Naruto Disclaimer Masashi Kishimoto

Akatsuki in Humor

Humor, Parody, Friendship

Rate : K+/T/M

Main cast : Akatsuki and friends

Place : Peta Shinobi di Naruto Ultimate ninja 5

Warning! : OOC, typo(s), No EYD, suka-suka authornya, hanya untuk hiburan guys..

Author tidak mengambil keuntungan apapun dari fanfiksi yang di-publish.

.

.

Chapter 14 Kompetisi Helloween

.

.

Sore hari, tumben-tumbenan sang senpai berambut kuning terkuncir mengajak Tobi menyore berkeliling desa. Ajakannya disambut hangat oleh Tobi yang sudah lama menginginkan jalan berdua dengan senpainya itu.

"Ayo cepet, Tob! Lo lama bangetlah!" Deidara sedari tadi menunggu di depan pintu lantai satu.

"Bentar, Senpai. Tobi nyuapin Zetsu makan sore dulu!" jerit Tobi dari lantai dua.

Karena kesal, Deidara menghampiri Tobi.

"Woy, Tobi! Zetsu dah gede juga, ngapain lo suapin dia segala? Dia kan bisa makan sendiri!" Deidara kesal.

Karena mendengar senpainya mulai marah, akhirnya Tobi menyuruh Zetsu makan sendiri.

"Zetsu, Tobi mau temenin Senpai Dei dulu, ya. Zetsu makan sendiri dulu," bisik Tobi kepada Zetsu.

Akhirnya Tobi pun pergi menyore bersama Deidara, berkeliling Desa Konoha.

.

.

.

Dua puluh menit kemudian...

Tobi dan Deidara tiba di kantor Hokage. Di sana penuh sesak khalayak ramai. Tobi si anak baik berusaha mencari tahu ada apa dengan keramaian tersebut. Sementara Deidara hanya menunggu di luar. Akhirnya, dengan badan gesitnya Tobi berhasil mendapatkan beberapa formulir.

"Senpai, Senpai! Hare-hare!" Tobi berteriak sambil menunjukkan formulir ke Deidara.

Deidara pun melihat formulir yang diberikan oleh Tobi. "Lo mau ikutan ini, Tobi?" tanya Deidara.

Tobi pun mengangguk. Akhirnya mereka segera pulang ke rumah Akatsuki dengan burung terbang buatan Deidara.

.

.

.

Malam harinya, selepas makan malam anggota Akatsuki semuanya berkumpul…

"Yang beneran ini pesta Helloween?" tanya Hidan mengawali.

"Iya, Senpai, ikutan yuk! Hadiahnya lumayan," rayu Tobi dengan riangnya.

"Gimana menurut lo, Pain?" tanya Kisame.

"Gue terserah lo orang aja dah, kalo mau ikut ayok, gak ikut juga gak apa-apa," jawab Pain datar.

"Gini aja, kita bagi tugas dalam ikut lomba ini. Jangan semua ikutan, ngabisin biaya aja. Iya kalo menang, kalo enggak rugi kita." Kakuzu mengungkapkan. "Jadi maksud gue, yang berpotensi agak serem ajalah yang ikut lomba ini," lanjut Kakuzu.

Anggota Akatsuki yang lainnya pun menyetujui saran dari Kakuzu. Akhirnya, hanya beberapa orang di antara mereka yang ikut perlombaan.

.

.

.

Tibalah waktu perlombaan...

"Dan, lo yakin pake jutsu keabadian ngikutin lomba ini?" tanya Kakuzu yang berada di sampingnya.

"Iya, gak apa-apa. Gue pake jutsu ajalah biar serem bener kelihatannya," jawab Hidan dengan kalem.

Akhirnya Hidan memakai jutsunya dengan memisahkan anggota tubuh dan berjalan mengikuti kontes Helloween di atas panggung.

Sementara itu di kursi para juri. Terlihat para juri yang ketakutan saat melihat kepala Hidan terpisah dari badannya tetapi masih dapat berjalan di atas panggung. Para penonton pun hampir-hampir pingsan karenanya.

Tak lama kemudian, giliran Zetsu yang tampil di atas panggung. Zetsu tampil dengan kostum kebangsaan Akatsukinya. Namun sedikit berbeda, yang membedakannya adalah di cangkang Zetsu terdapat bunga-bunga Sakura yang sedang bermekaran, sehingga menutupi wajah Zetsu. Melihat hal itu, para juri pun berceloteh.

"Ini mau ikut lomba kostum Helloween apa lomba cheerleaders ya?" tanya salah satu juri sambil menepuk jidatnya.

Zetsu pun kemudian turun dari atas panggung seusai bergaya. Tiba-tiba Orochimaru langsung naik ke atas panggung dengan kepala ularnya. Semua orang seketika terkejut. Mereka berteriak dengan histeris. Orochimaru pun mendekati dewan juri seraya menyeringai tajam.

"Bagaimana, apakah kostumku menyeramkan?" tanya Orochimaru sambil menjulurkan lidahnya ke salah satu juri.

"I-iya," jawab juri dengan terbata-bata.

Di kursi para penonton, Kakuzu berceloteh dengan Hidan kala melihat aksi Orochimaru tersebut.

"Dan, tuh saingan terberat lo tuh!" ucap Kakuzu sambil memonyongkan bibirnya menunjuk Orochimaru.

"Ya elah! Buat sang pengkhianat Akatsuki, malam ini bakal gue abisin dia!" sahut Hidan yang tiba-tiba naik pitam.

"Buh, Dan! Itu cuma ada dalam kisah Shippuden, ini kan beda. Jangan lo sama-samain lah. Di sini gak ada yang namanya peperangan, damai semua kita di sini. Iya, gak?" Kakuzu melihat kamera yang kebetulan menyorot dirinya.

"Sekarepmu dewek lah, Zu!" gerutu Hidan seraya membuang mukanya.

.

.

.

Sementara itu di ruangan lain. Di ruangan kontes kue Helloween…

"Wah! Bener-bener mengerikan kuenya," ucap dewan juri.

Dewan juri terbelalak melihat hasil perlombaan kue Helloween. Mereka terlihat sangat segan untuk mencicipinya karena bentuk rupa kue yang sangat jelek. Sehingga dewan juri menilai dari bentuk kue yang paling bagus terlebih dahulu. Juri pun mulai menilai kue dari kue buatan Konan.

Konan membuat kue origami yang berbentuk bunga dan hasil rasanya pun enak. Setelah itu lanjut ke Kisame. Kisame membuat kue rasa ikan yang ia buat sendiri, dengan sensasi bakar dibantu oleh Ameterasu Itachi.

"Kayak ada rasa mutung-mutungnya gitu, ya?" ucap juri sambil mencicipi kue buatan Kisame.

Kisame tersenyum menyeringai, memperlihatkan gigi-gigi tajamnya saat melihat juri memakan kue buatannya itu.

Setelahnya kemudian tibalah giliran Sasori. Para dewan juri tidak mau mencicipi kue buatan Sasori karena berbentuk boneka Conjuring.

"Maaf, ya. Kami nilai saja kue buatanmu," ucap salah satu juri sambil menahan takut saat melihat kue buatan Sasori.

Deidara…

"Ini namanya apa ya, Mas? Kok bentuknya kaya bom nuklir?" tanya juri saat melihat kue buatan Deidara.

"Itu kue bom, Bu juri," jawab Deidara datar.

"Bisa dimakan enggak?" tanya juri lagi.

"Jangan, Bu Juri, nanti kuenya meledak gimana?" Deidara balik bertanya.

"Maksudnya? Saya tidak mengerti." Juri tampak kebingungan.

Deidara lalu menjawab. "Kue bom buatan saya terbuat dari tanah liat asli, Bu Juri. Bukan dari tepung. Jadi enggak bisa dimakan. Kalau dimakan, saya khawatir bakal meledak di wajah Anda." Deidara menjelaskan.

Para juri yang melihat kue Deidara pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

.

.

.

Selanjutnya, giliran Tobi…

"Menjijikan sekali kue ini," ucap salah satu juri.

"Mengapa seperti itu, Bu Juri?" tanya Tobi dengan polosnya.

"Kue ini berbentuk kecoa, saya malas mencicipinya," jawab juri penilai kue Helloween.

Tanpa sengaja, juri yang lain mengiris kue Tobi yang berukuran besar itu. Saat kue itu terbelah, ternyata isinya kecoa semua, dan...

"Aaaaaaaa!" teriak juri yang berlari ketakutan.

Penonton pun ikut menjerit saat kecoa-kecoa dari kue Tobi berhamburan.

"Aduh! Gimana ini?" Tobi kebingungan.

Konan, Sasori dan Kisame berusaha meredakan ketakutan. Dengan sekuat tenaga mereka mengeluarkan jutsu untuk menangkap kecoa-kecoa yang berhamburan di ruangan. Kecoa itu pun lalu memakan kue Deidara yang berada di meja samping Tobi. Deidara yang melihatnya seketika menjadi panik.

"Jangan! Jangan sentuh kuenya, nanti—"

Belum sempat Deidara melanjutkan ucapannya, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan. Ledakan itu terdengar di ruang penjurian kue helloween.

"Teeemmmmeeeeee!" Deidara kesal setengah mati kepada Tobi.

Wajah Deidara hitam semua karena terkena ledakan kuenya sendiri. Tobi yang melihat Deidara kesal, berusaha kabur dari ruangan itu. Tobi segera berlari dengan terbirit-birit.

"Maaf, Senpaii! Bukan salah Tobi!" teriak Tobi sambil berlari, dan...

"Katsu!"

Tobi pun terbang menembus atap ruangan..

"Senpaaaaiiiii!"

Suara Tobi semakin lama semakin jauh menghilang. Ia terkena jutsu ledakkan Deidara tanpa aba-aba.

.

.

.

Satu jam kemudian…

Di rumah Akatsuki. Seusai mengikuti lomba Helloween, anggota yang lain tertawa saat melihat Deidara mukanya hitam semua terkena ledakkan kue buatannya sendiri.

"Sabar ya, Dei, hahaha," ucap Nagato yang tidak ikut lomba.

"Duh, cup-cup. Kasihan senpainya Tobi. Hahaha." Pain menyahuti.

Deidara masih bertolak pinggang. "Kalian senang ya ngelihat gue jadi perong gini mukanya?!" Deidara berucap dengan kesal.

"Dei, mau gue tambahin gak biar tambah hitam seluruh badan lo, pake Ameterasu tentunya?" ledek Itachi.

Deidara membuang mukanya.

"Udah si gak apa-apa. Setidaknya Hidan menangin lomba kostum terseram. Walaupun lomba kue helloweennya kita semua didiskualifikasi." Kakuzu berucap sambil menahan tawa.

"Ya lo enak cuma liatin gue aja, Zu!" ucap Hidan dengan sinis.

"Ya sudah, cepat kau bersihkan badanmu, Dei," pinta Konan kepada Deidara.

"Tobi-sannya ke mana, Senpai-senpai? Kok dia gak ikut kita berkumpul di sini?" tanya Zetsu seraya melepas bunga-bunga Sakura dari cangkang kepalanya.

"Paling juga dikatsu sama Deidara, hahaha," ledek Hidan sambil tertawa.

Deidara tidak mempedulikan ledekkan teman-temannya. Ia bergegas mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.

"Tobi-tobi, kemarin mobilnya Itachi ditenggelemin. Sekarang mukanya Deidara jadi perong karena ulahnya. Emang dasar Tobi anak baik, ya. Ada aja tingkahnya. Hahaha." Nagato geli sendiri mengingat ulah Tobi.

Lain dengan Tobi yang berusaha keluar dari semak-semak akibat dikatsu oleh Deidara.

"Duh, perasaan Tobi dikatsu melulu ih ama Senpai Dei." Tobi berjalan sambil memegang kepalanya.

Ia merasa sedikit pusing akibat terkena jutsu Deidara. Topeng yang dipakai dirinya pun sengaja ia lepaskan. Tobi berjalan pulang ke rumah Akatsuki dengan lemas. Namun tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"Obitoo!" teriak suara dari kejauhan.

.

.

.

Bersambung…