CHAPTER 12.5
SEBELUMNYA PERINGATAN KERAS!
Part kali ini di private
Anak di bawah umur jangan membaca ya!
Cerita mengandung unsur dewasa dan vulgar
Resiko di tanggung sendiri oleh pembaca
Seperti malam sebelumnya Baekhyun membaringkan Kyungsoo di atas ranjangnya dengan lembut. Baekhyun menggeser tubuh Kyungsoo agar dia dapat duduk di samping ranjang.
Kyungsoo terlihat kaku dan tegang. Terlihat jelas dari ekspresinya bahwa Kyungsoo bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Dia juga takut dan belum sepenuhnya siap untuk melakukannya.
Baekhyun menyadarinya ketakutan Kyungsoo. Baekhyun memeluk Kyungsoo yang membuat bulu kuduk namja penguin itu berdiri. Tangan Baekhyun menyelinap ke dalam baju Kyungsoo. Kyungsoo menahan napasnya.
Tidak seperti yang Kyungsoo bayangkan. Baekhyun justru menggelitik perut dan pinggang Kyungsoo. Baekhyun menggelitikinya untuk merilekskan suasana mereka. Kyungsoo tertawa lepas dan lupa akan ketakutannya.
Baekhyun menenggelamkan kepalanya di tengkuk Kyungsoo. Baekhyun menyesap kuat leher Kyungsoo menimbulkan kissmark baru disana.
"Ahn... Baek... ah.. Hahaha..." desah Kyungsoo nikmat di sertai tawa kegelian. Kyungsoo mencengkram baju Baekhyun.
Kedua kaki Kyungsoo menendang-nendang udara karena tidak tahan dengan gelitikan Baekhyun. Kyungsoo terus tertawa dan beberapa kali mendesah hingga dia menangis geli. Kyungsoo berusaha menghentikan Baekhyun.
"Baek sudah hentikan... Hahaha... AKH Sakit Pabo!" Kyungsoo memukul kepala Baekhyun saat Baekhyun menggigit bahunya.
Baekhyun duduk dan meringis kesakitan. Efek jitakan Kyungsoo.
"Sakit tapi nikmat kan?" ucap Baekhyun mengusap bagian kepalanya yang sakit. Kyungsoo hanya diam tidak menanggapinya.
"Baek..." ujar Kyungsoo dengan nada sedih. Baekhyun membalasnya dengan deheman dan berbaring di samping Kyungsoo.
"Ini adalah yang pertama untukku. Aku belum pernah melakukannya, walau dengan Chanyeol." Kyungsoo tersenyum malu. Baekhyun tertawa mendengar penjelasan Kyungsoo. Kyungsoo kesal dan memukuli dada bidang Baekhyun
"Ini juga yang pertama untukku dengan seorang namja." ujar Baekhyun menghentikan tangan Kyungsoo dan tersenyum jahil kearahnya.
"Jadi kau pernah melakukannya dengan yeoja?" Kyungsoo mengerucutkan bibirnya.
"Menurutmu?" tanya balik Baekhyun menggoda Kyungsoo. Kyungsoo yang salah paham merasa kecewa dan kesal. Dia kembali memukuli Baekhyun bertubi-tubi lebih keras dari sebelumnya.
"Hentikam hentikan. Aku hanya bercanda." Baekhyun tidak dapat menghentikannya dan memohon ampun. Kyungsoo menghentikan acara memukulnya dengan raut wajah yang masih sedih.
"Mianhae Kyungie." Baekhyun mengecup kening Kyungsoo lembut. Dengan mudah Kyungsoo langsung memaafkannya.
"Karena ini yang pertama untukku. Aku tidak mau jadi uke, aku tidak mau jadi bottom." Kyungsoo memiringkan tubuhnya agar dapat saling berhadapan dengan Baekhyun.
"Kau juga tau kalo aku juga tidak mau." Jawab Baekhyun disertai anggukan Kyungsoo.
"Apa mau berlomba seperti kemarin malam?" tawar Baekhyun dengan seringaian tercetak di wajahnya.
"Aku menolak. Aku jelas akan kalah." tolak Kyungsoo. Baekhyun memberikan tatapan sedih padanya.
"Baiklah apa yang kau inginkan?" Baekhyun sudah pasrah dengan keputusan Kyungsoo. Tapi dia tetap berpikir mencari cara agar Kyungsoo tetap menjadi bottom.
"Peraturannya di ganti!" seru Kyungsoo semangat.
"Baiklah..."
"Siapa yang pertama kali mendesah, dia yang akan menjadi bottom!"
Senyuman licik Baekhyun muncul. Kyungsoo merasa sudah melakukan kesalahan fatal.
"Setuju. Itu terlalu mudah.." seru Baekhyun.
"Mwo?" tanya Kyungsoo tidak percaya.
"Aku ingin mengganti peraturan lagi." rengek Kyungsoo. Tapi terlambat Baekhyun sudah berada di atasnya dan mengukungnya.
"Kau tidak bisa menggantinya baby." ujar Baekhyun dengan smirk di wajahnya. Kyungsoo menggeleng tidak setuju.
"Bersiaplah baby."
.
.
.
.
.
.
"Akh Baekhyun ehm pelan..." Kedua tangan Kyungsoo mencengkram sprei dengan kuat.
"Kau sangat indah Soo.." Baekhyun menatap tubuh vulgar Kyungsoo yang sudah bertelanjang bulat di hadapannya. Beda dengan dirinya yang masih berpakaian utuh.
"BAEK! Jangan masukan jarimu lagi! Ah.. Ah.." Tangan Kyungsoo berusaha menghentikan salah satu tangan Baekhyun yang bermain dengan holenya. Jemari Baekhyun yang terus keluar masuk di dalam lubangnya. Dan tangan lainnya memainkan milik Kyungsoo.
"Ssstt Kyung. Rileks.. rileks.." Baekhyun tidak mendengarkan perintah Kyungsoo justru menambahkan jarinya menjadi 3 jari masuk ke dalam hole Kyungsoo.
"AGKH..." punggung Kyungsoo terangkat. Rasa perih dan nikmat dia rasakan menjadi satu.
Baekhyun melepaskan jemarinya. Terlihat raut kecewa di wajah Kyungsoo.
"Kau kecewa hm?" Baekhyun mengarahkan kepalanya tepat di depan lubang Kyungsoo.
"Aniyaaahhh..." Kyungsoo kembali mendesah ketika Baekhyun menjilat holenya.
"Baekh~ hentiikan~ Aaahhh... disitu kotor.." Kyungsoo berusaha menarik kepala Baekhyun dari holenya.
Tapi Baekhyun tidak menggubrisnya. Dia terus menjilati hole dan mengocok penis Kyungsoo bersamaan.
"Ehm... ooh... Baekkie..."
"AGKHHH..." teriak Kyungsoo melengking. Semua ototnya terasa tertarik. Juga cairan putih dan lengket sudah keluar dari miliknya yang mungil. Baekhyun tersenyum penuh kemenangan melihat kekasihnya yang sudah keluar.
"Sepertinya kau sudah siap Kyung. Akh celanaku sesak sekali." Baekhyun melepas celana dan kaosnya di hadapan Kyungsoo. Kyungsoo menutup matanya malu. Walau dia sudah berkali-kali di suguhkan pemandangan itu oleh Baekhyun. Kyungsoo mengintip Baekhyun dari sela-sela jarinya.
"OMO!" Kyungsoo terkejut melihat milik Baekhyun yang sudah tegak dan lebih besar 2x dari miliknya. Kyungsoo menelan ludah ragu.
"Baek... aku takut.."
"Tenanglah Kyung. Ini hanya sakit di awal." Baekhyun mengusap wajah Kyungsoo lembut. Menatap Kyungsoo dengan kelembutan.
Kyungsoo terhipnotis tatapan Baekhyun hingga mereka berciuman. Ciuman yang berawal lembut dan manis. Semakin panas dan liar. Lidah keduanya terus beradu dan bermain menyapu mulut pasangannya.
Baekhyun melepas ciuman panas mereka. Mengarahkan kejantanannya di depan hole Kyungsoo. Baekhyun mengecup lembut mata, hidung, kening, pipi, dan kembali ke bibir Kyungsoo.
Ketika dirasa Kyungsoo sudah sedikit rileks. Baekhyun memasukkan dengan perlahan miliknya sambil melumat bibir manis Kyungsoo.
Kyungsoo serasa holenya seperti di sobek ketika milik Baekhyun belum masuk sempurna di dalamnya. Kyungsoo tidak dapat menahan tangis kesakitannya.
Baekhyun diam sejenak agar Kyungsoo terbiasa. Namun dia tidak tega melihat kekasihnya menangis menahan sakit.
"Apakah sesakit itu? Apa kita hentikan saja?" tanya Baekhyun khawatir.
"Tidak... aku baik-baik saja. Lanjutkanlah.." Kyungsoo mengusap wajah Baekhyun menenangkan.
Baekhyun mendorong perlahan agar dapat masuk dengan sempurna di dalam Kyungsoo.
"Kyung kau benar-benar sempit." Baekhyun menggeram nikmat.
"Eghn... ehmmm.." desahan Kyungsoo terdengar feminim di telinga Baekhyun. Membuat napsu Baekhyun semakin bertambah.
Setelah itu hanya desahan dan lenguhan nikmat yang terdengar dari dalam kamar mereka.
"Anghh~ Baekkie aku sudah hampir aaakh..." Kyungsoo mengeratkan pelukannya hampir mencapai klimaksnya
"Tunggu sebentar Kyungie.. ukh..."
Gerakan Baekhyun semakin gencar dan liar. Desahan Kyungsoo semakin berlari dan pandangannya semakin buram.
"AHH BAEKKIE"
"KYUNGIE"
Teriak mereka bersamaan mencapai klimaks. Baekhyun ambruk di atas tubuh Kyungsoo. Kyungsoo sedikit linu tertindih oleh Baekhyun.
Baekhyun bangkit dan menatap Kyungsoo yang kelelahan.
"Sekali lagi ya baby.." pinta Baekhyun manja.
"Baek aku sudah cap.. ahh.."
TBC
Sebenarnya author bingung mau nge publish part ini atau tidak.
Karena banyak yang ingin... Jadi ini dia
Jangan lupa budayakan vomentnya
Kritik dan saran sangat membantu penulis.
Gamsahamnida :*
