Operation Break-Up 2

Gomennnnnnn jarang update, kayaknya juga agak pendek nih TAT

Happy Reading~!

.

.

.

"Kita menyusun rencananya kapan sih?" tanya Mayaka, sedari tadi semuanya sibuk dengan aktivitas masing-masing, Satoshi masih sibuk dengan HP nya, OSIS katanya, sedangkan Oreki masih mendengkur di kamarnya "Kita tak bisa dapat ide apapun kalau tidak ada Oreki, Fuku-chan! Panggil sana!" kata Mayaka, Satoshi mengangguk.

Setelah diketuknya pintu atas berkali-kali, barulah 'pemilik' kamarnya membuka pintunya, tampak rambutnya yang masih tak beraturan "Huh? Satoshi?" tanya Oreki kebingungan "Ayo! Katanya mau susun rencana buat Eru-chan!" kata Satoshi, tak lama, Mayaka memanggil, Lucy datang untuk membantu, kedua lelaki itu segera turun tanpa protes, takut kena pukul Mayaka.

"Baiklah! Mari kita mulai!" kata Lucy, semuanya mengangguk.

~!~

Hari semakin siang, rencana sudah disusun, kali ini mereka mencoba menghilangkan image sempurna Chitanda dimata tunangannya, Ruff dan Chitanda berjalan-jalan di tempat es skating yang baru dibuka, mereka sudah berkali-kali mencoba... tetapi...

#1: Membuat Chitanda jatuh berkali-kali

Dengan pakaian serba-tebal dan menutupi wajah, aku yakin kalian takkan mengenali Lucy, ia sengaja terus berseluncur kearah Chitanda yang rupanya sudah mahir bermain sepatu skatingnya. Lucy sudah berkali-kali mencoba menjatuhkan Chitanda, tapi pada akhirnya malah ia yang kepalanya berkali-kali membentur es.

#2: Membuat Chitanda marah

Mayaka mengenakan baju tebal, tapi mirip anak kecil, karena ia merupakan anggota terpendek di klub sastra, Oreki (ceritanya) menjadi ayahnya dan Satoshi (Ceritanya) menjadi ibunya, mereka mencoba berbagai hal-menjatuhkannya, mendorongnya, menabrak, namun sia-sia, Chitanda tidak marah sedikitpun.

#3: Para Gadis menggoda Ruff

Erza, Juvia dan Mirajane datang mereka kemudian menggoda Ruff, tentu saja Ruff terlena namun apa dikata, ia tetap memegang Chitanda dalam keadaan seperti itu.

~!~

"Hahhh.. muri yo..," kata Oreki setelah mereka mencoba berbagai hal, nihil pula hasilnya, sekarang mereka sedang berada di tempat makan untuk makan siang tentunya, semua ikut menghela nafas "Aku ada ide... t-t-tapi aku pikir ini... enggak terlalu bagus...," Wendy, yang baru saja tiba tadi siang diam mengaduk-aduk minumannya "Honto ni!? Cepat katakan pada kami!" seru Mayaka "Emm.. jadi.. aku butuh seseorang yang Ruff-san tidak ketahui hubungannya dengan Chitanda-nee, kemudian, dia akan berpura-pura menjadi kekasihnya... kita buat Ruff-san cemburu, jika dia melapor... si kekasih pura-puranya itu harus melawan dengan kata-kata..," kata Wendy

"T-Tapi kalau jelek nggak apa-apa kok! Nggak usah dipake!" kata Wendy semuanya tersenyum "YOSH! KITA PAKE TAKTIK ITU! Tapi siapa yang jadi pacar bohong-bohongannya.. erm.. etto...," Erza menatap sekeliling, lalu matanya jatuh pada seorang cowok berambut cokelat gelap dengan tatapan malasnya menatap menu makanan "Oreki! Kau jadi pacarnya!" seru Mayaka "HAHH!?" kata Oreki kaget.

"Tentu saja! Oreki pilihan yang tepat!" seru Gray "Betul! Oreki-sama! Berjuanglah! Juvia mendukungmu!" kata Juvia menyeru, "Ayolah Oreki! Kalau bisa kita pakai Satoshi, tapi kan Ruff sudah tau dia saudaranya Eru-chan!" kata Lucy, semua mata memandang Oreki, akhirnya, cowok itu menghela nafas "Baiklah.., hanya untuk kali ini saja..," kata Oreki "Jadi apa kata-katanya?" kata Oreki.

Mereka mulai serius.

~!~

Hari ini rencananya, mereka akan datang ke rumah Chitanda untuk bermain, namun Oreki akan tetap menjalankan rencananya.

Dan benar dugaan semuanya, Ruff ada di rumah Chitanda sedang duduk disampingnya, mengingat latihan kemarin, Oreki membuat wajahnnya terlihat sekaget mungkin "E-Ehm.. E-Eru siapa dia?!" tanya Oreki, Chitanda yang kaget langsung berkata "Dia kan-," Oreki langsung menariknya ke lantai atas, kemudian membicarakan rencananya "OOh! A-Aku tak menyangka akan merepotkanmu sejauh ini Oreki-san t-terima kasih,"

Oreki mengangguk "Kalau berhasil, kau juga harus berterima kasih kepada yang lain terutama Wendy, dia yang sudah membuat rencana seperti ini, jangan khawatir, ayah dan ibumu tahu kok," kata Oreki, pandangannya melembut sesaat, Chitanda mengangguk.

Setelah turun kebawah, Chitanda mempersiapkan kata-katanya "U-Umm a-aku minta maaf tak bilang padamu sebelumnya i-ini pacarku Oreki Houtarou...," Ruff yang sedang minum tersedak "A-Apa?" tanya Ruff "Tetapi ayahmu kan tak bilang apa-apa soal pacaran pada saat dengan ayahku!?" tanyanya "Ahh! Benar! Houtarou-kun, bagaimana bisa aku melupakanmu? Maafkan aku Ruff, aku lupa bilang pada ayahmu bahwa Eru sudah punya pacar!" kata Tetsugo.

Muka Ruff merah padam, ia langsung menyambar Chitanda "Huh! Tak apa! Putuskan dia sekarang paling-paling, kalian belum pernah berciuman atau melakukan 'itu' kan?! Eru akan jadi milikku!" seru Ruff, tetapi muka Oreki datar saja, ia menghela nafas dan menarik Chitanda kedalam pelukannya, semuanya kaget, Mayaka tersenyum geli walau hatinya sedikit sakit "Aku minta maaf mengecewakanmu Ruff-san, tetapi aku dan Eru sudah pernah berciuman, kamu juga sudah melakukan 'itu' karena rasa penasaran Eru yang tidak terbendung," kata Oreki datar.

JDEEEEEEEERRRR!

Semuanya kaget, begitupula ayah dan ibunya.

Sughooiii Oreki niat! Gumam Mayaka. Woah... itu nggak benar kan!?, ARGGGGHHHH OREKI LO LUPA DISINI ADA WENDY SAMA ROMEO!

Sampai sejauh ini...

Muka Chitanda sontak memerah "Iya 'kan Eru?" tanya Oreki "I-Iya..," kata Eru "BOHONG! KAU PASTI BOHONG!"

Bersamaan saat itu, Ojojii datang dan melihat kejadian itu "Apa-apaan ini!?" tanyanya murka, semuanya mendelik sinis kepada Ojojii "OTOU-SAN! Eru sudah punya pacar! Apa maksudnya ini!?" tanya Ruff, Ojojii tersenyum "Maaf, tapi itu tak bisa dibatalkan, aku sudah menyetel acaranya besok! Dan hanya bisa dibatalkan dengan Ruff seorang,"

Apa-apaan sepihak begitu!?

~!~

Malam itu semuanya terdiam, rencana mereka gagal. Oreki menyalahkan dirinya yang hanya bisa terdiam di detik-detik terakhir, ia memandang bulan "Oh?" sebuah suara mengagetkannya "Apa yang kau mau sialan?" tanya Oreki, Ruff berdiri "Tidak.. aku hanya..,"

Muka Ruff saat itu kelihatan ragu "Apa menurutmu Eru akan bahagia jika aku menikahinya?" tanya Ruff, Oreki terdiam sebentar "Tidak," jawab Oreki "Kau tau.. aku.. aku akan membatalkan pernikahanku dengan Eru besok," pernyataan itu membuat Oreki 100% kaget "Apa kenapa? Kau tak menyukai Chitanda?" tanya Oreki "Bukan begitu.. tapi kalau dipikir-pikir.. aku memang menyukainya, tapi... menikah secara paksa seperti ini tak benar 'kan? Aku bertingkah seperti tadi hanya di luar saja, namun hatiku tau.. itu salah..,"

Oreki terdiam.

"Pokoknya setelah aku tak ada, jaga Eru ya?" tanya Ruff, Oreki mengangguk.

Ruff tersenyum "Alasan utamanya karena aku menyukai seseorang lain... namanya Juumonji Kaho, dan kami sepakat untuk bertunangan,"

"J-Juumonji Kaho!?" tanya Oreki.

~!~

Setelah semua masalah beres, hari itu, Mayaka dan Oreki pulang bersama, Mayaka menanyakan hal yang kemarin "Kemarin kau berbohong 'kan? Soal yang ciuman dan melakukan 'itu' dengan Chii-chan?" tanya Mayaka, Oreki menatap gadis itu seaat, kemudian mengacak rambutnya "Kalau yang bagian ciuman sih tidak, aku tidak sengaja waktu itu," kata Oreki.

Mayaka kaget.

"Aku tau kok, kamu pasti kaget, maaf, aku tidak bisa menyembunyikannya darimu," kata Oreki, Mayaka mengangguk "Aku dan Fuku-chan juga..," "Pernah?" tanya Oreki kaget "Uhh, waktu Fuku-chan menangis..," kata Mayaka.

Oreki berhenti berjalan "Kalau begitu, kita hanya perlu 'membersihkan' nya 'kan?" tanya Oreki, Mayaka menoleh, dalam sekejap, bibirnya merasakan dnginnya bibir pemuda bermata hijau itu, meski beberapa detik, namun rasanya lama.

Setelah itu Mayaka menatapnya dengan muka tak percaya "B-B-B-BAKA OREKI!"

Dari balik pohon, gadis berambut hitam panjang menatap mereka dengan senyuman pahit.

"Sayonara..,"

Sayonara... Oreki-san...

*V*

DOOOOOOOOOOOOOONNNNNNEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! . Gomen Update lama, RnR?