.
.
###
NEKOYA!
Chapter 13 – When Our Eyes Meet Closely
Park Chanyeol (21 th.) & Byun Baekhyun (28 th.)
###
.
.
Tadinya Chanyeol ingin mengajak Baekhyun melihat matahari terbenam setelah makan siang, tapi berhubung langitnya mendung, jadi mereka putuskan untuk pulang. Sayang sekali—memang, tapi apa boleh buat. Daripada ujung-ujungnya hujan dan Baekhyun semakin kedinginan, Chanyeol memilih untuk tidak mengambil resiko itu.
"Ini jaketmu." Baekhyun mengembalikan jaket Chanyeol sebelum mereka naik motor.
"Tidak usah, kau pakai saja."
"Tapi kan kau yang menyetir? Aku sudah tidak apa-apa kok."
"Tapi aku yang keberatan. Kalau kau sakit setelah ini, nanti Nyonya Byun malah tidak memperbolehkanku dekat-dekat denganmu lagi."
"Kau pikir aku ini bocah umur lima sampai Eomma-ku harus melarang ini-itu padaku?"
"Tetap saja aku tidak mau kau sampai sakit, Baekhyunnie. Sudahlah, pakai saja jaketnya. Aku sudah biasa tidak memakai jaket saat mengendarai motor kok."
Menghela napas, Baekhyun pun mengakhiri perdebatan mereka dan segera memakai kembali jaket Chanyeol yang sangat besar itu.
SRET!
Namun detik berikutnya Baekhyun terkesiap oleh pergerakan Chanyeol yang tiba-tiba memasangkan helm di kepalanya. Bisa Baekhyun tangkap senyum manis pria tinggi itu di balik helm-nya sambil berkata, "Siap pulang?"
Chanyeol tidak tahu saja bahwa Baekhyun tengah mengumpat habis-habisan jantungnya yang berdetak menggila hanya karena perlakuan manis Chanyeol.
Sadarlah, Byun Baekhyun! Ini hanya si Park Cheesy! Jadi berhentilah salah tingkah atau kau akan mempermalukan dirimu sendiri! Ingat itu!
"Akan kubunuh kau kalau sampai mengebut." ancam Baekhyun seraya duduk di jok belakang.
"Siap, Love~"
.
.
Baekhyun menghela napas lega begitu motor Chanyeol berhenti di pelataran kediaman Byun sekitar pukul enam sore. Tadinya Baekhyun sempat khawatir akan turun hujan di perjalanan, terlebih mereka terjebak macet pula. Tapi untung saja mereka tiba sebelum hujan turun.
"Akan kukembalikan jaketmu setelah kucuci." ucap Baekhyun sambil memberikan helm yang tadi dipakainya.
"Tidak dicuci juga tidak apa-apa."
Baekhyun mencibir. Matanya memicing curiga. "Yak, Park Cheesy, apa kau sedang membayangkan hal yang aneh-aneh?"
"Hm? Hal aneh seperti apa maksudmu?" Chanyeol pura-pura polos, padahal ia tahu betul apa maksud Baekhyun.
"Aish, sudahlah! Ayo kita masuk." Baekhyun menyudahi perdebatan mereka sebelum emosinya terpancing. Namun baru saja mengambil beberapa langkah, Baekhyun malah menarik Chanyeol kembali ke tempat semula. Tubuh mereka sama-sama menempel ke dinding, seolah sedang bersembunyi dari seseorang.
"Ada apa?" tanya Chanyeol penasaran. Tapi Baekhyun tidak menjawab, hanya memberikan isyarat agar tidak bersuara. Tidak puas dengan jawaban itu, Chanyeol yang kepalang penasaran pun mengintip di saat Baekhyun lengah.
"Yak, apa yang kau lakukan?!" Baekhyun berbisik panik.
"Ck, sebentar saja. Memangnya ada ap—"
Secepat mata Chanyeol melirik pada objek yang disembunyikan Baekhyun, secepat itu pula ucapannya terhenti. Terang saja, karena ternyata Baekhyun bukan sedang menyembunyikan sesuatu, melainkan sedang bersembunyi dari sesuatu, tepatnya dari sepasang adam yang tengah berciuman di dekat gerbang flat. Coba tebak siapa?
"Heh, boleh juga si Bocah Tengik."
Ya, itu Yoonbin yang berciuman dengan Yeongue.
Ugh, kenapa mereka harus melakukannya di sana?! Kalau begini kan aku harus terjebak bersama si Park Cheesy di sini lebih lama lagi!—Baekhyun mengumpat keras Yoonbin dan Yeongue dalam hati.
Chanyeol membuang napas. "Apa boleh buat. Terpaksa kita harus menunggu dulu."
Tapi menunggu hanya membuat canggung situasi di antara kita, bodoh!—kali ini Baekhyun mengumpat Chanyeol.
Serius, Baekhyun benar-benar benci situasi ini, terlebih karena itu terjadi setelah Chanyeol menyatakan cinta padanya. Entahlah, aneh saja menjadi canggung di dekat pria tinggi itu, padahal biasanya mereka seperti Tom & Jerry.
"Kau baik-baik saja, Baek?"
"Hah?" Baekhyun tersentak, lalu mengangguk berkali-kali. "A–aku baik!"
"Kalau kau sudah tidak kuat, kita langsung masuk saja ya?"
Mendengar itu sontak pikiran Baekhyun melantur ke mana-mana. Tanpa sadar pipinya merona hebat. "T–t–tidak kuat apa maksudmu?!"
Chanyeol mengerjap kebingungan. "Lho? Bukankah kau bilang kau kedinginan? Kau bisa kena flu kalau terlalu lama di luar."
SIAL! TERNYATA AKU SALAH SANGKA!
"A–ah, benar juga, aku memang bilang begitu, haha.." Baekhyun tertawa canggung. Sebisa mungkin ia hindari kontak mata dengan Chanyeol demi menutupi rasa malunya yang teramat sangat itu.
Tapi sialnya Chanyeol terlalu peka untuk menyadari tingkah aneh Baekhyun dan melihatnya berkilah hanya menambah rasa gemas Chanyeol. Ah, ia jadi tidak tahan ingin menjahili pria mungil itu.
"Aigoo~ memang tadi kau pikir maksudku apa, hm?" Bibir Chanyeol menarik seringaian menggoda. Perlahan tapi pasti, Chanyeol mengungkung tubuh mungil itu dalam jarak pandangnya. "Jangan-jangan..hal itu ya?"
Dan sekakmat.
Baekhyun menelan paksa ludahnya. Tidak tahu kenapa ia kehilangan kata-kata untuk membela diri.
Tamat sudah riwayatmu, Byun Baekhyun! Kenapa juga kau sampai berpikiran yang tidak-tidak, hah?! Aish, memalukan sekali!
"Y–yak, perhatikan jarakmu, Park Cheesy!" Baekhyun berusaha menjaga jarak dengan Chanyeol. Tapi pria tinggi itu malah semakin mengikis jarak mereka dan memojokkannya ke dinding.
"Kenapa?" Chanyeol menyamakan posisi wajahnya dengan wajah Baekhyun yang sudah merona parah. "Apa jantungmu bertalu-talu dibuatnya?"
SIAL! SIAL! SIAL! BERHENTILAH BERDETAK MENGGILA, JANTUNGKU!
"A–aku—"
"Kau sangat manis, Baekhyunnie.."
"H–hah?"
Dan tepat ketika Baekhyun melewatkan beberapa detik dengan mengerjap seperti orang bodoh, Chanyeol sudah sedikit ini untuk mendaratkan bibirnya di bibir cherry itu. Hanya tinggal beberapa senti—sebelum suara seseorang menginterupsi.
"Chanyeol-ah.."
Chanyeol mematung untuk sesaat. Ia hafal betul suara ini.
"Hey, bisa kita bicara? Sebentar saja." Itu Jeon Heejin.
Membuang kasar napasnya, Chanyeol menoleh pada gadis itu. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya berjalan mengikuti Heejin, keluar dari kediaman Byun.
Sementara di belakang sana, Baekhyun menautkan alisnya tanpa melepaskan tatapannya dari Heejin. "Siapa gadis itu?"
TBC
Nah, kira-kira siapanya CY si Heejin ini? Chapter depan momen cemburuannya BBH, nantikanlah~
BTW, FFN MAKIN SEPI YAAAAHHH?
