" Kibummieee ~ saranghae ~~" bisik Siwon tepat di samping telinga Kibum. Kedua tangannya memeluk tubuh mungil istrinya yang dibalut kemeja panjang miliknya.
Gerakan tangan Kibum yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Siwon langsung terhenti. Tanpa melepas pelukan sosok namja yang tengah menyandarkan kepala di bahunya, Kibum memutar tubuhnya. Senyuman Siwon dibalasnya dengan wajah stoicnya.
" Berhenti mengucapkan itu, Choi Siwon," ucapnya tajam.
" W – wae, Kibummie ?" Siwon terlihat kaget melihat perubahan sikap Kibum. Padahal semalam keduanya sudah melakukan ritual malam pertama dan Siwon yakin Kibum juga menikmatinya.
" Kamu cukup menghamiliku dan semua pernikahan bodoh ini akan berakhir."
" MWOO ?"
.
.
.
Bibir tipis milik Siwon langsung terbuka lebar, menyuarakan rasa kaget saat mendengar penuturan langsung dari sosok malaikat yang ada didepan matanya. Bagaimana mungkin sikap Kibum berubah 180˚ hanya dalam hitungan jam.
Langkah kakinya yang tak dibungkus alas kaki berjalan mendekati Kibum yang diam membisu di balik meja pantry. Tangan kanannya terulur, mencoba menggapai tubuh mungil malaikat hatinya.
" Kibummie ~~" ucap Siwon lirih saat tangannya mampu meraih lengan kurus istrinya. Dengan gerakan cepat, Siwon menarik tubuh Kibum mendekat dan menguncinya didalam dekapan tubuh telanjangnya. " Aku mohon… Jangan tinggalkan aku ~~" dengungnya samar. Kelopak mata Siwon terpejam, menyembunyikan iris tajam yang selalu memikat para yeoja di luar sana.
" Aku tidak mencintaimu, Choi Siwon," sambar Kibum tajam. Raut wajahnya tidak menampakkan sedikitpun rasa belas kasih pada sosok tampan yang tengah mendekapnya. Tidak disadarinya, ucapan yang terlontar begitu lancar dari bibir merahnya sukses membuat bulir airmata bening membasahi lekukan wajah menawan seorang Choi Siwon.
Siwon meregangkan pelukannya. Bibirnya yang semula terkatup rapat, kini sedikit menghembuskan nafas dari kedua belah bibirnya. " Aku mencintaimu, Choi Kibum." Kali ini, Siwon memberanikan dirinya untuk menatap kedua bola mata istrinya yang tengah diselimuti gumpalan emosi.
Siwon ingin sekali melakukan segala cara agar Kibum percaya dengan ucapannya. Tidak pernah sekalipun Siwon merasa takut akan kehilangan sesuatu seperti saat ini. Keberadaan Kibum yang selama awal pernikahan mereka terus ia abaikan, saat ini malah membuatnya menyadari jika matanya tak pernah lepas dari Kibum.
" Aku ingin bebas, Siwonnie. Aku mohonnn~~" Tangan ramping Kibum meremas ujung kemeja yang dipakai untuk membalut tubuhnya. Kepalanya tertunduk dalam dan membiarkan rambut panjangnya menutupi wajahnya. Bibir yang tak henti menjeritkan rasa frustasinya itu mulai terisak lirih. Kedua permukaan tangannya menutupi wajahnya.
" Aku mohon, bertahanlah denganku. Kita memulai dari awal pernikahan ini, Kibummie." Siwon beringsut menjatuhkan tubuh tingginya hingga bersujud tepat didepan Kibum. Kedua lutut telanjangnya ia gunakan sebagai penopang tubuhnya. Tangannya meraih lengan Kibum lalu bergerak menarik ujung tangan Kibum kedepan wajahnya. " Aku mohon, Choi Kibum." Siwon memejamkan kedua kelopak matanya. Bibirnya bergerak maju mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
" Aku tidak mencintaimu, Choi Siwon." Kibum perlahan menarik tangannya yang berada dalam genggaman tangan besar Siwon. Kaki telanjangnya melangkah mundur – bergerak menjauhi Siwon yang masih berada dalam posisi berlutut –.
Dengan pandangan mata kosong serta kondisi jiwanya yang berada dalam ambang batas kewajaran, Kibum melangkah mantap menjauhi Siwon. Tidak berniat memberikan satu kesempatan bagi namja yang mengungkapkan kesungguhan hatinya.
GREP
Langkah Kibum terhenti saat lengan besar Siwon merengkuh tubuh mungilnya kedalam sebuah pelukan. Pelukan yang terasa menenangkan sekaligus membuat hatinya sebagai seorang yeoja sesak. Di bahunya, Kibum merasakan tetesan bulir airmata Siwon. Telinganya menangkap dengan jelas bagaimana isakan yang disuarakan seorang namja yang selama ini selalu terlihat kuat dimatanya.
Siwon menyandarkan dagunya di bahu Kibum. Sembari menyamankan dirinya memeluk tubuh mungil istrinya, tangannya semakin merapatkan pelukannya hingga membuat tubuh keduanya menempel erat. " Aku akan mengajarimu… " Siwon memberi jeda kalimatnya. Bibirnya terkatup rapat lalu mengecup bahu istrinya berulang-ulang. " Tentang bagaimana mencintai namja egois sepertiku."
Kali ini giliran Kibum yang merasa terharu mendengar penuturan yang langsung keluar dari bibir suaminya. Bahkan Siwon memberinya kesempatan untuk belajar mencintai. Tapi kenapa dirinya, sebagai seorang yeoja tidak pernah memberikan kesempatan bagi Siwon ? Apa mungkin Kibum benar-benar sudah jatuh terperosok dalam pesona Jung Minho ? Mengabaikan rasa ibanya pada Siwon, apakah hati nurani Kibum tidak tergerak sedikitpun untuk menatap balik sorot mata Siwon yang memancarkan harapan.
Dihela nafasnya melalui mulutnya untuk beberapa saat. Ekor matanya sedikit melirik kebawah, melihat tautan tangan Siwon yang melingkari perutnya tidak bergeser sedikitpun.
Kibum memutar tubuhnya sedikit kesusahan saat Siwon semakin mempererat pelukannya saat dirinya mencoba bergerak. Hati Kibum semakin mencelos melihat bulir airmata yang menggenang di pelupuk mata Siwon. Wajah tampan yang selalu menjadi pujaan para yeoja di kampusnya, kini terlihat lusuh hanya karena keegoisannya.
Telapak tangan Kibum bergerak mengusap jejak airmata yang tertinggal di dagu Siwon. Mengulas senyum yang sedikit dipaksakan, Kibum mencoba menyamakan posisi wajahnya dengan Siwon. Kedua tangannya mengalung di leher Siwon.
" Mian, aku terlalu egois." Kibum mengecup bibir tipis Siwon. Bola matanya menangkap raut keterkejutan Siwon dengan tindakannya. " Akan sulit untuk membuatku paham tentang bagaimana cara mencintai. Tapi…" Kibum sedikit menstabilkan detak jantungnya yang berdentum tak karuan.
" Tapi …?" Siwon mengulang kata terakhir yang istrinya ucapkan. Kepalanya sedikit mengintip wajah cantik Kibum yang menunduk ragu.
" Tapi aku harap kamu akan selalu berada di sampingku sampai aku tau bagaimana membalas cintamu, Siwonnie."
Siwon tersenyum sumringah mendengar jawaban Kibum. Jawaban yang membuatnya merasakan ada kesempatan kedua yang diberikan Tuhan untuknya. Memperbaiki kesalahan yang dulu pernah ia lakukan kepada Kibum. Kini, ia berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang susah payah Kibum ambil untuknya.
" Aku mencintaimu, Choi Kibum." Siwon meraih tubuh Kibum dan mengangkatnya di udara kosong. Menggoyangkan tubuh ringan istrinya. " Sangat… Sangaatttt mencintaimu…" seru Siwon lagi. Kali ini bibirnya ikut melayangkan sebuah kecupan hangat di dahi istrinya.
" Mian, aku belum bisa membalas ucapanmu," bisik Kibum lirih saat keduanya tengah berpelukan.
" Gwenchana. Kamu memberikan satu kesempatan untukku saja adalah sebuah awal pembelajaran yang baik."
Siwon melepaskan pelukannya pada tubuh Kibum. Meninggalkan kecupan ringan, sekali lagi di dahi Kibum. Berusaha mengapresiasikan rasa sayang yang membuncah dalam dadanya.
" Mau kemana ?" ucap Kibum saat melihat Siwon langsung membalikkan tubuh telanjangnya.
" Aku harus menyelesaikan urusanku, Bummie ~" balas Siwon setengah berbisik dan berjalan cepat naik ke lantai 2. Mungkin ke kamarnya.
.
.
.
Cklekk …
Hal pertama yang Kibum dapati saat memasuki kamar Siwon adalah sepi. Tidak ada tanda-tanda suaminya menginjakkan kakinya kedalam kamar. Saat tangannya hendak menarik kembali daun pintu, telinga Kibum mendapati suara ganjil yang berasal dari kamar mandi yang ada di ujung kamar Siwon.
Kakinya menapak permukaan karpet halus yang menghiasi seluruh permukaan lantai kamar Siwon. Semakin kakinya menapak mendekat, suara yang berasal dari kamar mandi semakin terdengar jelas.
" Ohh… Angghhh…" Kibum menyibak helaian rambut panjangnya yang menutupi daun telinganya. Kepalanya sedikit dimajukan hingga hampir menempel pada daun pintu kamar mandi.
" Assshhh ~~ Owwhh… Kibummieehh ~~ yessshh ~~"
Kibum buru-buru menegakkan kembali tubuhnya saat namanya meluncur dari bibir Siwon. Jangan – jangan yang dimaksud suaminya dengan ' menyelesaikan urusan ' karena juniornya menegang di pagi hari. =='
Yeoja cantik itu segera berjalan menjauhi pintu kamar mandi. Mencoba meredam wajahnya yang dipastikan sudah memerah karena malu. Sepertinya Kibum harus memberikan waktu bagi suaminya untuk menuntaskan urusannya yang tertunda.
Sreeettt…
Pintu kamar mandi itu tergeser dan menampilkan sosok Siwon yang sudah selesai dengan urusannya. Wajahnya juga jauh terlihat lebih segar. Hanya dengan dibalut lilitan handuk putih yang melingkari pinggangnya. Siwon hampir saja menarik handuk yang melilit pinggangnya jika matanya tidak menangkap keberadaan istrinya yang sudah duduk manis di tepi ranjangnya.
Ujung handuk yang sudah ditariknya segera ia selipkan diantara lilitan handuk yang masih membungkus tubuh bagian bawahnya.
" Kibummie ?"
.
.
.
" Hngg~~" Kibum mengerang lirih dibawah selimut yang membungkus tubuhnya. Kepalanya sengaja ia sandarkan di dada telanjang Siwon. Hidungnya mengendus aroma tubuh Siwon yang maskulin.
" Apa ini akan berhasil, Siwonnie ?" Kibum mendongakkan kepalanya dan menatap rahang tegas Siwon.
" Aku tidak tau. Setidaknya kita mencobanya dulu." Kibum melingkarkan tangannya di pinggang Siwon. Jemarinya dengan lembut mengusap perut berotot Siwon. " Ini cara awal kita untuk menerima kehadiran masing-masing. Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri untuk melakukan skinship. Arra ?" lanjutnya lagi. Kali ini tangan kirinya meraih dagu lancip Kibum dan menikmati kecantikan wajah Kibum dengan suasana yang intim.
" Harus seperti ini ?" Kibum sedikit merasa tidak nyaman dengan tatapan mata Siwon yang membuatnya berusaha mengalihkan pandangan.
" Kamu mau lebih ?"
" An – aniyo ~~ Bukan itu maksudku."
" Lalu ?" Tangan Siwon kembali meraih dagu Kibum. Membuat wajah keduanya saling bertatapan langsung.
" Apa tidak bisa dengan hal lain ?"
" Tidak. Menurut buku yang aku baca, seharusnya kadar skinship seorang suami-istri lebih dari ini."
" Le – lebih ?"
" Iya. Harus rutin dilakukan setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Setiap hembusan nafas."
" Itu artinya kita harus seperti semalam ?" bisik Kibum sambil mencuri pandang pada suaminya.
" Apa milikmu masih sakit ?"
HECK !
Kibum kelabakan menjawab pertanyaan Siwon yang terlewat frontal. Tangannya yang melingkari perut Siwon sedikit demi sedikit ia tarik. Menyadari Kibum agak risih dengan pertanyaannya, Siwon berusaha mengalihkan pertanyaan agar tidak membuat istrinya gugup.
" Tidak usah dipikirkan. Aku hanya bercanda." Siwon yang merasa canggung juga ikut menjauhkan tangannya yang membelai pucuk kepala istrinya. Matanya memandang jenuh pada langit-langit kamarnya.
" Aku sudah terlanjur memikirkannya."
" Aku bercanda. Jangan dianggap serius,"
Kibum bangun dari posisi berbaringnya di dada bidang Siwon. " Apa morning sex bisa kita gunakan untuk memulai sesi belajar kita untuk hari ini ?"
Kedua kelopak mata Siwon terbelalak lebar saat kalimat itu meluncur langsung dari bibir merah Kibum. Belum lagi jemari lentik Kibum yang ikut menari diatas dadanya.
" Apa maksudmu ?"
" Kamu ingin aku berada di posisi top atau bottom ?"
" Huh ?" Siwon dibuat bingung dengan ucapan Kibum. " Aku tidak menyuruhmu untuk belajar itu. Jadi kembalilah berbaring di sampingku, Kibummie." Tangan Siwon menepuk dadanya. Memberikan isyarat pada yeoja cantik itu agar kembali berbaring didadanya.
Kibum mem-poutkan bibirnya dengan menggemaskan. Jarinya menjepit kasar nipple Siwon sebelum akhirnya kembali merebahkan kepalanya di dada suaminya.
" Menyebalkan. Bahkan kamu tidak mau mengajariku."
Siwon terkekeh geli. Dengan gerakan cepat, namja bertubuh kekar itu sudah menimpa tubuh mungil Kibum. Matanya membidik tepat pada objeknya yang tengah berbaring pasrah dibawah himpitan tubuhnya. " Aku akan mengajarimu. Bisa kita mulai sekarang ?" Tangan Siwon terulur merapikan poni yang mengganggu pandangan matanya.
Jujur, Kibum sedikit ketakutan saat membayangkan milik Siwon yang akan memasuki tubuhnya lagi seperti semalam. Jika Kibum dipaksa untuk mengingat lagi, ia tidak akan bisa mengingatnya dengan jelas. Semalam kejadiannya berlangsung dengan cepat. Ia bahkan tidak tau seperti apa selaput daranya robek ketika kejantanan Siwon menembusnya.
Siwon merundukkan tubuhnya, mempersempit jaraknya dengan Kibum yang berbaring pasrah dibawahnya. Kibum yang mulai panik saat jarak wajah Siwon semakin mendekatinya, memilih memejamkan matanya rapat-rapat.
Cupp
" Eh ?" Satu kecupan ringan didaratkan Siwon di dahi istrinya. Cukup lama hingga membuat Kibum memejamkan matanya karena merasakan sensasi nyaman saat Siwon menyentuhnya dengan lembut.
" Jangan memaksakan diri. Kita akan belajar step by step… Aku tidak memaksamu mencintaiku dalam waktu seminggu."
.
.
.
Berita putusnya hubungan Minho dan Kibum sudah tersebar luas di seluruh kampus sejak beberapa hari ini. Tentu saja berita ini disambut sorak sorai namja yang mengagumi sosok cantik Kibum. Setidaknya mereka masih memiliki harapan untuk mendekati sang primadona kampus.
Sayangnya, setelah berita putusnya jalinan hubungannya dengan Jung Minho, sosok Kibum belum nampak di kampus dalam beberapa hari ini. Sahabat dekatnya juga tidak bisa menghubungi nomor Kibum karena panggilan selalu dialihkan.
Ketika seluruh koridor kampus masih ramai membicarakan Kibum, bibir mereka seolah terkunci rapat saat Kibum kembali muncul di kampus. Tidak ada wajah sedih sebagaimana nampak pada setiap pasangan yang baru putus. Senyuman tipis terus tersungging di bibirnya saat berjalan menapaki koridor kampus sambil menggendeng mesra Choi Siwon, suaminya.
" Gyaaaaaaa~~~" Hampir semua namja dan yeoja menjerit histeris saat melihat sepasang primadona kampus berjalan bergandengan tangan.
" Uri princess ! ANDWAE !" jerit seorang namja yang mengagumi paras cantik Kibum sejak lama.
Seluruh kampus dibuat gempar dengan hubungan Siwon – Kibum yang tiba-tiba muncul saat berita putusnya hubungan Minho –Kibum beredar luas. Rasa heran juga dialami oleh Eunhyuk, Ryeowook, dan Sungmin yang memandang sahabat mereka dari kejauhan.
" Apa Siwon penyebab Kibummie putus dengan Minho ?" celetuk Sungmin yang tengah menyeruput milkshake miliknya.
" Aku dengar Minho masih memiliki yeojachingu saat berpacaran dengan Kibummie." Giliran Ryeowook yang membalas pertanyaan sahabatnya.
Eunhyuk yang mendengar ucapan Wookie langsung menggeram kesal. " Huhh… Namja sialan. Awas sampai aku melihatnya, aku akan menghajarnya." Kedua tangan Eunhyuk mengepal erat saat membayangkan wajah sang chef tampan.
" Annyeonghaseyo ~~"
TWITCH
Objek yang dibicarakan Ryeowook – Sungmin – Eunhyuk sepertinya sedang menghantarkan nyawanya pada 3 singa betina yang sedang kelaparan.
_TBC_
.
.
.
Orzzzz…. Semoga suka yah. Meski chapter kali ini pendek dan agak absurd. Aku agak lelah hari ini. Udah berusaha maksimal publish 2 FF SiBum ^^ dan maaf jika FF ini tidak maksimal dalam pengerjaannya. Semoga di chapter selanjutnya bisa lebih baik. Hoahhhmmmm~~
ppyonggg ~~~~
