Title : Fanboy
Author : lilily
Pairing : YeWon
Disclaimer : OTP milik kita bersama :D
Genre : - gak ngerti ini genrenya apa -_- silahkan namakan sendiri genrenya apa ^o^
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere.
Summary : Fanboy-ing adalah hidupnya, namun tak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa ia akan jatuh cinta pada seorang idol. Benar, dia menentang keinginan orang tuanya, dan memilih untuk tinggal di Korea hanya demi mengikuti sang idol. tapi hatinya masih suci, cintanya murni hanya cinta seorang fan, tak kurang dan tak lebih. Hampir semua harinya dihabiskan untuk kehidupan fanboynya, hingga ia melupakan kehidupan cintanya. Apa yang akan ia lakukan saat tiba tiba seseorang, seorang idol terang terangan menunjukkan ketertarikan padanya, dan dengan keras kepalanya menolak untuk menyerah mendapatkan hatinya meski telah ia tolak berkali kali, akankah harinya berubah?
NOTE 1 : disini usia Yesung hanya setahun lebih tua dari Siwon, dan Boy x Boy love tidak lagi terlalu tabu.
.
.
.
Just as i promised, new chapter come faster~~
.
Happy reading
.
.
= Chapter Empatbelas =
.
.
.
"Yesung oppa, aku tahu kau akan marah karena aku kembali membahas tentang Siwon, tapi aku benar benar tidak bisa untuk tidak memberitahumu mengenai hal ini oppa, aku rasa kau harus tahu. Aku baru saja dari apartemntmu untuk mengambil buku ku, dan kau tahu? Aku bertemu Siwon disana! Dia sedang tertidur di kamarmu, dan aku rasa dia sering datang kesini, dia pasti selalu menunggu kepulanganmu, pertimbangkanlah lagi oppa, Siwon sepertinya benar benar mencintaimu"
Yujin tidak peduli bagaimana reaksi Yesung saat membaca email itu nanti, apakan Yesung akan marah dan benar benar memutuskan kontak dengannya? Terserahlah, Yujin rasa apa yang dilakukannya sudah benar, kasihan Siwon.
Keesokan harinya di kampus Yujin juga menceritakan hal itu pada Kahee, hanya pada Kahee.
"apa Yesung Oppa benar benar tidak mau lagi kembali kesini?" tanya Kahee sedih, ia sangat sedih mendengar cerita Yujin.
"aku juga tidak tahu, tapi Yesung selalu marah kalau aku mulai membahas soal Siwon, dan aku tidak tahu bagaimana reaksinya membaca emailku kemarin, dia masih belum membalasnya sampai sekarang"
"tolong terus bujuk Yesung oppa agar mau balik lagi kesini Yujin ah, aku benar benar kasian dengan Siwon oppa, dia sudah sangat jauh berubah sekarang, kami kangen Siwon yang dulu"
"aku akan terus melakukannya"
.
.
.
"kau masih saja keras kepala, bodoh!"
Yesung menggigit bibirnya dengan cukup kuat, ia baru saja membaca email dari Yujin, dan dadanya mendadak terasa sesak mengetahui semua itu, kapan Siwon akan menyerah?
Setetes cairan bening mengalir dari sudut mata Yesung, namun ia cepat cepat menghapusnya, Nyonya Kim yang sedari tadi sebenarnya terus memperhatikan putranya, akhirnya menghampiri Yesung, dan duduk disampingnya.
"kembalilah ke Korea, mommy khawatir melihatmu seperti ini terus"
"mom..." Yesung langsung memeluk ibunya, dan terisak dengan pelan dibahu ibunya.
"aku tidak ingin kembali kesana lagi mom" ujar Yesung disela sela isakannya.
"jangan terus terusan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan hatimu, itu tidak baik, dan berhenti menyiksa dirimu seperti ini, bersikaplah secara dewasa dan temui dia, selesaikan semuanya baik baik"
"aku tidak ingin bertemu dengannya lagi mom"
"siapapun pasti ingin menemui orang yang dicintainya"
"aku tidak mencintainya mom, aku tidak mencintai Siwon, aku hanya menganggapnya seperti seorang teman"
"lalu kau menangis dalam diam disini hampir setiap harinya karena seorang yang hanya teman tersebut?"
"..."
"temui dia dulu, nanti kau akan bisa menentukan, apa kau memang hanya menganggapnya sebagai seorang teman atau lebih"
"..."
"baiklah, lupakan tentang Siwon, kembalilah ke korea untuk kuliahmu, sebentar lagi kau akan ujian, jangan sampai masalahmu dengan temanmu ini membuat kuliahmu gagal"
Yesung kembali tak menjawab lagi, ia hanya diam, menyamankan diri dalam pelukan ibunya. Nyonya kim juga sudah tidak berbicara lagi, ia membiarkan Yesung menenangkan diri.
.
.
.
.
Siwon kembali datang ke apartement Yesung siang itu, walau tak ada yang bisa dilakukannya disana, namun berada disini saja setidaknya bisa mengurangi sedikit sesak didadanya.
"drrrtt.. drrrrtt..."
"hallo"
"halo Siwon hyung, kau dimana? Apa sedang sibuk?"
"eh? Kyuhyun? ada apa?"
"tadi malam Donghae hyung menghubungiku, katanya kau sedang ada masalah, ada yang bisa ku bantu hyung?"
"Donghae menghubungimu? Apa yang dia katakan padamu?"
"dia tidak menceritakan soal masalahmu, dia hanya mengatakan mungkin aku bisa membantumu, makanya aku menghubungimu sekarang"
"aku tidak apa apa Kyu, jangan khawatir"
"hyung, kau bisa menceritakan semuanya padaku, kita sahabat bukan?"
"tidak ada masalah yang serius Kyu"
"aku juga merasa ada yang berbeda denganmu hyung, aku hanya ingin membantu"
Siwon terdiam sejenak, Kyuhyun ngotot menawarkan bantuan, apa ia harus menerimanya?
"apa kau berjanji benar benar akan membantuku, meskipun itu akan menyulitkanmu? Bisa membuat kau terlibat dalam sebuah skandal?"
"a- aku janji hyung, aku akan membantu sebisaku"
"kau terdengar tak yakin"
"hyung.."
"kalau kau serius ingin membantuku, datanglah nanti malam ke apartementku"
"baiklah, aku akan kesana nanti"
Setelah mengakhiri pembicaraan via telfon dengan Kyuhyun, Siwon kembali memasuki kamar Yesung dan membaringkan diri disana, matanya menerawang kosong menatap langit langit kamar.
"baby... bahkan kalaupun kau memang benar benar tak pernah mencintaiku, kau tetap tidak seharusnya pergi kan? Kyuhyun mu yang sangat kau cintai itu bahkan berada disini, kau tidak seharusnya meninggalkannya juga kan?"
"apa aku sudah terlalu egois? Memaksamu menerimaku, hingga kau jadi pergi, bahkan terpaksa meninggalkan orang yang sangat kau cintai juga?"
Siwon memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit di dadanya, kenyataan bahwa cintanya selama ini ternyata benar benar hanya bertepuk sebelah tangan membuat Siwon benar benar merasa menjadi orang yang paling menyedihkan.
"kembalilah dulu kesini baby, kita bicara langsung, kau tidak bisa memutuskanku secara sepihak dan hanya melalui sebuah sms seperti itu, kita bicarakan masalah kita berdua, setelah itu baru aku akan melepaskanmu"
"hanya karena ingin menghindariku, kau juga meninggalkan Kyuhyun yang aku yakin sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa lepas darinya, jangan rugikan dirimu sendiri, kita bicara baik baik setelah itu aku akan menyerah"
"aku akan belajar untuk menyerah"
Aktor tampan itu kembali menangis, kehidupan cintanya sungguh berbanding terbalik dengan kariernya, menyedihkan.
.
.
.
ㅅㄹ ㅎ
.
.
.
"Yujin ah, tolong kirimkan jadwal ujian kita ya"
"omo! Oppa! kau sudah mengaktifkan nomormu kembali?! Apa kau sudah kembali ke Seoul? Kau akan mengikuti ujian?"
Tidak sampai satu menit kemudian langsung datang balasan lagi dari Yujin untuk jadwal ujian mid mereka, Yesung tersenyum senang, sahabatnya sangat exited ia kembali, sejujurnya Yesung juga sudah sangat rindu dengan sahabatnya tersebut, ia juga sangat merindukan kota ini tentunya, meski selama hampir dua bulan ini Yesung tinggal bersama kedua orang tuanya, namun Yesung merasa jauh lebih 'hidup' saat berada di apartementnya di Seoul.
"iya, aku baru saja sampai sekitar dua jam yang lalu, thanks untuk jadwalnya Yujin ah"
"yeayy! Kau akhirnya kau kembali berpikiran yang benar hehe, aku sangat merindukanmu oppa, bisa kita ketemuan malam ini? Kita ke kafe biasa"
"ok, kita dinner disana, aku juga merindukanmu"
Yesung kembali tersenyum, ia berjanji tidak akan down lagi, dia sudah membuat sebuah keputusan sebelum kembali ke Seoul, dia disini untuk kuliahnya dan Kyuhyun, dan soal Siwon, seperti saran ibunya waktu itu, dia akan menemui Siwon nanti, belum sekarang, ia akan menyelesaikan semuanya baik baik nanti, jika dibicarakan baik baik ia yakin Siwon juga akan mengerti kalau mereka memang tidak bisa dipaksakan untuk terus bersama. Mereka hanya akan terus saling menyakiti seperti saat ini.
.
.
Siwon masuk rumah sakit tepat dihari kembalinya Yesung ke Seoul, Dokter mendiagnosa ia terkena gejalan tifus, pola makan dan juga pola tidur Siwon yang sangat tidak beraturan belakangan ini, ditambah lagi dengan beban pikiran dan tekanan perasaannya sejak kepergian Yesung, membuat pertahanan aktor tampan itu akhirnya bobol juga, ia harus pasrah terbaring lemas di rumah sakit, setidaknya untuk satu minggu ke depan.
Siwon meminta pihak rumah sakit untuk merahasiakan keberadaannya disini, ia tidak ingin media sampai tahu kalau ia jatuh sakit, ia tidak ingin membuat fansnya lebih khawatir lagi, Siwon tahu fansnya sudah cukup khawatir dengan perubahan sikapnya selama ini, fans menyadari Siwon mulai mengurangi aktifitas di dunia hiburan, Siwon juga sudah tidak pernah lagi menyapa penggemarnya di media sosial, ia tahu itu membuat fansnya sedih dan khawatir, namun Siwon juga tidak bisa memaksakan diri, ia tidak tertarik untuk hal hal semacam itu sejak kepergian Yesung, ia tak bisa berpura pura ceria di akun sosialnya, sementara hatinya sangat kacau dan tak berbentuk sama sekali, ia hanya akan kembali menyapa penggemarnya disana nanti saat hatinya sudah kembali membaik.
.
.
Yesung datang ke kampus untuk pertama kalinya hari itu, ujian baru akan dimulai setengah jam kedepan, namun Yesung memang sengaja datang lebih awal karena ia harus mengurus beberapa administrasi terlebih dulu setelah cukup lama absen.
Teman teman kampus Yesung cukup kaget dengan kehadiran Yesung kembali kesana, terutama para penggemar Siwon, mereka tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka, sejujurnya mereka sangat senang, dan langsung menghampiri Yesung, untuk mengucapkan selamat datang kembali sebenarnya, dan juga untuk meminta maaf atas tindakan mereka kemarin, namun Yesung yang memang sudah bertekad untuk menghindari interaksi dalam bentuk apapun dengan para fangirls tersebut, salah menannggapi maksud mereka.
"aku kembali kesini untuk mengikuti ujian dan fokus pada kuliahku, aku sudah tidak ada hubungan dalam bentuk apapun dengan Siwon kalian, jangan ganggu aku lagi" ujar Yesung dingin, sebelum mereka sempat mengucapkan sepatah katapun. Yesung juga langsung memasang headsetnya, dan berjalan menuju bangkunya, meninggalkan teman teman sekelasnya speechless, Yesung memang sudah kembali, tapi ia berubah, sangat jauh berubah. Semua tahu Yesung memang tidak terlalu banyak berinteraksi dengan teman teman kelas atau teman kampus lainnya selama ini, tapi dulu Yesung tidak sedingin ini, dan ia juga tidak pernah menggunakan headset sebelumnya, sepertinya Yesung benar benar membuat tembok pembatas dengan siapapun saat ini, semua jadi ragu untuk mendekati Yesung, bahkan Yujinpun sangat kaget melihat Yesung, tadi malam ia tetap hangat dan ceria seperti biasa, kenapa pagi ini mendadak jadi dingin seperti ini? Apa Yesung sengaja melakukan itu agar ia tak di ganggu lagi?
"Oppa, ada apa denganmu? Kenapa kau bersikap sedingin itu? Kau membuat mereka semua takut" tanya Yujin pelan, setelah melepas satu headset Yesung.
"aku tidak ingin diganggu lagi"
"tapi mereka tidak..."
Yujin tidak jadi menyelesaikan kalimatnya karena dosen mereka sudah keburu masuk, ujian akan segera dimulai.
Begitu ujian selesai, Yesung juga langsung pulang, tidak memberi kesempatan bagi Yujin untuk menjelaskan kesalahpahamannya terhadap teman teman kelasnya.
"untuk saat ini mungkin ada baiknya kalian jangan dekati Yesung oppa dulu, dia mungkin masih trauma, tunggu dia cukup terbiasa lagi dengan suasan kampus, aku juga akan coba bicara baik baik dengannya" Yujin coba memberi pengertian kepada teman teman lainnya, Yujin juga tidak ingin sikap terlewat dingin Yesung terhadap teman temannya kembali membuat mereka tidak menyukai Yesung. Semua mangut mangut setuju, mungkin mereka memang harus memberi sedikit waktu dan privacy untuk Yesung.
"Yujin ah, menurutmu kalau aku beri tahu Siwon mengenai hal ini bagaimana?" Kahee menghampiri Yujin dan bertanya dengan pelan, agar anak anak lain tak mendengarnya.
"soal Yesung oppa sudah kembali kesini?" Kahee mengangguk.
"aku rasa untuk saat ini, itu bukan ide yang bagus Kahee, kau lihat sendiri tadi bagaimana reaksi Yesung oppa soal Siwon, dan Siwon, kalau ia tahu Yesung sudah disini, ia pasti akan langsung menemuinya kan? aku takutnya Yesung juga akan memperlakukan Siwon sama dinginnya"
"kau benar juga, mungkin ada baiknya kita tunggu sampai beberapa hari kedepan dulu" Yujin mengangguk setuju, keduanya kemudian berjalan meninggalkan kelas.
.
.
.
Sudah empat hari Siwon terbaring lemas di rumah sakit, kondisinya benar benar down.
"bagaimana kondisimu hari ini Siwon ah? Apa sudah lebih baik?"
"sudah jauh lebik eomma, jangan khawatir" Siwon mencoba tersenyum, ia tidak ingin eommanya terlalu khawatir.
"mana kekasihmu itu? Kenapa eomma tidak pernah sekalipun melihatnya menjengukmu kesini? Kau juga selalu menolak untuk membawanya ke rumah, padahal eomma juga ingin bertemu dengannya"
Senyuman di wajah Siwon langsung pudar mendengar pertanyaan ibunya, Siwon memang merahasiakan soal masalahnya dengan Yesung dari keluarganya, mereka terlalu senang saat tahu Siwon akhirnya punya kekasih, mereka tidak mempermaslahkan pilihan Siwon yang memilih seorang namja, bagi mereka asalkan putra mereka bahagia dan siap dengan semua konsekuensi pilihannya, mereka akan selalu merestui. Hal itulah yang membuat Siwon tidak tega memberitahu kedua orang tuanya kalau sebenarnya Yesung telah pergi meninggalkannya.
"kenapa wonnie? Apa kau ada masalah dengannya?" tanya nyonya Choi khawatir melihat perubahan ekspresi putranya.
"tidak, kami baik baik saja eomma, tapi saat ini ia sedang tidak berada di Korea, makanya dia tidak bisa datang kesini"
"dimana dia?"
"Yesung sedang berada di rumah kedua orang tuanya di Jepang"
"Jepang? Eomma pikir dia orang Korea, dari foto yang eomma lihat di hp mu dia terlihat seperti asli Korea"
"dia keturunan campuran Korea Jepang eomma, tapi kedua orang tuanya menetap di Jepang"
"oh... nanti kalau dia sudah kembali kesini, ajaklah dia ke rumah, eomma juga ingin berkenalan dengan calon mantu eomma"
"pasti eomma, aku pasti akan mengenalkan Yesung pada kalian" ujar Siwon kembali tersenyum pada eommanya.
"tapi mungkin aku hanya akan bisa mengenalkannya pada kalian sebagai teman nantinya, itupun kalau dia masih bersedia berteman denganku" perlahan senyum itu kembali menghilang.
.
Malamnya Siwon ditemani Donghae di rumah sakit, Siwon sudah menyuruh Donghae untuk pulang, ia baik baik saja, tidak perlu ditemani, tapi sahabat sekaligus manajernya itu tetap ngotot ingin menemaninya.
"apa yang kau lakukan dengan hp mu dari tadi Siwon ah, kau harus banyak beristirahat, tidurlah lagi"
"Donghae aku bukan anak kecil, aku belum mengantuk, lagi pula ini baru jam 9, sudah urusi saja urusanmu, telfon kekasihmu"
"tsk kau malah memarahiku, terserah kau saja"
Donghae akhirnya memilih untuk membaringkan diri di sofa, Siwon kembali memainkan hpnya.
Beberapa menit kemudian Siwon menerima sebuah notif dari twitter, seseorang mengiriminya DM.
"oppa, maaf menganggumu dengan mengirimi DM ini, dan maaf juga kalau aku terlihat seperti terlalu mencampuri privacy mu"
"aku tidak bermaksud untuk seperti itu, tapi kami semua menyadari belakangan ini kau mulai berubah, dan itu sejak kepergian Yesung oppa"
"kalau oppa heran dari mana aku bisa tahu soal kepergian Yesung oppa, karena aku satu kampus dengan Yesung oppa, dan juga satu kelas, jadi aku tahu kalau dia sudah kembali ke Jepang"
"tapi hal yang ingin ku beri tahu adalah, Yesung oppa sudah kembali ke Seoul saat ini, ia sudah kembali ke kampus sejak tiga hari yang lalu"
"maaf kalau DM ku menganggumu oppa, please stay healthy and keep smile, we all love you and always here to support you"
Siwon terkejut membaca DM dari Kahee, Siwon memang mempercayai fan nya yang satu ini, itulah kenapa Siwon memfollow fansite Kahee, dan Kahee juga tidak pernah mengiriminya DM kalau hal yang ingin dibicarakannya bukanlah hal yang sangat penting, dan Kahee ternyata teman sekelas Yesung?! Sangat kebetulan sekali! Oh jadi Yesung sudah kembali? Yesungnya akhirnya kembali! Siwon jadi lupa kalau saat ini ia sedang sakit dan terbaring lemas di rumah sakit, rasanya ia ingin datang ke apartement Yesung saat ini juga, untunya Donghae cepat menyadari gelagat aneh/? Siwon, yang tampak seperti ingin meninggalkan tempat tidur.
"kau mau kemana Siwon ah?"
"Donghae! Yesung, dia sudah kembali ke Seoul, aku ingin menemuinya sekarang!"
"dari mana kau tahu kalau Yesung sudah di Seoul?"
"ada fan yang memberitahuku di twitter, dia sekelas dengan Yesung, dan dia bilang Yesung sudah kembali masuk kuliah sejak tiga hari yang lalu, tolong antarkan aku ke apartement Yesung sekarang Donghae yah"
"kau gila! Aku tidak mungkin mengijinkanmu keluar dari kamar ini, kondisimu masih sangat lemah Siwon ah, kau harus sehat dulu, baru boleh menemui Yesung"
"tapi.."
"Siwon dengarkan aku, aku tahu kau hampir kehilangan akal sehatmu karena Yesung, kau masuk rumah sakit sekarang juga gara gara dia, dia pergi tanpa memberitahumu, dia kembali juga tidak memberitahumu, itu artinya apa? Artimya dia tidak ingin kau tahu, dia mungkin tidak ingin kau menemuinya lagi"
"Donghae! Kenapa kau berbicara seperti itu? Ku pikir kau mendukung hubunganku dengan Yesung selama ini?"
"aku mendukungmu, tapi melihat sikap Yesung terhadapmu aku jadi ragu, setidaknya kau harus benar benar sehat dulu, setelah Dokter mengijinkanmu untuk keluar dari rumah sakit baru kau boleh menemuinya, aku akan mengantarmu kesana nanti"
"Donghae..."
"kau ikuti saranku sekarang, atau aku akan memberitahu eommamu soal kebenaran hubunganmu dengan Yesung?"
"ck! Kau selalu saja mengancamku"
"aku melakukan ini demi kebaikanmu"
"baiklah baiklah, dasar manajer menyebalkan!" Siwon kembali berbaring di kasurnya, Donghae tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya.
"kau bisa menelfonnya saat ini"
"aku tidak mau menelfonnya saat ini, aku ingin bertemu dan berbicara langsung dengannya"
"ya sudah, cepat sembuh kalau begitu"
Siwon kembali membuka twitternya dan membalas DM Kahee dengan singkat.
"terima kasih sudah memberi tahuku Kahee ssi :^)"
.
.
.
3 hari kemudian akhirnya Dokter mengizinkan Siwon kembali kerumahnya, normalnya seharusnya Siwon masih harus dirawat setidaknya dua atau tiga hari lagi, tapi karena sang aktor sudah benar benar ngotot ingin pulang, akhirnya sang Dokter tak punya pilihan lain keculi mengizinkannya pulang, dengan syarat Siwon masih harus beristirahat total di Rumah, Siwon masih belum boleh melakukan kegiatan apapun selama dua minggu ke depan, tentu saja Siwon langsung menyetujui dan mengiyakan saran Dokter, apapun akan di iyakan Siwon asalkan dia bisa cepat keluar dari Rumah sakit.
.
.
Yesung sedang sibuk dengan buku buku kuliahnya, besok hari terakhir ujian, dan dua mata kuliah yang diujiankan besok adalah mata kuliah yang paling sulit menurut Yesung, dan paling tidak disukainya, karena itulah Yesung harus sedikit harus belajar ekstra kali ini.
Ding! Dong!
Bunyi bel memecah konsentrasi Yesung, ia segera berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang datang, dan Yesung langsung membatu, begitu mengetahui Siwon tengah berada di luar, seminggu ini, entah karena ia terlalu serius menghadapi ujian mid nya, Yesung jadi lupa kalau ia memang masih belum menyelesaikan masalahnya dengan Siwon, Yesung sudah berencana untuk menemui Siwon nanti, tapi belum sekarang, Yesung masih belum siap, namun saat ini Siwon sudah berada di depan pintu apartementnya, kalaupun ia tidak membukakan pintu untuknya, Siwon tetap akan bisa masuk, Siwon mengetahui password apartementnya, Siwon sengaja menekan bel, itu artinya Siwon sudah tahu kalau ia sudah kembali ke Seol, seseorang pasti memberi tahunya. Yesung tak punya pilihan lain kecuali membukakan pintu untuk Siwon.
"Yesungie..."
"..."
"b- boleh aku masuk?"
Yesung tak menjawab, ia berjalan meninggalkan Siwon, dan menuju dapur, ia mendadak merasa gerah dan haus. Siwon ikut masuk dan mengikuti Yesung ke dapur.
"aku sangat merindukanmu, terima kasih sudah kembali baby, aku tahu kau memang pasti akan kembali" Yesung sedikit terkejut Siwon tiba tiba memeluknya dari belakang, dan ia dapat merasakan bahunya mulai basah, Siwon menangis disana, Yesung tidak tahu harus berbuat atau berkata apa, ia akhirnya hanya diam dan membiarkan Siwon sedikit tenang dulu, ada suatu kenyamanan dan kehangatan yang tak mampu ia ungkapkan dengan kata kata saat Siwon memeluknya.
"Si- Siwon, kakiku pegal" Yesung akhirnya buka suara juga, kakinya mulai terasa pegal, dan masih belum ada tanda tanda Siwon akan melepaskan pelukannya.
"oh.. maaf" Siwon segera melepaskan Yesung dan membiarkan Yesung duduk, Siwon memilih duduk berhadapan dengan Yesung, kepala Siwon terasa agak pusing, namun ia tak peduli, Yesungnya sudah kembali, itu yang terpenting untuknya saat ini, Yesung sebenarnya juga melihat wajah Siwon sedikit pucat, dan ia juga terlihat jauh lebih kurus dari dua bulan lalu, namun Yesung memilih untuk tidak menanyakannya.
"kenapa kau kesini?" Yesung akhirnya kembali bersuara, dengan nada yang sangat dingin.
"baby, aku menunggumu hampir setiap hari disini, aku percaya kau pasti akan kembali kesini, dan aku benar, akhirnya hari ini aku bisa bertemu denganmu disini, kau tidak tahu betapa tersiksanya aku selama kau pergi, kau pergi begitu saja tanpa mengatakan apa apa padaku, kau menyiksaku"
"bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku kembali ke Jepang? dan juga Siwon, jangan panggil aku baby lagi, kita sudah berakhir, oh bahkan sebenarnya dari awal kita tidak memiliki hubungan apa apa, jadi tidak ada yang perlu diakhiri, hanya saja tidak usah temui aku lagi setelah ini, aku ingin kembali menjalani hidupku seperti dulu, aku rasa aku jauh lebih baik sebelum kau datang dan masuk ke dalama hidupku"
"Yesung ah, aku..."
"Dengar Siwon, aku tahu mungkin kau tidak bisa menerima keputusan sepihak seperti ini, kita perlu membicarakannya berdua, tapi tidak sekarang, aku masih ujian yang harus ku hadapi besok, dan aku tidak bisa konsentrasi kalau kita harus membahas ini sekarang, kau pulanglah, aku mau belajar, temui aku tiga atau empat hari kedepan, kita selesaikan masalah kita baik baik"
"Yesung ah, kau tidak mungkin serius dengan semua ini kan?" kepala Siwon makin terasa pusing, wajahnya juga mulai dibanjiri keringat.
"aku serius, ku mohon untuk saat ini biarkan aku sendiri, aku tidak mau gagal dalam ujian besok"
"baiklah, aku akan pergi sekarang, selamat ujian untuk besok" Siwon tersenyum getir, ia bangkit dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar, namun kepalanya semakin terasa nyeri dan pandanganya berputar putar, Siwon berhenti sejenak sambil memejamkan matanya, dan Yesung melihat jelas semua itu.
"Siwon kau kenapa? apa kau baik baik saja?" tanya Yesung khawatir dan menghampiri Siwon.
"aku tidak apa apa, hanya sedikit pusing" Siwon mencoba tersenyum, ia tidak ingin Yesung tahu kondisinya saat ini.
"wajahmu terlihat pucat"
"hanya kurang tidur, sudah kau kembalilah ke kamarmu dan persiapkan diri untuk ujian besok" Siwon kembali berjalan pelan, ia mencoba mengabaikan rasa pusing dan pandangannya yang semakin berputar, ia harus bertahan, setidaknya ia tidak boleh terlihat sakit dihadapan Yesung. Namun baru beberapa langkah berjalan meninggalkan Yesung, Siwon benar benar hampir kehilangan keseimbangannya.
"Siwon!" untung Yesung menghampiri Siwon dengan cepat, hingga aktor tampan itu tidak jadi jatuh ke lantai, Yesung memang memperhatikan gerak gerik Siwon dari tadi.
"apa kau yakin kau seperti ini hanya karena kurang tidur? Lihatlah wajahnmu penuh keringat seperti ini, dan badanmu terasa sangat dingin? Kau sedang sakit?" tanya Yesung bertubi tubi, sangat terlihat jelas kalau namja itu khawatir dengan kondisi Siwon, ia memapah Siwon dengan pelan ke arah sofa.
"aku hanya kecapean dan kurang tidur semalam, aku rasa aku hanya akan berbaring sebentar disini, maaf merepotkanmu, kembalilah ke kamarmu, aku tidak apa apa" Siwon kembali tersenyum, dan memejamkan matanya, ia berbaring di sofa untung menghilangkan pusing hebat di kepalanya, Yesung tidak bersuara, ia hanya menatap Siwon lekat lekat, Siwon sakit, dan ia menyembunyikan itu darinya, Yesung sangat yakin akan hal itu.
Tidak lama kemudian akhirnya Yesung beranjak menuju dapur untuk mengambil segelas air dan beberapa pil penghilang rasa nyeri.
"Siwon minumlah ini dulu, untuk menghilangkan rasa pusingmu" ujar Yesung sambil menyodorkan gelas dan pil di tangannya. Siwon membuka kedua matanya, dan tanpa banyak bertanya, ia langsung meminum pil yang diberikan Yesung, setelah itu ia kembali berbaring disofa, mengabaikan Yesung yang kembali memperhatikannya.
15 menit kemudian, Siwon tertidur akibat pengaruh obat yang baru saja diminumnya. Yesung masih disana, memperhatikan wajah pucat Siwon yang makin basah dibanjiri keringat, perlahan tangan Yesung terulur menghapus keringat tersebut, ia menyingkirkan rambut Siwon yang hampir menutupi seluruh dahinya. Perlahan setetes air mata mengalir di pipi Yesung, apa ia ia benar benar bisa melepas Siwon?
"bisa! pasti bisa! harus bisa!" suara lain di hatinya menyemangati.
Yesung akhirnya meninggalkan Siwon sendirian tertidur di sofa, ia kembali ke kamarnya dan mencoba melanjutkan membaca materi kuliah yang tadi sempat tertunda, namun hanya berselang sekitar 10 menit, Yesung sudah keluar dari kamar, dan kembali duduk didekat Siwon yang sepertinya masih tertidur.
"tolong jangan membuatku makin sulit Siwon ah, jangan keras kepala, pergilah dari pikiranku"
.
Perlahan Siwon kembali membuka matanya, dan ia mendapati Yesung yang tengah menatapnya.
"Yesung... kenapa kau masih disini? bukankah tadi kau bilang kau harus belajar?"
"kau sakit apa sebenarnya?" Yesung justru balik bertanya, ia mengabaikan pertanyaan Siwon.
"aku sudah bilang aku hanya kurang tidur, aku akan pulang sekarang, belajarlah yang baik" Siwon perlahan bangkit dan duduk disofa untuk menstabilkan tubuhnya, kepalanya masih terasa sedikit pusing walau sudah jauh lebih baik dari tadi.
"kau pikir aku bisa fokus belajar melihat kondisimu yang seperti ini huh?! dan kau bilang kau hanya kurang tidur? wajahmu terlihat sangat pucat seperti itu, dan kau juga jauh lebih kurus sekarang, apa aku terlihat begitu bodoh dimatamu hingga menurutmu aku akan percaya begitu saja saat kau menyembunyikan penyakitmu dariku?!" sembur Yesung emosi, entahlah, ia hanya terlalu khawatir melihat kondisi Siwon, Siwon sendiri jadi terkejut dan tidak menyangka Yesung akan bereaksi seperti itu, ditambah lagi kini namja manis itu menangis.
"Ye- Yesungie... aku..." Siwon tidak tahu harus berbicara apa, ia tidak ingin memberitahu Yesung kalau ia baru saja keluar dari rumah sakit, tapi melihat Yesung menangis seperti ini Siwon juga jadi khawatir, Siwon akhirnya pindah duduk kesamping Yesung, dan langsung membawa Yesung ke pelukannya, Yesung makin terisak pelan dengan perlakuan Siwon.
"aku minta maaf ne, aku tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir, aku terkena tifus, dan sempat dirawat seminggu dirumah sakit, tapi kemarin Dokter akhirnya mengijinkan aku pulang dan beristirahat di rumah"
Yesung langsung melepaskan diri dari pelukan Siwon begitu mendengar pengakuan aktor tampan itu.
"kau terkena tifus?! dan baru pulang dari rumah sakit kemarin? Kenapa kau sudah keluyuran? Seharunya kau masih berada di kamarmu dan beristirahat total!"
"itu karena aku ingin bertemu denganmu, aku dengar kau sudah kembali, kalau aku tidak cepat cepat kesini aku takut kau sudah pergi lagi"
"bodoh! kenapa kau begitu bodoh choi siwon! Kenapa kau sanagat bodoh! hiks.."
"baby..."
Siwon kembali membawa Yesung kedalam pelukannya.
"berhentilah jadi orang bodoh, berhentilah membodohi dirimu untukku, aku lelah dengan kebodohanmu, pikirkanlah kesehatanmu"
"aku minta maaf karena sudah menjadi bodoh, dan orang bodoh ini mencintaimu, aku tidak apa apa, aku justru akan jauh lebih buruk kalau tidak bertemu denganmu"
"bodoh... hiks hiks.."
Siwon kini tak lagi menjawab, ia membiarkan Yesung menagis membasahi bagian depan bajunya, walau Yesung sudah menyuruhnya untuk pergi dan menyerah, tapi Siwon percaya Yesung tidak melakukan semua itu dari hatinya, ia hanya mengikuti egonya saja, Siwon percaya, dengan melihat reaksi kekhawatiran Yesung terhadapnya saat ini, Yesung punya rasa yang sama dengannya, hanya saja Yesung sedikit pengecut dan terlalu takut mencoba, ia terlalu takut terluka, ia tak mau keluar dari zona amannya, Siwon akan bersabar untuk menunggu Yesung mau ikut melangkah bersamanya, Siwon berjanji ia akan selalu membimbing dan melindungi Yesung, Siwon tidak akan pernah melepasnya.
"dengan apa kau tadi kesini?" tanya Yesung begitu tangisnya mulai reda.
"aku tadi diantar Donghae kesini, tapi aku langsung menyuruhnya pulang setelah itu"
"kau harus pulang sekarang, kau harus benar benar beristirahat"
"baiklah, aku akan pulang sekarang"
"aku antar"
"heiii tidak usah, bukankah tadi kau bilang kau perlu mempersiapkan diri untuk ujian besok? Aku bisa pulang naik taksi"
"taksi? Bagaimana kalau kau nanti pingsan lagi di taksi?"
"apa kau pikir aku selemah itu? Aku tidak akan pingsan semudah itu"
"tapi kau tadi hampir pingsan didepanku tuan Choi!"
"hwaaaa apa nyonya Choi benar benar khawatir dengan kondisiku?"
Blush...
Pipi Yesung langsung memerah mendengar ucapan Siwon, nyonya Choi? Entahlah, ada getaran lain dihati Yesung saat Siwon mengalamatkan panggilan itu padanya, dan sebelum Yesung sempat melayangkan protesnya, Siwon kembali berujar.
"kau ingin mengantarku pulang karena khawatir aku pingsan di taksi, atau kau ingin tahu dimana aku tinggal? Aku belum pernah mengajakmu ke apartemntku kan? kau ingin tahu dimana tempat tinggalmu nanti hmm? Nyonya Choi?"
"haizzzz! Apa yang kau bicarakan Choi Siwon bodoh! aku tidak peduli dan tidak tertarik sama sekali untuk tahu dimana kau tinggal, aku hanya merasa khawatir dengan kondisimu, dan juga berhenti memanggilku dengan nama menggelikan itu! namaku Kim Yesung kalau kau lupa"
"Kim Yesung, soon to be Choi Yesung"
"diam! Sudah! Pulang sana! Aku tidak peduli dengan apa kau pulang, terserah kau mau pingsan atau apa, pergi! Pergi!"
"ayyy ayyyyy beberapa menit yang lalu kau sangat sweet dan perhatian, sekarang kau tiba tiba mengusirku, bukankah tadi kau bilang kau mau mengantarku?"
"tidak jadi! Penawaranku sudah hangus! Kau mau pulang dengan apa aku tidak peduli, yang jelas cepat tinggalkan apartementku"
"haha baiklah nyonya Choi, aku akan pergi sekarang, belajarlah dengan baik, good luck buat ujian besok"
CHU~
Siwon berhasil mencuri ciuman dari pipi Yesung dan berlari keluar, sebelum namja manis itu sempat bereaksi dan mengamuk.
"YA! Sialan kau Choi Siwon!"
Teriak Yesung sambil memegang pipinya yang baru saja dicium Siwon, wajahnya sudah memerah sempurna kini, untung tak ada yang melihat. Yesung sangat kesal dengan ulah Siwon yang main nyosor seenaknya saja, tapi ia tidak tahu kalau bibirnya tersenyum, sungguh sebuah penyangkalan yang tidak sempurna.
Yesung kembali ke kamarnya setelah ia puas mengumpati Siwon sendirian, ia benar benar akan fokus membaca materi kuliahnya kini, seharusnya saat ini Yesung sudah selesai memahami satu mata kuliah, tapi thanks to Choi Siwon, konsentrasinya jadi pecah.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Kyuhyun muncul lagi pemirsaaaaah XD
Akhirnya dia punya jadwal kosong juga untuk mampir sebentar di ff ini khkhkhkhkhkhhk XD
Bagaimana tanggapan readerdeul untuk chapter ini?
Oh iya lily udah selesai nulis chapter ini dari minggu kemaren, tapi niatnya baru bakal di update minggu depan, tapi lagi,,, tweet otp kita kemaren! 7_7 lily shock berat dan hampir kena serangan jantung gara gara serangan mendadak dari YeWon 7_7 mereka benar benar memanjakan kita yah XD dan yang bikin lily makin gilanya tweetnya siwon ito loh! Kok brasa nyambung ama chapter ini ;A; Siwon bilang " he is back, feeling so good" dan di chapter ini Yesung balik ke Seoul, lily jadi gila sendiri gara gara tweet itu 7_7 *curcol*
Ok lily mulai bicara nonsense .-.
Terima kasih banyak untuk semua support dan review di chapter lalu, semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan, lily tunggu review dari readerdeul semua lagi^^
.
See you on next chapter...
.
