Flower Boy And Nerd Boy

Summary:: 2 orang yang bertolak belakang. Kyuhyun adalah seorang pangeran sekolah, dan Sungmin adalah seorang yang tertutup dan kutu buku. Namun, siapa sangka di balik semua itu mereka adalah sepasang suami-istri(suami) yang dijodohkan?

Pair:: KyuMin (Kyuhyun-Sungmin) and other

Rated:: T

Genre:: Humor, Romance

Warn:: BL, Typo(s)

*lambai-lambai* Annyeong, chingudeul~ *tebar kulit pisang*

Err… *ngumpet di jemuran Kyu* Mian, a-author tahu kalau author updatenya te-telat… *pura-pura gugup* *plaakk* *ditabok readers*

Oke, mian yah kalau author telat update… Nih, author kasih lanjutannya… ^^

Enjoy~!

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kyuhyun terlihat sedang duduk di sofa dan memikirkan sesuatu dengan keras, terlihat dari keningnya yang berkerut dan tangan kanannya yang memutar-mutar ponselnya. Ia melirik jam dinding. Jam17.15. Mwoya? Kenapa sudah jam segini uri Bunny Sungmin belum pulang?

Ne, Kyuhyun sedang memikirkan kenapa istrinya belum pulang.

Ia kembali mengecek ponselnya yang entah ke berapa kalinya. Ia telah mengirimkan SMS pada Sungmin yang mungkin jika dihitung, ia telah mengirimkan lebih dari 20 SMS. Tapi, sampai sekarang Kyuhyun belum menerima balasan dari Sungmin. Namja tampan itu juga sudah mencoba menghubungi Sungmin, bahkan lebih dari 40 kali.

Biasanya Sungmin pulang paling larut jam 3 lewat, hal inilah yang membuat Kyuhyun khawatir.

"Yaaa! Ada apa ini? Kenapa sampai jam segini dia belum pulang? Handphonenya juga tidak aktif. Aissh!" Kyuhyun berdiri dan segera mengambil jaketnya yang ada di sofa single. Saat ia baru saja memasukan tangan kanannya, gerakkannya terhenti.

"Apa aku tidak terlalu protektif? Bukankah hal yang wajar jika seorang namja remaja pulang larut? Bisa saja 'kan dia ke rumah temannya?" gumam Kyuhyun. Ia kemudian kembali duduk di sofa seraya masih berpikir.

Tapi, kalau memang Sungmin tiba-tiba ke rumah temannya, bukankah namja manis itu akan memberitahunya?

Kyuhyun kembali berdiri dan melanjutkan memakai jaketnya. Ia lalu mengambil kunci mobilnya dan segera beranjak dari rumahnya. Lebih baik ia mengecek ke sokolah dulu bukan sebelum melapor ke polisi?

.

.

Kyuhyun mendengus dengan kesal seraya memandangi bangunan megah yang berada berpuluh-puluh meter di depannya. Ia memukul pelan setir mobilnya.

Ia telah mencari ke seluruh bagian dari sekolah, bahkan sampai sudut-sudut ruangan yang ada di sekolah itu. Namun, namja manis dan imut bernama Sungmin itu tetap tidak ditemukan.

Bertanya pada security sekolah? Sudah… Bahkan security atau yang biasa disebut satpam itu mengatakan kalau ia sudah mengecek keadaan sekolah dan tidak ada lagi siswa yang tertinggal di dalam gedung itu.

Ia menghela napasnya sebelum akhirnya menjalankan mobilnya dan melaju cepat kembali ke rumahnya.

.

Kyuhyun mengernyit saat melihat sebuah mobil berada di depan rumahnya. Tampaknya ia tidak asing dengan mobil itu.

"Victoria?" gumam Kyuhyun. Dengan segera, namja tampan itu mematikan mesin mobilnya dan segera turun dari mobil mewahnya itu.

"Vic noona!" panggil Kyuhyun. Yeoja yang tengah bersandar di mobil biru metaliknya dengan keadaan membelakangi Kyuhyun pun akhirnya berbalik. Yeoja cantik itu tersenyum ke arah Kyuhyun.

"Kyu…"

Kyuhyun berjalan menghampiri Victoria dengan perasaan bingung. Untuk apa yeoja itu datang ke rumahnya? Apa yeoja itu tidak kapok setelah kejadian tadi pagi? Dan tidak tahukah yeoja itu bahwa saat ini ia datang di waktu yang tidak tepat? Di saat ia sedang bingung mencari keberadaan Sungmin?

"Ada apa noona datang ke sini?" tanya Kyuhyun langsung. Victoria memasang tampang cemberut. "Wae? Tidak bolehkah aku datang ke sini?" Kyuhyun mendengus, ia sungguh sedang malas berdebat dengan yeoja yang satu ini.

"Ada keperluan apa kau datang ke sini?" tanya Kyuhyun dengan kata-kata yang bisa dibilang kurang sopan. Victoria tersenyum, sepertinya ia tidak memperdulikan cara bicara Kyuhyun yang terdengar sangat tidak menyukai kehadirannya.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan, Kyu?" tanya Victoria seraya memeluk lengan Kyuhyun. Mworago? Mengajak Kyuhyun jalan-jalan di saat namja itu sedang mengkhawatirkan keberadaan istrinya?

Eh? Tunggu… Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Ini untuk pertama kalinya Victoria mengajaknya jalan-jalan setelah yeoja itu mengetahui bahwa ia telah menikah. Dan… Kenapa Victoria mengajaknya jalan-jalan di saat yang mungkin bagi yeoja itu sangat tepat? Di saat Sungmin sedang tidak ada di rumah. Atau bahkan di saat Kyuhyun tidak tahu dimana keberadaan Sungmin.

Kyuhyun menatap Victoria dengan tajam.

"Kenapa tumben sekali kau mengajakku jalan-jalan? Tidak takut Sungmin marah dan mengeluarkan martial artnya karena kau sudah berani mengajakku jalan-jalan?" tanya Kyuhyun.

Victoria semakin mengeratkan pelukannya.

"Tidak… Memangnya aku takut pada Sungmin? Kalau berani, suruh saja dia keluar dan menghadapiku. Memangnya dia ada di dalam?" Uppss… Sepertinya yeoja cantik itu tidak menyadari bahwa ia baru saja keceplosan.

Kyuhyun mengernyit. "Dari mana kau tahu Sungmin tidak ada di dalam?" tanyanya masih dengan tatapan tajam yang menatap Victoria. Victoria menatap Kyuhyun dengan pelukan yang semakin erat di lengan Kyuhyun. "Mwo?"

Kyunhyun mendengus. Ia melepaskan tangan yeoja itu dari lengannya. "Kau! Tahu dari mana kalau Sungmin sedang tidak ada di dalam?" Victoria tidak menjawab, ia hanya menatap Kyuhyun.

"Ya! Kau masih hidup, 'kan? Kenapa tidak menjawabku?" tanya Kyuhyun dengan nada kesal.

"Aniyo, aku hanya asal tebak saja." Jawab Victoria. Kyuhyun menatap yeoja itu dengan tatapan kurang percaya. Memangnya ucapan yeoja itu bisa dipercaya? Sepertinya sulit bagi Kyuhyun.

"Aissh! Sudahlah! Kenapa harus memikirkan dia? Lebih baik kita jalan-jalan berdua." Victoria kembali memeluk lengan Kyuhyun dengan manja. Kyuhyun mendecih kesal. Tidak bisakah yeoja ini berhenti mengganggunya?

"Ya! Menyingkirlah!" Dengan sejuta keevilannya, Kyuhyun menyingkirkan Victoria dengan sedikit kasar dan tanpa sengaja mendorong yeoja itu agar menjauh. Entah karena tersandung atau karena high heelsnya Victoria yang kelewat tinggi, yeoja itu terjatuh hingga terduduk di tanah. Tas yang tengah tergatung memanjang dipundaknya pun terjatuh dan mengeluarkan sebagian dari isinya.

Kyuhyun mengernyit saat tidak sengaja matanya melirik barang-barang yang berhambur keluar dari tas yeoja itu. 'Itu…' Kyuhyun berjalan mendekati Victoria, tepatnya tas berbahan dasar kulit itu.

Namja tampan itu kemudian berjongkok dan mengambil salah satu benda dari barang-barang Victoria.

"Ini," Kyuhyun menunjukkan sebuah ponsel pada Victoria. "Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Kyuhyun seraya menyalakan ponsel touch screen yang ternyata dinon-aktifkan itu. Setelah aktif, ponsel touch screen bercasing warna pink itu menunjukan sebuah foto di layar ponsel itu yang digunakan sebagai wallpaper. Fotonya dengan Bunny Mingnya.

Kyuhyun tertawa kecil kemudian menatap Victoria. "Kenapa benda ini ada di tanganmu?" Bukannya menjawab, Victoria malah berusaha merebut ponsel itu dari tangan Kyuhyun. Sontak, namja tampan itu menjauhkan ponsel milik Sungmin itu dari Victoria.

Tawa kecil beraura setan yang tadi ditunjukkan oleh Kyuhyun kini berganti menjadi tatapan serius yang ditujukan pada Victoria. "Jawab saja, dari mana kau mendapatkan hp ini?" tanya Kyuhyun lagi. Victoria tidak menjawab, ia hanya mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun yang baginya sangat menusuk itu.

"Ya! Jawab...! Kau mengambilnya dari Sungmin?" Victoria masih tetap diam.

"Dimana Sungmin sekarang?" Yeoja itu masih tetap diam, tidak ada niat untuk menjawab Kyuhyun. Kyuhyun mendengus. Ia melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ohh, God… Sekarang sudah jam 18.05.

Kyuhyun mengehela napasnya. "Yaahh…! Dimana Sungmin sekarang? Ini tidak lucu, sama sekali tidak lucu. Aku tidak ingin bermain-main jika ini menyangkut Sungmin." ujar Kyuhyun pelan. Victoria dengan perlahan menatap Kyuhyun. Namja itu masih menatapnya dengan tatapan tajam meskipun dengan suara yang pelan.

Victoria kembali mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun. "Hei…" panggil Kyuhyun. "Aku tidak tahu…" jawab yeoja itu dengan sekenanya.

Kyuhyun mendecih kesal. Inilah yang paling tidak ia sukai dari yeoja ini. Keras kepala.

"Ya! Aku tahu pasti kau tahu dimana keberadaan Sungmin atau aku akan melaporkan ke polisi bahwa kau telah menculik Sungmin!" Victoria menatap Kyuhyun dan mendecih dengan kesal. "Di taman bermain terbesar yang ada di tengah kota Seoul." Jawab Victoria singkat dengan nada yang tidak ikhlas.

Tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun langsung berdiri dan memasukan ponsel milik Sungmin ke dalam saku celananya. Dengan segera, ia masuk ke dalam mobil mewahnya dan menjalankan mesin mobilnya, menuju satu-satunya taman bermain terbesar yang ada di tengah kota Seoul ini.

Victoria pun dengan segera meraih tasnya tanpa menghiraukan beberapa barangnya yang masih tergeletak di tanah dan segera menancapkan gas mobilnya, mengikuti tujuan Kyuhyun. Ia tidak menyerah semudah itu, chingudeul…

.

.

"Geez!" umpat Victoria saat merasa ponselnya berdering. Dengan tangan kiri dan mata yang fokus pada jalan dan sebuah mobil yang berjarak lumayan jauh darinya, tangan kanannya sibuk merogoh isi tasnya dan mencari benda yang masih sibuk berbunyi itu. Setelah mendapatkan benda yang ia inginkan, Victoria lalu menyentuh layar ponsel touch screennya itu.

"Yeobosseo?"

"Yeobosseo, eonni…"

Victoria mengernyit. "Sunny?"

"Ne, ini aku Sunny, eon… Eonni, sekarang aku sedang berada di bandara. Eomma tiba-tiba meneleponku dan menyuruhku ke London untuk menemani appaku di sana. Mianhae, aku tidak bisa membantu eonni untuk merebut Kyuhyun. Jeongmal mianhae, eon…"

"Mworago?!" Victoria tampak mendecih kesal. "Jadi maksudmu, kau ingin meninggalkan tugasmu begitu saja?"

"Bukan begitu, eonni. Appa sedang kesulitan mengurus perusahannya di London dan membutuhkan bantuanku dengan segera. Mungkin setelah aku kembali dari London, aku bisa membantu eonni lagi." Victoria mendengus kesal.

"Kapan kau akan kembali ke Seoul?"

"Umm… Aku tidak pergi lama kok, eon. Mungkin 5 atau 6 tahun lagi aku akan kembali ke Seoul…"

"Mwo? 5 atau 6 tahun? Itu sangat lama, Sunny! Bisa-bisa aku sudah menjadi rumput laut saat kau kembali nanti!"

"Jadi? Bagaimana dong, eon?" tanya Sunny di seberang telepon sana. "Aissh! Sudahlah! Anggap saja kita tidak memiliki persetujuan ini, lupakan saja. Kita batalkan saja perjanjian ini. Aku tidak membutuhkan bantuanmu lagi, Sunny!"

"Eh?" Victoria langsung mematikan panggilan itu secara sepihak, lalu kembali fokus pada satu mobil yang ada di depannya.

"Aissh! Tidak perlu bantuan yeoja itu! Aku sendiri yang akan merebut Kyuhyun dari namja itu." Victoria menginjak gasnya dan menyusul mobil Kyuhyun yang jaraknya sudah mulai jauh.

.

.

Tempat keberadaan Sungmin…

Sungmin menghela napasnya. Ia mengusap-usap telapak tangannya dan mengeratkan pelukannya pada tas ranselnya. Dingin. Itu yang kini sedang dirasakan oleh uri Bunny. Matahari sudah mulai terbenam dan angin malam mulai berhembus.

Sungmin melirik jam tangan digitalnya. Pukul 18.13. Ohh, sudah berapa jam ia menunggu di kursi taman bermain ini? Meskipun taman bermain ini tak kunjung sepi, namun udara dingin disini cukup menusuk kulit.

Ia telah duduk manis di kursi taman bermain ini dari jam 3 siang tadi.

Kruyyuukk~

Sungmin memegang perutnya yang baru saja berbunyi. 'Lapaarr~' batin namja manis itu. Ia lupa membawa uang dan ia belum makan sejak siang tadi, kalau sarapan sih sudah, sarapan sepotong roti bakar.

Sungmin menggigit bibir bawahnya. 'Apa sebaiknya aku pulang saja, ya?' pikir Sungmin. Ia kemudian menggendong tas ranselnya di punggungnya dan berdiri dari bangku panjang itu. Namun, sedetik kemudian, ia kembali duduk manis di bangku panjang itu.

'Ani! Victoria bilang kalau Kyuhyun menyuruhku menunggunya sampai ia sampai di sini.' Batin Sungmin. Ia mengeratkan blazer seragamnya dan memeluk erat ranselnya, berusaha menghangatkan tubuhnya. Seandainya saja ia membawa jaket dari rumah.

Sebenarnya Sungmin sedikit heran dengan situasi ini. Kenapa sampai selarut ini Kyuhyun belum juga datang? Namja tampan dan jangkung itu tidak mungkin tega membuatnya menunggu lama, sendirian, kedinginan dan bahkan sampai kelaparan di taman bermain ini, 'kan? Lalu, yang menyuruhnya datang ke taman bermain ini adalah Victoria. Aneh saja, kenapa Kyuhyun mempercayai yeoja itu untuk menyuruhnya datang ke taman bermain ini?

Memangnya Kyuhyun dan yeoja itu sudah baikan? Bukankah baru saja tadi pagi mereka berdua bertengkar?

Oh ya, masih ada lagi. Apakah Kyuhyun berniat membatalkan pertemuan mereka di sini? Jika memang Kyuhyun tidak jadi mengajaknya ke taman bermain ini, namja pecinta game itu seharusnya menghubunginya, bukan?

Sungmin menghela napasnya. Kenapa tidak dari tadi saja ia menelepon Kyuhyun dan bertanya apakah ia masih harus menunggu di taman itu?

Sungmin lalu merogoh saku blazernya. Namja pecinta pink itu mengernyit. Kenapa ponselnya tidak ada di kedua saku blazernya? Ia kemudian mencoba merogoh saku celana dan kemeja seragamnya. Tidak ada juga.

Sungmin lalu dengan segera membuka satu per satu resleting tasnya, mencari keberadaan ponselnya. Ia mendengus saat tidak menemukan benda teknologi berwarna pink itu. Kemana benda bernama handphone itu?

'Perasaan tadi pagi aku membawanya ke sekolah, deh. Kenapa tidak ada? Terakhir aku menaruhnya di…' Sungmin tampak berpikir keras, mengingat dimana terakhir kali ia memakai dan meletakkan ponselnya.

'Ummm… Di… Perpustakaan?' Sungmin memiringkan kepalanya. Terakhir ia melihat ponsel itu, ia meletakannya di meja perpustakaan siang tadi. Saat Victoria menghampirinya, ponsel itu masih jelas berada di atas mejanya, kok.

Sungmin membulatkan matanya dan membuka mulutnya membentuk 'O'. 'Jangan-jangan tertinggal di meja perpustakaan?' pikir Sungmin. Ia lalu berdiri dan berjalan mondar-mandir di depan kursi panjang itu dengan panik.

'Lalu bagaimana caranya aku menghubungi Kyuhyun? Dan bagaimana jika Kyuhyun ingin menghubungiku? Aku harus bagaimana?' batin Sungmin.

Ia mengacak rambutnya dan menepuk-nepuk keningnya. Ia merasa bodoh dan menyesal telah meninggalkan ponselnya di perpustakaan. Aahh… Seandainya saja ia tahu kalau ponselnya tadi dicuri oleh seorang yeoja licik.

Namja manis itu menghentikan gerakan anehnya. Ia lalu melihat ke arah sekelilingnya. Kenapa tiba-tiba jadi sepi? Dan beberapa puluh meter di depan sana terdengar ribut-ribut. Aah… Taman bermain ini sedang mengadakan acara pelepasan kembang api yang di adakan di tengah-tengah taman bermain. Sedangkan Sungmin kini sedang berada di kursi taman bermain yang berada agak tepi bagian taman bermain.

Lumayan jauh dari keramaian membuat Sungmin bergidik ngeri. Di tempatnya saat ini sangat sepi, hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang, gelap, dan angin malam yang dingin masih saja terus menerpanya. Dengan segera, ia menenteng tas ranselnya dan beranjak dari sana. Mungkin lebih baik sekarang ia pulang ke rumah.

.

Sungmin berjalan dengan cepat. Ia berjalan melewati daerah pinggir taman bermain yang dimana suasana di sana lebih gelap dan sangat sepi. Tidak ada orang yang berada di sana kecuali Sungmin. Lalu kenapa Sungmin mau jalan di tempat yang sepi itu? Kenapa tidak lewat jalan yang ramai?

Salahkan saja taman bermain yang sangat luas ini sehingga membuat Sungmin lupa arah pulang dari taman bermain ini.

Sungmin semakin mempercepat langkahnya saat merasakan angin malam semakin menusuk kulitnya. Namja manis itu terlonjak kaget saat mendengar suara-suara aneh yang entah berasal dari mana.

Langkah cepat Sungmin semakin lama semakin cepat dan akhirnya namja itu pun berlari dengan cepat. Berharap dapat menemukan pintu keluar taman bermain itu secepat mungkin.

Brruukkh!

"Uwwaahhh!" Sungmin menabrak seseorang saat ia berlari ke arah belokkan yang sontak membuatnya berteriak kaget. Ia terduduk di tanah dengan bokong yang mendarat dahulu.

"Aahh!" kaget seseorang yang tadi bertabrakan dengan Sungmin.

"Ming?" panggil seseorang itu. Sungmin yang tadi sibuk meringis dan mengelus bokongnya dengan segera mendongakkan kepalanya. Ia membulatkan mata kelincinya. "Kyu?" Sungmin langsung berdiri dan mendekati Kyuhyun.

"Ming!" Kyuhyun langsung memeluk Sungmin dengan sangat erat. "Ukh! Kyu? Waeyo? Kenapa kau terlihat buru-buru? Dan kenapa kau baru datang sekarang? Aku sudah menunggumu dari jam 3 tadi, loh." Ujar Sungmin tanpa melepaskan pelukkan Kyuhyun.

"Mainhae, kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun tanpa melepaskan pelukkannya. Sungmin menggeleng. "Aku tidak apa-apa, kok. Waeyo?" Kyuhyun tidak menjawab Sungmin. Ia terus saja memeluk Sungmin, bahkan semakin mengeratkan pelukkannya pada namja manis itu.

Sungmin pun membalas pelukkan Kyuhyun dan memejamkan matanya. Berusaha menikmati pelukkan Kyuhyun dan menghangatkan tubuhnya.

Cukup lama Sungmin memejamkan matanya untuk menikmati pelukkan hangat suaminya, ia lalu mulai membuka matanya.

Namja manis itu terkejut, ia membelalakkan matanya. Ia melihat seorang yeoja tengah berjalan ke arah mereka dengan tangan yang membawa balok kayu.

Yeoja itu tampak tidak asing baginya.

"Cih! Kalian bermesraan di depanku di saat aku sedang merasa sakit?" gumam yeoja itu. Sungmin dengan segera memutar posisinya dengan Kyuhyun saat melihat yeoja itu mengayunkan balok kayu itu kea rah Kyuhyun.

BUKKHH!

"Eeeh!?" kaget Kyuhyun saat tiba-tiba Sungmin menariknya dan memutar posisi mereka, dan mendenga pekikan kesakitan dari Sungmin. Omona! Apa yang dilakukan oleh yeoja itu? Victoria memukul Sungmin?

"Ya!" Kyuhyun menatap Victoria dengan tatapan tidak percaya. Sedangkan yeoja itu, ia tampak baru menyadari perbuatannya dan hanya berdiri dengan tatapan kosong dan balok kayu yang masih berada di tangannya. Khilaf, mungkin?

"Ya! Apa yang kau lakukan?!" tanya Kyuhyun dengan suara terdengar marah.

"Kau!" Kyuhyun melempar ponsel Sungmin yang sedari tadi ia genggam ke arah kaki Victoria, namun tidak sampai mengenai yeoja itu. Biarlah ponsel mahal itu hancur, Kyuhyun sudah sangat kesal dengan yeoja itu. Bahkan jika ada truk di sekitar sini, mungkin namja tampan itu juga akan melempar truk itu ke yeoja menyebalkan itu.

Kyuhyun hendak berjalan ke arah Victoria saat merasa Sungmin hampir terjatuh ke tanah. Dengan segera, Kyuhyun menahan berat badan Sungmin yang mungkin kehilangan kesadarannya.

Victoria meremas ujung baju yang tengah ia kenakan. Yeoja itu tampak gemetaran dan ketakutan. Ia ketakutan melihat Kyuhyun yang tampak berubah 180 derajat dari yang tadi. Namja itu tampak seperti monster dengan api-api di matanya.

Kyuhyun menggeram kesal. Ia menatap Victoria dengan tatapan evilnya yang sangat tajam. Aura evil menguar dari tubuhnya.

"APA YANG ADA DI PIKIRANMU, EOH?!" teriak Kyuhyun dengan nada marah. Tangannya yang merengkuh Sungmin tampak bergetar.

"Ming! Ming! Gwaenchana? Irreona!" Kyuhyun mengguncang-guncang pelan tubuh Sungmin.

"Irreo-ah! Ming-ah!" Kyuhyun tampak kaget dan terduduk di tanah dengan kepala Sungmin yang berada di pangkuannya. Mungkin Sungmin sepenuhnya telah kehilangan kesadarannya hingga Kyuhyun tidak mampu menahannya.

Tangan namja tampan itu terlihat mengepal.

"APA MAUMU, HAH?! Ini yang kau inginkan?! Kau ingin melukai Sungmin, eoh!? Kau ingin menghancurkan hubungan kami!? Kalau memang itu yang kau inginkan, KAU BISA MEMBUNUHKU ASALKAN KAU TIDAK MENYENTUH DAN MENYAKITI SUNGMIN!" Kyuhyun mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosinya. Bagaimanapun juga, yang berada di depannya saat ini adalah yeoja. Sangat tidak elit jika ia memaki-maki dan memukul yeoja, bukan?

Ia memeluk Sungmin yang terbaring di pangkuannya seraya terus mendesak Victoria. Oh God… Ini sudah keterlaluan… Setelah membohongi dan membuat Sungmin menunggu lama di taman bermain ini, yeoja itu menyakiti namja yang sangat ia cintai ini?

"Kau keterlaluan, noona! Kau bukan lagi noonaku yang dulu! Kau yang sekarang ini," Kyuhyun menatap Victoria dengan sinis. "Tampak seperti iblis, bahkan lebih!" ujar Kyuhyun dengan sarkastik, kata-kata yang singkat namun menusuk.

Victoria membelalakkan matanya. "Kyu!"

"APA? Kau ingin apa lagi?! Kau sudah menghancurkan hari-hari bahagia kami, sekarang kau ingin apa? Uang? Harta? Ingin melihat kami menderita? Oke! Aku akan memberikannya, noona! Asalkan kau tidak menyakiti Sungmin dan mengganggu kami lagi!"

Kyuhyun lalu menunduk dan menatap Sungmin dengan tatapan khawatir. "Irreona, Ming! Irreona…!" panggil Kyuhyun dengan suara yang terdengar bergetar. Ia lalu menggenggam tangan Sungmin.

"Kyuhyun-ah! Bukan itu yang kumau!" jawab Victoria dengan sedikit teriakkan.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Victoria dengan tatapan tajamnya. Victoria mendengus ketakutan. Ia tidak pernah melihat tatapan semarah itu dari Kyuhyun.

"Lalu? Apa maumu? Apa yang kau inginkan?!" tanya Kyuhyun dengan nada mendesak. Ia sudah muak dengan semua ini. Ia lelah menghadapi yeoja yang terus-terus saja mengganggu kehidupannya.

Victoria hanya menundukkan kepalanya.

"Ya! Jawab aku!" kesal Kyuhyun. Ia lalu kembali berusaha membangunkan Sungmin.

Victoria mengangkat kepalanya. "AKU HANYA INGIN KAU MELIHATKU! AKU HANYA INGIN PERHATIAN DARIMU! AKU INGIN KAU TAHU SEBERAPA BESAR CINTAKU! DAN… Aku berharap kau bisa menerima perasaanku…" jawab Victoria dengan nada lirih pada kalimat terakhirnya. Entah sadar atau tidak sadar, ia menangis dan terisak.

Kyuhyun yang sedari tadi sibuk mengkhawatirkan dan membangunkan Sungmin pun mengangkat kepalanya. Ia tertawa miris.

"Haha! Menerimamu, noona? Sudah berapa kali aku mengatakannya padamu, aku tidak bisa menerima perasaanmu, kau hanyalah teman lamaku, noona. Dan saat ini aku telah memiliki seseorang yang sangat kucintai. Tidak bisakah kau mengerti hal itu, noona!" kesal Kyuhyun. rasanya ingin sekali ia menggelindingkan yeoja itu ke dalam laut.

"Jadi, aku harus membiarkanmu bahagia bersama namja ini, eoh?! Kau tahu? Aku mencintaimu dan mengejarmu sejak dulu! Sebelum adanya namja ini! Dan sekarang, lihatlah! Namja ini dengan mudahnya masuk dalam kehidupan kita dan mengambilmu dariku! Dengan mudahnya dia merebutmu dariku!" bentak Victoria seraya menunjuk Sungmin matanya masih terpejam.

Kyuhyun mengernyit, ia mendengus kesal. "Kau pikir mudah untuk membuatku jatuh padanya? Sebelum kau bertemu dengan Sungmin, ia bukanlah Sungmin yang sekarang! Sungmin yang kau lihat sekarang ini adalah Sungmin yang telah merasakan penderitaan dan sakit dulu, di saat aku sangat membencinya! Dia bisa membuatku jatuh padanya bukanlah hal yang mudah baginya, noona!" Victoria terdiam, ia tampak tidak mengerti dengan maksud Kyuhyun.

"Pergilah!" pinta Kyuhyun. Victoria menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Meskipun ia pernah diusir dari rumah Kyuhyun, namun yang kali ini berbeda. Namja yang sangat ia cintai itu, Kyuhyun, menyuruhnya pergi… Pergi dari hidupnya, bukan dari taman bermain ini…

"Kau!" kesal Victoria. "Apa? Kau marah padaku? Kau ingin memukulku yang telah membuatmu kesal? Kau ingin membunuhku? Lakukan saja! Lakukan! Aku rela melakukannya, asalkan aku bisa melindungi Sungmin!" ujar Kyuhyun.

Victoria menatap Kyuhyun dengan tidak percaya. "Kyu… Kau berubah, Kyu… Kau bukanlah Kyuhyun yang kukenal dulu." Ujar Victoria.

"Aku tidak pernah berubah… Bukankah aku sudah pernah mengatakannya? Aku hanya muak, kesal, dan lelah! Kaulah yang berubah, noona! Kaulah yang telah membuatku semakin membencimu! Kau membuatku muak dengan semua sikapmu yang seperti ini, noona! Pergilah! Pergi dari kehidupanku! Aku malas melihatmu yang sekarang ini!" ujar Kyuhyun dengan datar namun masih terdengar amarah dari nada bicaranya itu.

Victoria menahan agar tangisannya tidak meledak lagi seperti tadi. Rasanya seperti seribu parang yang menancap di hatinya. Sakit… Rasanya kata-kata Kyuhyun kali ini sungguh mengena di hatinya. Mungkinkah selama ini ia telah menyakiti namja yang sangat ia cintai itu?

Pltaakk!

Kyuhyun memandangi balok kayu yang tadinya berada di genggaman Victoria kini telah tergeletak di atas tanah. Ia lalu mengeratkan pelukkannya pada Sungmin. Angin malam terasa sangat dingin, jangan sampai namja manis yang sangat ia cintai ini merasa kedinginan.

"Haaah-arraseo…" Victoria mengusap mata kirinya dan tertawa kecil. "Arraseo…" Kyuhyun menatap Victoria dengan heran dan juga takut-takut. Takut yeoja ini tiba-tiba berbuat nekat atau tiba-tiba menjadi tidak waras.

"Aku tahu aku tidak mungkin bisa memaksamu. Aku bukan siapa-siapa yang pantas menghancurkan kebahagiaanmu. Jika memang ini pilihanmu, aku… Aku akan menghargaimu. Banyak yang bilang, lebih baik melihat orang yang dicintai bahagia meskipun diri sendiri kesakitan. Mungkin itu adalah hal yang susah dan tidak mungkin bisa dilakukan, tapi… Aku akan melakukannya untukmu. Aku hanya ingin kau tahu, Kyu…"

Victoria berjalan mundur. "Aku sangat mencintaimu. Saranghae... Mianhae…" ujar Victoria dengan lirih. Ia berjalan mundur semakin menjauh dari Kyuhyun dan Sungmin seraya tersenyum miris. Ia lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.

"Oh ya," Victoria membalikkan badannya. "Hanya ingin memberitahu saja, besok lusa, aku akan kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliah di sana. Mungkin sesekali aku akan kembali ke Seoul untuk mengunjungi appa dan eommaku, dan juga mungkin melihat keadaanmu dan istrimu." Ujar Victoria seraya tersenyum tipis. Ia lalu kembali berbalik dan berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.

"Noona… Mianhae.." Kyuhyun menghela napasnya. Meskipun ia masih merasa sangat marah dan kesal dengan Victoria, namun ia juga merasa sedikit bersalah karena telah membentak yeoja itu.

Kyuhyun kembali menghela napasnya lagi. Setidaknya, tidak akan ada yang mengganggu kehidupannya dan Bunny Mingnya yang tercinta.

Eh?! Kelihatannya uri Kyuhyun mengingat sesuatu.

"Ming! Irreona! Ming…! Neo gwaenchana?" Kyuhyun tampak khawatir. Kyuhyun kembali bergetar. Entah kenapa, ia tiba-tiba merasa ketakutan. Takut terjadi apa-apa pada namja yang sangat ia cintai ini. Ia menepuk-nepuk pelan pipi chubby Sungmin.

Sedetik kemudian, Sungmin tampak membuka sebelah matannya. "Ming?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Sungmin lalu membukan sebelah matanya lagi dan menunjukkan senyum kelincinya. Kyuhyun semakin heran dibuat oleh namja manis itu.

"Neo… Gwaenchana?" tanya Kyuhyun memastikan. Sungmin lalu mendudukkan dirinya. "Mm! Nan gwaenchana…"

Kyuhyun menghela napasnya dan tersenyum lega. Dengan segera, Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukkan eratnya. "Untnglah kau tidak apa-apa. Aku sangat khawatir padamu, sangat khawatir sampai aku ingin mati saja jika terjadi sesuatu padamu." Ujar Kyuhyun masih memeluk Sungmin dengan erat.

"Gwaenchana, Kyu-ah… Aku baik-baik saja, kok." Ujar Sungmin seraya tersenyum. Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya.

"Loh? Kok bisa? Tadi yeoja itu 'kan memukulmu dengan keras. Kau tidak kesakitan? Atau setidaknya pingsan, gitu?" Sungmin menggembungkan pipinya. "Jadi? Maksudmu, aku harus pingsan saat Victoria memukulku? Begitukah?" tanya Sungmin.

Kyuhyun tertawa kecil. "Aniyo… Maksudku, syukurlah kalau kau tidak apa-apa." Sungmin tersenyum. "Kau lupa? Aku ini anggota martial art, dan aku ini namja, mana mungkin langsung pingsan hanya karena pukulan itu? Eerr… Yaahh, meskipun pukulannya tadi cukup keras dan sampai sekarang masih terasa sakit…" Sungmin memijat-mijat bahu dan tengkuknya yang tadi sempat terhajar balok kayu.

"Kalau kau tidak pingsan, jadi untuk apa kau memejamkan mata dan tertidur seperti tadi? Aku sangat khawatir, kupikir kau pingsan."

"Mianhae… Tadi aku hanya pura-pura pingsan, aku tidak ingin ikut campur dalam urusan kalian. Biarlah kau dan Victoria yang menyelesaikan masalah ini. Jika aku ikut campur dalam perdebatan kalian, bisa-bisa akan mempersulit keadaan. Jadi, aku lebih memilih diam dan pura-pura pingsan saja." Jelas Sungmin dengan polosnya tanpa menyadari tatapan evil dari Kyuhyun.

"Ya…! Kau pura-pura pingsan begitu membuatku sangat khawatir dan hampir menangis, tahu?!" ujar Kyuhyun dengan tatapan evil yang terlihat kesal. Sungmin hanya tertawa kecil. "Itu artinya kau sangat mencintaiku~!" ujar Sungmin seraya menyentil hidung Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa kecil.

Sungmin melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 19.07.

"Umm… Karena kita sudah berada di sini, mungkin lebih baik kita bermain saja dulu di sini. Kajja! Pelepasan kembang apinya masih ada, ayo kita lihat!" Sungmin lalu menarik tangan Kyuhyun dan segera menuju ke keramaian, tempat pelepasan kembang api.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Kibum tampak duduk di kursi taman kecil yang berada di depan rumahnya. Namja manis namun berwajah datar itu tampak sedang menikmati hembusan angin malam yang menerpanya. Ia menengadahkan kepalanya dan menikmati bintang-bintang yang tampak bersinar di langit kelam itu.

Kibum mengangkat tangan kanannya, seakan ingin menyentuh bintang-bintang itu. Ohh~ Entah kenapa rasanya ingin mengambil satu dari beribu bintang yang ada di langit itu.

Merasa itu adalah hal yang bodoh, Kibum dengan perlahan menurunkan tangannya dan kembali menikmati hembusan angin malam.

"Kibum-ah…" Kibum menghirup udara malam yang terasa sangat segar itu. "Kibum-ah…" Kibum mengernyit. Sepertinya seseorang memanggilnya.

Namja dengan julukan Snow White itu lalu menoleh ke belakang. Kibum terdiam, ia hanya terdiam menatap namja yang kini sedang berjalan ke arahnya.

"Siwon hyung?" gumam Kibum saat namja itu, Siwon, telah duduk di sampingnya. "Kenapa duduk di luar? Tidak dingin?" tanya Siwon. Kibum tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin melihat bintang, sudah sangat lama aku tidak melihat bintang dan menikmati udara malam, hyung." Jawab Kibum.

"Tapi angin malam bisa membuatmu sakit, lho. Apalagi kau tidak memakai jaket." Ujar Siwon. Ya, saat ini Kibum hanya memakai kaos biru tua dengan celana panjang parasutnya. Kibum hanya tersenyum. Ohh~ Tidak tahukah namja itu kalau senyumnya itu bisa membunuh semua makhluk yang berada di sekitarnya?

Kibum tampak terkejut saat merasakan sesuatu yang menyentuh punggungnya. Ia lalu menoleh kearah kiri, dimana Siwon tengah duduk di kursi yang sama dengannya.

Namja tampan itu tengah tersenyum ke arahnya. Jaket yang tadi Siwon kenakan kini tengah bertengger di bahu dan punggung Kibum.

"Hyung…" Kibum hendak melepas jaket itu dan mengembalikannya pada Siwon. Namun, Siwon menahan tangannya dan malah semakin mengeratkan jaketnya pada Kibum.

"Pakailah, jangan sampai kau sakit, malam ini cuacanya sangat dingin." Ujar Siwon seraya menunjukkan senyumannya yang mampu membuat readers meleleh.

Kibum hanya diam dan menundukkan kepalanya.

"Kibum-ah, aku ingin bertanya sesuatu padamu," ujar Siwon. Kibum menoleh pada Siwon. "Ne? Tanyakan saja."

Siwon tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengeluarkan suaranya. "Besok, orang yang sangat aku cintai berulang tahun. Menurutmu, aku harus memberi apa untuknya?" tanya Siwon.

Kibum terdiam. Entahlah… Rasanya hatinya kini terasa sakit dan berdetak dengan sangat cepat. 'Orang yang sangat Siwon hyung cintai?' batin Kibum. Rasanya, Kibum ingin menangis dan berteriak dengan keras saat ini juga. Ohh, ingat! Jaga image di depan Siwon, Kibum-ah~

Kibum tersenyum kecil, senyum miris tepatnya. "Ulang tahun? Umm… Mungkin lebih baik jika kau memberinya sebuket bunga mawar, hyung." Jawab Kibum yang berusaha menjawab senormal mungkin, menahan dan menyembunyikan rasa sakitnya.

"Hmm… Bunga mawar? Kau suka bunga mawar?" Kibum mengernyitkan keningnya. "Hah?"

"Kau suka bunga mawar, tidak?" ulang Siwon. "Aku?" tanya Kibum seraya menunjuk dirinya sendiri.

Siwon menganggukkan kepalanya. "Di saat ulang tahunmu besok, kau suka tidak kalau aku memberimu sebuket bunga mawar?" tanya Siwon.

Kibum terdiam dan menatap Siwon, mencerna perkataan Siwon. Besok? Maksud dari kata 'ulang tahunmu' itu apa?

Kibum membelalakkan matanya. 'Besok hari apa? Besok tanggal berapa?' batin Kibum heboh.

Siwon tertawa kecil melihat tampang Kibum yang terlihat kebingungan sendiri.

"Hari ini tanggal 20…" ujar Siwon. Kibum menatap Siwon. "Besok… Ulang tahunku?" tanyanya. Siwon tertawa kecil. "Tentu saja." Ujarnya seraya mengacak pelan rambut Kibum.

Kibum hanya mengangguk mengerti. Namun, beberapa detik kemudian, ia kembali menatap Siwon. "Jadi, maksudmu tadi…"

"Kaulah orangnya. Kaulah orang yang sangat kucintai itu." Kibum menundukkan kepalanya saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut Siwon. "So, will you be my boyfriend?" tanya Siwon. Kibum masih tetap menundukkan kepalanya. Namun, beberapa detik kemudian, namja manis itu tampak menganggukkan kepalanya.

Siwon tersenyum. Dengan segera, namja tampan itu menarik Kibum ke dalam pelukannya. "Mianhae, selama beberapa waktu terakhir ini aku menjauhimu." Ujar Siwon dengan masih memeluk Kibum.

Kibum terdiam, namun kemudian membalas pelukkan Siwon dan mengangguk. "Gwaenchana, hyung."

Siwon lalu melepaskan pelukannya. Ia menatap namja yang berada di hadapannya ini.

Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Kibum. Semakin dekat dan semakin dekat. Kibum lalu memejamkan matanya secara perlahan. Siwon masih terus mendekatkan wajah mereka. Hingga akhirnya…

Siwon tersenyum tertahan melihat Kibum yang dengan polosnya memejamkan matanya. Dengan segera, Siwon menyentil hidung Kibum. Kibum pun lalu membuka kedua matanya data merasakan hidungnya yang sedikit kesakitan.

Siwon lalu mengecup lama kening Kibum. "Saranghae…" ujarnya seraya tersenyum dan menyentuh pucuk kepala Kibum. Kibum tersenyum dan mengangguk. "Nado saranghae."

Siwon tersenyum. "Di sini dingin, sebaiknya kau segera masuk ke dalam dan tidur. Besok kita sekolah dan ada rapat OSIS." Ujar Siwon. Kibum menghela napasnya. "Ne, rapat OSIS~"

Siwon tertawa kecil. "Pulang sekolah, kita makan siang bersama, ne?"

Kibum tersenyum. "Ne."

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Uwaah~" Mata Sungmin tampak berbinar saat melihat pemandangan kota yang sangat indah. Ya, kota Seoul sangatlah indah jika dilihat dari atas sini. Saat ini, Kyuhyun dan Sungmin tengah menaiki kincir raksasa yang jika sudah berada di puncak, maka kau akan bisa menikmati indahnyan Seoul dari atas sini.

"Kau suka?" tanya Kyuhyun yang duduk di depannya. Sungmin mengalihkan pandangannya dari luar jendela kincir raksasa ke Kyuhyun. Dengan senyuman manisnya, Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Indah sangat indah, Kyu…" ujarnya dengan senyum yang tak lepas dari wajah manisnya.

Kyuhyun tersenyum. Mungkin bagi Sungmin pemandangan di luar sana sangatlah indah, namun bagi Kyuhyun, namja yang duduk di depannya inilah yang paling indah.

"Kyu! Lihat! Kembang api yang paling utama sudah dilepaskan!" ujar Sungmin antusias. Dengan mata berbinar, Sungmin terus saja memandangi kembang api utama yang baru saja dilepaskan.

Merasa tidak ada tanggapan dari suaminya, Sungmin mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Sungmin terdiam. Ohhh… Jarang sekali ia melihat suaminya yang tampan nan evil ini tersenyum tulus dan senang padanya. Bukan berarti tidak pernah loh ya, hanya jarang saja~

"Waeyo, Kyu? Kau senang sekali memandangiku seperti itu?" tanya Sungmin dengan polosnya. Kyuhyun tertawa kecil. "Aku baru sadar kalau kita tidak pernah jalan-jalan berdua seperti ini. Mungkin ini kencan pertama kita?"

Sungmin tersenyum. "Ne, aku juga baru menyadarinya." Ujarnya.

Kyuhyun tersenyum. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan mencondongkan badannya ke arah Sungmin. ia meletakkan kedua tangannya di samping kiri dan kanan paha Sungmin yang sedang duduk dengan manis.

Ia menatap lekat-lekat mata Sungmin sebelum akhirnya menempelkan bibirnya di bibir manis milik Sungmin.

Kyuhyun dan Sungmin sama-sama memejamkan mata mereka secara perlahan.

Cukup lama dalam suasana seperti itu, Kyuhyun mulai menjauhkan wajahnya dari Sungmin dengan perlahan. Hanya menjauhkan beberapa centi saja. Jadi, wajah mereka saat ini masih sangat dekat, mungkin hanya berjarak 5 centi.

"Happy dating day, Lee Sungmin." ujar Kyuhyun yang lalu memiringkan kepalanya dan kembali mencium bibir Sungmin.

Happy dating, KyuMin~ ^^

.

.

.

After they went home~ At 21.45…

"Hwaa~ Menyenangkan sekali, Kyu~!" ujar Sungmin saat mereka telah masuk ke dalam rumah. Namja manis itu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Melelahkan sih, tapi sangat menyenangkan. Ia lalu memijat-mijat bahunya yang masih terasa sedikit sakit.

"Ne, hari yang paling menyenangkan, Ming." Jawab Kyuhyun. Ia lalu ikut duduk di samping Sungmin. "Perlu kuobati, Ming?" tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin sibuk memijat bahunya. "Umm… Mungkin bahu dan tengkukku membiru." Jawab Sungmin. Kyuhyun mengangguk. "Jamkkaman, aku ambilkan obat dulu." Ujar Kyuhyun yang lalu berdiri.

Saat Kyuhyun hendak beranjak dari sana, suara bel berbunyi. Kyuhyun membatalkan niatnya untuk mengambil obat. Ia lalu berjalan kearah pintu dan membuka pintu itu. Siapa sih yang malam-malam datang bertamu?

"Annyeong, Kyu~!" Kyuhyun tampak terkejut dengan sapaan tiba-tiba itu. Sungmin beranjak dan menghampiri Kyuhyun yang berada di ambang pintu.

"Jaejoong hyung?" Jaejoong tersenyum dan melambaikan tangannya pada Sungmin. Sedangkan Yunho, sang suami, yang berdiri di samping namja cantik itu hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya, memberi hormat kecil.

"Hyung? Ada apa malam-malam begini datang ke sini? Mana suaramu tadi sangat keras lagi, mengganggu saja. Bagaimana kalau tetangga bangun? Kau ingin dihajar ramai-ramai?" tanya Kyuhyun. Ohh~ Ternyata uri evil masih kesal dengan Jaejoong karena namja cantik itu telah membuka kartu masa kecilnya dulu di depan Sungmin. Tentang ia yang dimasukkan ke kloset oleh eommanya dulu~

"Ihh! Tega sekali kau mendoakanku seperti itu!" ujar Jaejoong dengan wajah merengut. Sungmin hanya tertawa mendengar pertengkaran kecil itu.

"Waeyo, Jae-hyung? Ada keperluan, 'kah?" tanya Sungmin.

"Begini… Untuk seminggu ini, Yunho harus bertugas rapat di Jepang, dan aku akan mengikuti olimpiade di Singapore. Dan malam ini kami sudah akan berangkat. Jadi, dari kami berdua tidak ada yang bisa menjaga atau membawa Onew dan Taemin. Jadi, bisakah kalian berdua menjaga mereka untuk seminggu ini?" tanya Jaejoong dengan penuh harap. Namja cantik itu melancarkan kitty eyesnya.

Sedangkan Yunho, ia menggandeng Onew dan Taemin yang baru saja turun dari mobil mereka. Kyuhyun kaget, cengo, dan tidak percaya. Sedangkan Sungmin, ia tersenyum meskipun sedikit terkejut.

"Onew? Taemin?" panggil Sungmin.

"Ahjumma~! Ahjucci~! Annyeong~!" sapa Onew dan Taemin bersamaan. "Mwo? menjaga mereka untuk seminggu?" tanya Kyuhyun.

Jaejoong dan Yunho mengangguk. "Mianhae jika ini akan mengganggu kalian, tapi kami tidak tahu ingin menitipkan mereka ke siapa lagi. Kalianlah satu-satunya yang pernah menjaga anak-anak kami." Ujar Yunho.

"Hanya semingguuuu saja. Bisakah?" tanya Jaejoong. Sungmin tersenyum senang. "Tentu saja bisa!" jawabnya dengan senang hati. Sedangkan Kyuhyun, namja itu masih cengo. "Tapi…"

"Sudahlah, Kyu… Bukankah kau juga sangat merindukan mereka?" tanya Sungmin seraya menunjuk Onew dan Taemin yang hanya mengedipkan matanya dengan lucu.

Kyuhyun menghela napasnya. "Arraseo, kami akan menjaga mereka. Kalian pergilah dan serahkan mereka pada kami." Ujar Kyuhyun.

Yunho tersenyum. "Gamsahamnida, kami akan pulang secepatnya. Mianhae jika mereka menyusahkan kalian." Ujar Yunho. Sungmin tersenyum seraya mengangguk. "Gwaenchana, kami senang, kok." Kyuhyun juga ikut mengangguk.

"Oke! Kalau begitu, aku serahkan mereka pada kalian." Ujae Jaejoong.

Yunho berjongkok, mensejajarkan ubuhnya dengan anak-anaknya. Begitu juga dengan Jaejoong.

"Chagiya, jaga diri kalian baik-baik, ne? Jangan menyusahkan ahjussi dan ahjumma, ne? Makanlah yang banyak dan teratur, jangan sampai kelaparan dan sakit, ya. Eomma dan appa akan pulang secepatnya. Arra?" tanya Jaejoong pada Onew dan Taemin.

Onew dan Taemin mengangguk. "Alla, eomma~" Jawab kedua bocah imut itu dengan senyuman lebar mereka.

"Jadilah anak baik-baik dan jangan nakal, arraseo? Saranghae, chagiya." Ujar Yunho seraya mengecup kening Onew dan Taemin secara bergantian.

"Allaceo, appa. Nado calanghae~" jawab Onew dan Taemin. "Saranghae." Jaejoong juga mengecup kening Onew dan Taemin.

"Nado calanghae, eomma~" Onew dan Taemin secara serempak memeluk Jaejoong dan Yunho.

"Nah! Eomma dan appa harus berangkat sekarang. Jaga diri kalian, ne? Pye-pye~!" Onew dan Taemin membalas lambaian eomma dan appa mereka.

"Kyuhyun-ah, Sungmin-ah… Gomawo ne atas bantuan kalian. Kami sangat berterima kasih pada kalian karena sudah ingin membantu kami. Jeongmal gomawo." ujar Jaejoong yang sudah duduk di dalam mobil dengan jendela mobil yang terbuka.

"Ne, cheonmaneyo, Jae-hyung. Kami senang menjaga mereka." Jawab Sungmin dengan senyuman manisnya.

"Ne, tenanglah, kami akan menjaga mereka dengan baik, hyung." Ujar Kyuhyun seraya menggandeng tangan Onew dan Taemin.

"Arraseo. Kalau begitu, kami pergi dulu, ne? Annyeong!"

Onew dan Taemin melambaikan tangan mereka hingga mobil orang tua mereka tak tampak lagi.

"Kajja! Kita masuk ke dalam, di luar sini sangat dingin." Ujar Kyuhyun seraya menggandeng Onew dan Taemin masuk ke dalam rumah.

"Ahjumma~ Ahjucci~ Taem lapal… Ayo kita makan~!"

"Mwo? Bukankah tadi kita cudah makan dengan appa dan eomma? Kenapa Taem lapal lagi~?" tanya Onew.

"Entahlah, New hyung~ Caat campai di cini, Taem tiba-tiba jadi lapal… Taem lindu dengan macakan Cungmin ahjumma dan cuapan Kyuhyun ahjucci~ Ayo kita makan~!"

"Hahahha, arraseo, arraseo. Ahjumma akan buatkan kalian makanan. Kajja! Ahjumma akan masak untuk kalian~!"

"Ne~! Onew dan Taem ingin ahjucci yang cuapin~"

"Mwo?"

"Sudahlah, lakukan saja, Kyu…"

"Haaah… Arraseo, arraseo."

"Yeeyy! Ahjucci baik, deh~"

"Kami lindu ahjucci dan ahjumma~"

"Nado~ Ahjumma dan ahjussi juga merindukan kalian. Iya, 'kan, Kyu?"

"I-iya, iya…"

"Hahhaha!"

~END~

Uwaaah~ *jogging di depan kamar Kyumin* *plaakk*

Mian yah kalau updatenya lama *banget*. Ini chap terakhir dari ff ini… ^^

Author sungmin berterima kasih pada readers yang udah setia menunggu kelanjutan ff ini dan setia mengikuti jalan ceritanya… ^^ Jeongmal gomawo… *deep bow*

Oh ya, yang minta NC-annya KyuMin, mian yah~ Author belum bisa buat NC-nya… ._. Author masih di bawah umur, jadi gak bisa n gak pinter buat yang NC-an gitu… ._. *pasang tampang polos* #plaakkk

Mianhae yah~ *bow again*

Mianhae, author gak bisa balas satu-persatu reviewnya… Mianhae, jeongmal mianhae… *bow*

Awalnya author berencana membalas satu-persatu reviewnya, tapi setelah dipikir-pikir, ini sangat tidak memungkinkan bagi author untuk membalas 100 lebih reviewers… ;_; Tangan bisa jadi keriting nih~ *plaakk*

Mianhae, sekali lagi author minta maaf… *deep bow* m(_ _)m

(^/\^)

Special thanks buat readers author yang udah setia ngereview, membaca dan mengikuti jalan cerita FF ini… ^^::

Cho Kyuri Mappanyukki, KyuMin's SPY, Kim Soo Hyun, Kanaya, BbuingBbuing137, Freychullie, Min shi hyun, sha, Chikyumin, Guest, KimShippo, niyalaw, ryeosomNia14, loveiskyu, winecoup134, rinura137, desroschan, yunteukwon, CarolineElf, Turtle, ayuhyunki, Ayu Kyumin, Eka Cloudy, AIDASUNGJIN, is0live89, min190196, Anami Hime, Rachma99, Jo youngwoo, Cho Kyu Chely, farchanie01, Guest, MegaKyu, vina8402, shiRan-chan, SparkyuCassie, nahanakyu, beibhy kyuminalways89, reaRelf, Hyuk's banana, desi2121, Yukina Itou Sephiienna, olive1315, Qhia503, MinnieGalz, Vie Joyers3424, cho dizma joyer, Guest, nikyunmin, Ms. KMS, niea sarang, cherrizka980826, Cho Miku, WieLoveWolfBunnySelamanyah, jiraniats, revakyumin, Han Neul Ra, clouds1489, BABYKYUTEMIN, triple3r, ChaaChulie247, 333LG, Anonymouss, KS, Princess kyumin, annie pumpkins, Kim Eun Ri, Vhentea, Rima KyuMin Elf, Cho fani, nony, Yukka ChoLee, kyunny, Hong Joo Hyun, Imcherlonntan, Rosa Damascena, christina, wookiesomnia, Tika, felia, kyurin minnie, CMYoung137, park ji hyun, Jaylyn Rui, Keys47, stephani. , Huang Sung-hyun, sansan, kim nana, aku suka ff, astia morichan, ChwangMine95, SparKSomniA0321, Keyrin, Evil Thieves, Ini Just Min, SparkYooRin, ayuni, Miyoori29, Aura Afira, Park ji Ra, Stephanie Choi, yuliafebry, cmutzninot, wulandarydesy, susi susanti, ck mendokusei, wookyu, maria8, winiELFgaemgyu, SazkiaSiwonestELF, Guest, mita sarang-min, lovely HeeMin, Keyra Kyuunie, keisyayunjae, citcitcit, , Nakajima Yuki, SaranghaeKyumin, Guest, just kyuMin, ghea, Choi Rai Sa, .92, Park Ri Yeon, wiendzbica, evilminnie14, revaelf, idez lv hallyu, dhia bintang

Jeongmal gomawo untuk dukungan dan review yang selama ini readers berikan pada author… Author sungguh berterima kasih pada readers semua… ^^ *deep bow*

Untuk FF ini, jika ada kesalahan dari author, baik penulisan ataupun kesalahan-kesalahan lain, author minta maaf, ne? ^^

Okedeh, sekian dulu ya untuk chap terkahir ini…

Akhir kata dari author,

Review, please~? ^^

Gomawo… m(_ _)m