BLACK PLANET, GREEN CASTLE ON THE FLOOR 70, XXX

"Ah, aku lupa menanyakan sesuatu pada Ratu Sara!"

Sang bocah berambut pirang jabrik mengacak-acak rambutnya sambil duduk di atas tempat tidur berbentuk kapsul. Tempat tidur itu terasa empuk seperti balon. Sehingga membuat keenam laki-laki yang berada dalam satu kamar luas itu, keheranan melihatnya. Padahal mereka sedang menikmati acara tidur mereka pada malam hari pertama di Planet Hitam atau Planet Bumi. Karena tempat tidur mereka berbaring saat ini, terasa nyaman dua kali lipat dibanding tempat tidur yang mereka punyai di tempat tinggal sendiri. Itulah kecanggihan sistem tempat tidur di wilayah ras Taurus. Membuat mereka merasa aman sekarang untuk sementara waktu ini. Meskipun masih ada rasa was-was karena masih curiga terhadap ras Taurus tersebut.

Semua teman menyadari Naruto yang bertingkah seperti orang gila begitu. Sasuke pun keheranan melihat Naruto.

"Ada apa, Dobe? Kenapa kau mengacak-acak rambutmu seperti orang gila begitu?" tanya Sasuke yang terbaring di atas tempat tidurnya sendiri."Kau berisik sekali!"

Naruto berhenti mengacak-acak rambutnya. Dia bengong sebentar dan menengok ke arah Sasuke yang berjarak sekitar satu meter darinya.

"Aku lupa menanyakan sesuatu pada Ratu Sara."

"Tentang apa?"

"Itu ...," Naruto mengambil sesuatu dari dalam tas pinggang yang terletak di samping bantalnya."Aku lupa menanyakan soal tentang orang-orang yang hilang sejak enam belas tahun yang lalu itu."

DEG!

Jantung Sasuke berdetak kencang dan kaget mendengarnya. Kedua matanya membulat sempurna. Spontan, dia bangkit dari baringnya dan memilih duduk di tepi tempat tidur.

"Hei, kau benar! Kita lupa menanyakan tentang orang-orang hilang itu."

"Ya ... Itu termasuk dalam pencarian orang tua kita yang hilang itu, bukan?"

DEG!

Sekali lagi jantung Sasuke berdegub kencang. Kedua matanya membulat lagi. Sedetik kemudian, kedua matanya meredup sayu. Wajahnya suram seketika.

"..."

Sasuke terdiam dan menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan Naruto.

SIIIIING!

Kamar tamu berukuran luas itu memiliki atap setinggi 10 meter. Berbentuk persegi panjang. Di langit-langitnya, terdapat lampu-lampu futuristik bercahaya hijau. Lantai yang putih mengkilat seperti kristal. Perabotan yang mengisi tempat itu cuma 6 set tempat tidur kapsul yang bisa menyatu pada dinding baja ketika menekan tombol digital yang ada di dinding baja. Ada dua jendela kaca besar dan pintu yang menuju balkon sehingga bisa memungkinkan melihat pemandangan kota di bawah sana. Lalu ada satu pintu lagi yang digunakan untuk ruang kamar mandi. Begitulah kira-kira gambaran dari kamar tamu khusus keenam laki-laki ini. Kamar mereka berhadapan dengan kamar khusus keenam gadis anggota 12 Seeker's itu.

Keheningan melanda tempat itu selama beberapa menit. Tampak Naruto menatap foto digital di tangan kanannya yang menampilkan ayah dan ibunya. Dia merasa sedih sekarang karena teringat tentang orang tuanya. Begitu juga dengan Sasuke.

Harapan terbesar mereka ingin mencari orang tua mereka yang sudah menghilang sejak mereka masih bayi. Entah orang tua mereka masih hidup atau tidak. Apakah orang tua mereka baik-baik saja di sini? Di mana orang tua mereka sekarang? Mereka sudah sampai di sini. Saatnya mencari tahu di manakah orang-orang yang hilang itu.

Shikamaru yang sudah tertidur di atas tempat tidurnya sendiri. Tinggal Kiba, Gaara dan Issei yang masih terjaga karena mendengarkan percakapan Naruto dan Sasuke. Mereka ikut iba melihat Naruto dan Sasuke yang menunjukkan wajah yang sedih.

Mereka lupa, bukan hanya mereka saja yang merasa kehilangan orang-orang yang berharga. Tapi, juga Gaara. Gaara juga ingin segera mencari orang tuanya itu.

Segera saja suara Gaara yang memecahkan keheningan di tempat itu.

"Jangan sedih. Besok kita tanyakan pada Ratu Sara tentang keberadaan orang-orang yang hilang itu. Aku yakin Ratu Sara pasti mengetahuinya, Naruto, Sasuke."

Spontan, Naruto dan Sasuke melihat ke arah Gaara. Begitu juga Kiba dan Issei.

"Heh, Gaara?" Naruto ternganga.

Gaara yang duduk bersila di atas tempat tidurnya, persis berhadapan dengan Naruto, hanya menampilkan senyumnya.

"Kau ingat, Naruto? Kau juga akan membantuku mencari orang tuaku. Bukan hanya kau yang sedih karena kehilangan orang tuamu. Aku juga. Akulah yang sangat sedih daripada apa yang kalian alami sekarang. Tapi, kau kelihatan bersemangat untuk membantuku mencari orang tuaku. Kau membuatku menjadi orang yang tegar sekarang. Aku berusaha agar tidak sedih lagi karena aku yakin kalau orang tuaku masih hidup sampai saat ini. Kau berpendapat begitukan, Naruto?"

Naruto terpana mendengar perkataan Gaara. Begitu juga dengan Sasuke dan yang lainnya.

Sedetik kemudian, senyuman lebar terukir di wajah Naruto.

"Ya, kau benar. Aku sependapat denganmu."

Sekali lagi, Gaara tersenyum. Senyuman yang simpul.

"Mulai sekarang, kita harus merencanakan sesuatu. Apa kau mempunyai rencana yang bagus, Kapten Sasuke?"

Issei ikut campur dalam percakapan ini. Sasuke menyadari perkataan Issei itu tertuju padanya.

Kemudian sang Kapten tersenyum simpul dengan wajah yang serius.

"Tentu ... Aku punya rencana yang bagus, Issei."

Otomatis keempat laki-laki itu bangkit dari tempat tidurnya kecuali Shikamaru. Mereka berjalan dan mengerubungi Sasuke yang masih duduk di tempat tidurnya. Penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Sasuke.

"Apa itu, Teme?"

"Rencana apa yang kau maksudkan itu, Sasuke?"

"Aku bertanya hal yang sama dengan Kiba."

"Aku juga bertanya hal yang sama seperti Kiba dan Gaara."

Keempat laki-laki itu mendesak Sasuke untuk memberitahukan rencananya itu. Senyuman simpul masih terpatri di wajahnya yang tampan.

"Hm ... Lihat saja nanti. Rencana ini akan melibatkan bantuan dari pihak ras Taurus."

Semua pun tercengang dan tidak mengerti dengan ucapan Sasuke. Begitu juga dengan Power Ball yang berbentuk bola pingpong itu, kini ikut mendengarkan percakapan para partnernya dalam soket masing-masing.

Hm, kira-kira rencana apa yang akan dilakukan Sasuke dan teman-temannya selanjutnya?

Tunggu tanggal mainnya.

.

.

.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

High School DxD © Ichiei Ishibumi

.

.

.

Multipairing:

Naruto x Hinata x Koneko

Sasuke x Sakura

Issei x Rias

Jumat, 20 Mei 2016

.

.

.

12 SEEKER'S

By Hikasya

.

.

.

Chapter 14. Rencana penyerangan

.

.

.

BLACK PLANET, GREEN CASTLE, ON THE FLOOR 65, XXX

Pada pukul 9 pagi di Green City, tepatnya di Green Castle, Naruto dan teman-temannya menemui sang Ratu di lantai 65 untuk sarapan pagi bersama. Mereka sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum menemui sang Ratu. Seperti mandi pagi tepat pada pukul 7 pagi, itu yang dilakukan oleh Sasuke dan Naruto serta ketiga laki-laki lainnya kecuali Shikamaru yang baru bangun pada pukul 08.35 pagi. Setelah selesai membersihkan diri mereka, barulah Asia datang menjemput mereka. Juga menjemput Hinata dan kelima gadis lainnya. Mereka siap sedia untuk menemui lagi sang Ratu yang kelihatan ramah dan baik hati itu.

Sungguh, ras Taurus memperlakukan mereka sebagai tamu yang terhormat. Sehingga mereka merasa nyaman tinggal untuk sementara waktu di Green City ini. Sampai menemukan jalan penyelesaian untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu menemukan orang-orang yang dahulunya hilang di Planet ini, sejak 16 tahun yang lalu.

Kini mereka akan mencari tahu tentang keberadaan orang-orang hilang itu dari sang Ratu, pada saat makan pagi yang berlangsung ini.

Ditemani sepotong sandwich yang berisi sayur-sayuran dan tomat yang segar, buatan dari koki istana yang terkenal kelezatannya di Green Castle itu, menambah semangat para manusia Orion menjadi menyala di pagi hari ini. Apalagi ditambah dengan secangkir teh hangat. Membuat sarapan pagi bersama Ratu Sara ini menjadi semakin semarak. Suasana semakin ceria saat mereka saling mengobrol antara satu sama lainnya.

"Wah, sandwich sayur-sayuran yang sangat enak sekali!" seru Naruto yang berisik duluan."Biasanya sandwich ini ditambah dengan daging asap, serpihan keju, daun salada dan apalagi ya ..."

"Bawang bombay," sambung Sasuke yang mengunyah sandwich-nya yang tinggal separuh.

"Ah, itu benar, Teme!"

"Eh, memangnya sandwich buatan manusia Orion seperti itu?"

Sara ternganga lebar saat mendengar percakapan Naruto dan Sasuke.

"Ya, biasanya sandwich buatan robot kantin di sekolah kami seperti itu, Ratu Sara."

Naruto menjawab sambil tertawa lebar. Lalu menggigit separuh sandwich-nya.

"Jadi, kalian masih sekolah?"

"Ya, Ratu Sara. Kami masih sekolah."

"Oh, begitu ya Sakura."

Sakura mengedarkan pandangannya ke segala arah. Suasana tampak sepi dan hening.

"Ngomong-ngomong, aku perhatikan di tempat ini tidak kelihatan ada robot sama sekali. Apa manusia Vega itu tidak membutuhkan tenaga robot untuk meringankan pekerjaannya? Apa itu benar, Ratu Sara?"

Sambil berusaha menghabiskan sisa-sisa sandwich-nya yang tinggal di piring berbahan logam yang tidak diketahui, Sara menempelkan telunjuknya ke pipi kanannya. Melihat ke arah lain.

"Hm ... Soal itu ... Kami manusia Vega memang tidak membutuhkan tenaga robot untuk membantu pekerjaan kami. Tapi, kami memiliki kekuatan khusus untuk melakukan pekerjaan itu tanpa menyentuhnya sama sekali. Kami bisa duduk santai sambil mengerjakan sesuatu dengan menggunakan kekuatan pikiran."

Spontan, para 12 Seeker's berhenti makan sejenak dan memilih mendengarkan cerita sang Ratu ras Taurus itu.

"Ke-Kekuatan pikiran? Jadi, kalian bukan manusia biasa seperti kami?!" Naruto ternganga lebar. Dia penasaran sekali.

Wanita berambut merah itu mengangguk cepat. Dia memandang ke arah Naruto dan yang lainnya.

"Ya, bisa dikatakan begitu. Hanya sebagian manusia Vega yang memiliki kekuatan pikiran itu. Kemampuan khusus yang diwariskan dari sejak zaman dahulu kala. Tapi, ada juga sebagian manusia Vega menjadikan dirinya sebagai cyborg yang memiliki kemampuan khusus dan ada juga yang menyuntikkan dirinya dengan injeksi kekuatan elemen buatan. Jadi, intinya para manusia Vega yang hidup di muka bumi ini, memiliki kemampuan khusus alami dan buatan. Mereka menjadi manusia tak biasa sekarang dan tidak dapat dikalahkan begitu saja. Contohnya Kaisar ketiga dari ras Leo itu. Dia memiliki kekuatan telekinesis yang sangat hebat dan ditakuti di Planet ini. Kemampuan alaminya jauh melebihi aku. Aku saja pernah kalah menghadapinya saat perang beberapa bulan yang lalu. Dia sungguh tangguh. Tidak dapat dikalahkan oleh siapapun."

DEG!

Terdengar bunyi jantung yang berdegub kencang di antara mereka. Bunyi jantung yang meremas kehidupan seorang gadis berambut indigo yaitu Hinata. Dia sangat syok mendengar cerita dari Ratu itu. Lantas dia memegang dada kirinya. Entah mengapa rasa takut dan firasat buruk menghantuinya lagi.

'Ka-Kaisar ketiga dari ras Leo? Dia sungguh hebat dan tidak terkalahkan. Entah kenapa aku merasa takut jika mendengarnya,' batin Hinata yang berusaha menghembuskan napas cemasnya itu.

Dia pun menfokuskan diri agar mendengarkan cerita dari Sara tentang ras Leo itu. Penasaran sekali.

"Kabarnya juga ras Leo itu selalu melumpuhkan pesawat-pesawat asing yang masuk ke orbit planet ini. Lalu orang-orang yang termasuk manusia Orion seperti kalian, dibawa dan disekap di penjara bawah tanah yang bersatu dengan markas besar Organisasi Scorpion. Aku sangat membenci organisasi Scorpion itu. Ingin rasanya aku menghancurkan markas besar Scorpion itu. Juga menghancurkan Dark Castle dan mesin generator penghasil kabut hitam beracun itu agar manusia ras Taurus bebas dari ancaman ras Leo itu. Dalam lima hari ini, organisasi Floris kami akan menyerang mereka besar-besaran karena kekuatan teknologi perang kami sekarang jauh lebih kuat daripada mereka. Aku juga akan membalas kekalahanku pada Kaisar itu. Lihat saja, akulah yang akan mengalahkannya!"

Mendengar hal itu, membuat Naruto, Sasuke, Hinata dan Gaara terperanjat. Mereka membulatkan kedua mata mereka.

"A-APA? JADI, ORGANISASI SCORPION ITU YANG MENYERANG PESAWAT ASING YANG MASUK KE ORBIT PLANET HITAM INI?! APA ITU BENAR, RATU SARA?" sembur Naruto sekeras mungkin.

Sara menganggukkan kepalanya seraya mengarahkan pandangannya pada Naruto.

"Itu benar. Terus kenapa?"

"Itu berarti orang-orang disekap di penjara bawah tanah markas besar Scorpion itu, adalah orang-orang yang datang dari bulan sekitar 16 tahun yang lalu?"

"Ya, Sasuke. Beberapa hari yang lalu, salah satu anggota Floris yang memberitahukan itu padaku karena aku pernah mengirim satu orang untuk menjadi mata-mata yang menyusup ke markas besar Scorpion guna mencari tahu tentang perkembangan teknologi perang ras Leo. Dia mengatakan kalau ada tawanan-tawanan yang masih hidup dan disekap di bawah tanah markas besar Scorpion itu. Para tawanan yang terdiri dari orang-orang dewasa yang berumur sekitar 40-60 tahun. Mereka memakai lambang bulan yang berada tepat di bagian dada kiri seragam mereka. Kalau aku tidak salah mendengarnya."

"...!"

Para 12 Seeker's kaget bukan main mendengar informasi penting ini. Berarti orang-orang yang hilang sejak 16 tahun yang lalu itu, masih hidup dan disekap di penjara bawah tanah markas besar Scorpion. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi Naruto, Sasuke, Gaara dan Hinata. Pada akhirnya mereka mendapatkan kebenaran tentang keberadaan orang tua mereka yang hilang itu.

'Ayah ... Ibu ... Ternyata kalian masih hidup sampai sekarang ini. Aku sangat bersyukur pada Tuhan,' batin Gaara yang tersenyum simpul sambil menutup kedua matanya.

Tampak kedua tangan Naruto mengepal kuat. Wajahnya menegang. Tubuhnya gemetaran sedikit karena senang, sedih dan tidak sabar ingin menyelamatkan orang tuanya. Juga termasuk menyelamatkan orang-orang yang bersama ayah dan ibunya.

Sasuke juga merasakan hal yang sama seperti Naruto. Dia tidak sabar ingin melakukan rencana ini. Tentunya membutuhkan bantuan dari ras Taurus ini.

Semua teman memperhatikan keempat orang - Naruto, Sasuke, Gaara dan Hinata - yang kehilangan orang tuanya itu. Mereka memasang wajah iba dan ikut merasakan apa yang dialami keempat orang itu.

Sedangkan sang Ratu terheran-heran melihat perubahan ekspresi wajah para tamunya ini. Dia pun berdehem keras untuk mencairkan suasana mendadak hening ini.

"EHEM!"

Spontan, para 12 Seeker's melihat ke arah Sara dengan kompaknya. Mereka pun terheran-heran.

"Ada apa ini?" tanya Sara kemudian dengan wajah penasaran."Kenapa tampang kalian sedih begitu?"

Maka Sasuke yang menjawab pertanyaan sang Ratu. Mewakili teman-temannya berbicara pada sang Ratu.

"Ratu Sara, aku ingin minta bantuanmu."

"Hm, bantuan apa itu, Sasuke?"

Kening sang Ratu mengerut. Dia penasaran dengan apa yang akan disampaikan Sasuke padanya. Selanjutnya Sasuke menjawabnya lagi.

"Ini berkaitan dengan para tawanan yang disekap di penjara bawah tanah markas besar Scorpion itu. Misi kami sebagai pasukan 12 Seeker's, bukan hanya untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi di Planet Hitam ini. Tapi juga mencari tahu tentang keberadaan orang-orang yang hilang di Planet ini, sejak 16 tahun yang lalu. Seperti yang Ratu katakan sebelumnya, para tawanan itu masih hidup sampai sekarang. Apa itu benar?"

"Itu benar. Lalu kenapa?"

Kedua alis sang Kapten menurun. Kedua matanya menyipit tajam. Wajahnya berubah tegas dan serius.

"Kalau begitu, izinkan kami ikut dengan kalian dalam melawan ras Leo itu. Tujuan kami ingin menyelamatkan para tawanan itu. Itu yang paling utama dalam misi kami kali ini. Bagaimana, Ratu Sara? Apakah Ratu mau membantu kami?"

Semua orang menatap Ratu dengan penuh harapan. Setiap mata mereka dipenuhi cahaya-cahaya permohonan yang sangat mengharapkan belas kasihan sang Ratu. Sang Ratu tidak tega melihat pancaran mata-mata penuh harapan itu. Hatinya tersentuh untuk segera menjawab harapan mereka.

Dengan senyuman yang terkembang di wajahnya, Sara menunjukkan perasaan peduli sesamanya yang begitu tinggi.

"Baiklah, aku mengizinkan kalian ikut dalam perang ini. Kami akan membantu kalian untuk membebaskan para tawanan itu. Tapi, kalian juga harus membantu kami untuk menghancurkan markas besar Scorpion, Dark Castle dan mesin generator itu. Apa kalian setuju, pasukan 12 Seeker's?"

"SETUJU!" sahut semuanya kecuali Sasuke yang ternganga mendengarnya. Kompak sekali.

Senyuman merekah di antara manusia Orion dan manusia Vega ras Taurus. Mereka mulai menjalin suatu kesepakatan dalam melawan ras Leo. Maka disusunlah rencana yang matang selama lima hari ke depannya. Segera bersiap-siap untuk melakukan sesuatu agar persiapan perang melawan ras Leo tidak ada masalah lagi. Semuanya harus berjalan lancar sesuai rencana semula.

.

.

.

BLACK PLANET, DARK CASTLE, XXX

Di kastil hitam, di Dark City yang dipenuhi kabut hitam pekat yang beracun, pagi yang tenang tanpa adanya udara segar dan senandung alam liar di sekitarnya. Tidak ada hewan yang bisa hidup di lingkungan tercemar seperti ini. Semuanya tergantikan oleh makhluk-makhluk genetika dan pohon-pohon buatan yang diciptakan oleh ras Taurus. Sehingga membuat kehidupan masih berjalan seimbang di Planet Hitam ini. Meskipun hal itu tidak disukai oleh ras Leo. Mereka tidak suka dengan adanya hewan genetika dan pepohonan buatan ras Taurus itu, yang hampir tersebar di sebagian permukaan Planet hitam itu. Mereka berencana untuk menyingkirkan keberadaan hutan hijau genetika yang ditandai sebagai batas wilayah ras Taurus. Hal ini yang sedang mereka bicarakan pada sang Kaisar ketiga yang bernaung dalam ruang singgasana Dark Castle.

Sang Kaisar tampak duduk terdiam sambil menyandarkan dirinya pada sandaran kursi singgasananya yang tinggi. Wajahnya tidak kelihatan karena tertutupi dengan topeng besinya yang berdesain futuristik. Kepalanya tertutupi dengan tudung jubah hitam yang juga berdesain futuristik. Entah siapa dia sebenarnya. Namun, yang pasti, dia sudah berumur sekitar 125 tahun dan memiliki kekuatan telekinesis yang alami dari keturunan keluarganya.

Dia hanya mampu terdiam tatkala Konan dan kelima panglima perang lainnya sedang berbicara tentang sesuatu hal. Sesuatu yang berkaitan dengan hilangnya jejak keberadaan pasukan 12 Seeker's itu. Para pasukan Scorpion sudah dikerahkan untuk mencari 12 Seeker's ke seluruh wilayah kekuasaan ras Leo. Dari darat, air dan udara. Tapi, hasilnya nihil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para 12 Seeker's berada di wilayah kekuasaan mereka. Hal ini membuat Konan mengemukakan suatu pendapat yang mengagetkan kelima panglima perang yang dipimpinnya itu.

"Mungkin mereka berada di wilayah ras Taurus sekarang ...," kata Konan yang berdiri di samping kursi singgasana sang Kaisar."Aku berpendapat pasti ras Taurus akan berteman baik dengan manusia Orion itu. Lalu mengadakan kerja sama dalam melawan kita nantinya."

"...!" kelima panglima perang yang berlutut di hadapan Konan dan Kaisar tersentak dengan kompaknya. Mereka saling pandang antara satu sama lainnya.

Momochi Zabuza, panglima perang yang bertugas untuk menjaga menara teknologi generator penghasil kabut hitam beracun itu, menyipitkan matanya yang hitam. Berambut hitam. Tampak masker besi berdesain futuristik menutupi mulut dan hidungnya. Berpakaian serba hitam. Umur sekitar 116 tahun. Memiliki kekuatan elemen buatan yaitu air.

Dia pun bersuara untuk menjawab perkataan Konan tadi.

"Itu benar sekali, Panglima Konan. Besar kemungkinan manusia Orion itu akan menjalin kerja sama dengan ras Taurus. Ras Taurus dikenal sebagai ras yang ramah dan suka berteman dengan siapa saja. Aku juga mendengar rumor yang beredar, bahwa mereka akan melakukan rencana besar untuk mengusir kita dari Planet Bumi ini. Jadi, kita harus ekstra hati-hati mulai dari sekarang."

"Benar, apa yang dikatakan Zabuza," tukas seorang pria berambut panjang kuning yang diikat ponytail, bernama Deidara, seorang panglima perang yang memimpin di bagian pasukan Scorpion divisi keamanan Dark City. Sambungnya,"Aku yakin sekali manusia Orion diperlakukan sebagai tamu istimewa oleh ras Taurus."

"Ini sangat membahayakan bagi keberadaan kita, Panglima besar Konan," sahut pria bermata seperti hiu, Hoshigaki Kisame."Kita harus melakukan sesuatu sebelum mereka menyerang kita. Sebaiknya apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Panglima besar, Konan?"

Dua panglima perang lainnya yaitu Xenovia dan Sasori, menganggukkan kepalanya dengan tegas. Tampak Konan terdiam sebentar karena perkataan mereka. Mereka menunggu jawaban Konan dengan sabar.

Sedetik kemudian, Konan menganggukkan kepalanya. Wajahnya datar tanpa berekspresi.

"Aku mengerti. Sebaiknya kalian mempersiapkan diri dan kekuatan semua pasukan Scorpion yang kalian pimpin mulai dari sekarang. Kembangkan dan perbarui teknologi perang kita secepatnya untuk mempersiapkan sedini mungkin jika ras Taurus terbukti akan melawan kita bersama manusia Orion itu. Kalau perlu, kita yang akan mengusir mereka dari muka bumi ini sebagaimana ras Leo yang telah mengalahkan ras Taurus sejak 400 tahun lalu. Kita akan membuat ras Taurus mengaku kalah dan memilih pergi dari muka bumi ini. Kitalah yang akan berkuasa. Ras Leo yang akan menjadi penghuni tetap dan pemilik sah atas nama bumi ini. Apa kalian paham?"

Kelima panglima itu menganggukkan kepala masing-masing dengan kompak. Dalam sekejap, wajah mereka diliputi kegelapan dan kejahatan yang merayap-rayap.

"KAMI PAHAM! AKAN KAMI LAKSANAKAN SEKARANG JUGA!"

Gadis berambut pendek biru itu, juga menganggukkan kepalanya. Dia berwajah datar penuh dengan misteri.

Sementara itu, sang Kaisar menunjukkan senyum sinisnya dari balik topeng besinya. Sepertinya dia senang dengan semua ini. Karena dia juga penasaran dan tidak sabar untuk bertemu dengan pasukan 12 Seeker's itu.

.

.

.

BLACK PLANET, FLORIS HEAD QUARTERS, XXX

Pada pukul 10 pagi, masih di Green City, terlihat para 12 Seeker's sedang berada di markas besar organisasi ras Taurus yaitu Floris. Markas besar yang sangat luas dan dipenuhi oleh senjata-senjata teknologi perang milik ras Taurus. Adapun teknologi perang itu berupa pesawat tempur, kapal selam, tank, dan lain-lain. Mereka mempersiapkan semua itu untuk melakukan penyerangan secara mendadak terhadap ras Leo, yang direncanakan akan dimulai, lima hari lagi. Semua teknologi perang mereka dikembangkan lebih canggih melebihi teknologi perang ras Leo. Karena mereka percaya bahwa ilmu pengetahuan dan kemampuan mereka sudah lebih tinggi dari ras Leo. Kini saatnya untuk membalas kekalahan dan memusnahkan ras Leo dari muka bumi ini. Itulah misi terbesar dari ras Taurus sekarang.

Sekarang para 12 Seeker's sedang menjalin kerja sama dengan ras Taurus. Mereka sedang membicarakan rencana yang akan dilakukan pada saat penyerangan mendadak, lima hari lagi itu. Diperkirakan penyerangan mendadak ini akan menimbulkan peperangan besar. Jadi, mereka tidak mau rencana ini gagal pada saat hari penyerangan itu tiba.

Terlihat di sudut markas yang dipenuhi oleh pesawat-pesawat tempur yang terparkir, ada Sasuke dan Kimimaru yang sedang berbicara. Mereka saling berjabat tangan karena berkenalan untuk pertama kalinya.

"Perkenalkan aku Uchiha Sasuke, kapten pasukan 12 Seeker's ini. Kau boleh memanggilku Sasuke saja."

"Kimimaru, panglima perang yang memimpin Floris ini."

"Oh, kau pemimpin Floris itu rupanya," Sasuke cukup tersentak saat melepaskan jabatan tangannya dari tangan Kimimaru."Aku diberitahukan oleh Ratu Sara untuk membicarakan semua ini padamu, Kimimaru."

Kimimaru tersenyum simpul.

"Ya, aku juga diberitahukan oleh Ratu Sara. Kau ingin minta bantuan kami untuk menyelamatkan para sandera yang disekap di penjara bawah tanah markas Scorpion itu. Apa itu benar?"

Sasuke menganggukkan kepalanya dengan sikap yang tegas.

"Benar."

"Baiklah, kita bicarakan ini di ruang rapat saja. Mari, ikut aku, Sasuke!"

"Ya."

Sang kapten 12 Seeker's menganggukkan kepalanya. Wajahnya terlihat serius. Dia pun mengikuti langkah Kimimaru yang berjalan duluan. Mereka akan membicarakan rencana penyerangan ini hanya berdua saja sesama pemimpin suatu pasukan.

Sementara yang lainnya, tampak berbaur dengan manusia-manusia ras Taurus itu. Seperti Sakura, Hinata, Issei dan Rias yang sedang berdiskusi dengan salah satu panglima perang ras Taurus. Mereka berdiri berkumpul di depan pesawat-pesawat tempur berbentuk peluru. Membicarakan suatu rencana penyerangan melalui jalur udara bersama Aburame Shino, panglima perang memimpin Floris divisi kehutanan. "Begitulah rencananya, 12 Seeker's. Jadi, kalian berempat yang terbagi dalam klasifikasi hewan udara akan bergabung dengan tim perang yang kupimpin ini. Keberadaan kalian harus kami sembunyikan di dalam pesawat peluru kami agar ras Leo tidak mengetahui jika kalian bekerja sama dengan kami. Kalian akan bergerak saat pasukan tempur Scorpion sibuk melawan tim bantuan yang akan menggempur Dark City. Jadi, kami akan melawan panglima perang yang bernama Momochi Zabuza."

"Momochi Zabuza?"

Sakura mengerutkan keningnya saat mendengar nama "Momochi Zabuza" itu.

Shino segera menjawabnya.

"Dia adalah penjaga menara teknologi generator penghasil kabut hitam beracun itu. Kekuatan yang dimilikinya adalah elemen buatan yaitu air. Dia tidak mempunyai kekuatan pikiran. Dia juga memiliki pedang besar berteknologi canggih. Aku akan menunjukkan gambar Zabuza itu pada kalian."

Dengan kibasan tangan kanannya, terciptalah jendela layar virtual digital di depan mata para Seeker itu. Para Seeker takjub dan tercengang dengan aksi Shino yang juga memiliki kemampuan kekuatan pikiran itu.

"Inilah gambar Momochi Zabuza itu," lanjut Shino saat menampilkan data informasi lengkap tentang Zabuza, lawan yang akan dihadapi mereka nanti.

"Oh ... Ini dia yang bernama Momochi Zabuza itu," kata Rias yang memanjangkan lehernya. Dia berdiri di samping Sakura.

"Tampangnya mengerikan juga ya ...," Issei berwajah pucat pasi sambil berdiri di samping Hinata.

"I-Iya, kamu benar, Issei," tukas Hinata dengan nada gugup.

Mereka memperhatikan layar itu dengan seksama. Shino pun terdiam di balik tudung jaket hijaunya yang hampir menutupi sebagian wajahnya. Kedua matanya menyipit tajam di balik kaca mata hitam yang dikenakannya.

Para Seeker bagian tim udara itu, sedang sibuk berdiskusi di depan pesawat-pesawat peluru itu. Hal itu terjadi di sudut markas yang lain. Tepatnya, di depan banyaknya kapal selam berdesain futuristik. Tampak para Seeker bagian tim air juga berdiskusi dengan panglima perang Floris divisi kelautan yaitu Sitri Serafall.

"Ya, itulah rencananya. Apa kalian mengerti, manusia Orion?" tanya Serafall dengan senyuman yang manis. Dia adalah seorang gadis berambut panjang hitam diikat twintail, bermata ungu dan berpakaian seragam khas Floris serba hijau. Umurnya sekitar 18 tahun. Dia adalah kakaknya Sona.

Para Seeker - Gaara, Shikamaru, Akeno dan Kiba - menganggukkan kepala secara bersamaan. Mereka mulai mengerti dengan rencana Serafall yang bertugas memimpin tim air.

"Jadi, tujuan kita adalah menghancurkan markas besar Scorpion?" Akeno yang bertanya.

"Ya ...," Serafall berwajah serius sambil menggerakkan tangan ke kanan ke kiri untuk memunculkan jendela layar virtual digital."Ada dua panglima yang akan kita hadapi yaitu Hoshigaki Kisame dan Sasori. Mereka termasuk panglima yang memiliki tubuh setengah robot. Mungkin untuk mengalahkan mereka, dibutuhkan kekuatan teknologi yang sangat memadai."

"Oh begitu," Shikamaru memegang dagunya dengan tangannya sambil memperhatikan layar virtual digital yang menampilkan data diri tentang Kisame dan Sasori.

"Tapi, tujuan kita bisa dekat dengan penyelamatan para sandera itu. Terlebih dahulu kita menyelamatkan para sandera itu sebelum menghancurkan markas besar Scorpion. Bagaimana, Serafall?" ungkap Gaara dengan wajah datarnya tapi tegas.

Serafall melipatkan tangan di dadanya. Berpikir keras sebentar. Lalu ia menjawab perkataan Gaara itu.

"Bisa saja sih. Tapi, kita akan menyusun strategi jitu untuk memulai rencana penyelamatan para sandera terlebih dahulu. Sebaiknya kalian pelajari dan ingat tentang dua panglima ini. Yang berambut merah ini adalah Sasori, panglima perang memimpin Scorpion. Yang berkulit biru ini, namanya Kisame. Coba kalian lihat wujud mereka itu dulu."

"Baiklah."

Maka Gaara dan ketiga temannya memperhatikan gambar dua panglima itu dengan seksama. Mereka harus mengingat dengan baik setiap informasi data tentang dua panglima itu. Mempelajari kekuatan dua lawan yang akan mereka hadapi. Hal itu sangat berguna sebelum mereka berperang melawan ras Leo.

Begitulah rencana dan diskusi sudah mereka bicarakan dengan para panglima ras Taurus yang akan ikut dalam perang, lima hari yang akan datang. Para 12 Seeker's akan ikut bersama mereka secara sembunyi-sembunyi.

Di antara orang-orang Taurus yang berkumpul dan berkeliaran di berbagai sudut markas Floris tersebut, terlihat Naruto dan dua temannya sedang berdiri tepat di depan para robot berbentuk hewan - Fighting Robotic. Naruto, Koneko dan Irina kehilangan jejak Sasuke. Sasuke hilang entah kemana sejak pergi dengan Kimimaru. Kini setiap wajah mereka diliputi aura kebosanan dan kebingungan. Tidak tahu apa yang akan dilakukan sekarang.

"Aaaaah ...," Irina menghembuskan napas beratnya."Nah, sekarang kita mau ngapain di sini? Sasuke entah pergi kemana sekarang. Aku bosan. Apa kalian juga merasa begitu?"

"Ya, aku juga bosan, Irina. Teman-teman yang lainnya juga sedang sibuk berdiskusi dengan panglima-panglima perang itu. Sementara kita ..."

Naruto juga menghelakan napasnya. Memasang wajah kusut.

Lalu Koneko yang berdiri di tengah mereka, hanya menampilkan senyumnya yang simpul. Rona merah tipis hinggap di dua pipinya. Tatapan matanya melembut ketika melihat tingkah Naruto itu.

'Bagiku, sekarang aku tidak merasa bosan jika aku berada di sampingmu seperti ini, Naruto. Asalkan bersamamu, itu sudah cukup membuatku senang,' batin Koneko di dalam hatinya.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

BALASAN REVIEW:

nikowahyu4869: terima kasih. Ini udah lanjut kok.

Gak betul sih. Para tawanan dan ilmuwan itu masih hidup. Di chapter ini udah dijelaskan, mereka disekap di bawah tanah markas besar Scorpion. Lalu mereka akan berencana untuk menyelamatkan para tawanan dengan bantuan dari ras Taurus. Gitu.

Oh iya, cerita tentang Gaara direkrut nggak ada ya. Untung kamu mengingatkannya.

Terima kasih lagi.

.

.

.

A/N:

CHAPTER 14 UPDATE!

Berminat mereview?

Terima kasih.

Sampai jumpa lagi di chapter 15 ya!

Senin, 23 Mei 2016