Remake : Wolf Boy-Black Prince!
Cast :
Kim Mingyu
Jeon Wonwoo
Other Cast : Seventeen's members.
Jeon Wonwoo berbohong kepada teman-temannya tentang memiliki pacar dengan menunjukkan gambar seorang namja tidak dikenal yang ternyata adalah teman sesama sekolahnya yaitu Kim Mingyu, mau tidak mau Wonwoo meminta kepada Mingyu untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Namun, Mingyu yang memberikan kesan namja baik-menawan ternyata menjadi seorang namja super sadis dan menggunakan alasannya untuk memeras Wonwoo dan memperlakukannya seperti anjingnya.
EP 7 Part 4
CUE!
.
.
.
Wonwoo menatap kertas-kertas dimejanya dengan alis mengerut heran, ia menatap Jisoo bingung.
"ini semua rencana untuk White Day?" tanya Wonwoo.
Jisoo mengangguk sekilas dengan beberapa kertas lagi ditangannya, ia tersenyum pada Wonwoo yang menatapnya "aku banyak memikirkannya dan ini hasilnya"
Wonwoo membuka mulutnya sedikit karena semakin tidak percaya, bagaimana tidak? Jisoo mengumpulkan satu persatu kertas yang berisikan kegiatan untuk hari White Day nanti yang menurutnya menyenangkan untuk dirinya dan Wonwoo nanti dan menjadi satukan kertas itu menjadi sebuah buku –seperti kliping-
"hah~ pasti sulit ya?" kedua tangan Wonwoo mengangkat buku itu dan melihat-lihat isinya, Jisoo makin tersenyum melihat ekspresi bingung Wonwoo yang sangat lucu dimatanya "tidak,tidak kok. Membuatmu bahagia malah membuatku senang" jawab Jisoo tulus.
Wonwoo terdiam sesaat, matanya mengerjap beberapa kali,wajahnya menunduk perlahan "j-jisoo-ya..." lirih Wonwoo sangat pelan hampir terdengar seperti hembusan napas, beberapa detik kemudian Wonwoo mendongakkan wajahnya dan tersenyum manis pada Jisoo "Cha! Kalau begitu, mana yang paling kau suka?"
Jisoo menundukkan tubuhnya sedikit karna posisi Wonwoo yang duduk dikursi berbeda jauh dari dirinya yang berdiri didepan meja Wonwoo, Jari telunjuk Jisoo menunjuk kesalah satu gambar berwarna biru terang dengan beberapa hiasan ikan disekelilingnya "Bagaiaman kalau ke dunia air?" tawarnya.
Wonwoo tersenyum senang "woah! ide bagus" sahutnya.
.
.
.
"ada pertunjukan cahaya indah di Sungai Han, jadi kita makan malam disana." Jisoo berjalan disebelah Wonwoo yang tengah menyusuri koridor menuju lapangan outdoor sekolah mereka, pelajaran jam ketiga kali ini adalah olahraga, tentu Wonwoo tidak akan melewatkannya.
"woah! aku tak sabar melihatnya" kedua mata coklat Wonwoo menatap Jisoo yang berjalan disebelahnya dengan polos membuat Jisoo sedikit menundukkan wajahnya saat mendapatkan tatapan bak anak kecil milik Wonwoo.
"lalu jika berjalan menuruni bukit, disana ada taman. Disana ada air mancur yang indah, mereka bilang cinta akan bermekaran jika melihatnya"
TAP
Penjelasan Jisoo terhenti saat Wonwoo menghentikan langkahnya dan menatap ke arah kanan koridor mereka, menampilkan taman sekolah mereka yang luas dan juga Mingyu dengan seorang namja yang tengah menunduk malu. Mingyu memasukkan kedua tangannya kedalam saku seragamnya, ia menatap namja dihadapannya dengan tatapan datar seolah tidak tertarik dengan wajah cantik namja didepannya.
Wonwoo menatap keduanya miris, tanpa sadar ia melupakan Jisoo yang terlihat murung didepannya, dengan cepat ia mengubah ekpresi wajahnya menjadi ceria kembali dan berlari mendekati Jisoo
"ahh~ hehe, jadi populer merepotkan, ya? Ayo pergi!" Wonwoo mendorong punggung Jisoo pelan, tak sengaja kakinya membentur satu sama lain sehingga keseimbangan tubuhnya goyah dan ia terjatuh dengan kerasnya dengan lutut yang membentur lantai terlebih dahulu.
"aku menyukaimu Mingy—"
"WUAH!" BRUK
"Wonwoo-ya!"
Mingyu menoleh ke arah koridor terbuka sekolah mereka, ia menatap Wonwoo yang terduduk dengan lutut berwarna merah darah dan Jisoo yang terlihat panik disebelahnya.
Wonwoo menenangkan Jisoo yang panik dan merasa bersalah, padahal ini salahnya karena tidak memperhatikan langkah kakinya, dan salahnya juga ia menaikkan celana trainningnya yang seharusnya celana panjang menjadi celana selutut yang membuat lututnya tak terlindungi.
Tanpa babibu, Jisoo mengangkat tubuh Wonwoo yang lebih ringan ala bridal style, membuat Wonwoo sedikit merona. Tubuh Wonwoo yang lebih kecil daripada Jisoo membuat Jisoo tidak terlalu kesusahan saat mengangkat Wonwoo, dengan cepat Jisoo membawa Wonwoo ke UKS tanpa menyadari Mingyu yang memperhatikan mereka berdua.
.
.
UKS
"Tunggu disini, aku cari perawat dulu" Jisoo hendak menutup pintu uks sebelum Wonwoo tersenyum padanya "tenang saja, aku bisa sendiri" jawab Wonwoo.
"andwe, itu harus diobati dengan benar. Bisa saja tambah parah" larang Jisoo tegas. Wonwoo tersenyum polos pada Jisoo yang terlihat sangat peduli padanya dengan hal sekecil ini "gomawo Jisoo-ya"
"aku akan kembali" pamit Jisoo sebelum menutup pintu UKS dan berjalan mencari perawat UKS yang entah dimana keberadaannya. Setelah Jisoo pergi Wonwoo menatap keluar jendela, langit biru dihiasi dengan awan putih langsung menyapa pengelihatannya membuat dirinya sedikit tenang.
'Jisoo sangat baik...' batinnya pelan, matanya tertutup menikmati semilir angin yang masuk melewati jendela dengan tenang hingga...
BRUK!
Pintu UKS terbuka dengan kerasnya, membuat Wonwoo sedikit terlonjak di sela-sela ketenangannya, ia menatap dengan polos ke arah pintu tanpa mengetahui seseorang yang membukanya adalah—Mingyu.
'tidak mungkin. Eh, kenapa?—'
Wajah Wonwoo sedikit memucat saat Mingyu menutup pintu UKS dan berjalan masuk melewati dirinya menuju kotak obat yang berada di pojok UKS berdekatan dengan jendela yang tadi ditatap oleh Wonwoo.
'jadi canggung. Kenapa juga ke sini?'
Wajah Wonwoo terlihat masam saat ini, dengan bibir bawah yang dimajukan sangat terlihat kini moodnya sedikit jelek setelah kedatangan Mingyu, mata kucing Wonwoo melirik pada Mingyu yang masih serius mengamati kotak obat yang dipegangnya –wonwoo melihat yang mingyu pegang adalah obat sakit kepala-
"tidak enak badan?" tanya Wonwoo memecah kesunyian diantara mereka berdua, Mingyu menoleh pada Wonwoo yang duduk disalah satu kursi UKS seperti biasa dengan wajah datarnya ia menatap Wonwoo membuat yang ditatap menolehkan pandangannya menghindari tatapan Mingyu.
"kau.. seperti biasa, kau tetap bodoh"
"Heh?"
"kakimu. Bekas luka itu menurunkan daya tarik seorang namja, apalagi kau pendek"
Wonwoo mengerutkan keningnya mendengar penuturan Mingyu, memang benar ia sedikit lebih pendek daripada Mingyu. Tidak berarti dia pendek! Hanya saja Jisoo dan Mingyu yang kelebihan hormon tinggi, sialan!
"berisik! Meski begitu tetap ada yang menerimaku." Kesal Wonwoo
"memilih pasangan yang rendah? Tidak punya keberanian" sindir Mingyu, matanya kembali menatap kotak obat dihadapannya acuh.
"daripada terlalu tinggi dan memandang oran lain rendah. Lebih baik seperti ini" jawab Wonwoo tegas, ia sudah –sedikit-tidak takut pada Mingyu sekarang. Tangan kanan Mingyu menutup kotak obat dihadapannya lalu berjalan mendekati Wonwoo.
"jadi.. bagaimana kabar si pengecut itu?"
"tidak usah khawatir. Hubungan kami semakin baik"
"oh bagus sekali, kalian pacaran?" tanya Mingyu sedikit dengan nada remehnya, ia berjalan melewati Wonwoo membuat namja manis itu menghiasi wajahnya dengan senyuman miring kecil yang terlihat jail. "bagaimana denganmu? Setelah aku pergi, kau bisa pilih yang lain,kan?"
"sudah kubilang'kan. Hal itu merepotkan, aku tidak tertarik sama sekali"
"ah... begitu" Wonwoo menundukkan wajahnya, kedua tangannya yang diletakkan di atas pahanya mengepal keras membuat kedua tangan putihnya menjadi sedikit memerah. Wonwoo tertawa canggung "hahaha.. sayang sekali! Perawatnya tidak datang. Pergi saja deh" dengan canggung Wonwoo beranjak dari duduknya dan menghadap ke arah pintu.
GREK
Kedua mata Wonwoo tidak pernah salah dalam melihat hal didepannya, dada bidang Mingyu tepat berada dihadapannya, dan tangan kiri milik Mingyu bertopang pada dinding dibelakang Wonwoo. Membuat Wonwoo jadi terkurung oleh tubuh Mingyu, mata tajam Mingyu menatap Wonwoo intens.
"apa kau menyukainya?"
Wonwoo yang masih terkejut dengan perlakuan Mingyu terdiam sesaat, matanya menatap tak suka pada Mingyu. "itu bukan urusanmu,kan?"
"tidak bisa mengatakannya. Artinya tidak"
"itu hanya saat ini!"
"jadi selanjutnya? Kau merasa bisa mencintainya?"
"aku tidak tahu—tapi aku ingin mencintainya! Selain itu, kita buka siapa-siapa? Terserah aku. Jika mau menghilangkan bosan, masih ada yang lain, bukan?" Wonwoo menjawab dengan tegas, membuat Mingyu sedikit menatapnya sendu. Tangan kiri Mingyu turun pada topangannya dengan dinding.
SREK!
"Maaf terlambat. Perawatnya sedang rapat—"Jisoo membuka pintu UKS tanpa mengetahui bahwa Mingyu sedang didalam bersama Wonwoo. Wonwoo tersenyum manis pada Jisoo untuk meyakinkan ia tak kenapa-napa "Jisoo-ya! Jangan khawatir. Ini tidak parah kok, ayo pergi!" ajak Wonwoo, ia melewati Mingyu yang masih menatap kedepan dengan kosong. Bahunya sengaja ia tubrukkan pada Mingyu yang menghalangi pintu masuk. Wonwoo menarik tangan Jisoo meninggalkan UKS secepatnya.
.
.
.
SPLASHH!
Terdengar riuh suara kagum penonton yang sedang menikmati atraksi hewan mamalia yang manis itu, binatang itu adalah binatang kesukaan Wonwoo. Ia bahkan pernah berkhayal jika dirinya adalah lumba-lumba, aneh bukan?
.
"wahh! Ada 'salamander air'! lucunya! Mirip alien!" Wonwoo menunjuk-nunjuk jarinya pada binatang air berwarna pink yang hampir mirip seperti gabungan kodok dan kecebong *opo toh iki==*
"warnanya merahmuda dan kenyal-kenyal" timpal Jisoo yang berdiri disebelah Wonwoo sembari memperhatikan binatang kecil berwarna pink yang tengah asik berenang didalam kaca dihadapan mereka saat ini.
"Namanya juga bagus. 'salamander air'! terdengar bahagia" seru Wonwoo lucu membuat Jisoo tersenyum kecil melihat tingkah Wonwoo.
.
Wonwoo dan Jisoo berjalan menyusuri koridor kaca yang menunjukkan bermacam-macam jenis ikan didalamnya, membuat warna biru terlihat dimana-mana.
Jisoo tersenyum senang saat melihat Wonwoo tertawa melihat aksi lucu anjing laut yang sedang malu saat dicium oleh salah satu pawang mereka. Kemudian Wonwoo mengajak Jisoo untuk pergi ke tempat pinguin dan toko boneka untuk kenang-kenangan.
"Jisoo-ya! Bagus yang ini atau yang ini?" Wonwoo mengangkat dua bantal sama jenis hanya warnanya saja yang berbeda, Jisoo mengangkat satu alisnya bingung "bagaimana jika warna biru? Warna merah terlalu gelap, ikan itu terlihat seram" canda Jisoo
Wonwoo terkekeh kecil "padahal aku menyukai warna merah, yasudah ayo kita ambil yang biru ini!"
.
.
"ah sialan. Aku lupa tentang White Day ke Karaoke sama laki-laki semua?! Membosankan" salah satu namja yang sedikit lebih rendah diantara namja-namja yang berjalan disekitar pertokoan menggerutu kesal karena kondisinya saat ini.
"memangnya kenapa? kotanya juga ramai, tidak masalahkan?" Seungcheol menoleh kearah kanannya dan mendapati hiasan rumah coklat berada di etalase salah satu toko "woah! bagus juga ini" puji Seungcheol.
"mau masakan italia,kah?" – "Ya"
Seungcheol berbalik saat mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya, ia melihat Wonwoo dan Jisoo sedang berjalan diantara keramaian hiruk pikuk orang yang tengah berjalan-jalan.
"kalau aku suka daging bekicot. Kalau kau, Jisoo-ya? *sumpah ini subtitlenya beneran gini== bukan Lio yang bikin*
"aku tidak—"
"Ehee~~" goda Wonwoo iseng, ia tidak menyadari bahwa Seungcheol dan teman-temannya sedang berada ditempat yang sama dengannya.
"Wonwoo-ya.." ucap Seungcheol tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, 'Wonwoo? Dengan namja lain? Tidak mungkin! Tapi.. bagaimana bisa?' batinnya gelisah.
.
.
.
Mingyu membaringkan tubuhnya pada sofa, ia mengambil majalah dan membacanya santai.
Aku ingin mencintainya!
Tiba-tiba saja bayangan wajah kesal Wonwoo saat kejadian di UKS sewaktu itu muncul pada pikirannya, ia meletakkan majalah yang dipegangnya pada wajahnya dan berdiam diri.
Drrrttt
Drrrttt
Dengan malas ia merubah posisinya menjadi duduk dan mengangkat ponselnya. "yeobos—"
"WOI! NGAPAI SAJA KAU?!" belum-belum ia menyelesaikan kalimat pembukanya yang sopan, baik dan benar. Suara cempreng dan nyaring milik Seungcheol menyapa pendengarannya dengan lancang membuat ia harus menjauhkan ponselnya dari telinganya dengan keselamatan pendengarannya untuk kedepannya.
"bisa pelan sedikit? Telingaku—" Mingyu berdiri dari duduknya, dan berjalan ke arah dapur.
"Wonwoo jalan bersama namja!"
"He? Biarkan saja diakan juga namja—"
"YAH! Didekat cheonggyecheon, sepertinya mereka bersenang-senang! Ngapain saja kau—"
PEEP
PEEP
PEEP
Mingyu mematikan sambungan teleponnya sepihak, ia tau saat ini Seungcheol pasti tengah memakinya disana. Tapi ia tak peduli, matanya menatap lurus kedepan dengan tajam.
.
.
.
"Daging bekicotnya enak sekali!~" seru Wonwoo senang, Jisoo tersenyum kecil "Jeongmalyo?" tanyanya singkat. "Iya!" jawab Wonwoo diselingi dengan anggukan kecil. "Untunglah, aku senang—Wonwoo-ya, coba lihat" Jisoo membalikkan tubuhnya menghadap ke arah jalan yang sedang padat kendaraan, pepohonan yang dihiasi dengan lampu-lampu kecil berwarna putih membuat seolah salju hanya mengenai pohon-pohon disepanjang jalan memperindah jalanan kotak seoul malam ini.
"wah! Yeppuda (cantik sekali)" seru Wonwoo kagum.
.
Wonwoo dan Jisoo berjalan menyusuri pinggir jalan kota Seoul yang ramai malam ini "Melihat dunia air sangat menyenangkan. Terimakasih Jisoo-ya"
"seharusnya aku yang berterima kasih"
"Heh?" Wonwoo menghentikan langkahnya, menatap Jisoo yang berjalan selangkah lebih dulu didepannya. Jisoo yang menyadari Wonwoo menghentikan langkahnya langsung berbalik menatap Wonwoo yang terdiam dan tersenyum tulus.
"Meski ini semua untukmu tapi aku juga merasa senang, gomawo Wonwoo-ya"
Senyuman tulus Jisoo membuat hati Wonwoo sedikit perih, wajah manisnya sedikit menunduk dengan sendu. Sekelebat ingatan tentang perkataan Junghan terlintas dibenaknya.
Kau tahu pasti betapa lelahnya menunggu,kan?
.
Wonwoo dan Jisoo berjalan menyebrangi jalan menuju taman di pinggir sungai Han.
'jika Jisoo menjadi pacarku, aku tak perlu tersakiti. Tidak perlu menderita dan tak perlu menangis. Jika aku menyukainya..'
Wonwoo memejamkan matanya erat saat ingatannya kembali tertuju pada saat Mingyu menyelamatkannya dari sindiran Seungkwan dan Dino dikantin, saat Mingyu menyelamatkannya dari Seokmin, kata-kata manis yang Mingyu berikan. Membuat dirinya semakin lelah saat ini.
"Jisoo-ya, ada yang ingin kusampaikan"
Jisoo menatap sungai han didepannya sebentar, lalu berbalik menghadap Wonwoo yang berada dibelakangnya. Wonwoo menatap Jisoo lekat-lekat seolah jika ia melepaskan pandangan itu ia akan menyakiti Jisoo sangat parah..
"Mian, aku tidak bisa membalas perasaanmu"
walau ia tau jika sebentar lagi ia akan menyakiti Jisoo dengan perkataannya. Jisoo membulatkan matanya saat mendengar apa yang Wonwoo katakan, ia masih tidak percaya dengan apa yang Wonwoo sedang bicarakan saat ini.
"aku belum bisa mengakhirinya, sepertinya aku masih menyukainya"
"Wonwoo-ya...—"
"aku ingin sekali menyukaimu, membuat cerita baru dan melangkah maju. Tapi sama saja aku melarikan diri. Untuk melindungi diriku, aku bahkan menipu diriku. Berhenti menjadi Ookami Shounen..., itu sebuah kebohongan. Padahal kau sudah serius denganku. Tapi aku malah mengecewakanmu. Maafkan aku!" Mata Wonwoo sedikit berair, ia segera membungkukkan tubuhnya pada Jisoo yang terlihat kaku didepannya.
"jika itu benar maka tak apa. Aku sudah tahu ini akan terjadi. Tapi apa kau yakin?" pertanyaan Jisoo membuat Wonwoo menegakkan tubuhnya kembali dan menatap Jisoo heran.
"Wonwoo-ya. kalau kau ingin berhenti mencintainya, maka lihatlah sekelilingmu, mungkin saja bisa melupakannya" kedua tangan Jisoo ia rentangkan memastikan Wonwoo bahwa selain Mingyu masih banyak yang mencintai Wonwoo, ia salah satunya.
Kedua mata Wonwoo menatap Jisoo sendu, ia sedikit menundukkan wajahnya kemudian menggeleng kuat.
"ani.. jauh di lubuk hatiku, aku masih menyukai Mingyu. Walaupun ini sulit, aku tak mau membohongi diriku lagi. Jadi maafkan aku." Wonwoo tersenyum pada akhir kalimatnya, ia menatap Jisoo dengan yakin.
Sedangkan Jisoo hanya membalas tatapan yakin dari Wonwoo dengan senyuman sendunya. "kau tak perlu meminta maaf, aku pun pernah merasa gundah. Aku tak bisa menyalahkanmu. Dan aku agak mengerti."kini giliran Jisoo yang menunduk pelan dengan senyuman lirih menghiasi wajahnya.
"Jisoo-ya..."
"aku tak bisa menjadi pacarmu, tapi aku senang telah menyukaimu"
"Eh?"
"berkat menyukaimu, Wonwoo-ya. Aku menemukan banyak hal tentang cinta, tentang diriku maupun sekolah. Terimakasih" Jisoo kembali memberikan senyuman tulusnya pada Wonwoo, sedetik kemudian senyum itu luntur karena melihat wajah Wonwoo dengan pipi yang sedikit mengembung dan mata berair.
"J-jisoo-ya... kau terlalu baikk. Aku akan berusaha! Membuat dia menyukaiku! Meskipun butuh waktu lama!" Wonwoo terisak pelan kedua tangannya yang tertutup sweater lengan panjang miliknya sudah basah karena air matanya. Jisoo tersenyum kecil saat melihat orang yang berdiri tak jauh di belakang Wonwoo.
"Mungkin tidak butuh waktu lama" ucap Jisoo, matanya terus memandang kebelakang Wonwoo. Wonwoo menghentikan tangisnya dan menatap Jisoo bingung, ia mengikuti arah pandang Jisoo dan mendapati Mingyu tengah berdiri dibelakang mereka.
Lampu kelap-kelip disekitar sungai Han terlihat menyinari sekeliling mereka yang gelap, sengaja. Karena benar apa yang Jisoo katakan, tepat jam 10 ada pertunjukkan cahay di sungai Han.
Wonwoo membulatkan kedua matanya saat mendapati Mingyu tengah menatap kearahnya dengan sendu, ia begitu merindukan wajah ini. Sungguh.
GREP!
Mingyu menarik tangan Wonwoo dan membawa Wonwoo kedalam dekapannya, tangan kanannya melingkari pinggang ramping Wonwoo. Matanya menatap Jisoo tajam,"kuambil dia kembali, mengerti?"
Jisoo tersenyum kecil, ia menatap Wonwoo sebentar lalu mengangguk dan kembali menatap Mingyu didepannya "Ya, Kali ini jagalah dia lebih baik"
Mingyu balas tersenyum kecil lalu menarik Wonwoo pergi "ayo pergi" ajaknya pelan.
.
Mingyu menggandeng-sedikit menyeret- Wonwoo yang berjalan dibelakangnya dengan tidak seimbang, tangan kanannya menggenggam tangan kiri Wonwoo yang membuatnya sedikit miring.
"M-mingyu..., bagaimana bisa? Kenapa kau tak melepaskanku?! Tanpa diriku kau baik-baik saja'kan? Ya! Kenapa?!" Wonwoo sedikit menaikkan suaranya karena Mingyu yang tak kunjung menjawab pertanyaanya.
"Berisik sekali"
SRET!
CUP
*bentar... meleleh dulu (GA)*
Mata Wonwoo terbelalak saat merasakan bibir Mingyu menempel pada bibirnya, walau hanya menempel Mingyu benar-benar melakukannya dengan lembut. Perlahan Mingyu melepaskan ciuman mereka lalu sedikit menekuk lututnya mensejajarkan tingginya dengan Wonwoo, tangannya menyentuh dagu Wonwoo dengan wajah yang masih sangat dekat dengan wajah Wonwoo –hidung mereka bersentuhan-
"sekarang kau mengerti,kan? Tak ada lagi pertanyaan."
Mingyu kembali mencuri satu kecupan pada bibir mungil Wonwoo sebelum kembali menegakkan tubuhnya, ia memperhatikan wajah Wonwoo yang sedikit memerah kesal.
"Mana mungkin aku mengerti! Kau telah melakukan banyak hal padaku! Kau pikir itu bisa berakhir dengan mudah? Sudah hentikan alur bodoh ini, katakanlah dengan jelas!" pinta Wonwoo kesal, ia menyerucutkan bibirnya kesal, matanya yang sedikit berair menatap pada Mingyu yang langsung menghindari kontak mata dengannya.
Kedua tangan Mingyu menyilang didepan dada dengan canggung "yah itu, sudha kubilang kau itu milikku" jawabnya awkward.
"kalau itu saat pura-pura pacaran'kan?"
"artinya kau bukan alat untuk menghilangkan bosan.."
"Jadi? Maksudnya?"
"yah, kalau orang umum biasa menyebutnya dengan cinta. Mungkin?"
SRET
Kini giliran Mingyu yang membelalakan matanya, kedua tangan Wonwoo menarik jaketnya membuat dirinya menunduk. Bibir mungil milik Wonwoo kembali menempel pada miliknya, ia dapat melihat wajah Wonwoo yang sedang memejamkan matanya saat menciumnya dengan jelas menambah kesan manis dimatanya.
Mingyu hendak protes saat Wonwoo melepaskan ciumannya, kedua tangan Wonwoo memeluk Mingyu dengan erat. Tanpa sadar air matanya turun dari kedua mata indahnya tetapi kali ini adalah air mata bahagia terbukti dengan senyuman manis dibibirnya.
"Kali ini tak perlu bohongan, tapi kau boleh jadi pacarku yang sebenarnya!" seru Wonwoo bahagia dalam pelukan Mingyu.
SRET GYUT
"ei—"
"seharusnya aku yang bilang begitu" Mingyu mencubit pipi Wonwoo gemas.
Mingyu melepaskan cubitan pada pipi Wonwoo dan kembali berjalan "jangan terbawa suasana, anjing"
Wonwoo mengelus kedua pipinya yang memerah karena Mingyu, ia tersenyum lalu berlari menyusul Mingyu yang berada didepannya. "apa sih? Seharusnya lebih lembut dengan pacarnya,kan?" goda Wonwoo.
"itu sudah cukup buatmu" jawab Mingyu cuek.
Wonwoo tertawa singkat "apaan sih!"
.
.
.
Holl-a!
Lusa sudah natal nih~ udah ada yang nyiapin kado buat Lio belum?
Sebenernya ini ff masih ada 7 episode lagi, berarti masih ada 14 chapter, tapi untuk sementara Lio hentiin dulu ya sampe sini, jadi anggep aja ini season pertama, lagian Wonu ama Mingyu udah jadiankan wkwk. Mungkin setelah natal Lio bakal balik lagi dengan ff ini, untuk sementara Lio mau fokus ke Monsta X sama VIXX nih, ada yang suka?
Oh iya, maaf sekali ga bisa balesin review kalian satu;( bayangin aja 60 orang yang udah ngereview. Makasih banget yaaa? Lio terharu:')
Btw Selamat Hari Natal bagi yang merayakannya dan Selamat Tahun Baru untuk semuanya, semoga ditahun depan lebih banyak keberuntungan yang diperoleh dan kesalahan yang terjadi ditahun 2015 tidak terjadi lagi.
I HOPE 2016 IS GOOD TO ME.
Dan kalian yang mau ngerequest ff remake kalian bisa pm Lio langsung sertakan Link-nya ya. Misalnya kalian mau Lio remake siapa x siapa sertakan link comic / cerita yang di remake.
Terimakasih, sekali lagi maaf karena tidak bisa membalas review kalian:( saranghae *love emoticon*
