Chapter XIV : When we're back, Everything has change, The result of the sasaeng problem
Dengan hati yang masih berbunga-bunga Woohyun dan Miyoung akhirnya pulang dari bulan madunya di Paris, mereka telah membawa banyak oleh-oleh dari sana karena telah tinggal lamanya sebulan disana. Sesaat mereka sampai di Bandara, Sungjong, Sungyeol serta Hyesoo menjemput mereka di Bandara.
"Eonni… terima kasih telah menjemput kami…" kata Miyoung sambil memeluk Hyesoo.
"Ada apa? Mengapa wajah kalian Nampak tidak semangat seperti kami?" Tanya Woohyun bingung. Miyoung yang baru sadar akhirnya memperhatikan wajah ketiganya.
"Ada sesuatu yang terjadi kah?" Tanya Miyoung.
"Sebaiknya kita masuk dulu kedalam mobil…" kata Sungyeol yang Nampak serius. Woohyun dan Miyoung Nampak bingung.
Akhirnya kelimanya pun masuk kedalam mobil. Didalam mobil Sungjong menceritakan permasalahan yang terjadi selama keduanya berbulan madu. Woohyun dan Miyoung Nampak sangat kaget ketika mendengar semuanya. Merekapun segera menuju rumah sakit tanpa pulang terlebih dahulu. Disana ada orangtua L, adiknya serta Haein dan Sunggyu yang menjaga L. Miyoung langsung memeluk Haein saat bertemu dengannya. L masih tidak sadarkan diri, tetapi keadaannya telah stabil.
"Chanri kemana, gyu?" Tanya Miyoung.
Pertanyaan tersebut membuat suasana semakin tidak enak, akhirnya Haein menceritakan hal yang terjadi selain masalah sasaeng fans itu.
(Beberapa minggu yang lalu, setelah Yura dan Chanri berbicara)
Setelah pulang dari berbicara dengan Yura, Chanri terus memikirkan Sunggyu. Akhirnya diapun menuju dorm untuk menemui Sunggyu, tetapi saat perjalanan menuju dorm dia melihat Yura dan Sunggyu yang hendak pergi keluar bersama-sama sehingga dia memundurkan langkahnya. Tetapi saat dia mundur dia menabrak seseorang.
"Mianhae…" kata Chanri namun dia Nampak kaget melihat seseorang yang dia tabrak.
"Ada apa?" Tanya L. Chanri hanya terdiam, lalu L melihat kearah dormnya dan melihat Yura dan Sunggyu yang berjalan kearah berlawanan.
"Ah… itu masalahmu." Gumam L. Chanri hanya terdiam.
"Mengapa kau ada dibelakangku?" Tanya Chanri heran.
"Aku habis membeli persediaan makanan di dorm." Jawab L. "Kau sedang ada masalah kah?"
"Ani…" jawab Chanri. L menatap Chanri curiga.
"Jangan dipendam…" gumam L. "Masuk dulu yuk, ke dorm!" L pun langsung menarik Chanri. Akhirnya keduanya masuk ke dorm.
"Chanri… kau mencari hyung?" Tanya Sungjong. "Dia baru saja pergi dengan Yura Noona…"
"Ara, aku melihatnya." Jawab Chanri.
"Apakah ada masalah diantara kalian?" Tanya Sungjong.
"Ani…" jawab Chanri.
"Jangan berbohong, ceritakanlah pada kami ada masalah apa!" sela L. Sungjong mengangguk.
"Menurut kalian, gaya berpacaran aku dengan Oppa gimana sih? Apa kalian merasa ada yang ganjal diantara kami?" Tanya Chanri.
"Menurutku biasa seperti pada umumnya orang berpacaran, kalian saling mencintai bukan?" Tanya L. Chanri mengangguk.
"Tapi kalau mau jujur ada yang mengganjal diantara kalian selama ini…" sela Sungjong.
"Apa?" Tanya Chanri.
"Kau seperti tidak bisa utuh mencintai hyung saja, kau tidak terbuka sepenuhnya padanya, lihat saja, kalau kau ada masalah kau akan lari pada Hoya hyung atau Myungsoo hyung, tidak pernah langsung padanya. Menurutku itu aneh." Jawab Sungjong. "Kau selalu ingin tampil baik-baik saja didepannya, padahal sebenarnya kita semua juga sama, pasti ada masalah dalam hidup kan, kau pasti sangat mengerti tentang hal itu…"
"Loh, apa salahnya kalau dia menceritakan masalahnya padaku atau Hoya hyung?" Tanya L.
"Itu tidak salah, tapi seharusnya bukan kalian orang pertama yang dia cari, coba aku Tanya sekarang pada Chanri, kalau kau ada masalah, siapa yang kau pikirkan untuk menceritakan masalahmu terlebih dahulu?" Tanya Sungjong.
"Hoya…" jawab Chanri.
"Nah, ini masalahnya…" gumam Sungjong. "Coba lihat Hyesoo Noona dan Sungyeol hyung yang sudah menikah, atau Miyoung Noona dan Woohyun hyung, apakah mereka jika ada masalah mencari orang lain? Tidak, mereka menyelesaikannya berdua, meskipun masalahnya mengenai orang lain mereka akan membicarakannya dahulu bersama sebelum dengan orang lain…"
"Tapi kan kau tau aku tidak bisa membicarakan masalahku kepada orang lain, kecuali Hoya." Sela Chanri. "Myungie sendiri aku bisa terbuka padanya karena dia selalu tau ketika aku sedang ada masalah, kalau aku terlihat tidak enak dan Gyu Oppa menyadarinya, dia memang akan bertanya, tetapi jika aku berkata tidak ada, dia tidak akan menanyakannya lagi, sementara kalau Myungie dan Hoya, ketika aku mengatakan tidak, mereka akan langsung curiga dan memaksaku untuk cerita."
"Iya, hyung tidak pernah memaksanya, kalaupun dia curiga, ujungnya dia hanya akan bertanya padaku atau pada Hoya hyung mengenai masalah yang Chanri hadapi." Tambah L. "Jadi kalau begitu bukan salah Chanri sepenuhnya dong, karena emang dia harus 'dipaksa' untuk cerita, kan?" Chanri mengangguk ragu.
"Ini permasalahan kalian selama ini… kalian masih belum terbuka satu sama lain…" kata Sungjong. "Disisi Chanri, kau memang tidak bisa terbuka dan malah terbuka dengan orang lain, disisi hyung, dia tidak pernah memaksamu untuk terbuka terhadapnya…"
"Kau benar…" gumam Chanri. "Maka dari itu ketika aku melihat Yura Eonni dan Gyu Oppa, mereka sangat terbuka satu sama lain, seolah tidak ada ketakutan dalam membuka diri…"
"Kau cemburu?" Tanya L. Chanri mengangguk ragu.
"Lalu apa yang kau takutkan dari hyung?" Tanya Sungjong.
"Aku takut dia terbebani dengan masalahku ketika aku ada masalah, tidak, bukan hanya dia, tetapi semua orang, aku selalu menganggap bisa menyelesaikan semua masalah sendiri…" jawab Chanri.
"Aku tidak pernah merasa terbebani denganmu, Chanri-ah…" sela L. "Aku selalu senang jika kau mau mengutarakan permasalahnmu padaku…"
"Pada kenyataannya memang kita semua orang butuh seseorang untuk berbagi, bukan?" Tanya Sungjong. "Cobalah menjadikan orang itu adalah hyung, untukmu."
"Terima kasih banyak, Sungjongie! Aku akan mencobanya!" kata Chanri.
Sementara itu di sebuah restaurant tempat Sunggyu dan Yura…
"Aku… tidak suka jika kau harus berhubungan dengan cewe macam Chanri…" gumam Yura.
"Eh? Ada apa kau tiba-tiba mengatakan hal seperti itu?" Tanya Sunggyu heran.
"Aku tadi melihatnya bersama Myungsoo." Jawab Yura. "Lalu Myungsoo mencium keningnya, dan dia diam saja. Apa kau terima hal itu?"
"Mungkin itu tanda terima kasih Myungsoo karena Chanri sudah membantunya…" jawab Sunggyu.
"Lalu, kau menerimanya? Sampai kapan kau akan diam terus seperti ini? Sampai mereka tidur bersama?" Tanya Yura kesal.
"Mereka tidak akan melakukan hal seperti itu!" jawab Sunggyu menjadi kesal.
"Sekarang tidak, tapi suatu saat akan terjadi kalau kau terus seperti ini! Dimana Sunggyu yang dulu? Sunggyu yang selalu ingin jadi pusat perhatian semua orang, Sunggyu yang selama ini aku banggakan karena punya harga diri! Sekarang kau hanya seorang pria pengecut yang menjadi orang dibelakang layar saja!" sentak Yura kesal.
"Iya! Aku sekarang begitu! Aku begini karena aku mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya…" balas Sunggyu kesal. "Aku takut jika aku marah dia akan memutuskan hubungan kami yang sudah kami bangun selama 3 tahun ini…"
"Kau berhak marah kalau dia salah!" kata Yura kesal. "Mungkin dia akan marah juga, tapi dia akan belajar, dia akan belajar bahwa kau menyayangi dia bukan berarti kau membiarkan dia menjadi milik orang lain!" Sunggyu hanya terdiam mendengar pernyataan Yura.
"Sunggyu! Aku masih menyayangimu sampai sekarang, aku tidak ingin kau terluka seperti ini, kau dikhianati didepan matamu tapi kau diam saja… kau sungguh miris." Gumam Yura. "Sekarang katakan padaku, apa kau kesal mendengar apa yang terjadi antara Myungsoo dan Chanri?" Sunggyu hanya terdiam.
"Kim Sunggyu! Jawab aku!" sentak Yura.
"Iya aku kesal! Aku selalu kesal melihat mereka! Chanri Hoya juga! Mereka berjanji akan berubah tapi mana? Setiap ada masalah dia selalu berlari kepada orang lain! Dimana aku dihatinya, dimana?!" jawab Sunggyu akhirnya meledak. Yura langsung memeluk Sunggyu.
"Terima kasih, telah kembali seperti Sunggyu yang dulu…" gumam Yura.
"Ani… aku yang berterima kasih kau telah menyadarkanku…" respon Sunggyu. "Aku akan bicara pada Chanri…" Yura pun mengangguk.
Keduanya pun tidak lama bubar, begitu pula dengan Chanri pulang ke apartementnya diantar oleh L.
"Kau akan berbicara dengan hyung?" Tanya L. Chanri mengangguk.
"Berarti kau akan berhenti berhubungan denganku? Bagaimana dengan Hoya hyung?" Tanya L.
"Aku tetap akan membantumu menyelesaikan masalahmu dengan sasaeng fans itu…" jawab Chanri. "Jika sudah beres mungkin memang hubungan kita akan berubah…" lalu L terdiam mendengar hal itu.
"Kau keberatan?" Tanya Chanri.
"Aku merasa nyaman dengan hubungan kita selama ini… mengapa kita harus mengubahnya?" Tanya L. "Aku tidak marah jika kau berpacaran dengan hyung, tapi kenapa harus berhenti berhubungan bersamaku juga kalau selama ini kita baik-baik saja?"
"Aku merasa egois,Myungie. Kau tau aku seringkali cemburu jika Gyu Oppa bersama dengan wanita lain, tetapi aku sendiri? Aku serius dengan hubunganku dan Gyu Oppa, dan aku tidak ingin lagi menyakitinya…" jawab Chanri.
"Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak peduli tentang perasaanku?" Tanya L.
"Aku menyayangimu, selalu, Myungie." Jawab Chanri. "Tapi ini keputusanku untuk memilih Gyu Oppa, apakah kau bisa menerima keputusanku?" L terdiam.
"Hey…" kata Chanri sambil memegang tangan L. "Aku percaya, kau akan mendapatkan seorang wanita yang jauh… lebih baik dariku dan dia akan menyayangimu seutuhnya, okay? Sekarang biarkan aku memilih seseorang dan aku akan menyayanginya seutuhnya. Kau mengerti kan perasaanku? Kau selalu mengerti kan akan hal itu?" Setelah perkataan Chanri, L langsung memeluk erat Chanri.
"Aku tau hari ini akan tiba, tetapi aku tidak ingin kehilanganmu… aku tidak ingin…" gumam L.
"Kim Myungsoo! You can trough this…" balas Chanri sambil balik memeluk L. "Jeongmal Mianhada…" setelah itu Chanri melepas pelukannya dan melihat L menangis.
"Hey… uljima! Myungie yang aku kenal selalu kuat kan!" kata Chanri mencoba menghibur L.
"Wae? Kenapa ini terjadi pada kita?!" gumam L.
"Mianhae… mianhae Myungie…" kata Chanri yang mulai menangis. Hal tersebut membuat L menjadi luluh tidak mengeluh lagi.
"Uljima… ini salahku yang terus menaruh hatiku padamu padahal kau sudah jelas memilih hyung sejak dulu…" kata L. "Aku tidak apa-apa, aku mohon kau jangan menangis. Aku tidak bisa melihatmu menangis…" Chanri pun akhirnya menghapus air matanya dan tersenyum.
"Terima kasih atas selama ini, Myungie…" kata Chanri. L mengangguk dan mencoba tersenyum.
"Boleh aku meminta sesuatu yang terakhir kepadamu?" Tanya L.
"Apa?" Tanya Chanri.
L pun menatap mata Chanri dalam. Chanri memperhatikan L dan tersenyum.
"Kau ingin menciumku?" Tanya Chanri. L mengangguk.
"Untuk yang terakhir, Chanri-ah… maka setelah masalah sasaeng beres aku tidak akan menghampiri mu lagi, aku hanya akan memarahi hyung jika aku melihatmu bersedih tetapi dia tidak menyadarinya, aku tidak akan datang kemari lagi, dan aku akan mencari wanita lain untukku…" jawab L. lalu akhirnya Chanri pun mengangguk.
Setelah Chanri mengangguk L pun langsung memegang pipi Chanri dan menciumnya. Mereka melakukan kissu cukup lama karena keduanya merasakan ada emosi yang bergejolak, terutama L. rasanya dia ingin melakukannya selama mungkin dan tidak ingin melepas Chanri, namun beberapa menit kemudian akhirnya Chanri melepaskan ciuman L. keduanya pun langsung menunduk dan L pun pergi meninggalkan Chanri. Saat Chanri mau masuk kedalam kamarnya, seseorang memanggilnya.
"Lee Chanri!" panggil orang itu. Saat melirik kearahnya ternyata itu Sunggyu.
"Aku melihat apa yang kau lakukan tadi dengan Myungsoo…" gumam Sunggyu. Chanri Nampak sedikit kaget lalu hanya diam menundukan kepala.
"Aku mendengar semua percakapan kalian tadi…" lanjut Sunggyu. "Bisakah kita bicara didalam?" Chanri mengangguk pelan. Akhirnya keduanya masuk kedalam apartement Chanri.
Chanri tidak bicara sama sekali, lalu dia memberi Sunggyu segelas air. Sunggyu meminta Chanri untuk duduk dihadapannya.
"Kau merasa bersalah?" Tanya Sunggyu. Chanri mengangguk pelan.
"Bicaralah… jangan diam aku mohon!" lanjut Sunggyu.
"Kau… marah padaku?" Tanya Chanri pelan sambil menunduk tidak mau menatap Sunggyu.
"Tatap mataku…" pinta Sunggyu. Akhirnya pelan-pelan Chanri menatap kehadapan Sunggyu.
"Iya, aku marah." Lanjut Sunggyu. "Aku kesal dengan yang kau lakukan dengan Myungsoo selama ini, terutama tadi. Meskipun ini pertemuan kalian yang terakhir, tetapi aku tetap kecewa kau berciuman dengannya. Dan itu lama! Aku tidak pernah kissu lebih lama dari itu denganmu. Kenapa? Kau merasa mencintainya juga? Bicaralah padaku! Jangan diam dan membicarakan ini dengan Howon, bicara padaku sekarang!"
"Mianhae…" gumam Chanri pelan.
"Mianhae? Udah maaf aja? Jawab pertanyaanku, Lee Chanri! Apakah kau serius denganku?" Tanya Sunggyu lagi.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Bukankah kau mendengar percakapan kami? Lalu sekarang apa yang kau mau?" jawab Chanri.
"Jangan lanjutkan mengurus permasalahan sasaeng itu." Jawab Sunggyu. "Sudah cukup ini yang terakhir kalian berhubungan."
"Maaf, Oppa. Aku mengerti kau marah, sangat marah padaku." Sela Chanri. "Tapi aku tidak bisa untuk satu hal itu. Aku berjanji itu yang terakhir. Lalu beri aku kesempatan untuk kita memulai baru lagi…" Sunggyu pun terdiam.
"Aku akan melepaskan semua hubunganku dengan Hoya, dengan Myungie, semua, aku hanya akan bercerita padamu masalahku, aku akan melakukan semua yang kau inginkan, aku akan terbuka padamu, aku akan seutuhnya menyerahkan hatiku padamu, tapi satu hal…"pinta Chanri. "Biarkan aku menyelesaikan satu masalah itu untuk Myungie…"
"Jadi kau lebih memilih Myungsoo dibanding aku?" Tanya Sunggyu.
"Ani… aku serius denganmu, Oppa. Aku ingin menikah denganmu." Jawab Chanri. "Aku mencintaimu... aku mohon sekali ini, kau boleh menghukumku apapun tetapi setelah permasalahan ini selesai, ya? Aku mohon…" Sunggyu pun terdiam.
"Baiklah, untuk satu masalah ini aku akan membiarkanmu menyelesaikannya…" jawab Sunggyu beberapa menit kemudian. "Tapi aku akan selalu memantaumu." Chanri pun mengangguk.
"Gomawo, Oppa…" kata Chanri.
Lalu Sunggyu pun pergi tanpa mengatakan apapun kepada Chanri lagi. Setelah Sunggyu pergi Chanri terdiam dan kesal dengan dirinya. Dia benar-benar merasa bersalah dan hatinya pun terasa sakit. Sementara itu Sunggyu yang benar-benar kesal langsung pulang ke dorm dan ingin memukul L begitu bertemu dengannya, namun ketika dia sampai dia melihat L sedang menangis sehingga tidak bisa untuk meledakkan emosinya dihadapan L. akhirnya dia menghubungi Yura lagi dan bertemu dengannya.
"Ada apa lagi? Perasaan baru tadi siang kita ketemu… malam ini kau meminta bertemu lagi." Gumam Yura. "Kau kecanduan bertemu denganku?"
"Aku ingin meledak…" jawab Sunggyu. "Perasaanku benar-benar bercampur aduk saat ini, marah, kesal, sedih, kecewa…" lalu Sunggyu menghela nafas panjang.
"Ada apa?" Tanya Yura.
Lalu Sunggyu menceritakan kejadian yang dia lihat saat menuju apartement Chanri. Yura benar-benar kaget dan ikut kesal mendengarnya. Sunggyu benar-benar menumpahkan kekesalannya malam itu pada Yura. Awalnya Sunggyu ingin minum sangat banyak lalu Yura melarangnya. Akhirnya Sunggyu menangis dan benar-benar meluapkan emosinya pada Yura. Yura mendengar semua keluh kesah Sunggyu dengan sabar, bahkan ketika Sunggyu menangis Yura memeluknya. Akhirnya tangisan Sunggyu tumpah dalam pelukan Yura. Sunggyu berkata dia sangat menyayangi Chanri tetapi dia benar-benar kesal terhadap Chanri, dia ingin marah tetapi tidak bisa benar-benar marah kepadanya, begitu pula kepada L dia ingin memukulnya tapi dia juga tidak bisa melihat kondisi L yang juga rapuh saat itu. Yura berkata agar Sunggyu mengeluarkan emosinya malam ini lalu tenang sejenak, setelah itu bicarakan lagi dengan Chanri. Lalu Sunggyu berkata dia akan memaafkan Chanri karena itu memang janjinya yang terakhir, tetapi hatinya tetap sakit dan tidak bisa ditutupi, lalu Yura mengatakan untuk Sunggyu tidak masalah apabila dia kecewa karena itu hal yang wajar. Keesokan harinya saat Chanri keluar dari apartement seseorang telah berdiri di hadapannya.
"Aku melihatmu kemarin… aku melihatmu…" gumam orang tersebut kesal.
"Bagaimana kalau kita bicarakan ini baik-baik?" pinta Chanri.
"Mana aku bisa bicarakan hal ini secara baik-baik setelah kau melakukan ini terhadap hyung ku?!" kata orang itu yang ternyata sasaeng cowo L.
Sasaeng itu langsung berlari mendekati Chanri sambil berniat menusukkan pisau yang dia bawa kepada Chanri. Namun Chanri menahan tangannya lalu memelintirnya. Sasaeng itu merasa kesakitan lalu mencoba menendang Chanri, tetapi Chanri mematahkan gerakannya dengan menekan titik lemah pada tubuhnya.
"Sebaiknya kita bicarakan baik-baik." Kata Chanri. Lalu akhirnya sasaeng itu mengalah. Keduanya pun menuju taman dekat rumah Chanri.
"Apa yang kau inginkan sekarang?" Tanya Chanri.
"Aku ingin membunuhmu!" jawab Cowo itu kesal.
"Selain itu?" Tanya Chanri lagi.
"Errrggghhh!" cowo itu kesal dengan pernyataan Chanri lalu mencoba untuk memukulnya, tetapi sekali lagi ditahan oleh Chanri.
"Sudah kubilang, serangan fisik tidak mempan bagiku." Kata Chanri. "Sekarang kau mau aku mematahkan tanganmu atau kita bicarakan baik-baik?" akhirnya cowo itu mengalah.
"Jawab pertanyaanku yang tadi." Lanjut Chanri.
"Jauhi Myungsoo hyung." Jawab cowo itu.
"Aku akan menjauhinya kalau kau berhenti melakukan hal aneh-aneh terhadapnya…" pinta Chanri.
"Kalau kau ingin aku menjauhinya maka aku akan bunuh diri, kalau kau tidak menjauhinya aku akan membunuhmu…" kata cowo itu mengancam.
"Kau tidak akan bisa membunuhku." Kata Chanri. "Aku akan menjauhinya tanpa kau minta."
"Baguslah kalau begitu, jadi tidak usah ada pertumpahan darah." Kata cowo itu.
"Aku berjanji padanya agar bisa membuatmu tidak mengganggunya lagi." Sela Chanri. "Maukah kau tidak mengganggunya lagi? Kau boleh menyukainya tapi tolong jangan melakukan hal aneh lagi didepannya."
"Kau ini siapa bisa seenaknya menghentikanku?!" teriak cowo itu. "Aku tidak melakukan hal aneh padanya, aku mencintainya!"
"Tapi caramu salah, kalau kau mencintainya jangan menakutinya!" kata Chanri. "Kau bisa mencintainya dengan cara baik-baik…"
"Kau tidak bisa mengaturku…" gumam cowo itu kesal.
"Aku ingin kita membuat kesepakatan… apapun yang kau minta akan aku lakukan, asal kau tidak melakukan hal aneh lagi terhadap Myungie…" kata Chanri. "Bagaimana?"
"Kau keras kepala…" gumam cowo itu kesal.
"Memang. Tapi kalau kau tidak mau membuat kesepakatan denganku aku tidak akan membiarkanmu pergi darisini, sampai jam berapapun." Kata Chanri.
"Baiklah… aku akan menjauhi hyung, aku akan stalking dia dari jauh saja tanpa mengganggunya." Respon cowo itu. "Tapi aku ingin kau pergi dari kehidupan seluruh member Infinite."
"Baiklah, aku akan pergi dari mereka semua. Kapan kau ingin aku pergi?" Tanya Chanri.
"Itu rahasiaku, yang pasti aku akan langsung membunuhmu dengan tanganku sendiri tanpa kau ketahui…" jawab cowo itu dengan senyum jahat. "Aku tahu kau pintar, maka dari itu tidak akan aku biarkan kau lepas dari tanganku…"
"Baiklah…" jawab Chanri. "Kita harus buat perjanjian diatas materai sebagai bukti kau tidak akan mengganggunya."
Akhirnya keduanyapun melakukan perjanjian diatas materai. Perjanjian Sasaeng itu adalah tidak mengganggu L dihadapannya, jika ingin stalking jangan sampai L tau dan hanya boleh media dunia maya tetapi tidak mengganggunya dan melakukan hal aneh lagi padanya. Sementara perjanjian Chanri adalah dia akan pergi dari kehidupan member Infinite melalui cara sasaeng tersebut dan apapun cara itu Chanri harus menerimanya. Tidak lama setelah perjanjian itu sasaeng itu pun menghilang dari hadapan Chanri. Keesokan harinya Chanri menemui L untuk yang terakhir kalinya, namun sebelumnya dia telah mengatakan hal tersebut pada Sunggyu dan Sunggyu menyetujuinya. Keduanya pun bertemu di sebuah café.
"Hey…" sapa Chanri.
"Hey." Jawab L.
"Matamu sangat sembab…" gumam Chanri.
"Jangan tanyakan kenapa, aku yakin kau tau ini kenapa…" respon L. Chanri hanya terdiam.
"Ini bukti perjanjian kami kalau dia takkan mengganggumu lagi…" kata Chanri. L pun membaca surat bukti perjanjian tersebut.
"Lalu penggantinya apa? Apakah hanya perjanjian sepihak?" Tanya L.
"Aku membuat janji juga dengannya, surat perjanjianku disimpan olehnya." Jawab Chanri.
"Apa isinya?" Tanya L.
"Yang pasti tidak ada hubungannya denganmu." Jawab Chanri. "Baiklah Myungie, aku harus pergi. Terima kasih untuk semuanya selama ini, dan maafkan aku…"
L hanya terdiam memperhatikan Chanri yang berjalan dengan langkah pelan semakin lama menjauhinya. Tiba-tiba dia merasakan ada hal yang mengganjal, L langsung berdiri dan mencoba mengejar Chanri, tepat saat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mencoba menghantam Chanri dan justru menghantam keras L hingga terpental. Chanri langsung berteriak sekeras mungkin dan mendekati tubuh L yang sudah penuh dengan darah.
"Myungsoo sadar Myungsoo… jangan pingsan Myungsoo!" teriak Chanri.
Chanri terus berteriak agar L tetap sadar, L hanya tersenyum menatap Chanri lalu memegang pipinya. Tidak lama L pun pingsan. Chanri menangis dan memegang terus tangan L. tidak lama kemudian ambulan pun datang dan L segera dibawa ke rumah sakit. Tidak lama setelah L masuk ruang IGD semua member serta para yeoja berkumpul. Chanri yang tidak diizinkan masuk jongkok menangis didekat pintu. Haein dan Hyesoo mencoba untuk membangunkan Chanri tetapi dia tidak mau beranjak dari situ. Hoya pun bahkan meminta Chanri, tetapi dia tetap tidak mau pindah juga, sampai akhirnya Sunggyu duduk disebelah Chanri yang tetap tidak ingin pindah.
"Chanri-ah… aku mengikutimu tadi…" gumam Sunggyu. "Ini bukan salahmu…" Chanri masih tetap berdiam dan menangis.
"Kau harus bangun, kau harus kuat!" pinta Sunggyu. "Lihat muka, dan badanmu semua penuh dengan darah, kau harus mencucinya dan mengganti bajumu…"
Chanri tetap diam dan menangis, lalu Sunggyu langsung memeluk Chanri, tetapi Chanri tetap menangis dan tidak bergerak. Semua member tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya terlihat sedih melihat keadaan Chanri. Tidak lama dokter pun keluar dari ruang IGD, disaat itulah Chanri bangun dan langsung menanyakan keadaan L tanpa memperdulikan yang lain. Sayangnya dokter mengatakan pendarahan L cukup parah, sehingga dia membutuhkan banyak darah. Saat itu Chanri langsung bersedia memberikan darahnya, dan memang diantara semua member serta para yeoja hanya Chanri yang memiliki golongan darah yang sama dengan L. sebenarnya Miyoung pun sama, tetapi dia sedang berbulan madu sehingga tidak ada disana. Karena orang tua dan adik L sedang dalam perjalanan dan darah harus cepat diberikan, Chanri pun segera bergegas menuju ruang transfusi, tetapi Chanri ditahan oleh Sunggyu.
"Lebih baik kita tunggu orangtua Myungsoo aja, liat kamu udah pucet gitu mana bisa transfusi!" pinta Sunggyu.
"Tidak bisa Oppa, dia membutuhkannya sekarang…" jawab Chanri.
"Tapi keadaanmu juga tidak memungkinkan!" gumam Sunggyu.
"Aku tidak apa-apa Oppa…" kata Chanri mencoba melepaskan tangannya dari Sunggyu.
"Aku menyayangimu Chanri, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu…" pinta Sunggyu. "Turutilah permintaanku, kali ini… saja aku mohon!"
"Maafkan aku Oppa…" gumam Chanri.
"Kalau kau melepaskan tanganmu dariku, kita putus…" kata Sunggyu.
Semua kaget memperhatikan perkataan Sunggyu, namun seiring dengan pernyataan Sunggyu pelan-pelan Chanri melepaskan tangannya sambil mengeluarkan air mata lagi. Kemudian setelah itu dia berlari ke ruang transfusi. Sunggyu terdiam lalu terduduk lemas di lorong rumah sakit itu. Semua yang melihat kejadian itu hanya diam tertegun tidak bisa melakukan apapun. Karena setelah di cek keadaan Chanri cukup sehat, akhirnya dia pun melakukan transfusi. Satu jam kemudian kedua orang tua L serta saudaranya datang, tetapi darah Chanri serta sisa persediaan darah yang ada di rumah sakit sudah cukup membantu untuk menggantikan pendarahan yang terjadi pada L. walau sudah di transfusi, keadaan L masih kritis. Ibu L tidak kuasa menahan tangisnya. Waktu cepat berlalu hingga menunjukkan waktu tengah malam. Orang tua L meminta kepada semua member serta para yeoja untuk pulang ke rumah, tetapi tidak ada yang bisa tenang melihat keadaan L. namun karena ruang tunggu tidak cukup untuk mereka semua, akhirnya Hyesoo, Sungyeol, Sungjong, Haein, Hoya, Dongwoo, Ailee pun pulang ke rumah. Sementara Sunggyu masih menemani Chanri yang masih beristirahat di ruang transfusi.
Keesokan harinya semua member dan para yeoja yang pulang kembali mengunjungi rumah sakit. L masih dalam keadaan kritis namun sekarang sudah pindah ke ruangan sendiri dan bisa ditengok. Chanri duduk disamping L sambil masih menangis dan memohon pada L untuk bisa sadar. Bahkan ibu L sendiri mengatakan kejadian itu bukan kesalahan Chanri, tetapi Chanri sendiri masih terus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Keluarga L sendiri telah tahu mengenai seseorang yang menabrak L sendiri adalah sasaeng cowo yang selama ini mengganggu L dan sasaeng tersebut telah dimasukan ke penjara. Semua member membujuk Chanri untuk makan, pulang dulu, namun Chanri tidak mau makan sama sekali bahkan tidak bergerak dari duduknya sebelah L.
"Aku baru pertama kali melihat Chanri seperti ini…" gumam Sunggyu sedih. "Bahkan saat dia tertidur selesai transfusi darah, dia mengigau berteriak-teriak sambil menangis…"
"Dia sepertinya sangat kaget karena kejadian ini benar-benar didepan matanya dan orang yang tertabrak itu Myungsoo…" kata Haein.
"Selama ini, masalah apapun dia selalu bisa mengontrol dirinya, namun kali ini dia benar-benar rapuh…" tambah Hoya. "Bahkan aku dan hyung pun tidak bisa sama sekali membujuknya… aku tidak bisa melihat dia seperti ini…"
"Aku benci sekali dengan sasaeng itu…" gumam Sungjong kesal. "Bukankah dia sudah mencapai kesepakatan dengan Chanri?!"
"Aku rasa dia sangat membenci Chanri…" sela Hoya. "Sebelum dia menemui Myungsoo untuk memberikan surat perjanjiannya, Chanri berkata padaku bahwa sasaeng nya itu bisa membunuhnya kapan saja…"
"Seharusnya masalah ini dibawa ke polisi dari awal, Chanri terlalu nekat…" gumam Hyesoo.
"Maka dari itu mungkin dia jadi menyalahkan dirinya atas semua masalah ini…" lanjut Dongwoo.
"Tapi yang aku heran, dia bergumam 'Okaa-san' sambil menangis dalam tidurnya, bukan berteriak 'Myungsoo atau Myungie'…" sela Sunggyu.
"Okaa-san itu artinya Ibu ya?" Tanya Sungyeol. Sunggyu mengangguk.
"Bukankah ibunya baik-baik saja?" Tanya Hyesoo. Sunggyu mengangguk.
"Aku sudah menelepon ibunya tadi pagi, kata ibunya dia tidak apa-apa, dia menanyakan keadaan Chanri, namun agar tidak khawatir aku hanya berkata bahwa Chanri baik-baik saja…" Kata Sunggyu.
"Kau harus kuat hyung… kalau kau rapuh juga tidak akan ada yang bisa membantu Chanri…" pinta Hoya.
"Namun kalau kau ingin pulang dulu, kau bisa pulang dulu hari ini, kau sudah terlihat sangat lelah…" lanjut Haein.
"Biar kami bergantian yang menjaga Myungsoo disini, dan mencoba membujuk Chanri agar dia mau makan… ya?" tambah Hyesoo.
"Hyung bisa pulang bersamaku dengan Yura Noona… dia sedang ada di lobby menuju kesini sekarang." Kata Sungjong.
Akhirnya Sunggyu pun setuju untuk pulang karena dia sudah Nampak lelah. Dia ditemani oleh Sungjong dan Yura menuju dorm infinite. Sementara yang lain pun tidak lama pulang. Selama terus menerus secara bergatian para member dan yeoja menunggu L di rumah sakit. Chanri sendiri walau akhirnya dia mau makan tetapi dia tidak pernah beranjak dari samping L. sampai akhirnya seminggu kemudian keadaan L sudah tidak kritis lagi, tetapi dia masih belum sadarkan diri. Disaat itulah Chanri menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Bahkan semua telah mencarinya ke apartement nya, namun pemiliknya bilang dia sudah tidak tinggal disana lagi, bahkan ditempat kuliahnya pun Chanri telah mengundurkan diri.
(Dua hari kemudian, Miyoung dan Woohyun pulang, di rumah sakit)
"Jadi begitulah, sampai sekarang kami tidak tahu dimana keberadaan Chanri…" kata Haein.
"Dia mengundurkan diri dari Seoul University?" Tanya Woohyun kaget. Haein mengangguk.
"Bagaimana dengan orangtuanya di Jepang? Apa mereka tau?" Tanya Miyoung.
"Gyu telah menghubungi orangtuanya, tetapi tidak ada yang merespond. Bahkan Gyu menelepon kediaman mereka di Fukuoka namun saat ada yang mengangkat mereka bilang keluarga sebelumnya telah pindah rumah beberapa Minggu yang lalu, tepat saat Chanri menghilang." Jawab Haein.
"Bukankah Chanri dekat dengan Hoya, apakah dia tau sesuatu, Noona?" Tanya Woohyun.
"Ada sesuatu yang terjadi sebelum Chanri menghilang diantara keduanya, aku yakin itu. Namun sampai sekarang Howon tidak menceritakan apapun dan dia tidak mau ada yang membahas Chanri didepannya…" jawab Haein.
"Kita pergi Cuma sebulan, tapi rasanya semuanya berubah begitu cepat…" gumam Miyoung.
"Ya begitulah, tidak ada yang tahu masa depan." Sela Haein.
"Benar-benar tidak ada clue sama sekali ya? Anak itu sedang rapuh saat itu, aku takut dia melakukan sesuatu yang mengerikan…" kata Woohyun.
"Sebenarnya Chanri meninggalkan surat untuk Myungsoo diatas mejanya. Tetapi surat itu tertutup rapat dan kita tidak bisa membukanya karena kami takut Myungsoo marah saat dia tau kami membaca suratnya terlebih dahulu…" jawab Haein. "Maka dari itu sebaiknya kita tidak usah membicarakan Chanri dahulu sampai Myungsoo sadar dan membuka suratnya…" Miyoung dan Woohyun pun mengangguk.
"Oh iya, apalagi didepan Sunggyu dan Hoya, aku mohon jangan membicarakan namanya, Hoya akan menjadi kesal dan Sunggyu akan depresi kembali jika kalian membicarakan tentang dia didepan mereka. Bahkan Gyu baru saja pulih, dia sangat rapu akhir-akhir ini…" tambah Haein.
"Iya Eonni, maafkan aku tadi aku tidak tahu permasalahannya…" gumam Miyoung.
"Gwenchana, aku yakin Gyu juga tadi mengerti kalau kau tidak tahu apa-apa." Kata Haein. "Sekarang kalian pulanglah dulu, pasti cape baru pulang. Besok kalian bisa menemani Myungsoo disini."
Akhirnya Miyoung dan Woohyun pun pulang. Setiap hari semua bergantian menjaga L yang tak kunjung sadar juga, sampai akhirnya dua bulan kemudian sebuah keajaiban pun terjadi, L terbangun dari tidur panjangnya. Saat itu Hyesoo dan Sungyeol yang sedang menjaga L Nampak sangat senang ketika jari L mulai bergerak dan akhirnya pelan-pelan matanya pun terbuka. Hyesoo segera menghubungi semua member termasuk orangtua L yang kebetulan sedang istirahat dari menjaga L, semua pun tidak lama kemudian berkumpul didalam ruangan L.
"Akhirnya… sleeping handsome pun terbangun, syukurlah…" kata Haein.
"Myungsoo! Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa yang kau rasakan setelah tertidur lama?" Tanya Woohyun.
"B… berapa lama aku tertidur?" Tanya L bingung.
"Dua bulan dua minggu tepatnya… selama itu kami bergantian menjagamu…" jawab Hoya.
"Kau ingat apa yang terakhir kali kau alami?" Tanya Sunggyu. L mengangguk lalu mencari seseorang diantara semua member yang datang.
Saat L mencari seseorang tersebut semua Nampak terlihat sedih terutama Sunggyu. Saat L menanyakan keberadaan orang tersebut, Miyoung memberikan surat yang terletak diatas meja yang telah tersimpan selama L tertidur. L Nampak bingung namun pelan-pelan dia membuka amplop dan melihat isi surat tersebut.
"Kim Myungsoo… aku percaya kau akan tersadar dari tidurmu.
Suatu saat kalau kau tersadar aku berharap kau membaca surat ini.
Jangan marah pada Gyu Oppa, Hoya maupun semua orang yang ada disekitarmu
Hiduplah lebih baik lagi setelah kau bangun, jangan mengingat masa lalu
Tidak usah mencariku, kau tidak akan menemukanku
Ini bukan masalah perjanjianku dengan sasaengmu dahulu atau apapun
Ini keputusanku dan aku telah mengingat sekarang siapa diriku sebenarnya
Alangkah lebih baiknya jika kau melupakan tentangku saja
Juga yang lain, aku harap kalian hidup bahagia masing-masing
Terima kasih telah menjadi bagian dalam hidupku.
Hal yang perlu kau tahu, sampai kapanpun aku selalu menyayangimu."
Lee Chanri.
L langsung menangis dan mencoba bangun dari tempat tidurnya, tetapi semua menghalanginya. Akhirnya dia hanya bisa menangis sambil berteriak "Kenapa kenapa" namun tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya…
To Be Continued…
