Chapter 14

"Lee Sungmin"

DEG

Tubuh Sungmin menegang di hadapan sang Dekan yang memanggil dirinya untuk kedua kali.

Segudang pikiran buruk sudah memenuhi batin Sungmin, bukankah hari ini memang keluar hasil praktek dinasnya 2 bulan kemarin? Agioo~ jangan katakan jika nilai untuk prakteknya juga jelek!

"Hmmm..." Terdengar helaan napas panjang dari pria separuh baya di depannya, "Kau bisa mengambil mata kuliah lanjutan di semester 5 Sungmin" ucapnya memberi tahu

"EH?" Spontan wajah cemas Sungmin berubah terkejut, "La... lanjutan? Itu artinya..."

Sang dekan tersenyum bangga sambil mengangguk singkat, "Benar—Professor Kelleun memberi nilai tinggi pada praktekmu, jadi kau berhak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi"

Sungmin mendekap tangannya ke bagian bibir—seolah tidak percaya mendengar ucapan selamat barusan, "Aku..." Ia tertawa canggung—hampir tidak bisa berkata apa apa, "Ini keajaiban..." bisik Sungmin

"Bukan keajaiban Lee Sungmin, tapi ini hasil kerja kerasmu" koreksi sang Dekan

"Iya aku tahu tapi—"

TOK TOK

"Masuk" ucap sang Dekan memberi ijin

Wajah pucat khas orang barat mengintip dari balik pintu, Sungmin terkesiap sejenak, "Professor Kelleun?" ucapnya yang membuat pria tegap tersebut menoleh ramah pada Sungmin, "Hai, bagaimana praktekmu bersama Kyuhyun? Tidak terlalu menyusahkan bukan?" katanya berbasa basi selagi mengambil tempat duduk satu lagi di samping Sungmin

Sungmin menggeleng ringan, "Dia malah mengajariku banyak hal" jawab Sungmin sambil tersenyum berseri seri, "Terima kasih Professor karena kau sudah membantuku masalah nilai—"

"Tidak—tidak, itu bukan hasil pemberianku, kau seharusnya berterimakasih pada Kyuhyun. Dialah orang yang menilai hasil praktekmu dan tanpa banyak protes aku langsung memberi persetujuan" Ia menoleh penuh arti pada sang Dekan, "Anda tahu dia sangat kredible menilai orang lain" pujinya

"Aku tahu" kata Dekan itu mengerti, "Nah Sungmin kalau kau sudah tidak ada lagi pertanyaan, bolehkah~" Sang dekan mengusir halus sambil mengibaskan tangan ke arah pintu

"Baiklah, saya permisi dahulu"

"Iya" jawab sang Dekan dan Professor Kelleun bersamaan, "Jangan lupa terus belajar" nasihat sang Dekan saat Sungmin membuka pintu

"Baik!" sahutnya bersemangat. Sungmin keluar dengan perasaan berbunga bunga—akhirnya tidak sia sia juga semua pengorbanan yang telah Kyuhyun lakukan, mengajarinya yang bodoh meski di sertai bentakan tapi bagaimanapun, Sungmin merasa berhutang budi

"Oh ya Kyuhyun!" Tanpa banyak berpikir, Sungmin mempercepat langkahnya menuju ruang kelas kedokteran di sebelah kanan dan untungnya kelas tempat Kyuhyun berada baru saja selesai sehingga ketika Sungmin masuk, hanya tinggal Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae di dalam sana

"Eh Sungmin tumben kau kemari?" sapa Donghae ramah

Bukannya menjawab, Sungmin malah berjalan melewati Donghae lalu berdiri tepat di depan Kyuhyun yang masih berbicara dengan Eunhyuk

"Kenapa?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya

Senyum Sungmin menguar lebar, secara spontan ia memeluk tubuh Kyuhyun kuat kuat dengan kedua tangannya

"Mwo!" Eunhyuk menjerit tertahan sementara Donghae menganga lebar dengan tindakan berani Sungmin

"Kau kenapa lagi?" tanya Kyuhyun sambil memutar kedua bola matanya

"Terima kasih" bisik Sungmin makin mengeratkan pelukannya, "Aku benar benar berterima kasih, kata Dekan, kau memberikanku nilai cukup tinggi sehingga aku bisa melanjutkan ke semester 5 tanpa sanksi DO, sungguh Kyuhyun, aku berterima kasih!"

"Iya iya! Tapi kau bisa meremukkan tubuhku Sungmin!" bentak Kyuhyun berontak yang mengakibatkan Sungmin melepas kurungan tangannya dengan perasaan bersalah, "Apa sakit sekali? Maaf, aku tidak sengaja" sekarang gantian ia meneliti tubuh Kyuhyun yang segera di tepis oleh pria berkacamata itu, "Sudahlah kembali ke kelasmu, aku, Eunhyuk dan Donghae ada kelas selanjutnya"

Senyum Sungmin sedikit memudar, ia memainkan kedua tangannya—agak merasa malu, "Maaf sudah mengganggumu, Baiklah se—sebaiknya aku juga pergi" Dengan kepala tertunduk, Sungmin bergegas keluar ruangan.

Namun belum sampai di depan pintu, seruan Kyuhyun membuat langkahnya berhenti

"Woi bodoh!"

Sungmin menoleh agak kesal, "Bisa tidak sekali saja kau tidak mengataiku—"

"Chukae" ucap Kyuhyun sambil lalu

"Eh?" Sungmin melongo tidak mempercayai telinganya, tidak heran—jangankan Sungmin, lihatlah bagaimana pucatnya wajah Eunhyuk mendengar ucapan Kyuhyun tadi

"Kenapa kau bengong Eunhyuk, ayo kita sudah terlambat masuk kelas selanjutnya" tegur Kyuhyun yang sudah menenteng tasnya lalu berjalan keluar kelas

Donghae tersenyum kecut sebelum menepuk lembut pundak Eunhyuk, "Ayolah..." ajaknya sekali lagi yang berhasil menyadarkan pikiran yeoja ini, ia hanya mengangguk kaku sebelum menyeret tasnya dan berjalan mengikuti mereka

Sungmin masih berdiri canggung—salah tingkah saat Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk berjalan melewatinya. Pandangan matanya masih terus mengikuti ketiga anak kedokteran itu hingga menghilang berbelok ke kanan

"Kyuhyun memberiku ucapan selamat, hehehe" Sungmin mengulum senyum bahagia terlihat dari deretan gigi besarnya yang terlihat sangat jelas. Ia bersenandung riang dengan langkah kaki berjinjit kesana kemari hingga menjadi tontonan para mahasiswa lain

.

.

.

.


.

"Kyuhyun..."

"Hmm?"

Hening

Mendengar tidak ada balasan dari orang yang memanggilnya, Kyuhyun menoleh—ia agak tersentak melihat raut wajah Eunhyuk yang berubah drastis

Wajah yeoja itu tampak seperti orang yang... menderita penyakit serius, pikir Kyuhyun

"Ada apa Eunhyuk?" ulang Kyuhyun sekali lagi—agak jengkel, ia yang sedang meretas jalinan DNA menjadi terganggu dengan panggilan Eunhyuk, tapi sekalinya ia menoleh, temannya itu hanya terdiam

"Tidak" kata Eunhyuk nyaris tercekat, "Tidak ada apa apa..." Eunhyuk kembali pura pura berkonsentrasi dengan mikrosop di depannya saat Donghae malah ikut menoleh, sambil mengerjap beberapa kali, Donghae membisikkan sebuah kata yang sempat tertangkap ke telinga Eunhyuk

"Menyerahlah"

Konsentrasi Eunhyuk buyar seketika, "Apa maksudmu?" tanyanya bernada tajam

Senyum pedih Donghae kembali terlihat, "Kubilang menyerahlah... sebelum kau melihat sejauh apa Kyuhyun... aishhh..." Tidak, bahkan untuk mengatakan kebenaran pada Eunhyuk saja, Donghae tidak tega

"Tidak" Eunhyuk mencoba menguatkan diri lewat perkataannya, "Aku tidak akan menyerah sebelum aku bisa menyatakan perasaanku!" katanya keras kepala

Kali ini Donghae benar benar menoleh—wajahnya yang tampak simpati membuat Eunhyuk tidak nyaman, ia mencoba meneruskan prakteknya kali ini, meskipun...di dalam lubuk hati paling dalam Eunhyuk juga meragukan keputusannya

.

.

.

.

2 jam kemudian

"Fuih praktek tadi lumayan susah ya" komentar Donghae berusaha memecahkan keheningan di antara mereka bertiga sehabis keluar dari ruang praktek

"Tidak terlalu" sanggah Kyuhyun berjalan lurus sambil membenarkan letak kacamatanya, "Kalau kau membaca ulang bab mengenai sel dan kromosom sebenarnya praktek tadi sangatlah mudah"

"Aishh apa sih yang menurutmu tidak mudah" Donghae meninju pelan bahu Kyuhyun sementara Eunhyuk mengekori mereka dari arah belakang tanpa sepatah kata pun terucap dari mulutnya

"Kalau menurutmu Eunhyuk? Praktek tadi bagaimana?" ulang Donghae mencoba mengajak yeoja itu bicara

Eunhyuk tersentak dari lamunannya, "Ah? Ya? Apa katamu barusan Donghae?" Ia mengerjap beberapa kali, mencoba untuk fokus

Kyuhyun memutar bola matanya, "Tumben kau bisa bengong, ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"

Eunhyuk menggeleng lemah, "Aku hanya..." mana bisa ia mengatakan jika sejak pagi, Eunhyuk sebenarnya terganggu dengan kehadiran Sungmin di kelas mereka dan sikap Kyuhyun yang tiba tiba melunak, oh ayolah, siapapun bisa melihat kalau semenjak mereka pulang berdua, Kyuhyun agak... bagaimana mengatakannya...

'Tidak Eunhyuk! Itu hanya perasaanmu! Bukankah Kyuhyun pernah mengatakan ia membenci sekali seorang Lee Sungmin dan tidak mungkin pria dingin seperti Kyuhyun bisa dengan cepat mengubah kebenciannya'

"Ya mungkin mataku bisa mengelabui" gumam Eunhyuk merasa lebih tenang

Kyuhyun mengerutkan kening—agak heran mendengar temannya berbicara sendiri

"Hei?" Donghae mengibaskan kedua tangannya di antara Kyuhyun dan Eunhyuk, "Bagaimana jika kita melanjutkan bicaranya di kantin saja? Ini sudah jam makan siang" tawarnya

"Boleh" jawab Kyuhyun kembali berjalan di samping Donghae sementara Eunhyuk—yang mulai kembali ceria, memberanikan diri menyusul langkah Kyuhyun lalu mereka bertiga bersama sama melangkah ke arah kantin

"Kyaaaa! Foto apa ini!"

"Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin!"

"Kudengar memang ada gosip tentang mereka berdua, tapi aku tidak menyangka, kalau ini memang terjadi!"

Seruan semua orang di dalam kantin disertai dengan belasan foto di tangan para mahasiswa yang entah darimana mendapatkannya, membuat langkah Kyuhyun yang baru sampai diikuti Donghae dan Eunhyuk, spontan berhenti

ZINGG

Kehebohan tadi refleks berubah hening. Mata semua orang tertuju pada Kyuhyun sebelum mereka memekik lebih kencang

"Kyaaa dia datang! Tidak kusangka, dia masih berani kemari!"

"Tapi dimana Sungmin-shi? Aigooo~ apa mereka bertengkar!"

"Kekeke, itu tuh jenius dari kedokteran, ternyata berpacaran dengan anak perawat!"

Kyuhyun yang mendengar sangat jelas bisikan bisikan mereka, segera berjalan mendekat—matanya yang biasa terlihat tajam sekarang tampak lebih menyeramkan, bahkan sekelompok yeoja yang berbisik tadi langsung terunduk begitu Kyuhyun mendekati mereka

"Apa. Yang. Kalian. Bicarakan" tuntutnya sengaja memotong kata per kata yang membuat desisan suara Kyuhyun semakin menakutkan

"T—tidak Kyuhyun-shi! Bukan kami yang menyebar fotomu! Ada Adjumma cantik di depan gerbang sana yang membagikan foto ini kepada kami! Jadi jangan salahkan kami!" ucap salah seorang dari mereka memberanikan diri meski langsung menciut lagi begitu Kyuhyun mendelik ke arahnya

"Foto?!" Bibir Kyuhyun mengatup rapat—nyaris pucat begitu marahnya, refleks ia memijat keningnya ketika dirasa sebelah tangan Donghae menepuk pundaknya, "Ini foto yang mereka bicarakan" sahabatnya itu menyerahkan selembar foto—entah darimana ke tangan Kyuhyun

Pandangan Kyuhyun menggelap, foto itu—adalah foto dimana ia dan Sungmin tidur berhadap hadapan saat dinas berdua di pulau Myungjeong

"U—Umma! Awas kau?!" Dengan amarah meluap, Kyuhyun berjalan keluar ruangan, ia bahkan sempat membanting pintu keras keras yang membuat tidak ada seorang mahasiswa pun yang berani menggosipi foto itu bahkan setelah kepergian Kyuhyun

.

.

.

.

"Silahkan~ mari silahkan, foto terspektakuler abad ini! Ini foto anakku dan Lee Sungmin, kau tahu Lee Sungmin—anak perawat yang manis itu!" ujar Cho Heechul panjang lebar pada dua mahasiswi yang hendak masuk ke dalam gerbang

Kedua mahasiswi itu terperanjat sejenak sebelum saling menggosip melihat foto pemberian Heechul

"Mereka serasi bukan?" pancing Heechul dengan bangga

Belum sempat kedua mahasiswi itu menjawab, sudah terdengar teriakan Kyuhyun dari arah hall kampus

"Umma!"

Teriakan itu berhasil membuat perhatian Heechul teralih diikuti dengan kaburnya kedua mahasiswi itu karena bisa dilihat, betapa marahnya Kyuhyun kali ini akibat sikap berlebihan ibu kandungnya sendiri

"Hai Kyuhyun!" tanpa merasa berdosa, Heechul malah melambaikan tangan namun raut wajahnya berubah kecewa melihat Kyuhyun datang sendirian, "Sungmin mana? Kalian tidak bersama sama? Kemana dia!" balik, Heechul bertanya judes tanpa bisa membaca aura murka Kyuhyun

"Apa yang umma lakukan di kampusku! Membagikan foto foto ini?! Apa sih mau Umma!" semprot Kyuhyun nyaris hilang kesabaran, padahal tidak pernah ia berani berteriak di depan Heechul, tapi tindakan Ibunya kali ini sudah keterlaluan, "Semua orang menertawakanku Umma, itu yang Umma mau? Membuat anaknya sendiri malu?!"

"Tidak mungkinlah!" sanggah Heechul memasang wajah cemberut seakan tidak suka dengan reaksi Kyuhyun yang diluar bayangannya, "Umma berbuat begini supaya tidak ada orang yang mendekatimu atau Sungmin lagi, dan kalian berdua bisa cepat jadian tanpa penghalang apapun, cemerlang kan ide Umma, hehehehe"

"Umma!" Kyuhyun menggeram pelan, "Ide Umma sangat buruk!"

"Kata siapa!" ucap Heechul defensif, tanpa sengaja ia mengerling pada Eunhyuk dan Donghae yang menyusul Kyuhyun ke depan gerbang, "Paling tidak ada seseorang yang harus tahu posisinya disini" sindirnya terang terangan tertuju pada Eunhyuk

Kyuhyun yang bisa membaca semua niat Ibunya, hanya memutar bola mata—jengah, "Aku tidak ada hubungan dengan siapapun, sudah Umma, lebih baik sekarang Umma pulang sebelum aku memanggil satpam untuk—"

"Tega sekali kau Kyuhyun mau mengusir Umma!" sela Heechul merasa agak sakit hati, "Kau benar benar! Aishhh baiklah Umma kali ini mengalah, Umma akan pulang... toh tujuan Umma sudah tercapai" Ia menyeringai kejam pada Eunhyuk yang tertunduk mendapat sikap bermusuhan terang terangan oleh Ibu kandung Kyuhyun

"Umma!"

"Baik, baik kau berisik sekali!" Heechul membereskan satu tas penuh foto Kyumin yang sudah ia perbanyak hingga 100 copy sebelum berbalik—hendak pulang

"Oh ya agashi" Ia menoleh—masih menatap tajam pada Eunhyuk, "Kalau kau belum sadar posisimu, mau aku beri foto Kyuhyun dan calon menantuku gratis untukmu?" tawarnya tanpa sengaja kembali menabuh genderang perang

"Tidak" Eunhyuk cepat membalasnya sebelum Kyuhyun bisa memprotes tindakan Ibunya lagi, "Tidak perlu Adjumma" jawab Eunhyuk sedikit merasa hentakan rasa sakit di dalam dadanya

"Bagus" Heechul tersenyum penuh kemenangan sebelum melambaikan tangan dan berjalan sambil bersenandung riang

"Dasar..." gumam Kyuhyun lelah

"Ibumu benar benar tidak terkalahkan" komentar Donghae saat mendekati Kyuhyun

"Memang" jawabnya sambil menggelengkan kepala, bersama Donghae, Kyuhyun berjalan lagi ke dalam gedung kampus namun saat mencapai tempat Eunhyuk berdiri, Eunhyuk berkata, "Berarti kau dijodohkan dengan Sungmin pun sebenarnya bukan kemauanmu kan?"

Langkah Kyuhyun terhenti sedangkan Donghae memejamkan mata—nyaris mengumpat saat Eunhyuk malah membuka topik itu lagi

"Benar, itu memang bukan kemauanku" jawab Kyuhyun datar

"Jadi..." Eunhyuk berbalik tepat di depan Kyuhyun lalu menatap lekat lekat mata hitam pria itu, "Sungmin juga termasuk 'bukan kemauanmu'?"

"Eunhyuk!" Dengan cepat Donghae meraih lengan Eunhyuk menjauhi Kyuhyun, "Kau keterlaluan!" bisiknya separuh mengancam

"Keterlaluan bagaimana? Memang benar bukan jika—"

"Jika apa? Sudahlah berhenti..." Donghae menurunkan nada suaranya yang tinggi, sekarang ia malah terdengar seolah membujuk Eunhyuk

Eunhyuk mengatupkan bibirnya kuat, "Berhenti untuk apa?" tantangnya

"Berhenti untuk memberi harapan pada dirimu sendiri..." jawab Donghae yang mati matian mau di sanggah oleh Eunhyuk, tapi tidak ada satupun perkataan keluar dari bibirnya, "Kau mungkin pura pura buta atau apalah... tapi kau sebenarnya tahu jika semua percuma, berhentilah... kumohon..."

Tubuh Eunhyuk nyaris terkulai saat itu juga. Ia merasa tidak berdaya menghadapi perasaannya terhadap Kyuhyun

Meski otaknya berontak memikirkan ucapan Donghae, meski bibirnya masih terus menyangkal, tapi hatinya tidak bisa berkata bohong...

Ia sebenarnya sudah lama menyadari hal ini, tapi Eunhyuk terus menyangkal dan menyangkal... merasa mungkin, ada secercah harapannya jika...

Kyuhyun memang bisa mencintainya juga

.

.

.

.

"Lebih baik kita ke latihan... sebentar lagi mau jam 5 bukan?" ajak Donghae lagi lagi menjadi pelebur suasana kaku antara Kyuhyun dan Eunhyuk, lebih tepatnya pada Eunhyuk karena biasanya Kyuhyun memang tidak terlalu banyak bicara

Kyuhyun dan Eunhyuk mengangguk, dalam diam mereka bertiga berjalan menuju lapangan di belakang gedung kampus

Sesampainya disana, Donghae langsung berkacak pinggang melihat anak tenis malah tertawa tawa sambil berkumpul di pinggir lapangan seperti sedang menggosipkan sesuatu

"Ya ya! Kalian! Kenapa bukannya latihan tapi malah duduk duduk seperti itu!" bentak Donghae menunjukkan kepemimpinannya

Semua anggota tennis langsung berdiri dan dengan gugup mulai pemanasan sambil menundukkan wajah

Donghae yang masih berpakaian santai, menghitung satu persatu anak tenis yang baru masuk, "Eh kemana si Sungmin? Apa dia bolos lagi?" tanyanya yang membuat para anggota tenis malah saling tersenyum penuh arti

"Hei! Kalian kenapa lagi! Kalian tahu kemana Sungmin?!" ulang Donghae kali ini bernada memerintah

"Dia... hmmppphhh" Salah seorang pemuda yang seangkatan dengan Sungmin sampai tidak kuat menahan tawa sebelum bercerita lebih lanjut, "Dia sibuk ketua! Sibuk mengumpulkan foto rahasianya dengan Kyuhyun-shi sampai sampai ia merampas paksa ke hampir mahasiswa yang ditemuinya"

Semua anggota tenis tertawa terbahak bahak mendengar ucapan temannya seolah olah itu adalah lelucon yang sangat lucu

Tapi tidak dengan Donghae, Kyuhyun dan Eunhyuk yang berdiri mematung di depan lapangan

"Sungmin... dia benar benar..." Donghae menggeleng kasihan sebelum menampakkan wajah marahnya sekali lagi, "Kalian berani beraninya menertawakan teman kalian sendiri! Push up kalian! 25 kali! Cepat!"

"Yahhhhh ketuaaaa!" keluh seluruh anggota

"Tidak ada protes, cepat lakukan!" Setelah memastikan seluruh anggota tenis mengikuti perintahnya, Donghae berjalan ke belakang hendak menghampiri Kyuhyun, "Jadi bagaimana menurut—Mwo?! Kemana dia?"

Tempat Kyuhyun berdiri di samping Eunhyuk sudah kosong, Eunhyuk pun menggeleng bingung—karena tidak menyadari kepergian Kyuhyun secara mendadak

.

.

.

.

"Berikan!" tuntut Sungmin sambil mengulurkan tangannya ke hadapan segerombolan yeoja—anak ekonomi

"Kalau kami tidak mau?" balas salah seorang dari mereka dengan angkuh sementara teman temannya yang lain cekikikan ngga jelas

Wajah Sungmin tambah merengut, dengan sangat terpaksa ia menurunkan nada suaranya menjadi memohon, "Ayolah... aku tidak mau foto itu sampai ketahuan Kyuhyun, pleasee?" bujuknya sedemikian rupa

Gerombolan itu terdiam—meski mereka jahil bukan berarti mereka setega itu terhadap Sungmin, apalagi mereka bisa lihat gerak gerik Sungmin yang meminta foto itu kembali pada setiap orang di sepanjang koridor

"Baiklah baiklah, ini!" sang yeoja itu menyerahkan foto yang diberikan Heechul di gerbang ke tangan Sungmin

"Terima kasih, kalian baik sekali" balas Sungmin sambil tersenyum berseri seri

"Kau aneh! Kenapa kau takut pada anak kedokteran itu, bukan salahmu kan foto kalian sampai tersebar" komentar seorang lain yang jadi iba karena Sungmin sibuk mengumpulkan semua foto di dalam kampus

Sungmin yang memasukkan foto ke dalam tas, jadi termenung, cepat cepat ia menaruh foto itu dengan puluhan foto lainnya yang memenuhi tasnya, "Dia akan tetap marah meski bukan aku pelakunya" gumam Sungmin sangat pelan

Tiba tiba ia teringat ketika dahulu, foto dirinya tidak sengaja berciuman dengan Kyuhyun di sebar satu sekolah. Kyuhyun sangat marah pada Sungmin, padahal jelas jelas dia tidak tahu menahu tentang foto tersebut

"Jadi lebih baik aku mengumpulkannya sebelum Kyuhyun tahu" tambah Sungmin sambil menghela napas berat, ia berpaling pada gerombolan yeoja di depannya, "Sekali lagi terima kasih, aku pergi dulu"

Sungmin pergi terburu buru seraya kedua mata rubahnya mengamati setiap mahasiswa yang lewat—waspada jika mereka juga mendapatkan foto itu entah dari siapa

Ya, sampai detik ini, Sungmin tidak mengetahui jika Adjumma kesayangannyalah yang membuat semua kekacauan. Sungmin tetap sibuk berjalan ke depan sambil terus melirik samping kiri dan kanan, mencoba mendekati gerombolan orang orang yang sedang berkumpul, siapa tahu mereka sedang memegangi foto itu juga

"Sampai kapan kau mau mengendap endap Lee Sungmin?"

DEG

Suara itu kan?

Sungmin yang hendak pergi ke area belakang kampus, menoleh ke arah kanan—spontan ia tambah panik setengah mati

"Ha—hai Kyuhyun, ka... kau sedang apa kemari?" tanya Sungmin gugup, tangannya spontan bergerak mencengkram tas yang ia sampirkan ke samping

Gerakan itu mencuri perhatian Kyuhyun, pria berkacamata itu mendengus sejenak sebelum menggeleng tidak percaya, "Sudahlah! Berhenti! Mau sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengumpulkan semua foto yang sudah tersebar, jangan berbuat lebih bodoh dari ini"

"Ka...kau tahu..." Cengkraman tangan Sungmin pada tasnya mengendur, perlahan kepalanya tertunduk—ketakutan, "Aku sudah mengumpulkan cukup banyak... aku rasa hanya sedikit yang tersisa, jadi kalau aku pergi ke gedung administrasi sebelah siapa tahu..." Sungmin mengangkat bahunya sebentar lalu melangkah lagi hendak meneruskan niatnya kalau tangan Kyuhyun tidak menahan lengan Sungmin

"Berhenti kubilang"

"Tapi—"

"Kuliahmu sudah selesai?" tanya Kyuhyun tiba tiba mengalihkan topik pembicaraan

Masih takut takut—Sungmin menganggukkan kepala

"Bagus, kalau begitu kita bisa pulang" putus Kyuhyun tanpa menunggu persetujuan Sungmin yang kebingungan karena tangannya di seret Kyuhyun malah menuju gerbang keluar

"Tapi Kyuhyun aku belum selesai mengumpulkan..."

Kyuhyun berhenti sebentar, ia menoleh ke belakang—memberi tatapan yang langsung membukam semua perkataan Sungmin seketika

"Sekarang diamlah dan kita pulang" ulang Kyuhyun kembali menarik Sungmin ke arah jalan besar

Sepanjang perjalanan, Sungmin tidak berani mengeluarkan sepatah katapun, ia masih takut terhadap Kyuhyun

Mereka naik kereta jam 6 sore yang mulai sepi dari kepadatan karyawan. Sungmin dan Kyuhyun bahkan mendapatkan duduk di peron paling belakang kereta

"Aku..." Sungmin memberanikan buka mulut, lewat ekor matanya ia melirik reaksi Kyuhyun, aman. Kyuhyun tidak melemparkan tatapan dinginnya seperti tadi

"Kau tahu tentang foto yang tidak sengaja tersebar—"

"Tahu" potong Kyuhyun cepat

Spontan Sungmin langsung melihat Kyuhyun secara seksama, tapi nihil, tidak ada raut marah yang biasa ada di wajah Kyuhyun

"Aku... hanya takut kau marah seperti waktu kita SMA, kau ingat? Ketika foto insiden ciuman kita tertempel di majalah dinding... kau bilang kenapa aku tidak segera menyobek gambar itu dan sekarang... aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama..." ungkap Sungmin pelan pelan, ia bercerita seolah pada tangannya karena kepalanya terus menerus tertunduk, ia sangat gugup sekaligus cemas menunggu reaksi Kyuhyun

"Kyuhyun?" bisik Sungmin menolehkan kepala pada pria di sampingnya—mencoba melihat bagaimana raut wajah Kyuhyun? Tapi tampaknya percuma, karena mata Sungmin malah kebingungan pada tatapan Kyuhyun yang tertuju padanya, tidak ada kemarahan atau rasa benci... hanya tatapan itu kelihatan sedikit... aneh?, tebak Sungmin

"Sudahlah, aku tidak memperdulikannya lagi, semua ini salah Ibuku jadi kau tidak bertanggung jawab apapun" kata Kyuhyun seraya menempelkan kepalanya ke badan kursi kereta lalu perlahan lahan menutup kedua matanya

"Kyuhyun... maafkan aku..." ucap Sungmin merasa bersalah

"Tidak apa apa, bodoh. Jangan meminta maaf lagi"

"Baiklah" Sungmin mengangguk paham, dengan sebelah tangan ia membuka bagian dalam tasnya, di sana—sambil mencuri pandang ke arah Kyuhyun yang sepertinya sudah tertidur, Sungmin diam diam mengambil salah satu foto lalu menatapnya lembut

Meskipun hanya sebuah foto tapi paling tidak, gambaran di dalamnya adalah kenangan berharga bagi Sungmin. Ia mengusap perlahan bagian foto wajah Kyuhyun lalu tertawa kecil sebelum kembali memasukkannya ke dalam tas

'Aku akan menyimpannya satu untukku' pikir Sungmin seorang diri, ia duduk nyaman bersandar pada kursi kereta ketika mendadak ada hal penting yang di ingat Sungmin

"Ya ampun Kyuhyun! Kita bolos latihan tennis!"

.

.

.


.

"Adjumma~"

"Apa Sungminnie sayang?"

Sungmin yang malam itu membantu Heechul mencuci piring di wastafel dapur segera melemparkan pandangan memelasnya, "Jangan menyebarkan foto itu lagi... aku takut Kyuhyun tambah membenciku..." pintanya

Heechul yang selesai mencuci alat makan, menggelengkan kepala melihat ketakutan Sungmin, "Dia tidak akan berani! Coba saja kalau bisa! Lagipula tujuan Adjumma bukan untuk membuatmu bertengkar dengan Kyuhyun atau semacamnya, melainkan... ta da~~~" Sekejap mata, Heechul menempelkan foto seorang yeoja yang Sungmin kenal baik sedang bermain tennis

"Eunhyuk?" Sungmin melemparkan pandangan bertanya pada Heechul yang mengangguk puas, "Betul! Lee Eunhyuk! Salah satu yeoja yang akhir akhir ini berani mendekati anakku! Tsk! Dia kira dia siapa?!" Heechul memelototi foto Eunhyuk dengan tatapan perang sementara Sungmin hanya bisa tersenyum miris

"Tapi dia serasi dengan Kyuhyun, adjumma" entah kenapa Sungmin malah membela Eunhyuk

Kepala Heechul memutar ke samping dengan gaya mendramatisir, "Tidak ada yang pantas dengan Kyu, selain dirimu! Ingat Sungmin" Ibu dari kedua anak Cho itu melembutkan nada suaranya sambil sebelah tangannya meremas lembut bahu Sungmin—menyemangati, "Percayalah pada kemampuanmu sendiri, Kyuhyun pasti bisa jatuh cinta padamu" ucapnya bijaksana

Tidak ada jawaban dari bibir Sungmin, dia berani berkata apa? Berkata kalau dia sudah mencoba yang ia bisa demi mendapatkan sedikit perhatian Kyuhyun, dan apakah ada yang berhasil? Jawabannya pasti tidak

"Lagipula kalau yeoja seperti Eunhyuk saja ditolak, bagaimana yang bodoh seperti diriku" gumam Sungmin semakin merendah

.

.

.

.

Sore harinya selesai menyelesaikan seluruh jadwal kuliah hari ini, Sungmin buru buru menuju lapangan tennis guna menebus dosanya kemarin yang tidak sengaja membolos

"Lee Sungmin" panggilan sayang dari Donghae sudah membuat ia menggerutu pelan, dengan agak malas ia menghampiri ketua klub tennis itu, "Aku tahu Ketua, kemarin memang salahku membolos, tapi apa tidak bisa kau menungguku selesai berganti baju?" Sungmin meringis pelan

Donghae memutar kedua bola matanya, "Aku tidak akan menghukumku lagipula Kyuhyun—" dengan sebelah tangan, Donghae memberi isyarat pada pria yang melakukan pemanasan di tengah lapangan, "Dia sudah menjelaskan semuanya, aku hanya mau memberimu undangan ini"

Selebaran kertas putih dengan hiasan labu labu kuning memenuhi undangan tersebut

"Halloween?" tanya Sungmin—suaranya berubah senang

"Iya, setiap tahun klub tennis selalu mengadakan pesta halloween disamping pesta natal, bagaimana kau bisa datang tidak?" ajak Donghae menunggu keputusan Sungmin yang sibuk membaca semua keterangan di dalam undangan itu termasuk, biaya masuk ke dalam cafe, pesta kostum dan tanggal acara berlangsung

"Yes! Ada pesta kostum!" Sungmin memekik nyaring sambil melompat kesenangan seperti anak kecil, "Aku sangat suka memakai kostum halloween" beritahunya

Donghae yang tidak menyangka reaksi Sungmin sangat heboh, agak berdeham sejenak untuk meminta perhatian adik kelasnya itu, "Pokoknya jangan sampai terlambat dan ingat memakai kostum sesuai tema—"

"Aku tahu ketua" Sungmin menyelanya sambil mengibaskan tangan ke depan, "Aku punya satu kostum andalan setiap aku ikut halloween dulu, jadi tenang saja hehehehe"

"Terserah" Donghae mengangkat bahu sebelum masuk kembali ke dalam lapangan untuk ikut pemanasan

Sungmin yang di tinggal, makin tertarik membaca ulang undangan di tangannya sambil bayangan senyum Jungmoo tiba tiba terngiang di otak Sungmin, "Appa pasti senang mendengar acara ini!"

.

.

.


.

Sepanjang minggu, pikiran Sungmin penuh dengan pesta halloween di klub tennis. Untung saja mata kuliahnya memang agak senggang sewaktu Sungmin sibuk membuat pola untuk kostum pesta nanti.

Heechul yang jadi gemas sendiri karena Sungmin mati matian tidak mau memberitahu akan memakai kostum seperti apa, bahkan dia juga tidak boleh membantu memberi saran mengenai kostum Sungmin

"Tenanglah Adjumma, kostumku akan menjadi kostum terbaik di pesta!" ucap Sungmin begitu percaya diri

"Adjumma tahu, tapi Adjumma benar benar tidak boleh tahu?" bujuk Heechul untuk kesekian kali sampai sampai ia beraegyo di depan Sungmin yang hanya tertawa memelas, "Tidak bisa Adjumma, aku kan mau mengejutkan kalian semua hehehehe"

"Ya~~~" Hancur sudah harapan Heechul yang setengah mati berniat mendandani Sungmin, ia ingin kostum keponakan kesayangannya ini supaya serasi dengan kostum Kyuhyun yang sudah di rancang seperti pakaian formal biasa (Karena itu permintaan 'KERAS' dari Kyuhyun yang antipati dengan keinginan heboh Ibunya)

"Memangnya, kalau Kyuhyun—dia mau menjadi apa Adjumma?" tanya Sungmin mencoba mengalihkan perhatian, selagi ia duduk di meja makan, menunggu bibinya selesai memotong sayuran

Heechul makin cemberut mengingat wajah dingin Kyuhyun, "Awalnya Umma mau membuatkan kostum drakula, lengkap dengan jubah megah di belakang punggungnya, tapi Kyuhyun menolak mati matian, dan akhirnya Adjumma hanya memesan satu pakaian hitam lengkap untuk Kyuhyun" jelasnya makin cepat memotong sayuran hingga beberapa potongan sempat terbang kemana mana

"Lalu akan jadi apa dia jika hanya memakai pakaian formal biasa?" ucap Sungmin tertarik sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Heechul

.

.

.

.

"Bukan urusanmu"

"Eh?" Eunhyuk yang sore itu berjalan berduaan dengan Kyuhyun keluar kampus, agak tersentak mendengar nada ketus Kyuhyun, "Aku kan hanya menanyakan apa kostummu untuk pesta nanti, bukan menanyakan hal pribadi lain" balas Eunhyuk tidak kalah dinginnya

Kyuhyun menghela napas, sejenak jemarinya bergerak membenarkan letak kacamatanya sebelum berbalik menghadap Eunhyuk, "Kenapa hal itu menjadi begitu penting untukmu?" Ia membalikkan kalimat teman sekelasnya itu lalu berpaling lagi untuk berjalan ke depan

"Penting!" teriak Eunhyuk saat Kyuhyun meninggalkannya di belakang, "Karena aku..." Tanpa pikir panjang Eunhyuk berlari kecil menyusul langkah pria itu, "Aku ingin bicara denganmu di pesta itu, hanya kita berdua" ia memberi penekanan

"Berdua?" ulang Kyuhyun dengan alisnya naik sebelah

"Berdua" kata Eunhyuk kali ini menghindari tatapan bertanya Kyuhyun, "Sudahlah lebih baik kau pulang, aku... aku mau ke dalam lagi, ada yang tertinggal" Eunhyuk balik meninggalkan Kyuhyun lalu berlari secepatnya diikuti deruan napasnya yang semakin cepat

Setelah memastikan ia sudah agak jauh, Eunhyuk menarik napas dalam dalam, matanya terpejam sambil mencoba menguatkan diri untuk melakukan tindakan terakhir

"Ya... aku harus mengatakan perasaanku pada Kyuhyun" desis Eunhyuk penuh harap

.

.

.


.

"Owh jadi gara gara pesta bodoh itu, Onichan sampai menyuruhku beli gigi taring tiruan" keluh Yuuki yang duduk di kasur Kyuhyun sambil menunggui kakak sulungnya selesai berganti baju

Kyuhyun menyunggingkan senyum separuhnya, "Kalau tidak begini, Onichan tidak boleh masuk pesta halloween, ahhh~ benar benar menyusahkan" Dengan susah payah, Kyuhyun akhirnya berhasil mengikat dasi hitam secara sempurna

"Onichan sangat tampan!" puji Yuuki selagi Kyuhyun membenarkan letak rambutnya dari depan kaca, "Kau juga tampan" balik Kyuhyun sambil mengacak rambut Yuuki

"Hehehe, kita memang adik kakak yang tampan" Yuuki mengelus dagunya sementara Kyuhyun bersiap ingin keluar kamar, "Apa Onichan mau berangkat sama Sungmin atau tidak?"

"Kau tahu Umma bukan?" Kyuhyun menghela napas berat, "Dia pasti maunya kami—"

"KYAAAAA Sungmin! Apa itu yang kau pakai!" keluhan Kyuhyun terpotong oleh lengkingan suara sopran Heechul dari ruang TV. Kedua kakak beradik itu saling bertukar pandangan sebelum bergegas turun ke bawah untuk melihat alasan kenapa Ibu mereka bisa teriak sehebat itu

"Oh my..." bibir Yuuki menganga lebar—kehilangan kata kata ketika melihat di depannya, Sungmin memakai satu kostum labu super besar yang menutupi tubuhnya di lengkapi dengan topi daun labu di atas kepala yeoja itu

"Hehehe, bagaimana bagus bukan kostumku? Ini hasil buatanku sendiri loh" Sungmin yang salah mengartikan kehampaan Yuuki mengira jika anak kecil terpukau karena terpesona, tidak ia lihat jika Heechul nyaris menggeram gemas atau wajah Kyuhyun yang berpaling ke samping untuk menahan suara tawanya

"Sungmin..." bisik Heechul putus asa, rasanya ia mau menjambak rambutnya sendiri karena tidak berani atau lebih tepatnya tidak tega mengatakan pada Sungmin jika kostumnya itu agak... agak memalukan

"Kenapa Adjumma? Bagus bukan? Appa bilang aku selalu imut jika memakai kostum ini! Lihatlah, aku sekarang sudah bisa membuatnya sendiri tanpa bantuan Appa hehehe" Penuh kebanggaan Sungmin memutar tubuhnya, memamerkan setiap lekukan buah labu yang ia tempel satu demi satu

Kyuhyun tidak tahan lagi, ia rasa tulang rusuknya sudah patah dua karena terlalu lama menahan tawa, "Hahahahahaahaha, iya bagus! Bagus sekali! Aku belum pernah melihat mahasiswa manapun memakai kostum seperti itu Sungmin" puji Kyuhyun penuh dengan sarkasme yang hanya dimengerti oleh Heechul atau Yuuki

Dan Sungmin? Ia malah tersipu malu mendengar kalimat Kyuhyun barusan

"Kyuhyun! Kau tega sekali sih!" tegur Ibunya tidak suka, ia meringis sekali lagi sebelum menghadap Sungmin, "Mau tidak Adjumma pilihkan yang lain? Ada gaun yang cocok untukmu—"

"Tidak, tidak! Ini lebih bagus Umma" sela Kyuhyun buru buru, "Ayo Sungmin aku tidak mau kita terlambat ke pesta" Seolah peduli pada pesta halloween yang awalnya malas diikuti Kyuhyun, ia malah menarik tangan Sungmin supaya bergegas pergi keluar rumah

"Ya Kyuhyun! Jangan bilang kau sengaja! Awas kau!" ancaman Ibunya bagaikan angin lalu buat Kyuhyun yang terus menerus mengulum senyum mengejek

.

.

Di dalam kereta

"Kenapa semua orang melihat kearahku? Memangnya mereka belum pernah pergi ke pesta halloween apa" Sungmin bersungut sungut melihat semua penumpang kereta melirik ke arahnya.

Beberapa ada yang menunjuk sambil terkikik kecil, sebagian lagi ada yang seperti Kyuhyun—mati matian menutup bibirnya agar tidak mengeluarkan suara tawa sedikitpun

"Itu karena mereka tidak pernah lihat orang memakai kostum labu, Sungmin" komentar Kyuhyun pendek sebelum memalingkan wajah lagi lalu mendengus keras—untuk menyamarkan suara tawanya

"Kau dari tadi kenapa Kyuhyun, kau menertawaiku ya?" tuduh Sungmin mulai curiga

"Tidak, aku hanya—" Ia menegakkan tubuhnya, "Hawa malam ini sangat dingin sepertinya aku di serang batuk," Kyuhyun melonggarkan kerahnya sebelum bersikap datar seperti biasa, namun tampaknya percuma saat ia melirik ke sampingnya, si Sungmin berdiri dengan sebelah tangan memegang tiang kereta, berpakaian ala labu dan memasang wajah cemberut

Pemandangan itu tak anyal membuat Kyuhyun tersenyum tipis

.

.

.

.

"Selamat datang di pesta halloween klub tenn—" Donghae yang berpakaian seperti Iron Man, langsung membatu—tidak bisa melanjutkan ucapannya begitu melihat Sungmin datang memakai kostum labu super besar

"Sungmin apa yang?"

"Bagaimana ketua? Kostumku bagus bukan?" ujar Sungmin sambil masuk ke dalam cafe dengan percaya diri, "Daripada kostummu, aneh! Ini kan pesta halloween! Masa kostummu pahlawan sih! Lihat kostumku adalah kostum paling cocok untuk tema halloween!" cecar Sungmin sambil masuk ke cafe lebih dalam diikuti Donghae yang gantian melirik minta penjelasan pada Kyuhyun di belakang

"Bukan salahku, dia yang mau" tukas Kyuhyun mengelak

Saat sampai di tengah tengah lantai dansa dimana di penuhi oleh suara bising anak tennis yang telah datang duluan, tiba tiba keramaian itu terhenti melihat kedatangan Sungmin yang terlihat sangat jelas

"Sungmin..." bisik Eunhyuk yang datang mendekat sambil menutup bibirnya, menahan tawa

"Ada apa? Kostumku bagus kan?" kedua mata Sungmin yang berbinar binar menatap Eunhyuk yang menghampirinya memakai kostum ala putri kerajaan

Sedetik kemudian bunyi tawa memenuhi seisi cafe, mereka menertawakan Sungmin yang sejenak terhenyak—tidak menyangka reaksi semua orang sangat bertolakbelakangan dengan keinginannya

"Ka...kalian kenapa tertawa... ini kan pesta halloween... jadi pantas saja memakai kostum labu..." Kepala Sungmin tertunduk, wajah cerianya spontan berubah sedih

Donghae yang bisa merasakan suasana berubah tidak enak, langsung melemparkan tatapan tajamnya pada setiap anggota dan untungnya mereka cukup tanggap hingga tawa itu beberapa saat kemudian sudah mereda

"Tidak Sungmin, bukan begitu" Donghae berjalan mendekat, "Kostummu bagus kok" Ia tersenyum lembut—sebelah tangan sudah terulur ke arah wajah Sungmin, ketika ia mendapati sebuah tatapan tajam dari balik kostum labu Sungmin, spontan Donghae menarik kembali tangannya "Ngg... pokoknya kau jangan bersedih, ayo cicipi makanan steam labu ini, kau pasti suka" ajaknya

"Baiklah" Masih sedikit sedih, Sungmin bersedia mengikuti Donghae ke meja prasmanan. Selama beberapa lama, Sungmin sibuk mencicipi makanan yang tersedia sementara Donghae menceritakan beberapa kisah seram padanya

"Ah~" Kyuhyun mendesah panjang. Ia masih tidak bergerak di tempatnya berdiri. Matanya menerawang lurus ke depan, tanpa menyadari jika sosok Eunhyuk sudah berjalan mendekatinya

"Kyuhyun" panggilnya

Dengan enggan Kyuhyun menoleh, "Ya?"

Eunhyuk tersenyum tipis—ia merasa harapannya makin terasa jauh jika melihat sikap Kyuhyun malam ini, tapi ia tidak bisa kabur lagi, atau lebih tepatnya, tidak akan kabur

Jika ini gagal, ia bersumpah akan menjauh... dari Kyuhyun...

"Bisa kita bicara berdua?"

.

.

.

.

Kyuhyun bicara dengan Eunhyuk! Batin Sungmin berteriak kencang. Dan—apa? Kenapa mereka pergi keluar? Jangan katakan mereka ingin menghabiskan waktu berdua... tidak... apa Kyuhyun benar benar menyukainya? Tapi bukankah waktu itu Kyuhyun bilang dia tidak ada perasaan apapun... Lebih baik aku memastikannya sendiri!

"Ya ya Sungmin! Kau mau kemana?" tanya Donghae dengan mulut penuh makanan, ia bingung melihat juniornya itu malah bangkit berdiri susah payah—akibat kostum besarnya itu

"Mau mencari udara segar dulu" Sungmin tersenyum kecut sebelum berjalan pelan keluar cafe

Sesampainya di luar, kedua mata rubahnya bergerak mencari cari siluet tubuh Kyuhyun dan Eunhyuk di sekeliling taman di depan cafe, "Dimana mereka... ayolah untuk apa malam malam begini mereka menjauh, atau jangan jangan..." Pikiran sangat buruk sudah melintas di otak Sungmin, "Mereka ingin berdua saja..."

Dada Sungmin mendadak terasa kelu hanya dengan memikirkan kemungkinan itu, "Tidak tidak! Belum tentu Sungmin!" ulangnya sambil menggelengkan kepala kuat kuat

Saat itulah, kedua matanya tanpa sengaja menangkap sosok Kyuhyun dan Eunhyuk yang masuk ke sebuah rumah kaca untuk tanaman hias. Bahkan dari jauh pun Sungmin tertegun melihat betapa serasinya mereka jalan berdua

Kyuhyun memakai satu stelan rapi sementara Eunhyuk memakai gaun panjang yang sangat cantik

"Ratu dan Raja pesta malam ini" bisik Sungmin pedih sambil merunduk—melihat kostum labu yang ia banggakan, "Mana cocok Kyuhyun jika berjalan denganku... aishh..." Mendadak Sungmin menyesal tidak menyerahkan masalah kostum pada bibinya saja

"Arghh tapi bukan itu yang harus kurisaukan... lebih baik aku ikuti mereka..." Seolah baru ingat dengan misi awal, Sungmin kembali berjalan mengendap endap, mendekati rumah kaca tersebut meski tidak berani masuk ke dalam, tidak ada tempat untuk bersembunyi di tambah lagi kostumnya sangat mencolok dan berisiko ketahuan jika Sungmin tetap nekat masuk ke dalam

"Saranghae!"

DEG

Pengakuan Eunhyuk yang nyaris berteriak berhasil menghentikan gerak gerik Sungmin di pintu luar. Sungmin tersentak, kedua lututnya hilang keseimbangan hingga ia jatuh ke atas tanah

"Hilang sudah kesempatanku" gumamnya hampa, ia sudah mau memalingkan wajah dan balik kabur secepatnya dari sana ketika wajah Eunhyuk bergerak mendekati Kyuhyun

Tapi di saat bersamaan, sebuah gerakan tangan Kyuhyun malah menahan tubuh Eunhyuk untuk menjauh

Sungmin terpana, langkahnya berhenti detik itu juga, sambil berusaha sekuat mungkin untuk mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar seperti bisikan tanpa satu katapun bisa ia tangkap

.

.

.


.

"Kenapa?!" tuntut Eunhyuk merasa tubuhnya luluh lantak menghadapi penolakan Kyuhyun yang jelas terlihat

"Aku tidak punya keinginan untuk menciummu atau membalas perasaanmu, maaf" ucap Kyuhyun mencoba membenarkan letak kacamatanya sambil membuang muka ketika air mata Eunhyuk mulai turun

"Tapi kenapa? Ku kira kita..." tutur Eunhyuk di antara isak tangisnya, mencoba meminta penjelasan lewat raut wajah Kyuhyun yang tanpa ekspresi

"Kita apa?" balas Kyuhyun datar, "Aku tidak melihat sedikitpun satu sikapku yang bisa membuatmu salah paham"

Air mata Eunhyuk kembali turun, perlahan ia merundukkan kepala agar bisa menghapus kasar jejak air matanya malam itu, "Aku mencintaimu, kita serasi! Apa kau tidak bisa merasakan hal yang sama terhadapku!" tuntut Eunhyuk spontan kedua tangan yeoja itu memegangi bagian atas jas hitam Kyuhyun

Tubuh Kyuhyun bergeming—tidak terpengaruh sedikitpun, "Maafkan aku" bisiknya sekali lagi, "Kau wanita yang cantik, cerdas, memiliki masa depan yang bagus—dan..." Kyuhyun menghela napas berat, "Seorang pemain tennis yang handal... jangan menghabiskan waktumu untuk menungguku bisa membalas perasaanmu karena itu tidak akan terjadi"

Penjelasan lugas Kyuhyun semakin membuat tangis Eunhyuk semakin kencang. Ia merasa hancur, lebih hancur dari sebelumnya...

Benar kata Donghae, seharusnya dia berhenti... berhenti memberi harapan pada dirinya sendiri... tapi Eunhyuk bisa apa? Ketika dia merasa ada secercah harapan kecil, siapa tahu... siapa tahu Kyuhyun bisa mencintainya...

Dengan sebelah tangan masih memegangi jas Kyuhyun, Eunhyuk yang hilang keseimbangan—hampir jatuh, ia tadinya hendak memeluk Kyuhyun sekedar berpegangan, tapi untuk itu pun... sang pria berkacamata, tetap menahan kedua tangannya...

Hati Eunhyuk terluka sekali lagi, "Bahkan untuk memelukku pun kau?!" Ia menggeleng tidak percaya dan lantas menarik kedua tangannya hingga berdiri tegap, memandang agak angkuh pria di depannya

"Maaf—hanya itu yang bisa kuucapkan" kata Kyuhyun berani membalas tatapan Eunhyuk

"Tapi kau... kemarin kau mau saja dipeluk oleh Sungmin—"

"Aku juga mengelak" sela Kyuhyun

"Tidak pada awalnya! Kau membiarkan dia memelukmu..." Pandangan mata Eunhyuk kembali mencair, "Jadi... apakah dia..."

Kyuhyun mengedipkan matanya sejenak, menghela napas sebelum bisa menjawab pertanyaan Eunhyuk, "Aku... tidak tahu..." jawabnya lebih pada diri sendiri

"Bagaimana kau bisa tahu jika kau belum pernah mencium seseorang..." bisik Eunhyuk memberanikan diri mendekat kembali, ia menatap lekat lekat wajah Kyuhyun yang berjarak beberapa senti

"Eunhyuk, sudah kubilang—"

"Dengan mencium seseorang kau akan tahu perasaanmu... jadi..." Eunhyuk yang sedikit memaksakan diri, mencoba peruntungannya sekali lagi, namun percuma

Kali ini Kyuhyun kembali menahan tubuh Eunhyuk menjauh secara lebih tegas

"Tidak kubilang" suara Kyuhyun berubah dingin tanpa rasa simpati

"Tapi—" Eunhyuk bersikeras

"Aku pernah berciuman"

DEG

Perkataan Kyuhyun barusan, membekukan reaksi Eunhyuk yang tampak hampa dari wajahnya

"A—apa?!" pekik Eunhyuk kencang

Kyuhyun mengangguk kaku, "Iya... 5 kali dengan orang yang sama" sambungnya

Eunhyuk benar benar tidak mempercayai telinganya, dia yang masih belum sembuh dari rasa terkejut, semakin sesak ketika mendengar penjelasan Kyuhyun selanjutnya

"Orang yang sama... yaitu Lee Sungmin"

.

.

.

.

"Mereka bicara apa ya? Kok tidak terdengar apapun dari sini?" si Labu Sungmin sudah berlutut lebih dari 10 menit untuk menguping pembicaraan Kyuhyun dan Eunhyuk di dalam ruang kaca

Namun tampak tindakan Sungmin percuma kalau mendengar hanya beberapa teriakan terkejut Eunhyuk, "Dan itupun aku tidak bisa menebak apa!" sungutnya sambil menopang dagu pada kostum labunya

Tapi sebenarnya, Sungmin beberapa kali tercengang pada saat Eunhyuk hendak mencium Kyuhyun, nyaris—dua kali! Meskipun begitu, diam diam Sungmin tersenyum lega karena Kyuhyun lah yang menahan yeoja tersebut sehingga ciuman itu tidak terjadi

"Paling tidak aku bisa menyimpulkan kalau Kyuhyun juga tidak menyukai Eunhyuk... fuhhhh" Sungmin meniup niup poninya—kurang kerjaan, "Lebih baik aku pergi sekarang juga keburu mereka keluar"

Masih mengendap endap dengan cara berjinjit, Sungmin bergerak menjauh dari rumah kaca itu. Ia sudah malas menguntit mereka berdua, toh tidak satupun pembicaraan yang bisa di dengarnya

"Lagipula aku bingung... tipe yeoja seperti apa lagi yang bisa Kyuhyun sukai..." tanya Sungmin pada bintang bintang di langit, merasa malas masuk ke dalam cafe lagi, ia memilih duduk di hamparan rumput lembut di dalam taman

"Padahal kukira Eunhyuk sudah sempurna" Sungmin melanjutkan curhatannya, "Kyuhyun juga pernah berkata kalau Eunhyuk tipe wanita idealnya... tapi... kalau memang itu tipe kesukaannya kenapa Kyuhyun bilang juga tidak ada perasaan apapun pada Eunhyuk? Bukankah agak aneh? Betulkan bintang?"

"Kau bicara dengan siapa?" sebuah suara yang berbisik tepat di belakangnya membuat Sungmin terkejut bukan main. Tubuhnya yang hendak berdiri langsung terjatuh—meski untung akibat kostum super bulat tersebut, kepala Sungmin tidak jadi membentur tanah

"Hmmpphhhh hahahahaha, kau benar benar—ternyata ada gunanya juga kostummu" ujar suara itu lagi

Pada saat terlentang seperti sekarang, wajah orang yang menertawainya tampak jelas. Pipi Sungmin langsung memerah ketika menyadari Kyuhyunlah orang tersebut

"Berisik" gerutu Sungmin sambil mencoba bangkit berdiri, ia menarik tubuhnya agar bangun—tapi ternyata agak susah, akibat memakai kostum ini

Kyuhyun menahan tawa lagi, dengan kejam ia malah setengah berjongkok menonton Sungmin tanpa mau membantunya, "Ayo bangun Sungmin, kau tunggu apa lagi" pancingnya yang membuat wajah Sungmin merah seluruhnya, kali ini bukan karena Kyuhyun, tapi karena malu

"Ughhhh" Sungmin sampai melenguh kencang seraya menggerakkan kedua tangannya ke depan, namun sekali lagi, ia belum berhasil bangun dari posisi terlentang

"Kyuhyun bantu aku" pinta Sungmin karena rasanya tidak mungkin bangun tanpa dibantu orang lain, bagaimana tidak? Untuk menekuk lutut saja Sungmin kesusahan akibat kostum itu

"Tidak mau" Kyuhyun menggelengkan kepala sambil terus tersenyum mengejek

"Ya Kyuhyun!"

"Apa lagi kalau kau mengumpat, apa kau kira aku akan mau membantumu"

"Baiklah, aku mohon..." Sungmin melembutkan suaranya di sertai raut wajah memelas

Kyuhyun mengedikkan bahunya, "Apa boleh buat, kita harus pulang cepat karena sudah mau jam sepuluh malam, stasiun kereta pasti sudah tutup" keluhnya seraya mengulurkan sebelah tangan kebawah

Sungmin yang sudah kesenangan akhirnya meraih tangan Kyuhyun, namun belum sempat ia berpegangan, Kyuhyun—dengan liciknya—sudah menarik kembali tangannya

"Kyuhyun!" Baru setengah berdiri, Sungmin nyaris hilang keseimbangan dan nyaris berguling guling dengan kostumnya yang berbentuk lingkaran

"Hahahahahahahaha" tawa Kyuhyun sangat lepas malam itu, ia tanpa rasa kasihan menertawai Sungmin terus menerus sementara Sungmin yang sudah kesal setengah mati, akhirnya bisa menekuk lututnya dan memilih duduk di tanah, memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam labu lalu terakhir, menarik kepalanya juga, sehingga topi Sungmin menjadi penutup sempurna sebuah labu besar

"Tok tok, hei kau benar benar marah?" ejekan Kyuhyun benar benar tidak ada habisnya, ia terus menerus mengetuk bagian luar kostum Sungmin hingga menciptakan bunyi bising

"Kau jahat sekali!" teriak Sungmin dari dalam

"Habisnya kostummu itu..." Kyuhyun kembali tertawa

Sungmin makin menekuk wajahnya di dalam kostum labu, sejenak ia agak heran—kenapa sikap Kyuhyun seperti tampak... lebih bahagia setelah berbicara pribadi dengan Eunhyuk tadi

"Tapi apa yang mereka bicarakan?" Sungmin memiringkan kepalanya—bingung, "Kalaupun Kyuhyun menolaknya, apa pantas Kyuhyun malah kelihatan senang... dasar si jenius itu!"

Bunyi ketukan dari arah luar, membuyarkan lamunan Sungmin sekali lagi

"Hei? Ada orang kah di dalam?" Kyuhyun berpikir sejenak, "Ah mungkin tidak ada orangnya—lebih baik kubawa labu ini pulang ke rumah" perkataan Kyuhyun barusan membuat Sungmin panik, karena ia bisa merasakan, kostum yang melindungi dirinya itu terangkat ke atas

"Baik baik! Aku keluar sekarang!" gerutu Sungmin sambil mengeluarkan lagi, kepala, kedua tangannya dan terakhir menarik lurus kedua kaki untuk berdiri

"Bagus sekarang kita pulang, sebaiknya kita naik taksi karena sudah tidak mungkin naik kereta" jelas Kyuhyun berjalan ke luar area cafe

Sungmin mengikutinya agak lambat, "Tapi apakah sebaiknya kita tidak ijin ketua?"

Kepala Kyuhyun menoleh sedikit ke samping, "Ketua sedang sibuk menenangkan Eunhyuk, jadi lebih baik kita tidak mengganggu mereka berdua" jelasnya diikuti sebuah seringaian yang membuat Sungmin agak curiga

"Kenapa Ketua bisa bersama Eunhyuk? Lalu apakah mereka?"

"Berhenti menggosip Sungmin, itu bukan urusan kita"

Saat mereka berada di badan jalan, Sungmin mencoba memberhentikan beberapa taksi yang lewat tapi sayang semuanya terus berjalan lurus ke depan, meski Sungmin bisa lihat dengan jelas jika lampu taksi tersebut menyala

"Bukankah itu artinya kosong, kenapa mereka tetap tidak berhenti" ujar Sungmin ingin mencoba mengulurkan tangannya sekali lagi, tapi segera di tepis Kyuhyun, "Aku saja, tampaknya para supir taksi ketakutan melihat ada labu jejadian mau naik taksi mereka"

"Kyuhyun!" jerit Sungmin sambil mengerang marah namun belum sampai 5 menit ucapan Kyuhyun benar benar terbukti karena begitu Kyuhyun yang mengulurkan tangan, satu taksi langsung terhenti di depan mereka

"Betulkan kataku" Kyuhyun menyeringai lebar, "Sekarang masuk!" perintahnya

Masih merengut, Sungmin mencoba masuk ke dalam—tapi agak sulit melihat begitu besar kostum labunya untuk masuk ke jok belakang

"Aishh si bodoh ini!" Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun membantu mendorong Sungmin hingga ia berhasil masuk ke dalam di ikuti oleh Kyuhyun yang duduk bersebelahan

"Seoul Adjushi" kata Kyuhyun memberi tahu tujuan mereka

"Baik, owh kau panen labu besar sekali anak muda" racau sang supir taksi—melirik kostum Sungmin lewat kaca atas pengemudi

"Adjushi ini hanya kostumk—" Belum sempat Sungmin protes, suara Kyuhyun sudah memotongnya lagi

"Benar, besar sekali kan Adjushi—rencananya akan kumasak sup labu di rumah" komentar Kyuhyun yang mengundang tawa membahana dari supir taksi

"Kyuhyun!" Suara Sungmin dianggap angin lalu oleh kedua pria beda umur di dalam taksi itu

"Kalau aku jadi kau, mungkin akan kubuat cake, pie, dan ah! Jus labu, pasti enak sekali hahahahaha" candaan sang supir makin menjadi jadi, yang membuat Sungmin hanya bisa diam—memajukan bibirnya, tanda cemberut

"Atau jadikan pajangan di depan teras juga lumayan" sahut Kyuhyun sambil melemparkan senyum mengerikannya yang membuat Sungmin hampir percaya jika Kyuhyun bisa berbuat demikian

"Tapi memang benar ada labu sebesar itu—Adjushi pernah melihatnya di kampung Adjushi" balas sang supir itu

"Tidak sebesar ini Adjushi, mungkin karena berat badan orang di dalamnya" tambah Kyuhyun seolah menabuh genderang perang buat Sungmin

Maka tidak heran jika saat mereka turun dari taksi, Sungmin langsung turun lewat pintu di sebelah kanan sementara Kyuhyun masih sibuk membayar

"Jangan bilang kau marah Sungmin" kata Kyuhyun yang berhasil mengejar langkah Sungmin

"Aku tidak gemuk!" itulah yang membuat Sungmin agak jengah di taksi, kalau jadi bahan bercandaan mungkin dia masih terima, tapi kenapa Kyuhyun selalu menyinggung berat badannya, "Ya kan aku tidak gemuk?" ujar Sungmin memelankan suaranya

"Entahlah" Kyuhyun menaikkan kedua bahunya—acuh, "Tapi yang pasti kau bisa jadi labu yang bagus"

"Itu pujian atau hinaan?" selidik Sungmin kadang tidak mengerti jalan pikiran Kyuhyun

"Tergantung kau melihatnya" Kyuhyun diam diam menyeringai, saat itulah—Sungmin akhirnya tahu Kyuhyun menjadi apa pada pesta halloween malam ini, "Ya! Gigimu bertaring, kau jadi vampir!"

"Kau baru tahu?"

Sungmin mengangguk cepat, ia yang tidak merasakan alarm bahaya sama sekali, tidak menjauh ketika Kyuhyun malah mencondongkan tubuh ke arahnya

"Ka..kau mau apa?" tanya Sungmin takut takut, apalagi kali ini Kyuhyun benar benar menunjukkan taring buatannya yang malah terlihat seolah asli

CRAK

Tanpa aba aba Kyuhyun menusukkan taringnya ke kostum Sungmin hingga ada dua lubang di dekat daerah lengannya

"Tidak! Kau berani merusak kostumku!" pekik Sungmin mau menangkap tubuh Kyuhyun tapi pria itu malah dengan santai berjalan cepat masuk ke dalam rumah, apalagi Sungmin memang susah berlari karena masih memakai kostum labunya

"Ternyata labu itu tidak manis" komentar Kyuhyun selagi ia membuka pintu depan, "Sangat tidak manis" gumamnya lagi sementara suara protes Sungmin terdengar menyusul dari arah belakang

.

.

.


.

Sejak pagi, Sungmin mencoba menghindari Kyuhyun—ia yang masih marah karena tindakan Kyuhyun semalam, langsung berangkat pagi pagi tanpa sarapan terlebih dahulu

"Hehehe dengan begini dia tidak akan bisa menggangguku" ujar Sungmin puas pada strateginya sendiri

"Sungmin" panggil seseorang tepat di hadapannya ketika berjalan sepanjang koridor kampus

"Ya?" Spontan Sungmin mendongak dan ia langsung menyesali keputusannya ketika melihat wajah pucat Eunhyuklah yang ada di depan

"Bisa kita bicara?" pintanya pelan

"Kau mau bicara apa?"

"Aku..."

Kedua orang ini sibuk dengan pikiran masing masing sebelum membuka pembicaraan

Eunhyuk yang meminta Sungmin agar bicara sebelum kuliah pertama, mengajaknya ke area sepi di Hall C karena belum banyak mahasiswa datang sepagi ini

"Kyuhyun menolakku tadi malam"

Kepala Sungmin mendongak seketika sedangkan Eunhyuk menguatkan diri dengan tersenyum, "Yah~ mungkin aku bukan tipe wanita kesukaannya jadi wajar saja—"

"Tidak" sanggah Sungmin tanpa bisa mengontrol suaranya sendiri, "Dia pernah berkata kau adalah tipe idamannya jadi tidak mungkin kalau..."

Senyum Eunhyuk tampak lebih pucat dari sebelumnya sebelum menatap iri seorang Lee Sungmin, "Kalau aku memang tipe idealnya kenapa dia tidak mau menciumku?"

"Itu aku..." Sungmin kehilangan kata kata—jadi tebakannya semalam benar kalau Kyuhyun memang menolak Eunhyuk

"Dan hanya sebuah pelukanpun tidak dia berikan untukku!"

"Eunhyuk aku-" Ingin sekali Sungmin berkata, aku tidak tahu, ia dari dulu juga sulit menebak jalan pikiran seorang Cho Kyuhyun

"Lalu..." Mata Eunhyuk meredup seketika, "Dengan kaulah dia pernah berciuman"

DEG

"EH?" Mulut Sungmin menganga lebar, "Darimana kau tahu..."

"Kyuhyun yang mengatakannya padaku" penjelasan Eunhyuk agak membuat Sungmin jadi bertambah bingung, untuk apa Kyuhyun menceritakan hal yang sudah lama berlalu?

"Kaupun pernah memeluknya dan Kyuhyun tidak menolakmu seperti yang ia lakukan tadi malam terhadapku"

Sungmin tertegun, padahal semenit yang lalu—ia siap menerima perkataan Eunhyuk mengenai apapun tentang Kyuhyun tapi ternyata tidak...

Iya, kenapa dia baru sadar... Kyuhyun sudah sering memeluknya, memeluknya ketika ia hancur, ketika ia rapuh dan ketika ia merasa senang pun, Kyuhyun tidak mengelak dari pelukan Sungmin...

Tawa ejekan Eunhyuk membuyarkan lamunan Sungmin seketika, "Padahal kukira dia tidak tahu apa itu berciuman namun..." Eunhyuk menggeleng tidak percaya, tak lama ia menatap ingin tahu ke arah Sungmin, "Apa benar yang Kyuhyun katakan, kalian sudah berciuman 5 kali?"

Hal ini yang membuat Eunhyuk sangat penasaran, padahal ia kira hubungan Kyuhyun dan Sungmin tidak harmonis, tapi... oh ayolah... siapa yang bisa menyangka dengan hubungan berat sebelah seperti itu, mereka ternyata sering berciuman...

"Tidak! Tidak 5 kali!" Wajah Sungmin memerah sepenuhnya hingga ke bagian leher, Eunhyuk yang bisa melihat itu—merasa hatinya harus hancur sekali lagi, "Ka... kami hanya berciuman 3 kali... itupun hanya pas kami SMA, selebihnya tidak—" Sungmin mengingat ingat, "Tidak, kami tidak pernah berciuman"

"Tapi aku ingat sekali Kyuhyun berkata 5 kali!" kata Eunhyuk keras kepala

"Tidak sungguh, mungkin si jenius itu salah hitung" ujar Sungmin tersenyum ragu ragu—padahal dalam hati, ia jadi was was sendiri, apa dia yang salah hitung, tapi benar kok! Mereka hanya pernah berciuman 1) ketika kecelakaan tabrakan di koridor sekolah dulu 2) pas pesta kelulusan dan 3) Kyuhyun mencium ulang Sungmin sambil melepas kacamatanya

"Tapi alasannya menciumku juga aku tidak ingat... yang aku ingat hanyalah, semuanya terjadi sangat cepat... hingga aku merasa semua itu sekedar mimpi" jelas Sungmin mengingat ingat

Eunhyuk diam diam menguatkan diri meski ia ingin menangis sekali lagi, kedua matanya mengedar ke sekeliling—berharap untuk sekali saja bisa melihat sosok Donghae yang membuatnya tenang seperti tadi malam

"Baiklah Lee Sungmin, aku mengaku kalah" Secara mengejutkan Eunhyuk berkata demikian sambil bangkit berdiri dari bangku hall

"Eh? Tapi—" Sungmin kebingungan harus menjawab apa

Eunhyuk mengangguk pasti sekali lagi—benar kata Donghae, mungkin seharusnya dia memang menyerah dari awal karena... pada saat ia berkenalan dengan Kyuhyun pun, pria itu jelas jelas hanya memperhatikan seseorang...

"Benar... aku sudah menyerah, kau lega bukan karena tidak ada lagi saingan—"

BUKK

Tanpa disangka sangka, Sungmin malah ikut berdiri dan menghadiahkan satu pelukan erat pada Eunhyuk, "Aku mengerti perasaanmu... aku sangat mengerti..." bisiknya

Eunhyuk tertegun—entah kenapa dia malah ingin menangis lagi

"Aku juga pernah di tolak oleh Kyuhyun, kertas cintaku saja dirobek olehnya, ia berkali kali mengatakan menjauh—pergi, jangan pernah bersikap seolah olah kita saling mengenal... rasanya sangat menyakitkan... apalagi jika yang melakukannya adalah orang yang kau cintai..."

Tubuh Eunhyuk perlahan menegang, ia sontak merenggangkan pelukan Sungmin, "Dia melakukan semua itu padamu?" tanyanya tajam

Sungmin mengangguk pelan disertai senyum pahit, "Tapi aku bisa apa... aku mencoba menjauh, tapi kami tinggal serumah, aku sudah coba melupakannya namun tidak bisa... lantas aku bisa apa lagi..."

Eunhyuk akhirnya mengerti—dia akhirnya bisa melepas perasaannya pada Kyuhyun secara melegakan...

Ada seseorang... seseorang yang lebih pantas mendapatkan hati sekeras Cho Kyuhyun

"Apapun yang kau lakukan tampaknya berguna" Eunhyuk agak canggung melepaskan pelukan mereka berdua lantas menghapus air matanya di wajah, "Karena... aku akan memberi satu rahasia padamu tentang Cho Kyuhyun"

"Apa?"

Eunhyuk mendekatkan bibirnya ke arah telinga Sungmin, membisikkan sesuatu yang membuat wajah Sungmin kembali merah merona

"K—kurasa tebakanmu ngawur Eunhyuk" elak Sungmin skeptis

"Sungmin!" Eunhyuk mengerang gemas

"Aku hanya tidak mau berharap terlalu tinggi lagi, aku pernah melakukannya dan aku malah sakit hati lebih dalam dari sebelumnya!"

Eunhyuk tersenyum penuh pengertian, "Kali ini aku yakin tidak—karena kalau kau meragukanku, kau boleh bertanya hal itu pada Donghae dan aku jamin dia akan menjawab hal yang sama"

"Eunhyuk..." bisik Sungmin entah harus bersikap senang atau negatif seperti biasanya

"Sudahlah, kelasku akan dimulai sepuluh menit lagi" senyum tulus Eunhyuk tampak jelas di bibirnya, "Kuharap kita berteman Sungmin"

"Pasti" jawab Sungmin sambil mereka berdua siap siap berangkat ke arah yang berbeda

Eunhyuk ke arah fakultas kedokteran sementara Sungmin ke arah fakultas keperawatan

Tidak sampai 5 menit, Eunhyuk berhasil masuk sebelum dosen datang, ia duduk di depan Kyuhyun sementara Donghae duduk di sampingnya. Ingat dengan ucapan Sungmin barusan, Eunhyuk berbalik—menatap jengkel Kyuhyun

"Hei Kyuhyun" panggil Eunhyuk

"Hmm?" Kyuhyun menengadah sedikit—ia agak heran melihat raut wajah Eunhyuk yang menatapnya sengit

"Jangan sakiti Sungmin lagi! Atau nanti akan kukenalkan dia pada namja tampan sepupuku!" ancaman Eunhyuk yang tiba tiba membuat alis Kyuhyun saling menyatu—marah

"Apa sih maksudmu?" desis Kyuhyun tidak suka

"Kau tahu maksudku! Dia terlalu baik untukmu, jadi kuharap kau bisa menjaga Sungmin baik baik" Sejenak nada bermusuhan Eunhyuk berubah melembut, "Jangan membuat dia menunggu lebih lama, siapa tahu dia akhirnya bosan lalu melupakanmu" tambah Eunhyuk

"Benar itu Kyuhyun" timpal Donghe yang sejak kapan ikut dalam pembicaraan mereka

Kyuhyun menatap kedua temannya itu sambil menggelengkan kepala, namun meski begitu ia punya satu pikiran yang membuatnya sedikit ganjil

Dia membenci Sungmin, Kyuhyun tahu itu

Tapi apakah kebencian itu bisa menghancur lebur dan berganti sesuatu yang lain?

Tidak, Kyuhyun menggelengkan kepala, dia hanya punya perasaan seperti itu pada Sungmin, jadi... apakah artinya semua ini...

"Kau menyukainya, akui saja" kata Eunhyuk membuyarkan pikiran rumit Kyuhyun

"Tidak aku membencinya" tutur Kyuhyun tanpa pikir panjang

Eunhyuk dan Donghae saling bertukar pandangan

"Tidak ada seseorang mencium orang yang dibencinya bahkan sampai berkali kali" Eunhyuk menggelengkan kepala

Kyuhyun melemparkan tatapan tajamnya ke arah Eunhyuk

"Aku benar bukan?" Eunhyuk tertawa senang—ia akhirnya bisa melihat Kyuhyun sebagai seorang teman, tidak lebih

"Aku membencinya, tapi aku hanya membenci Sungmin" Kyuhyun berkata pendek, iya, dia membenci Sungmin—seluruh pusat kebenciannya hanya pada Sungmin, hanya pada seseorang yang sudah mengacaukan dunia Kyuhyun

Yang membuat Kyuhyun keluar menjadi diri sendiri tanpa harus merasa sungkan, membuat Kyuhyun memikirkan masa depan yang kalau bisa ia hindari selama ini

Sungmin mengungkit segala sesuatu sampai ke dalam—paling dalam dari seorang Cho Kyuhyun

Membuatnya marah, kesal tapi pada saat bersamaan tertawa karena sikap bodohnya

"Memang aku pantas membencinya" Kyuhyun bergumam pelan tanpa di dengar baik oleh Donghae maupun Eunhyuk karena perhatian mereka teralih pada Dosen yang telah datang

Sayang sekali, karena dua sahabat Kyuhyun tersebut tidak melihat guratan samar pada bibir Kyuhyun yang membentuk segaris sebuah senyuman lembut.

.

.

.

TBC

.

Hutangku berkurang satu!

Sorry banyak yang ga suka, saya ga maksa buat baca kok ^^

Tapi kalau protes untuk karakter Ming atau Kyu, gw ga bisa berbuat banyak karena gw ngebuat mereka berdasarkan karakter Kotoko dan Naoki di ver Jepang dan Taiwan, ngga dengan Korea ya, karena gw bahkan ga nonton tuh film karena telah gagal mengadaptasi Itakis *sorry buat penggemarnya*

Dan sekali lagi jika merasa cerita ini kepanjangan atau membosankan, pleasee saya ga maksa anda untuk baca T_T saya tahu ff saya banyak kekurangannya tapi jika anda tidak sabar menunggu ya ndak papa, nulis ff kan ga segampang membuat tape uli T^T perlu waktu! (karena soal imajinasi alhamdulilah saya ga keabisan hehehe)

BTW Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan! Author bodoh ini mau minta maaf karena pernah buat salah atau apapun T_T. Mohon maaf lahir batin ^^ semoga lebaran kali ini, hati kita semakin lapang untuk saling memaafkan. Amin ^^

See ya,

Love & Hug

PAURO