader bingung.

"Lu liat ayam gue, kagak?" Fery nanya balik sambil celingukan gaje.

"Lha? Lu ngapain bawa ayam ke sekolah? Udah tau kagak boleh!" ujar Naomi.

"Heh, Emil-sensei juga bawa burungnya tau!" bantah Fery.

"Iya, tapi kalau sampai keluyuran di sekolah kan bisa berabe!" balas gadis itu datar.

"Mampus!" gumam Fery panik.


Back to Trio Mage...

"Kuuur, kuuur! Chicken, come with me~"

"Bruder, lu lagi mancing ayam atau manggil merpati sih?"

"Tadi ayamnya sempet ke sono, deh!"

Ternyata mereka masih melakukan pemburuan terhadap sang ayam di koridor sekolah.


Di arah yang berlawanan, terlihat seorang pria jabrik yang lagi nyanyi sambil jalan-jalan.

tanoshimuppe moriagappe ore no uta kiite kuncho

sherantou fyuntou ni boonhorumutou

yutorando hantou mo orenchi

yon hyaku yon juu san no shima kekkou sugeebe? (ippee dappe)

asobi ni kun nara kangei dakan na akuabitto de (kanpai da)

minna issho ni nomeba shinyuu dabe

Hvordan går det?

Tiba-tiba di pertengahan lagu, seekor ayam melewatinya dan beberapa saat kemudian, dia langsung ditabrak dan diinjek dengan sadisnya oleh Icilcy dan Thundy yang sedang mengejar sang ayam.

'Mampus! Ada Thias-sensei lagi! Kabur aja, ah!' batin Flamy panik karena berhadapan langsung dengan Mathias dan dia pun segera ngacir secepatnya sebelum jubahnya ditarik sampai terjatuh. (Catatan: Karena Heroes Gakuen tidak punya seragam khusus, jadi para murid di sini masih pake baju khas mereka!)

"Kamu ngapain lari?" tanya sang Danish.

"Sa-saya lagi ngejar ayam, sensei!" jawab Flamy ketakutan.

'Yang bener aja ada kejadian ayam nyasar lagi?' batin Mathias sweatdrop. (Baca fic 'Gajeness Drabble in Heroes Gakuen' Chapter 4 biar ngerti maksudnya!)


Back to Fery...

"Kuuur, kuuuur! Yam, yam! Kau dimana?" panggil Fery sambil celingukan gaje di depan kelasnya.

"Oy, Fer! Lu ngapain?" tanya Ikyo yang lagi lewat di depan kelas Melee dan bingung melihat sobatnya barusan.

"Lu liat ayam gue kagak?" Fery nanya balik.

"Kagak, Fer! Gue mau rapat dulu, ya!" Ikyo pun meninggalkan Fery.


Back to Our Chicken Hunters (?)...

"Set! Kenceng banget larinya!"

"Namanya juga ayam!"

"Heh, cari cara kek buat nangkep tuh ayam!"

"Gue juga lagi mikir, Bruder!"

Well, kayaknya kedua Mage nista kita masih ngejar ayam itu dan sekarang mereka berdua sedang menuju ke ruang guru. Kali ini, keduanya mulai menghalalkan berbagai cara agar bisa menangkap ayam itu sampai-sampai meja kerja para guru langsung membeku plus gosong akibat kelakuan mereka.

Kebayang kagak tuh seberapa hancurnya?

Lukas yang baru balik dari DS (Departement Store) setelah belanja lima kardus Yoggi langsung menjatuhkan kardusnya plus mangap lebar melihat ruang guru yang udah kayak kapal pecah dan hampir rata dengan tanah. Parahnya lagi, dia melihat Icilcy dan Thundy lagi ngejar seekor ayam yang menjadi penyebab utama kehancuran ruangan tersebut.

Mata biru gelap tanpa cahaya sang Norwegian pun mengikuti pergerakan sang ayam.

Belok kiri, belok kanan, lompat indah, lari zig-zag, terbang muter-muter, guling-guling menghindar, lalu berhenti.

Eh? Berhenti?

AYAMNYA BERHENTI, COY!

Udah gitu, berhentinya di depan Lukas pula!

"HIAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!

PLAK! DUAK! PRANG! GUBRAK!

Sontak, kedua Mage nista itu pun langsung jatuh dengan tidak elitnya ke lantai.

"Adaow! Sakit, coy!" seru Icilcy sambil meringis kesakitan dan menatap kesal Thundy yang menimpanya. "Turun dari gue, Thun!"

Thundy langsung menjauhi saudaranya dan bertanya, "Eh, iya! Ayamnya mana, ya?"

"Nyari ayam?"

Keduanya pun nengok dan mendapati Lukas genggam ayam yang mereka cari dan ternyata tuh ayam udah koit sekali libas oleh sang Norwegian.

Lukas habis berguru sama ayahnya Naruto kali, ya?

"LUKAS-SENSEI?!" pekik mereka berdua kaget.

"HUWAAAAAA! SENSEI APAKAN AYAMKU?!"

Rupanya Fery kagak sengaja ngeliat ayamnya koit sekali libas sama Lukas dan menangisi kepergian sang ayam yang malang.

Poor Fery and his Chicken!

'Jadi tuh ayam punyanya Fery, toh!' batin Icilcy dan Thundy cengo.

"Dia kagak koit, hanya mati doang!" balas Lukas datar plus kagak membantu sama sekali.

"SAMA AJA, SENSEI!" teriak Icilcy dan Thundy sewot.

"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! SENSEI JAHAT!" jerit Fery histeris.

"Ada apaan ini?" tanya Mathias yang baru nyampe ruang guru bersama Flamy dan para pengurus OSIS lainnya.

"THIAS-SENSEI, AYAMKU KOIT SAMA LUKAS-SENSEI! ITU AYAMKU SATU-SATUNYA! HUWAAAAAAAAAAA!" rengek Fery menjadi-jadi.

Mathias dan yang lainnya pun langsung sweatdrop di tempat mendengar rengekan galau Fery barusan.


Alhasil, sang ayam pun dimakamkan dengan cara militer (WHAT THE DENMARK?!) di halaman belakang asrama.

"Aku turut berduka cita!" hibur Luthias sambil menepuk pundak Fery yang masih terisak karena kepergian sang ayam.

Tapi sayangnya, walaupun ayamnya telah dimakamkan dan Lukas udah minta maaf, tetap aja Fery masih nangis kejer semalaman sampe seisi penghuni asrama terganggu.

Rest in Peace for The Chicken and poor for Heroes Gakuen!


To Be Continue...


Gara-gara dengerin lagunya Denmark 'Let's Enjoy! Let's Get Excited! Cheers!' (Panjang banget ya judulnya?), jadi kepikiran banyak ide nista yang bisa dituangkan dalam fic! Yah, terutama kejadian ayam itu! Itu yang paling ngenes banget, deh! ^^V

Review! :D