Sthricynix In.


Brother

I don't own Naruto and One Piece. There is no financial gain made from this nor will any be sought. This is for entertainment purposes only.

Χ―

Mungkin Bagi Beberapa Dari Kalian, Fic Ini Jelek, Penuh Dengan Typo, Alur Kecepetan, Gaje, Humor Yang Terkesan Garing, Atau Yang Lainnya. Tapi Ingat, Author Sendiri Merupakan Seorang Newbie Yang Hendak Menuangkan Imajinasinya Di Situs Ini. Tolong Hargai Dengan Mengklik Tombol Review Dan Berikan Komentar Kalian! ^^

Χ―


Chapter 14 : Light, Ice, Magma and Wood.


Marco mengeluarkan api biru dalam jumlah sangat banyak. Dia menggunakan api phoenixnya untuk menahan serangan Overheat milik Doflamingo. Api melawan api. Sebuah ledakan bulat tercipta saat dua teknik tingkat atas itu bersentuhan. Beberapa orang baik dari kubu Marine maupun kubu Shirohige terpental akibat tak mampu menahan gelombang kekuatan dari Marco dan Doflamingo.

"Heh!" Doflamingo menyeringai. "Ini sangat menarik! Tak kusangka aku dapat melawan sang Phoenix legendaris. Kau telah memakan satu dari dua buah paling langka di dunia ini. Membuatmu menjadi seperti logia walau kau adalah Zoan." Doflamingo melanjutkan. "Ini sungguh suatu kehormatan."

"Terimakasih."

Marco melesat maju. Bertransformasi kembali menjadi sosok burung legenda, Marco menyemburkan api dari mulutnya. "Phoenix Breath!"

Doflamingo yang melihat api dengan jumlah masif yang mengarah padanya tentu tak ingin mati konyol. Dia mengayunkan tangannya kedepan, menciptakan benang yang timbul dari kelima jarinya. Benang-benang itu memiliki ketajaman dan kekuatan yang sangat tinggi. Buktinya, dengan sangat mudah Doflamingo membelah api biru Marco.

"Sudah kuduga itu tak akan membunuhmu." Marco berubah menjadi burung kemudian maju kearah Doflamingo. "Tapi, aku masih punya cara lain!"

~O~

Pertarungan terjadi di mana-mana. Teriakan, suara pedang yang beradu, muncratan dan genangan darah memenuhi seluruh areal Marinford. Namun, diantara pertarungan-pertarungan itu, ada sebuah pertarungan yang paling menarik. Seorang pemuda berambut pirang melawan tiga orang admiral Marine.

Di Sabaody Archipelago, dimana semua orang secara langsung menyaksikan perang ini melalui proyeksi Denden Mushi. Ini merupakan ide dari petinggi Marine. Walaupun ditolak Sengoku karena akan sangat memalukan kalau Marine kalah dan seluruh dunia mengetahuinya, namun, dengan percaya diri para petinggi Marine itu tak menggubris Sengoku dan tetap memproyeksikan perang ini.

Seorang penulis berita yang menyaksikan perang itu meneguk ludah. Dia kemudian memberikan komentarnya. "Di-dia… melawan ketiga Admiral Marine…" Setiap kata diucapkan dengan nada yang bergetar.

"Siapa pemuda pirang dengan topi putih itu…?"

"…Kudengar, dia adalah orang yang berhasil menerobos Impel Down bersama adiknya, Mugiwara no Luffy."

Ucapan dari wanita itu membuat kaget beberapa orang disekitarnya. "Adik!? Apakah dia kakak dari Mugiwara..!?" Tanya pria berkumis disebelahnya.

Pria lain menyahut. "Mungkin saja. Sepertinya Mugiwara no Luffy, Hiken no Ace dan pemuda itu merupakan saudara."

"Ini buruk…" Penulis berita itu mengeluarkan keringat dingin. "Bisa saja dia itu sekuat kedua adiknya…" Pulpen miliknya terjatuh karena tangan sang penulis yang berkeringat dan bergetar hebat. "… Atau yang lebih buruk, dia lebih kuat daripada mereka…"

Banyak yang menganggap pertarungan ini tak seimbang. Namun, bagi yang sudah mengenal Naruto, pasti takkan berfikir seperti itu.

Kizaru menjadi orang yang pertama kali menggunakan tekniknya. Dia meletakkan tangan kiri ditangan kanan kemudian menariknya keatas. Menciptakan sebuah pedang yang dulu pernah ia gunakan untuk melawan Naruto. "Ama no Murakumo."

Begitupun dengan Aokiji. Dia menciptakan sebuah pedang dengan cara yang tak jauh berbeda dengan rekan kuningnya itu. "Ice Saber."

Sementara Akainu, dia melapisi kedua tangannya dengan magma. Membuat ketiga orang disekitarnya mengeluarkan keringat akibat hawa panas yang dipancarkan magma milik Akainu.

"Suasana yang cukup panas. Sepertinya." Naruto tersenyum saat merasakan keringat mulai bergerak-gerak menuruni tubuhnya. "Baiklah…" Naruto mengambil jeda sejenak.

"HAJIME!"

Setelah teriakan itu, Kizaru dengan kecepatan cahayanya berteleportasi kesamping Naruto. Dia menebaskan Ama no Murakumonya kearah pemuda pirang maniak Ramen itu. Menggunakan reflek yang diajarkan Shanks padanya, Naruto dengan cepat membuat sebuah Bokken kayu dan melapisinya dengan Haki.

Melihat serangan Kizaru yang dimentahkan, Aokiji melesat kedepan. Dia mengangkat pedang esnya, bersiap untuk menyerang Naruto. Namun, Naruto merentangkan tangan kirinya kearah Aokiji dan diikuti dengan kayu-kayu yang keluar dan melilit tubuh Aokiji.

"Mokuton!"

Namun, setelah itu, Naruto mulai merasa hawa panas. Mendongakkan kepala, Naruto dapat melihat sebuah gumpalan Magma berbentuk kepalan tangan jatuh kearah dirinya.

"Dai Funka!"

Merasa keadaan memburuk, Naruto melepas Bokkennya kemudian melompat mundur. Dia kemudian menatap kedepan dimana Akainu memandangnya dengan tatapan kesal dan Aokiji disebelahnya diikuti dengan partikel cahaya yang kemudian membentuk tubuh Kizaru.

"Menyerang seperti itu…" Kizaru mengambil jeda. "…Kau benar-benar ingin membunuh kami ya?"

Akainu tak menjawab Kizaru. Dia memandang kearah Naruto. "Jangan menahan dirimu. Atau kau akan mati." Ucapnya.

Naruto tersenyum. Perasaan Akainu agak tidak enak saat melihat senyuman Naruto. Namun, dirinya mengacuhkan itu. "Baiklah. Jika itu permintaanmu."

Naruto kemudian menutup mata dan menyatukan kedua tangannya selama beberapa saat. Setelah itu, Naruto membuka matanya. Kedua bola mata yang tadinya berwarna biru, berubah warna menjadi kuning keemasan.

"Mokuton : Senjutsu." Naruto menggumam setelah membuka matanya. "Kurasa, aku cukup menggunakan tahap pertama."

Setelah, itu Naruto merentangkan tapak kanannya kedepan dengan tangan kiri memegang pergelangan tangan kanannya. "Mokuton : Mokuryuu no Jutsu!"

Seekor naga kayu raksasa muncul dari bawah. Naruto kemudian melompat keatas kepala naga itu. Naga itu naik keatas dan kemudian meliuk-liuk diudara. Perhatian semua orang teralihkan oleh makhluk raksasa yang tiba-tiba muncul di alun-alun Marinford.

"A-apa itu!?"

"HAH!?"

Keterkejutan juga melanda ketiga Admiral Marine. Sepertinya ucapan Akainu benar-benar ditanggapi dengan serius oleh pemuda dengan setelan Tuxedo itu. Kedua rekan Akainu, yakni Aokiji dan Kizaru menatap kearah dirinya dengan pandangan kesal.

"Apa!?" Agaknya, Akainu merasa kesal ditatap seperti itu.

"Sialan kau!" Aokiji meneriaki Akainu. "Kenapa kau memancingnya!?" Ucapnya marah.

Akainu menatap Aokiji. "…Kau takut?"

"Tidak." Pria afro itu menggeleng. "Aku hanya tidak ingin ada lebih banyak korban berajatuhan." Ucap Aokiji.

Akainu menggeleng. "Tidak. Itu memang diperlukan, agar mencapai kemenangan."

"…Kau dan ideologi gilamu…"

Setelah dialog kecil itu terjadi, Aokiji memulai serangan. Dia menciptakan es kemudian melesat dihamparan es itu, menuju kearah Naruto dan Mokuryuu miliknya. Sepanjang jalan melewati bagian dari naga kayu itu, Aokiji tak lupa untuk membekukannya dan menghentikan pergerakkannya. Sampai, Aokiji tiba didepan Naruto yang berada dikepala naga itu.

Naruto melihat kebawah dimana 86% dari tubuh naganya membeku akibat serangan Aokiji. Pemuda pirang itu tersenyum menatap Aokiji. "Belum pernah ada yang menghentikan Mokuryuu milikku…" Naruto berargumen.

Aokiji mengangguk. "Aku anggap itu sebagai puji-"

"…Dan takkan pernah ada."

Sedikit congkak? Mungkin.

KRAK!

Dengan sebuah hentakkan, naga Naruto terlepas dari belenggu es milik Aokiji. Setelah itu, naga kayu itu kembali melesat diudara. Aokiji yang tadi agak kehilangan keseimbangan, kembali berhasil mempertahankan posisi tubuhnya.

"Kalau begitu, bisakah aku jadi yang pertama?"

Naruto membelalakkan matanya mendengar suara dengan nada yang sangat sarat akan nada meremehkan itu. Dia melihat kearah naganya yang kini dikelilingi oleh ratusan cermin cahaya berwarna kuning.

Kemudian, suara meremehkan itu kembali terdengar. Kizaru bersiap melakukan pelepasan jurusnya. "Yata no Kagami…"

ZRATT!

SRATHH!

Tebasan demi tebasan terjadi. Kizaru, dengan kecepatan cahayanya, berteleport diantara cermin-cermin refleksi cahaya tadi. Seiring dengan melesatnya Kizaru, sang admiral menggunakan Ama no Murakumo miliknya dan menyerang Mokuryuu milik Naruto.

Mokuryuu, berubah menjadi naga cincang.

Naruto diam. Dia mengontrol emosinya. Untuk tidak panik. Ajaran Shanks-sensei padanya adalah, 'kepanikan dalam pertarungan, adalah salah satu jalan terbaik menuju kekalahan.' Naruto melompat dari kepala naganya. Dia harus mengakui Kizaru sebagai orang pertama yang menghentikan Mokuryuu miliknya.

'Sepertinya, aku harus benar-benar serius.'

Tak cukup sampai disitu, sebelum mendarat ke tanah, Naruto dapat melihat Akainu menunggunya dibawah dengan tangan yang sudah dilapisi magma. Melihat situasi yang buruk, Naruto kembali menutup mata dan mengatupkan kedua tangan.

'Sialan!'

Sementara Akainu, dengan tangan yang suadh berlapis magma, meninju tanah dibawahnya sekuat tenaga. "Kazan Bakuhatsu!"

BUMMM!

Tanah yang dipukulnya agak meretak. Dan cahaya berwarna merah keluar dari celah retakan tersebut. Diikuti dengan munculnya sebuah erupsi lava di radius beberapa puluh meter diareal sekitar pukulan Akainu. Setelah itu, ledakan muncul dan menelan siapapun atau apapun yang ada dalam radius itu, termasuk Naruto.

Tak ingin mati konyol, Naruto menciptakan sebuah pijakan dari kayu miliknya kemudian melompat menjauhi erupsi selebar 50 meter dibawahnya itu. Saat mendarat, Naruto sudah disambut oleh Kizaru yang sudah melapisi kaki kanannya dengan kemampuan Pika Pikanya. Dengan kecepatan cahaya, Kizaru menendang Naruto sekuat tenaga.

BUAKKHH!

Naruto terhenti setelah menghantam dengan keras salah satu kapal Marine. Kapal tersebut rusak parah akibat hantaman tubuh Naruto dan mulai tenggelam ke laut. Dengan segera, Naruto melompat keluar dari kapal itu untuk menghindari air laut yang akan hanya merugikannya.

Naruto membelalakkan mata saat dia melihat Kizaru dan Aokiji berdiri didepannya. Kizaru mengacungkan jari telunjuk kanan dan kiri sementara Aokiji merentangkan tapak tangannya kearah Naruto.

"Ice Picks!"

"Amaterasu!"

Kizaru menembakkan laser-laser cahaya dari tangannya. Sementara Aokiji menembakkan sesuatu seperti anak panah yang terbuat dari es. Serangan yang begitu cepat itu tak mampu dihindari Naruto dan kontan saja menembus sekujur tubuhnya.

"UARGHHH!"

Naruto jatuh tengkurap. Darah mengalir dibawahnya. Tubuhnya bergetar, penuh keringat dan darah. Kizaru dan Aokiji setelahnya melompat menjauhi Naruto. Diikuti oleh Akainu yang menjatuhkan sebuah meteor lava kearah Naruto.

"NARUTO!" Teriakan khawatir dari semua temannya. Mereka kontan berlari kearah pemuda blonde itu.

Namun, dewi fortuna tampaknya masih berpihak pada Naruto. Tepat sebelum meteorit lava itu mengenainya, Naruto mengaktifkan Mokuton untuk memecah lava itu. Diikuti ledakan dan asap yang menutupinya.

"Senpou Mokuton : Mokujin no Jutsu (Wood Human Technique.)!"

Dari balik asap keluar sesosok manusia kayu raksasa dengan dua kepala, yakni kepala Mokujin dan kepala Mokuryuu disebelahnya. Diatas kepala makhluk kolosal itu, Naruto bersimpuh sambil terengah-engah dengan tubuh bermandikan keringat.

Naruto mengangkat kepalanya. 'Sial! Menggunakan Chiyu no Chikara (Healing Power) untuk luka sefatal itu sangat menguras tenaga.' Kemudian dia mengusap keringat di dahinya. 'Sampai memaksaku masuk Senjutsu tahap 2.'

Penampilan wajah Naruto agak berbeda dari yang tadi. Jika Senjutsu tahap 1 membuat bola mata Naruto menguning, maka Senjutsu tahap dua akan menambah corak merah disekitar matanya.

Semua orang yang ada medan peperangan itu membelalakkan mata. Saat sosok manusia kolosal keluar dari asap tadi. Makhluk itu berjalan dengan pelan kearah ketiga Admiral didepannya.

"Cih! Tak kusangka dia punya kemampuan seperti ini!" Gumam Akainu.

Akainu kemudian merentangkan tangan kanannya kedepan. Kemudian, tangan itu dia lapisi dengan Magma dan Akainu menembakkannya kearah Naruto. "Dai Funka!"

Bola magma raksasa melesat kearah Naruto dan Mokujinnya. Namun, Naruto terlihat tenang. Dia mengatupkan kedua tangan dan membuat segel Mokuton. Diikuti dengan Mokujin yang melesat maju kearah Dai Funka milik Akainu. Beberapa orang berfikir kalau apapun yang dilakukan Naruto akan sia-sia untuk menahan magma milik Akainu. Namun, orang-orang itu harus menarik pemikirannya saat melihat tangan Mokujin itu menghitam kemudian, Mokujin menangkap magma Kizaru layaknya seorang anak menangkap bola dengan satu tangan.

Sengoku yang melihat pertarungan itu membelalakkan mata. "Dia menghentikannya!" Pandangan Sengoku dialihkan kearah Garp disebelahnya. "Sekuat apa cucumu itu, Garp!?"

Garp menggeleng. "Aku tak tahu sekuat apa dirinya sekarang. Tapi, mengetahui kalau Akagami adalah mentornya, mungkin hal ini wajar." Gumamnya.

"Apanya yang wajar!? Bahkan mode Daibutsu-ku hanya mampu menepisnya. Tapi, lihat itu, dia MENAHANNYA!"

Nafas semua orang tercekat melihat Mokujin Naruto menahan serangan Akainu. Di Moby Dick, Shirohige yang berdiri tegak, melihat sebuah pergerakan yang tak asing baginya. Kepala Mokuryuu pada pundak Mokujin itu agak bergerak-gerak.

"Dia akan melakukannya." Gumam Shirohige.

Gumaman Shirohige sempat didengar beberapa orang. Rasa penasaran membuat mereka mengalihkan pandangan pada Naruto. Benar saja, kepala Mokuryuu bergerak dan kemudian melesat dan memakan magma Dai Funka milik Akainu. Mokuryuu itu meliuk kebawah dan kemudian kebelakang Mokujin. Setelah itu, Mokuryuu meliuk keatas dan mengarahkan kepalanya kedepan. Kearah Akainu, Kizaru dan Aokiji.

'Oh sial.' Batin Aokiji yang mengetahui apa yang akan dilakukan Naruto.

"Senpou Mokuton : Mokuryuudan (Wood Dragon Projectile.)!"

Mokuryuu Naruto bereaksi dan membuka mulutnya. Kemudian, menembakkan kembali Dai Funka Akainu. Menjadikannya senjata makan tuan.

Dai Funka melesat dengan cepat. Aokiji bereaksi dan merentangkan tangannya kedepan. Hawa disekitarnya kemudian menurun drastis.

"Ice Age!"

Secara dramatis, Dai Funka milik Akainu membeku dan kemudian jatuh dan pecah saat menghantam bumi.

"Sulit sekali." Naruto melihat kearah Mokujin yang saat ini dia injak. "Mengontrol Mokujin saja sudah sangat sulit. Bagaimana dengan Daibutsu?" Gumamnya saat menyadari betapa sulitnya mengontrol Mokujin.

Kizaru mengambil gilirannya. Dengan Yata no Kagami, dia melesat kearah Naruto. Muncul dari belakang, Kizaru memutar badan bersama dengan Ama no Murakumo miliknya. Naruto bereaksi dan langsung merendahkan badannya dengan berjongkok. Setelah itu, Naruto memutar kaki kanan dengan kaki kiri sebagai poros, berusaha menjegal Kizaru.

'Kena!'

Namun, Kizaru tak sebodoh itu. Dia melompat sedikit. Cukup untuk menghindari jegalan itu. Kemudian, setelah mendarat, Kizaru tiba-tiba terhenti. Membelalakkan mata, Kizaru melihat kearah Naruto yang menyeringai kearahnya. Dia kemudian melihat kearah bawah, dimana kakinya yang kini sudah masuk kedalam kepala Mokujin.

'Sial! Dia menggunakan Haki!' Batin Kizaru saat menyadari bahwa ia tak bisa memecah tubuhnya menjadi partikel cahaya.

Aokiji menyadari keadaan rekannya itu langsung melesat kearah Mokujin. "Sakazuki! Bantu aku!" Ucap Aokiji pada Akainu.

Akainu mengangguk paham. Dia kemudian ikut berlari kedepan. Akainu akan melindungi Aokiji dari Mokujn yang berusaha menghentikannya. "Kazan Bakuhatsu!"

Pria afro dengan penutup mata yang dinaikkan ke dahi itu mempercepat larinya menaikki tubuh Mokujin dengan esnya. Namun, sepertinya Aokiji agak terlambat.

"BRENGSEK!"

BUAKKKHHH!

Dengan amat-sangat super-duper keras, Naruto membogem pipi Kizaru, membuat pria dengan wajah mengesalkan itu terpelanting kesamping. Pukulan Naruto sangat keras sampai Kizaru yakin kalau tidak hanya kacamatanya saja yang terlepas melainkan rahangnya juga patah.

Aokiji melompat dan menangkap tubuh rekannya itu kemudian melompat turun ketanah.

Naruto menyadari sesuatu dan melihat kebawah. Akainu menciptakan erupsi lava dan erupsi itu mulai menelan Mokujinnya kebawah. Merasa sudah tak ada gunanya, Naruto memutus koneksi dengan Mokujin dan melompat turun.

Aokiji membawa Kizaru turun didekat Akainu. Kizaru memegangi pipinya yang sudah bengkak membiru. Dia kemudian meludah untuk mengeluarkan darah yang menumpuk di ujung mulutnya. Kacamatanya sudah melayang entah kemana.

"Sampai terpojok seperti ini…" Akainu menggumam. Urat dikepalanya timbul. Terlihat sekali dari gestur dan nada bicaranya yang menandakan betapa kesalnya dia.

Kizaru mengangguk. "Dia bahkan sampai membuatku begini. Aw!~" Agak meringis setelah merasakan denyut di bagian pipi, Kizaru melanjutkan. "Kita sudah meremehkannya."

Aokiji hanya menghela nafas tanpa memberikan komentar apapun. Dirinya sudah serius dari tadi. Hanya saja kecongkakan Akainu dan Kizaru-lah yang membuat mereka berdiri di posisi seperti ini.

"Tapi, cukup sampai disini…" Akainu mengangkat kepalanya. "…Tak akan ada lagi kesalahan!"

~O~

"Minggir kalian!"

Luffy berlari maju kedepan. Dia sudah berhasil mencapai daratan dan hanya tinggal berlari ke panggung eksekusi. Rekan-rekan bajak laut berada disisinya untuk menyokong posisinya. Kemampuan paling ditakuti, seperti apa yang dikatakan Mihawk.

"Majulah, Mugiwara!"

Beberapa bajak laut Shirohige berlari lebih cepat. Kemudian, mereka menghajar beberapa keroco Marine yang berusaha menghadang Luffy. Sudah cukup banyak orang yang terkorban akibat usaha penerobosan ini.

Orang yang tadi mengkhawatirkan Naruto, bergumam pada Luffy. "Kau benar akan kekuatannya…" Ucap orang itu. "…Tapi, aku tak menyangka sampai sekuat itu." Sambungnya dengan keringat dingin.

Luffy tertawa. "Sudah kubilang bukan~"

"Cukup!"

Tawa Luffy menghilang saat mendengar sebuah suara yang tidak asing bagi telinganya. Dia memandang kedepan dan melihat seorang Marine mudah berpangkat Capt. Berdiri menghadangnya. Coby.

"COBY!" Luffy berteriak memperingati temannya itu.

Coby menunduk. Dia mengertakkan giginya menahan emosi. "MAAF LUFFY-SAN! AKU HARUS MENGHENTIKANMU!"

Luffy terkejut. Dia marah. Sangat marah. Luffy tetap berlari saat Coby kembali berteriak padanya. Luffy merespon dengan merentangkan lengan karetnya kebelakang. "SIALAN, COBY!"

"AYO!"

"Gomu Gomu no PISTOL!"

Dengan telak, bogeman Luffy menghantam wajah Coby dan membuatnya pingsan. Air mata mengalir dari mata kedua pemuda itu. Persahabatan indah dipisahkan oleh jurang yang bernama perasaan. Sungguh, sebuah perang yang sarat akan emosi.

Luffy terus berlari maju. Seorang pria kemudian mengikutinya dan berlari disampingnya. Luffy melihat kesamping. Seorang pria yang berdandan ½ kiri dan kanan. Inazuma.

"Kani-chan!" Luffy berbicara kearah Inazuma. "Bagaimana keadaan Iva-chan!?" Tentu saja Luffy mengkhawatirkan kondisi temannya itu.

"Iva-san baik-baik saja." Inazuma menjawab Luffy. "Daripada itu, percepat larimu. Aku akan membuat jalannya." Inazuma melesat kedepan mendahului Luffy setelahnya.

Inazuma menggunting tanah dengan kemampuan Akuma no Mi, Choki-Choki no Mi miliknya. Setelah itu, dia mengangkat bekas guntingan itu keatas dan membuat jalan menuju panggung eksekusi. Tempat dimana Ace berada.

BUMMM!

Ledakan tercipta. Namun, ledakan itu berasal dari belakang rombongan Luffy. Tidak, bukan dari Naruto yang melawan ketiga Admiral melainkan pertarungan lain. Sebuah pertarungan yang melibatkan 2 raksasa.

"Makan ini! Brick Bat's!" Sang Sichibukai dari Thriller Bark, Gecko Moria memutar tangannya dan mengeluarkan ribuan kelelawar.

Kelelawar-kelelawar itu melesat kearah raksasa lain yang memakai topi jerami yang merupakan lawan Moria, Oars. Kelelawar-kelelawar itu berkumpul dan mengerubungi tubuh Oars sebelum akhirnya membungkusnya dalam sebuah kotak hitam raksasa.

"Black Box!"

Moria tertawa senang. "Huahahahah! Sekarang, tubuh Oars akan masuk dalam 'koleksi'ku!"

"Tidak secepat itu!"

Moria tersentak. Dia dapat melihat seorang pria dengan perawakan gemuk melompat kearah kotak hitam raksasa yang membungkus tubuh Oars. Tangan kanan pria itu berubah menjadi berlian dan kemudian dia menghantamkannya kearah kotak hitam itu.

Kotak hitam itu retak dan akhirnya hancur. Membebaskan kembali Oars didalamnya.

"Jozu-teme! Beraninya kau mengambil koleksiku!" Ucap Moria marah.

Jozu, sang kapten divisi 3 bajak laut Shirohige itu tak merespon kemarahan Moria. Dia menoleh kearah Oars. "Oars, ayo! Kita selesaikan perintah ayah!"

"Ya!"

~ O~

Kembali ke Luffy, dirinya kini tinggal sendiri dan berlari menaiki jembatan yang diciptakan Inazuma. Namun, tiba-tiba Garp muncul didepannya untuk menghadangnya. Luffy membelalakkan mata. Tidak cukup dengan temannya, kini, Kakek kandungnya datang untuk melawannya?

"Luffy…" Garp menggeram rendah. "…AKU AKAN MELAWAN KALIAN!" Garp berteriak keras. Ace dan Sengoku memandang Garp dengan pandangan yang sulit diartikan.

"…Garp…" Sengoku bergumam.

"Kakek! Pergilah! Aku tak mau memukulmu!" Ucap Luffy mulai panik walau dirinya masih tetap berlari.

"Luffy, Ace! Kalian adalah bajak laut! Dan sebagai seorang Marine, adalah tugasku untuk menangkap kalian!" Garp mulai berbicara. "Bahkan, setelah ini, Naruto juga akan dicap sebagai seorang kriminal! Setelah kematian Sabo, tidak bisakah kalian menjadi seperti yang aku inginkan!?" Garp menangis.

Ace menundukkan kepala. Luffy, tetap berlari dengan wajah terkejut melihat kakeknya.

"Tapi, aku tak perduli lagi…" Garp menaikkan kepalannya dan memandang Luffy marah. "MAJULAH, KAIZOKU, MUGIWARA NO LUFFY! AKU, MONKEY D. GARP AKAN MENGHENTIKANMU!" Garp berlari turun kearah Luffy.

Sementara Luffy, dia kembali harus merasakan emosi yang sangat dalam. Namun, Luffy menghiraukan hal itu. Saat sudah berhadapan dengan Garp, Luffy mengeluarkan semua emosinya dengan berteriak keras, dan menyalurkannya pada Garp melalui sebuah pukulan telak diwajah.

"GARP!" Sengoku berteriak.

"GARP-CHUJOU!"

'Sungguh, aku memang tak bisa melawan kalian.' Air mata menetes dipipi Garp sebelum dia menghantam tanah.

Luffy akhirnya tiba dipanggung eksekusi. Menggunakan kunci yang diberikan Hancock padanya, Luffy berusaha melepaskan belenggu Ace. Namun, itu sebelum Sengoku mulai bertransformasi menjadi sosok Mistis dengan kemampuan Zoannya.

Sengoku memukul Luffy dan Ace. Pukulan raksasanya dalam mode Buddha bahkan sampai menghancurkan panggung eksekusi dan membuat ketiga orang itu terjatuh.

"Panggungnya runtuh!"

Asap muncul akibat benturan yang diciptakan Sengoku. Setelah itu, asap yang tadinya berwarna keabu-abuan, berubah menjadi merah. Diikuti dengan ledakan api yang memecah asap itu kemana-mana.

"Dasar adik sialan!" Sebuah suara terdengar, membuat Luffy dan semua anggota bajak laut Shirohige tersenyum senang. "Kau, selalu saja membuatku khawatir!"

"Kapan kau akan mendengarkanku, hah!?" Portgas D. Ace, berhasil terbebas.

"AHAHA! ACE!" Luffy berteriak senang.

Shirohige yang melihat kobaran api dari kejauhan tersenyum lebar. Semuanya sedang berjuang. Tentu saja dia sangat mengapresiasi tindakan dari bocah bertopi jerami itu. Ah, masa dia yang seorang legenda kalah dari seorang Rookie? Shirohige tersenyum dan turun kebawah memasuki medan perang.

Sedikit membantu juga tak masalah bukan?

Shirohige kemudian berlari kearah Luffy dan Ace. Cukup jauh dari jaraknya saat ini. "KALIAN, MINGGIRLAH!" Shirohige berteriak kepada seluruh anak-anaknya. "Aku sendiri yang akan melindungi Ace dan adiknya!" Ucap Shirohige.

Kebahagian meliputi kubu Shirohige. Ace sudah berhasil dibebaskan dan sekarang tinggal meninggalkan tempat busuk milik para Marine ini.

Namun, bukan berarti sudah selesai bukan?

"NARUTOOO!"

Semua mata teralihkan akibat teriakan dari sang kapten divisi 1 bajak laut Shirohige, Marco. Pandangan mereka kemudian tertuju kearah pertarungan Naruto melawan ketiga Marine.

"RYUSEI KAZAN!"

"YASAKANI NO MAGATAMA!"

"ICE BLOCK : PHEASANT BEAK!"

Ekspresi tergantikan. Perubahan drastis terjadi. Jika tadi para Marine mulai berkeringat dingin dan bajak laut tersenyum senang, kini yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka melihat ketiga Marine dengan serangan terkuat mereka yang diluncurkan kearah Naruto.

Tidak dapat melawan dan terancam tewas.

Karena, Naruto [Tertidur.]


To Be Continiue...


A/N : Hola! Setelah sekian lama ngadat, sang newbie kembali menyapa para Reader-sama sekalian dengan cerita yang sebenarnya belum bisa dibilang bagus.

Naruto mulai menunjukkan tajinya disini. Dan seperti yang anda lihat, dia cukup kesulitan untuk mengimbangi ketiga Admiral. Saya juga membuat beberapa varian pada kemampuan Naruto. Contohnya, Mokuryuudan. Intinya, sistem kerja teknik ini seperti Dial. Naruto memang terinspirasi setelah berkunjung ke Skypiea. Shirohige pernah merasakan kemampuan Gura Gura miliknya setelah Naruto membalikkannya dengan Mokuryuudan miliknya ini.

Untuk kemampuan Senjutsu Naruto, saya modifikasi sedikit.

Tahap 1 : Bola mata berubah menjadi keemasan. (Tanpa corak merah). Kemampuan : Mokuryuu.

Tahap 2 : Penambahan corak merah disekitar mata. (Seperti Sage Mode katak tanpa pupil Horizontal). Kemampuan : Mokujin.

Tahap 3 : Corak merah bertambah di bagian dahi. (Seperti Sage Mode Hashirama). Kemampuan : Tau sendiri lah... XD


Mulai Chapter ini dan kedepannya, akan ada Pojok SBS untuk Fic ini! Ditujukan untuk menjawab pertanyaan dari para Reviewer non login. Oke, SBS dimulai! P = Pembaca, S = Sthricynix.


Pojok SBS - Edisi 1 : Chapter 14 [31 Mei 2015]


P : Sebenernya semenjak Naruto kalah dari Kizaru, Naruto di urus ama siapa aja sich? ko ampe Monkey D. Dragon kenal sama Naruto? - P.N. Ndah D. Amay

S : Ahahaha! Sebenernya, Naruto hanya diurus oleh Shanks. Untuk Dragon, Naruto mengenalnya karena suatu kejadian. Akan diceritakan nanti! ^^

P : Apa salah satu dr Naru,Ace, dan Luffy ada yg tewas mengingat author cukup sadis utk membunuh chara penting? - P.N. Guest

S : Liat aja nanti...

P : Author-san yg namanya susah dieja, ficnya bagus tapi apa Naruto jadi gk terlalu kuat sampai bisa langsung ready lagi setelah melakukan maraton di penjara? - P.N. Akaba

S : Ha? Nama saya gak susah dieja kok! Cara bacanya, Stri-ci-niks/Strich-niks. Terima kasih atas pujiannya. Menurut saya, itu gak berlebihan. Pertama, Naruto sudah mendapat suntikan adrenalin dari Ivankov menjadikan Naruto melupakan luka dan kelelahannya untuk sementara. Nah, setelah boostnya habis, tentu efek adrenalin akan dirasakan oleh Naruto.

P : smoga cpet y updatenx :) Gu ra ra ra...

btw apakah naruto di dunia one piece bsa menguasai senjutsu ...

di chp brapa gtw pan ada naruto yg percakapan dg shanks ...
Ktanx naruto menemukan sbuah teknik yg shanks jga ingin dpt melakukanny...

apakah itw senjutsu ?! - P.N. - Torafaruga

S : Ya. Naruto bisa Senjutsu. Soal kemampuan yang dibicarakan itu, sebenarnya saya sudah menampilkan Naruto menggunakannya loh! Coba baca-baca lagi deh. Senjutsu itu, kalau di Naruto kemampuan untuk menyerap Chakra alam. Namun, disini, saya modifikasi sistemnya untuk adaptasi dengan dunia One Piece. Kalau disini, prinsipnya hampir sama dengan Gear milik Luffy. Nah, untuk pertanyaan selanjutnya, saya Cowok tulen. Masih sekolah di SMK.


Yap! Hanya itu sepertinya pertanyaan dari Reviewer non login. Dan, ini berarti cukup sampai disini. Sampai jumpa Di Chapter 15! Oh! Bocoran.. Seseorang akan tampil menggantikan Naruto... Siapakah dia...?


Sthricynix, Out.