Title : SUCH A DILEMMA LOVE
Autor : KyungVeeBiii
Main Cast :
Kim Jongin x Do KyungSoo x Oh Sehun
Support Cast :
All EXO Couple Mamber
Rated : T
"(Episode Full Kaisoo Moment. Yang gak suka Hunsoo kali ini Sehun lagi gak muncul, Sehun lagi capek abis liburan dari Hawai XDD)"
#Chapter 14
Hari ini adalah hari pertama libur panjang Kyungsoo setelah kelulusan. Dia terlihat masih bergelung manja dengan selimut dan bantal-bantal kesayangannya. Ya mau gimana lagi, toh selagi dia masih bisa bermalas-malasan kenapa harus bangun pagi dan lagi dia tak perlu menyiapkan makanan karena ibunya pasti yang akan menyiapkan. Itulah kiranya jalan pikiran Kyungsoo.
Gadis itu tetap berada dibalik selimutnya meski matahari sudah berada diatas kepala. Namun, kegiatan bermalas-malasannya itu harus dia tunda karena sedari tadi ponselnya berdering terus tanpa henti.
Drttttt~ Drttttt~
Kyungsoo yang masih setengah sadar, meraba-raba sekitar bantalnya. Hanya tangannya saja yyang keluar dari balik selimut itu. Setelah kiranya menemukan benda persegi yang terus berbunyi sedari tadi tanpa mau berhenti. Kyungsoo membawa benda itu masuk kedalam selimut tebalnya.
"Yeoboseo?" jawab Kyungsoo dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Hai sayang kau belum bangun?" tanya seseorang dari seberang.
"Emmm, aku masih tidur oppa" ucap Kyungsoo sambil menggaruk-garuk rambutnya yang berantakan. Ohhh jangan lupakan matanya yang masih terpejam.
Terdengar Jongin menghela nafas dari seberang.
"Ini sudah siang dan kau belum bangun soo? Kau lupa janji kita?"
Kyungsoo hanya bergumam dan menguap. Karena jika boleh jujur dia benar-benar mengantuk sekarang. Tidak ingatkah Jongin kemari menculik Kyungsoo sampai malam.
"Haiiii, sayang ayo bangun ini sudah siang dan cepatlah bersiap-siap"
"Ini masih pagi oppa~ ini belum siang" rengek Kyungsoo dengan mata yang masih terpejam.
"Ini sudah jam 10 dan kau bilang masih pagi? Hei kita berangkat 30 menit lagi soo"
Mendengar itu Kyungsoo mencoba melihat jam yang ada diponselnya. Mata bulatnya semakin membulat saat Kyungsoo menyadari bahwa sekarang sudah menunjukkan pukul 10.13 siang. Ahhhh Kyungsoo kesiangan!
Jika tadi gadis itu tadi masih sibuk dengan posisi tidurannya kini badannya langsung terduduk diranjang. Matanya tidak terpejam lagi. dan sepertinya Kyungsoo sudah sadar 100% sekarang.
"Yakkkk! Kenapa oppa tidak membangunkanku sedari tadi? Lihat aku kesiangan!" marah Kyungsoo kepada Jongin diseberang.
"Hei siapa yang sedari tadi tidur seperti hibernasi?"
"Aku tidak hibernasi" bela Kyungsoo.
"Lalu apa namanya jika bukan hibernasi? Lihat, aku bahkan memanggilmu lebih dari 50 kali"
Kyungsoo mengalihkan ponselnya dan melihat. Dan benar saja ada 57 panggilan masuk dari Jongin. Kyungsoo menepuk kembali jidatnya.
"Ahhh sudah-sudah, lebih baik kau segera mandi dan bersiap-siap. Karena aku sampai sana dalam 30 menit" putus Kyungsoo.
Kyungsoo bergumam 'iya' dan mengagukkan kepalanya mesti Jongin tidak akan melihat anggukannya dari seberang.
Dan ketika sambungan telfon terputus dari seberang. Kyungsoo segera bangun dari tempat tidurnya dengan tergesa-gesa. Bahkan dia lupa bahwa kakinya masih terlilit selimut tebalnya sehingga...
Brakkkk~
"Aduhhhh, Appo~~" keluh Kyungsoo. Haha, benar saja, karena Kyungsoo sekarang jatuh dari tempat tidurnya dengan mulus.
"Kyungsoo-ya~ waeyeo~?" teriak ibu Kyungsoo dari bawah.
"Gweanchana eomma" jawab Kyungsoo.
Setelah merasa kakinya tidak terlalu sakit, Kyungsoo berlari lagi dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamar mandinya.
.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit lamanya. Akhirnya Kyungsoo keluar dari dalam kamar mandinya dengan badan yang bersih dan wangi. Tidak seperti tadi yang bauk dan kecut. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju rak lemari pakaian dengan menggunakan handuk yang melilit tubuh mungilnya.
Mengobrak-abrik seluruh isi lemarinya. Mencari baju yang kiranya pas untuk acara kencannya kali ini. akhirnya, pilihannya jatuh pada sepotong dress putih selutut.
Segera dikenakannya dress cantik itu. Lalu Kyungsoo beralih ke meja riasnya. Memoles sedikit wajah manisnya dengan riasan yang terlihat sangat natural. Kyungsoo tersenyum melihat pantulan dirinya yang terlihat manis.
Dia segera beranjak turun menuju ke lantai bawah setelah selesai mengambil flat shoes juga tas kecilnya.
Lagi, Kyungsoo turun dari tangga dengan terburu-buru. Gadis itu langsung berlari basuk ke dapur tanpa menyadari bahwa Jongin sudah ada diruang tamu bersama ayahnya.
"Eomma... mana rotiku~" ucap Kyungsoo tak sabaran.
"Itu didepanmu kan rotimu Soo"
Segera saja Kyungsoo langsung menyambar rotinya. Memakannya dengan terburu-buru. Ibunya yang melihat cara makan Kyungsoo bahkan hanya geleng-geleng kepala. Pasalnya putri cantiknya memakan sepotong roti coklat itu seperti orang kesetanan.
"Pelan-pelan Kyungie, nanti kau bisa tersedak sayang" tegur ibu Kyungsoo. Tapi Kyungsoo tetap mengunyahnya dengan kalap tak menghiraukan peringatan ibunya. Dan akhirnya...
"Uhukkk~ uhukkk uhukkkk~"
Yah, bukankah sudah dibilang bahwa Kyungsoo akan tersedak bila terus makan dengan cara seperti itu.
"Lihat, kau benar-benar tersedak kan" marah ibu Kyungsoo sambil mendorong sebuah gelas air kepada Kyungsoo.
Kyungsoo langsung menyambar gelas berisi air itu. Diminumnya dengan sekali tegukan.
"Habis mau gimana lagi, Jongin akan segera kesini sebentar lagi eomma. Dan bagaimana jika aku terlambat dan dia harus menungguku. Aku tidak mau begitu" ucap Kyungsoo setelh berhasil menelan roti yang dibantu dengan segelas air.
"Nyatanya Jongin sudah ada didepan" Kyungsoo membulatkan mata kaget mendengar ucapan ibunya.
"MWO?! Jinja?" ibu Kyungsoo mengangguk.
"Sejak kapan?"
Ibu Kyungsoo terlihat sedikit tampat berfikir.
"Sekitar 15 menit yang lalu" jawab ibu Kyungsoo kelewat santai.
"Aissss" keluh Kyungsoo.
Segera ditaruhnya gelas dan sisa roti yang ada ditangannya. Kini dia berlari keruang tamu sambil mencoba mengenakan sepatunya.
.
"Oppa~" ucap Kyungsoo setelah sampai diruang tamu rumahnya.
Sementara itu, dua orang yang ada diruang tamu itu langsung menengok kearah Kyungsoo yang baru muncul dengan nafas terengah-engah.
"Kyungie kau sudah siap? Jongin seda-" belum selesai Nickhun menyelesaikan kalimatnya Kyungsoo sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Kenapa sudah sampai, padahal kau bilang tadi 30 menit" ucap Kyungsoo sembari mempoutkan bibirnya.
"Hei lihat, ini bahkan sudah satu jam dari aku telfon tadi"
Kyungsoo melirik jam didinding untuk memastikan. Lalu dia terkekeh pelan sambil menggaruk kepalanya karena merasa malu. Sementara Jongin hanya senyum maklum atas tingkah laku Kyungsoo.
"Memang kalian akan pergi kemana?" tanya Nickhun memecah suasana yang entah bisa disebut apa itu.
"Eoh, kami akan ke..." Kyungsoo tampak berpikir sebentar. "Kita akan kemana Oppa?" lanjut Kyungsoo bertanya.
Lagi lagi Jongin hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah koyol kekasihnya itu.
"Kita akan ketaman hiburan Soo" jawab Jongin sabar. Yah dia harus sabar, karena Kyungsoo sifatnya benar-benar sungguh uhhhhh... entahlah kalian nilai sendiri bagaimana sifat Kyungsoo.
"Ahhh iya taman hiburan" ucap Kyungsoo sambil menepuk dahinya. Dan seluruh pria diruangan itu hanya dapat menghembuskan nafasnya pelan dengan sifat Kyungsoo. Yah, mungkin efek Kyungsoo bangun kesiangan jadi dia lupa jam bahkan lupa tempat tujuan.
"Mian, aku lupa. Hehe" kekeh Kyungsoo.
"Ahhhh sudah-sudah,,, jja! Kalian segera berangkat ini sudah siang" ucap Nickhun.
Jongin berdiri dari kursinya menghampiri Kyungsoo. Lalu berpamitan kepada Nickhun selaku ayah Kyungsoo. Yahhh dia harus berpamitan dan meminta restu dahulu jika ingin membawa anak gadis orang.
"Baiklah ahjussi-ahjumma, kami pergi dahulu" pamit Jongin. Entahlah sejak kapan Tiffany –Ibu Kyungsoo sudah ikut berkumpul disana.
"Ne, jaga Kyungsoo baik-baik Jongin" Jongin mengangguk mengiyakan.
Mereka berdua pun pergi melangkahkan kaki mereka kepintu untuk keluar menuju mobil mewah Jongin yang entah keberapa. Karena setiap Jongin kencan dengan Kyungsoo pasti dia juga berganti mobil. Bahkan Kyungsoo pernah berfikir bahwa mungkin Jongin memiliki pabrik mobil sendiri dirumahnya. Heh, betapa bodohnya pemikiran Kyungsoo.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Do dengan diantar Tuan dan Nyonya Do sampai pintu. Kyungsoo melambai sampai mengucapkan 'Bye~' kepada ibunya.
Setelah mobil Jongin tidak terlihat lagi. Tiffany buka suara.
"Yeobo~"
"Hm" jawab Tuan Do singkat.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak saat Kyungsoo pergi?" ucap Tiffany. Sementara Nickhun hanya menghela nafasnya kasar.
"Sudahlah Tif, kau jangan berlebihan"
"Tapi sungguh perasaanku mendadak tidak enak saat Kyungsoo pergi dengan Jongin" kukuh Tiffany.
"Ck, kau ini kenapa selalu berperasangka buruk dengan Jongin. Jongin itu pria yang baik Tif"
"T-tapi..."
"Sudahlah Jongin pasti bisa menjaga Kyungsoo. Jadi ayo kita masuk saja" Tiffany mengangguk mengalah.
.
.
.
.
.
.
Didalam mobil, Kyungsoo tak ada henti-hentinya untuk menyanyi. Jongin pun sesekali ikut menyanyi bersama Kyungsoo. Entah kenapa Kyungsoo terlihat sangat-sangat bersemangat hari ini. yah meski biasanya dia juga tidak kalah semangat, namun kali ini benar-benar berbeda.
Setelah menempuh waktu kurang lebih 1 jam. Kini kedua pasangan kekasih itu sampai disebuah taman hiburan yang terbilang cukup besar di Seoul. Bahkan liat saja, ini bukan akhir pekan namun taman itu penuh sesak akan pengunjung yang mayoritas pasangan kekasih.
"Kajja!" Kyungsoo terbuyar dari lamunannya setelah mendengar suara ajakan Jongin. Kini Kyungsoo mengikuti kemana perginya Jongin yang menarik tangannya dengan lembut.
Keduanya masuk kedalam kawasan taman hiburan tersebut. Kyungsoo tak henti-hentinya terkagum melihat sekeliling yang membuat Jongin terkekeh gemas melihat ekspresi yang muncul dari wajah ayu Kyungsoo.
"Oppa ayo naik ituuuuuu~" rengek Kyungsoo sambil menunjuk sebuah wahana permainan disebelah kanannya.
Jongin mengikuti arah pandang Kyungsoo. Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti dengan permintaan Kyungsoo.
"Ayo oppa naik itu" lagi Kyungsoo merengek kepada Jongin.
"Kau yakin mau naik itu Soo?" tanya Jongin memastikan.
"iya oppa, aku yakin. Ayo naik wahana ituuuu~"
"Serius Soo?" Kyungsoo mengangguk mantap kepada Jongin.
Jongin menghela nafasnya pasrah. Mau bagaimana lagi. kekasihnya terlihat begitu bersemangat untuk menaiki wahana roll roster.
Keduanya mengantri membeli tiket dan giliran untuk menaiki wahana tersebut. Hahhhh Kyungsoo terlihat benar-benar tidak sabar untuk naik wahana itu.
Jongin sekali lagi melirik Kyungsoo disebelahnya.
"Sungguh kau benar-benar mau naik ini Soo?" lagi, Jongin hanya memastikan.
"Aishhhh, aku berani oppa kenapa dari tadi bertanya itu terus eoh?" protes Kyungsoo.
"Bukan itu Soo. Aku tau kau itu pemberani, tapi..." Jongin menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa oppa?" tanya Kyungsoo penasaran.
"Lihat bajumu, kau mengenakan dress pendek Soo bukan celana jins. Apa tak apa?"
Sontak Kyungsoo langsung melihat dandanannya dari atas sampai bawah. Dan benar saja dia salah kostum. Seharusnya dia tadi memakai celana saja, kenapa harus mengenakan rok terkutuk ini. Kyungsoo merutuki kkebodohannya kali ini.
"Lihat? Masih mau naik? Tidak mau yang lebih aman saja?" tawar Jongin. Sedang Kyungsoo langsung menggeleng kuat.
"Ani, ini sudah tanggung. Dan masalah baju, itu tidak masalah karena baju apapun tidak akan mengurungkan niatku untuk naik roll coster" jawab Kyungsoo cepat.
"Ahhh, baiklah terserah saja" lagi Jongin mengalah. Bukankah Jongin terlalu sabar?
Sementara Kyungsoo bersorak gembira disebelah Jongin karena dia bisa menang lagi, lagi dan lagi dari Jongin. Hahaha, dia merasa hebat.
.
"Oppa, aku ingin naik lagi. sungguh ini sangat menyenangkan" ucap Kyungsoo setelah turun dari wahana roll coster.
Berbeda dengan Kyungsoo yang sangat bersemangat. Jongin malah terlihat sempoyongan. Lihatlah bagaimana lelaki itu berjalan dan berdiri. Sungguh wahana itu benar-benar membuatnya pusing tujuh keliling.
"Yakkk oppa ayo naik lagiiiiiiii" rengek Kyungsoo yang meminta naik roll coster untuk kesekian kalinya.
"Soo, ini sudah yang ke-7 kalinya kau naik itu" kyungsoo mempoutkan bibirnya tidak suka.
"Lihat, kau mau protes lagi?" Kyungsoo diam. Wahhhh, Jongin rasa Kyungsoo benar-benar sedang merajuk sekarang.
"Ayolah sayang, aku benar-benar pusing dan mual naik itu selama kurang lebih 1 setengah jam" keluh Jongin. Yahhh, dia benar-benar pusing dan mual sekarang. Dia tidak habis pikir, sebenarnya siapa yang menciptakan permainan itu sebenarnya.
Kyungsoo tampak berfikir menimbang-nimbang.
"Baiklah ayo kita coba wahana yang lain" ajak Kyungsoo. Sementara Jongin hanya menurut saja dan ikut kemana Kyungsoo membawanya. Sungguh dia menyesal membawa Kyungsoo kemari. Karena dia jadi tepar sendiri.
.
Jam menunjukkan pukul 16.45 waktu setempat. Itu tandanya Jongin dan Kyungsoo sudah ada dia taman hiburan itu lebih dari 6 jam lamanya.
Saat ini keduanya tengan berjalan hendak pulang karena tinggal beberapa saat lagi taman hiburan itu akan tutup. Juga sudah banyak orang yang mulai melangkahkan kakinya untuk pulang kerumah masing-masing.
Kyungsoo dan Jongin saling berpegangan tangan dengan erat menuju mobil Jongin yang diparkir tidak jauh dari sana. Kyungsoo terlihat begitu senang karena hari ini Jongin benar-benar menuruti semua apa maunya. Ralat bukan Cuma hari ini sebenernya, tapi setiap hari.
Mereka berdua tadi mengahabiskan dengan mencoba seluruh permainan yang ada disana. Contohnya misalnya seperti roll coster tadi, lalu bianglala, komedi putar, mandi bola (kalau ini khusus Kyungsoo karena Jongin tidak mau ikut main karena disana hanya ada anak kecil bayangkan saja bagaimana Jongin), lalu juga arena tembak yahhhh meski mereka tidak bisa menembak satupun dan berakhir dengan Kyungsoo yang terus-terusan menyalahkan Jongin.
Jongin berhenti dari acara jalan-jalannya. Kyungsoo yang merasa Jongin berhentipun ikut berhenti. Gadis itu bertanya.
"Waeyo?" tanya Kyungsoo.
"Kau mau bouble tea soo?" bukan menjawab Jongin malah balik bertanya.
"Haaa? Apa oppa?" ulang Kyungsoo.
"Kau mau bouble tea sayang? Lihat disana ada yang menjual" Kyungsoo mengikuti kemana arah tangan Jongin menunjuk.
Mata Kyungsoo langsung berbinar tatkala ada sebuah kedai penjual bouble tea diujung sana.
"Ne oppa, aku mau" jawab Kyungsoo semangat.
"Neh tunggu sebentar yah. Jangan kemana-mana tetap disini" ucap Jongin meninggalkan Kyungsoo yang berdiri dipinggir trotoar, sementara dirinya langsung lari menuju kedai penjual bouble tea untuk ikut antri. Dan untung antriannya tidak panjang.
Sepeninggal Jongin, Kyungsoo hanya diam ditempat itu memperhatikan sekitar. Matanya terhenti tatkala melihat seekor anak kucing yang sedang kebingungan ditengah jalan.
Gadis itupun berjalan menghampiri anak kucing itu.
.
Tanpa Jongin dan Kyungsoo sadari. Sedari tadi mulai mereka berangkat dan bermain ditaman hiburan, ada seseorang yang terus mengawasi mereka.
Pria tinggi itu terus memfokuskan matanya kepada gadis mungil nan cantik –Kyungsoo. Dimata lelaki itu terlihat begitu menyiratkan luka yang mendalam tiap kali melihat skinship antara Kyungsoo dan Jongin.
"Kenapa kau terlihat begitu bahagia bersamanya Kyung" ucap pria itu sendiri karena memang dia sendiri disana, didalam mobil yang letaknya tak jauh dari Kyungsoo berdiri.
"Apa kurangku sebenarnya Kyung?"
"Kenapa kau lebih memilih lelaki itu ketimbang aku?"
"KENAPA KAU HARUS MENCAMPAKANKU!" Kris berteriak dengan keras didalam mobil itu hingga sebagian orang yang melewati mobilnya menoleh kepada mobil hitam itu namun dia tidak perduli. Yah memang sedari tadi pagi Kris memang sengaja membuntuti Kyungsoo dan Jongin yang pergi ketaman hiburan.
"Hahhh, oke baiklah tak masalah jika kau tak dapat aku miliki" ucap Kris setelah berhasil mengatur emosinya yang meluap-luap.
"Tapi,,, setidaknya lelaki lain juga tidak bisa memilikimu" dan seringainya muncul diwajah Kris.
Kris langsung menginjak gas mobilnya saat melihat Kyungsoo yang berjalan ketengah jalan.
.
Kyungsoo langsung berjongkok ketika sudah tiba didepan si anak kucing yang malang itu.
"Hei, kenapa kau ada disini hm? Bagaimana jika nanti kau tertabrak?" seru Kyungsoo sembari membawa anak kucing itu kedalam dekapannya.
Jongin yang telah selesai dengan dua cup bouble tea ditangannya itu segera berjalan menuju kearah tempatnya meninggalkan Kyungsoo tadi.
Tapi dari kejauhan dia mengernyit heran tatkala tak menemukan kekasih mungilnya itu disana. Jongin segera membawa setengah berlari kaki-kaki pajangnya itu guna mencari keberada Kyungsoo disekitar tempat itu. Entah demi apapun, perasaan Jongin benar-benar tidak enak kali ini.
Tapi dia bernafas lega saat matanya menangkap kekasihnya tengah berjongkok ditengah jalan sambil menggendong seekor anak kucing. Tapi, tenggorokannya tiba-tiba terasa dicekat saat melihat ada sebuah mobil yang melaju dengan cepat kearah Kyungsoo.
"KYUNGSOO AWAS!" teriak Jongin.
Kyungsoo yang merasa namanya dipanggil langsung berdiri dari acara duduknya. Matanya melihat kekanan dan kekiri. tapi matanya berhenti melirik saat melihat ada sebuah mobil warna hitam melaju kencang kearahnya. Kakinya terasa berat untuk digerakkan dan suaranya pun terasa hilang saat dia ingin berteriak. Dan...
BRAKKKKK
"KYUNGSOO!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~#...To Be Continue...#~
Baby Vee no comment oke!
So, review aja kali yah
