Flashback Chapter 13
"Souka, tapi aku rasa kalian pasangan yang cocok kok, selama kalian bisa saling mengerti sesibuk apapun kalian, kalian tidak akan melupakan satu samalain, asal jangan sampai terlalu tenggelam dalam kesibukan itu, setidaknya luangkan waktu kalian untuk bersama, mengerti."
KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI
KUROKO NO BASUKE: NINA STORY © SHERRYSAKURA99
COVER © SHERRYSAKURA99
WARNING: OC, OOC (mungkin), alur mengikuti jalan cerita KNB yang asli hanya saja ada beberapa tambahan dari saya, jika ada yang kurang mengerti jalan ceritanya atau banyak kesalahan Typo mohon di maklumi.
Genre: Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)
Rate:T
Pair: KurokoXOc (Nina Valentine)
Chapter 14: Summer Festival
"Ne Nina-chan." Panggil kakak ketikah kami sedang menonton tv. Aku yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah segera menoleh pada kakak tanpa menjawabnya.
"Besok kita pergi ke taman bermain, jadi ajak semua anggota timmu ya."
"Besok?, memang kita mau pergi kemana?."
"Azure Land, katanya mereka membuka wahana baru."
"Bukan karena onii-chan ingin beli action figure bashara terbaru kan?, aku dengar di Azure Land ada permainan yang berhadiah Masamune limited edision dan baru dibuka besok." Ucapku sambil membalik majalah yang ada di tanganku.
Sontak perkataanku yang tepat sasaran hampir membuat kakak menyemburkan minuman yang ada dimulutnya. Kakak segera menoleh padaku dengan tatapan penuh tanda tanya, mungkin dia heran kenapa aku bisa tau tujuannya. Aku membuka halaman yang ada dimajalahku dan menunjukannya pada kakak, karena sebenarnya berita itu sudah di tulis dalam majalah. Setelah membaca artikel yang aku tunjukan, kakak hanya menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa aneh, kebiasaan kalau dia sedang gugup atau malu.
"Hehehe, kau sudah tau ya."
"Hah onii-chan itu mudah sekali ditebak tau."
"Souka, kalau begitu kita besok jadi ke sana ya, kau sudah berjanji pada nii-chan bukan?."
"Iya, iya, tapi apa nii-chan yakin dengan keputusan nii-chan?, maksudku mengajak seluruh anggota timku?."
"Tentu saja, dengan begitu kita bisa bersenang-senang, dan besok lusa kita pergi ke festifal musim panas ya?."
"Hah, nii-chan tidak pernah capek ya, baiklah aku akan mendiskusikannya dengan Riko senpai, kalau dia setuju aku kabari."
"Ok, tapi jangan lama-lama ya."
"Ha'i, ha'i." Aku meletakan majalah itu di sofa lalu masuk kedalam kamar dan mengambil ponsel yang ada dimeja riasku. Segera aku mencari nomer dan menelphon Riko senpai.
"Halo."
"Riko senpai apa besok kita ada latihan?."
"Oh Nina-chan, aku rasa tidak, memangnya ada apa?."
"Begini, kakakku mengajak satu tim kita pergi ke Azure Land besok, bisa tidak?."
"Kakak mu?."
"Ya kau tau kan Dany Valentine, dia sedang liburan dan ingin pergi ke Azure Land, jadi bisakah-." Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku Riko senpai sudah menyelahnya.
"Tentu saja kenapa tidak, lagipula bagus juga memberi mereka sedikit liburan, jadi kapan kita berkumpul, biar aku yang memberitau mereka semua."
"Besok jam 8 di pintu masuk Azure Land, jangan sampai terlambat ya."
"Ok, besok jam 8."
^.^
Besoknya~
"Onii-chan kau lama sekali, kita sudah janji kumpul jam 8 kan." Omelku begitu melihat kakak yang sudah keluar dari lift, karena ya apartemenku sendiri ada dilantai 4.
"Tenang saja kita tidak akan terlambat, lagipula masih ada waktu 15 menit lagi."
"Onii-chan jarak apartemenku dengan Azure Land itu memakan waktu sekitar 20 menit, apa kau lupa?."
"Sudahlah percayakan saja pada nii-chanmu ini."
"Hah terserah kau sajalah." Ucapku lalu melempar helm berwarna hitam yang ada di tangan kananku pada kakak."
"Tank's." Ucap kakak begitu berhasil menangkap helm pemberianku.
Aku melihat penampilan kakak dari atas kebawah, cukup simple aku rasa karena dia hanya mengenakan kaos putih polos dan jaket kulit berwarna hitam, dan juga celana jeans warna hitam. Ya tapi dia tetap keren memakai pakaian apapun. Kakak segera mengeluarkan motornya dari garasi dan menaikinya. Ketikah aku sudah berada di boncengannya, kakak sempat bicara padaku.
"Pengangan yang kuat ya, aku tidak mau kalau kau sampai jatuh dari motor."
"Apa maksud-." Belum sempat aku bertanya kakak sudah tancap gas dengan kecepatan penuh, dia sempat menerobos lampu merah dan hampir menabrak pejalan kaki. Tidak sampai 15 menit kami sudah sampai di pintu masuk Azure Land dan berhenti tepat didepan para pemain Seirin berkumpul. Aku sempat melihat wajah kaget dan bengong ketikah kami berdua datang.
"Onii-chan apa kau gila?, disini Jepang bukan Amerika dan kau ngebut dengan kecepatan seperti itu, untung saja kita tidak dikejar polisi, kalau sampai tertangkap bagaimana?." Omelku begitu aku turun dari motor.
"Maaf-maaf, habis kitakan tidak boleh sampai membuat mereka menunggu."
"Onii-chan pikir siapa yang sudah membuat kita hampir terlambat hah?."
"Su-sudahlah Nina-chan, yang penting kalian sudah sampai disini dengan selamat?." Lerai Riko senpai mencoba menenangkanku.
"Terserah lah, gomene Riko senpai kalau kami terlambat." Ucapku sambil membungkukkan badanku.
"Kalian tidak terlambat kok, justru kalian tepat waktu."
"Sudah ku bilangkan, kita tidak akan terlambat." Ucap kakak membela dirinya. Aku segera memberinya tatapan tajam yang dibalas dengan cengiran bodoh darinya.
"Lebih baik kita segera membeli tiket masuknya sebelum pengunjungnya tambah banyak." Usul kakak yang mendapat anggukan tanda setuju dari mereka semua.
Kami semua akhirnya menuju ke loket pembelian tiket, tentu saja kakak yang membayar semua tiketnya. Setelah itu kami mulai memasuki Azure Land, dan seperti yang kakak bilang tempat ini sangat ramai karena ya kalian tau sendiri hari ini masih dalam masa liburan musim panas. Aku melihat brosur yang ada di tanganku, tiba-tiba saja ada suara yang sangat familiyar ditelingaku.
"Woi Kise cepatlah, kau lama sekali."
"Sebentar Kasamatsu-senpai, aku harus menata topi ini-ssu."
Segera aku menoleh kesumber suara dan aku langsung sweetdrop ditempat melihat siapa orang yang sedang berbicara. Bukan hanya aku saja yang kaget tapi seluruh anggota timku juga kaget karena-.
"Kaijo team." Teriak Kagami sambil menunjuk kearah tim Kaijo.
"Wah Seirin team, kebetulan sekali kita ketemu disini-ssu." Teriak Kise sambil melambaikan tangan pada kami.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?." Tanya Hyuuga senpai.
"Tentu saja liburan-ssu, kebetulan kami sedang tidak latihan jadi aku mengajak mereka ke Azure Land-ssu."
"Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini Kise-kun."
"Wah Ninacchi kau juga ada disini-ssu." Ucap Kise sambil mencoba memelukku tapi tidak berhasil karena tiba-tiba saja kakak sudah berada didepanku mencoba melindungiku dari pelukan maut Kise.
"Cotto matte kudasai, kau tidak bisa memeluk adikku sembarangan tuan." Ucap kakak, terlihat ada perempatan muncul dikening kakak, sepertinya dia tidak terima adiknya dipeluk oleh laki-laki aneh.
(Kise: Hidoi-ssu, aku kan tidak aneh *nangis buaya sambil meluk Author*)
(Author: *muka pucet sambil mencoba ambil oksigen*)
(Kagami: Woi Kise lepasin Author, kau gak lihat ya dia udah kehabisan nafas *jauhin Kise dari Author*)
(Kise: *tetap meluk Author sambil nangis*)
(Kuroko: Lebih baik kita lanjutkan cerita ini sebelum bertambah absurt)
"Kau dengar itu Kise, cepat minta maaf sana." Perintah Kasamatsu sambil menendang Kise.
"Hidoi Kasamatsu senpai, itu kan sakit-ssu."
"Tunggu sebentar, bukankah kau Dany Valentine, pemain NBA itu ya?." Tanya salah satu pemain Kaijo yang ku ketahui bernama Moriyama.
"Ya memangnya kenapa?." Jawab kakak sambil melihat kearah Moriyama.
"Wah aku penggemar beratmu, bolehkah aku minta tanda tanganmu?." Pinta Moriyama sambil mengeluarkan kertas dan polpen yang dia dapat entah darimana dengan mata yang berbinar-binar.
"Y-ya tentu saja." Jawab kakak menerima kertas dan memberikan tanda tangan pada kertas itu, tentu saja dengan wajah yang sangat heran. Mungkin karena yang minta tanda tangan adalah cowok.
"Ne bagaimana kalau kita gabung saja dengan Seirin, Kasamatsu senpai." Usul Kise.
"Boleh juga lebih banyak orang lebih bagus." Ucap Kiyoshi senpai dengan semangat.
Kamipun hanya bisa pasrah dan mengikuti mereka berdua. Hingga akhirnya kami sampai diarena menembak. Langsung saja kakak menarikku kearena itu, Tetsuya yang sejak tadi ada disampingku mau tidak mau mengikuti kami dari belakang bersama anggota Seirin dan Kaijo. Disana terpampang poster yang cukup besar, kira-kira isinya seperti ini.
'PENGUMUMAN
Bagi Kalian Pecinta Sengoku Basara, Ayo Cobalah Permainan Ini Dan Dapatkan Hadiahnya Yaitu FIGURE ACTION Dari Karakter SENGOKU BASARA Yang Limited Edision, Ingat LIMITED EDITION.
Caranya Mudah, Kalian Hanya Harus Menembak Semua Target Tanpa Gagal Satu Kalipun, Selamat Mencoba. :D'
Ya isinya bisa membuat para pecinta game itu meneteskan air liurnya. Lihat saja wajah kakak dan juga Hyuuga senpai yang melihatnya dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil yang menginginkan sebuah mainan. Aku dan yang lainnya hanya bisa sweetdrop melihat kelakukan mereka berdua. Tiba-tiba saja kakak menarik-narik ujung bajuku, segera aku menoleh padanya pertanda aku meresponnya.
"Nina-chan kau ikut main ya?." Pinta kakak padaku.
"Hah?, kenapa onii-chan mengajakku?, kan onii-chan yang ingin hadiahnya?."
"Ayolah Nina-chan, aku ingin mendapatkan Masamune dan Nobunaga, jadi mau ya kau membantuku, please?." Kakakku mengeluarkan jurus puppy eyesnya yang malah membuatku pengen muntah, akhirnya dengan sangat terpaksa aku mensetujui permintaan kakak. Dia langsung memelukku bahkan sesekali mengacak-ngacak rambutku yang membuatku risih dan mencoba melepaskan pelukan kakak.
"Kalau begitu kuserahkan Nobunaga padamu Nina-chan, biar aku yang mendapatkan Masamune." Perintah kakak dengan semangat layaknya kami sedang menghadapi perang besar. Tentu saja kelakuan kakak ini membuatku jawdrop untuk kesekian kalinya.
"Cotto matte, aku juga akan ikut permainan ini, dan akan kudapatkan Masamune." Sela Hyuuga senpai.
"Oh kau berani menantangku ya, kalau begitu kita bertaruh siapa yang bisa dapat Masamune lebih dulu." Ucap kakak menyeringai sambil menatap tajam pada Hyuuga senpai.
"Ok dan semoga yang terbaik dialah yang akan menang." Ucap Hyuuga senpai mengulurkan tangannya mengajak bersalaman kakak, yang tentu saja dibalas oleh kakak. Terlihat kilatan petir yang keluar dari mata mereka.
Kami semua hanya bisa menggelengkan kepala kami tanda kami benar-benar heran dengan mereka berdua. Kecuali Moriyama yang mendukung Kakak, dan Kiyoshi senpai yang mendukung Hyuuga senpai. Kami bertiga memasuki arena penembakan, aku diberi kacamata, headset, dan pistol, begitu juga dengan kakak dan Hyuuga senpai. Sedangkan yang lainnya melihat dibelakang kami kecuali Tetsuya dan Kagami, karena mereka berdua berada di sebelah kanan dan kiriku. Aku segera memakai headset serta kacamata transparan itu.
"Baiklah aku akan menghitung mundur, tiga, dua satu, go." Teriak penjaga stand arena penembak itu.
Tiba-tiba saja muncul satu benda berbentuk orang warna hitam dan di kepalanya terdapat target menembak. Segera aku menembak target itu begitu juga dengan kakak dan Hyuuga senpai, dan ya kami berhasil karena ini baru level satu. Untuk selanjutnya tak semuda disaat pertama kali mencoba, karena targetnya semakin lama semakin banyak dan lebih cepat keluar yang kadang juga bergerak, hingga membuatku dan kakak cukup kesulitan. Sampai Hyuuga senpai membuat kesalahan karena dia melewatkan satu target dan membuatnya harus mengulang kembali di level pertama. Aku mencoba membidik dua sasaran yang bergerak dengan lumayan cepat, kesal karena waktu hampir habis, aku segera menarik pistol satu lagi yang tergeletak tepat di meja depanku (karena sebenarnya kami boleh memakai dua pistol jika memang bisa). Aku segera menembakkan dua pistol itu dan langsung mengenai kedua target sebelum mereka menghilang. Sontak Tetsuya dan Kagami kaget karena aku berhasil membidik dua target yang bergerak itu.
"Wah-wah Nina-chan mulai pakai dual shoot ya, kalau begitu aku juga akan pakai." Ucap kakak lalu mulai memakai pistol yang berada di depannya.
Tidak sampai dua puluh menit kami berhasil menembak semua target tanpa menyisahkan satupun. Tentu saja kemenangan kami mendapat ucapan selamat dari penjaganya, Dan tangisan kekalahan dari Hyuuga senpai, poor Hyuuga senpai.
"Selamat kalian orang pertama yang berhasil menyelesaikan tantangan ini, silahkan pilih hadiah kalian." Ucap penjaga itu sambil menunjukan beberapa action figure yang terpajang dalam kotak kaca. Segera kakak menunjuk Masamune Date dan Nobunaga Oda dengan gaya cirikhas masing-masing pada kedua karakter. Penjaga itu memberikan kedua hadiah tersebut pada kakak.
"Hiks…hiks…Masamune." Teriak Hyuuga senpai sambil menangis yang membuatku tambah sweetdrop, akupun mendekati Hyuuga senpai dan menepuk-nepuk punggung Hyuuga senpai mencoba menenangkannya.
"Hyuuga senpai tenang saja suatu hari nanti kau pasti bisa memenangkan Masamune." Ucapku dengan wajah datar yang justru membuat Hyuuga senpai menangis lebih keras.
"Sudahlah-sudahlah lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita menikmati wahana yang ada disini." Usul kakak dengan wajah bahagia serta bunga-bunga imajiner yang muncul dibelakangnya.
Kami akhirnya melanjutkan memasuki wahana-wahana yang lainnya, seperti roler coaster, dunia boneka, dan lain sebagainya. Hanya saja yang menurutku lucu adalah saat kami memasuki rumah hantu. Biar aku beritau bagaimana suasana ketikah kami masuk kedalam rumah hantu.
"Aku akan menghantuimu."
"Kyaa menjauhlah dariku-ssu."
"Kise-kun tolong tenanglah dan lepaskan pelukanmu pada Nina-chan."
"Waaah tolong aku ditangkap hantu itu."
"Kagami-kun bajumu hanya tersangkut dahan pohon, jadi berhentilah berteriak dan lepaskan tanganku."
"Itu benar Kagamicchi lepaskan tanganmu dari Ninacchi-ssu."
"Kau juga Kise-kun tolong berhentilah memelukku, aku jadi sulit bernafas."
"Tidak akan/tidak mau-ssu, sebelum kita keluar dari wahana ini."
"Kise-kun, Kagami-kun, lepaskan Nina-chan sekarang juga."
DUAK, BRUK
Dan itulah akhir dari Kise Ryota dan Kagami Taiga yang dengan beraninya memegang bahkan sampai memeluk kekasih dari seorang Kuroko Tetsuya dan adik dari Dany Valentine. Ya mereka berakhir dengan ignite pass yang dilancarkan mereka berdua hingga membuat Kise serta Kagami pingsan dengan tidak elitnya, sedangkan sang tersangka penganiayaan hanya memasang wajah innocent sambil meninggalkan mereka berdua begitu juga dengan kami semua, poor to Kise dan Kagami. Lalu kalau yang lainnya sih, para anggota Kaijo mungkin hanya Moriyama dan orang dengan alis tebal yang kuketahui bernama Hayakawa saja yang terlihat sangat ketakutan, kalau Kasamatsu dia memang terlihat ketakutan tapi berhasil ditutupi, oh jangan lupakan Kise yang sudah pingsan karena ignite pass tadi. Sedangkan dari tim kami Hyuuga senpai daritadi memegang tangan Riko senpai dengan wajah pucat yang menunjukan kalau dia benar-benar ketakutan, Kogaine senpai sedang memeluk lengan Mitobe senpai dengan wajah seperti mau menangis, sedangkan ketiga teman seangkatanku sudah berpelukan layaknya teletubies, lalu sisanya berjalan seperti biasa, eh ralat karena tidak mau kejadian dipeluk oleh lelaki kuning dan ditarik lelaki merah hitam itu lagi, sekarang Tetsuya dan kakak berada disebelah kanan dan kiriku sambil menggandeng tanganku sampai kami keluar dari wahana rumah hantu ini. Kami bermain sampai sore hari dan memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
^.^
Tok…tok…tok
Terdengar sebuah suara yang membuatku harus bagun dari tidur panjangku. Asal kalian tau itu bukan suara ketukan pintu tapi suara dering ponselku yang menandakan bahwa ada panggilan masuk.
Tok…tok…tok
Aku segera menyambar ponsel yang ada di atas meja kecil disebelah ku, membaca sebentar nama yang tertera disana baru mengangkat telpon tersebut.
"Halo Riko senpai, ada apa telpon pagi-pagi sekali?"
"Nina-chan, begini kakakmu bilang kita harus pakai yukata bukan?."
"Ya lalu?."
"Sebenarnya aku tidak punya yukata, jadi bisakah aku meminjam milikmu?."
"Tentu kebetulan aku punya yukata lebih."
"Syukurlah, kalau begitu nanti sore aku kesana ya."
"Ha'i."
Dan telpon itu terputus, segera aku bangun dari tempat tidur dan mengambil yukata yang ada di lemariku lalu meletakannya di atas tempat tidurku.
"Sepertinya ini bagus untuk Riko senpai" ucapku sambil memegang salah satu yukata yang ada ditempat tidurku.
"Aku tidak sabar menunggu nanti malam."
^.^
Malamnya~
Sesuai janji Riko senpai datang kerumahku sejak sore tadi, dan sekarang aku sedang mendandaninya.
"Sudah selesai, bagaimana Riko senpai?." Tanyaku pada Riko senpai. Sejenak dia melihat pantulan dirinya di cermin, kemudian tersenyum.
"Bagus sekali Nina-chan, kau hebat juga merias wajah."
"Aku diajari ibuku waktu masih di Amerika."
"Souka." Riko senpai berdiri lalu berjalan kearah cermin lebih besar yang menunjukan pantulan seluruh tubuhnya.
Biar aku deskripsikan penampilan Riko senpai. Dia sekarang mengenakan yukata berwarna putih dengan corak gambar bunga sakura berwarna pink dan kain yang ada di perutnya (Author: saya tidak tau namanya jadi saya tulis saja begitu, hehehe) berwarna pink, lalu di kepalanya terdapat bando berwarna putih dengan hiasan bunga mawar warna pink dan terdapat renda-renda di pinggirnya. Dan dia juga mengenakan sandal kayu berwarna coklat terang. Riko senpai sempat memutar tubuhnya sebentar, lalu menoleh padaku.
"Nina-chan tidak siap-siap?." Tanya Riko senpai.
"Tentu saja." Ucapku mengambil yukata yang masih tergeletak diatas kasurku.
"Kalau begitu biarkan aku membantumu."
"Ha'i."
Aku mulai memakai yukata itu dibantu oleh Riko senpai yang menata kain diperutku. Setelah itu aku mulai berdandan dan menata model rambutku. Tak lama kemudian aku selesai menata penampilanku.
"Wah Nina-chan cantik sekali." Puji Riko senpai begitu melihat penampilanku.
"Hei kalian ayo kita berangkat." Teriak kakak yang ada di luar kamarku.
Segera aku membuka pintu dan munculah kakak yang sudah mengenakan yukata berwarna ungu dengan garis-garis putih, karena sebenarnya kami sudah berjanji akan mengenakan yukata baik itu perempuan ataupun laki-laki. Jadi ya kakak di wajibkan memakai yukata. Sesaat kakak sempat terpaku melihat penampilanku lalu kemudian tersenyum lebih tepatnya sih cengiran lebar.
"Kau cantik sekali Nina-chan, aku yakin Tetsuya pasti suka dengan penampilanmu."
"Hah, sudahlah onii-chan lebih baik kita berangkat." Ucapku sambil mengandeng tangan mereka berdua.
"Nina-chan mukamu merah tu." Goda Riko senpai sambil menunjuk kearah wajahku, yang sekarang sudah sangat merah semerah rambut Akashi.
"U-urusai na." jawabku sambil memalingkan wajahku, mereka yang melihat hal itu hanya bisa tertawa dengan sikapku tadi.
Kami mulai berjalan meninggalkan apartemenku menuju kearah kuil yang tak jauh dari apartemenku. Sesampainya disana kami melihat para anggota Seirin yang sudah berkumpul didepan kuil.
"Gomen kami terlambat." Ucap Riko senpai.
"Kalian lama sekali, kami sudah lama menu-." Omel Hyuuga senpai terhenti begitu menoleh pada kami. Tiba-tiba saja wajah Hyuuga senpai merah entah karena apa. Riko senpai segera mendekati Hyuuga senpai dan menanyakan padannya.
"Kau kenapa Hyuuga-kun?." Tanya Riko senpai sambil memiringkan sedikit kepalannya.
"I-iie bu-bukan apa-apa." Jawabnya sambil mencoba menghindari tatapan Riko senpai.
"Kau cantik sekali Riko." Puji Kiyoshi senpai dengan senyuman diwajahnya, yang dibalas dengan ucapan terima kasih dan senyuman dari Riko senpai. Sedangkan aku segera mendekat kearah Tetsuya yang bersembunyi (mungkin) di belakang Kagami.
"Tetsuya kenapa kau bersembunyi disini?."
"Ni-Nina-chan?." Jawab Tetsuya kaget karena aku yang tiba-tiba berada disampingnya.
"Uwaaa Kuroko sejak kapan kau ada disitu?." Teriak Kagami sambil menunjuk kearah Tetsuya dengan wajah kaget.
"A-aku sejak tadi ada disini Kagami-kun."
"Ne Tetsuya bagaimana dengan penampilanku, bagus tidak?." Tanyaku sambil mendekat kearah Tetsuya. Sebenarnya aku mengenakan Yukata berwarna hitam dengan corak kupu-kupu warna ungu di kedua ujung lengan serta bagian bawah dan kain yang ada di perutku berwarna ungu, lalu rambutku seperti biasa aku model pony tail hanya saja aku ikat dengan sebagian rambut yang aku kepang dan dijadikan ikatan untuk rambutku, lalu aku beri hiasan dengan pita yang terjuntai sampai bawah. Make up yang kupakai juga berkesan natural dan tidak berlebihan. Aku harap Tetsuya merespon bagus, tapi yang ku dapat malah sebaliknya.
"Ja-jangan mendekat." Perintahnya padaku, seketikah ada batu imajiner yang menimpah kepalaku dan membuatku pudung di bawah pohon dengan aura-aura hitam yang keluar dari tubuhku. Tetsuyapun gelagapan melihat aku yang seperti itu, dia segera mendekatiku lalu duduk didepanku.
"Bu-bukan begitu maksudku, ka-kau sangat cantik." Ucapnya dengan wajah yang merah, dan ucapannya tersebut sukses membuat wajahku juga merah, dia membantuku berdiri dan menggandeng tanganku sepanjang perjalanan kami di festival. Bahkan kakak sempat iri dengan kami berdua.
"Aku iri dengan kalian yang bisa semesra itu." Ucap kakak begitu kami berada di depan penjual manisan.
"Salah sendiri kenapa nii-chan tidak bawa pacar nii-chan." Komentarku tanpa melirik kearah kakak.
"Sudah kubilang dia bukan pacarku, dan belum jadi pacarku Nina-chan."
"Lalu kenapa tidak kau tembak saja dia nii-chan."
"Kau pikir menyatakan cinta padanya itu semudah membalikkan telapak tangan, dia mulai sibuk dengan kuliahnya sedangkan aku sendiri masih sibuk dengan pertandingan-pertandingan."
"Memang siapa orang yang nii-chan sukai?." Tanya Tetsuya yang sejak tadi menyimak apa yang kami bicarakan.
"Suatu hari nanti kau pasti bertemu dengannya kok Tetsuya." Jawabku dan mulai berjalan menjauh dari stand penjual manisan tersebut.
Kami melanjutkan perjalanan kami mengunjungi beberapa stand permainan. Tetsuya juga sempat memenangkan permainan menembak kartu dan mendapatkan boneka usagi warna putih yang ukurannya lumayan besar, dia langsung memberikannya padaku katanya sebagai kenang-kenangan, ah aku jadi ingat waktu Mayuzumi memberikanku boneka beruang, ekspresinya mirip seperti Tetsuya saat ini, dengan wajah sedikit merah dan mencoba memasang wajah flat hanya saja gagal dan membuatnya malah lucu di mataku. Hingga akhirnya acara puncak akan segera dimulai yaitu fireworks atau biasa disebut hanabi.
"5 menit lagi sebelum fireworks." Ucapku sambil melihat jam tanganku. Tiba-tiba saja ada yang menarik tangan kananku dan menjauh dari keramaian. Segera aku melihat kearah siapa yang menarikku, ternyata dia adalah Tetsuya. Dia membawaku sampai di belakang kuil yang sepi tapi langsung menghadap kearah kembang api.
"Kenapa kau mengajakku kesini Tetsuya?." Tanyaku begitu kami sampai di belakang kuil tersebut.
"Kau pernah bilang ingin melihat kembang api dengan jelas kan?."
"Souka." Tak lama kemudian mulai terdengar suara kembang api dan langit yang berubah menjadi warna-warni, benar-benar sangat cantik.
"Indahnya." Ucapku sambil melihat kearah langit dan entah kenapa aku merasa kalau ada seseorang yang sedang memperhatikanku, segera aku menoleh pada Tetsuya dan mendapati dia terus menatapku.
"Te-Tetsuya apa ada yang salah dengan wa-." Belum sempat aku meneruskan pertanyaanku tiba-tiba saja di mendekatkan wajahnya padaku. Semakin lama-semakin dekat dan aku hanya bisa memejamkan mataku dengan wajah yang sangat merah.
.
5cm
.
4cm
.
3cm
.
2cm
.
1cm
.
0,5cm
.
BRUK…
.
!?
.
Tiba-tiba saja terdengar suara orang jatuh hingga membuatku dan Tetsuya menoleh kebelakang kami. Aku sempat melihat ada surai merah kehitaman yang menyembul dibalik semak-semak. Seketika perempatan muncul di wajah kami berdua ketikah tau siapa yang ada di balik semak-semak itu, aku segera membisikan sesuatu pada Tetsuya dan dijawab dengan anggukan kepalanya. Kami segera menggunakan misdirection dan mendekat kearah semak-semak tersebut.
Sementara itu di semak-semak~
*Author Pov*
Ternyata suara jatuh tadi berasal dari Kogaine yang tersandung batu dan sedang ditolong oleh Mitobe.
"Kalian jangan berisik." Omel Riko pada yang lainnya.
"Habis batu ini mengganggu saja." Ucap Kogaine.
"Ya mereka tidak jadi melakukannya kan." Ucap Riko dengan nada kecewa.
"Seharusnya kalian tidak berisik, padahal tinggal sedikit lagi loh mereka akan-." Ucap Dany terputus begitu mendengar sebuah suara yang tepat berada di telinganya.
"Akan apa onii-chan?." Segera Dany menoleh dan mendapati Nina yang berdiri dengan senyuman manis serta aura-aura hitam yang sudah keluar dari tubuhnya, begitu juga dengan Kuroko yang juga sudah terdapat aura-aura hitam dibelakangnya.
"Minna apa yang sedang kalian lakukan disini." Tanya Tetsuya.
"Ka-kami hanya sedang lewat saja kok, be-benarkan minna." Jawab Dany dengan keringat dingin yang menetes di dahinnya.
"Sa-saa mari kita kembali ke festival." Usul Kagami yang mendapat anggukan tanda setuju dari mereka, dengan segera mereka berjalan menjauh dari tempat itu.
"Cotto matte kudasai, karena kalian sudah berani sekali mengintip kami berdua, kalian akan mendapatkan akibatnya." Ucap Nina menyeringai sambil mengeluarkan enam penggaris besi yang ada di sela-sela jarinya entah dia mendapatkannya darimana. Mereka yang mendengarnya hanya bisa menelan ludah mereka, kemudian berlari sambil berteriak.
"Kyaa cepat pergi dari sini."
Dan itulah akhir dari chapter ini, kita do'akan saja semoga tim Seirin masih diberi kehidupan atau malah sudah berdarah-darah karena serangan Nina-chan…?.
To Be Continue
Author: Cerita ini berakhir dengan absurtnya, hehehe…
Nina: Kemana saja kau Author, kenapa baru publis sekarang?.
Author: Maafkan saya karena minggu kemarin sampai sekarang saya sibuk pembuatan film bersama anak-anak kelas saya, jadi ya saya sangat sibuk dengan kegiatan itu. Oh ya saya sudah baca manga Kurobas yang terakhir, dan saya jadi ikut menangis melihat Akashi-kun yang menangis waktu tau tim mereka kalah *hiks…hiks*, benar-benar mengharukan. Kalau begitu mari kita masuk ke sesi jawab review.
*JENG…JENG…JENG…JENG*
Kaito Dark-sama: Arigato sudah bilang fic ini keren semoga chapter ini tidak mengecewakan.
Benediktuscevin. Rivaldo: Kalau hal itu kita akan lihat di chapter-chapter berikunya ;).
Kouzuki Haruka: Eh memangnya ini kurang panjang ya?, dan terima kasih karena sudah mendukung saya melanjutkan cerita ini ;).
Hibari Tetsuya: Ini sudah lanjut, semoga tidak mengecewakan .
Author: Karena hanya segitu saja reviewnya, jadi saya sudahi saja, terus ikuti cerita ini dan jangan lupa REVIEW PLEASE…!.
~Omake~
*Nina Pov*
Setelah festival berakhir kami memutuskan pulang bersama-sama. (Author: Oh ternyata mereka semua masih hidup saudara-saudara.) Tiba-tiba saja kakak menanyakan sesuatu padaku.
"Bagaimana kau bisa tau kalau itu kami Nina-chan?."
"Mudah saja suara kalian sangat berisik dan terdengar sampai ketempat kami lalu rambut Kagami-kun yang berwarna merah menyembul dibalik semak-semak dan itu sangat mencolok, karena itu aku langsung tau kalau itu kalian."
"Souka."
"Lain kali kau seharusnya mengecat rambutmu menjadi hijau kalau mau bersembunyi di semak-semak Kagami-kun." Komentarku sambil melirik Kagami.
"Apa, tidak mau, nanti rambutku seperti makhluk hijau dari Shuttoku yang sering bawa benda-benda aneh itu." Ucap Kagami dengan wajah sebal yang sontak membuat kami semua tertawa.
*Normal Pov*
Sedangkan ditempat nan jauh di sana makhluk hijau yang di maksud Kagami sedang bersin-bersin hingga membuat teman yang ada disebelahnya heran.
"Shin-chan kau sakit?." Tanya pemudah yang bernama Takao Kazunari.
"Tidak, tapi entah kenapa aku ingin mengshoot Kagami masuk kedalam ring." Jawab makhluk hijau tersebut dengan wajah sebal sambil melempar three poin yang tentu saja masuk. Sedangkan temannya hanya bisa sweetdrop mendengar jawaban yang aneh dari orang dengan nama lengkap Midorima Shintaro tersebut. Kemudian dia kembali melanjutkan latihannya yang sempat tertunda.
Next Chapter
"Bagaimana kalau kita ikut ini saja."
"Sepertinya aku tidak akan ikut."
.
"Ne Tetsuya kita bertemu di taman dekat kalian bermain street basketball ya."
"Go-gomenne Nina-chan tadi tiba-tiba pelatih menelpon katannya Momoi-san sedang ada di Gym, jadi aku lupa dengan janji kita."
.
"Boleh kue itu untukku, daripada kau membuangnya."
"Murasakibara-kun?."
Chapter 15: Meet Murasakibara and Himuro
"Ni-nina-chan bertahanlah."
"Cepat bawa dia ke kekamarnya."
