Hello.. sudah berapa lama saya ngga update? Maaf yaa bikin kalian nunggu lamaaaaa..

makasih bgt buat yang udah setia nunggu cerita rusuh bin gaje ini..

Kiss&Hug


NO CURE NO REHAB


Taehyun melangkahkan kakinya ke kandang burung hantu yang berada di menara utara sekolahnya. Kekecewaan dan kemarahan tercetak jelas di wajahnya. Sambil berjalan, gadis itu terlihat sesekali menghapus air mata dengan menggunakan punggung tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sibuk memegang surat untuk orangtuanya dan tuan Kang, ayah Seungyoon dan sebuah kotak kecil berwarna hijau dengan hiasan berwarna perak. Sesampainya di kandang burung hantu, Taehyun mengikatkan surat itu ke kaki peliharaannya, Hygeia. Tangannya seperti tertahan oleh sesuatu saat ingin mengikatkan kotak hijau-perak yang berisi cincin pertunangannya dengan Seungyoon. Gadis itu tergoda untuk melihat cincin pertunangannya, hingga akhirnya ia menyerah dan membuka kotak itu, melihat sebuah cincin bermata biru dengan ukiran bunga yang memiliki mata yang sama pada bagian tengah ukiran bunga itu. (ht*tp:/ringsview*com/wp-content/uploads/white-gold-diamond-unique-floral-engagement-ring-wedding-ring-with-natural-royal-blue-anjays-designs-515299dcc0537*jpg, P.S: tanda * di link itu dihilangin yaa.. itu contoh cincin yang dikasih Yoon ke Taehyun di cerita ini).

Taehyun memantapkan kembali hatinya yang mulai goyah saat melihat cincin pemberian Seungyoon. Ia mengikatkan kotak itu beserta cincinnya ke kaki Hygeia, anehnya, perasaan gadis itu membuat dirinya mengurungkan niatnya dan menoleh ke belakang. Saat Taehyun menoleh dan mendapati Seunghoon di ujung tangga menuju kandang burung hantu. Dengan segera, Taehyun melepaskan rantai pengikat burung hantunya dan bersembunyi.

Taehyun melihat pria Gryffindor itu berdiri tepat di hadapan burung hantu Wu Baekhyun dan mengikatkan sesuatu disana, gadis itu mengerutkan keningnya, 'Ada apa dengan Wu Baekhyun dan Dong Seunghoon?'. Tidak lama kemudian, pria Gryffindor itu pergi setelah melepaskan rantai pengikat burung hantu milik Baekhyun. Taehyun memutuskan untuk turun dan melaporkan apa yang dilihatnya pada Yifan.


Di sisi lain, Baekhyun tampak kebingungan saat melihat burung hantunya, Veritas. Gadis itu membuka jendela kamarnya dan mengambil sepucuk surat yang diikatkan pada kaki burung hantunya itu. Veritas, burung jenis little owl, hadiah ulang tahun dari Seunghoon ini tampak seperti mengerti akan isi hati pemiliknya, Baekhyun. Burung hantu imut ini terus saja melihat ke arah Baekhyun yang sedang sibuk membuka surat dari Seunghoon. Saat ia ingin membacaya, tiba-tiba burung hantu miliknya mematuk-matuk tangan mulus gadis Slytherin itu. Baekhyun menyingkirkan tangannya dan memberikan peliharaannya itu owl treat. Veritas bertingkah lagi, kali ini ia mendekatkan diri pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum melihat tingkah burung hantu lucu itu. Namun, raut wajahnya langsung berubah saat ia melihat surat yang dikirimkan Seunghoon.

To: My Sassy Baek

Kenapa kau masih tampak sedih? Apa kau masih belum bisa menerima perjodohan ini? Ayolah Baek, bagaimanapun juga, setelah lulus kau akan segera menjadi Nyonya Park yang anggun dan bijak. Sedangkan aku tetaplah seorang Dong Seunghoon. Muggleborn yang dikenal karena tingkah flirty dan konyolnya. Jangan bersedih terus, bagaimana aku bisa tenang nanti? Kau harus tersenyum dan hentikan pemikiran bodohmu itu. Ayolaah.. apa aktingku benar-benar meyakinkan? Aku hanya mencintaimu, Baek. Aku hanya suka menggoda Jongdae dengan memakai senjata Jinwoo.

Baek sayang, Chanyeol itu pria yang baik, jadi jangan takut kau akan disakitinya. Dia bahkan lebih baik daripada aku. Dia tidak tega menyakiti hati Tao saat tau dia ingin dijodohkan dengan Kyungsoo. Tapi aku? Aku malah menyembunyikan semuanya, dan menyerahkanmu sepenuhnya pada Chanyeol.

Baek, apapun yang terjadi nanti, kumohon jangan pernah tundukkan kepalamu. Kau akan menjadi nyonya dari sebuah klan tertua dan paling dihormati dalam dunia sihir. Tunjukkan pada mereka siapa dirimu. Tetaplah tersenyum dan jangan pernah lagi tujukkan kesedihanmu pada orang lain.

Hei Baek, kau lihat kantung kecil di kaki Veritas? Ambillah. Itu adalah hadiah untuk pernikahanmu dengan Chanyeol dariku.

Love,

Dong Seunghoon.

Baekhyun membuka kantung yang terikat di kaki burung hantu peliharaannya dan melihat isi kantung itu. Ia kemudian memakai kalung yang diberikan kekasih Gryffindornya itu (ht*tp:/litbimg*rightinthebox*com/images/384x384/201403/iwuuvv1394095927939*jpg, P.S: sama kaya diatas yaa, tanda * diganti titik buat ngeliat contoh kalung yang dikasih Seunghoon ke Baekhyun).

Baekhyun berlari menuju tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Seunghoon, tempat dimana dirinya menyatakan cinta pada pria Gryffindor itu, tempat bersejarah untuk mereka. Gadis itu berlari dan berlari, tanpa memperhatikan sepasang mata yang mengawasinya tajam. Napas Baekhyun terengah-engah saat samapi ke tempat tujuannya, pintu gerbang Hogwarts, sekolah mereka. Tapi, semuanya harus dibayar dengan kekecewaan karena ia tidak sedikitpun menangkap bayangan Seunghoon disana. Baekhyun tersenyum sinis, ia tidak mau melepaskan Hoon kesayangannya dengan mudah.


Chanyeol tampak kebingungan dan juga kesal, bagaimana tidak, kalau dihitung-hitung, sudah 2 jam ia mencari kedua sahabatnya, Jongdae dan Seunghoon. Ia tidak menyadari sesosok gadis sedang berlari ke arahnya. Sialnya, gadis itu dalam keadaan terburu-buru, jadi ia tidak melihat sekeliling. Hingga-

'BRUKK'

"Shit!" maki gadis itu.

"Maaf.. Maafkan a- Taehyun? Kau tidak apa-apa?" Chanyeol mengulurkan tangannya, membantu gadis itu berdiri.

"Hmm.. Maaf, tadi aku juga tidak melihat keadaan." ujarnya. Keduanya terdiam dalam waktu yang cukup lama.

"Aku pergi dulu, kak." pamit Taehyun.

"Tunggu.. Apa kau melihat Jongdae? Atau mungkin Seunghoon?"

"Aku melihat kak Seunghoon tadi di kandang burung hantu. Apa kak Chanyeol melihat kak Yifan atau kak Minseok?" ujarnya.

'Untuk apa anak itu kesana? Ia saja tidak pernah mengirim surat untuk orangtuanya' batin Chanyeol.

"Minseok tadi ada di perpustakaan. Yifan, aku tidak tau dimana. Baiklah, aku pergi dulu." Chanyeol melambaikan tangannya pada Taehyun dan pergi dari hadapan gadis itu.


Minseok sedang sibuk membaca buku tentang cara menjadi animagus saat Taehyun menghampirinya. Dari wajahnya, gadis itu tampak tidak sabar ingin menceritakan sesuatu pada Minseok.

"Kak, kurasa kau harus mendengar ini.. Kau tau Dong Seunghoon kan?" tanya Taehyun. 'DEG!' jantung Minseok berdegup keras mendengar nama Seunghoon. Minseok menganggukkan kepalanya.

"Ah iya.. Aku lupa kau yang memberitahuku siapa dia. Tadi kulihat dia memakai Veritas, burung hantu Baekhyun. Kakak ingat kan, kak Yifan pernah berkata kalau Veritas itu burung hantu yang sulit ditaklukkan. Ia hanya mau tunduk dengan pemiliknya saja, Baekhyun. Ya.. Dong Seunghoon memakai Veritas untuk mengirimkan sesuatu. Ini aneh, kak... bagaimana Veritas bisa begitu menurut padanya, padahal burung hantu itu saja selalu melawan saat dipegang oleh kita. Kak Jinwoo yang terkenal berbakat dalam pelajaran Care of Magical Creatures saja tidak bisa menaklukannya." cerita Taehyun dengan antusias.

Mendadak kepala Minseok terasa pusing setelah Dong Seunghoon dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Nyalinya ciut, ia mengakui kesalahannya karena sempat meremehkan muggleborn itu. Ia tidak lagi mendengarkan omongan Taehyun dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

"... kurasa kita bisa meminta - kak? Kak Minseok?" Taehyun melmbaikan tangannya tepat di hadapan Minseok, mencoba menarik perhatian gadis itu.

"A-aah.. maaf, aku melamun. Tadi, coba kau ulangi. Maksudmu meminta apa? Pada siapa?" tanya Minseok.

"Meminta kak Seunghoon untuk menjadi bagian kita. Memang sih, dia tidak menonjol seperti kak Jongdae atau kak Chanyeol. Setidaknya, ia bisa kita taruh di garis depan. La-"

"Tidak tidak tidak... Kau gila? Bagaimana kau bisa mempercayainya?" tolak Minseok.

"Ayolaah kak, setidaknya harus ada seseorang yang bisa melemahkan Seungyoon. Setidaknya adikmu percaya padanya." bujuk Taehyun.

"Kubilang tidak. Tolong jangan libatkan orang lain lagi. Kumohon."


Pemandangan menara astronomi saat sore hari adalah hal yang paling disukai Jongdae, seperti saat ini. Pria Gryffindor itu sibuk memandangi hembusan angin dan pemandangan matahari terbenam tanpa sadar ada sesosok gadis yang memperhatikannya dari jauh. Gadis itu menatap punggung kurus tapi kokoh milik Jongdae dengan pandangan yang sulit diartikan.

Puas melihat sunset dari menara astronomi, Jongdae langsung bergegas pergi menuju aula besar. Ia tidak mau Chanyeol, sahabatnya itu membuat keributan seperti siang tadi dengan menanyakan hampir 50% orang yang ada di Hogwarts tentang keberadaan dia atau Seunghoon. Bicara mengenai Seunghoon, Jongdae juga semakin jarang melihatnya. Pria asli Busan itu tampak sedikit menjaga jarak dengannya dan Chanyeol. Dan yang paling mengejutkan, dia tiba-tiba menjadi peringkat satu dalam semua kelas. Padahal biasanya, Seunghoon tidak pernah tampak semangat belajar.

"Jangan terlalu berharap untuk saat ini." ujar Seunghoon pada gadis itu.

"Aku tau. Makanya aku menahan diri. Lagipula a-"

"Lee Hayi adalah gadis cantik dan cerdas. Ia juga baik dan penuh perhatian dengan orang terdekatnya."

"Tapi aku tidak pernah setara jika dibandingkan dengan Jang Hana maupun Yoon Bomi, kak. Sudahlah, dilihat dari segi manapun aku memang tidak pantas bersanding dengan Jung Jongdae."

Hayi, gadis itu langsung meninggalkan Seunghoon di menara astronomi.

"Hayi itu, kadang terlalu merendahkan dirinya sendiri."

"Hmm.. kau benar, Yoon. Sepupumu itu tidak pernah menyadari kelebihan dirinya sendiri."

"Dia seperti itu mungkin karena lelah terus dibanding-bandingkan dengan Joy karena secara tidak langsung mereka tumbuh bersama, kan. Orang-orang lebih suka melihat Joy yang terkesan imut sekaligus anggun di saat yang bersamaan. Sedangkan Hayi, dengan wajah seperti itu, orang banyak menganggapnya dingin dan sok. Dari segi manapun, Hayi merasa kalah dari Joy, terutama dalam hal-hal yang terlihat seperti kecantikan dan tinggi badan. Ah... aku ingat satu hal, ketika Joy merindukan kakak-kakaknya, paman akan membawanya ke Imja dan mengajak Hayi. Saat itu, pertama kalinya aku melihat rona merah di pipi pucat Hayi. Ia bercerita ada seorang pangeran yang memiliki rahang kotak membantunya mengumpulkan bunga tulip." cerita Seungyoon.

"Selama itu Hayi menyukai Jongdae?" tanya Seunghoon.

"Dan selama itu ia tidak pernah merasa percaya diri dengan apa yang dimilikinya. Kau tau, Hayi itu sedikit gila. Ia pernah nekat merubah dirinya menjadi Bomi dengan bantuan ramuan polyjuice. Keesokan harinya, Hayi tampak seperti orang paling berbahagia sedunia. Kau tau alasannya?"

"Jongdae mencium 'Bomi' yang ternyata adalah Hayi. Dan mereka menghabiskan waktu malam tahun baru berduaan disini, di menara astronomi. Libur natal tahun lalu. Benar?"

"Hmm..."

"Pantas aku merasa ada yang aneh dengan Bomi. Maksudku, sejak kapan gadis itu tidak berani memulai skinship. Kurasa wajar Hayi tampak senang, Jongdae memang seorang gentleman. Ia memperlakukan wanita dengan sangat hormat."

"Tunggu... Bagaimana kau tau apa yang dilakukan mereka?" tanya Seungyoon penasaran

"Simpel. Aku dan Chanyeol mengintip mereka. Kami berdua melakukannya sampai mereka berpisah di ruang rekreasi Gryffindor." ujar Seunghoon santai seperti tidak memiliki dosa.


Luhan sibuk menarik Sehun untuk duduk dengannya di meja Gryffindor yang langsung ditolak mentah-mentah oleh pria Slytherin itu. Luhan terus memaksa hingga akhirnya Sehun mengalah untuk menghindari keributan dengan Luhan. Gadis itu tersenyum lebar saat Sehun menyerah dan memilih untuk mengikutinya walau dengan setengah hati.

Bohong kalau Sehun bilang dirinya nyaman dengan tempat duduknya sekarang. Beruntung ia masih bisa melihat Seungyoon di meja Ravenclaw yang berada tepat di sebelah meja Gryffindor. Tidak lama kemudian, ia melihat Seunghoon memasuki aula dan bergabung dengan teman-temannya. Ia melihat Seunghoon mengambil posisi duduk yang agak berjauhan dengan Jongdae dan Chanyeol yang duduk berhadap-hadapan. Seunghoon duduk berhadapan dengan Mino, disampingnya terdapat Jongin dan Tao. Jongdae sendiri duduk di sebelah Tao.

Tidak lama kemudian, Minseok, Taehyun, Jinwoo dan Yixing datang. Jongdae menyuruh keempat gadis itu untuk duduk satu meja dengannya. Minseok mengambil tempat duduk di sebelah Chanyeol. Dan Taehyun duduk di sebelah Minseok, gadis Slytherin itu langsung sibuk berbincang dengan Mino yang duduk di sampingnya. Jinwoo dan Yixing yang melihat posisi itu tiba-tiba menolak bergabung, mereka lebih memilih makan di meja asrama mereka sendiri.

Seunghoon dan Sehun bertatapan sebentar lalu saling membuang muka, seperti orang asing. Seungyoon mengawasi semuanya dari meja Ravenclaw. Beruntung Seunghoon dan Sehun duduk satu deretan, jadi mereka tidak kesulitan untuk saling mengawasi.

Namun, semuanya berubah saat Baekhyun memasuki ruang aula besar. Seungyoon merasa feelingnya tidak enak. Ia langsung mengawasi penuh Seunghoon. Sehun yang melihat gelagat Seungyoon langsung melakukan hal yang sama, sedangkan Seunghoon, pria itu berusaha tenang.

Baekhyun, tidak seperti biasanya, kali ini ia langsung menghampiri meja Gryffindor. Gadis itu berdiri tepat di belakang Seunghoon. Chanyeol menatap bingung gadis yang dijodohkan olehnya itu. Ia tidak kaget jika Baekhyun menghampirinya, tapi untuk apa ia menghampiri Seunghoon?

Merasa puas saat hampir semua orang yang ada di aula itu menatapnya, Baekhyun kemudian memeluk Seunghoon yang saat itu berada dalam posisi duduk dari belakang. Gadis itu menaruh hidungnya di ceruk leher Seunghoon, menghirup wangi favoritnya itu. Perilaku Baekhyun sontak membuat lebih dari separuh orang yang ada di aula terkesiap, terutama para gadis. Seunghoon yang merasa tidak nyaman, sekaligus tidak enak dengan Chanyeol langsung melepas pelukan Baekhyun dan buru-buru ingin beranjak pergi dari aula itu. Besok ia pasti akan menjadi trending topic diantara murid-murid Hogwarts.

Baekhyun yang menyadari gelagat Seunghoon langsung bergerak, menahan muggleborn itu untuk pergi. Ia menarik Seunghoon ke pelukannya dan mencium bibir pria itu. Baekhyun langsung menaruh tangannya di belakang leher Seunghoon, menahan pria itu untuk tetap menciumnya. Tanpa sadar, Baekhyun menangis dalam ciuman itu. Terdengar suara bisik-bisik antara sebagian besar murid-murid itu. Baekhyun tidak peduli, ia berusaha tuli, ia hanya ingin menunjukkan perasaannya untuk terakhir kali, sebelum ia melepaskan Seunghoon sepenuhnya dan cepat atau lambat berubah menjadi boneka pajangan, seperti istri bangsawan pada umumnya.

"Wu Baekhyun!" suara Yifan langsung menggema begitu ketua murid pria itu sadar dari rasa kagetnya. Baekhyun langsung melepaskan ciumannya pada Seunghoon.

Yifan langsung menghampiri Baekhyun dan menarik gadis itu menjauh dari aula. Seunghoon sendiri terduduk lemas di lantai aula, ia memegang pipinya, merasakan airmata Baekhyun. Ia nyaris hilang kendali saat itu juga jika suara Seungyoon tidak bergema di otaknya.

Mino, Jongdae, Tao, Jongin, Minseok, dan Taehyun menatap Seunghoon dan Chanyeol dengan tatapan yang sulit diartikan. Chanyeol tampak shock, hal itu terlihat jelas di raut wajahnya. Waktu terasa berhenti di aula besar, hanya bisik-bisik dari beberapa murid yang tidak bisa menahan mulutnya untuk menggosip terdengar. Dan hampir semuanya juga mencuri-curi pandang ke arah Seunghoon dengan berbagai macam tatapan. Ada yang menatap pria itu kasihan, jijik, aneh, dan lainnya. Beberapa gadis, bahkan ada gadis asramanya sendiri yang langsung mengecap Seunghoon sebagai 'pria tidak tahu diri dan pengkhianat' tanpa tau kisah sebenarnya.

Kyungsoo dan Joonmyeon yang sedikit banyak tau tentang kisah cinta Baekhyun, meskipun ia tidak tau siapa kekasih Baekhyun selama 2 tahun belakangan ini memandang Seunghoon dengan miris. Kyungsoo langsung membuang muka begitu tau Tao memergokinya yang sedang menatap Seunghoon. Diluar dugaan, Hayi, gadis Ravenclaw yang tidak pernah disadari keberadaannya itu menghampiri Seunghoon dan membantunya berdiri.

"Jadi, hanya segini persahabatan kalian?" ejek Hayi tepat di hadapan Jongdae, pria yang ia cintai dan yang lainnya.

Hayi membawa Seunghoon keluar aula dengan diiringi tatapan Jongdae. Mino, Tao, dan Jongin kembali duduk, mereka merasa terhina saat mendengar ejekan Hayi. Tidak lama kemudian, Seungyoon mengikuti kedua orang itu. Sedangkan Sehun, ia berusaha keras menahan kakinya untuk tidak ikut keluar ruangan, ia tidak mau menarik banyak perhatian.

"Mari kita makan, sebentar lagi jam makan malam akan habis." ujar Park Jungsoo, sang kepala sekolah. Semua siswa kembali melanjutkan makan mereka dengan masih berbisik-bisik tentang kejadian tadi.


Yifan membawa Baekhyun ke asrama ketua murid. Pria itu menghempaskan adik tirinya itu ke sofa. Dari raut wajahnya, Yifan benar-benar tampak marah.

"Kau... Kau benar-benar berniat untuk menghancurkan tradisi keluarga kita?" ujar Yifan dengan marah.

"Apa salahku? Apa aku salah saat ingin menunjukkan perasaanku untuk pertama dan terakhir kalinya pada orang yang sebenarnya aku cintai di depan umum? Apa mencintai seorang muggleborn itu salah? Aku tidak mengkhianati Chanyeol karena aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, selain perjanjian pernikahan yang kau buat antara aku dan keluarganya. Apa mencintai Seunghoon selama ini salah? Kenapa aku tidak boleh mencintainya padahal kau sendiri jatuh cinta dan bahkan menjalin hubungan dengan Yixing! Bahkan kau saat ini sedang melakukan perjanjian pernikahan lagi untuk dirimu dan Joonmyeon. Kenapa kau boleh sedangkan aku tidak!" Baekhyun marah besar dengan Yifan, kakak tirinya. Orang yang selama ini tanpa sadar terus menerus mengatur hidupnya.

"Kau itu wanita! Wanita di keluarga Wu tidak boleh menikah dengan Half-blood, apalagi dengan muggleborn! Aku hanya mau kau mendapatkan keluarga bangsawan terbaik untuk dinikahi! Dan ya! Tidak ada yang salah dengan hubunganku dengan Yixing. Aku ini pria, Baekhyun. Aku bebas memilih dengan siapa aku menikah. Lagipula aku akan menikah dengan Joonmyeon! Camkan itu baik-baik!"

"Ya, dan kau akan menikahi Yixing di dunia muggle dengan identitas baru! Sebegitu hausnya kah kau akan kekuasaan kak? Apa masih kurang kau menjadikanku sebagai pajangan terbaru untuk keluarga Park? Untuk apa kau mau mempersunting Joonmyeon lagi!" teriak Baekhyun yang marah dan frustasi.

Yifan mencengkram dagu Baekhyun, "Dengar bocah! itu semua urusanku. Kau hanya perlu diam dan menerima semuanya! Jalanilah takdirmu sebagai pajangan keluarga Park dan jangan membangkang! Kau tidak tau seberapa sulitnya aku untuk bertahan dan berusaha mendapatkan hati tuan Park! Jadi, jangan melakukan kesalahan seperti ini lagi, atau muggleborn kesayanganmu itu yang akan aku hancurkan!" ancamnya.


Hayi membawa Seunghoon ke lapangan quidditch, membantu pria itu menenangkan pikirannya. Hayi menatap orang yang sudah ia anggap sebagai kakak itu dengan tatapan sendu. Ia ingin membantu, tapi ia sendiri bingung apa yang harus ia bantu. Hayi mendengar derap kaki, ia menoleh dan mendapati Seungyoon. Hayi menatap sepupunya itu dengan pandangan memelas, Seungyoon yang mengerti akan tatapan Hayi langsung menyuruh Hayi menyingkir, agar ia bisa duduk di saping Seunghoon.

"Byul!" panggil Seungyoon. Peri rumah yang dipanggil 'Byul' itu menghampiri Seungyoon. "Bawakan aku 2 botol firewhiskey dan segelas mead-" "Aku mau firewhiskey" protes Hayi. "Oh Shut up! Setidaknya seseorang dari kita harus tetap sadar!" ujar Seungyoon. Hayi cemberut mendengar ucapan Seungyoon.

Tidak lama kemudian, Byul datang dengan membawa pesanan Seungyoon. Seungyoon menyerahkan sebotol besar firewhiskey pada Seunghoon. Tidak repot-repot menggunakan gelas, ia dan Seunghoon menenggak firewhiskey itu langsung dari botolnya setelah sebelumnya bersulang.

"Mari bersulang untuk kegagalan cinta kita!" ujar Seungyoon. "Mari bersulang!" sambut Hayi dan Seunghoon. Mereka bertiga menenggak minuman masing-masing. Seungyoon dan Seunghoon tampak mengernyit saat merasakan sensasi firewhiskey yang terasa membakar tenggorokan.

"Ah.. kalian curang!" Hayi masih protes karena tidak diijinkan meminum firewhiskey.

"Hmm.. Kurang Sehun disini." ujar Seungyoon.

"Ya, jika ada dia maka lengkaplah grup kita. Grup 'kalah sebelum bertanding' dalam hal percintaan." lanjut Seunghoon.

"Bukankah Sehun sudah menang? Buktinya ia berhasil menaruh saham di perut kak Minseok kan?" tanya Hayi.

"Tapi kak Minseok dan mereka semua yang ada di pihak kak Minseok membencinya." jawab Seungyoon.

"Setidaknya ia sudah menaruh saham." timpal Seunghoon "Kau juga sudah pacaran dengan Baekhyun." jawab Seungyoon "Kau malah akan menikah dengan gadis impianmu, Taehyun."

"Sudah... sudah, setidaknya aku sudah bicara satu kali dengan kak Jongdae. Itu pun aku mengejeknya." ujar Hayi.


"Benar-benar di luar dugaan." ujar Tao. "Ya, kukira Baekhyun selama ini menyukai Seungyoon, ternyata kak Seunghoon." timpal Mino. "Sudahlah, kita tunggu saja kelanjutannya nanti." ujar Jongin.

Jongdae memperhatikan ketiga juniornya itu. Lalu, pandangan matanya beralih ke Chanyeol yang tampak bingung. "Jadi, apa keputusanmu, Yeol?" tanyanya.

"Entahlah... Aku dan Baekhyun memiliki perjanjian pernikahan, orangtuaku dan kak Yifan yang membuatnya. Jadi, tidak bisa dibatalkan semudah itu. Berbeda kasus dengan Seungyoon dan Taehyun. Kudengar, Taehyun sudah mengembalikan cincin pertunangannya dengan Seungyoon." jawab Chanyeol.

"Benarkah?" tanya Mino. Matanya mendadak berbinar-binar mendengar hal itu dari Chanyeol. Chanyeol mengangguk, "kau bisa mendekatinya lagi sekarang."

"Menurut kalian kak Seunghoon mencintai Baekhyun juga atau tidak?" tanya Jongin.

"Entahlah, Hoon itu susah ditebak. Lebih sulit daripada Jongdae." jawab Chanyeol.

"Hoon itu tidak pernah bebicara mengenai perasaan. Jadi, cuma dia sendiri yang tau jawabannya." Jongdae menanggapi pertanyaan Jongin.

"Menurutku mereka berdua saling menyukai. Tapi, kak Hoon selalu menahan diri dan semakin menahan diri saat tau kalau kak Yeol akan dijodohkan dengan Baekhyun, begitu juga kak Baekhyun. Aku pernah memergokinya berapa kali memandang foto Baekhyun lama-lama. Aku memiliki fotonya karena Kyungsoo. Kyungsoo sering mengambil foto dengan Baekhyun dan kak Joonmyeon. Tapi entahlah, bukannya selama ini kak Hoon menyukai kak Jinwoo." ujar Tao.

"Aku tidak peduli siapa menyukai siapa dan apa alasan mereka. Yang jelas, aku kecewa dengan kalian, aku mempertahankan kalian semua karena kalian bersama adalah tim yang solid, jadi aku bisa menjalankan tugasku sebagai seeker dengan tenang. Kalian bersahabat dan selalu kompak baik di luar maupun didalam lapangan. Tapi, saat teman kalian menjadi bahan pembicaraan, kalian malah diam saja. Bahkan, teman kalian yang menjadi baham pembicaraan saat ini adalah orang yang selalu kalian temui saat memiliki masalah, orang pertama yang selalu kalian cari jika memiliki masalah." ujar Luhan yang tampaknya baru datang dari ruang rekreasi. Gadis itu tampak acak-acakan, terlihat seperti habis bertengkar.

Semuanya terdiam saat mendengar ucapan Luhan. Jongin akhirnya membuka suara, "lalu, kenapa kau tidak membelanya?"

"Kalian tidak tau apa-apa, jadi lebih baik diam saja." setelah berbicara seperti itu, Luhan langsung meninggalkan mereka. Gadis itu berjalan menuju kamarnya, kamar ketua murid asrama Gryffindor.

"Apa yang dia katakan, huh? Bahkan dia selama ini sibuk dengan Sehunnya itu. Di-"

"Tidak, dia membela Seunghoon. Tadi, aku sempat mengintip isi pikirannya. Dia ribut dengan beberapa gadis dari asrama lain." ujar Jongdae, menghentikan ocehan Jongin.

Tiba-tiba, terdengar pintu asrama terbuka. Disana terdapat Minseok yang tampak terengah-engah sambil membawa beberapa botol yang sepertinya berisi ramuan.

"Dimana Luhan?" tanyanya.

"Kak, bagaimana bisa masuk ke asrama ini?" "Tentu saja bisa, aku kan ketua murid untuk seluruh asrama, kau lupa Tao?" Tao menggeleng.

"Ada apa mencari Luhan? Gadis itu tadi naik ke kamarnya." jawab Jongdae.

"Dia terluka. Tadi kulihat beberapa orang menyerangnya saat melihat tidak ada Sehun di samping gadis itu. Kurasa mereka marah saat Luhan menyuruh mereka untuk berhenti menggosip dan memikirkan urusan mereka sendiri. Dia juga membela Seunghoon, katanya pria itu bukan pengkhianat atau semacamnya dan malah mengatakan kalau kalian terlalu pengecut dan terlalu takut dengan opini mereka sampai tidak bisa membela Seunghoon. Fans-fans kalian, terutama fans Chanyeol sontak mengamuk dan menyerang Luhan di luar ruang aula. Kurang lebih seperti itu." jawab Minseok.

"Meskipun aku benci mengakui ini, tapi kurasa kak Luhan ada benarnya. Aku pribadi takut dengan reputasiku jika membelanya. Aku dikenal sebagai orang yang loyal dengan sahabat-sahabatku. Jika aku membela kak Seunghoon dan ternyata kak Hoon benar mengkhianati kak Yeol, nanti aku pasti terseret sebagai seorang pengkhianat juga. Dan itu adalah hinaan terbesar bagi seorang Gryffindor bukan?" jawab Mino.

"Aku setuju. Aku juga sempat memikirkan itu." timpal Tao.

"Sudahlah, pasti ada perasaan itu di hati kita. Tapi, ngomong-ngomong, dimana kak Hoon? Kemana gadis itu membawanya?" tanya Jongin.

"Mungkin lebih tepatnya, siapa gadis yang membawanya." ujar Jongdae.

"Siapa kak? Kulihat tadi dia memakai seragam Ravenclaw." tanya Jongdae lagi.

"Aku juga tidak tau. Nanti kulihat di arsip murid. Kau bantu aku, Dae." jawab Minseok.

"Sudah, aku ke atas dulu, membantu Luhan membersihkan lukanya. Fans kalian memang sudah gila, kalian harus melihat luka yang Luhan dapat nanti." lanjutnya.


Hai...

akhirnya masih bisa update.. Setelah berapa lama aku ngga update. Ini cerita ibaratnya udah terbengkalai gitu, kan..

banyak sarang laba-laba berserakan *tsaah*

Makasih buat yg udah mau nunggu,

Love y'all