CHAP 14 (9'-')9

ENDING!

RYEOWOOK NOTICE JUNHUI AS "SEVENTEEN KIM HEECHUL"

WKWKWKWKWK~

GAK BUTUH LAMA BUAT HEECHUL ME-NOTICE ANAK SATU INI

JUNHUI, KAU AKAN BERTEMU IBUMU NAK~

LALU AYAHMU~

IBUMU MENGELUARKAN ALBUM BARU 16 JULI NANTI

DAN AYAHMU, NOVEMBER NANTI~

OKE NAK KALIAN KELUARGA YANG MEMERAS UANGKU =_="

########################################################################


########################################################################

MISTAKE & LOVE

Cast

- Kim Heechul

- HanGeng

- Choi Siwon

Othercast

- Lee Hyukjae

- Lee Donghae

- Leeteuk

- Jungmo

(real story belong to LadyVampAsia)

########################################################################


########################################################################

Lampu panggung bersinar menerangi Heechul saat ia melangkah di panggung dengan jas kotak-kotak berwarna pastel. Rambutnya blonde lurus, dia sangat feminim sekali. Kerumunan di club bersorak ramai dan meneriakkan namanya. Heechul menngedipkan matanya menggoda penonton.

Penampilannya malam ini sangat percaya diri. Rasanya sangat baik ketika dia tahu bahwa banyak orang yang menginginkan dia. Rasanya dia kembali menjadi dirinya yang sesungguhnya. Dia selalu tersenyum. Itulah kenapa dirinya selalu kembali ke Trax Club setiap akhir pekan.

Heechul menyeka keringatnya saat dirinya ada di ruang meja rias. Beberapa bulan telah berlalu semenjak Siwon pergi dari hidupnya dan Heechul merasa akhirnya dia menemukan tempatnya di dunia. Heechul meraih handuk dari meja dan mengelap keringat di lehernya, ia menoleh ke pintu melihat Jungmo melangkah masuk sambil membawa gitar dengan ekspresi kelelahan.

"Kau kelelahan sekali, bubblegum." Heechul meledeknya karena malam ini Jungmo memainkan beberapa musik permintaan pengunjung.

"Kau tidak sadar? Setiap pengunjung disini seperti ingin menerkammu," Jungmo menyeringai. "Kau seperti makanan bagi mereka."

"Aku tahu," Heechul tertawa. "Aku suka seperti itu,"

"Dan, kau memakai glitter?"

"Aku bangga dengan tubuhku, bubblegum." Heechul menoleh ke arah pintu ruang ganti dan langsung berlari kesana. Ia membuka pintunya dan mendapati sesosok pria yang memegang buket bunga matahari diambang pintu. "Hannie~"

"Kau menakjubkan, Heechul-ah" Hangeng melangkah masuk dan menyerahkan bunga matahari kepada Heechul.

"Aku selalu berkilau," goda Heechul, ia memberikan sebuah ciuman kepada Hangeng. "Untuk apa kau memberikanku bunga? Ini kan bukan ulang tahunku."

"Memang bukan, tapi ini adalah malam yang special."

"Special? Kenapa?" tanya Heechul dengan alis terangkat. "Ini cuma sabtu malam."

"Kau akan segera tahu," Hangeng memberikan senyuman lembutnya. "Sekarang ganti pakaianmu."

"Untuk apa?"

"Kejutan." Hangeng menolak untuk menjawab. "Cepat ganti pakaian dan temui aku diluar. Aku punya sesuatu untukmu."

########################################################################


########################################################################

Taxi yang ditumpangi Heechul dan Hangeng berjalan tenang dan santai. Heechul memeluk lengan Hangeng dan menutup matanya. Setelah Siwon di deportasi dari sini, Heechul mendapat telepon dari Siwon selama berminggu-minggu. Dia memohon kepada Heechul untuk kembali ke Seoul, memohon untuk memaafkannya dan memintanya menarik tuduhan penyerangan, tapi Heechul tidak mau. Bahkan Eunhyuk menelpon Heechul, memberitahu bahwa Siwon telah memecatnya.

Sebaliknya, Heechul meminta Leeteuk untuk memberikan pekerjaan di MnD club. Sekarang Eunhyuk sudah bekerja disana, bahkan kabarnya Eunhyuk dekat dengan dancer di club MnD. Semua berita bahagia itu membuat Heechul nyaman.

Setiap hari, Heechul terbangun di pelukan Hangeng, pergi bekerja di toko Jungmo dan pulang menerima pelukan Hangeng pada malam harinya. Dia bahkan menghadiri sesi terapi dua kali seminggu. Akhir pekan, dia ke Trax Club untuk tampil dan berbaur dengan pengunjung.

Jungmo memberikannya persahabatan, terapi memberikannya pemahaman bahaya terlalu banyak minum dan berhubungan seks dengan banyak orang, dan club memberinya kegembiraan. Yang paling penting, Hangeng memberinya cinta, gairah, nafsu dan rasa nyaman sebuah keluarga.

"Hannie, kita mau kemana?" tanya Heechul saat turun dari taxi sambil menarik syal creamnya untuk menutupi mulutnya.

Hangeng tertawa kecil, ia menuruni tangga ke lantai pertama, Hangeng menarik Heechul ke resepsionis dan menyerahkan kartu kredit ke resepsionis dan membeli 2 tiket untuk lift ke puncak gedung.

"Kita mau kemana?" Heechul merengek ke Hangeng saat sudah masuk lift.

Hangeng hanya diam tak menjawab pertanyaan Heechul sedari tadi.

"Hannie~ jawab aku, apa yang kau coba untuk…" kata Heechul terhenti saat pintu lift terbuka dan dia ditarik keluar oleh Hangeng.

Hangeng hanya tersenyum padanya saat ia menuntun Heechul ke atap, ia membuka pintu atap dan terus menuntun Heechul berjalan di karpet merah yang ditaburi bunga matahari.

"Aku tidak mengerti…" Heechul tergagap saat Hangeng menggandengnya ke pinggir gedung, dan Heechul bisa melihat luasnya kota. Pemandangan yang indah. Kota yang cemerlang membentang cerah.

"Bukankah itu indah?" Hangeng berbisik di telinga Heechul. "Ini adalah rumah kita sekarang, Heechul-ah."

"Indah, tapi aku masih tidak mengerti mengapa kita disini?"

"Ini adalah malam special dan aku memiliki beberapa kabar baik."

"Apa?"

"Pertama, aku akan menyampaikan kabar baik tentang diriku." Hangeng memeluk Heechul dari belakang dan mereka berdua menatap pemandangan cahaya kota. "Perusahaan menawarkanku promosi jabatan hari ini. Jika aku menerimanya, aku akan permanen bekerja disini dan bayarannya dua kali lipat."

"Itu bagus," Heechul menjawab, "Apakah kau menerima tawaran itu?"

"Tapi dengan satu syarat,"

"Apa itu?"

"Jika kau tinggal di sini denganku."

"Tentu saja aku akan tinggal bersamamu, pria china. Dimana lagi aku akan pergi?"

"Aku punya satu syarat lagi," Hangeng menambahkan, dia memutar tubuh Heechul untuk menghadapnya.

"Apa yang bisa ku lakukan untuk meyakinkanmu menerima promosi itu?"

Hangeng mengambil nafas dalam-dalam. Dia mengambil sesuatu dari saku jas nya, ia berlutut dengan satu kakinya dan membuka sebuah kotak cincin berlian dihadapan Heechul.

"P-pria china…" Heechul tergagap, ia mengambil langkah mundur. "Kau bukan….. kita…aku…"

"Tenang, Heechul-ah." Hangeng tertawa, "Kau tampak seperti melihat hantu,"

"Kita tidak bisa…." Heechul menatap Hangeng tak percaya, "Kita tak bisa Hannie…."

"Kim Heechul," Hangeng mulai bertanya, meskipun kepanikan masih terlihat jelas diwajah Heechul. "Maukah kau menikah denganku?"

"Tapi, kita tidak bisa…"

"Kenapa?" tanya Hangeng, "Kenapa kau terus mengatakan itu?"

"Kita berdua laki-laki, kita tidak bisa menikah," Heechul berseru, "Ini melanggar hukum."

"Mungkin, jika di Korea, tapi tidak disini." Hangeng menjelaskan, "Di sini, sangat legal bagi kita untuk menikah. Jika aku menerima promosi dan kita menetap disini, maka…"

"Kita bisa menikah." Heechul menyelesaikan ucapan Hangeng.

"Jadi, aku akan bertanya lagi." Hangeng menyatakan dan meraih tangan Heechul. "Kim Heechul, maukah kau menikah denganku?"

"Aku…" Heechul menatap Hangeng yang berlutut dihadapannya.

Ini adalah suatu hal yang tak pernah diimpikan oleh Heechul. Dia besar dan tinggal di mana seorang gay adalah kutukan. Orang-orang disekitarnya memperlakukan dirinya seperti penyakit atau sesuatu yang harus dibuang. Tidak pernah terpikirkan bahwa ia bisa menikah dan memiliki kehidupan sendiri. Ini bukan sesuatu yang Heechul inginkan. Namun, sekarang hal itu terjadi dihadapannya, hanya ada satu jawaban dilidahnya.

"Ya," Heechul mengiyakan, ia mulai menangis ketika Hangeng menyematkan cincin dijarinya. "Ya pria china, aku mau menikah denganmu."

########################################################################


########################################################################

Heechul menatap bayangannya di cermin, tuxedo hitam dengan kemeja putih membalut tubuh putihnya. Tangannya bergetar saat merapikan tuxedonya.

"Kau tampak gugup," Jungmo masuk ke ruangan dan tersenyum kepada Heechul.

"Aku merasa sepertinya aku akan muntah, bisakah kau membantuku untuk rileks?"

Pernikahan Heechul dengan Hangeng berlangsung di sebuah gedung mewah di New York. Club milik Jay menawarkan makanan dan minuman untuk pernikahan mereka.

"Bagaimana Hannie?" tanya Heechul sambil menatap Jungmo. "Apakah dia gugup juga?"

"Dia mondar-mandir seperti kucing yang ketakutan," Jungmo tertawa. "Jangan khawatir, Heechul-ah. Pernikahan kalian akan lancar."

########################################################################


########################################################################

"Wahhhh~~ gedungnya mewah sekali," kagum Eunhyuk. "Teuki hyung, apa benar Heechul hyung menikah di gedung ini?"

Leeteuk menatap gedung mewah di hadapannya sambil tersenyum. Akhirnya sahabat baiknya menikah dengan orang yang baik dan bertanggung jawab atas dirinya.

"Aku pikir benar, alamatnya jelas dan foto gedungnya juga sama," ucap Leeteuk sambil melihat kembali undangannya.

"Apa kalian bisa bicara bahasa inggris?" ucap seorang pria berwajah seperti anak-anak.

"Aish, ya~ Donghae apa kau tidak bisa bahasa inggris?" seru Eunhyuk

"Hyukkie baby~ kalau aku bisa aku tidak akan menyuruh Teuki hyung untuk mengoceh dibandara tadi,"

"Ehem~," tegur seorang pria berpostur agak tinggi dan sedikit berisi. Pria itu melihat mereka sedang kebingungan dan mencoba menawarkan bantuan.

"Kalian ingin datang ke pernikahan temanku?" tanya pria itu

"Ah iya, kami teman Kim Heechul," jawab Leeteuk

"Aku teman kerja Hangeng, jika kau ingin masuk kedalam, mari bersamaku saja." Tawar pria itu

"Terimakasih, kau baik sekali," Leeteuk sedikit membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih.

"Ohiya, namaku Kim Youngwoon,"

"Aku Leeteuk, dia Eunhyuk dan yang disebelahnya adalah Donghae,"

"Salam kenal~," ucap Eunhyuk dan Donghae berbarengan.

########################################################################


########################################################################

"Hyung!" suara familiar Eunhyuk menggema di ruangan Heechul, dan juga senyuman Leeteuk dibelakangnya.

Heechul berpaling dari cermin dan tersenyum menyambut mereka. Sudah hampir setahun Heechul tak melihat mereka.

"Kau tampak luar biasa, hyung." Puji Eunhyuk sambil menerima pelukan dari Heechul. "Dan rambutmu juga cantik,"

"Kau juga tidak begitu buruk, Hyuk." Jawab Heechul sambil memberikan Leeteuk pelukan juga. "Bagaimana kabarmu, Teuki?"

"Aku baik," Leeteuk meyakinkan, "Lalu bagaimana dirimu selama disini?"

"Oke," Heechul mulai pembicaraan. "Aku sudah tidak mabuk, aku terapi dua kali seminggu, aku punya pekerjaan dan aku bernyanyi setiap sabtu di club dan …."

"Dan kau akan menikahi pemuda china kaya," Jungmo menambahkan

"Ah benar, ohiya aku lupa, perkenalkan ini bubblegum,"

"Namaku Kim Jungmo," Jungmo membungkuk sedikit, dia mulai berjalan menuju pintu. "Aku akan meninggalkan kalian disini, pernikahanmu dimulai 20 menit lagi, jangan terlambat."

"Dia menarik." Komentar Leeteuk saat Jungmo sudah pergi. "Jadi, dia yang dulu pernah membayarmu?"

"Ya, aku menyewakan tubuhku kepadanya selama beberapa minggu."

"Hyung!" Eunhyuk berseru

"Jangan panik," Heechul tertawa

"Ah~ Siwon mengirimkan hadiah pernikahan untukmu."

"Dia mengirim apa katamu?" Heechul menoleh dan menatap Leeteuk.

Leeteuk mengeluarkan amplop dari saku jas nya.

"Aku bertemu Siwon saat berkencan dengan pria ini," tunjuk Eunhyuk kepada Donghae yang berdiri disampingnya.

"Donghae? Kau dancer di MnD club kan? Wah aku tak percaya kau bisa mengencani Eunhyuk yang tak tampan ini," Heechul tertawa kecil.

"Hyung!" Eunhyuk cemberut dan Donghae hanya tertawa melihat kekasihnya cemberut.

"Aku mengatakan kepada Siwon bahwa kau akan menikah, dan dia ingin aku memberikan ini padamu hyung sebagai hadiah pernikahanmu." Eunhyuk menyodorkan amplop kepada Heechul

"Ini adalah cek satu juta won," Heechul mengamati. "Mengapa dia mengirimku uang?"

"Dia mengatakan itu sebagai tanda permintaan maaf,"

"Katakan kepadanya untuk datang meminta maaf kepadaku dan Hangeng, jika dia merasa bersalah harusnya dari dulu dia tidak menyakitiku."

########################################################################


########################################################################

Upacara pernikahan berlangsung di aula gedung. Semua tamu berkumpul disana, mata mereka terpaku kepada pasangan pria yang tampak bahagia di altar. Hangeng mengenakan tuxedo hitam yang sama dengan Heechul dan bunga matahari di saku kirinya. Heechul yang tampak malu bersanding dengan Hangeng didepan pendeta hanya menunduk dan sesekali melirik Hangeng.

Setelah sumpah dan cincin telah dipertukarkan, seluruh tamu berseru untuk menyuruh Hangeng mencium Heechul. Heechul langsung meraih leher Hangeng dan mencium bibirnya penuh gairah. Hangeng yang terbawa panasnya ciuman Heechul, mulai menggerayangi tubuh Heechul dari sela-sela kancing kemejanya. Riuhan tamu menghentikan aksi pasangan baru ini.

"Kau nakal Hannie~" bisik Heechul. "Sudah memikirkan soal bulan madu kita?"

"Yang kupikirkan sekarang adalah, kau tidak memakai celana dalam kan?" bisik Hangeng

"Ini pernikahan, dan kupikir aku tak perlu memakai sesuatu yang menyulitkan nantinya, aku tau kau pasti ingin langsung ke intinya kan?"

"Kau yang nakal, Heechul-ah."

########################################################################


########################################################################

Heechul dan Hangeng berbaur dengan para tamu. Mereka kini tengah berbincang dengan Leeteuk, sedangkan Eunhyuk dan Donghae terlihat tengah berciuman panas di sudut sambil tangan mereka masih memegang segelas minuman. Heechul mencoba menolak meminum alkohol, dia hanya tak ingin mabuk di malam pertamanya dengan Hangeng. Dia ingin sepenuhnya sadar. Dia ingin mengingat hari ini selama sisa hidupnya. Hangeng tak pernah berhenti tersenyum menatapnya, membuat Heechul merasa orang yang paling bahagia didunia ini.

"Cheonsa~" sapa seseorang kepada Leeteuk yang tengah berbicara dengan Heechul dan Hangeng.

"Ne? kau memanggilku?" Leeteuk menoleh dan melihat pria yang ia temui di depan gedung tadi.

"Kami akan tinggalkan kalian berdua, ayo Hannie~ sepertinya Teuki menemukan guardiannya," canda Heechul sambil menarik Hangeng pergi dari sana

"Hai, masih ingat aku?" tanya pria itu sambil melihat raut wajah Leeteuk yang kesal dengan ucapan Heechul barusan.

"Ya aku ingat, hmm…" Leeteuk mencoba mengingat namanya. "Ahh, Kim Youngwoon."

"Ne~ kau tak keberatan jika ku panggil cheonsa? Karena kau punya wajah seperti malaikat."

Leeteuk yang mendengar ucapan pria itu tampak sedikit kaget dan semburat pink muncul diwajahnya, ia sedikit tersenyum dan lesung pipi nya membuat dirinya terlihat semakin manis dimata pria itu.

"Mau berbincang sedikit denganku?" tawar pria itu

"Ne, boleh." Leeteuk mengangguk dan itu merupakan lampu hijau bagi pria yang bernama Youngwoon.

########################################################################


########################################################################

"Aku tak percaya bahwa kau milikku sekarang, Hannie." Ucap Heechul saat mereka berada di ruang ganti.

"Kau milikku sejak pertama kali aku melihatmu di club MnD." Jawab Hangeng. "Satu senyuman, kau mencuri hatiku selamanya."

"Romantis sekali, pria china," Heechul tertawa pelan.

Hangeng menatap Heechul yang sedang tertawa, indah.

"Kau menatapku, pria china."

"Aku suka saat kau tertawa, kau indah, tanpa kesedihan dan ketakutan."

"Terima kasih untuk menikahiku, pria china. Aku pikir aku orang yang paling beruntung di dunia ini."

"Kau benar, kau orang yang beruntung. Dan aku jauh lebih beruntung sudah mendapatkan orang beruntung,"

"Aku mencintaimu, Hannie."

"Aku jauh lebih mencintaimu Heechul-ah, apapun dirimu, bagaimana dirimu, aku akan selalu mencintaimu, selama sisa umurku."

Bagi Heechul, Hangeng adalah alasannya untuk tetap hidup dari keterpurukan. Hidupnya kini tak lagi gelap, tak lagi ketakutan dan sendirian. Sekarang, Heechul punya sandaran, cahaya dan keberanian.

Saat CINTA sudah menentukan pilihannya, apapun rintangannya CINTA bisa diandalkan bagi siapapun yang mempercayainya.


THE END

Heemalbub/ChocoballSunHi

########################################################################


########################################################################