Cast : B.A.P Members
Genre : AU, Yaoi, Drama
Part : 14/?
Warning : Typo, alur kecepetan /?.
:::::
Setelah seharian tadi mereka hanya berdiam dirumah untuk beristirahat dan bercengkrama dengan Mr. dan , akhirnya Yongguk dan para adiknya memutuskan untuk pergi ke salah satu tempat wisata yang banyak direkomendasikan oleh wisatawan.
"Kalian sudah mau berangkat?" Mr. Moon datang menghampiri Jongup, Junhong, Daehyun dan Yongguk yang duduk di ruang tamu dengan kursi rodanya.
"Iya, tapi kalau appa dan lainnya sudah mengantuk jangan tunggu kami pulang. Kami bisa tidur ditempat lain agar tidak mengganggu."
"Kau bicara apa, kalian tidak mengganggu. Tunggu sebentar." Mr. Moon pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.
"Ini kunci rumah, kalian bisa bawa agar tetap dapat masuk jika kami tertidur." Mr. Moon menyerahkan beberapa kunci pada Jongup.
"Kenapa kau memberi kami kunci?"
"Kau itu anakku, kau juga berhak dirumah ini." Mr. Moon mengusap kepala anaknya dengan sayang.
"Gomawo, appa."
"Ahjussi, bagaimana dengan kakimu?" Daehyun penasaran.
"Sekarang sedang tahap penyembuhan, tapi dokter tetap menganjurkan ahjussi untuk tetap menggunakan kursi roda karena dinilai masih belum kuat." Cerita Mr. Moon.
"Lalu pekerjaan ahjussi?" Kali ini Junhong ikut bertanya.
"Ahjussi cuti sementara waktu. Dan jika sudah sembuh, ahjussi akan pindah bekerja di rumah sakit Gyeongju. Maka dari itu, sering-seringlah berkunjung kesini."
"Tentu, jika kau tidak keberatan kami ganggu lagi." Yongguk terkekeh.
"Ganggu saja ahjussi sepuas kalian haha." Mereka tertawa bersama karena celetukan Mr. Moon.
"Kami sudah siap, mau berangkat sekarang?" Youngjae dan Himchan akhirnya keluar dari kamar dan menghentikan tawa orang-orang diruang tamu.
"Kalian seperti gadis berdandan saja, lama sekali." Ledek Yongguk yang disetujui Daehyun.
"Aish, yasudah aku tidak jadi ikut." Merajuk Himchan yang akan kembali ke kamar.
"Aku becanda, ayo kita pergi." Ajak Yongguk, ia segera menahan pergelangan tangan Himchan agar tidak masuk ke kamar lagi.
"Astaga ponselku ketinggalan. Kalian keluar duluan saja." Youngjae berlari ke kamar untuk mengambil ponsel.
"Tolong topiku juga, Jae." Seru Daehyun.
Baru saja Daehyun akan membuka pintu, bel rumah mendadak berbunyi tanda ada seseorang yang berada diluar.
"Apa aku salah rumah?" Bingung orang itu saat Daehyun membuka pintu.
"Kau tidak salah, ini masih rumah Gayoung haha. Masuklah." Mr. Moon menyuruh orang itu masuk.
"Aku bingung karena ada orang lain yang membuka pintu, jadi aku pikir aku salah masuk hehe." Orang itu menggaruk tengkuknya, salah tingkah.
"Gayoung-ah ada Jaebum." Panggil Mr. Moon.
"Suruh duduk dulu, appa." Teriak Gayoung.
"Perkenalkan, ini anakku Moon Jongup. Kakaknya Gayoung. Dan ini sahabatnya." Selagi menunggu Gayoung yang ada didapur dengan ibunya, Mr. Moon pun memperkenalkan mereka semua pada orang tersebut.
"Im Jaebum imnida, teman sekelas Gayoung."
"Dae, ini topimu."
"Youngjae?" Panggil orang tersebut saat melihat Youngjae datang menghampiri Daehyun.
"Kalian kenal?" Daehyun menatap selidik kearah Youngjae dan Jaebum bergantian.
"Iya, aku bertemu dengannya di minimarket kemarin. Awalnya ku pikir dia seorang gadis, karena wajahnya sangat manis dan menggemaskan seperti gadis remaja." Jawab Jaebum tanpa ragu. Sedangkan Youngjae membelalakkan mata saat mendengar kata 'gadis'.
"Lalu kenapa kalau dia seorang gadis?" Tanya Daehyun sedikit menahan kesal. Ia langsung merangkul pinggang Youngjae yang berdiri disampingnya.
"Tentu saja akan aku dekati. Tapi kalau ada namja seperti dia, aku rela berbelok arah." Jaebum blak-blakan. Sepertinya dia benar-benar terpesona dengan Youngjae.
"Yak!" Daehyun tidak bisa lagi menahan kesalnya. Melihat itu Youngjae langsung menggenggam tangan Daehyun diam-diam untuk menenangkannya.
"Sepertinya kami sudah terlambat, kalau begitu kami pergi dulu ahjussi. Jaebum-ssi." Pamit Yongguk menunduk pada Mr. Moon lalu menepuk pundak Jaebum sebelum pergi.
"Ayo hyung." Junhong, Jongup dan lainnya membawa Daehyun segera keluar meninggalkan Jaebum yang tidak tahu kesalahannya.
Setelah kejadian tadi, tidak ada satu pun yang bicara dalam taksi yang ditumpangi Daehyun, Youngjae dan Jongup. Mereka diam seribu bahasa selama perjalanan menuju Anapji Pond, salah satu tempat bersejarah terkenal di Gyeongju karena keindahannya.
'Kenapa aku selalu ada diantara orang-orang yang bertengkar.' Batin Jongup yang duduk disamping supir taksi. Sementara sisanya berada ditaksi lain.
"Jongup hyung!" Teriak Junhong yang sudah tiba lebih dulu di Anapji Pond.
"Oh kalian cepat sekali." Jongup, Daehyun dan Youngjae mendekati mereka.
"Taksi kami ternyata pandai menyelip haha." Sahut Himchan, mencoba mencairkan suasana namun gagal.
"Lihat hyung, pemandangannya indah sekali." Junhong menunjuk lampu-lampu yang menerangi area bangunan hingga menambah kesan indah bagi pengunjungnya meskipun dilihat dari kejauhan.
"Kalian mau masuk atau makan lebih dulu?"
"Aku tidak lapar hyung. Kalau kalian mau makan, makan saja." Kata Daehyun sedikit dingin.
"Yasudah, nanti saja kita makan. Ayo." Putus Yongguk lalu berjalan mendekati loket untuk membeli tiket masuk.
"Whoa, benar-benar indah." Kagum Himchan ketika mereka memasuki area. Tangannya tidak henti mengambil gambar sekeliling. Sesekali ia mengambil foto Yongguk dan adik-adiknya secara candid.
"Junhong-ah, disana ada ikan." Youngjae mencoba untuk menikmati perjalanan mereka. Ia mengajak Junhong dan Jongup untuk melihat ikan-ikan disekitar pantulan cahaya lampu kolam yang warna warni.
"Tenangkan dirimu dan nikmati liburan ini. Tunjukkan sifat dewasamu." Nasehat Yongguk pada Daehyun yang berdiri ditempat tanpa bersuara sejak tiba tadi. Yongguk pun kemudian pergi mengajak Himchan melihat bangunan tradisional lainnya yang terukir indah, meninggalkan Daehyun.
Daehyun menghela napas berat sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dengan maknae line. Awalnya memang sedikit canggung, namun perlahan suasana jadi mencair lagi karena guyonan yang dilemparkan Junhong dan Youngjae yang membuat mereka tertawa bersama.
Merasa sudah puas menikmati indahnya bangunan tradisional ini, mereka pun memutuskan untuk pergi menuju Cheomseongdae Observatory yang menurut informasi dapat ditempuh dengan jalan kaki karena jarak begitu dekat.
"Mau ku gendong?" Daehyun menawarkan diri saat melihat Youngjae terus memegang salah satu kakinya karena penat.
"Aniya, aku bisa jalan sendiri."
"Oh oke." Kata Daehyun singkat.
"Kalau dilihat dari peta, sebentar lagi kita sampai." Junhong sibuk memperhatikan peta mobile yang ada diponselnya.
"Nah itu dia." Jongup menunjuk bangunan Cheomseongdae Observatory yang berdiri ditengah taman pusat kota. Meskipun kuno, namun sorotan lampu membuat bangunan tersebut tampak begitu anggun seolah memecah kegelapan malam.
"Kuat juga." Daehyun mengetok beberapa kali dinding bangunan kokoh itu.
"Ayo kita foto." Ajak Himchan tidak mau melewatkan kesempatan. Ia menarik Yongguk dan lainnya untuk merapat.
"Kimchi~." Seru mereka saat mengambil selfcamera dengan background bangunan Cheomseongdae.
"Harusnya Jongup berdiri di depan agar tidak terlihat pendek." Komentar Youngjae pada hasil foto mereka.
"Yang mengomentariku juga pendek." Sindir Jongup.
"Bicara apa kau?" Youngjae pura-pura hendak mencekik Jongup.
"Daehyun hyung, bantu aku."
"Haha, selamatkan dirimu sendiri Jongup-ah." Kata Daehyun yang membuat Yongguk, Himchan dan Youngjae terkekeh melihat nasib Jongup.
"Aish hyung, hentikan." Junhong menyelamatkan Jongup dari Youngjae.
"Kenapa kau menyelamatkannya? Mencurigakan." Himchan memasang wajah menyelidik.
"Hanya ingin saja. Lihat hyung, apa itu gunung?" Junhong mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk beberapa gundukan yang menyerupai gunung diseberang tempat mereka berdiri.
"Kalian mau kesana?" Tanya Yongguk agak menahan tawanya.
"Tentu saja, itu sangat indah. Benarkan Jae hyung?"
"Iya, bagaimana kalau kita kesana saja?" Youngjae memberi usul dan langsung dibalas anggukan Junhong.
"Kalian duluan, kami dibelakang." Suruh Yongguk.
"Eh? Tumben sekali. Yasudah, ayo hyung." Junhong menarik Youngjae jalan lebih dulu dari hyungnya.
"Memangnya itu apa hyung?" Jongup mencium ada yang tidak beres.
"Itu Tumuli Park. Banyak makam bangsawan disana. Makanya sepi saat malam hari." Jelas Yongguk sedikit keras agar Junhong dan Youngjae mendengarnya.
"Jeongmalyo?" Mendengar penjelasan Yongguk, mereka pun kembali mendekati hyungnya tersebut.
"HAHAHAHA." Yongguk terbahak melihat ekspresi kaget campur ketakutan diwajah dua adiknya itu.
"Kau menyebalkan hyung." Cemberut maknae karena semua hyungnya mentertawai mereka.
"Mian mian, ekspresi kalian terlalu sayang untuk tidak ditertawakan." Kata Yongguk.
"Himchan hyung, suruh Yongguk hyung berhenti meledek kami."
"Biarkan saja, maknae. Nanti juga akan berhenti."
"Ish." Lagi-lagi Junhong cemberut.
"Sudah jam 9, ayo kita makan." Ajak Jongup karena perutnya sudah berbunyi sejak tadi.
"Mau makan dimana?"
"Itu, ada rumah makan disana." Daehyun menunjuk deretan rumah makan yang berada didepan Tumuli Park.
"Aish, apa tidak ada yang lain? Ingat Dae, itu makam."
"Selagi kita tidak mengganggu, tidak masalah Jae. Ayolah, ada aku." Daehyun menggenggam tangan Youngjae.
"Huft. Terserah kalian saja." Pasrah Youngjae karena Daehyun sudah menuntunnya pergi.
"Umma, appa. Aku takut." Junhong memasang wajah melas pada Yongguk dan Himchan.
"Jongup-ah, temani dia." Himchan mendorong Junhong ke arah Jongup yang berdiri dibelakang.
"Tega sekali mendorongku." Cibir Junhong. Ia terus memegang ujung baju Jongup selama perjalanan.
"Setelah ini kita langsung pulang, oke?"
"Oke hyuuung." Semua menyahut Yongguk kompak.
:::::
Tidak seperti biasanya, Jongup cs bangun lebih pagi dari hari-hari lainnya. Jelas saja, mereka tidak mau bertingkah tidak sopan dirumah orang tua Jongup. Maka dari itu, setiap orang mencoba untuk membantu kegiatan rumah sebelum kembali melanjutkan liburan terakhir mereka sebelum pulang besok harinya.
"Kenapa kalian merasa tidak enak terus eoh? Kalian itu sudah ahjussi anggap anak, tidak perlu seperti ini." Mr. Moon mencoba melarang.
"Seorang anak juga harus membantu orang tuanya, ahjussi" Balas Yongguk yang sedang membersihkan kaca jendela.
Banyak hal yang dilakukan mereka, mulai dari Daehyun dan Jongup membersihkan perabot rumah, Youngjae menyapu rumah, Junhong mencuci pakaian, dan Himchan yang turut membantu Mrs. Moon menyiapkan makan siang.
Selesai melakukan tugas masing-masing, mereka (kecuali Himchan) pun beristirahat sebentar sambil menunggu makan siang bersama Mr. Moon yang sejak tadi dipaksa berdiam diri di ruang tamu.
"Apa kabar ibumu?" Mr. Moon agak ragu bertanya pada Jongup.
"Seperti biasa, sibuk dengan teman sosialitanya." Jawab Jongup malas.
"Dia sebenarnya baik dan menyayangi anaknya, hanya saja kebiasaan untuk bersenang-senang sulit ia hilangkan. Sampai-sampai anak dan suaminya tidak terurus." Untuk pertama kalinya, Mr. Moon menyampaikan keluhannya selama ini.
"Sudahlah appa. Sekarang kalian sudah memilih jalan masing-masing, dan hiduplah bahagia dengan cara kalian."
"Araseo, tolong jaga ibumu." Nasihat Mr. Moon.
"Dan kalian... Aku titip Jongup, perlakukan dia dengan baik, jangan sungkan untuk menegurnya jika salah." Pinta Mr. Moon pada lainnya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan, tidak ingin mengganggu.
"Pasti. Apalagi Yongguk hyung, dia tidak akan sungkan memarahi Jongup." Sahut Daehyun yang langsung mendapat cubitan Youngjae dipinggangnya.
"Haha tidak apa, ahjussi percaya dengan kalian."
"Maaf mengganggu, tapi sudah waktunya makan siang." Himchan datang untuk mengingatkan.
"Akhirnyaaa." Seru semuanya. Mereka sudah sejak tadi menunggu.
"Ayo kita makan dulu." Ajak Mr. Moon mencoba untuk menjalankan kursi rodanya.
Yongguk menyenggol lengan Jongup untu membantu ayahnya.
"Gomawo." Ucap Mr. Moon saat menyadari Jongup akan membantunya.
"Sudah tugasku, appa." Balas Jongup. Ia dan lainnya pun menuju ruang makan yang sudah tersaji banyak makanan.
"Aku pulang." Sapa Gayoung yang baru pulang sekolah.
"Kau sudah makan, sayang?" Tanya Mrs. Moon yang duduk santai di ruang tamu dengan suaminya.
"Sudah." Gayoung memeluk ibunya manja.
"Ahjumma, ahjussi. Kami berangkat dulu." Pamit Yongguk dari arah kamar.
"Oppa, kalian mau kemana?"
"Ke Danau Bomun." Jawab Daehyun.
"Maksudmu Danau Nomunho?"
"Itu maksudku."
"Oppa, boleh aku ikut?" Tanya Gayoung sambil menarik ujung kemeja Daehyun.
"Gayoungie, jangan ganggu liburan mereka."
"Jongup oppa, apa aku mengganggu kalian?"
"Hm..." Jongup bingung.
"Kalau kau mau, kau bisa ikut." Kata Yongguk. Ia tidak enak jika harus menolak permintaan anak pemilik rumah tempat mereka tinggal.
"Horeeee. Kalau begitu aku ganti pakaian dulu. Chankaman." Gayoung segera berlari ke kamarnya. Yongguk cs pun menunggunya diruang tamu dengan sabar.
"Maafkan Gayoungie. Tapi kalau kalian ingin pergi, tinggalkan saja dia. Tidak apa-apa." Mrs. Moon merasa tidak enak.
"Gwaenchana ahjumma. Kami menunggu dia saja." Sahut Yongguk.
"Annyeong haseyo." Suara seorang pemuda terdengar dari arah pintu.
"Dia lagi." Ucap Daehyun pelan.
"Jaebum-ah, ada apa kemari?"
"Ahjumma, apa Gayoungie ada? Flashdisk ku terbawa olehnya."
"Oh, sebentar ahjumma beritahu dia. Duduklah." Mrs. Moon mempersilakan sebelum pergi ke kamar anaknya.
"Hai Jae." Sapa Jaebum yang duduk disamping Youngjae.
"N-ne." Youngjae mengangguk.
"Kau menggemaskan sekali dengan sweater ini." Puji Jaebum sambil tersenyum memandangi Youngjae yang mengenakan sweater berwarna cokelat dengan gambar anjing kecil ditengahnya. Tanpa ia ketahui, pujiannya itu membuat seseorang mengepalkan tangan untuk menahan emosi.
"Gomawo." Jawab Youngjae sopan.
"Cheonma." Jaebum mengusap rambut Youngjae lembut namun segera ditampik oleh Youngjae.
"Maaf aku lupa mengembalikannya." Sesal Gayoung yang sudah berpakaian rapi. Ia menyerahkan flashdisk pada Jaebum.
"Rapi sekali. Mau kemana?" Tanya Jaebum.
"Ke danau dengan oppadeul, mau ikut?"
'Damn.' Batin Yongguk dan Daehyun, kesal karena ajakan Gayoung.
"Memangnya boleh? Boleh Jae?" Jaebum bertanya pada Gayoung dan Youngjae bergantian.
"Mollaseo." Youngjae melirik sahabatnya.
"Tentu boleh, ya kan Yongguk oppa?"
Jika tidak mengingat kesopanan, mungkin sekarang Yongguk sudah memarahi Gayoung atas kelancangannya. "Ya terserah saja."
"Asik, ayo kita berangkat. Kasian ahjussi itu sudah lama menunggu. Appa umma, kami pamit." Gayoung menggandeng lengan Daehyun dan membawanya menuju mobil sewaan yang sudah menanti sejak tadi.
Youngjae terdiam melihat perlakuan Gayoung itu sampai akhirnya Jaebum menyadarkan lamunan Youngjae. "Ayo kita pergi."
"Oh ne... kau duluan." Youngjae memilih berjalan bersama dengan Himchan.
"Apa aku boleh memarahi dua bocah itu?" Bisik Himchan sambil jalan.
"Jangan hyung, ingat kita menumpang dirumahnya."
"Hah, semoga aku bisa sabar. Lagipula kenapa Daehyun tidak bisa menolaknya. Bodoh." Gerutu Himchan.
"Sst, tidak enak didengar mereka." Youngjae menyuruh Himchan berhenti bicara sebelum tiba dimobil.
Setelah menikmati pertunjukkan musik tradisional Korea yang dilaksanakan setiap hari di daerah Bomun, mereka pun menuju danau Nomunho dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan yang mereka lewati dipenuhi pohon cherry yang sayangnya saat musim dingin seperti ini tidak bermekaran. Namun pemandangan pohon cherry yang tertutupi salju saja sudah cukup indah bagi orang yang melintasinya.
"Harusnya oppa datang saat musim gugur, jadi bisa melihat pohon cherry bermekaran. Tidak kalah dengan sakura." Jelas Gayoung yang masih betah memeluk lengan Daehyun meskipun Daehyun berusaha melepaskannya berulang kali.
"Lain kali datanglah kesini saat musim semi atau gugur, banyak pemandangan yang sangat indah." Tambah Jaebum. Ia terus menyeimbangi langkah Youngjae yang sejak tadi diam.
"Akan kami pikirkan lagi nanti haha." Balas Yongguk atas saran Gayoung dan Jaebum.
"Ngomong-ngomong, tolong fotokan kami berenam." Himchan menekan nada suaranya pada kata 'berenam'.
"Tentu." Jaebum mengambil kamera Himchan dan bersiap mengambil foto.
"Sudah siap?" Jaebum langsung mengambil foto setelah mendapat aba-aba Himchan.
"Sekarang Daehyunnie dan Youngjae." Himchan memaksa dongsaengnya untuk berfoto bersama dengan berbagai pose tanpa peduli kebingungan dua orang asing lainnya.
"Jongupie, Junhongie." Himchan memanggil bergiliran.
"Setelah itu, Bang Yongguk dan Kim Himchan." Himchan memanggil namanya sendiri dan menyuruh Youngjae memotretnya.
"Daehyun oppa, aku lapar. Temani aku beli makanan di stan sebelah sana." Ajak Gayoung kembali memeluk lengan Daehyun setelah mereka selesai berfoto dan menyeretnya ke sebuah stan makanan meninggalkan yang lain.
"Biarkan saja." Tahan Yongguk saat Himchan akan meneriaki Daehyun.
"Hah kepalaku mendadak pusing. Bbang, ayo kita menjauh saja."
"Baiklah, tuan puteri." Yongguk membawa Himchan ke spot lain yang cukup sepi.
"Aku mau jalan sendiri dulu. Hubungi aku jika ada apa-apa." Kata Youngjae kemudian pergi meninggalkan Jongup, Junhong dan Jaebum yang tidak tahu harus kemana.
Youngjae menghela napasnya berulang kali seolah ada sesuatu yang mengganjal dipikiran dan hatinya. Ia heran, kenapa selalu saja ada pengganggu diacara liburannya. Saat ini ia berada di salah satu gazebo yang sepi sehingga cocok untuk dijadikan tempat menenangkan diri. Banyak hal yang menjadi pertanyaan besar dikepala Youngjae, terutama tentang Daehyun dan pernikahannya. Apa dia benar-benar sudah menyayangi Daehyun, bukan sebagai sahabat melainkan sebagai suami? Tapi jika ia terus bersama Daehyun, impian Daehyun tentu tidak bisa terwujud. Mengingat ia seorang pria yang tidak bisa memberi keturunan. Hati dan logikanya kini saling berdebat dalam dirinya.
Youngjae terdiam saat merasakan ada benda melingkar terpasang dikepalanya. Dengan wajah bingung ia mengambil benda tersebut dari kepalanya.
'Flower crown?' Batin Youngjae ketika melihat benda yang ada ditangannya.
"Pakai saja, kau tambah cantik jika memakai itu." Kata orang dibelakang Youngjae.
"Kau..."
"Maaf aku mengikutimu, aku tidak tahu harus bersama siapa lagi." Orang itu -Jaebum- ikut bersandar pada pinggiran gazebo berdiri tepat disebelah Youngjae.
"Bukankah ada Gayoung?"
Jaebum menggeleng, "Dia sibuk mendekati temanmu."
"Daehyunnie?"
"Ya, sepertinya dia benar-benar menyukai temanmu itu." Jaebum menggelengkan kepala.
"Jae... ah maksudku, Jae hyung."
"Panggil Jae saja jika kau tidak nyaman."
"Oh oke, Jae. Boleh aku tanya sesuatu?"
"Ya silakan."
"Apa kau percaya istilah 'cinta pada pandangan pertama'?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Hanya bertanya saja."
"Oh. Aku tidak percaya. Menurutku hanya orang konyol saja yang percaya hal itu. Karena sebuah perasaan itu tumbuh karena sebuah proses, bukan instan."
"Berarti aku termasuk kelompok orang konyol itu."
"Maksudmu?" Youngjae tidak mengerti.
"Aku... Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan orang itu adalah kau." Jaebum terus terang.
Jder. Seperti ada sambaran petir, Youngjae sangat kaget saat mendengar pernyataan Jaebum.
"Aku tahu kau juga seorang pria. Namun, bukankah Love is no gender? Tidak peduli kau pria atau wanita, jika hati sudah memilih. Apa yang harus kita lakukan? Tidak ada pilihan, karena itu adalah takdir."
"Dan aku percaya, kau sudah ditakdirkan untukku." Jaebum terus bicara tanpa henti.
Tidak ada kalimat yang keluar dari mulut Youngjae, ia begitu terkejut dengan keadaan saat ini dan hanyut dalam pikirannya hingga tidak sadar Jaebum perlahan mendekati wajah Youngjae dan mengunci pandangannya pada bibir kecil pria dihadapannya.
Bugh. Andai saja Daehyun tidak datang tepat waktu, pasti saat ini ia akan melihat Jaebum mencium bibir istrinya.
"Lihat ini." Kata Daehyun dengan pandangan penuh marah pada Jaebum yang sudah babak belur karena pukulannya.
Daehyun menangkup wajah Youngjae dan mencium bibir kecil itu dengan kasar. Ia menggigit, menghisap dan melumat terus menerus tanpa peduli orang disekitarnya. Sementara Youngjae tidak melawan ataupun membalas ciuman Daehyun. Ia hanya diam membiarkan perlakuan kasar Daehyun hingga akhirnya air mengalir dari matanya perlahan. Ya, tanpa Daehyun sadari Youngjae menangis karena luapan emosinya yang tidak dapat dikontrol.
TBC. Maaf atas kekurangannya. Thanks for reading ^^
[Balasan Review]
Kensopu : karenaaaaa, entahlah. Mungkin karena cuma jb yg cocok jd pho di daejae (?) Makasih sudah bacaaaa ^^
Jiraniatriana : hehe, sabar ya. Kl lancar trs nanti kaya jalan tol /eh. Maaf ya kkk. Makasih sudah bacaaaa ^^
Lalalulu00 : kali aja ada anak kecil jatoh dari langit ya bener ga tebakannyaaaaa? Makasih sudah bacaaaa ^^
Jung Rae Gun : udah cukup belum nih jaebumnya jadi pho? Kkk :p asik bahasanya, yj mah dari dulu udah cinta Cuma sok malu kkk. Maaf lama yaa Makasih sudah bacaaaa ^^
BYDSSTYN : gatau mau balas dari mana dulu. Aku selalu ngakak tiap baca komen kamu ka T.T
Gausah galau kak, nanti kita ganti diam-diam aja nilai daehyunnya biar jd ranking 15 (?)
Sejak liat hyungdeulnya pada main cinta-cintaan nih, jd maknae pada ketularan gituuu.
Sama kak samaaaa, aku juga nyanyi part take u there pas ituu. Tapi part dae sama mjup doang –a
Iyaaap bener, moon gayoung yang main di drama mimi itu loh kak. Gatau lagi soalnya cewe muda yang marganya moon ._.
GA NGEFEEL BIKIN MOMEN 2JAE PLIS KAAAA, MAAPIN.
Anw Makasih sudah bacaaaa ^^
: sayangnya iyaaaaa T.T maapin yaaa. Makasih sudah bacaaaa ^^
Bbangssang : jb numpang lewat doang kok (?)Makasih sudah bacaaaa ^^
A Y P : Makasih sudah bacaaaa ^^
I-PJM : maunya bisa apa ga kaaak? Makasih sudah bacaaaa ^^
Missraze21 : sorry eonni, sengaja :p yeap. Jaebum is coming~~ hope they will be fine kkk. Thanks for reading ^^
GitARMY : Gapapa kok gapapaaaa. Thanks sudah mau nengok cerita ini yaaa hayolo, udah kejawab kan sekarang :p Makasih sudah bacaaaa ^^
Indriana217 : iya, namanya jg anak polos (?) tarik paksa jr yuk biar jb nya ga deketin yj lagi xD Makasih sudah bacaaaa ^^
KJMZYX : nah ituuu, Cuma yj sok malu malu cat gitu buat jujur kkk. Duuuuh, kalo ada mpreg gimana kak? Geli ya bacanya? Lol. Iyaaaa kan yj gimanaa gitu, semut aja lewat dia langsung terpikat /apaan sih/. Maaf lama yaaaa. Makasih sudah bacaaaa ^^
