Title : Truth or Dare (ChanBaek Ver.)

Author : 8ternity

Rate : M

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

Support Cast : find in story~

Summary : Truth or Dare? Baekhyun pilih truth? Baekhyun pilih dare? Pada dasarnya semua untuk Chanyeol. Karena Baekhyun cinta Chanyeol.

- BaekYeol / ChanBaek couple –

WARNING : THIS CHAPTER CONTAINS MATURE CONTENT/NC 21!

Semua yang 8ter tulis murni fiktif. Dan mohon maaf kalau ada kesamaan dengan ff lain atau bagaimana, karena ini memang murni hasil imajinasi pasaran 8ter. Mohon maaf ooc yah~ soalnya ini remake-nya ff VerKwan, jadi kalau gak suka boleh exit :D Juga bagi pembaca yang merupakan homophobic, atau anak di bawah umur boleh undur diri/eh. Karena 8ter gak mau menerima review yang gak membangun seperti menyatakan rasa jijik atau bagaimana dan ini merupakan ff rate m yang mungkin berefek buat readers yang di bawah umur (tapi gak ngelarang keras ya, kalau mau baca silakan ^^).Happy reading ^^

Previous Chapter :

Baekhyun hampir menangis merasakan kehadiran Chanyeol seperti menjawab keraguannya. Lalu dengan tanpa ragu dia menjatuhkan diri dalam pelukan Chanyeol . Merasakan kehangatan yang dia cari, perhatian yang dia cari dan pria yang dia cari. Chanyeol balas memeluknya, dan untuk kali ini saja dia ingin memastikan…

"Chanyeol, tolong pastikan bahwa dengan memilihmu aku tidak membuat keputusan yang salah…"

Chanyeol x Baekhyun

Truth or Dare

Chapter 13 :

Chanyeol mengernyit sambil memeluk Baekhyun di dadanya. Menekan kuat Baekhyun saat merasa Baekhyun bergetar dalam pelukannya, ia sama sekali tidak mengerti apa yang manusia pendek bernama Ten dan Baekhyun bicarakan hingga ia menemukan Baekhyun menangis berbicara soal keputusannya. Chanyeol tidak mengerti sehebat apa Ten berbicara tanpa beteriak sampai bisa mempengaruhi Baekhyun segini banyak.

Chanyeol mendengus dangan gelengan yang sangat kuat. Dia kecewa Baekhyun terus menerus menangis.

"Sejak tadi kau menjadi pacarku, kenapa aku terus melihatmu menangis? Kau tidak bahagia?" Chanyeol bertanya dengan bergumam lalu tersentak saat Baekhyun terisak begitu keras di dadanya bersamaan dengan kepala pria sintal itu yang menggeleng kaku.

Ini tidak baik, mungkin saja Chanyeol membuat perasaannya memburuk. Maka dengan cepat dia mengelus punggung orang yang katanya dia sukai itu. Sumpah, isakan Baekhyun tadi terlalu keras untuk membungkam mulut cerobohnya.

"It's okay, sayang. Don't cry…" Maka dengan bisikan lembut dan ciuman di pucuk kepala, Chanyeol mencoba memberi ketenangan dengan gaya amatirnya yang begitu besar.

"Ma'afkan aku." Lalu Chanyeol hanya bisa melanjutkan dengan kata-kata singkat dan itu kembali mengundang gelengan Baekhyun sampai manusia cantik itu mengangkat wajahnya yang sudah merah dan sembab.

Baekhyun terkekeh saat melihat wajah speechless Chanyeol bersama sebuah raut bersalah.

"Untuk kali ini, aku sebut ini bukan kesalahanmu…" 'Kalau ini sebuah kesalahan, maka sejak awal, ini adalah kesalahanku.' Baekhyun bebicara dengan ekspresi keruh saat dimana hatinya melanjutkan dengan seutas rasa getir. Lalu tertawa dengan suara serak sampai Chanyeol dibuat mengernyit dengan itu.

"Are you okay?" Chanyeol menarik penuh atensi Baekhyun seutuhnya padanya, memengang kedua bahu Baekhyun dengan begitu tegas.

"Ya…" Menjawab dengan sebuah anggukan samar.

Kemudian dengan refleks Chanyeol menatap mata sang submisif, mencari kalau saja dia bisa menemukan sebuah kejanggalan lebih besar lagi atas tingkah abstrak Baekhyun yang sekarang dia hadapi.

"Chan, aku membuatmu lusuh karena air mataku. Mandilah… aku akan melihat kalau saja aku punya baju yang pas untukmu." Baekhyun mengelus sekilas bahu Chanyeol yang tampak membukuk di hadapannya untuk menariknya mendekat bersama sebuah ciuman lembut di pipi kanannya.

"Oke… Meski aku sedang mandi, katakan kalau kau merasa buruk." Dia lalu menuju ke kamar Baekhyun bersama sebuah senyuman gamang.

.

Baekhyun memperhatikan stelan pakaian di tangannya, pasangan kaos dan celana pendek yang longgar di tubuhnya. Kemudian tanpa sadar tersenyum. Bayangannya kurang lebih melayang tentang akan seberapa sering kelak Chanyeol mandi di kamar mandinya dan memakai pakaian longgarnya. Setidaknya ia cukup suka dengan status mereka sekarang. Sekarang, Baekhyun tidak menjalani ketidakpastian sendirian lagi. Itu terdengar lumayan membuat lega.

Dia melatakkan pakaian itu di ujung ranjang seraya berjengit membenarkan lipatannya. Lalu setelah mempertimbangkan Chanyeol tidak akan kecewa dengan pilihannya, ia meninggalkan kamar. Kemudian dengan langkah agak diseret mengambil satu kaleng beer dingin dan membawa laptop ke ruang tengah, mencoba mengechek pesan email. Siapa tahu kalau Minseok membalasnya, setidaknya Baekhyun akan mentraktir Minseok seporsi Jajangmyun karena semua jasa Minseok.

Perlu beberapa menit dan banyak tegukan beer sampai laptop Baekhyun siap digunakan dan terkoneksi pada jaringan. Sebuah dentingan email masuk yang terdengar samar mengambil eksistensinya dari beer kaleng yang nyaris kosong, dengan dengusan keras dia bangkit berjalan dan kembali mengambil beer dingin setalah melemparkan kaleng kosong sebelumnya dengan tepat pada keranjang sampah kering. Kemudian meminum banyak lagi sebelum kembali mendatangi laptopnya dan membuka inbox masuk.

Benar saja itu Minseok dengan pesan singkat tanpa emot yang terkesan begitu dingin.

'Kau aman. Selamat, design diterima!'

Baekhyun terkekeh, pesan ini seperti pesan menang sebuah undian. Minseok yang terlalu kaku untuk ucapan selamat, atau mungkin Minseok tidak dalam keadaan baik-baik saja karena terpaksa berbicara sebagai 'Byun Baekhyun-ssi yang diwakilkan karena kurang enak badan'.

'Terima kasih banyak, hyung!'

Sebuah balasan singkat untuk orang yang tidak suka bertele-tele dan Baekhyun merasa beruntung tahu cara memperlakukan orang seperti ini. Lalu kembali meneguk tegukan terakhir beer pada kaleng kedua. Karena, well… perlu diingatkan bahwa dia punya toleransi yang sangat tinggi terhadap alcohol meski pipinya cepat sekali memerah.

Dia mengutak-atik aplikasi design beberapa kali, kembali melihat-lihat designnya untuk hari ini. Sampai dia dengar langkah kaki mendekatinya dan melihat Chanyeol mendekatinya sambil membawa empat kaleng beer.

"Sudah dengar ya soal design-mu?" Chanyeol berbicara basa-basi, meletakkan beer dan membuka satu untuknya.

"Ingin kutemani minum?" Sambungnya duduk di sebelah Baekhyun, sambil mengangkat satu kaleng beer dengan gestur menawarkan.

Baekhyun tertawa dan mengambil satu kaleng beer lagi, kemudian meminumnya dengan banyak tegukan. Karena sebenarnya Baekhyun memang butuh minum untuk sekarang atas sedikit rasa kalutnya, lalu Chanyeol mau menemaninya minum seakan berhasil membaca mood dan pikirannya. Chanyeol menemaninya dalam kesunyian dan suara tegukan yang kemudian hanya akan mengelus punggungnya dalam kekehan saat dia minum terlalu banyak lalu hampir tersedak.

"Tidak perlu terburu-buru. Aku menemanimu bahkan sampai pagi, kalau kau mau." Kata Chanyeol sebelum menarik Baekhyun bersandar di dadanya dan menjauhkan laptop Baekhyun .

"Iya, tolong ya…" Baekhyun terkekeh dalam kesadaran yang masih penuh, Chanyeol tersentak untuk itu.

Kemudian mereka kembali diam memainkan kaleng masing-masing, juga hanya Chanyeol yang bergerak membuka satu kaleng lagi dan membiarkan Baekhyun menyamankan diri di dadanya. Si seme mengernyit saat rasa panas khas beer lagi-lagi melewati tenggorokkannya meski kali ini dengan kuantitas yang sangat banyak.

"Sudah kuduga, aku tidak sebaik dirimu dalam minum…" Chanyeol tertawa sumbang dan memijit kepalanya yang terasa mulai pening, kemudian menyesap aroma rambut Baekhyun yang beraroma nyaman.

"Ugghhh… Kurasa aku mabuk oleh Baekhyun ."

Baekhyun tertawa cukup kencang.

"Chan, apa sih yang terjadi padamu? Mabuk? Hei…"

"Eh.. payah.. harusnya aku yang mabuk." Baekhyun mencoba menepuk pipi Chanyeol yang kemerahan dan tubuhnya yang mulai melemas.

"Duh… lemahnya…" Mencoba menepuk paha Chanyeol.

"Aku mendengarnya, Baek. Seriussss…" Chanyeol seketika meracau dan membuat Baekhyun hampir tertawa terjungkal.

"Serius mabuk ya? Chanyeol.. bosku sayang." Baekhyun menoel pipi Chanyeol dan mencium nya beberapa kali. Chanyeol sama sekali tidak bergerak tapi dia bergumam begitu panjang sehingga terlihat lucu.

Baekhyun menciumnya di bibir dengan sangat dalam, suka saat melihat Chanyeol setengah terlelap dalam pelukannya. Baekhyun mana kuat mengangkat Chanyeol ke kamar dan sebenarnya dia juga belum ada niat membawa Chanyeol ke kamar karena khawatir kalau Chanyeol akan muntah dan memberinya kerja tambahan.

"Baek… heiiiiii.. cium aku lagi… cium…" Chanyeol bergumam lagi dan menarik Baekhyun mendekatinya lalu dengan senang hati lagi Baekhyun mencium Chanyeol dalam ciuman dalam dan memikat di waktu singkat.

Chanyeol menjatuhkan kepalanya di bahu Baekhyun merasakan panas yang mulai naik. Dia juga berkeringat dan dahinya terasa hangat dengan wajah yang sangat memerah.

"Baekhyun … aku…. Kita… bercinta." Chanyeol berbicara begitu lirih namun sudah sangat cukup membuat Baekhyun terbelalak dalam rasa senang.

Meski dalam keadaan mabuk, Chanyeol bilang itu adalah bercinta bukan sex, dan tampaknya itu seperti masuk sampai ke alam bawah sadarnya. Mungkin.

Baekhyun kemudian memaksa Chanyeol untuk menatapnya meski Chanyeol bersikukuh memjamkan matanya yang terlihat sangat berat.

"Kau bilang bercinta?" Baekhyun menekan diri pada Chanyeol dan kembali menciumnya di pipi saat Chanyeol mengangguk berat.

Baekhyun mendengus dan melanjutkan, "Aku tidak yakin kau kuat."

"Aku kuat menanganimu dan aku selalu menantikan desahanmu." Chanyeol menarik Baekhyun mendekat padanya dan mencuri satu ciuman

"Baiklah. Ayo kita selesaikan." Baekhyun menarik Chanyeol dengan kuat lalu dengan terpaksa membaringkannya di karpet setelah memeriksa tidak akan ada yang menyakiti Chanyeol yang sekarang menatapinya dengan pandangan begitu dalam.

Baekhyun tersenyum "Aku sangat merindukanmu, Chan." Lalu menarik Chanyeol dalam ciumannya, Chanyeol membalasnya dengan ciuman yang dalam dan mendominasi permainan.

"Ummhh.." Chanyeol menjengit saat merasakan pening yang sangat karena efek akohol membuat tubuhnya di sirami oleh hasrat yang sangat besar.

Baekhyun menaiki tubuh Chanyeol dan duduk mengangkang di atas selangkangan Chanyeol yang mulai membesar.

Baekhyun tergopoh sendiri karena napasnya yang terasa memendek oleh hasrat.

Chanyeol merasakan gairahnya membesar saat Baekhyun menjilat bibirnya, matanya terpejam.

Baekhyun mengapit bibir Chanyeol dengan bibirnya dan melesakkan lidahnya masuk. Chanyeol tercekat napasnya sendiri saat merasakan lidah Baekhyun menggelut lidahnya dan mengaduk pikirannya seketika. Isi pikirannya sekarang tidak lebih adalah menyetubuhi Baekhyun, menyodok lubangnya dan membuatnya menangis dalam nikmat.

"Ahhh.. angghh.. ammhhh.. Chan.." Baekhyun melengkungkan dadanya dan menumpu banyak berat badan pada Chanyeol saat merasa kesadarannya tersedot ketika mengenali bagaimana tubuhnya menjadi sensitive merasakan gesekan papilla lidah mereka satu sama lain. Sangat menyengatnya sampai ke saraf dan membuat penisnya mulai merasa nyilu.

"Ahh.. ahhhhh.. Chan.. Chanhh." Kemudian Baekhyun merasa melemah saat dimana dia harus memimpin sesi mereka hari ini. Dia gentar saat menekan pantatnya pada penis Chanyeol yang masih dalam balutan celana, sangat-sangat menguji kesabarannya untuk mengenjot diri dengan erotis di atas tubuh Chanyeol.

Dengan terpaksa Baekhyun melepas ciuman mereka dan melucuti bajunya dengan cepat. Tanpa sadar mengginggit bibirnya tidak sabaran saat menatap mata Chanyeol yang menelanjangi dan menenggelamkannya dalam kegelapan tanpa ujung.

"Chan.. angghhhhhh…" Baekhyun menundukkan tubuh dengan sensual dan cepat, mendekatkan dadanya pada wajah Chanyeol lalu menyerahkan puting tegangnya pada bibir si bos yang sudah mengkilap oleh saliva.

"UHH.. NGGHHH.. CHANHH ahhhh.." Baekhyun berteriak saat dengan reflek Chanyeol menghisap ganas putingnya yang sekarang mencuat lalu memainkannya dangan gigi dan memilin dengan lidah.

"AAHH… AHHH.. AHHH CHAN!" Baekhyun terengah untuk nafsunya yang sangat membumbung. Tubuhnya haus untuk sentuhan dan dia sangat ingin untuk dileburkan sekarang. Sangat membutuhkan penis Chanyeol menghabisinya, maka dengan tidak tahu diri dia memilin sendiri puting kirinya yang menganggur serta menekan dan menggesek belahan pantatnya pada bagian penis Chanyeol.

"Ahhh.. Ahhhh… ngghhh.." Dia mencicit dan mengerang dalam bisikan, hampir tidak kuat mentoleransi pemanasan yang terlalu panas membuat prostatnya ingin ditumbuk habis.

Chanyeol juga sebenarnya merasakan gairah yang sama besarnya, lalu penisnya diberi belaian yang kelebihan nikmat membuat penisnya serasa ingin bebas dan memasuki lubang Baekhyun lalu menekannya di prostat si uke hot ini.

"Ummhh.. yeahh.. Baekhyun.. uummhh.." Chanyeol meremas pantat Baekhyun dan bergumam masih dengan mulut memainkan puting Baekhyun.

"Ahhh Chanyeol! AHHH CHANYEOL!" Lalu Baekhyun menggelinjang di atas tubuh Chanyeol sambil memilin dan mencubiti puting kirinya brutal saat merasakan gumaman Chanyeol menstimulasi rasa bergetar pada puting kanannya lalu mendatangkan rasa menyengat yang menancap tepat pada saraf rasa nikmatnya. Membuatnya kaget tapi suka.

"NGGHH.. SSHH Chanyeol.. Akuhh ahhh.. tidak kuat ahhh.." Baekhyun merintih terdengar seperti hampir menangis, kemudian mengangkat diri dan menlanjangi diri dengan cepat.

Dia berinisiatif untuk tidak lebih lama menyiksa diri jadi dia berusaha untuk mengangkat Chanyeol dan menelanjanginya tanpa jeda sekalipun. Lalu dia puas melihat Chanyeol kembali berbaring dengan mata berkabut penuh nafsu dan penis besar tegak pada bagian bawah perutnya.

"So sexy…" Baekhyun kembali menduduki perut bawah Chanyeol dan kembali menciumi Chanyeol dengan sangat dalam dan menuntut. Chanyeol mengangkat pantatnya beberapa kali, mencengkram pantat Baekhyun dan memukulnya bebrapa kali.

"Ahhh.. sshhh ahhhh.. uuhh" Baekhyun frustasi melepaskan ciumannya karena pukulan Chanyeol bukan tersa sakit. Tapi itu menyerang pada pusat gairahnya.

"Chan.. nghhh ahhhh.. I want you to fuck me… ahhh.. to fuck me so hard!" Baekhyun mengejang melepaskan ciuman Chanyeol saat Chanyeol memainkan kepala penis Baekhyun dengan begitu tiba-tiba. Titik itu yang sejak tadi coba dia tahan lalu tangan lembab dan dingin Chanyeol memainkannya dengan sangat lambat. Membuatnya memohon untuk dirusak.

"Just get what you want…" Chanyeol memberikannya smirk dan lalu menekan penisnya pada belahan pantat Baekhyun, membuat Baekhyun ingin merasakannya di dalam tubuhnya dan membiarkannya memborbardir prostatnya.

Dengan sangat perlahan, Baekhyun bangkit dan wajahnya memerah menahan nafsunya. Berjuang untuk bisa bertahan lebih banyak dan dia tidak punya lube saat dimana dia sangat lemah untuk bisa mengambilnya.

"Ummmhh.. Baek.. aku mau lubangmu. Aku mau menyodokmu dengan sangat keras. Aku mau kau orgasme untuku." Baekhyun kembali mencium Chanyeol saat dimana tangan kanannya memijat penis Chanyeol yang sudah terlalu tegang.

"Angghhh..," Kemudian dia menyerah saat kata-kata Chanyeol menghabisi kesabarannya. Prostatnya terasa nyilu untuk ditumbuk kuat, kepalanya pening dan dia sangat butuh sebuah penis panjang mengisinya lalu memberikannya sebuah kepuasan tingkat tinggi.

Dia mengambil kaleng beernya yang isinya tersisa seperempat dan menuangkan semuanya pada penis Chanyeol .

"Ohhhhh fuucckk!" Chanyeol mencicit merasakan sensasi beer yang masih agak dingin menyiram penis tegangnya yang panas oleh gairah.

"Ohhh,, shit Baek! I wanna fuck you.. uumm" Chanyeol mendongak dengan rahang mengeras saat Baekhyun menunduk mengulum penisnya dengan sangat dalam dan hisapan yang sangat kuat. Dia tidak tahu, kalau hisapan dan lidah Baekhyun bisa menyedot kewarasannya segini banyak sampai rasanya penisnya diurut sangat kuat. Urat-urat penisnya puas untuk service macam ini. Dia sangat mencintai sensasi ini.

Baekhyun berhenti dan itu membuat Chanyeol bersyukur karena dia bisa saja orgasme tadi.

Baekhyun kemudian bersiap untuk naik lagi ke atas tubuh Chanyeol dengan sebuah tatapan dalam untuk Chanyeol .

"Angghh.. ahh ahhh.." Dengan perlahan, Baekhyun mencoba memasukkan penis Chanyeol pada lubangnya. Chanyeol terpesona akan betapa cantik dan menggairahkannya Baekhyun saat menungganginya dan dia sekali lagi merasa kenikmatan ada diujung kepalanya. Penisnya terjepit sangat ketat dan itu mengurut penisnya dengan sangat kuat. Ahhh astaga, dia sangat-sangat menyukai penisnya di dalam Baekhyun . Sangat-sangat nikmat, menguras kesabarnnya untuk merasakan genjotan Baekhyun di saat dia tahu bahwa Baekhyun sedang berusaha berdaptasi dengan penisnya.

"Ahhh Chanyeol.. ahhhhh.. penismu.. ahh.. aku suka.. nghh nikmat.. ahh dia menusukku.. ngghh uuhhh.. terlalu dalam sshhh.. sangat dalam ahhh" Baekhyun menggelinjang bahkan hanya dalam beberapa gerakan kecil.

"Ummhhh yeah.. Baekhyun , move please…" Chanyeol mendongak sangat kuat dan mencengkram paha Baekhyun saat dia jelas-jelas merasa gerakan kecil itu memberinya keinginan untuk mendapatkan kegilaan yang lebih. Dia butuh lubang Baekhyun .

"Aaahhhh… nggahh shit ahhh.. Chanyeol.. ahh.. nikmathh.. prostatkuhh.. ummhhh.. ngghhhh ssshh…" Baekhyun menaik turunkan tubuhnya dengan rasa nikmat di depan matanya. Semuanya terasa buram, ia tidak merasakan apapun selain ereksinya juga lubangnya yang digempur penis Chanyeol lalu dia tidak mendengar apapun selain desahan meraka.

"FUCK! Baekhyun! Ah!" Chanyeol mengejang ketika Baekhyun menghentak dirinya terlalu kuat. Penisnya sangat-sangat pas menumbuk titik manis Baekhyun , dia dengan jelas merasakan itu. Dia haus untuk rasa nikmat itu lebih banyak.

Kemudian dengan insting liarnya dimana dia sangat ingin menjemput kenikmatan yang tidak pernah dia dapatkan pada orang lain selain Baekhyun , dia mengangkat pinggulnya dengan hentakkan kuat. Membuat Baekhyun terdiam dan pasrah dengan gerakan pinggul Chanyeol.

"Oh ya Tuhan.. oh astagahh.. ahh Chanyeol.. ngahh.. FUCK ME! Ahhh.. sshh.. harder, honey.. yeahh.. ungghh.. ahh.. di situ, tekan terus.. ah tumbuk prostatku.. gunakan tubuhku ahhhh.. Chanyeol.. yahh.. lakukan seperti itu.. ahh.. ini nikmatt.. sshh.. mmhhh.." Baekhyun meracau dengan tubuh menjaga keseimbangan, tangan kiri memompa penisnya dan tangan kanan memilin putingnya.

Posisi ini mungkin terlihat tidak nyaman atau tidak menguntungkan Chanyeol. Tapi posisi ini sebenarnya termasuk dalam salah satu yang terbaik. Chanyeol menggeram, sangat merasa beruntung instingnya bergerak semacam itu. Karena dia sungguh merasakan kenikmatan yang begitu besar, perutnya mengempis menahan semburan sperma saat melihat Baekhyun masih bertingkah binal di depan matanya.

Baekhyun yang seperti ini adalah salah satu dari harapannya, menggagahi seorang uke dan membuatnya menyerah sebanyak ini adalah salah satu impian Chanyeol. Lalu kini dia mendapatkan orang tersebut di depan matanya sedang mendesah bersama cicitan dan rengekan yang terdengar sangat bergairah.

"uuhh.. I love your moan, baby.. I love it.." Chanyeol berbisik seduktif bersama beberapa hentakan kuat saat melihat Baekhyun melolong dan hampir terjatuh di dadanya.

"Chanyeol .. uuhh.. terlalu nikmat.. terlalu dalam.. sshhh.. aahhh… ngghhh.. Chanyeol ahhh.. ahhh.. AH! Mhh.." Baekhyun menunduk dan menangis dalam kenikmatan. Kakinya merapat saat dia menjemput orgasmenya.

Chanyeol merasakan jepitan kuat pada penisnya dan melihat penis manis Baekhyun membuyarkan semua cairannya. Chanyeol orgasme tanpa bisa dia control. Pemandangan Baekhyun di depannya dan jepitan di penisnya terlalu berhasil membuatnya melepas kenikmatannya dengan sangat lega.

Chanyeol berusaha melepas penisnya dan mencoba membaringkan Baekhyun di sisinya di atas karpet berbulu lalu memberi kecupan lembut di bibir saat melihat mata sayu Baekhyun hampir terpejam dengan keringat membasahi dahinya.

Mungkin seseorang seperti Baekhyun hanya satu dan Chanyeol ingin memastikan bahwa tidak ada yang salah pada pilihan mereka.

.

.

TBC

Hai semuaaaa.. kali ini dengan ketumbenan 8ter update sedikit lebih cepat wkwkwk.. sulit dan sempat hilang ispirasi bagian NCnya.. duh.. gaje sih, Cuma berharap kalian suka aja. ^_^

Oh iya … bentar lagi valentine kan yaa? Selamat hari kasih sayang semuanyaaa, 8ter sayang kalian ^_^ 3

And as before, sorry kalau ada typo nama, ini ff remake dari Verkwan ya TT

First I wanna say THHHAAAANKKSSSSS A LOOOTTT BUAT YANG REVIEW, FOLLOW, DAN FAVORITE :****

Special Thanks To

chanbaekismutianafsulmmilkybaekinchan88skyparkbyankaialfn39LittleOohpecandu ceritassuhoshnetjungkkhopeLapcy614Sweetlight614byunrin6104Baeka

Sorry kalau gak disebut ya~~ Review lagi~~ ^^