Previous Chapter
"Ada apa Kai? Apa Kyungsoo sudah sadar?" tanya Kris saat sampai di depan ruangan Kyungsoo. Yang lain pun sudah ada disana. Mereka memandang ke arah Kai penuh ke ingintahuan. Namun Kai hanya mengedikkan Bahunya.
"Ini..." ujar Hoya tiba-tiba di sertai sebuah kotak yang berukuran sedang yang ia sodorkan. Semuanya memandang Hoya bingung tapi namja itu malah semakin menyodorkan kotak itu ke Kai. Kai pun menerimanya, kemudian mengarahkan tatapannya ke Hoya meminta penjelasan.
"Itu adalah pemberian Kyungsoo. Sehari sebelum kejadian itu, Kyungsoo menitipkannya kepadaku. Ia berkata kalau sampai terjadi sesuatu padanya. Aku harus memberikan ini pada kalian. Kata Kyungsoo semua jawaban yang kalian inginkan akan terjawab. Awalnya aku tidak ingin namun ia memaksaku maka dengan terpaksa aku menerimanya." cerita Hoya..
"Apa isi kotak itu?" tanya Baekhyun penasaran.
"Aku tidak tahu. Aku tidak berani membukanya. Kalau kalian ingin tahu, bukalah". ujar Hoya. Semuanya pun menyuruh Kai untuk membukanya.
.
.
TITLE : I Need Someone for My Life
Main Cast :
Do Kyungsoo(Yeoja)
Kim Jong In(Namja)
Other Cast:
Member exo, etc.
Rated : M(Kekerasan)
Genre : Hurt,action, School Life ,romance.
"it's just Fiction Story"
Mian banyak Typo dan Tidak sesuai dengan EYD. Semoga Bisa Menghibur
HAPPY READING
GUYS
.|.
.|.
.|.
Chapter 14
Dengan ekspresi bingung, Kai perlahan membuka penutup kotak itu.
"Apa isinya, Kai?" tanya Sehun penasaran saat Kai sudah membuka penutup kotak itu. Namun hanya tatapan heran yang ia dapatkan dari Kai.
"Isinya beberapa surat & 1 alat perekam" jawab Kai bingung. Yang lain mengerutkan kening mencoba memecahkan maksud dari isi kotak itu
"Coba kau buka suratnya!" perintah Kris.
"Sepertinya 1 orang 1 surat. Masing-masing surat ada namanya. Tapi...," Kai menaikkan alisnya.
"Tapi apa, Kai?" tanya Luhan penasaran.
"Kenapa suratnya hanya 10 buah & Itu berarti aku tidak memiliki surat, karena hanya namaku yang tidak ada." jawab Kai sambil memandang surat-surat itu.
"Berikan surat-surat itu ke teman-temanmu, Kai." ujar Hoya tiba-tiba
."Tapi..." Kai menggantungkan ucapannya.
"Soal suratmu, mungkin Kyungsoo ingin memberikan sendiri kepadamu" Opini Hoya saat mengetahui kebingungan namja tan itu. Mendengar Ucapan Hoya membuat beberapa namja merasa kecewa
'Kenapa Kyungsoo memberikan secara terpisah' pikiran namja-namja itu berkecamuk. Sedangkan Kai masih memegang surat-surat itu. Setelah lama berfikir ia membagikan surat-surat itu ke teman-teman & juga Hyung nya. Mereka menerima surat itu, Secara perlahan mereka membukanya. Mereka mulai membacanya. Kai & Hoya memandangi mereka penasaran.
"Kyungsoo menolakku" ujar Suho sedih setelah selesai membaca surat itu.
"Nado..." ujar Kris dengan raut wajah kecewa.
"Bagaimana dengan Kalian?" tanya Hoya kepada yang lainnya. Namun yang di tanya hanya menunduk lesuh. Tanpa dijawab pun Hoya tahu jawabannya. Sedangkan Kai memandangi mereka bingung.
'Apa maksudnya,menolak?' pikir Kai.
"Kyungsoo menolak apa? Aku tidak mengerti ucapan kalian" Kai menyuarakan pikirannya "Kyungsoo menolak perasaan mereka, Kai." jelas Hoya saat ia tahu bahwa yang lainnya tak sanggup menjawab pertanyaan Kai.
"Terus bagaimana denganku? Apa Kyungsoo juga menolakku. Sepertinya iya, ia bahkan tidak memberikan apapun kepadaku" ujar Kai, lalu menunduk lesuh.
"Sepertinya jawaban dari pertanyaanmu itu akan terjawab oleh alat rekam itu Kai" timpal Hoya. Kai dan Lainnya mengangkat kepala dan menatap Hoya bingung yang saat ini memegang sebuah alat rekam sederhana.
"Aaaa... iya aku lupa dengan rekaman itu. Berikan padaku!" ujar kai sambil mengarahkan tangannya ke Hoya.
.
.
.
Kai menekan tombol On saat rekaman itu berada ditangannya.
Tut *Sound gagal*.
Terdengar suara yeoja yang melantunkan sebuah lagu yang begitu indah.
|Nan kanghae boyeodo
utgo isseodo
honjail ddaega manha
Neul geogjeonghana
eobseo boyeodo hal mali manha
Cheom bon sungan neomuna kkeullyeoseo
igeotjeogeot jaeji mothago marhaesseo
The answer is you
My answer is you
Nae modeungeol da boyeojwo bwasseo
You are my everything
neomu hwagsinhaeseo|.
.
.
.
Sebuah lagu yang sangat menyentuh hati. Dalam hati mereka bertanya-tanya untuk apa Kyungsoo menyanyikannya. Lagu itu belum pernah mereka dengar. Lagu itu seolah mewakili perasaan Kyungsoo untuk seorang. Tiba-tiba terdengar suara yeoja dari rekaman itu yang diketahui pemilik suara itu adalah Kyungsoo.
"e... emm... emm... aku harus mulai darimana ya, aku bingung. Kalian pasti sudah mendengar lagunya kan?" suara Kyungsoo terdengar gugup di rekaman itu. Tanpa sadar semuanya mengangguk.
"Sebenarnya lagu ini adalah ciptaan ku sendiri. Lagu ini aku buat saat seseorang datang dalam kehidupanku yang gelap tanpa warna. Waktu itu, di suatu malam aku duduk di taman belakang rumah seperti biasa memandang kosong ke depan, tiba-tiba ia datang menghampiriku & menyatakan perasaannya, saat itu aku menolaknya karena aku tidak mencintainya namun mendengar perkataan diakhir tentang menulis lagu tugas dari Jung saem. Saat itu ia mengatakan perasaan. Saat itu hatiku entah kenapa berdebar & perutku terasa dihinggapi oleh ribuan kupu2 yang membuatku geli. Saat itu aku tidak ingin mengakui perasaanku, untuk itu lagu ini aku menulisnya berharap suatu saat nanti aku dapat bernyanyi di hadapannya. Mianhae keurigo gomawo sudah menungguku & tetap berada di sampingku sesuai dengan janjimu padaku. Maaf Baru saat ini aku bisa membalas perasaanmu. SARANGHAE KIM JONGIN. YOU'RE MY EVERYTHING MY LIFE. Namja yang selama ini aku butuhkan setelah kehilangannya adalah dirimu. Gomawo sudah hadir dalam hidupku... hiks... Cheongmal gomawo, Aku berjanji akan selalu menjagamu, takkan kubiarkan Kau terluka seperti dirinya dulu. Biarkan aku berkorban untukmu. SARANGHAE NAE CHEONSA" Rekaman itu berakhir. Kai meneteskan air mata saat mendengar ucapan Kyungsoo. Ia merasakan perasaan hangat menghampiri hatinya. Air mata kebahagian & kesedihan bercampur menjadi satu..
"Nado saranghae, nae yeoja. Gomawo karena sudah membalas perasaanku keurigo mianhae karena sempat terlintas di pikiranku untuk mengakhiri hidupku. Gomawo mianhae" ujar Kai dengan posisi jatuh bersimpuh dilantai dengan tangan kanan berada di dadanya. Menekannya kuat. Air matanya tiada henti.
Kai tiada hentinya mengucapkan kata maaf ke Kyungsoo. Posisinya masih sama, ia masih bersimpuh dengan tangan kirinya yang memegang bukti kalau cintanya terbalas. Semuanya memandang ibah dirinya, namun ada 1 orang yg memandangnya dengan tatapan yg sulit diartikan. Setelah puas menangis Kai berdiri lalu berniat melangkahkan kakinya menuju ruang inap Kyungsoo, namun sebuah tangan besar menangkap pergelangan tangannya. Ia terpaksa berbalik menghadap orang itu sambil melayangkan tatapan bingung ke arah pelaku..
"Ada apa Chanyeol Hy-," belum sempat kai menyelesaikan kalimatnya ia sudah mendapat pukulan telak diwajahnya membuat sudut bibirnya berdarah. Yang lain melotot kaget melihat Chanyeol yang memukul Kai. Kai memandang bingung kearah Chanyeol yg kini menatap dirinya dengan tajam. Chanyeol menarik kerah baju Kai, lalu berucap.
"Sejak kapan kau menyatakan perasaanmu pada Kyungsoo?" Tanya Chanyeol dingin.
"Sewaktu kita ke rumah Kyungsoo mengerjakan tugas dari Jung saem" jawab Kai santai..
"Sudah selama itu & kau tidak memberitahu kami" ujar Chanyeol sarkastik.
"Buat apa aku memberitahu kalian?" tanya Kai sedikit kesal.
"Kau tahu kalau aku juga mencintai Kyungsoo & dengan teganya kau menusukku dari belakang, kau penghianat Kai" ujar Chanyeol geram. Ia tidak terima Kyungsoo menolaknya karena Kai yang notabene selama ini selalu membuat masalah dengan Kyungsoo. Sedangkan dia sudah dari awal menyukai Kyungsoo tapi ia malah di khianati oleh sahabatnya sendiri. Kai geram mendengar Chanyeol menyebutnya penghianat tanpa ba bi bu ia melayangkan bogem mentah kearah Chanyeol. Sekali lagi yang lain dibuat kaget saat Kai memukul Chanyeol. Sebelum berlanjut ke hal2 yg tak diinginkan mereka segera melerai keduanya..
"Dasi malhaebwa! Penghianat? Tsk...aku bukan dirimu yang dengan begitu mudah mengumbar perasaanmu ke orang lain, aku lebih suka memendamnya. Harusnya kau tahu itu karena kita sudah bersahabat sejak lama" Ucapan Kai berhasil membuat Chanyeol membeku di tempatnya. Ia berada dalam posisi di tahan oleh teman2nya. Kai berlalu meninggalkan mereka semua setelah melepaskan diri dari tahanan Hoya.
Cleck...
Kai memasuki sebuah ruangan yang bernuansa putih. Bau khas obat2an yang pertama menyapanya. Ia melangkahkan kakinya pelan menuju seseorang yg terbaring dengan beberapa alat rumah sakit yang menempel ditubuhnya. Kepala & wajahnya terbalut perban. Hanya suara monitor yang terdengar. Perlahan ia mendudukkan dirinya dikursi samping Kasur sang yeoja. Dengan lembut ia memegang tangan sang yeoja yang tidak terhubung jarum infus. Air mata perlahan menetes dari mata elangnya..
"Mau sampai kapan kau tertidur sayang" ucapnya lirih kepada seseorang yang tengah berbaring..
"Tidak apa2 kan kalau aku memanggilmu sayang? Gomawo, aku sangat suka hadiahnya. Kapan kau bangun, aku janji jika kau bangun aku akan memberikan hadiah untukmu juga"masih dengan air mata yg mengalir ia bermonolog disamping yeoja yang dicintainya berharap mendapat respon namun apa? tidak ada
"Apa kau begitu senang tertidur? Geurae tidurlah sampai puas tapi setelah nanti kau bangun takkan ku biarkan kau tidur lagi" matanya semakin deras.
"Hikss...Aaahh...kenapa aku begitu cengeng? Kau pasti menganggapku namja lemah saat tahu aku menangis. Ini wujud asliku yang sesungguhnya saat melihat seseorang yang sangat berarti dalam hidupku dalam keadaan seperti ini. Aku kan menjadi rapuh bagaikan kapas. Hikss... Geuronikka... ireona... aku tak sanggup lagi Soo melihatmu terbaring seperti ini, kau secara perlahan membunuhku." kali ini kai berucap sambil terisak..
"Kenapa waktu itu kau melalukannya?bukankah aku sudah bilang akan selalu berada disampingmu dan melindungimu, tapi kenapa kau rela menjadi tamengku? Sungguh aku sangat menyesal" Hatinya terasa tercabik-cabik saat saat mengingat kejadian 2 hari yg lalu dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri gadisnya jatuh dalam pelukannya karena menjadi tamengnya.
Cairan bening itu lagi & lagi menetes..
"Saranghae nae cheonsa" ujarnya kemudian mencium kening sang yeoja yang terbalut perban. Air matanya menetes membuat perban di bagian kening Kyungsoo basah. Ia menciumnya begitu lama seolah ingin menyampaikan seluruh perasaannya kepada yeoja yamg dicintainya ini. Setelah beberapa menit ia melepaskan ciumannya. Kemudian ia kembali meraih tangan sang yeoja sambil menciumnya lembut.
"Saranghae" ujarnya lagi. Sungguh ia sudah tak sanggup menghadapi ini. Jika seperti ini sakitnya maka ia akan rela melakukan apapun untuk menyembuhkannya. Namun apa daya orang yang seharusnya menyembuhkannya sedang terbaring dengan nyawa taruhannya. Ia menelusupkan kepalanya di tangan sang yeoja di kasur. Tangan itu masih ia genggam. Perlahan kelopak matanya menutup bersamaan dengan gerak tangan seseorang yang ada di genggamannya.
.
.
.
.
.
.
Ruangan itu terasa begitu mencekam. Semua yang berada di dalamnya memberikan konsentrasi penuh. Di tengah terdapat sosok yeoja yang di bedah yang diatasnya terdapat lampu operasi. Dokter dan juga para medis lain berusaha melakukan yang terbaik untuk pasiennya. Pasalnya operasi ini bukan operasi biasa. Operasi ini adalah operasi pengangkatan jantung kemudian menggantinya dengan jantung baru.
Dokter baru sampai tahap peletakan jantung baru untuk Dokter akan memasuki tahappemindahan pembulu darah arteri ke jantung. Tiba-tiba suara perawat terdengar.
"Saem... tekanan darah pasien menurun" ujar perawat panik.
"MWOHAE? Siapkan darah. PALLI" ujar Dokter sedikit membentak saat semuanya mulai panik..
"Terus kontrol monitor untuk tanda-tanda vitalnya!" ujar sang dokter.
Ok.. .kita tinggalkan dulu proses operasi, biarkan dokter yang mengatasi itu semua. Kita beralih ke Luar ruangan operasi..
Sekelompok manusia yang berada diruang tunggu operasi menampilkan ekspresi yang sama. Tegang, khawatir. 3 jam mereka menunggu operasi seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka. Kyungsoo. Yeoja mungil dengan segala kelebihan yang berada dalam dirinya.
Seorang namja tan mondar-mandir di depan ruangan operasi sambil sesekali mengacak rambutnya frustasi atau menggigit kuku jempol nya. Tidak hanya dia yang melakukan itu, ada satu namja tinggi dengan telinga lebar yang juga ikut melakukan hal sama. Sedangkan Para orang tua hanya diam menunggu hasil operasi begitupun para namja tampan lainnya..
"Akhh..." rintih Kai sambil memegangi jidatnya yang berbenturan dengan dada Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya mengelus dadanya..
"Bisakah kalian duduk? Aku pusing melihat kalian mondar-mandir tidak jelas." Ujar Sehun sambil memutar bola mata malas..
"Yakk... Magnae... apa maksudmu?" tanyakai sedikit sarkatik...
"Aisshh... Jongin lebih baik, kau duduk nak!" Ujar Ny. Kim, eomma Kai. Kemudian menarik lengan Kai agar duduk di sampingnya. Sedangkan yang ditarik hanya pasrah saja. Chanyeol pun juga duduk. Kelihatan sekali kalau ia juga pusing karena mondar-mandir selama 3 jam. Beda dengan Kai yang terus bergerak gelisah dikursinya..
Krett...*Soundgagal..
Pintu ruang operasi akhirnya terbuka juga. Semuanya berhamburan menuju Dokter..
"Bagaimana,Uisa?" tanya Kai menuntut.
"Semuanya berjalan lancar, kan?" Tanya Chanyeol Sedikit mendesak. Sedangkan samg Dokter hanya memandang keduanya datar. Masker operasi nya ia buka..
"Emm...Operasi berjalan lancar. Meski ada sedikit masalah tadi, tapi itu bisa diatasi. Sekarang pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Keluarga sekalian dapat melihatnya disana" Ujar sang Dokter kemudian pergi dari hadapan Keluarga pasien. Setelah mendengar ucapan sang Dokter semuanya mengeluarkan helaan nafas lega. Semaunya pun berjalan menuju Ruang ICU.
2 WEEKS LATER.
Kyungsoo sudah diperbolehkan oleh Dokter untuk pulang. Keadaannya sudah pulih. Perbannyapun sudah di buka di bagian kepala. Hari ini ia akan pulang..
|KYUNGSOO POV|
Hari ini aku akan pulang dari rumah sakit ini karena keadaanku mulai membaik, meskipun begitu aku masih harus tetap datang ke rumah sakit ini untuk melakukan pemeriksaan rutin mengenai kesehatanku, terutama jantung yg aku terima ini. Tapi itu lebih baik daripada harus berlama-lama berada di rumah sakit ini.
Bolehkah aku jujur?
Sebenarnya aku sudah tidak betah berada di rumah sakit ini. Bagiku tempat ini sangat menyesakkan. Aku lebih memilih menghajar 100 gengster daripada harus berada diruangan ini. Tempat ini menyimpan begitu banyak luka yang sangat ingin kuhapus dari ingatanku. aaahh... kenapa pikiranku mengarah kesana. Lupakan... lupakan Kyungsoo, hanya ingat Kai saja. aishh... kenapa mengarah ke namja tan itu. Oh Ya ada yang penasarankah dengan hubunganku bersama namjatan itu? Baiklah... pasang telinga baik-baik ya...
|FLASHBACK|
3 hari sesudah Kyungsoo operasi, ia masih belum sadar. Dokter mengatakan bahwa Kyungsoo akan baik-baik saja. Namun Kai masih tetap khawatir karena kedua hazel yang berhasil menghipnotisnya itu belum juga menyambutnya. Belum mampu menangkap sinar dari kedua hazel tajamnya. Kai masih terus mengenggam lembut tangan itu. Ia masih berusaha mengajak Kyungsoo untuk berbicara meskipun orang yang diajaknya tidak merespon.
"Kyungsoo-ah, kenapa kau begitu suka tidur? Kau tidak mau melihat wajahku." Kai masih bermonolog sedih dengan sendirinya. Matanya ia pejamkan sehinggah tidak bisa melihat Yeoja yang sedari tadi diajaknya berbicara sudah sadar dari tidur panjangnya dan kini sedang menahan tawanya melihat eksperi namja tan itu. Oh bagaimana tidak namja dingin itu sekarang memohon-mohon ditambah dengan ekspresinya yang begitu cute.
"Jika kau masih tidak mau bangun juga, aku akan...,"
"Kau akan apa, huh?" Sebuah suara yang begitu sangat didambakannya terdengar meskipun itu terdengar lirih, tapi inderanya masih bisa menangkap. Perlahan ia membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Matanya beebinar saat melihat Yeoja yang dicintainya sedang menatapnya. Tapi tunggu kenapa Kyungsoo menahan tawanya, ada apa? batinnya.
"Hahahaha...neomu Cute..Hahaha...arghh". Kyungsoo tak sanggup lagi menahan tawanya saat melihat & mendengar berbagai ucapan Kai yang begitu Cheesy menurutnya. Lihatlah sekarang ekspresi namja tan itu yang menatapnya seakan ia baru mendapatkan lotre .Ekspresi yang baru ia lihat saat ia sadar dari pasca operasi..
"Kyu... Kyung... benarkah... in.. ini.. k... kau?" tanya Kai, ia masih belum percaya bahwa Kyungsoo sudah sadar..
"Terus kalau bukan aku, siapa lagi?" tanya Kyungsoo balik sambil tersenyum..
"Oh... Tuhan, Kyung. Aku kira ini hanya imajinasiku karena terlalu merindukanmu" ujar Kai sambil memeluk Kyungsoo erat. Kai menenggelamkan kepalanya diceruk leher Kyungsoo. Kyungsoo merasakan lehernya bahas. Ternyata Kai menangis di ceruk lehernya..
"Dasi geureojima" ucap kai lirih..
"Oh?" Kyungsoo bingung dengan Ucapan Kai & tiba-tiba menangis. Seharusnya Kai bahagia karena ia sudah sadar, pikir kyungsoo..
"Jangan pernah melakukannya lagi didepanku, atau dimanapun. Aku tak ingin kau mengorbankan dirimu demi diriku. Seharusnya aku yang melindungimu, tapi apa... aku," ucapan Kai disela-sela tangisnya dipotong oleh ucapan lembut Kyungsoo..
"Mianhae. Arasseo aku akan menuruti perkataanmu. Tapi janji padaku, kalau kau akan selalu baik-baik saja dan jangan pernah tinggalkan aku" ujar Kyungsoo sambil mengelus punggung Kai. Ia mengeratkan pelukannya ke Kai..
"Geurigo... Saranghae Nae Cheonsa" Ujar Kyungsoo lagi. Tangis Kai kembali pecah saat mendengar kalimat itu. Ia seolah berada disurga..
"Nado Saranghae Nae sarang" timpal Kai.
Lalu dengan pelan ia melepaskan diri dari pelukan itu. Kemudian tangannya bergerak menghapus airmatanya, namun itu tak terjadi. Karena sebuah tangan mungil, lembut & hangat menghapus Kristal-kristal itu di pipinya. Ditangkapnya tangan itu kemudian mengelus-elus tangan hangat itu yang masih bertengger dipipinya. Mata mereka bertemu. Merekadapat melihat refleksi diri mereka di kedua pasang hazel yang dicintainya. Tanpa sadar jarak diantara mereka semakin menipis.
1...
2...
3...
Akhirnya kedua benda kenyal tanpa tulang itu berhasil menyatu. Saling membalas dengan segenap Cinta dihati. Mata keduanya terpejam, menikmati ciuman itu dengan perasaan hangat dihati masing-masing. Lewat Ciuman itu mereka menyampaikan perasaan mereka yang tidak bisa mereka rangkai dalam kalimat. Lama keduanya bersatu, Akhirnya selang beberapa menit mereka melepasnya. Lalu saling melemparkan senyum manis. Tidak bisa di pungkiri kalau hati mereka sekarang begitu berbunga-bunga, detak jantung yang seirama, perut mereka yang serasa diserang begitu banyak kupu-kupu membuat keduanya terhanyut dalam nuansa cinta.
Kai menyatukan keningnya dengan Kening yeojanya. Lalu ia mencium kening itu dengan seluruh perasaannya.
"Istirahatlah... baby Soo!"ujar Kai..
"Aahh...Shireo. Aku lelah beristirahat terus. Tapi," Kyungsoo menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa, Baby Soo?" tanya Kai lembut sambil mengelus kepala Kyungsoo yang terperban..
"Tapi aku akan istirahat jika kau bersedia meminjamkan badanmu untuk kupeluk" Jelas Kyungsoo malu, Mukanya merona hebat..
"eeeiii... Apakah ini benar dirimu, Baby Soo? Mana Kyungsoo yang dingin & Jutek" ujar Kai sedikit menggoda kekasihnya itu.
"Kau tak Suka? Ya sudah...pergi sana" Kyungsoo merajuk dengan wajah imutnya. MembuatKai tak sanggup untuk tidak mengecup bibir heart itu..
~chup~.
Kyungsoo merona, namun tetap memasang wajah merajuknya tak ingin memandang Kai..
"Teruslah seperti ini, Baby Soo. Bersandarlah kepadaku, Tak usah meminjamnya karena Seluruh jiwa & ragaku adalah milikmu." Ujar Kai, berhasil membuat Kyungsoo memandangnya dengan mata berkaca-kaca..
"Ssstt... uljima Baby Soo "ujar Kai, lalu mencium kedua kelopak mata itu lembut
~Chup
Turun kehidung
~Chup
kemudian kedua pipi sang yeoja
~Chup
terakhir bibir candunya.
~Chup
Kyungsoo merona parah mendapat perlakuan itu. Ia tutup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya. Kai naik ke kasur Kyungsoo & membaringkan dirinya menghadap yeojanya. Diletakkannya sebelah lengannya di atas kepala yeojanya dan satunya lagi ia gunakan untuk menyingkirkan tangan kekasihnya dari muka merona itu. Kemudian dengan lembut ia menarik Kyungsoo masuk kedalam pelukan hangatnya. Tangan yang berada diatas kepala Kyungsoo kini bertugas mengusap lembut kepala sang yeoja. Sedangkan yang satu Bertengger manis di pinggang Kyungsoo.
Kyungsoo menenggelamkan dirinya di dekapan hangat Kai..
"Jongin-ah, aku sangat menyukai pelukanmu. Pelukanmu hangat, nyaman. Membuatku ingin selalu memelukmu." Ucapan Kyungsoo teredam di dada Kai. Namun itu masih bisa di dengar oleh Kai..
"Kalau begitu peluk aku semaumu, Baby Soo." Timpal Kai lembut. Bibirnya sekali-kali mengecup ujung kepala Kyungsoo sayang. Selang beberapa menit Suasana hening. Keduanya sudah berkelana ke alam mimpi.
|FLASHBACK OFF|
.
.
.
.
TBC.
Wah! Sudah beberapa bulan aku mengabaikan FF ini? Entahlah…. Tidak ingin menghitungnya, intinya aku benar-benar minta maaf karena baru bisa melanjutkan ff ini. Aku harap masih ada yg mau baca ff ini, maaf sekali baru bisa melanjutkannya karena kesibukan di real life lebih banyak menyita perhatianku sehingga mengabaikan bahwa aku masih memiliki tanggung jawab di FF ini. Mudah-mudahan masih ada yg ingat FF ini hehe… mengingat FF ini sudah lama sekali dan alurnya juga gaje dan membosankan.
Thanks very much to : dudusoo, ucrittri, kim gongju, Siti Aisyah648, Lovesoo, kaisoomin, AeELF, Nara, Wulankai500, Lovedudu1201, Chanbaek1597, Kyunginsoo, Yeoldasot, Dvian1012, Jelita200, KyungsoOwl, MutiahDwi, koyukki93, Uee750, Han Yu Ra, dyoseu, guest, Nolars Kim, kwon. Syauqoh, chansekyuu, AySNfc3, Ixzivia, jelitutfujoaddict, kim cry soo, xixiii, Gabrielle Angelique Phaedra, kinkintiana, priskasoo, cici fu, kyungkyung, Kimjongmul, PNY, Soo10, LoveKai, Nariska Kim, fanrorovyaroro.
Maaf kalau ada namanya yang tidak aku tulis.
