Author: Yura, Tomoe, Bennia, dan Saji
Rating: K+
Chapter 14 sebelum penyerangan dimulai
Pemandangan belakang sekolah merupakan pemandangan yang tidak bisa dilewatkan oleh siapapun, karena dibelakang sekolah terdapat hamparan tanah yang tidak seberapa besar yang mana disana tumbuh berbagai jenis bunga. Ini adalah kejadian sebelum penyerangan dilakukan
Yura side
"Haah"
Itulah teriakanku saat Aku memukul kayu untuk latihan tinjuku, Aku sering melatih tinjuku pada sore hari disini. Jujur saja Aku hanya punya tubuh fisik dan sihir enhance strength sebagai kekuatanku, meskipun begitu Aku masih lebih beruntung daripada pawn baru itu. Kurogane Ikki namanya dan Dia hanya bisa mengeluarkan sacred gear knuckle ditangannya, Kaichou pernah bilang kalau sacred gear itu hanya buatan bukan yang asli. Artinya sacred gear itu hanya duplikat dari sacred gear asli, karena Kurogane Ikki aslinya tidak memiliki kekuatan apapun setelah menjadi iblis.
"Ternyata ada yah orang yang lebih kurang beruntung dariku."
Itulah kalimat yang meluncur dari mulutku karena ternyata, kadang aku merasa didunia ini hanya Aku yang paling menderita, tapi faktanya masih banyak yang ada dibawahku.
"Ara Yura-chan sedang berlatih ya."
Suara itu berasal dari Bennia, wanita yang memiliki iris mata sewarna gold dan surai dark purple menanyaiku, padahal ia sudah sering melihatku latihan setiap hari.
"Sudah tau malah nanya, dasar baka."
"Haai Yura chan semangat terus ya."
Itulah sapaan dari sahabatku yang lain yaitu Tomoe Meguri, wanita yang memiliki iris brown dan surai coklat tersenyum bahagia menyemangatiku.
"Hai kalau kalian mau mengejekku lebih baik pulang saja sana"
Aku mengatakan hal itu karena mereka setiap hari datang kemari, dan hanya mengtakan hal tersebut. seolah menertawaiku yang terus melakukan latihan agar Aku kuat.
"Hei kami kan hanya menyemangatimu agar kau lebih giat berlatih."
"Itu benar kenapa kau berpikir kalau kami menertawakanmu Yura-chan."
Bennia berkata hal seperti itu dengan mengerutkan bibirnya, dan menyedekapkan tangannya di atas dada. Tomoe menjawab hal itu dengan nada seolah Ia bersalah telah membuatku patah semangat. Aku terkejut dengan ucapan mereka berdua ternyata di balik mereka yang selalu meneriakiku kupikir itu hanya sebuah lelucon untukku, tapi nyatanya itu adalah bentuk dukungan mereka kepadaku. Agar aku kuat tanpa diduga sebuah perasaan hangat hinggap di hatiku, sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tapi perasaan itu membuat nyaman dan hangat lalu bulir air mata jatuh dari pipiku.
"Yu...Yura chan apa yang terjadi kenpa kau menangis, apa ucapanku tadi menyakitimu Maafkan aku jika aku telah menyakitimu."
"Iya apa kami mengganggu latihanmu?"
Itulah perkatan yang keluar dari mulut mereka,setelah melihatku yang tiba tiba mengeluarkan air mata.
"Arigatou...hontouni arigatou, maafkan aku yang ternyata salah selama ini berpikir bahwa kalian mengejekku karena kekuatanku hanya ini."
Lalu kedua rekanku Tomoe dan Bennia sedikit terkejut atas reaksiku, dan langsung memeluk diriku dan berkata lembut kepadaku.
"Baka! tak mungkin kami akan menertawakan usaha yang dilakukan olehmu untuk melindungi Kaichou."
"Hm Kau ingat bahkan Kaichou saja mau menerima Ikki yang tidak memiliki sihir dan aura iblis sedikitpun."
Lalu keduanya berkata kepadaku.
"Jadi jangan pernah menyerah dan berpikir, kalau kami akan menghinamu Yura-chan"
Bulir air mata kian banyak jatuh dari pelupuk mataku, dan Aku makin menenggelamkan wajahku ke dalam pelukan mereka berdua dan bergumam.
"Gomenasai...hontouni gomenasai, Aku telah berpikir buruk terhadap kalian, jadi Aku mohon maafkan Aku. Dan tolong bantu Aku menjadi kuat serta terus awasi Aku ya."
Kurasakn mereka pun terisak dan menganggukan kepala atas apa yang telah kuucapkan, setelah beberapa saat kami akhirnya bisa tenang dan melapaskan pelukan. Lalu Tomoe membuka suara dengan semangat.
"Tenang saja itu pasti akan kami lakukan, Kita kan teman dan pelayan dari Sona sama. Dan juga kenapa kau tidak berlatih saja dengan salah satu dari kami, kupikir itu ide yang bagus untuk perkembangan latihanmu. Dan untuk mengukur sejauh mana hasil dari latihanmu selama ini Yura-chan."
Aku menganggukan kepala atas saran yang dirujukan oleh temanku ini.
"Baiklah! itupun jika kalian tidak keberatan, tapi Aku bingung siapa yang akan menjadi lawanku diantara kalian."
Lalu Bennia terlihat menatapku intens lantas berkata.
"Aku yang akan menjadi lawan tandingmu."
Oh jadi begitu tatapan tajam itu diarahkan kepadaku, Aku yakin hal menarik pasti akan terjadi kemudian Aku membuka suara.
"Baiklah jika itu tidak membuatmu terganggu Bennia-chan."
"Hn... Lagi pula aku ingin melihat juga hasil dari latihanmu Yura-chan"
Lalu temanku Tomoe dengan semangat menggebu disertai senyum sumringah berseru.
"Kalau begitu Aku akan menjadi wasit dari pertandingan ini, apa kalian setuju?"
Saat mendengar usulan itu baik Aku dan Bennia saling menatap satu sama lain, dan menganggukan kepala mengkonfirmasi bahwa kami menyetujui usulan tersebut.
Tomoe side
"Kalau begitu aku akan menjadi wasit dari pertandingan ini, apa kalian setuju?"
Itulah usulan yang kuberikan kepada kedua orang temanku yang sedang berada didepanku, kini mereka saling memandang satu sama lain dan kemudian menganggukan kepala mengkofirmasi usulan dariku.
"Nah kalo begitu aku akan memandu bersiap...hajime"
Kulihat mereka berdua menyiapkan kuda kuda, Bennia mengeluarkan pedang yang diberikan oleh Fuku Kaichou kepadanya. Pedang itu bukanlah sacred gear, itu adalah pedang biasa yang hanya disimpan di sihir tempat penyimpanan. Sedangkan Yura-chan menyiapkan fighting stancenya, disertai sihir [Enhance Strength] miliknya. Sihir milik Yura adalah sihir yang di pelajari olehnya dari Sona sama. karena Ia juga tak mempunyai sacred gear, jadi sebagai gantinya ia menggunakan sihir [Enhance Strength]. Kemampuan sihir ini adalah meningkatkan kemampuan fisik pengguna sesuai dimana ia menaruh rune sihir berada, untuk sekarang rune sihir tersebut dipasang Yura hanya di kedua kepalan tangan dan tubuhnya saja.
"Aku maju Bennia-chan."
"Kuharap kau tidak membuatku kecewa Yura-chan."
Stelah kalimat pembuka itu Yura merangsek maju, dengan tinju yang diselimuti rune sihir hendak memukul Bennia. Tapi serangan pembuka itu mampu dihindari dengan menarik kesamping posisi tubuhnya, dan serangan Yura hanya mengenai angin. kemudian Bennia chan menebas horizontal ke arah Yura, tapi Yura juga mampu menghindarinya dengan menundukkan tubuhnya sehingga pedang tersebut juga hanya menebas angin.
Sebenarnya spesialisasi Yura adalah pertahanan, sesuai dengan tipe bidaknya yaitu rook. Dan spesialisasi Bennia adalah kecepatan, karena bidak miliknya adalah knight. Jadi ini pertandingan seru yang menegangkan karena dua-duanya punya karakteristik berbeda, yang satu pertahanan dan satunya kecepatan.
Baik Yura dan Bennia tidak mengendurkan semangat mereka, dalam pertandingan ini Yura dengan tinju serta daya hancur dari sihir miliknya. Dan Bennia dengan pedang dan sayatan yang mengagumkan beradu.
Manuver serangan yang dilayangkan oleh Bennia dilayani dengan baik oleh Yura selama ini. Kurasa hasil dari latihan olah tubuhmu menunjukkan hasilnya Yura, sial karena pertunjukkan dari pertandingan ini aku juga sedikit tegang dan terbawa suasana.
Kali ini Yura meninju perut dari Bennia, dan membuatnya sedikit terseret kebelakang. Aku sedikit kaget juga ternyata Bennia terkena serangan, tapi itu tidak membuat Bennia jera. Dia menyiapkan kuda kuda, kini Ia menghunuskan pedangnya ke arah depan. Tatapan tajam diarahkan pada Yura jangan jangan ini adalah itu.
"Ternyata Kau mampu membuatku terpukul, kurasa kau sudah cukup berkembang Yura. Baiklah Aku akan mengalahkanmu dengan serangan spesialku."
"Serangan spesial ?"
Itu adalah kalimat yang keluar dari mereka berdua, Aku hanya terkejut karena Aku sedikit mengetahui apa yang dimaksud serangan spesial itu. Bennia kemudian merapalkan sesuatu.
[Samurai technique]
Ia kemudian mengangkat pedangnya ke atas kepala dan memegangnya erat dengan kedua tangannya, pedangnya berpendar biru hasil dari pelatihan pemusatan aura sihirnya. Dan kemudian Ia mengayunkan pedang tersebut ke arah Yura-chan dengan merapal.
[Ilai slash]
Sebuah bayangan biru hasil tebasan Bennia-chan melesat kearah Yura-chan, tapi Yura-chan bersiap menghadapi serangan itu. Dia menyilangkan tinjunya ke depan dada sambil merapal
[Enhance Strength]
Kemudian tinju tersebut memendarkan cahaya hijau, dengan cepat ia menghentakan tinju tersebut ke arah tanah dan merapal.
[Green Stomb]
Kemudian aura hijau meledak di sekitar Yura membentuk lingkaran, dan membuat tebasan Bennia-chan tertahan. Tapi itu masih belum mampu membuat aura itu lenyap, hasilnya sedikit lengan Yura-chan terkena serangan dari teknik samurai Bennia-chan. Karena saat ketika Yura-chan menyadari serangan tersebut tidak menghilang. Ia dengan segera melompat kesamping, tapi laju teknik tersebut lebih cepat dari pergerakan Yura-chan. Dan itu membuat lengannya tergores, cukup beruntung aku dibuat kagum oleh mereka berdua dalam pertandingan ini. Aku pun sedikit bergairah menyaksikannya.
Bennia side
[Ilai slash]
Sebuah bayangan biru hasil tebasanku melesat kearah Yura-chan, tapi Yura-chan bersiap menghadapi seranganku itu, Dia menyilangkan tinjunya ke depan dada sambil merapal.
[Enhance Strength]
Kemudian tinju tersebut memendarkan cahaya hijau, dengan cepat ia menghentakan tinju tersebut ke arah tanah dan merapal.
[Green Stomb]
Kemudian aura hijau meledak di sekitar Yura, membentuk lingkaran dan membuat tebasanku tertahan. Tapi itu masih belum mampu membuat aura itu lenyap, hasilnya sedikit lengan Yura-chan terkena serangan dari teknik samuraiku.
"Hasilnya seri, Aku cukup senang melihat kau mampu membuatku serius Yura-chan."
Ia pun hanya memasang senyum sambil memegangi goresan di lengannya, hasil dari seranganku yang tak mampu ditahan olehnya lalu Ia membuka suara.
"Tadi itu teknik yang hebat, jika Aku tak menahannya dengan [Enhance Strength: Green Stomb]ku aku pasti akan mati tau Bennia-chan."
Aku tersenyum malu menanggapi ucapan dari sahabatku ini, pasalnya Aku sudah kepalang tanggung karena ingin mengalahkannya. Jadi kelepasan deh aku menggunakan teknik spesialku.
"Gomenasai aku tak mampu menahan diriku, soalnya kau sudah berkembang dengan cepat sih. Dan juga gerakan tubuhmu kian gesit dan teratur, Aku jadi bersemangat mengalahkanmu."
"Tapi jangan mencoba membunuhku juga dong."
"Haha gomen, lain kali aku tak akan melakukannya lagi."
Aku tertawa mendengar keluhannya, lalu Tomoe membuka suara.
"Sugoi pertarungan kalian berjalan seru, Aku bahkan dibuat bergairah ketika melihatnya. Seakan Aku terkena hipnotis dari pertarungan kalian berdua, Yura chan lain kali berduel lah denganku yah."
"Baik aku akan melakukannya!"
Hm ternyata Tomoe juga bersemangat melihat pertandingan kami, memang benar Yura-chan sudah berkembang dengan baik. Hasil latihan dari olah tubuhnya tidak sia sia.
Lalu kami beristirahat setelah melakukan sparring tadi, dan melanjutkan perbincangan. Dimulai dengan jumlah pria di masing-masing kelompok Sona sama dan Rias sama, juga tentang kekuatan mereka, dan lain sebagainya. Tanpa terasa waktu berlalu sudah malam. Lalu muncul lingkaran sihir diantara kami, dan itu adalah Fuku Kaichou lalu Ia membuka suara.
"Kalian semua cepat berkumpul ini perintah dari Sona sama, karena sebentar lagi penyerangan Kokabiel akan dimulai. Kita harus segera membuat kekkai pelindung."
"Baik Fuku Kaichou!"
Aku dan yang lainnya hanya berkata seperti itu, dan menuruti perintah sang Fuku Kaichou. Kemudian kami pergi menggunakan teleport.
Saji side.
Disini aku berkumpul tepatnya di depan academy kuoh, Kami 5 orang berkumpul setelah mendapat panggilan dari Sona Kaichou. Yang hadir disini Aku, Reya Kusaka, Momo Hanakai, Nimura Ruruko, dan terakhir Sona Kaichou berkumpul menunggu anggota kelompok kami yang lainnya. Lalu tiba tiba muncul lingkaran sihir di depan Kami, dan mereka adalah Fuku Kaichou, Yura, Bennia, dan Tomoe. Aku tiba tiba teringat dengan satu orang temanku yang lain, Dia adalah laki laki aku pun bertanya pada Sona Kaichou.
"Ano Kaichou dari tadi Aku tidak melihat Ikki, kemana Ia pergi, apa yang dilakukan olehnya sehingga tidak datang kemari?"
Lalu kaichou menatapku yang bertanya padanya tentang keberadaan temanku. Wajar kan sebagai sesama anggota, harusnya Ia juga hadir disaat genting seperti ini. Kalau Dia tidak datang Aku akan memukul kepalanya yang menyebalkan itu. kemudian kaichou berkata.
"Sebaiknya kita langsung membuat kekkai saja cepat! kelompok Rias sudah bersiap menghadapi musuh yang akan segera sampai!"
Itulah hal yang diucapkan oleh Kaichou setelah mendengarkan pertanyaanku, tentu saja Aku sedikit curiga kenapa ia tidak menyinggung keberadaan Ikki. Padahal Aku sudah bertanya dengan jelas padanya, lalu Aku pun bertanya sekali lagi.
"Kaichou dimana Ikki berada?"
"Iya itu benar, dimana Ikki berada?"
Ruruko pun bertanya hal yang sama denganku, Kaichou menatap menatapku sekali lagi diikuti dengan menatap sekeliling kelompok. Kemudian Ia memejamkan matanya dan sorot tajam keluar dari mata itu dan berkata.
"Kalian semua sudah tahu bukan kalau Ikki tidak memiliki energi sihir apapun, Aku memang sengaja tidak memanggilnya. karena hal itu hanya akan membuat kalian cemburu karena nantinya Ia tidak akan membantu membuat kekkai."
Aku terkejut berarti Kaichou sengaja tidak memanggil Ikki karena takut Ia akan merepotkan, tapi bukan kah Ia bilang kalau tidak akan menyesal merekrut Ikki. Terlebih akhir-akhir ini Ia juga terlihat agak menikmati suasana sekolah daripada sebelumnya. Lalu aku bertanya padanya.
"Kaichou apa maksud semua ini, kenapa kau tidak memanggil Ikki kemari?
Ia pun berkata dengan tegas.
"Bukankah sudah kubilang itu tidak diperlukan, Ikki san tidak bisa menggunakan sihir jadi-"
"Jadi Kau takut kalau Ikki, hanya akan menunjukkan kelemahan kelompok kita di hadapan kelompok sainganmu?"
Aku mengatakan hal itu dari mulutku karena tak paham apa maksud Kaichou. Melarang Ikki datang kemari, tiba-tiba wajah Kaichou berubah menjadi terkejut Mendengar ucapanku. Lantas Ia membuka suara.
"Bukan itu maksudnya, Aku hanya tak ingin Ia merasa kurang berguna disaat seperti ini."
Aku pun kembali berbicara.
"JANGAN BERCANDA KAICHOU!, justru jika Dia tidak ada disini, dan tidak membantu itu malah menyakiti hatinya tau."
"Saji!"
"Gen chan!"
Itulah suara yang keluar dari mulutku, Ruruko dan Yura juga sedikit tersentak saat Aku mengatakan hal tersebut. Mungkin karena kali ini Aku merasa ada hal yang aneh yang mengganjal dihatiku saat ini.
"Tapi ikki kan tidak bisa meng-"
"Menggunakan sihir kan. Ditambah Dia tidak memiliki aura iblis sama sekali. Dengar Kaichou! jika aku jadi Dia, Aku pasti akan sakit hati jika mendengar kalian berusaha tapi Aku tidak membantu. Aku tahu temanku itu adalah orang yang lemah, dan Ia pun sadar jika Ia lemah tapi ia punya impian. Yaitu menjadi seorang Maou dan berjanji akan mewujudkan impianmu juga, lalu kau juga percaya bahwa ia akan menggapai impiannya kan Kaichou! jadi kenapa kau tidak memanggilnya"
Perasaan yang mengganjal dihatiku sudah Kulepaskan, entah perasaan itu sampai pada kaichou atau tidak tapi Aku pun menambahkan.
"Aku akan sangat malu, jika Aku mengambil kesempatan besar ini sendiri. Kaichou! Aku dan Dia sudah berteman, bahkan kami berjanji akan menjadi tulang punggung bagi kelompok ini. Jadi kumohon! tolong panggil ikki sahabatku kesini."
"Iya itu benar, tolong panggil Ikki juga kemari."
"Meskipun Ia lemah, Dia merupakan kelompok kita juga. Jadi tolong kaichou panggil Ikki kemari."
Itu adalah permintaanku kepada kaichou, selama ini Aku tidak pernah tegas pada hal apapun. Tapi saat itu Aku dan Dia sudah berjanji, akan menjadi duo pria yang akan menjadi tulang punggung dari kelompok sitri. Jadi tak akan Kubiarkan Dia tidak ikut. Yura dan Ruruko angkat bicara seolah mewakili para gadis di kelompok kami, lalu raut wajah kaichou berubah matanya melebar seolah melihat hal yang tak terduga dariku. Lantas dia tersenyum sedikit dan berkata.
"Saji kau banyak berubah ya."
Aku tak tahu maksud dari perkataan itu.
"Apa yang berubah Kaichou, perasaan aku tak berubah sedikit pun?"
"Tidak ada apa apa, baiklah aku akan memanggilnya segera."
Ia kemudian mengatifkan sihir komunikasi di telinganya, dan tak lama kemudian terdengar suara.
"Moshi Moshi Ikki disni?"
Lalu kaichou menjawab.
"Ikki dimana kau sekarang, cepat kemari penyerangannya akan dimulai!"
Lalu Ikki menjawab.
"Baiklah, Aku akan segera kesana dengan teleport!"
"Baguslah!"
Ia pun menyudahi percakapannya dengan Ikki, lalu Dia menatap kami semuanya dengan mata tegas dan membuka suara.
"Sebentar lagi ikki san akan kemari dengan teleport!, Baiklah! sekarang waktunya kita bersiap membuat kekkai pelindung di sekitar sekolah."
"Ha'i kaichou!"
Itulah jawaban kami semua. Aku senang karena kaichou kembali seperti dirinya yang biasanya, kata-kata darimu memang ampuh Ikki. Janji itulah yang membuat Aku menjadi seperti ini, Kurasa kehadiranmu disini sedikit membuatku bisa melangkah maju dan bertindak lebih tepat. Karena itu segera kemari dan perlihatkan wajah tenang dan ambisiusmu itu teman.
Saa minna ini chapter 14 gomene soalnya ini flashback dari kelompok sona sebelum penyerangan. Disini semua kelompok sona terlihat, kecuali Ikki karena sedang berlatih. Dan juga ini adalah chapter khusus tentang seluruh anggota kelompok sona, walaupun dalam bentuk flashback kuharap kalian menikmati. Dan ucapan terima kasih kuberikan untuk kalian yang masih mau berkunjung melihat cerita fiksiku ini.
Jaa nee
