Disclaimer : Naruto © Masashi kishimoto & Highschool © Ichie Ishibumi.
Title : Kurayami no Sora
Rate : M
Genre : Advanture, Hurt/Comfort, Friendship, and Tragedi.
Pair : ,,,,,?
Author : Kidz-Boy Everything
Summary : Aku sendiri, selalu sendiri, sampai kapanpun akan tetap sendiri, makhluk sepertiku tak kan pernah bisa bersanding dengan mereka, kutukan yang kubawa hanya akan membawaku pada kekosongan dan kegelapan.
Warning : Mainstream, OOC, FullTypo, Hard-Fight, Brutality, Overpower, Dark-Immortal, Bahasa tidak baku. Dll.
...
...
…
…
Lupakanlah, semuanya telah berlalu, kau tak akan bisa kembali kemasa itu, masa dimana kebersamaan Indah itu kau genggam dalam kepastian, kau tersenyum lepas tanpa rasa takut dibalik kejamnya hal yang tak kau ketahui waktu itu.
Kuburlah, sejauh mungkin kau bisa memendamnya dalam asa, kau tetaplah kau, tak kan bisa menjadi yang lain, sisi burukmu bangkit karena rasa kecewa yang begitu besar. Dari sejak saat itu kau tak kan bisa kembali lagi menjadi dirimu yang cengeng dan penuh cahaya.
Kau tentu sadar dan tahu kenyataan itu, nikmatilah fakta dimana kau semakin jauh dari hasrat untuk menggapai mimpi.
Lalu berpalinglah kedepan, lanjutkan kembali langkah kakimu yang sempat goyah, itu lebih baik dari pada harus memikirkan sesuatu yang menjadi mitos dalam secercah harapan yang pernah kau simpan.
..
..
Story.
÷Chapter 14÷
Ready...
„
„
Gelap,,, sangat-sangat gelap, itulah yang ia temukan ketika sebelah wajahnya yang tampak normal membuka mata, ia memiliki pertanyaan tersendiri, bukan karena apa yang sedang terjadi, melainkan,,,
Siapa yang berani mengganggu acaranya? Tangan-tangan dari jiwa yang bergentayangan telah menariknya kedalam sebuah peti mayat, menariknya kealam lain yang begitu kental dengan hawa kegelapan yang begitu pekat.
Pada dasarnya ini memang ia sengaja, berlagak bagaikan telah kalah dan menyerah, membiarkan raganya yang berupa sebujur bangkai tersegel bersama jiwanya yang dikutuk tuhan dan dunia. Bukan tanpa sebab dan alasan, karena ada hal lain yang menarik minatnya.
Sebuah fakta baru yang ia temukan, tangan-tangan yang menyeretnya itu bergerak atas perintah dari yang berkuasa atas alam kematian dunia ini, ia mengira alam kematian dunia ini tergabung dalam satu wadah bersama alam kematian sebelumnya yakni didunia tempat ia berasal.
Karena ia tahu, Shinigami tak akan berani mengusik keberadaanya apapun yang terjadi, ini berbeda dimana kedua tempat roh-roh itu kembali berada dalam dimensi dan wadah yang berbeda, dan satu kemungkinan, sang penguasa alam kematian ditempat ini juga berbeda.
Dan sekarang, ia tinggal mencari tahu,, makhluk seperti apa yang dengan berani memerintahkan jiwa-jiwa yang bergentayangan itu menyeretnya.
Tap Tap Tap
Langkahnya bergema disetiap sudut, hawa yang begitu dingin tak sedikitpun membuat tubuh kekar itu goyah dan bergeming. Tatapan sebelah matanya itu nampak datar dan kosong.
Tap
Tap
Tanpa lelah kaki itu berjalan diatas pijakan yang entah terbuat dari apa, bagaikan menyusuri lorong panjang tak berhujung.
Tap
Langkah itu berhenti ketika dihadapkan sebuah pintu raksasa.
[Grrrrrrrrrrr]
[Grrrrrrrrrrrrhh]
Saat itu pula terdengar dua buah geraman dari sisi kanan dan kiri gerbang, sosok tersebut terdiam, seakan tak tertarik dengan apa yang didengarnya.
Drap
Drap
[Grooooooooooaaaaaarrrrrr]
Ah sepertinya langkahnya tak akan berjalan mulus untuk memasuki gerbang dihadapanya.
Sesuatu berwarna hitam pekat, dengan enam pasang mata merah menatap si pemuda dengan penuh intimidasi, berharap hanya dengan tatapan mata itu mampu membuat tamu tak diundang itu ketakutan.
Si pemuda menengadah sedikit keatas, menatap kosong dua makhluk penjaga gerbang tersebut, sedikit pencahayaan mampu memperlihatkan wujud keduanya, berupa dua ekor anjing raksasa yang memiliki tiga kepala.
,,
[Grrrrrrr,, siapa kau ? ] " tanya keduanya bersamaan, terdengar nada tak bersahabat dari ucapan yang terucap barusan.
Hening!
Tak ada jawaban atas pertanyaan penuh amarah tersebut, hanya tatapan kosong yang kedua monster itu dapatkan.
Brakkkkkkkk
[KUTANYA SIAPA KAU MAKHLUK ASING?] " kedua Monster itu menghentakkan kaki bagian depanya kepada pijakan tempat mereka berdiri dengan amarah yang memuncak, berani-beraninya sosok dihadapan mereka mengabaikan pertanyaanya.
[Aku,,, bukan siapa-siapa, dan,,
,,-tak pernah ingin menjadi siapa-siapa] " ucapan serak nan berat terlontar dari mulut sipemuda, dimana mulut itu setengahnya hanyalah taring-taring tajam dibagian kiri, dengan kulit yang tak melekat sama sekali diwajah bagian kiri. Berhiaskan satu tanduk yang mencuat kedepan.
Degg
Mata kedua monster itu terbelalak lebar, ucapan itu,, bagaikan sebuah pedang yang mampu membunuh mereka dalam sekejap, ucapan yang serasa menggetarkan lutut mereka, dan kini mereka tahu, sosok dihadapan mereka ini bukanlah suatu Existensi yang biasa, yang jelas,, apa yang kini berada dihadapan mereka merupakan sesuatu yang amat sangat berbahaya. Ditambah mata merah disebelah kanan yang terus berputar pelan bagaikan menghitung detik-detik yang berlalu.
[Menyingkir dan biarkan aku masuk,,, atau,,, -
,,-kubunuh]
Brukk
Brukkk
Kedua anjing penjaga yang dimana dinamakan Cerberus itu jatuh berlutut tatkala makhluk dihadapan mereka ini melepaskan sebuah kegelapan pekat, sesuatu yang tak memiliki batasan dan sangat-sangat jahat.
[G-GILA,, ENERGI MACAM APA INI] "ucap salah satu Cerberus dengan mata yang melotot horror.
[K-KAU BENAR,, I-INI SANGAT-SANGAT MENGERIKAN] " sahut rekanya kemudian dengan exspresi yang tak jauh berbeda.
[GAHHH,, A-APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?]
[KI-KITA TAK BISA BERBUAT APA-APA,, KITA BAHKAN TELAH DITUNDUKKAN HANYA DENGAN TEKANAN ENERGINYA]
Tap
Tap
Tanpa mampu berbuat lebih, kedua Cerberus itu hanya bisa melihat sosok tersebut berjalan tanpa rasa takut melewati pertengahan jalan keduanya. Menunjukkan dominasi yang dimiliki, tentang siapa yang lebih kuat, dan siapa yang lemah, itulah faktanya.
Blarrrrrrrr
Kedua Cerberus itu menutup mata atas kekalahan telak ini ketika gerbang yang mereka jaga beratus-ratus tahun itu dihancurkan begitu saja, dan ini akan menjadi sebuah penghinaan besar, ketika sosok makhluk tak dikenal nyelonong masuk begitu saja, menundukkan mereka tanpa syarat, dan kemudian meluluh lantakkan gerbang dunia kematian yang selalu mereka berdua jaga.
Tartarus,,, itulah tempat ini dinamakan, tempat dimana jiwa manusia kembali, dan juga,,,
Tempat dimana sang Dewa kegelapan berkuasa, tempat yang begitu Sakral bagi makhluk hidup, dan tak ingin siapapun yang berniat berkunjung. Karena,,,,
Mereka yang telah singgah,, tak akan mampu kembali lagi.
Sampai kapanpun.
..
..
Drap Drap
Drap Drapp
Terdengar puluhan langkah kaki yang berlarian karena panik, ini bukan sesuatu yang biasa dimana Tartarus mengalami sebuah guncangan, sepertinya sesuatu telah terjadi.
Dan arah pintu gerbang lah yang menjadi tujuan para punggawa Tartarus itu.
Para makhluk berjubah hitam yang dimana disebut Gream Reaper itu berbaris rapi menutup jembatan yang menjadi terusan setelah melewati gerbang.
Dihadapan mereka saat ini telah berdiri sosok makhluk aneh yang entah dari golongan apa. Dan anehnya, sosok itu bukanlah sebuah Roh yang memberontak, melainkan wujud lengkap dimana menandakan jika sosok itu merupakan sesuatu yang hidup dan berasal dari dunia atas.
Tap
Salah satu Gream Reaper yang terlihat berbeda dengan yang lainya maju selangkah kedepan. "Aku tak menyangka ada makhluk yang bisa melewati dua penjaga gerbang kematian 'Cerberus' "
Para Gream Reaper yang lain mempersiapkan senjata mereka masing-masing untuk mengantisipasi, karena mereka tahu,, tamu tak diundang ini cukup berbahaya terbukti berhasil masuk dengan melewati penjaga gerbang yang merupakan makhluk buas yang sangat berbahaya.
[Siapa yang berani mengganggu acaraku di Mekkai] " desis sosok tersebut tanpa basa-basi, ini semua diluar perkiraanya, ia tak suka acaranya diganggu.
..
"Khukhukhuuu, jadi,, inikah makhluk yang diminta Ramiel kepada tuan untuk diseret kealam kematian" sang pemimpin para Gream Reaper tersebut berucap sinis, ternyata sosok dihadapanya ini merupakan makhluk yang telah membuat pemimpin tiga Frakai Akhirat kerepotan. Hingga harus meminta bantuan kepada tuanya lewat berkah tuhan.
[Siapa pemimpin kalian?] " ucap Naruto yang kini berada dibatas kesadaran antara wujudnya dengan wujud Drago, namun,, terlihat Drago yang lebih mendominasi, mengingat Naruto kurang begitu peduli dengan yang terjadi, Naruto lebih suka menonton, melihat sisi kehidupan yang semakin aneh ini, dan lebih suka menyerahkan kepada jiwa yang menghuni bangkainya.
"Keh! Kau mungkin kuat,, tapi,,, kau tak pantas tahu atau bahkan bertemu dengan tuan Hades, sang Dewa kegelepan" ucap Pluto Sarkastik, baginya tuanya yang terkuat, dan ia tak ingin menyandingkan siapapun dengan Tuanya karena itu sangatlah tak pantas.
[Begitukah?,,, kita lihat,,-
Wussshhhhh
Srettttt
,,-seberapa jauh kau bisa bertahan dari makhluk yang dikutuk ini]
Degggggg
'A-apaaaaaa'
Belum sempat berkedip sosok tersebut telah berada tepat disampingnya dengan sebuah kecepatan yang begitu mengerikan, bersamaan dengan sebuah desisan tajam menusuk telinganya, tak bisa dipungkiri jika tubuh Pluto menegang seketika, tubuhnya bagai lumpuh tanpa mampu bergerak, namun,, dengan sekuat tenaga Pluto mengayunkan Sycte digenggamanya bermaksud menebas sosok tersebut.
Wussshhh
Grebbbb
Lagi dan lagi Pluto harus terkejut, Sycte kebanggaanya ditangkap dengan begitu mudah. Seakan senjata kematian itu tak mengancam sama sekali.
[Aku bisa saja meremukkan tubuhmu detik ini juga] " kepala setengah tengkorak bertanduk itu menoleh kearahnya dengan tatapan mengerikan, saat itu pula Pluto berfikir kemungkinan yang terburuk jika ucapan itu menjadi kenyataan, ucapan itu bukanlah sebuah lelucon belaka. Makhluk kuat selalu memiliki hawa intimidasi lewat tatapan mata dan ketenangan. Itulah yang Pluto ketahui.
Rongga mata yang kosong bagaikan lambang sebuah kekosongan dan kegelapan dunia, dengan satu mata berwarna merah pekat berpola aneh yang dihiasi sembilan tanda koma, menatapnya penuh Aura jahat, tatapan mata yang sangat mengancam.
Dan Pluto benar-benar sadar, makhluk yang tengah mencengkram senjata kematianya, bisa membuktikan ucapanya dengan mudah, akan tetapi ia sebagai pengawal tertinggi sang Dewa tak akan menyerah dengan mudah, ia lebih memilih mati demi menjaga tugas dan reputasinya dari pada harus tunduk dengan sangat hina.
Wussshhh
Pluto melompat keatas bermaksud melepaskan diri, membuat Hoddie yang ia kenakan terbuka memperlihatkan wujud kepalanya yang berupa tengkorak kepala berwarna putih polos tanpa memiliki corak tertentu.
Yah! Tempat ini hanya dihuni oleh makhluk-makhluk sakral sebagai penjaga alam kematian, hanya berisi tengkorak-tengkorak hidup, dan sebagai Algojo yang akan memerangkap jiwa-jiwa yang telah mati untuk diadili,
Mereka tak sepenuhnya bergerak atas perintah tuhan, terkadang mereka dengan seenaknya mengambil jiwa yang bukan takdir dan waktunya mati, beginilah sistem kehidupan dunia ini, aturan dan hukum tak berlaku, siapa yang lebih kuat, akan berbuat semau mereka mengenyahkan segala aturan dan Konskwensi yang berlaku. Dan yang lemah selalu menjadi korban bagaikan sebuah tradisi ataupun kutukan turun temurun.
,,
Kumpulan pasukan itu mulai bergerak kearah sang tamu tak diundang, mereka tak memiliki kesadaran, dan bergerak atas perintah Tuan mereka, dengan kata lain mereka diciptakan demi kepentingan dari sang Dewa.
Separuh wajah yang berbalut kulit itu perlahan berhiaskan sebuah seringai, ia tak ingin mengotori tanganya untuk melakukan sesuatu seperti ini. Baginya mereka hanyalah kerumunan dari sesuatu yang tak berguna.
[Bangunlah,,,-
,,,- kawan-kawan ]
Wushhhhhh
Kabut hitam datang menaungi area pinggiran jurang kematian yang menjadi pusat kericuhan saat ini, dan tak lama kemudian hadirlah kembali mereka para punggawa sang Exsekutor, pasukan keabadian yang Absolute, pasukan yang suatu saat akan berjuang bersamanya tatkala masa itu tiba.
Krakkk
Krakkkk
Tulang-tulang berwarna hitam yang baru saja terbangun itu tampak berjalan dengan langkah gontai dan kepala yang tertunduk, lalu berbaris rapi menghadang para Gream Reaper yang tentunya sangat terkejut ketika dihadapkan makhluk-makhluk sejenis dengan mereka meskipun jelas berbeda, antara Energi maupun ciri fisiknya yang berwarna hitam kusam dan kotor. Seperti usai terbangun dari pemakaman.
Pasukan mati melawan pasukan yang dikutuk bersama keabadian.
Dan pada akhirnya kedua kubu bentrok dan mulai bertarung atas kehendak Tuan mereka masing-masing, mungkin ini akan terlihat sangat menarik ketika berada dimedan Perang yang sesungguhnya.
Sekali lagi Pluto harus terkejut, ini sangat mustahil baginya ada makhluk yang mampu menguasai jiwa-jiwa yang telah mati selain tuanya.
'Siapa makhluk ini sebenarnya, dan bagaimana bisa ia memiliki pasukan yang hampir serupa dengan pasukan Gream Reaper milik tuan Hades'
Tap,, Tap,,
Drago yang tak ingin berlama-lama segera melanjutkan langkahnya, yang ingin ia ketahui hanya siapa yang berani mengusiknya, itu saja, dan jika banyak hal merepotkan terjadi, ia tak akan segan meledakkan tempat ini tanpa sisa.
"Jangan lupakan aku brengsekkkkk" terdengar lengkingan teriakan marah yang harus membuat Naruto menghentikan langkahnya.
Dari arah belakang muncul Pluto yang melesat cepat dengan sabit hitamnya, sejujurnya hal ini cukup membuat Naruto jengkel.
[Kau sangat mengganggu bocah!] " ucapnya sembari membalikkan badan menatap Pluto yang sedikit lagi mencapai tempatnya.
"HEEYAAAAAAAAAAAHHHH"
Sretttt
Slassshhhhh
Hanya deru angin singkat yang tercipta, ia tak menebas apapun, hanya udara kosong seakan tak pernah ada siapapun yang pernah berada ditempat tersebut.
'S-sial kemana perginya Dia? ' rutuk Pluto dalam hati, apa yang sebenarnya sedang ia hadapi, mengapa pengawal Elite sepertinya terlihat seperti seorang pecundang. Kepala tengkoraknya bergerak kesana kemari mencari sang musuh berada. Saat itu pula fikiranya kalut dikuasai perasaan was-was.
Plukk
Degggg
Sebuah tepukan dipunggung membuat Pluto Syok seketika.
[Tidurlah sebagai anak yang baik]
"Si-,,,
Bruaaaakkkkkkkkk
Naas sekali nasibmu Pluto, mungkin setelah ini kau harus melakukan operasi untuk kembali menyatukan tulang-tulangmu yang remuk, dan kau harus mencatatnya dalam sejarah kehidupanmu untuk penghinaan besar yang telah mencoreng reputasimu sebagai pengawal No. Satu sang Dewa kegelapan.
Baginya ini merupakan sebuah lelucon, apa memang ia yang terlampau kuat, ataukah lawanya yang terlalu lemah, semua sama saja baginya, makhluk didunia ini penuh omong kosong yang menjijikkan.
[Nah! Sekarang kita lihat siapa yang telah berani mendatangkan perkara ketempat ini] " seringainya kembali terbentuk, siapapun telah salah untuk bermain-main denganya, mereka hanya tak tahu apa saja yang bisa ia lakukan sebagai kegelapan dunia.
,,
,,
Langkahnya pasti, membawanya kesetiap sudut tempat yang dipenuhi jiwa-jiwa yang dirantai untuk menunggu putusan hukum, tentunya akan ditentukan ketika kiamat nanti, sebagai fase perantara tempat apa yang akan mereka singgahi setelah ini. Karena ini masihlah dalam sebuah tempat penampungan ketika jiwa mereka diambil dari kematian. Bukan tempat abadi yang kekal.
Tap...
Tap...
Surainya berkibar liar, wajahnya terlihat menyeramkan, ia berdiri ditengah-tengah kobaran api yang bergejolak, menatap nyalang sosok wujud yang duduk tenang disebuah kursi kebesaran sembari menyangga dagunya.
Yah! Pada akhirnya langkahnya membawanya juga ketempat dimana yang ia cari berada, sebuah wujud yang juga terlihat menyeramkan, sosok tengkorak dibalik jubah hitam, dengan surai hitam pekat.
Dia lah yang menjadi dalang sekaligus yang berkuasa ditempat ini.
Plok plok plokk
Sosok tersebut bertepuk tangan, entah apa maksudnya, namun,, semua akan terjawab dengan sendirinya.
"Hohohooo,, tak kusangka kau bisa sampai ketempatku ini, sungguh sebuah kehormatan kedatangan tamu yang membuat Raja Iblis Satan, Sang Gubernur Ramiel, dan Sang Pemimpin Seraph Syurga Michael kewalahan,," ucap sang Dewa berbasa-basi, menatap penuh ketertarikan kepada sosok tamu yang berdiri pada kobaran api yang menghalangi jalanya.
[Jadi,, kau yang telah mengundang petaka ini] " balas Naruto kemudian, ia tak peduli dengan siapa ia berhadapan, baginya sosok Dewa dihadapanya bukan sesuatu yang membuatnya memiliki Exspetasi lebih.
"Khukhukhuu, mulutmu tajam sekali heh, makhluk aneh!,, tapi,, lupakan hal itu,, aku memiliki penawaran yang Bagus untukmu! " entah apa yang direncakan sang Dewa tersebut, yang jelas, ia berusaha melakukan sebuah negoisasi dengan makhluk bermuka dua dihadapanya.
[…?]
"Keh! Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kau menjadi bawahanku ditempat ini, sejujurnya aku sangat tertarik dengan kekuatanmu yang mampu membuat pemimpin tiga fraksi meminta bantuanku" pada akhirnya Hades memiliki niat licik untuk memenuhi permintaan Ramiel, yah! Ia memanfaatkan keadaan untuk bisa merekrut makhluk yang hampir serupa bentuk denganya tersebut. Dengan begitu ia akan memiliki kekuatan tempur untuk bisa menyaingi saudara-saudaranya. Akan tetapi tanpa Hades sadari, ia benar-benar dalam masalah besar sekarang, ia berhadapan dengan makhluk yang salah.
Seketika itu,, separuh wajah yang berbalut kulit telah tanggal dan terkelupas hingga kini hanya terlihat tengkorak kepala saja, menyusul tumbuhnya satu tanduk lagi disebelah kanan.
Drago telah kembali sepenuhnya, surai pirang sebelumnya telah berganti merah pekat melambai-lambai bersama gejolak api yang membara.
Hades melihatnya dengan sangat tertarik, terlebih ketika atensinya terfokus pada lubang bulat menganga didada kiri makhluk misterius tersebut. 'Siapa makhluk ini sebenarnya, dan dari mana Existensi semacam ini ada? ' ucapnya dalam hati, meskipun ia terlihat rilexs namun ia tetap waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, bagaimanapun Hades tidaklah bodoh, dan menyandang gelar Dewa bukan hanya sebagai pajangan saja, akan tetapi menggambarkan jika ia adalah makhluk yang benar-benar Superrior.
Dan sejujurnya Hades merasakan sebuah sensasi yang menggetarkan, makhluk tersebut serasa menyatu dalam kobaran api, berdiri kokoh bagaikan sesosok petarung yang sebenarnya. Itu artinya penawaranya telah gagal.
Sikap Rilexs perlahan menjadi gestur penuh siaga, tampaknya makhluk dihadapannya ini tak mengenal basa-basi.
"Kau ta,, -
Wussshhhh
"Ap-,,,
Grebb
Bruakkkk
Blaaaaaaarrrrrr
Seketika kepala tengkoraknya dicengkram, dihantamkan dengan keras, lalu terseret kebelakang ketika cengkraman kuat itu terus menekan kepalanya menghancurkan apapun yang berada dalam jalurnya.
Refleknya sebagai Dewa nyataya tak mampu membaca kecepatan yang ditunjukkan makhluk tersebut, ia terlambat dan harus rela terkena karma atas kesalahanya mengundang Existensi yang tak ia ketahui sama sekali asal muasal dan jadi dirinya.
Tubuhnya terperosok jatuh tertimpa reruntuhan tembok istana sakral kebanggaanya, ini yang pertama kali ia tersentuh lawan dalam sebuah duel. Dan ini terasa sangat memalukan bagi reputasinya sebagai penguasa alam kematian dan kegelapan.
..
[Bangunlah,,, jangan kecewakan waktuku untuk datang menemui Dewa lemah sepertimu] " Drago berucap sembari menatap kearah lain, tak memperdulikan tentang fakta yang baru saja ia lakukan. Yah! Ia baru saja menginjak harga diri seorang Dewa.
..
Blaaaaaarrrrrrr
Hades terbangun bersama ledakan besar yang mengiringi, tampak surainya melambai-lambai, dan kemudian melayang diudara dengan mimik wajah yang mengisyaratkan kemarahan besar.
Andai saja kedua rongga mata yang kosong itu terisi bola mata, mungkin akan terlihat jelas sebuah tatapan tajam yang ditujukan Hades kepada sosok tengkorak hitam bercorak merah tersebut.
"Aku sangat terkejut kau bisa membuatku berantakan hanya dalam tempo satu detik, tapi,,, -
,,,-kau melakukan kesalahan besar dengan berani menyentuh Dewa yang Agung dengan tangan kotormu"
Seketika itu kegelapan telah berbaur dalam satu wadah atas kehendak sang Dewa, terkumpul membentuk menyerupai sebuah wujud tulang kepala manusia raksasa berwarna hitam legam dengan pancaran kekuatan yang sangat mengerikan.
"Maka,, -
,,-binasalah wahai bedebahhh"
Wusssssshhhhhh
Hempasan Energi kuat menerpa wajah Drago, membuat surai merah darahnya melambai tak beraturan, ia tak gentar dengan ancaman itu, Dewa dihadapanya hanya tak tahu apa saja yang bisa ia lakukan.
Terlihat gesturnya berdiri kokoh, tetap tak bergeming meskipun sebuah kekuatan besar hendak menerjangnya.
Wunnggggggg
Brakkkk
Blaaaaarrrrrr
Hanya dengan tangan kosong, yah! Bagaikan menepis sebuah lemparan benda yang diarahkan kepadanya. Terlihat begitu sangat mudah, tapi memang begitulah fakta yang terjadi.
Tak bisa dipungkiri jika sang Dewa Kegelapan kini tengah melotot Horror ketika serangan yang mungkin mampu membinasakan satu kota itu berlalu tanpa bisa memenuhi tujuan dan Exspetasinya untuk melenyapkan makhluk dihadapannya. Baginya ini terlihat mustahil, bagaimana mungkin hal itu dilakukan.
Dan tentu saja ini membuatnya amat sangat geram, ketenangan yang begitu memuakkan, seakan Dewa sepertinya bukanlah sebuah ancaman.
..
[Keh,,, mengecewakan] " ucap Drago dengan nada meremehkan sekaligus menghina, baginya yang memiliki kekuatan diluar fikiran makhluk manapun hanya menganggap hal barusan sebagai angin yang berlalu.
Wuuuuussshhhh
"Sialllll"
Brakkk
Tak
Brakkkk
Dan sekarang Hades harus mengerahkan seluruh kekuatan fisiknya untuk menepis segala serangan yang dihujamkan kepadanya. Dan tentu saja ini semua berada diluar dugaan, seperti yang dikatakan sang tamu, undanganya benar-benar berhujung petaka baginya.
Braaakkkkkkk
"Aaaaarrrgggh"
Wunggggh
Blaaaaaarrrrr
Sang Dewa terhantam dan meluncur deras kebawah, menyebabkan lantai istananya hancur. Pukulan yang sangat kuat telah Hades rasakan detik itu juga, sementara waktu ia masih tertinggal point dari lawanya yang tampak menguasai keadaan.
"Ughh,, sialan,, makhluk ini sangat berbahaya" ringisnya yang berusaha bangun sambil tertatih-tatih, benar-benar pukulan telak yang menyakitkan persendian tulang belulangnya.
Srring
Sringgg
Sringggg
Muncullah rantai-rantai merah menyala, rantai yang merupakan kumpulan logam baja yang terpanggang ditempat terdasar Tartarus.
"Gahhh, tangkap makhluk bedebah itu dan seret dia ketempat terbawah Tartarus" seakan memiliki nyawa rantai-rantai itu memanjang dan langsung mulai menerjang Drago satu persatu.
Drago yang dalam kondisi berjongkok kini mencengkram pedang Neraka miliknya.
Wussshh
Tanpa basa-basi Drago melesat cepat menghadapi puluhan rantai berpijar bara api yang menyala tersebut.
Trank
Trak
Prankkk
Percikan-percikan api mewarnai tempat yang didominasi kegelapan tersebut, terlihat begitu Indah ketika rantai yang memancarkan hawa panas yang begitu menyengat itu terputus dan jatuh terkulai satu persatu, bagaikan menari dengan lincah sang Exsekutor menghindari hujaman rantai-rantai yang berusaha menangkapnya.
Cringgg
Rantai yang terakhir telah tumbang, menyisakan seonggok tubuh yang berdiri menyamping sembari menunjuk sang Dewa dengan pedang digenggamanya. Inilah seni bertempurnya sebagai mantan Shinobi, sebagai sesosok Veteran Perang, efektif, cepat dan akurat. Dan mematikan, ditunjang kekuatan fisik yang bahkan tak diketahui batasanya.
Tak ada alasan lagi bagi Hades untuk tidak terperangah kagum, meskipun hal itu tertutup oleh amarah dan kebencian yang perlahan menghinggapi jiwanya terhadap sosok tersebut. Titlenya sebagai Dewa telah tercoreng oleh sosok makhluk yang tak ia ketahui sama sekali dalam riwayat kehidupanya.
Dan kini pedang telah teracung kearahnya sebagai pertanda perang, mau tak mau Hades harus mengerahkan apa yang dimiliki mengingat makhluk yang diundangnya tak mampu ia tundukkan.
Crinngggg
Jari-jemari tulangnya menggenggam sebuah pentagram yang terikat pada rantai panjang dimana hujungnya merupakan sabit pengikat jiwa, yah! Itulah senjata keramatnya, sekali tergores nyawa akan langsung melayang.
"Kau akan mati" kali ini suara yang terlepas dari rahang anak Raja Titan Kronos itu terdengar berat.
Wuuushhhhh
Hades melesat cepat dengan amarah tak mampu lagi dibendung.
"HAAAAAAAARRRRRRGGGGGGG"
Mulut yang hanya kumpulan gigi kotak itu menganga lebar bersama dengan teriakan murka.
Trannnkkkkk
Sabit hitam bermata dua itu ditahan dengan pedang hitam yang tumpul pada bilahnya. Hembusan energi yang tercipta dari pertemuan dua senjata keramat itu menerpa keduanya, Kedua kepala berwujud tengkorak itu terpotong jarak yang begitu dekat, dan begitu jelas terasa hawa permusuhan yang begitu kental.
[Kau hanyalah Dewa yang gagal] " Drago mendengus angkuh dihadapan Hades, ucapan yang tak sedikitpun mengandung rekayasa ataupun sekedar omong kosong.
Gigi-giginya bergemelatuk, ucapan itu begitu menusuknya, bagaikan harga diri yang telah terinjak-injak dengan sangat hina.
"Keppparattt, kau,,, kau akan menarik ucapanmu bedebahhhh"
Blaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr
Hades meledakkan Energinya dengan jumlah besar-besaran, dan itu berhasil membuat Drago agaknya terpental beberapa meter kebelakang..
"Mati" suaranya kian serak nan terasa begitu berat, diiringi Energi yang meningkat pesat, rongga mata yang kosong itu terpancar sepasang mata yang menyala merah terang pertanda jika Hades telah terkontaminasi kegelapan liar yang tak mampu dikendalikan.
Menatap penuh amarah lawanya yang berada jauh disebrang.
Tik...
Tik...
Tik...
Wusssssshhhhhhh
Keduanya kembali bertarung lengan level yang lebih gila lagi,, membuat Tartarus serasa diguncang gempa besar, dua Raja kegelapan yang menunjukkan kesuperioranya.
Drago terlihat terbawa suasana, serasa menikmati setiap gempuran-gempuran yang diberikan sang Dewa.
Braaakkkk
Hades kembali terpental jauh tatkala sebuah Uppercut Elbow menghantam tubuhnya, tak ingin kalah begitu saja, Hades kembali bangkit dengan amarah yang meledak-ledak.
"HAAARRRRRRGGGGGGGHHHHHHH"
Lalu,, Hades kembali melaju bersama sabit keramatnya kearah Drago yang berada disudut lain.
Drago yang mengetahui hal itu kini menancapkan pedang hitam miliknya pada pijakan ia berdiri.
Jlebbb
Krakkkk
Blaaaaaaarrrrrrrr
Tercipta sebuah aura hitam kelam yang melaju cepat membelah tanah kearah Hades.
Wushhhh
Seakan lajunya tak ingin dihentikan Hades mengayunkan sabitnya untuk menghancurkan serangan tersebut.
Sringgg
Blaaaaaaarrrrrrr
Drago terdiam, kemudian instingnya meneriakkan alarm tanda bahaya.
Hades muncul dengan kecepatan tinggi dibelakang makhluk bertanduk banteng tersebut, dengan sekuat tenaga mengayunkan Sycte miliknya kearah kepala yang tak bergeming itu.
Sedikit lagi,, ,,
Sretttt
"Bedebahhhhhhh" lagi dan lagi Hades tak mampu menggapai makhluk tersebut, ia menebas udara kosong ketika tinggal satu senti lagi senjata keramatnya akan menyentuh leher lawan.
Dan kini,,, Hades menyiagakan diri, lawanya telah melenyapkan keberadaanya tanpa mampu ia deteksi, berkali-kali Hades dibuat berpaling terkejut tanpa menemukan apapun.
"KELUAR KAU BEDEBAAAAAAAH" sialnya Hades kini yang merasa dipermainkan didalam wilayah kekuasaanya sendiri.
Sreeettt
Deeegggg
Dalam sekejap,, makhluk bertanduk tersebut telah berdiri tepat dihadapanya terpaut jarak setengah meter, itu terlalu dekat dan mendadak untuknya.
Greeepppp
Trankkkk
"ARRRRGGHHHHH"
Batok kepala sang Dewa kembali menerima cengkraman yang begitu kuat, membuat Hades meraung-raung Histeris dan menjatuhkan senjata kebanggaannya.
[Kukatakan satu hal,,,,, -
,,,-akulah,,,, yang akan menjadi maut bagi kalian para Dewa]
Braaaaaakkkkkkkk
Tubuh berbalut jubah itu dihantamkan kepada lantai dengan keras, terus berulang-ulang hingga tengkorak berwarna putih itu hancur berkeping-keping,, meskipun demikian Drago tahu butuh lebih dari itu untuk membunuh Dewa tersebut, untuk sementara waktu, ia akan membiarkan Dewa ini hidup mengingat tugas sang Dewa didunia ini, sebagai pula pesan perantara kepada Dewa-dewa yang lain untuk mulai menghitung mundur atas kepunahan Exsistensi mereka.
[Hiduplah dalam ketakutan]
Bruaaaakkkkk
Dengan bengisnya tubuh sang Dewa ditendang entah terpental kearah mana, yang jelas, itu akan sangat menyakitkan dan membuat Dewa tersebut menggunakan Energi kehidupan untuk meregenerasi fisik dan Existensinya.
[Khakhakhakhaaaaaaa]
Dia berlalu pergi bersama tawa gilanya yang menggelegar, melanjutkan Eventnya yang tertunda, beberapa langkah ia berjalan hingga tiba-tiba saja langkahnya terhenti, ia melupakan satu hal.
Dari hujung jari telunjuknya bersinar pendar hitam sebesar kelereng, dan arah itu merupakan bagian dimana Tartarus berada.
Wusssshhhhhh
Booooooooooommmmmmmmmm
Meledak dan hancur, yah! Tartarus diremukkan setengah bagianya, bersama ribuan pekikan takut dan kesakitan dari jiwa-jiwa mereka yang telah tenggelam dalam kesengsaraan.
Dan pada detik ini,,, Existensinya akan mulai dikenal sebagai penantang para Dewa, mungkin siapapun akan beranggapan kalau mereka para Dewa akan memburunya karena telah berani menghancurkan istana sang Dewa penguasa kematian sekaligus menundukkan Dewa Hades hingga harus sekarat, akan tetapi sebaliknya, ia lah yang akan memburu mereka satu persatu.
Inilah debut awalnya bersama para penguasa dunia dari setiap Mitologi dan kepercayaan, ia akan menjadi Terror ketakutan dalam setiap nafas dari makhluk yang mengingatnya.
Karena beberapa diantara para Dewa, ada sebagian kecil yang telah sadar jika makhluk pembawa kiamat telah datang dan mulai mengintai.
..
..
÷Kurayami no Sora+
„
„
[Back to Mekkai]
..
..
Bisa dikatakan usai tersegelnya pemuda bersurai pirang itu membuat keadaan lebih stabil dari pada sebelumnya yang diwarnai dengan darah dan suasana yang begitu mencekam, korban-korban telah dievakuasi, dari yang terluka, sekarat, atau bahkan mayat-mayat yang berceceran.
Ini merupakan momok penting dimana mereka harus mengalami duka yang mendalam, mereka kehilangan ribuan rekan-rekan seperjuangan karena dibunuh sosok pendatang yang memiliki kekuatan diluar nalar mereka, bahkan para pemimpin harus menyatukan kekuatan demi bisa menyegel makhluk yang tak bisa dibunuh tersebut.
Sekarang mereka tinggal memikirkan cara bagaimana mengusir Lima Monster yang terus menggila, melanjutkan pertarungan untuk kembali menunjukkan dominasi yang terkuat, hal itu berimbas terhadap tanah yang mereka huni dimana hanya tampak kehancuran yang entah mampu dipulihkan atau tidak, cekungan besar hasil tembakan dari energi destruktif, tercipta jurang-jurang terjal yang entah seberapa dalam, tak ada lagi pohon yang berdiri tegak, semuanya tumbang tanpa terkecuali. Pegunungan telah luluh lantak, inilah hasil dari kejamnya perang, tak hanya menumpahkan darah dan nyawa, tapi juga berupa kehancuran.
Langit yang semula masih sedap dipandang kini tampak menakutkan dimana berhiaskan retakan-retakan besar. Mereka yang masih hidup hingga detik ini tak mampu lagi untuk mengatakan perasaan mereka, menyesal, dan merutuki keegoisan mereka semua dalam berfikir dan mengambil tindakan. Jika saja tak ada perang, tak akan ada darah dan kehancuran semacam ini.
Ketika seluruh tiga fraksi terdiam dan larut dalam fikiran mereka masing-masing, ia sang Wakil Gubernur kembali menatap Altar penyegelan yang kini telah berdiri kokoh sebuah Pagoda Emas, dikekang mantra samsara, dan dibelenggu rantai suci dari setiap penjuru mata angin.
Tak ada yang tau bagaimana kisah didalam makam tempat dimana makhluk itu tertimbun dalam sebuah peti mayat, yang jelas selalu ada misteri dibalik hadirnya sesuatu.
Iris mata hitam legamnya terus menatap diam pagoda tersebut, ketika yang lain merasa lega dan bahagia ketika tau makhluk mengerikan itu telah tersegel, ia pribadi merasakan sentuhan perasaan yang berbeda, meskipun Bellial mencoba mengendalikan kegelisahan itu, apa daya semakin coba ia kubur, semakin pula menyeruak kepermukaan untuk mengganggunya.
Lucifer menyadarinya, melirikkan sedikit sepasang mata merah darahnya terhadap tingkah Bellial yang berdiri beberapa meter darinya. 'Apa yang sedang kau fikirkan,,, Bellial' sapanya dalam koneksi batin terhadap sosok yang dituju.
Sedikit tersentak ketika sebuah suara yang terdengar datar itu berkumandang di langit-langit fikiranya, ternyata Lucifer menyadari gerak-geriknya, 'apa kau siap untuk kemungkinan yang terburuk,,, Lucifer? ' sebuah pertanyaan balik dari Bellial untuk sang Raja Iblis Satan.
Tak perlu dijelaskan dalam sebuah penjelasan panjang lebar, Lucifer tahu akan makna dari ucapan tersebut, 'hn,,, aku tak pernah berfikir untuk menghindari apapun dalam sisa hidupku ini Bellial, aku merasa,,,,, ajalku semakin dekat, yah! Itulah yang kurasakan sejauh ini'
'Aku tak menyangka kau bisa sejujur ini, tapi lupakan saja, bukan hanya kau,, tapi itu juga berlaku untukku, dan sejauh ini, analisis, fealing, dan instingku belum pernah sekalipun meleset, dan aku berharap Instingku kali ini salah untuk yang pertama kalinya' lanjut Bellial sembari menyunggingkan senyum masam, terlukis sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Lucifer mengganguk kecil, ini adalah saat-saat yang terasa begitu sulit baginya, tapi setidaknya ia telah mendapatkan kembali jiwa lamanya yang telah terkubur, ia kembali bisa menatap kehidupan dengan tatapan lembutnya sebagai sang Archangel pertama syurga, namun, bukan berarti kutukanya telah pudar, walau bagaimanapun,,, ia adalah penggambaran pertama dari pembangkang, wujudnya bahkan telah dijadikan symbolis kesesatan yang nyata dalam kehidupan manusia, menciptakan Ideologi 'Satanic', sebagai penentang tuhan pertama, dan mempelopori pemikiran Anti Tuhan, jika difikir-fikir dosa-dosanya terlampau besar untuk diampuni, karena bagaimanapun ia telah mewujudkan ikrarnya untuk menyesatkan anak turun Adam agar bisa terseret bersamanya ke Neraka.
Ia mengakui dan sadar dengan kenyataan tersebut, tapi,,,, bolehkah ia yang juga termasuk makhluk tuhan memohon pengampunan, pantaskah ia diangkat dari belenggu dosa dan kegelapan sebelum rohnya dipisahkan dari raganya oleh takdir.
Sayangnya,,, satu bagian itu merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa kita Tolerir, tuhan selalu tahu dengan isi hati setiap ciptaanya. Tak perlu risau dan bimbang, karena,,, Tuhan selalu adil. Penyesalan sebelum kematian akan bisa diberikan maaf sebesar apapun dosa itu, begitulah yang telah dijelaskan dalam kitab dari setiap kepercayaan dan Mitologi.
..
..
Kini,, iris hitam legamnya memicing tajam, instingnya bereaksi terhadap sebuah pergerakan sekecil apapun,, hawa hitam bagaikan merembes dari pusat penyegelan.
Duaaaarrrr
Sambaran petir terlepas dari gumpalan awan hitam pekat, lagi-lagi sensasi macam ini, perubahan iklim dan cuaca yang terlampau cepat, tak wajar memang.
Satu persatu dari yang hidup mulai melihat keanehan dunia kembali.
"Apalagi sekarang? "
"Entahlah,, dunia serasa mempermainkan kita"
"Kau benar, habis terang terbitlah gelap, kemudian terang lagi, lalu gelap kembali,, ini membingungkan"
"Heeemmm,, sangat-sangat aneh" mereka berucap bergantian,, atensi mereka hanya terfokus pada langit yang suram diatas, tanpa memperhatikan sebuah pergerakan pada Pagoda dibelakangan mereka.
,,
"Bersiaplah" kata Bellial serius.
"Ada apa Bellial-kun? " tanya Michael kemudian.
Ramiel yang melihat arah tatapan sang Wakil langsung mengikuti arah pandangnya.
Deggg
"Ti-tidak mungkin" sepasang mata dari Gubernur Datenshi tersebut bagaikan dipaksa melotot, ia tak ingin mempercayai dengan apa yang ia lihat, tapi dalam pandanganya jelas tersaji sebuah hal yang mengejutkan dimana rembesan Energi bagaikan berusaha berontak keluar dari kekangan lima berkah penyegel.
Para Seraph Syurga terlihat Syok bersamaan, mereka tak ingin mempercayainya, lima berkah Tuhan yang bersatu dalam Altar penyegel itu tampak dibajak oleh Energi hitam, energi yang tak memiliki batas, seakan berusaha meremukkan pagoda emas tersebut.
Dasssssssssssss
Diawali dari Rantai suci pada penjuru mata angin Utara yang terputus.
Dasssss
Dasss
Dasssss...
Degggggg
Rantai suci yang totalnya berjumlah empat buah tersebut terputus seluruhnya, Gabriel hanya bisa menutup mulutnya bersamaan airmata yang kembali mengarungi pipi lembutnya, menciptakan anak sungai kecil yang mengalir jatuh dari sumbernya. 'Na-naruto' ucapnya terbata dalam hati, ia sungguh tak menyangka pemuda itu tak mampu dikekang, dan berusaha kembali kedunia untuk menutup tugasnya, dan sekarang Gabriel percaya seberapa mutlak kuasa sang Tuhan, jika memang harus terjadi pastilah akan tetap terjadi. Apapun yang menghalangi.
"SEMUANYA CEPAT MENYINGKIR DARI TEMPAT INIIIIIIIIIIIII"
?
"Eh?
"A-apa yang terjadi"
"Masa bodoh,, ayo cepat kita pergi"
"Baiklah,,,,
Krakkkk..
?
Booooooommmmmmmmmm
Penghujungnya sebuah ledakan besar menjawab tanda tanya yang terus bertebaran itu. Aura hitam membumbung tinggi hingga memecah langit, tampak seperti kaca yang hancur menjadi serpihan kecil-kecil.
Syokk!
"Ti-tidak mungkin, i-ini bercanda kan? "
"S-segelnya hancur! "
"De-dengan kata lain,,, -
"M-mmonster itu telah bebas"
"Kau benar,,, jika begitu,, -
"Ta-tamatlah riwayat kita"
..
Rusaklah ketenangan yang beberapa saat lalu mereka rasakan, harapan kemenangan telah musnah, hanya terlihat bayang-bayang kematian yang menanti mereka.
Tubuh mereka lemas seketika, tak ada daya lagi yang tersisa, mereka sudah tak sanggup untuk berusaha, kenyataan ini sangatlah menyakitkan.
..
Wusssshhhhhh
Blarrrrrrrrrrrrrrrrr
Secara mengejutkan sebuah salib hitam raksasa yang berbalut kobaran api jatuh dan menancap pada bekas Altar penyegel. Bersama sebuah wujud pemuda bersurai pirang yang berdiri diatasnya, menatap kumpulan unggas dan mamalia terbang dihadapanya.
Sudah saatnya pembersihan.
Wussshh
Naruto meloncat kearah para pasukan tiga Fraksi akhirat sembari merangkai beberapa segel.
Katon :
Gouka,,,,, -
,,-Mekkyaku
Dadanya mengembang sesaat.
Bwosssssssshhhhhhhhhh
Lalu ia hempaskan kobaran api dalam jumlah besar-besaran dari mulutnya.
Blaaaaaaarrrrrr
"AAAAARRRRRRRGGGGGGGHHHHHHHH"
"AAAARRGGHH,, PANAAAASSS, TOLONG AKUUUU"
"HUWAAAAAAAAAAAAA"
Kejam,,, mereka dibakar hidup-hidup, berontak, dan berguling-guling ditanah tatkala merasakan kobaran api melahap tubuh mereka. Beberapa yang selamat berusaha lari terbirit-birit.
Satu kakinya tertekuk kebelakang, dengan menggenggam kembali senjatanya yang berupa sebuah pedang hitam yang tumpul pada bilahnya.
Wushhhh
Naruto berlari cepat kearah kerumunan yang berhamburan itu, melupakan mayat-mayat yang hangus terbakar barusan, entah mengapa ia ingin menunjukkan identitasnya sebagai mantan Shinobi, menghabisi lawanya dengan cara seorang Ninja.
Hal ini mengingatkan kembali ketika moment kebangkitan seorang Dewa Shinobi, Uchiha Madara, bergerak brutal membantai semua lawanya seorang diri.
Naruto terus melaju kedepan tanpa mampu dihentikan, membabat habis siapapun yang berada dijalurnya dengan tatapan tak berexspresi.
Tak ada yang terbaring menjadi mayat yang utuh dan layak, pedangnya tidaklah tajam, tidak pula terlihat Bagus, namun ketika ia yang mengangkatnya, pedang itu akan menjadi senjata yang paling mengerikan, dan sekali lagi, darah-darah kembali berhamburan diudara, bangkai-bangkai tergeletak mengenaskan.
Ia terus berlari sembari menyabetkan pedangnya terus menerus tanpa henti, mereka kaum akhirat terus jatuh berguguran,,,
Hingga penghujungnya langkah kaki itu membawanya ke tempat dimana dua ekor Monster dengan warna merah dan putih yang sedang berkelahi. Naruto tak tau apa yang sedang diperebutkan keduanya, dan ia tak pernah ingin tahu.
Drap drap drappp
Langkahnya yang tengah berlari cepat itu tampak terdengar berirama, kemudian,, -
Wussshhhhh
Naruto melompat kearah Naga berwarna putih yang tak menyadari kehadiranya.
"HAAAAAAAAAAARRRRRGGGGGGGGGGGG"
CRASSSSSSHHH
[GRRRRROOOOOOOOOOAAAAAAAAARRRRRRR] " raungan mengerikan terlepas dari moncong White one Albion akibat sebuah sabetan pedang menorehkan luka lebar menganga pada bagian punggungnya. Cairan bewarna hijau terlihat menyembur dengan deras.
Tak henti sampai disitu, Naruto kembali melesat kearah Draig yang telah bersiap menerkamnya.
Sreeetttt
Jraaaasssshhhhhhh
Terlalu cepat,, Draig kini meraung-raung kesakitan tatkala satu matanya yakni sebelah kiri disabet sebuah pedang, meninggalkan luka melintang vertikal, darah berwarna hijau bagaikan mengguyur raut wajah sebelah kiri.
Naruto yang berdiri diam hanya menatap Naga merah yang meraung-raung tersebut, kemudian sebuah bayang-bayang hitam tampak menaungi tubuhnya, sesuatu berusaha menerkamnya.
Sreeetttt
Braaakkkkkkkk
Albion hanya menghantam tanah kosong tatkala targetnya kembali menghilang dengan cepat, kepalanya bergerak liar kesana kemari. [KELUAR KAU BEDEBAHHHH]
Srrrrrriiingggg
Degg
[TI-TIDAK MUNGKIN]
Jleeebbbbbb
[GAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH]
BRUKKKKKK
Tubuh raksasa berwarna putih itu oleng dan ambruk tak bernyawa tatkala pedang itu menancap tepat dikepalanya, menembus otak, pedang tersebut langsung bereaksi dengan cepat hingga dalam seketika melumpuhkan syaraf-syaraf dari Albion.
Dan ketika pedang itu tercabut, darah berwarna hijau pekat menyembur keluar dari lubang luka tersebut. Dengan Naruto yang berdiri diatasnya.
,,
DEGGG
[A-ALBION? TI-TIDAK MUNGKIN] " Draig berucap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, rivalnya telah dibunuh oleh pemuda itu, wujud dari makhluk yang begitu ditakuti ketiga Dewa Naga Dominasi.
[K-KAU,, KAU APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA ALBION HAHH?] " Draig berucap marah kepada sosok yang juga melukai mata kirinya itu, ia marah karena hanya ia yang harus membunuh Albion.
"Diamlah,, dan persiapkan diri untuk menerima giliranmu" jawab Naruto tak perduli.
[KUBUNUH KAU BEDEBAAAAAAAAAHHH]
DRAGON SHOTTTTT
BWOOOOOOSSSSHHHHHHHHH
Sebuah muntahan Energi berwarna merah pekat merudal dengan speed gila kearah Naruto.
Sring sring sring
Pedang digenggamanya ia putar seperti tengah bermain pedang, terlihat berputar 360° terus menerus, tak akan ada yang mampu menghalanginya kali ini.
Braaaasssssst
Ia berlari maju menyongsong gumpalan bola berpijar Destruktif tersebut, rautnya yang penuh bercak darah Naga dan makhluk supranatural tampak terpancar bayang-bayang warna merah semu tatkala bola itu semakin mendekatinya bersama gelombang angin yang menerpa wajah.
Kemudian Naruto merunduk sedikit mengambil sebuah ancang-ancang, lalu dengan tenaga yang kuat ia ayunkan senjatanya vertikal dari bawah keatas keatas. Membelah serangan pemusnah tersebut dengan penuh hasrat membara.
"Heyyaaaaaaaaaaaa"
Jraaaasssssshhhh
Blarrrrrrrrrrrr
Ledakan besar menutupi pandangan, berbaur bersama gumpalan debu dan asap yang mengiringi.
Drap drap drap drap
Legacy dari Minato Namikaze itu terus merangsek maju, menatap nyalang raut wajah Naga merah yang tampak terkejut dengan kehadirannya yang begitu cepat.
[GRAAAAHHHH,, KUBUNUH KAU BEDEBAHHHHH] " Draig kembali mengumpat penuh amarah, lengan kekarnya sebelah kanan ia gerakan berniat menghantam sosok pemuda bersurai pirang panjang tersebut.
[MATI]
Disisi lain Naruto semakin memacu langkahnya.
Semakin cepat hingga langkahnya tak mampu terlihat ketika bayangan tangan raksasa itu hendak menumbuknya dari atas.
Sreet
Brakkkkk
Deggggg
Si pemuda kini berdiri tepat didepan moncong Draig yang tercengang tanpa mampu berucap apapun, karena,, Draig tau,, ia akan menyusul rekan sekaligus Rivalnya yang lebih dulu tewas.
'[SEPERTINYA KITA MEMANG DITAKDIRKAN UNTUK TERUS BERTARUNG WHITE ONE,, MESKI ITU DIALAM KEMATIAN SEKALIPUN]' hanya itu sepenggal kalimat yang mampu ia fikirkan tatkala maut telah menyapa tubuhnya.
Jleeebbbbbbb
[ARRRRGGGGGGGGGGHHHHHH]
BRUKKKKKKKK
Sama seperti rivalnya, ia tewas dengan cara yang sama, namun nyatanya pedang itu menolak menerima ruh dari dua bangsa Naga tersebut, terbukti kematian mereka terlihat wajar. Dan ruh tak kunjung terlepas dari raganya.
Tak ada penyesalan yang terpancar diwajah semu penuh misteri dari pemuda bertubuh kekar tersebut, ia yang berdiri diatas bangkai Red Dragon Emperor itu mengalihkan pandanganya kearah suramnya langit, menatap penuh tanda tanya.
'Apa kalian akan membenciku yang seperti ini' sebait rangkaian kata tersemat direlung jiwanya yang telah mati, entah kepada siapa kata-kata itu ditujukan, yang jelas siapapun itu pastilah memiliki tempat yang spesial didalam sanubarinya.
Ia benar-benar telah berdiri diatas penderitaan makhluk lain sebagai pembunuh,, masa lalu dan tragedi yang menyerangnya bertubi-tubi telah mengajarkanya banyak hal, konspirasi yang menciptakan penghianatan besar, kisah Cinta yang tak semulus jalanan beraspal, itu hanyalah contoh kecil dari banyaknya kekejaman nyata yang ia rasakan sejauh ini.
Safier beku itu terlihat sendu, hatinya mencelos ketika bayang-bayang masa lalunya kembali menyeruak kepermukaan, siapapun tak pernah menghendaki kehadirannya yang hanya menciptakan petaka bahkan ketika baru beberapa detik kelahiranya, ia hadir membawa bencana dan kutukan.
Kemudian,,, Naruto menatap lekat-lekat kedua telapak tanganya yang telah kotor, sepasang lengan inilah yang menjadi saksi betapa kejam sosoknya yang telah dikhianati dunia, lewat sepasang tangan ini pula, ia membuktikan kebiadabanya yang telah lelah untuk berharap.
..
~Maka,,,, biarlah seperti ini,, tak ada yang harus disesalkan, dunia tahu bagaimana jiwamu tersiksa akan pedihnya kutukan ini, teruslah bertahan meskipun kerap kali kau ingin bersandar sejenak karena lelah, dunia tak pernah mendustakan jika kau adalah kebaikan yang ternoda karena takdir.
Yakinlah,,,,,
Bertahanlah,,,
~Meskipun kau dihujam ribuan rasa sakit ketika semua itu berlalu bagaikan terus menghantui. Akan tiba masanya penantian panjangmu akan berakhir, dimana kau bisa menggapai satu impian sederhana meskipun harus melewati jalanan terjal dan berbatu.
Ingatlah!
'Badai,,,,,,, pasti berlalu'
~Dan, berusahalah untuk kembali tersenyum! Aku tahu itu adalah hal yang tidak mungkin bahkan mustahil, kau tak lagi berkenan dengan semua harapan Indah itu, akan tetapi,, rasakanlah jika mereka yang kau rindukan akan selalu mendukungmu, mereka yang menjadi saksi kehadiranmu didunia terkutuk ini, mereka yang menjadi saksi perjalananmu yang menyedihkan ini.
..
Entah exspresi macam apa yang kini bisa melukiskan potretnya, senyum getir yang tampak masam dan menyakitkan, yang mereka ketahui darinya hanyalah sesosok pembunuh berdarah dingin yang tak mengenal belas kasih. Dan tak tahu hal apa yang mendasari perbuatanya.
Tapi,,, sudahlah! Kisahnya terlalu rumit untuk diungkap, biarlah berjalan bersama takdirnya sebagai pemeran utama yang selalu terlibat keanehan dunia.
Sebuah nama sebuah cerita...
Kisah sang pahlawan yang dikhianati.
..
..
Tak bisa dikatakan lagi bagaimana exspresi dari Tiga Ras Akhirat yang melihat aksi pemuda tersebut, mereka tak salah lihat,, tentu saja.
Dua kaisar Naga Surgawi dibunuh dalam hitungan menit, mungkin ini merupakan sebuah kegilaan yang tak bisa mereka terima dengan akal sehat, terlihat tidak mungkin,, atau bahkan,, -
,,-mustahil,,,,
Pedang itu,, benar-benar berbahaya, sekali terkena titik vital, maka tamatlah sudah.
Glekkkkkk
Tegukan ludah seakan tersangkut enggan tertelan tatkala pemuda itu menatap mereka kembali, tatapan setajam predator, dengan kehampaan yang terus terpancar dari iris Safier bekunya, mata yang sejujurnya begitu Indah dan menenangkan, telah berubah menjadi tatapan bisu yang melukiskan kekosongan.
..
Tap
Tap
Tap
Tap
Empat langkah kaki bergerak maju kedepan, Satan, Ramiel, Michael dan Bellial,, tatapan keempatnya kini memancarkan sebuah tekad yang begitu besar, mereka sebagai pemimpin harus berusaha melindungi kaum mereka yang tersisa dari kepunahan massal dalam satu periode singkat, punah akibat pembantaian dari seorang pemuda tanpa diketahui indetitasnya.
,,
"Lucifer,,, bisakah kau menjadi pemimpin kita sekali lagi" tukas Bellial serius, dengan menyerahkan kembali tanggung jawab kepada mantan Malaikat pertama yang memimpin Heaven.
"Aku setuju dengan Bellial-kun,, sudah saatnya sang putra Fajar menunjukkan kembali Legendanya" sahut Michael menegaskan.
"Begitu pula denganku, tak ada pemimpin, atau siapapun yang lebih pantas untuk ini, kecuali ia sang pembawa terang, Lucifer" tambah Ramiel meneruskan. Tak ada paksaan ataupun kebohongan dari ucapanya.
Kamudian, kelopak matanya terpejam sesaat, nyatanya ia tetap diakui meskipun sudah beratus-ratus tahun berlalu, ia bahkan tak pernah berharap dikenang dengan jati dirinya sebagai Malaikat pertama syurga, karena,,, ia merasa tak pantas, mengingat sosoknya kini telah menjadi Makhluk yang pertama kali berdiri atas nama Iblis 'Satan'. Dengan kata lain ia merupakan cikal bakal dua dari total tiga kaum Akhirat.
"Apakah aku masih pantas untuk hal itu? " ia bertanya dengan kepala yang menengadah keatas,, ia rindu dengan sosok yang pertama kali ia lihat,, sudah sejak saat itu, dan ia berharap satu permintaan terakhirnya mampu terkabul. Yakni bisa kembali melihat cahaya terang yang telah membesarkanya dengan penuh Cinta dan kasih sayang.
Ketiganya mengangguk mantap tanpa keraguan, bagi mereka Lucifer adalah panutan dimasa lalu, sosoknya begitu mereka hormati karena ketaatanya yang selalu menyanggupi apapun perintah sang tuhan. Naasnya semua itu harus berakhir karena ia tak mau menyembah Adam, itulah yang diketahui, akan tetapi alasannya tak kalah kuat, dengan tak menyembah Adam, ia telah menjalankan tugasnya untuk tidak menyembah siapapun selain Tuhan, ia tidaklah membenci Adam, dan ia tak pernah sekalipun membenci Adam sama sekali, kenyataanya karena ia tahu Adam hanyalah makhluk polos yang tak pernah tau apa-apa, dan garis keturunan Adamlah yang ia benci karena telah merusak bumi yang telah ia jaga dan rawat dengan penuh suka cita.
Bahkan sejujurnya Lucifer kagum kepada Adam yang diciptakan tanpa bekal kekuatan apapun, Adam yang diturunkan dari Syurga karena ulah pasanganya berusaha bertahan hidup mati-matian tanpa diberikan bekal apapun, Lucifer terharu melihat betapa susah payahnya Adam membangun kehidupanya dari Nol, Adam tak pernah mengeluh dan selalu bersujud kepada Tuhan.
Namun bagi Lucifer kedudukan Tuhan tak akan pernah tergantikan, menyembah Adam sama saja baginya dengan menduakan Tuhan.
Itulah keteguhan prinsipnya yang tak akan pernah goyah.
"Begitu ya! terimakasih atas kehormatan ini, terimakasih pula kalian tetap mempercayaiku seperti waktu itu meskipun kini aku bukan lagi yang dulu, dan sejujurnya, ini sangat berarti bagiku" ucapnya dengan exspresi yang bercampur aduk, antara bahagia dan sedih.
"Bagiku kau tetaplah Lucifer yang dulu, Lucifer yang selalu menganggap kami semua sebagai seorang adik, dan kenyataan seburuk apapun tak akan bisa merubah kenangan itu" tukas Michael sembari mengenang kembali moment-moment kebersamaan mereka semua di Syurga.
"Cih,, jangan membuatku terharu dengan ucapan itu Lucifer, kau membuat suasana seperti sebuah Drama yang menyedihkan," sahut Ramiel acuh, berusaha menutupi exspresinya yang sesungguhnya.
'Inikah yang disebut takdir itu, Ayah,,, terimakasih telah mengizinkan kami untuk merasakan kembali ikatan ini, ini sangat berarti bagi kami semua' ucap Bellial dalam hati, setidaknya jika ia mati, ia akan membawa kenangan Indah ini bersama ruhnya.
"Kalau begitu,, gunakan mode terkuat kalian,, sudah waktunya pertempuran yang sesungguhnya dimulai" lanjut Lucifer kemudian, menutup perbincangan untuk memulai langkah akhir dalam kisah hidupnya.
Mereka bertiga mengangguk mantap, dan kemudian berkonsentrasi penuh untuk memasuki ritual pelepasan mode tertinggi mereka.
Wusssshhh
Energi berwarna putih keperakan melecut dari tubuh Bellial, bergerak melingkar dan perlahan membalut tubuhnya, menyelimuti setiap inchi bagian tubuhnya hingga terbentuk sebuah armor perak yang bercahaya.
Tak berselang lama, Energi dari sang Gubernur Datenshi meledak, menyeruak kepermukaan dan membungkus tubuhnya, kini Ramiel tampak gagah dengan tampilanya, sebuah armor besi hitam pekat menjadi zirah keramatnya.
Blaaarrrrrrrr
Kini Aura suci pekat meledak dari pusatnya, Michael yang tak ingin ketinggalan pun turut serta dengan evolusinya, armor Emas membalut tubuh sang seraph syurga, dilengkapi helm yang semakin menambah kegagahanya.
Kini tinggal Lucifer seorang,,,
Wuuuussshhhhh
Perlahan tubuhnya berbalut kobaran api merah sebagaimana dia diciptakan, membentuk Armor transparan yang menyelimuti setiap inchi bagian tubuhnya, diiringi lonjakan Energi yang terasa begitu besar.
Semua pasukan mundur kebelakang, mereka semua tahu jika ini bukan lagi Level amatiran, membantu pun akan semakin percuma, mereka hanya akan menjadi beban jika memaksakan diri untuk ikut berpartisipasi.
,,
Inilah yang ia tunggu-tunggu, pertarungan yang sesungguhnya.
'[Pakailah kekuatanku,,,, Naruto] '
Sebuah suara serak terngiang difikiranya, ah,,, ternyata rekanya itu baik-baik saja.
"Yah! Terimakasih untuk itu, itu terdengar lebih menarik dari pada berada diwujud yang membuat semua begitu mudah, dan aku tak bisa menikmati pertarungan sama sekali"
"Baiklah,,, kita bertarung sekali lagi,,,, partner"
'[Khukhukhu,,, itulah Naruto yang kukenal] '
Wussshhh
Blaaaaarrrrrrrrrrr
Energi Youkai yang sangat gelap meledak dasyat, bagaikan pecah dan berhamburan kesuluruh penjuru, seakan menunjukkan Existensinya sebagai penyandang gelar Dewa Youkai.
Disekitar tubuh sipemuda tampak chakra hitam kemerahan yang melingkupinya, surai pirang berganti hitam kemerahan, tubuh yang sebelumnya tak mengenakan atasan kini tertutup sebuah jubah hitam berhiaskan sembilan magatama dibagian kerah dan belakang punggung, simbol riak air terlihat jelas sebagai pusatnya, sepasang tanduk kecil mencuat dari kening, ditambah sembilan Gedoudama yang melayang berputar dibelakangnya.
Itulah wujudnya sebagai generasi terkuat Ras Ninja, kekuatan Sakral yang selalu menjadi terror.
'Yami Rikudou'
..
÷Four Best Angel vs Yami Rikudou [Dark Lord 'Drago'] ÷
Arena beberapa hektar tersebut telah kosong, semuanya menyingkir jauh, karena,,,, akan segera terjadi pertarungan besar-besaran.
,,
Plakk
[Jujika no Kanashimi]
Kedua telapak tanganya bersatu didepan dada, menghentak kuat menciptakan sebuah gemuruh besar dilangit yang pudar warna dan bentuknya, hanya ada kekosongan dengan empat benda yang meluncur dengan cepat membelah suramnya tempat yang dinamakan tanah terkutuk Mekkai.
Wusssshhhh
Blaaaaaaarrrrrrr
Dari empat sudut kini berdiri kokoh empat tiang salib hitam yang terbakar kobaran api, membentuk sudut persegi yang mengurung Arena keempat bekas pemimpin Syurga beserta sosok pemuda yang menjadi alasan keberadaan mereka sekarang.
Bwoooooossshhhhhhhhhhhh
Dan kobaran api besar sebagai penghubung keempat sudut tersebut. Merambat dengan sangat cepat, memberikan penerangan dinuansa yang terlihat kelabu.
Tak ada lagi hasrat untuk menunjukkan rasa terkejut dari mereka berempat atas apa yang saat ini terjadi, yang jelas semuanya telah jauh menembus batas pemikiran normal.
Terlihat tangan-tangan itu terkepat erat, menahan tekanan yang diberikan sang lawan, sungguh detik yang terasa mendebarkan.
"Akan kumulai,,,, bersiaplah!"
Brakk
Bellial menghentakkan tanganya ketanah dengan keras.
Blarrrrr
Kemudian tanah dibawah pijakan Naruto bergetar, lalu meledak dan mengeluarkan duri-duri tajam yang berniat menusuknya.
Tak ingin hanya diam dan terkena serangan lawan Naruto melakukan Manuver keudara.
Wushhhh
Kemudian dari lenganya yang ia kibaskan keluarlah puluhan besi-besi hitam, melesat dengan cepat menghujam duri-duri yang akan memanjang kearahnya.
Crattt
Craaaatttt
Saat ini Naruto masih dalam keadaan melayang menatap peraduan seranganya yang berhasil menghentikan duri-duri tersebut yang langsung mengering kisut seperti akar yang kering.
"Rasakan ini brengsekkkkkk"
Dari atasnya melesat cepat sebuah gelombang berbentuk serbuk hasil dari peleburan biji besi berwarna hitam.
'Kekuatan mereka benar-benar meningkat pesat,, menarik' ungkapnya dalam hati tatkala lawan-lawan yang ia hadapi mulai menunjukkan powernya yang sesungguhnya.
Deb
Kakinya menapak diatas permukaan tanah dalam posisi jongkok, dengan satu tangan membentuk single handseal.
Doton :,,,-
Doryuheki
Krakkkk
Krakkkkk
Blaaaaaaaaarrrrr
Dihadapan Naruto berdiri kokoh sebuah benteng tanah yang cukup tebal. Gelombang serbuk besi yang meluncur dari atas semakin mendekat dengan kecepatan tinggi.
Wusssshhhh
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkk
Gelombang serangan dari Ramiel terus menekan berusaha mengikis benteng tanah yang menghalangi laju seranganya.
Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr
Hasilnya seimbang ketika kedua serangan tersebut meledak dan hancur bersamaan. Menciptakan kepulan asap yang menutupi pandangan mata. Namun hal itu tak berlaku bagi makhluk kelas tinggi seperti mereka berlima, kabut tersebut tak menjadi penghalang sama sekali bagi mata-mata tajam tersebut.
Kemudian,,, Naruto menegakkan tubuhnya kembali, menatap datar kedepan tempat dimana kepulan asap itu mulai menipis, namun,,,, tiba-tiba saja disekelilingnya terasa dipenuhi Aura suci yang mengepung disekitar ia berdiri.
Tampaklah kini cahaya-cahaya bersinar bagaikan kunang-kunang mulai membentuk sebuah mata panah yang berputar mengelilinginya 360°,,,
'Serangan pembuka, serangan pengalihan, serangan Exsekusi, lalu serangan penutup, kombinasi yang mengagumkan,, '
'[Grrr,,, kau memuji mereka?] '
"Tak ada salahnya bukan,, aku tetap menghormati mereka sebagai petarung,, itu saja! "
'[Kehh! Percuma saja kau memuji jika akhirnya mereka kau habisi dengan menyakitkan Naruto] '
"Yah! Penghormatan adalah sebuah tradisi dalam sebuah pertarungan, aku tak pernah membenci mereka Kurama, kita dalam kasus yang berbeda dari masa lalu, dan mereka memang layak mendapatkan pengakuan, jika bukan karena ini menjadi tugas dan takdirku,, mungkin,, aku akan menganggap ini hanyalah pertarungan persahabatan"
'[Cih,, fikiranmu memang sulit sekali kumengerti,, tapi entah mengapa aku setuju dengan hal itu, mereka memang pendosa, tapi mereka juga memiliki ikatan Cinta satu sama lain, dan hal ini bertentangan dengan kehidupanmu dimasa lalu, para bedebah itu, tersenyum tanpa dosa ketika menatap penderitaanmu waktu itu, jauh lebih hina dari makhluk yang dikatakan sebagai pendosa]
"Yah! Itulah yang tak kumengerti, meskipun makhluk-makhluk ini di cap sebagai pembangkang, tapi mereka masih bersikap realistis dan peduli, sejauh yang kulihat, mereka hanya bertindak sebagaimana peran mereka, terkesan wajar bagiku,, tapi,, yah! Lagi-lagi karena takdir konyol itu"
'[Dan itu adalah kutukan yang tak pernah ingin melepaskanmu] ' ucap sang Rubah hitam sembari menelungkupkan moncongnya kesamping, memilih tidur dari pada harus melihat hal merepotkan terus menerus.
'Kau benar! Dan inilah cara satu-satunya untuk bisa menghancurkan kutukan itu,, menghukum para pendosa yang tak sepenuhnya berdosa' lanjut Naruto dalam hati, mencoba menerima semua kenyataan itu.
Pembicaraan itu berakhir ketika sang Rubah memilih diam, namun,, sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya.
'Tetaplah berada dijalan yang kau yakini,,, Uzumaki Naruto'
..
Panah-panah cahaya hasil karya dari sang seraph Syurga itu mulai bergerak cepat bersamaan, memperkecil jarak dengan sang target yang terdiam dengan mata yang masih terpejam.
Saat itu pula Naruto membuka mata, tampak Rinnesharingan miliknya berputar lambat mengadopsi sebuah pergerakan waktu.
Wuusssshhhhhhh
Blaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Kumpulan panah cahaya itu menghantam tubuh dimana sang target berada, menciptakan ledakan yang cukup besar.
Namun,, sebuah perisai hitam tampak melindungi sipemuda, menutup semua celah untuk menghentikan ruang dari serangan-serangan itu,
Perisai kuat yang terbentuk dari Gedoudama yang melayang dibelakang punggung, mampu dibentuk sedemikian rupa sebagai pertahanan Absolute, juga multifungsi sebagai senjata Serang, tergantung dari kepiawaian si pengguna itu sendiri.
..
Lucifer menatap datar semua kemampuan yang ditunjukkan pemuda tersebut, banyak hal yang ia temukan, cara bertarung yang berbeda jauh dari sebelumnya, dan juga Aura yang dipancarkan, Aura Youkai yang begitu kental.
Brasssssssttt
Keenam pasang sayapnya mengepak dengan kuat, meninggalkan pijakan yang telah hancur, Lucifer merangsek maju kearah dimana pemuda tersebut berada.
Seketika itu tubuhnya yang berupa kobaran Api menukik turun dengan sebuah pedang yang tercipta dari kobaran api.
Naruto melirikkan sedikit Rinnegan merahnya, dan sudut bibirnya perlahan sedikit terangkat, menciptakan senyum tipis yang tampak samar.
Lenganya teracung kearah sipenyerang.
Jraaaaahhhhhhhh
Sebuah besi hitam melesat dengan sangat cepat menyambut kedatangan sosok Iblis bersurai perak panjang yang sekujur tubuhnya mengenakan zirah api.
Trankkkkkk
'Heemm, sudah kuduga yang satu ini memiliki tingkat kekuatan diatas lima Kage sekaligus' batin Naruto mengamati lawanya yang tak lain adalah sang Raja Iblis.
Tanpa merasa kesulitan Lucifer menepis besi hitam tersebut. Dan tetap maju, menghunuskan pedang yang terbentuk dari kobaran api ditanganya.
Wunggggg
Sebuah bola merah kehitaman berputar cepat ditelapak tangan kiri Naruto,
Dai,, -
Kemudian Naruto melompat cepat keudara.
,,-Rasenringu
Sret
Srettt
Blarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Keduanya saling bertukar kekuatan, hempasan angin menerpa wajah keduanya, membuat surai berbeda warna itu tampak bergelombang mengikuti sirkulasi angin.
Mereka berdua masih saling menatap tajam dengan telapak tangan yang saling menyatu. Tatapan datar yang bertemu dengan tatapan dingin nan kosong.
Namun kemudian Lucifer tampak menyeringai, dan hal itu berhasil membuat Naruto menaikan alisnya tak mengerti, kemudian Naruto tersentak dengan mata yang sedikit membola.
Jrassshhhh
Sebuah tusukan berupa pedang yang terbentuk dari bara api kembali keluar dari telapak tangan Lucifer, menusuk lalu merusak telapak kiri lawanya hingga menghancurkan lengan kiri Naruto hingga mendekati pangkal lengan atau bahu.
Lalu,, Lucifer mengayunkan lengan kananya yang berbalut Absolute Power of Destrustion, berwarna hitam kemerahan.
Bruaaaaakkkkkk
Pukulan itu benar telak menghujam tubuh Naruto, dan hal itu tak ayal membuat Naruto terpental kebawah.
Pengalaman selalu mengajarkanya, Naruto yang hendak menabrak tanah sedikit melakukan gerakan Manuver untuk bisa mendarat dengan baik, menyeimbangkan tubuhnya kepada posisi yang tepat dimana tubuhnya yang terpental dalam posisi Horizontal kini berhasil kembali dalam posisi tepatnya yakni berdiri Vertikal.
Debbb
Kakinya berhasil menginjak tanah dengan sempurna meskipun pukulan kuat barusan memberikan daya dorong yang sangat kuat.
Tak ada yang ia rasakan meskipun lengan kirinya terkoyak habis oleh bara api yang merusaknya dari dalam, dan efek pukulan super kuat itupun tak berarti apapun baginya, berterimakasihlah dengan kutukan itu, kutukan yang membuat raganya tetap hidup dalam bentuk mayat hidup yang sempurna, satu tingkat diatas Edotensei.
Kemudian Naruto melirikkan matanya kepada tangan kirinya yang buntung, dalam sekejap tangan yang hancur itu kembali beregenerasi dengan sempurna, lengkap dengan balutan kain hitam yang menutupnya.
..
Keempatnya kembali bersiaga, pemuda itu tampak baik-baik saja meskipun mendapatkan serangan fatal yang menghancurkan lengan kirinya.
"Tiada guna semua perlawanan ini,, yang mati akan tetap mati,, " ucapan itu terdengar sangat dingin ditelinga mereka berempat.
"Kau,, apa sebenarnya tujuanmu melakukan ini semua ha? " ucap Ramiel spontan ketika mendengar ucapan yang secara tak langsung meremehkan mereka berempat.
Naruto tak membalas ucapan penuh Emosi tersebut, baginya,, tak ada yang perlu dibicarakan, semua sudah sangat jelas.
"Kalian tak akan bisa menghindari kematian yang telah digariskan dalam takdir,,,
Sring
Kali ini,, Naruto mencabut Shakujo yang terselip dipunggungnya, lalu ia acungkan lurus kedepan kearah lawan-lawannya.
"Jadi,,, bersiaplah! "
Clingg
Tubuh sipemuda lenyap dari pandangan,, entah itu sebuah teknik teleportasi ruang dan waktu ataupun sekedar pergerakan fisik yang memang terlampau cepat.
Sret
Deg
Ramiel melihatnya,,, mata merah darah berpola cincin itu menatapnya penuh nafsu membunuh yang besar, jarak yang terpotong satu meter membuat Gubernur Datenshi seperti mati langkah. Mundur sudah pasti kena, apalagi maju.
,,
"JANGAN LENGAH RAMIEEEEELLL" teriak Bellial dengan keras berusaha menyadarkan Gubernurnya itu dari lamunan kosong.
Deg
"K-kusooo" umpat Ramiel berusaha menjaga jarak secepat mungkin dari lawanya yang telah menghujamkan tongkat hitam kearah kepala bersurai hitam legam miliknya.
Bruakkkkk
"Uhukkkkkkk"
Terlambat,, tubuhnya jatuh tertunduk ketika tongkat besi itu menghentak kuat pada bagian pundak sebelah kiri,, bahkan berhasil membuat armor besinya mengalami keretakan. Dengan efek yang menyentuh tulang pundak. Bersyukur ia memiliki respon cepat untuk menyingkirkan kepalanya sedikit kekanan, jika tidak bisa dipastikan kepalanya akan jebol.
Energinya serasa berkurang saat itu pula, kemudian Ramiel menengadahkan wajahnya sedikit demi sedikit kearah sipelaku dengan keringat yang bercucuran.
"Me-meskipun kami harus mati,, t-tapi jangan kira kami akan menyerah be-begitu saja, " ucap Ramiel dengan sorot mata yang begitu tajam. Kemudian Ramiel tersenyum meremehkan.
"Tekad yang kuat,, sama sepertiku dulu, tapi,,, itu saja tak cukup" ucap Naruto sembari mengarahkan telapak tanganya tepat kepada kepala Sang Gubernur Datenshi.
Namun sedetik kemudian Naruto dengan cepat meloncat kebelakang dengan gerakan salto ketika sebuah terjangan menghujam tubuhnya.
Wusssshh
Brakkkkkkk
"Siallll,, " umpat Bellial ketika lawanya berhasil menghindar dengan cepat.
Tap
"Kau tak apa Ramiel? " tanyanya sembari berusaha membantu sang Gubernur untuk berdiri.
"Ughh,,, begitulah,, butuh lebih dari sebuah pukulan untuk membuatku berhenti berjuang"
"Syukurlah, kau harus waspada Ramiel, karena pemuda itu sudah tak main-main lagi, " ujar Bellial serius.
"Yah,, terimakasih untuk itu, mata merah pemuda itu, memberikan pancaran kegelapan yang sangat mengerikan, aku melihat penderitaan yang sangat menyakitkan ketika mata itu menatapku, pemuda itu, dia telah kehilangan semua hal didunia ini," sahut Ramiel mengungkapkan apa yang ia dapat.
"Kau benar, aku juga bisa melihatnya, entah kejadian seperti apa yang telah dilalui pemuda itu, kenyataanya dia seperti terlihat begitu tersiksa"
Sedangkan Ramiel mengangguk singkat, menyetujui ucapan wakilnya tersebut.
..
Naruto terdiam, telinganya jelas mendengar percakapan itu, tapi, ia tak peduli dengan pandangan orang lain tentangnya, apapun itu, tak akan merubah fakta apapun tentangnya yang sudah jatuh ketempat yang lebih jauh dari pada sekedar kegelapan. Kekosangan,,,, ia tak memiliki apapun lagi didunia ini.
Lalu dari situlah hatinya kembali menggelap, sinar matanya telah pudar, bukan mata yang tajam menusuk, melainkan, tatapan hampa yang menggetarkan, mayat hidup,, mungkin itulah sebutan yang pantas untuknya, ia adalah makhluk yang telah mati, namun hidup tanpa memiliki apa itu arti kehidupan.
Sudah sepantasnya ia mengakhiri tragedi ini,,,
Satu target telah terkunci dimatanya, target yang akan ia incar kehidupanya.
Braaaaassssttttt
,,
"Musuh kembali menyerang, bersiaplah kalian semua" ucap Lucifer memberi peringatan.
"Hai/tentu saja/dimengerti"
..
Sesuatu berputar cepat ditelapak tangan kananya, membentuk sebuah piringan dari putaran chakra angin, Jutsu Original hasil pengembangan dari jutsu karya ayahnya.
[Rasenshuriken]
Wuuussshhhhhhhhhhhhhhh
Serangan itu meluncur deras dengan gerakan tak beraturan, terkadang melaju lurus vertikal, kemudian datar Horizontal. Hingga jarak yang terpotong semakin dekat.
Tak ingin terhantam sia-sia Bellial mulai merapalkan Mantra dengam cepat, kemudian muncullah sebuah Barrier pelindung dihadapannya, berupa selubung Aura suci
Blaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr
Putaran Chakra angin itu menghantam Barrier ciptaan Bellial yang melindungi rekan-rekannya sekaligus.
Krakk
Kraaakkk
"Ughhhh,,, Michael,,, " ringis Bellial yang terus berusaha mempertahankan Kekkai ciptaanya yang terlihat mulai mengalami tanda-tanda keretakan.
"Aku mengerti" respon Michael cepat ketika mengetahui maksud dari rekanya itu.
Saat itu pula keretakan pada Kekkai tertutup Aura suci yang lebih pekat berkobar, berusaha untuk terus menghentikan putaran Chakra yang menjadi inti serangan.
Duaaaarrrrrr
Ledakan cukup besar menghakhiri perjumpaan keduanya. Serangan itu telah digagalkan dengan baik oleh punggawa-punggawa Tenshi dan Datenshi.
"Tetap waspada" ucap Lucifer sedikit keras, saat-saat seperti inilah yang paling berbahaya, kedapatan lawan bisa dengan mudah menjangkau mereka tanpa mampu diantisipasi.
"MENGHINDAAARRRR"
Syutttt
Blaaaaaarrrrrrrr
Mereka berempat terbang berhamburan secara terpisah sebelum sebuah hantaman serangan menghujam tempat mereka berempat tepatnya dimana Ramiel berada.
Ketika keadaan telah kembali normal kini tampak sosok pemuda yang tengah merunduk dengan tangan yang menghentak tanah yang tampak hancur membentuk kubangan dalam dan keretakaan yang menggantikan tempat mereka sebelumnya.
Ramiel memicingkan mata tajam ketika ia merasakan firasat yang tak mengenakkan, 'apakah berarti aku yang menjadi incaranya? ' batinya menerka-nerka, ia terus memperhatikan pemuda tersebut.
Plukkkk
Degggg
Sesuatu muncul dibelakangnya dengan tepukan pelan yang menyentuh bahunya, celaka baginya.
"Ce-celakaaa,,, DIBELAKANGMU RAMIEEELL" teriak Bellial tatkala mengetahui jika lawanya berada didua tempat berbeda.
Jleeebbbbb
"Ohokkkkkkkkkkkk,, ba-bagaimana bisa" Ramiel memuntahkan darah segar ketika sebuah tangan menusuk perutnya dari belakang. Ia kena serangan telak, bahan Armor besinya yang sangat keras hancur berkeping-keping saat itu pula, nyatanya kekuatanya bukanlah apa-apa bagi makhluk sekelas Exsekutor.
Greeebbbbb
Kemudian satu sayapnya dicengkram kuat, membuatnya semakin kesakitan.
Krakkkk
"ARRRRRGGGHHHHHH"
Braaassstttttt
Ramiel jatuh berputar-putar bersama deraian rasa sakit yang perlahan semakin menyeruak menghinggapi tubuhnya, tatapan matanya terlihat nanar dan memilukan, akankah ini menjadi akhir baginya.
Brukkkkkk
Tubuhnya terhempas oleh balutan rasa sakit dengan darah yang sekali lagi menyeruak dari mulutnya, sayap hitam kelamnya telah berlumur darah, dengan luka bulat menganggap yang menembus perutnya.
Tap..
Tap..
Tap..
"Ra-ramiel,, bertahanlah,, aku akan menyelamatkanmu, 'ucap Bellial yang datang menghampiri tubuh ringkih itu bersama Michael dan Lucifer.
Grebbb
Ramiel menghentikan gerakan tangan Bellial yang berusaha menyentuhnya, "uhukk,, t-tak perlu Bellial,, aku sudah berakhir,, " ucap Ramiel sembari menggelengkan kepalanya lemah.
"Kenapa? Apa kau akan menyerah dengan luka seperti ini? Kau masih bisa diselamatkan! "Ucap Bellial dengan kepala tertunduk, bersamaan genggaman tanganya yang mengerat.
"Mungkin,, aku memang ditakdirkan untuk gugur Bellial, uhukkk,, aku percaya dengan kuasa Ayah dengan takdirnya, "
Sedangkan Michael mengalihkan pandangannya kearah lain, berusaha menyembunyikan rembesan airmatanya ketika mendengar kata-kata itu, kata-kata pasrah yang tak lagi memiliki apa itu semangat untuk bertahan.
Saat itu pula hatinya terasa nyeri ketika melihat ciptaan kedua setelahnya, malaikat yang pertama kali ia anggap seorang adik dalam ikatan saudara, kini sosok itu telah tergeletak meregang nyawa, sayap hitam legamnya nampak lusuh akan noda darah dan debu.
Kemudian Lucifer dan Michael ikut merendahkan posisinya untuk duduk disebelah tubuh Ramiel, tak ada kata yang mampu diucapkan keduanya, hanya tatapan yang memancarkan kesedihan.
"A-ah,, Lu-lucifer, Michael,, jangan memasang ekspresi seperti itu, aku baik-baik sa,, -uhukkkkk"
"Ramiel,,, " gumam Lucifer pelan, nadanya terdengar bergetar.
"Ughh,,, su-sudahlah,, biarkan aku pergi dengan tenang, dan untuk kalian bertiga,,,
"Ja-jangan menyusulku terlalu cepat,,,
,,- te-terimakasih" nafasnya terhenti dengan tatapan redup, wajahnya telah pucat, dan tak ada lagi detak jantung.
Ketiganya tertunduk sedih, mereka telah kehilangan bagian penting dalam keutuhan yang ada, sang Gubernur Ramiel telah gugur, lalu pergi selamanya bersama cahaya.
Tanganya berusaha menggapai serpihan-serpihan akhir dalam perpisahan, hanya kata selamat jalan yang mampu mereka katakan, itupun mereka ungkap dalam diam, dari hati yang terdalam.
Kenyataanya ini bukanlah sekedar dari kebetulan, karena takdir memang menggenggam apapun yang telah dikehendakinya, termasuk kematian sekalipun.
Dikala duka dan suasana hati yang tengah berkabung, ketiganya bangkit dengan menunjukkan ekspresi wajah mereka yang kelabu, bahkan untuk Michael sekalipun yang selalu menjaga sikap dan pembawaanya yang tenang, kini tampak menunjukkan sorot mata yang datar nan tajam.
Dihujung sana makhluk itu berdiri diam mematung, menikmati moment-moment perpisahan yang mengharukan, semua ini karenanya, dan ia yang bertanggung jawab. Akan tetapi,, apa pedulinya? Ia memang diharuskan seperti ini oleh sang pembuat takdir.
..
Aura suci yang begitu dasyat berkobar kesegla penjuru Mekkai, sang pemimpin kaum Surga tampak merapalkan mantra-mantra panjang yang terus beterbangan.
Wusssshhhh
Muncullah gelombang suci besar, terlihat seperti ombak Tsunami yang ingin melahap apapun dihadapannya.
"Binasalah bersama dosa-dosamu"
Wussssshhhh
Melaju cepat dan menerjang apapun, aura suci yang dipenuhi kemarahan besar itu terus merangsek maju dimana pemuda itu berada.
Raut wajahnya tetap sama, tak sedikitpun berubah, meskipun bayang-bayang dari sebuah serangan telah bersiap menenggelamkannya. 'Seperti Suiton! ' ungkapnya dalam hati.
Kemudian Rinnegan disebelah kiri tampak melebar seketika.
[Gakido]
Blaaaaaaaaarrrrrr
Sedikit demi sedikit energi suci itu mulai dilahap habis oleh telapak tangan bagian kirinya yang terbentang lurus kedepan.
Nafas dari Sang Seraph Syurga tampak memburu, dan kemudian harus membelalakkan matanya lebar tatkala melihat serangan terkuatnya menyusut dengan cepat ketika tersedot masuk ditelapak tangan lawanya.
Brukkk
"Ti-tidak mungkin, ini mustahil" ucap Michael terbata, apa yang dilakukanya sia-sia, begitu juga dengan Bellial dan Lucifer ketika melihat kemampuan yang ditunjukkan lawanya kali ini.
'Makhluk macam apa ini, benar-benar Existensi yang sangat mengerikan' batin Bellial tak habis fikir, terbesit rasa pesimis dalam hatinya, kekuatan yang ditunjukkan pemuda itu sejauh ini benar-benar telah melampaui batas. Lalu,,, apa yang bisa ia lakukan dengan kekuatanya saat ini, sangat menyedihkan...
...
Lalu,,, pemuda itu kembali memejamkan mata, menikmati semilir angin yang tengah membelai lembut raut wajahnya, satu dari empat telah ia exsekusi keberadaanya. Dan waktu akan membuat jumlah itu bertambah.
Target berikutnya...
Jarinya teracung lurus kedepan, pendar hitam kecil seukuran kelereng berputar cepat dihujung jari tersebut dan serangan itu mengarah ketempat dimana Michael yang tengah tertunduk dalam keputusasaan.
Ciuuuuuu
Bagaikan sebuah laser pendar kecil sebesar kelereng tersebut melesat cepat kedepan.
Degg
'Sialllll,, Michael dalam bahaya'
Wusshhhhhh
,,
"AWAS MICHAEEELLLLLLL"
Brakkkkk
Blaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr
"AAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGGHH"
Pyarrrrrrrrrr
Armor peraknya telah hancur, tubuhnya berdiri tegak dihadapan sang Seraph Syurga yang begitu terkejut, otaknya blank seketika ketika melihat si genius tengah melindunginya.
"B-bellial,, k-kau,, a-apa yang kau lakukan? " tanya Michael dengan nada yang bergetar, matanya telah basah oleh lelehan air mata ketika otaknya memahami dengan apa yang sedang terjadi.
Tubuh yang berdiri tegak itu tetap diam tak menjawab, namun perlahan tubuh tersebut terhuyung kebelakang sedikit demi sedikit.
Srettt
Grbbbb
Sebelum terjatuh tubuh sang Wakil Gubernur terlebih dulu ditangkap sosok bersurai perak yang tak lain adalah sang Raja Iblis.
Tubuh yang telah kehilangan zirahnya itu tampak mengenaskan ketika bagian depan dipenuhi luka-luka bakar. Tatapanya sayu memandang dua sosok yang tengah duduk disampingnya, Michael yang tengah menatapnya dengan deraian airmata, bersama Lucifer yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Ke-kenapa? Kenapa kau harus melindungiku Bellial? " kalimat penuh kesedihan itu terucap dari bibir Michael.
Wajah penuh kesakitan itu tersenyum getir, yah,, Bellial mengobarkan dirinya sebagai tameng untuk menyelamatkan Archangel Syurga bersurai pirang tersebut.
"Uhukkk,, t-tak ada alasan bagiku untuk membiarkan saudaraku yang tersisa ikut tewas"
Degg
Hati Michael dan Lucifer mencelos saat itu juga tatkala mendengar jawaban barusan, sungguh ini merupakan saat-saat yang tak ingin mereka rasakan.
"Ughh,, to-tolong katakan ke-kepada Azazel untuk me-menggantikan keberadaan kami berdua"
"Ti-tidak Bellial, kau tak akan mati,, aku akan menyembuhkan semua luka-lukamu, tetap bertahanlah aku akan mencari bantuan"
Grebb
"T-tak akan ada yang mampu menghalangi takdir i-ini Michael, peranku sudah selesai, "
"Lucifer,, aku mohon lakukan sesuatu untuk menyelamatkan Bellial" pinta Michael kepada satu rekannya tang tersisa.
Kepala bersurai perak itu hanya bisa tertunduk diam, ia memang yang terkuat diantara Ras Akhirat, tapi ia tidaklah memiliki kemampuan seperti itu. Dan ia tahu dengan jelas dimana batasnya. "Tak ada yang bisa kita lakukan Michael, takdir telah menjawab apa yang dikatakan Ayah waktu itu"
"Y-yah! Lucifer benar,, kami yang berada dijalan penuh dosa telah menerima karma"
"Coughhhhh,, uhuk-uhuk,, ji-jika diantara kalian ada yang selamat, a-aku mohon,, jangan biarkan dunia mengalami hal seperti ini lagi, su-sudah cukup darah yang harus tumpah, sudah cukup nyawa yang harus melayang sia-sia karena keegoisan kita semua dalam berfikir"
"Ohookkkk,, su-sudah cukup, a-aku yakin Ramiel sudah menungguku"
"Te-tetaplah hidup...
"I-ini tidak mungkin,, Bellial " racau Michael sembari mengguncang-ngguncang tubuh tak bernyawa dari sosok wakil Gubernur Malaikat jatuh tersebut.
Pyaaaaarrrr
Penghujungnya,, tubuh itu pecah menjadi partikel-partikel kecil, berhamburan diudara lalu pergi menyebar kesegala arah. Meninggalkan ratapan kesedihan yang begitu dalam dari rekan-rekannya.
Hembusan angin menambah dinginya tulang-tulang mereka.
Mata yang telah terpancar kesedihan itu perlahan berubah menjadi mengerikan, ia harus kehilangan lagi,, genggamannya mengerat hingga cakar-cakarnya menusuk telapak tanganya sendiri, kegelapanya sebagai penguasa Ras Iblis telah bangkit.
Krakkkk
Pakaian atas yang ia kenakan telah terobek ketika tubuh itu terlihat membengkak memerah, tak ada pupil sebagai penghias mata merahnya, hanya merah polos yang menyala, sepasang tanduk kambing tumbuh dikepalanya, disusul munculnya ekor dengan hujung seperti mata panah, dan sayapnya yang terus membesar hingga terlihat sangat lebar.
Cling
Sebuah Trisula merah menyala kini ia genggam dengan sangat erat.
Ia telah mencapai batas kesabaranya, kegelapanya telah terlepas dari kesadaran.
Inilah wujudnya sebagai malaikat pertama yang dikutuk tuhan.
'Satan Lucifer'
Pemimpin dari kaum Iblis yang menyebar kesesatan didunia, Iblis yang dijadikan symbol dari penguasa kaum pembangkang.
[Mati] ' ia mendesis penuh amarah. Lalu bangkit dan membalikkan tubuhnya kebelakang.
Michael hanya bisa tercengang ketika melihat wujud itu, wujud yang pertama kali ia lihat ketika sosok tersebut pergi meninggalkan Syurga.
'Lucifer' batin Michael iba, ia tahu perasaan Lucifer, ia melihat kesedihan yang begitu dalam dibalik evolusinya tersebut.
..
Rinnegan merahnya memicing tajam tatkala ia merasakan sensasi yang begitu besar ketika melihat evolusi dari sang Raja Iblis, 'jadi,, itukah wujud sesungguhnya dari Raja Iblis? ' ucapnya dalam hati.
Sreeettttt
Seketika Naruto harus melebarkan mata tatkala makhluk itu berada dihadapanya.
Lengan kekar sang Raja Iblis terayun kuat berusaha menghantam tubuh yang tengah terkejut tersebut.
Braaaakkkkkkkkkk
Tubuh Naruto terpental seketika menghantam batu besar hingga hancur.
"Ugh,, kecepatannya berada selevel denganku, keh menarik" ucapnya sembari bangun menyingkirkan puing-puing bebatuan yang menimpa tubuhnya.
Namun sekejap kemudian Naruto harus memiringkan kepalanya tatkala sebuah Trisula berbalut kobaran api melesat sangat cepat berusaha memenggal kepalanya.
Blaaaarrrrrr
Naruto cukup terkejut ketika senjata yang hampir saja mengenai kepalanya itu bukan senjata biasa, tercipta ledakan besar ketika Trisula tersebut menghantam tanah.
Kembali sang raja Iblis kini telah meluncur cepat dengan kobaran api yang bergejolak.
Saat itu pula Naruto menyeringai, "Datanglah" gumamnya sumringah, baginya inilah hal paling ia tunggu, kekuatan besar yang memberikan tantangan nyata.
Bruaaaaaaakkkkk
Hujaman kuat dari Satan diblokade Naruto menggunakan kedua lengannya yang disilangkan didepan dada, akan tetapi power yang begitu besar membuat Naruto agaknya terseret mundur beberapa meter kebelakang.
[Shinra,, -
,,-Tensei]
Wuusssshhhhhh
Brakkkkkkkkkkkk
Tubuh kokoh sang raja Iblis hanya beringsut satu meter kebelakang ketika terhantam gelombang tak kasat mata.
'Heeemm,, tidak berguna ya! ' batin Naruto mengamati hasil karyanya yang tak berefek bagi sosok tersebut.
[Sepertinya dia lebih kuat dari yang kita duga] " sebuah suara serak terngiang dilangit-langit fikiranya.
"Kau benar Kurama, ini cukup mengejutkanku"
[Khukhukhuu,, apa kau takut heh,, Naruto?]
"Jangan berkata omong kosong Kurama, itu sangat menjengkelkan! " sergah Naruto kemudian, bisa-bisanya Partnernya itu menanyakan tentang rasa takut.
[Cih,, terserahlah, aku sarankan kau menggunakanya, dengan begitu semua menjadi lebih mudah dan kita bisa cepat pergi dari tempat yang sudah sangat memuakkan ini]
"Kita lihat saja"
Wusssshhhhh
Dihadapan Naruto kini muncul ribuan lingkaran sihir berwarna merah pekat, itu bukanlah ciptaanya melainkan serangan dari lawanya tersebut.
Naruto telah terkepung dari segala sudut, ia tak bisa lari sebagai pecundang.
Braaaassssttt
Ketika ribuan lingkaran sihir itu mengeluarkan ribuan bola-bola api berpijar Destruktif, Naruto sendiri kini tengah memejamkan sepasang matanya.
[Sora ni Akiesaru]
Boooooommmmmmmmmmmmmmm
Ribuan serangan beruntun itu kembali menghujam titik dimana Naruto berada, diiringi ledakan Energi hitam pekat yang bertubrukan dengan ribuan serangan dari Satan.
Satan hanya memandang datar ledakan itu, hatinya telah dipenuhi kemurkaan, siapapun telah salah berhadapan denganya dalam Curse of Mode.
Tiba-tiba saja suasana kembali mencekam, Aura jahat yang sangat besar kembali bangkit menatap dunia.
[Khakhakhaaaaaaa,,, khakhakahaaaaa] " tawa gila itu kembali terdengar membawa terror.
Ketika asap yang mengepul telah sirna kini terlihat kembali sosok wujud yang beberapa waktu telah mengamuk.
Singkatnya kedua makhluk yang dikutuk itu kini telah saling berhadapan satu sama lain, membawa kekuatan gila yang berada diluar batas.
[Khakhakhaaaaa,, jadi,, -
Sretttt
,-bisa kita mulai permainanya]
Deegg
Sosok tersebut mendesis tajam tepat disamping telinga satan. Kini ia yang harus terkejut dengan kecepatan lawanya.
[Aku akan membunuhmu] " balas Satan yang berusaha tetap tenang meskipun posisi mereka begitu dekat, dan saling memunggungi.
[Soukaaa,,, aku ingin melihat bagaimana kau melakukanya]
.
..
...
Wusssshhhhhhhhh
Keduanya menghilang dengan cepat, lalu muncul dalam bentuk kilatan hitam dan merah, pergerakan keduanya tak lagi mampu terlihat karena tempo pertarungan yang terus meninggi, dampak dari pertarungan keduanya telah menggetarkan Dimensi.
Bahkan pertarungan tersebut membuat tiga dewa Naga berhenti total dari aktifitasnya yang juga tengah bertarung. Mereka bertiga tak mengerti, kenapa Drago justru malah menghabisi kaum tiga fraksi dan dua Naga Syurgawi.
Bukanya mereka ingin cepat dibunuh, akan tetapi in cukup aneh ketika makhluk yang diramalkan menjadi maut mereka malah seakan tak peduli dan terkesan membiarkan Existensi mereka bertiga.
[Aku tak mengerti dengan jalan fikiran Drago] " gumam Great Red pelan.
[Apa maksudmu Red] " tanya Ophis tak mengerti.
[Kenapa dia seakan tak peduli dengan keberadaan kita bertiga] " balas Great Red kemudian.
[Aku rasa,, keparat itu meremehkan kita, cih! Dua Naga bodoh itu sepertinya lebih dulu dihabisi] " decih Ophis kemudian, ia tak menyangka kedua Naga itu dihabisi dengan mudah tanpa perlawanan yang mumpuni.
[Grrrrr,,, aku tak peduli dengan makhluk bedebah itu] " balas Trihexa disudut lain. Baginya hanya sekedar membayangkan makhluk itu berdiri dihadapan mereka saja sudah sangat buruk.
Berbincangan singkat itu kembali berakhir, mereka kembali lagi untuk bertarung, ketiganya akan terlihat rukun ketika menghadapi makhluk yang akan datang sebagai maut mereka, sungguh hal yang berada diluar dugaan.
..
Skiptime...
,,
Disisi lain Drago semakin menggila, tampak Satan yang sedikit mulai tersudut untuk menghindari serangan yang dilancarkan Drago bertubi-tubi, ia kalah dalam banyak aspek,
Srett
Greppp
Drago muncul dibelakang Satan, mencengkram sayap Lebar tersebut.
Wussssssshhhhhhh
Wuuuunngggg
Brakkkkkkkkk
Tubuh berbalut kobaran api itu ia hempaskan dengan sangat kuat kebawah.
Brakkkkkkk
Tabrakan kuat tak bisa dihindari oleh Satan, tubuhnya menghantam tanah hingga menciptakan retakan besar pada permukaan tanah.
..
[Cero : Dai Rasenringu]
Bwoossssssssshhhhhhhh
Sepasang matanya terbelalak lebar tatkala melihat gumpalan hitam pekat meluncur seperti komet kearahnya, serangan yang membawa kehancuran tanpa batas.
[Keeppaaraaatttt] " Satan mengumpat marah, nyatanya ia yang berada dalam Curse of Mode tetap saja tak mampu merubah fakta apapun, wujud kutukan makhluk itu lebih Superior dan Absolute dari pada dirinya.
Saat itu pula tercipta diagram sihir dihadapanya, dengan pola Bintang terbalik yang mengeluarkan sinar merah gelap. Lalu berputar cepat menciptakan hembusan angin yang sangat kuat.
[Blackhole]
Lubang raksasa berwarna hitam telah merobek udara, inilah pertahanan terkuatnya, mampu menelan serangan sekuat dan sebesar apapun.
Dan kali ini hal tersebut akan diuji ketika sebuah komet berwarna hitam pekat semakin mendekatinya.
Wunnnnnnnnnnnggggggggggggg
Gemuruh laju komet itu terdengar bak jet tempur yang meluncur dengan speed gila.
Blaaaaaaarrrrrr
Ledakan kembali bergemuruh tatkala kedua serangan pertahanan dan penghancur itu berbenturan diudara. Namun,,, semua masih belum bisa dikatakan usai.
Krakk
Kraaakkkk
[A-apaa?] " Satan begitu terkejut ketika melihat Blackhole ciptaanya mengalami keretakan. Bagaimana mungkin serangan yang seharusnya terhisap dan berpindah ruang malah terus menerobos, seakan tekanan kekutanya jauh lebih besar dari pada daya hisap Blackhole miliknya.
Krak
Braasttttt
Seakan tak ingin dibentung komet hitam pekat itu terus melaju kearahnya.
'[Ughh,, i-nikah akhirnya] ' ucapnya dalam hati, tubuhnya yang terlihat terbenam sudah tak mampu lagi digerakkan.
Kemudian,, sepasang matanya terpejam menikmati sensasi yang menyakitkan ini, ia telah kalah.
Booooooooooooooooommmmmmmmmmmm
Ledakan besar telah menyapu seluruh Daratan Mekkai, gunung-gunung terdekat telah tersapu rata, bahkan empat sudut tiang saling yang menutup dari hal luar telah ikut binasa, bahkan hempasan itu mampu menggapai tempat kaum tiga Fraksi yang telah menyingkir sangat jauh dari medan pertempuran tersebut.
Deggg
"Jangan pergi kesana GABRIEEEEEEEEEL" teriak Raphael tatkala melihat Gabriel pergi mengepakkan sayapnya kearah pusat ledakan tersebut, entah apa yang akan dilakukanya.
"Maaf Raphael-kun, aku tak bisa berdiam diri terus menerus, aku harus menyusul Michael dan yang lainya" balas Gabriel tanpa memalingkan wajahnya kearah sipengucap.
Hal itu membuat para punggawa Syurga terdiam seketika, tekad Gabriel sudah bulat.
"Kalian tenang saja, aku akan menyusul Gabriel, kalian semua tetaplah disini, aku juga harus membantu Ramiel dan Bellial"
"Ta,,-
"Diam dan lakukanlah, aku merasakan firasat buruk, lebih baik kalian fikirkan kondisi pasukan yang mengalami trauma dan guncangan mental" sergah Azazel dengan serius, ia tak menerima penolakan.
"Barakiel,, aku serahkan yang disini padamu, jaga Ras kita" ucap Azazel dengan cepat, lalu terbang mengepakkan enam pasang sayap hitam kelamnya.
"Serahkan padaku Jenderal" tukas Barakiel mengkonfirmasi.
,,
Mengerikan adalah satu kata yang mewakili tragedi saat ini, semuanya telah hancur, meski belum sepenuhnya mencapai Klimaks, akan tetapi semua sudah terlihat jelas bagaimana Endingnya. Kematian dan kehancuran.
Ini akan dikenang dan terus diingat bagi mereka yang tersisa, biarlah menjadi pelajaran penting tentang pedihnya perang, bukan hanya mereka yang bisa berlaku kejam, akan tetapi,, ada satu pihak dibalik layar yang akan terus mengamati tingkah mereka dikehidupan. Namun anehnya pihak itu juga bukanlah sesuatu yang mengharapkan kedamaian.
Tap
Tap
Kegelapan dunia dan Negatif dari sang pencipta tersebut berjalan dengan langkah tenang kearah dimana seonggok tubuh tampak tergeletak mengenaskan pada cekungan raksasa yang tercipta dari hantaman komet mini berwarna hitam pekat ciptaanya.
Tap
Sosok yang tak lain adalah Drago hanya bisa terdiam tatkala melihat tatapan kosong lawanya yang telah meregang nyawa. Sosok Raja Iblis telah kehilangan Curse of Mode, kembali pada wujudnya, hanya tersisa celana hitam compang-camping yang membalut tubuh ringkih tersebut.
Yah,, Perwujudan dari tujuh dosa besar itu telah tumbang, namun ini merupakan sebuah keajaiban ketika Lucifer masih mampu bernafas ketika diterjang serangan telak yang bahkan mampu melibas kulit permukaan tanah terkutuk Mekkai sedemikian rupa.
[Apa kau sudah mengerti?] " rahang kokoh berupa taring-taring tajam itu berucap datar.
Sesaat Satan diam dan memikirkan pertanyaan tersebut, "Uhukk, a-apa yang kau maksud adalah Takdir itu? Ji-jika benar se-sepertinya aku sudah mengerti"
[Kau tak kan pernah bisa lari dari maut, itulah kenyataan yang takkan pernah bisa kau hindari, bahkan aku sendiri tak mampu menghindari takdirku, miris bukan,, kita sama-sama makhluk yang mendapat kutukan]
"Y-ya!, kau benar,,, tapi,, se-sepertinya a-aku jauh lebih beruntung darimu,,! "
[Bagaimana kau bisa menyimpulkan demikian, kau tak tahu apapun tentangku Lucifer] " lanjut Drago meneruskan. Mungkin tak ada salahnya berbicara sepatah dua patah kata.
"Uhukk,, A-aku tau itu,, tapi,, aku bisa sedikit melihat masa lalumu, m-masa lalu yang sangat kelam, masa dimana sang cahaya harus terkubur bersama harapan yang begitu besar"
[Karena itulah aku yang terpecah dalam serpihan bisa kembali bangkit, tubuh inilah yang terpilih]
"U-uzumaki Naruto,, yah! Pemuda itu,, telah kehilangan semua, "
[Aku telah hidup jutaan tahun, ketika dunia tercipta, disitulah aku mulai menapakkan kaki, aku adalah bagian dari sisi gelap dunia itu sendiri, dan juga merupakan bagian kegelapan sang pencipta, dimana dia yang membentuk, dan aku yang akan menghancurkan, itu adalah takdirku yang diberikanya, sedangkan aku sendiri tak pernah meminta untuk tercipta]
"La-lalu,, untuk apa kau tak langsung meleburkan dunia ini, aku tahu kau mampu melakukannya detik ini juga? " lanjut Lucifer mengungkapkan rasa keingintahuanya.
[Kau benar, akan tetapi, aku tak diperkenankan untuk itu, dan sejujurnya aku memang pernah berusaha memulai kiamat entah berapa juta tahun yang lalu didimensi lain, namun usahaku gagal karena harus dipenjarakan di Neraka dalam waktu yang sangat lama]
[Sudah cukup,, aku akan mengakhiri kepedihanmu saat ini juga,]
"Ughh,, lakukanlah!"
Setelah ucapan itu berakhir, jarinya teracung lurus kearah Lucifer yang memejamkan mata pasrah, seakan telah bersiap menerima kematian.
Tap
Secara mengejutkan sesosok wujud kini telah berdiri tegak menjadi penghalang, dan hal itu berhasil membuat Drago dan Lucifer terkejut.
[Cih,, apa yang kau lakukan?] " Drago mendecih tak suka ketika Exsekusinya terganggu.
"A-aku mohon,, jangan bunuh Luficer! " ucap sosok tersebut yang ternyata adalah Gabriel.
[Kau tidak sedang berada dalam posisi memerintahku, jadi, menyingkir atau aku juga akan membunuhmu] " desis Drago tajam, sejujurnya ia tak perduli dengan nyawa siapapun meski itu sosok Malaikat kesayangan Tuhan sekalipun. Siapapun yang menghalanginya, akan ia hancurkan.
Bruukkkk
"A-aku mohon,, bunuh saja aku, ta-tapi biarkan Lucifer tetap hidup,, Naruto-san! " bahkan Gabriel harus berlutut untuk memohon, berharap permintaanya terkabul.
"Ughh,, G-gabriel, pe-pergilah, jangan hiraukan aku" ucap Lucifer terbata, ia tak menyangka harus melihat sosok tersebut rela menjatuhkan harga dirinya bahkan menukar nyawa demi makhluk hina sepertinya.
"Maaf Lucifer-kun,, aku tak akan membiarkanya membunuhmu" balas Gabriel dengan tegas, tak ada keraguan sama sekali dalam ucapanya.
,,
[Baiklah,, mungkin, tak ada salahnya aku membunuh kalian berdua sekaligus]
Ciuuuuu
Pendar hitam sebesar kelereng kembali tercipta dihujung jarinya. Drago tak peduli sama sekali jika harus membunuh sosok Malaikat perempuan tersebut.
"CEPAT PERGi DARI SINI GABRIEEEELLLLL" teriak Lucifer keras berusaha menggoyahkan pendirian Gabriel.
Namun sosok tersebut tetap diam tak bergeming, nampaknya tekadnya begitu besar.
'Maafkan aku Lucifer-kun,, ' ucap Gabriel dalam hati, kedua matanya terpejam erat seakan menunggu detik-detik kematiannya.
[Matilah,,,,]
.
..
...
[[Sudah cukup Drago,,,, biarkan mereka yang tersisa hidup dengan tenang, tugasmu yang pertama telah selesai]] " terdengar suara yang menggema disegala sudut penjuru Mekkai, suara itu,, ia yang awal dan akhir, sosok yang menjadi alasan terciptanya kehidupan beserta segala sesuatu didalamnya.
Kemudian pendar cahaya putih suci yang begitu terang nampak hadir ditengah-tengah kemelut tersebut.
Deggg
Deggg
Deegggg
Tak ada siapapun yang tak tercengang ketika mendengar suara sekaligus datangnya cahaya suci tersebut, mereka tau,,, siapa yang datang kali ini.
"A-ayah,, " ujar Gabriel dengan suka cita, baginya ini adalah keajaiban yang ia tunggu.
Hatinya mencelos dengan perasaan yang sulit digambarkan, Lucifer tak kuasa ketika mendengar suara itu, ia bangkit melupakan rasa sakit yang didera, berusaha merangkak kearah dimana cahaya itu berada.
"A-ayah" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
,,
[Cih! Sudah kuduga]
Seketika itu wujudnya kembali kebentuk semula, sepasang tanduk bantengnya menyusut perlahan, wajah yang sebelumnya berupa tengkorak hitam perlahan dibaluti kulit.
Drago paling benci saat-saat seperti ini, ia memilih kembali dalam kegelapan, dan menyerahkan situasi ini kepada tubuh aslinya yang merupakan wujud dari sosok pemuda bersurai pirang.
Ketika Naruto telah kembali dalam kesadaranya, ia hanya memandang kosong cahaya putih tersebut. Ia sendiri sudah mengerti betul Skenario ini, sesuai dugaanya, ini masih terlalu awal untuk memulai kiamat.
"Jadi,,, apa yang harus kulakukan setelah ini? " tanyanya tanpa basa-basi, karena dengan ini ia tak tahu harus melalui kehidupan dengan peranya yang harus selalu bertarung.
[[Tak perlu mempersulit dirimu sendiri, hadapi peranmu seminimal mungkin, dan lakukan apa yang bisa kau lakukan]]
"Baiklah, tak ada alasan untuk menolaknya, aku mengerti" jawab Naruto tanpa exspresi, namun,, ia benar-benar patuh dengan sosok yang tak lain adalah sang Pencipta tersebut, karena jika saja ia membangkang mungkin ia harus kembali ke Nol lagi untuk mendapatkan pembebasan.
[[Baguslah, kau melakukan peranmu dengan sangat baik, dan bersiaplah,,-
,,-seluruh dunia akan menentang keberadaanmu]]
"Aku tahu,, karena memang itulah rintangan untuk menuju akhir yang Indah, sesuatu yang besar akan menghasilkan sesuatu yang besar pula, dan aku yakin, kau akan menjawab semua tanya ini dibagian akhir cerita yang kau buat,, apa aku salah?"
[[Kau benar,, dan aku tak akan mengingkarinya]]
Naruto terdiam tak berniat membalas jawaban dari Kami-sama, ia melihat sosok yang menjadi lawanya barusan tengah merangkak meskipun terjatuh berkali-kali untuk menuju cahaya terang tersebut.
Brukk
"A-ayah,, ma-maafkan aku" ucap Lucifer terbata, ia terjatuh tanpa mampu bangkit kembali, tampaknya ia telah mencapai batasnya.
[[Lucifer,, sudah saatnya kita pergi]]
Deg
"A-apa maksud anda Ayah" lanjut Lucifer sembari menengadahkan wajahnya yang dipenuhi lelehan airmata menatap sang pencipta.
[[Penebusan dosa,,]]
"B-baiklah Ayah,, aku tahu dosaku terlalu besar untuk mendapatkan pengampunanmu, jadi, hukumlah aku ke Neraka" jawab Lucifer pasrah, ia hanyalah makhluk hina yang menyesal dipenghujung nyawanya. Dan ia tahu Iblis terkutuk sepertinya tak pantas mendapatkan pengampunan.
[[Kau terlalu cepat mengambil kesimpulan wahai putra Fajar]]
[[Selalu ada kesempatan kedua,, itulah hukum yang kuberikan untuk kalian semua, aku selalu melihatmu Lucifer, dan kau,, tetap tak berubah meskipun kau ternistakan dalam wujudmu sebagai Iblis terkutuk, keyakinanmu kepadaku tak pernah berubah, jiwamu masih tetap suci melebihi siapapun dari yang pernah kuciptakan, dan aku memiliki rencana tersendiri bagimu]]
Lucifer hanya bisa menundukkan kepalanya, ia merasa sangat hina untuk mendapatkan pujian tersebut.
Sedangkan Gabriel merasa sangat bahagia saat itu pula, namun,, satu hal yang tak ia mengerti, apa maksud dari sudah saatnya kita pergi?
..
[[Sesuai yang pernah kukatakan dulu,, mulai dari sini semua kuserahkan kepadamu„„ Uzumaki Naruto]]
"Heemm,, jadi,, sudah waktunya kah? "
[[Kau benar,, aku ingin melihat bagaimana mereka semua tanpaku]]
Deg
Saat itu pula Gabriel tahu maksud dari kata pergi.
"A-ayah,, ke-kenapa? Kenapa anda harus pergi? " tanya Gabriel dengan airmata yang bercucuran.
[[Gabriel,, aku tahu kau mungkin keberatan, tapi,, aku harus memberikan kehidupan kembali bagi mereka yang tak berdosa akibat peperangan ini, aku memberikan kesempatan untuk dunia memperbaiki diri]]
"Ta-tapi, kenapa anda harus pergi Ayah? "
[[Karena,, hanya itulah cara satu-satunya,, berusahalah untuk terus berada didekat sang kegelapan, suatu saat,, kau akan menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya, dan aku akan menghapus aturan itu suatu saat]]
Kali ini, Gabriel sungguh tak mengerti, apa maksudnya? Siapa yang Kami-sama maksud dengan sang kegelapan. Dan apa maksud dari aturan yang akan terhapuskan.
[[Dan kau Lucifer,, mari kita pergi]]
"Terimakasih atas kehormatan ini Ayah,, terimakasih" jawab Lucifer dengan suka cita, ini adalah saat-saat terindah baginya.
"Gabriel,,, terimakasih untuk semuanya, dan maaf jika tak pernah bisa membalas semua kebaikan itu, mungkin ini hanyalah sepenggal kalimat perpisahan yang sederhana, akan tetapi, ini sangat berarti bagiku, dan sampaikan ini juga untuk Michael" ucap Lucifer kepada sosok Archangel yang selalu mengaguminya tersebut.
"Hikzzz,, Lucifer-kun"
Seiring berakhirnya ucapan tersebut, keduanya melebur dalam partikel cahaya dan kobaran api yang membakar raga dari sang Raja Iblis, cahaya itu pecah dan berhamburan kesegala penjuru dunia, meninggalkan duka yang mendalam seiring berakhirnya moment berdarah tersebut.
Tubuh dari sang Malapetaka terseret pergi bersama Cahaya yang melebur tersebut, sang Impian dan ketidakterbatasan telah pergi lebih dulu ketika kehadiran sang Pencipta, mereka tak ingin mengambil resiko. Dan benar sesuai dugaan mereka, Trihexa yang diliputi kegelapan tetap mempertahankan egonya untuk mengamuk, dan harus tersegel entah kemana cahaya itu membawanya.
"Ti-tidak, jangan pergi Ayah"
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaak" Gabriel berteriak histeris ketika ia menganggap Kami-sama mengorbankan dirinya demi memperbaiki dunia dan menyegel Trihexa.
Sedangkan Naruto memejamkan matanya erat, entah apa yang kini ia rasakan, namun,, ada beberapa misteri yang ditinggalkan sang pencipta kepadanya dan dunia.
"Nah,, sekarang waktunya memulai petualangan" ucapnya dengan senyum tipis sembari menatap dunia dengan biru Safiernya. Setidaknya ia memiliki sedikit kebebasan ketika sang pencipta telah mempercayakan dunia ini kepadanya.
Tap...
"Relakanlah,, Jangan buang Airmatamu dengan percuma, Kami-sama mungkin telah pergi, tapi,, dia akan terus berada dihatimu" ucap Naruto sembari merendahkan tubuhnya kepada sosok Malaikat bersurai pirang yang tengah jatuh bersimpuh dengan tangis yang tersedu.
"Na-naruto-san" ucap Gabriel tercengang, kata-kata itu bukanlah sesuatu yang pernah ia dengar, kata-kata itu seakan membelai jiwanya yang tengah berkabung dalam duka. Hatinya menghangat saat pemuda itu menatapnya dengan senyum cerah yang nampak tulus.
(^_^)
Akankah takdir memberikan kejutan untuk mereka berdua?
,,
,,
,,
..
..
..
..
To be Continued.
..
== Reader yang sopan dan terhormat,, -
,,-Baca dan Reviewlah. Jangan datang dan pergi begitu saja.
..
Maaf bila mengecewakan pemirsa.
Terimakasih...
