New Member Adventure
TFP: setelah sekian lama tidak update, sekarang saatnya nulis SS!
Shera & Nerin: Side Story! yey~
TFP: ngomong-ngomong, saya mau ngucapin ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada semua orang yang telah membaca cerita ini. dan Special Thank's jatuh pada Chalice07, karena selalu mengikuti cerita saya
All My OC: Arigatou, Minna-san!
TFP: BTW, Dain sama Theo kemana?
Shera: Theo masih dalam taraf penyembuhan...
Nerin:...dan Dain lagi sibuk mengerjakan sesuatu...
TFP: oh begitu, ya ampun saya lupa bawa bunga buat jenguk Theo
Shera: emang mau bawa bunga apa?
TFP: bunga dengan nuansa berkabung dan pemakaman
Theo: *muncul, menabok author, balik lagi*
TFP: *cengo* dia kemari CUMA mau nabokin saya?
Shera: sudah, sudah, mulai deh ceritanya...
Nerin: aku yang Disclaimer~ Grand Chase dan semua yang ada didalamnya milik Megaxus dan KoG Studio. TFP hanya memiliki OC dan alur ceritanya
Shera: ingat ya, saat membaca New Member Adventure, ruangan harus terang dan jangan terlalu dekat dengan layar HP atau komputer. selamat membaca~
- Side Story 3: BF!-
(Note: eits, jangan salah sangka Ratednya berubah disebabkan judulnya, karena bisa jadi judulnya mempunyai arti lain bukan?)
Grand Chase Mansion
TV Room
08.00 A.M.
Normal POV
"Bosaaaann..." keluh Ryan sambil Jungkir Balik di Soffa ruang TV "Ryan, berhenti duduk seperti itu, aku juga bosan, kau tahu" ucap Lire pada Ryan (ehm...ehm...sama-sama bosan nih yee, benar-benar pasangan sehidup se-Matic/ Ryan: ngaco, yang bener mati, bukan Matic!/ oh iya...*kena Stardust Rain*).
saat ini Ryan sangat bosan karena – tunggu dulu – saya ralat. saat ini SEMUA anggota Chaser terkena penyakit MG alias Mati Gaya yang disebabkan Virus B05AN (baca: Bosan)
kenapa enggak? sudah 2 minggu mereka tidak dapat misi buat dikerjakan. maka jadilah mereka menanggur tanpa pekerjaan. disaat-saat Suram nan Buram Sampe-Sampe tangan Si Penulis Cerita Keram yang nulis di tempat yang Temaram dekat tukang Apam (Aneh Mode On...?), tiba-tiba Dain bangkit dari tempat duduknya, dengan senyum yang sumringah sampai-sampai bisa dikira orang gila karena senyumnya kelebaran(*kena tabok Dain). Semua pandangan tertuju pada Dain
"aku tahu! ayo kita bikin BF Sama-Sama saja! lagi ngetren kan? Nerin, bantu aku ya!" kata Dain tiba-tiba tanpa memperhatikan ekspresi teman-temannya yang sudah-sangat-berubah (kecuali Ryan). saat ini hanya satu dipikiran chaser: 'tak kusangka, Dain itu Seperti ini'.
semua terdiam seribu bahasa hingga saat seseorang juga berkata "ide bagus! ayo kita buat yang banyak sama-sama, Elesis!" kata Ronan tiba-tiba juga.
sekejap semua mata memandang Ronan. wajah Elesis dan Nerin langsung berbuah merah karena malu sedangkan Sieghart hampir memasuki Rage Mode nya, namun bisa ditahan Mari (ehm...untuk Mari sih, melompat ke api saja mau/Sieghart: ya iyalah! gua kan Immortal!/ Mari: jadi mau nih masuk ke api?/ Sieghart: eh...enggak ah).
"kau juga ikut Ronan? kalo gitu tunggu apalagi! cekidot!" ujarnya sambil menarik Nerin bersamanya "tu-tunggu Dain!" ujar Nerin "tunggu! ayo cepat Elesis!" ujar Ronan menarik Elesis "eh? tapi...aku..." kata Elesis
...
Hening...
"er, aku rasa aku mau jalan-jalan di taman dulu..." kata Theo dengan beberapa bagian tubuh masih dibalut perban (karena masih luka karena Curse Dragon Seal) pergi meninggalkan tempat itu "tunggu, aku ikut" ucap Shera Mengikuti dan membantu Theo berjalan "nona Shera, Tunggu aku!" kata Pet berwujud Pelayan milik Shera (Author: Suit Suit~berduaan nih.../ Theo & Shera: *blush* URUSAI! tapi si Mary Jane Ikut kok/author: oh iya...pergi sana , biar mereka berdua, hush...hush.../Mary Jane: *ngeluarin Gatling Gun*/author: *ngacir*)
"...bagaimana kalau kita ke taman?" ajak Lass pada Arme "um...tentu, kenapa tidak" kata Arme pergi keluar bersama Lass
"...Lire..." Ucap Ryan "...apa?" tanya Lire "BF itu...apa sih?" tanya Ryan dengan polosnya pada Lire yang membuat gadis Elf itu terdiam dengan muka memerah
"er...itu...em...AHH! AKU INGAT! HARI INI ADA OBRAL BIBIT TANAMAN DARI ELVEN FOREST DI SUPERMARKET! AYO KITA PERGI RYAN!" ucap Lire berusaha mengalihkan topik pembicaraan "eh? tapi kau belum menjawab – AHHH!" ujar Ryan keburu ditarik Lire
"sungguh, kurasa hanya tinggal kita..." ucap Amy setelah ruangan hampir kosong (soalnya Sieghart, Mari, juga Jin gak pergi kemana-mana)
Tik Tuk Tik Tuk Tik Tuk...hanya suara Jam yang terdengar didalam keheningan ruang TV. Sieghart mulai gelisah, sehingga ia hanya bolak-balik di tengah ruang TV kayak Setrikaan. tunggu...Sepertinya Author menangkap sinyal-sinyal Rage mulai keluar dari tubuh Sieghart! Mayday! Mayday! selamatkan harta benda juga nyawamu! Sieghart siap-siap ngamuk! (*lebay*)
Waiting data...
Please Unpatient...
Uploading Rage...
15 %...
75 %...
99 %...
100 %...
Upload Complete!
"ARGH! aku tak tahan lagi! sebagai kakeknya, aku harus melindungi cucu ku!" teriak Sieghart memasuki Rage Mode sambil memakai jurus One Thousand Step yang artinya Langkah Seribu (dalam Arti lain, berlari).
Hening...
"aku...mau ke kamar Mandi..." kata Mari mengikuti arah Sieghart berlari tadi "...tapi kan Kamar Mandi perempuan ada diarah situ..." ucap Jin menunjuk arah Sebaliknya saat Mari sudah hilang dari pandangan
"kok kau tahu Kamar Mandi Perempuan ada disitu, Jin?" tanya Amy. Nah lho, Jin ketahuan! "ah...daripada itu, kita ikuti mereka yuk~!" ucap Amy dengan nada senag sambil mengajak (baca:menarik) Jin ke dapur. Jin menghela napas 'hah...untung tidak ketahuan kalau aku pernah tersesat kesitu...' Batin Jin sambil mengikuti Amy
Meanwhile,
Grand Chase Mansion Kitchen
Normal POV
"ng? kau dengar suara ribut-ribut gak?" tanya Dain didapur bersama Nerin "e-eh? ti-tidak kok...Tidak terdengar apapun" jawab Nerin "mungkin hanya perasaanmu Dain. sudah, cepat cari keperluannya dan langsung kita buat!" ucap Ronan semangat 45
"hey, ronan...um...aku...mau nanya...kita mau buat apa sih?" tanya Elesi malu-malu "eh? kan tadi udah dibilangin, kita akan bikin BF" Jawab Ronan "i-iya, aku mendengar bagian itu, tapi pertanyaanku yang sebenarnya...BF itu apa?" tanya Elesis.
Ronan melirik Dain untuk meminta bantuan "ambil Ini" ucap Dain sambil melemparkan sebuah buku pada Elesis "buka halaman 25" ucap Dain. Elesis membuka halaman yang dibilang oleh Dain dan raut wajahnya langsung berubah. hal ini membuat Nerin agak penasaran dan mendekati Elesis untuk melihat apa isi buku itu. setelah melihat apa isi buku tersebut, Nerin terkejut sambil berkata "i-ini kan..."
Outside The Kitchen
Normal POV
'jangan Ragu-Ragu Elesis, tekan saja sampai keluar'
'baiklah, aku akan berusaha'
"sial! apa yang dilakukan Bocah iu pada cucu ku!" kata Sieghart emosi namun ditahan Mari "stt! nanti kita ketahuan!"
'Dain, apa ini sudah benar?'
'Yup...Kemampuanmu memang hebat'
'Te-terima kasih...'
"ternyata Dain pengalaman juga soal ini" komentar Amy
'sekarang saatnya dimasukkan'
'eh? apa tidak terlalu cepat?'
'iya, kan belum habis semua'
'ah, masalah itu nanti saja pikirkannya, sekarang ayo cepat masukkan'
'baiklah...'
KLONTANG!
'aduh! Ronan! sakit!'
'eh? maaf Elesis, aku tidak sengaja'
'Hiks Hiks'
'Ah! Nerin! jangan menangis, aku ada di sini. kan sebentar lagi jadi, nanti kita nikmati bersama, OK? '
"AHH! Bagaimana ini, Bagaimana!" ucap mereka (minus Mari) dengan panik dan mulai berpikir aneh-aneh (author: setooooooppp! jangan mikir yang aneh-aneh! saya gak mau nih Fic jadi Rated M!)
TING!
'nah, selesai sudah, ayo keluarkan'
'bagaimana Elesis?'
'e-enak...'
'benarkan?'
"eh? kok ada suara 'TING' segala? pake penghitung waktu ya?" ucap Jin "aku tidak peduli! dobrak saja!" ujar Sieghart yang sedari tadi memang sudah masuk Mode Rage miliknya. saat pintu yang didobrak oleh Sieghart hancur, terlihat pemandangan yang mengejutkan mereka...Dain, Nerin, Elesis, Dan Ronan yang sedang
...
...
...
...
...
...makan kue?
"er...kenapa kau mendobrak pintunya, Sieg?" tanya Dain saat akan melahap sepotong kue yang ia makan. mereka semua hanya cengo (minus Mari) karena pemandangan di depan mereka jauh sekali dengan fantasi (baca: Negative thinking) didalam pikiran mereka
"sebenarnya, dari tadi kalian sedang apa sih?" tanya Amy ragu-ragu "kami sedang apa? ya bikin BF lah" jawab Dain
"bukan itu maksudku! sebenarnya kalian itu buat apa sih?" tanya Jin. Dain menatap dalam-dalam ketiga orang didepannya (karena minus Mari...lagi), kemudian dia berusaha menahan tawanya tapi akhirnya tawanya terlepas
"uph! kalian...kalian pikir kami akan melakukan 'itu'? uph! hahahah!" tawa Dain "haduh! lucu sekali! Ronan, perlihatkan pada mereka!" kata Dain di sela-sela tawanya
"ini," ucap Ronan memberikan sebuah buku pada mereka "buka halaman 25" ucap Ronan lagi. saat mereka membuka halaman itu mereka sangat terkejut (minus Mari, soalnya dia kan dataaaaaarrr aja orangnya/ Mari: *ngeluarin Soul Taker*)
"ja-jadi, kalian bikin ini?" kata Amy dengan wajah bersemu merah. bukan karena gambar maupun isi buku tersebut, melainkan fakta bahwa ia sudah berpikiran yang aneh-aneh pada mereka
"yup...BF hanya singkatan di pasaran baru-baru ini, jadi hanya segelintir orang yang tahu bahwa kepanjangannya adalah BLACK FOREST" Jelas Dain. mendengar ini, semua yang ada disitu (lagi-lagi, minus Mari) cengo sambil sweat drop
Ini yang sebenarnya terjadi didapur!
"jangan Ragu-Ragu Elesis, tekan saja sampai keluar" ucap Ronan saat Elesis akan Mengoleskan Krim Coklat pada benda yang mereka buat "baiklah, aku akan berusaha" kata Elesis sambil memulai percobaan pertamanya
Nerin yang melihat hal ini memulai pendekatannya pada Dain (author: *baru mau ngomong udah kena Mirror Prison*) "Dain Apa Ini sudah benar?" tanya nya sambil memperlihatkan hasil kerjanya pada Dain. Dain memperhatikan hasil kerja Nerin sebelum berkata "yup...Kemampuanmu memang hebat" "te-terima kasih..." ucap Nerin dengan muka memerah
"nah, sudah saatnya dimasukkan" ucap Dain yang langsung disetujui Ronan "eh? apa tidak terlalu cepat?" tanya Elesis "iya, kan belum habis semua" timpal Nerin "ah, masalah itu nanti saja, sekarang cepat masukkan" kata Dain sambil mengangkat loyang kue dan siap memasukkannya ke dalam Oven "baiklah"
lalu, setelah dimasukkan ke oven, Dain dan Ronan mulai mengemaskan loyang-loyang kue yang tidak dipakai lagi, tapi karena sepertinya hari ini bukanlah hari keberuntungan Dain dan Ronan, mereka terpeleset dan loyang kue itu terlempar dan mendarat di kepala Elesis dan Nerin "aduh! Ronan!" ucap Elesis marah saat Loyang kue yang lumayan berat itu mendarat di kepalanya "eh? maaf Elesis aku tidak sengaja!" ucap Ronan Kalang Kabut "hiks Hiks" Nerin mulai menangis "ah! Nerin! jangan menangis, aku disni...tenang saja, sebentar lagi kan jadi (kuenya) nanti kita nikmati bersama, OK?" ucap Dain sambil tersenyum dan membuat tangis Nerin Berhenti
Tak lama...TING! "nah sudah selesai, ayo keluarkan" ucap Ronan sambil mengeluarkan sebuah Black Forest dan menyimpannya di atas meja. Ronan memotongnya sedikit dan membagikannya pada Elesis, Dain dan Nerin "bagaimana Elesis?" tanya Ronan "enak..." jawab nya dengan tersenyum "benarkan?" ucap Ronan sambil tersenyum. saat mereka menikmati kue itu, tiba-tiba pintu didobrak (baca: dirusak) oleh Sieghart yang terlihat memasuki Rage Mode nya "er...kenapa kau mendobrak pintunya, Sieg?"
TBC
TFP: lihat kan? singkatan sama kepanjangannya lain. makanya, bagi yang mengharapkan yang tidak-tidak di Fic saya, kalian salah memilih Fic! dan juga saya gak pandai bikin Fic Begituan
all Official Chaser: jangan disingkat-singkat dong! kami kan jadi salah paham! *ngeluarin Senjata*
TFP: er...sepertinya saya dalam bahaya saat ini, jadi, saya mau lari dulu...Cekidot! *ngacir*
Shera: *sweat drop* hah...Author saya ternyata agak mirip dengan Maniak (TFP: aku mendengarmu!) yah, karena sudah tidak bisa diapa-apain lagi, dan juga Author saya lupa mengatakannya... Read and Review Please?
TFP: ngomong-ngomong...TOLONG AKU! *masih kena kejar Chaser*
All Official Chara: *masih nguber-nguber TFP*
Dain: perlu ditolong?
Theo: *minum Teh* kurasa sebaiknya jangan...
