Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast : Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (B.A.P)
Lee Hyuk Jae, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Kim Jong Woon (yesung).
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
Previous Chapter
"Kenapa kau menciumku seperti itu eum?". Ucap Kyuhyun lirih. Namja tampan itu sangat menikmati terpaan nafas hangat Sungmin. Kedua bibir mereka pun masih sepenuhnya bersentuhan.
"Karena kau...Caffe Latte milikku Kyu.."
.
Chapter 14
Caffe Latte
.
.
Waktu terus bergulir, mengiringi cinta yang kian terjalin kuat di antara Kyuhyun dan Sungmin, setiap detik menjadi bagian berharga bagi keduanya. Tak satupun mampu mengulas betapa besar ketulusan hati mereka untuk saling mencintai satu sama lain. Dan kini...tibalah saatnya sang waktu mengantarkan mereka pada sebuah moment terindah dalam hidup keduanya.
Kyuhyun tersenyum simpul menatap setiap rangkaian mawar dan lili calla yang menghias pilar-pilar putih di taman rumah mewahnya. Tempat itu beberapa saat nanti akan menjadi saksi terucapnya janji suci antara dirinya dan Sungmin. Keduanya telah melalui manis pahit dalam alur cinta mereka. Dan Hari ini ia bertekad mengukuhan hati di hadapan sang Pencipta demi mengubur dalam-dalam seluruh ingatan kelam yang telah mengguncang ketegaran cintanya dan Sungmin.
.
.
Kyuhyun memejamkan mata sejenak berharap menyingkirkan rasa gugup yang tiba-tiba menyergap. Tubuh tinggi itu terlihat semakin menawan dan tampan dengan balutan tuxedo putihnya. Pemuda Cho itu berdiri tegap menanti namja cantik yang beberapa saat nanti akan menjadi belahan jiwanya secara utuh. Berkali-kali ia berdehem berusaha menjernihkan suara serak akibat dari rasa gugupnya.
"Yeppeoh..".
Senyumnya kian terkembang menyadari sosok cantik Lee Sungmin berjalan perlahan mendekatinya. Kyuhun tak berniat sedikitpun mengedipkan kedua matanya demi menatap lekat kecantikan pujaan hatinya. Berkas-berkas sinar mentari seolah turut merias keindahan paras baby face itu. Sungmin memang mengenakan tuxedo putih seperti dirinya, kendati demikian tuxedo itu semakin membuat lekukan tubuh mungil berisinya semakin mempesona. Riuh decak kagum dari tamu undangan memicu semburat merah di kedua pipi chubby Sungmin. Sang Ayah...Lee Young Woon, tampak mengeratkan pegangan tangan Sungmin di lengan kokohnya. Pria tampan itu membimbing putra semata wayangnya untuk melangkah pasti ke atas altar.
"ini hari bahagiamu Chaggy...jangan gugup". Ucap Kangin menenangkan.
Dan tangan mungil itu pun tersambut, Kyuhyun menggenggam jemari Sungmin erat untuk semakin menariknya mendekat.
"Bukan gaun eum?" Bisik Kyuhyun lirih, sekedar membangun candaan kecil untuk menghilangkan kegugupannya. Dan ia hanya terkekeh pelan melihat tatapan tajam dari namja cantik itu.
"Kyu...jangan menggodaku!"
"Bisa kita mulai?". Ujar sang pendeta, senyum hangat terus mengiringi tatapan teduhnya, sementara dua mempelai belia di hadapannya hanya mengangguk pasti menanggapinya.
.
.
.
.
"Seharusnya kita yang berada di sana Himchannie...".
"Diam... dan duduklah dengan manis Hyung, mereka sedang mengucap janji...jangan membuyarkan konsentrasinya". Himchan memalingkan kepala Yong Guk agar menatap lurus ke depan.
"Seharusnya kita yang mengucap janji di sana Himchannie..". Ujar Yong Guk lagi sembari menoleh kembali kepada Himchan. Sorot matanya kian meredup melihat dua dongsaengnya di atas altar, timbul rasa kagum sekaligus iri menyaksikan prosesi pernikahan itu, ia pun juga mengharapkan posisi yang sama dengan Kyuhyun dan Sungmin.
"...".
"Seharusnya kau hamil anakku Himhannie".
"Kau belum menikahiku, berhentilah bicara Hyung!" desis Namja ulzzang itu...ia benar-benar jengah mendengar ocehan Yong Guk, meski demikian hatinya sebenarnya juga mengharapkan apa yang diinginkan kekasihnya itu.
"Arrasseo...setelah pernikahan ini...aku akan menculik pastor itu, kita akan menikah Himchannie". Yong Guk berujar manis sembari mengerlingkan matanya, ia menggenggam erat tangan Himchan mencoba meyakinkan namja ulzzang itu akan kesungguhan hatinya.
"M-mwo? Yah! jangan mencari masalah lagi!...tak semudah itu, pernikahan bukan mainan Hyung".
"Aku tak peduli, hari ini kita harus menikah!"
Ucapan Yong Guk terdengar kekanakan bagi namja ulzzang itu, namun tak dipungkirinya bahwa kalimat penuh paksaan itu membuat hati kecilnya berdesir halus. Ia bahkan tak pernah membayangkan akan jatuh ke dalam pelukan Yong Guk dan mendapat banyak cinta dari hyungnya itu, meski cara untuk mencintai yang ditunjukkan namja garang itu berbeda dari yang lain, terlalu banyak hal gila yang kerap kali ia temukan di diri kekasihnya...namun itulah yang membuatnya semakin mencintai Yong Guk.
"Yong Gukkie...Bodoh". Ucap Himchan seraya menarik kepala Yong Guk untuk mengecup pipinya dengan lembut.
"Aahh...kau manis sekali Chaggiyahhh!".
"Hyung! Yang menikah Sungmin... bukan kalian!...jadi diamlah!". Seru Zelo yang kesal melihat adegan manis dua hyungnya di depannya. Sebenarnya bukan karena kemesraan Yong Guk dan Himchan yang membuatnya kesal, akan tetapi dua namja yang mengapit posisi duduknya saat ini...Daehyun dan Jong Up begitu posessive menggenggam tangan kanan dan kirinya, terlebih dua namja itu menatap penuh hasrat padanya...dan itu membuat emosi Zelo meluap-luap.
Sementara Yong Guk hanya meringis menjengkelkan menanggapi ucapan Zelo. Ia kembali mengeratkan rangkulannya di bahu Himchan tanpa mengindahkan tubuhnya kini berguncang hebat karena amukkan kaki Zelo di kurisi yang didudukinya.
.
Sungmin menggigit bibir bawahnya ketika Kyuhyun meraih jemari lentiknya dan mulai menyematkan sebuah logam mulia di jari manis Sungmin. Namja cantik itu tersenyum lembut melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari dua obsidian di hadapannya, ia beralih meraih jari Kyuhyun dan melakukan hal yang sama dengannya, menyematkan sebuah cincin di jarinya. Dua benda itu begitu berkilau, seolah dua cincin itu mampu menyuarakan betapa tulus cinta yang dimiliki pemiliknya.
...
...
"Kau boleh mencium istrimu Kyuhyun-shi". Ucap Sang pastor dan sekaligus memberikan akses pada Kyuhyun untuk mendekati namja cantiknya.
Perlahan Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin, sedikit mengangkatnya hingga namja cantik itu mendongak dan melihatnya. Kyuhyun mentapanya sejenak...namja tampan itu begitu terkesima melihat keindahan dari setiap inchi permukaan halus wajah istrinya. Ia tersenyum kemudian mendaratkan kecupan manis di bibir Cherry Sungmin dan setelahnya menyesapnya selembut mungkin. Tak ada lumatan dalam ciuman mereka. Ciuman ringan namun cukup berkesan untuk orang-orang yang berdiri menyaksikannya.
"Setelah ini kau harus melayaniku Cho Sungmin". Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin, saat ia melepaskan ciuman lembutnya.
"M-mwo?"
"Kau tau?...aku sudah tidak tahan untuk segera menyentuhmu saat ini juga Chaggy".
"Kyuuu!"
Kyuhyun menunjukkan smirknya ketika melihat wajah polos namja mungil itu, ia mengecup sesaat kening Sungmin dan setelahnya menariknya turun dari atas altar untuk membaur bersama kerabat dan rekannya.
.
.
.
"Minnie sangat cantik Eonnie...ah bagaimana bisa kau melahirkan namja secantik itu". Ujar Heechul begitu riang.
"Minnie terlahir untuk mendampingi putra tampanmu Chullie, aku sudah tak sabar menimang cucu". Leetuk menanggapi ucapan Heechul dengan senyum terkembang di bibir tipisnya. Tatapan teduhnya tak pernah lepas pada sosok namja mungil yang kini tengah berada dalam pelukan Kyuhyun.
"Ne Eonnie...tunggulah 8 bulan lagi untuk menimang cucu pertama kita".
Dua Yeojja cantik itu berjalan beriringan untuk kembali bercengkrama dengan para tamu undangan. Seluruh penghuni taman terlihat begitu menikmati kebahagiaan di pagi cerah itu.
.
.
.
"Kyu..acaranya belum selesai...kau ingin mengajakku pergi kemana?" Gerutu Sungmin, saat Kyuhyun menggenggam erat tangannya dan menariknya menjauhi taman.
"..."
"Kyuuu...Eomma akan memarahi kita karena melari~akhh...nghh". Sungmin mendesah tertahan ketika Kyuhyun memenjarakan tubuhnya di salah satu sudut dapur dan menyusupkan lututnya di sela-sela paha Sungmin. Namja tampan itu begitu seduktif menggesekkan lututnya di selangkangan Sungmin.
"Mmhh...k-kyuuuhh..hen-thikan...nghh".
"Yeppeohh...". Desah Kyuhyun sembari menjilat bibir cherry di hadapannya.
"Kau Sangat menggodaku Chaggy". Lanjutnya lagi, ia menggigit pelan daun telinga Sungmin, dan mendatangkan erangan tertahan dari namja cantik itu.
"A-angh!...c-cukuph...akhh..aku ti-dakh kuat berdiri..Ahh!..Ah!". Tubuh mungilnya semakin merosot turun dan hal itu membuat gerakan lutut Kyuhyun semakin hebat merangsang genitalnya.
"Melakukannya di sini...mungkin menarik Eum?"
"Tidak! Ah..acara..ngh belum sele-sai..ukkhh...je-balh hen-thikannhh!"
Kyuhyun semakin tak terkendali mendengar rintihan itu, ia mengecupi leher dan dada Sungmin secara pakasa hingga tubuh keduanya kian merosot di atas lantai.
"Uhmph...Kyumphh...nggghhhmm".
"ZELOOOO!".
Keduanya membulatkan mata ketika sebuah teriakan menginterupsi ciuman panas mereka. Sungmin dengan cepat kembali membenarkan tuxedonya yang sempat dibuka paksa oleh suaminya.
"Itu suara Himchan Hyung...Kyu".
Kyuhyun mendesah berat,hatinya benar-benra kesal. Seseorang telah membuatnya menahan hasrat untuk menyentuh namja cantiknya. Kyuhyun berjalan gontai mengikuti langkah Sungmin ke halaman belakang.
.
.
"A-apa yang kau lakukan nak?!" Seorang pria paruh baya tampak meronta-ronta karena diseret paksa oleh seorang namja berpawakan kekar. Mereka berjalan tak tentu hingga kerap kali merangsak beberapa tamu undangan.
"Kau harus ikut denganku...ahjjushi!".
"E-eoddisseo?"
"Diamlah Ahjjushi...aku ingin menculikmu sebentar! Kau harus menikahkanku dengan kekasihku saat ini juga!".
"M-Mwo?! Menculikku? apa Kau penjahat?"
"Yah! Ahjjushi!...apa kau tak mendengarnya...aku ingin kau menikahkanku dengan kekasihku...Ck kemana perginya anak itu!". Ujar Yong Guk sembari mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman, berusaha menemukan kekasih ulzzangnya.
Pria paruh baya itu terdiam dan pasrah mengikuti langkah namja garang itu. Ia tak memiliki kuasa untuk sekedar membalas atau bahkan memberi gertakan pada Yong Guk. Namja yang tengah menarik paksa tangannya saat ini bukanlah seorang remaja biasa, tubuhnya terlampau kekar dan tinggi untuk di lawan...tentu ia tak ingin menjadi korban kekerasan di tengah pesta itu.
Yong Guk berjalan gusar mencari namja ulzzangnya di tengah puluhan tamu undangan, ia sudah mendapatkan pastor itu...namun tiba-tiba kekasihnya menghilang begitu saja.
"Argh! Kau merepotkan Himchannie...tunggu pembalasanku di ranjang malam ini Huh!". Gumam Yong Guk. Ia kembali melanjutkan pencariannya sementara pria paruh baya itu masih setia mengekor di belakangnya. Ia tak mampu melarikan diri...Yong Guk rupanya telah mengunci pergerakan tangannya dengan sebuah dasi dan menariknya kemanapun yang ia mau.
"Himcha~
"ZELOOOO!".
Yong Guk seketika menghentikan seruannya saat mendengar teriakan panik dari namja yang ia cintai, teriakan itu terdengar jelas dari halaman belakang rumah mewah tersebut, rasa cemas seketika meruam hati kecilnya, ia memutuskan berlari cepat mencari sumber suara histeris tersebut. Sementara sang pastor hanya mengernyit tak mengerti pasca perginya Yong Guk meninggalkannya.
'Aku tidak jadi diculik' pikirnya.
.
.
"ENYAHH! PERGI KALIAN! JANGAN MENGIKUTIKU TERUS HYUUNG!"Jerit Zelo begitu kesal, ia terlalu lelah terus menerus berlari menghindari Daehyun dan Jong up. Hingga membuatnya memisahkan diri dari acara pernikahan dan terjebak dengan dua hyungnya itu.
"Zelo~ah...aku mencintaimu". Jong Up berjalan mendekat, berusaha meraih tubuh tinggi namja manis di hadapannya.
"Aku lebih mencintaimu Zelo Chaggy...kau harus memilihku". Daehyun pun melakukan hal yang sama, terus menerus berjalan mendekati Zelo. Namun apa yang mereka lakukan hanya semakin membuat namja manis itu ketakutan, dan tak menyadari bahwa di belakangnya kini terdapat sebuah kolam besar yang terisi air penuh.
"Jangan mendekat Hyung!..O~OMMOOO...!"...BYUUURRRR
"ZELOOOO!". Teriak Himchan histeris, begitu melihat dongsaeng kecilnya tercebur ke dalam kolam renang, perasaan cemas seketika timbul kala mengingat Zelo tidak mahir dalam berenang...ia terlalu panik hingga memutuskan untuk berlari dan menceburkan diri demi menyelamatkan Zelo, tanpa mengingat dirinya pun tak mahir dalam berenang.
"Hyumphh...to-longhhmmph...uhmphh" Ronta Zelo, ia bergerak-gerak gelisah di dalam air. Kedua kakinya mencari-cari pijakan atau bahkan panjatan di dasar kolam renang tersebut, meski tubuhnya terbilang tinggi namun itu tak cukup membuatnya mencapai permukaan air, terlebih tubuhnya bagai membeku karena suhu rendah air kolam tersebut.
Himchan pun mengalami kondisi yang sama, berulangkali ia berusaha mencapai permukaan namun tak hanya sekali ia tenggelam, wajahnya kian memucat kala pasokan udara dalam parunya kian menipis...ia pun tak tau berapa banyak air yang telah memasuki saluran pernafasannya. Tak ada yang dapat namja ulzzang itu lakukan selain meraih udara kosong di atasnya dengan menggigil hebat.
Jong Up dan Daehyun meremas kasar rambut mereka karena frustasi, namja manis yang dicintainya dan hyung ulzzangnya kini tak berdaya di dalam air. Mereka secepat kilat menceburkan diri ke dalam kolam berniat menyelamatkan dua namja manis itu.
'BYUUURRRR'
"AAARRGGGGHHHH...DINGIIIINNNNNNN...TO-LOONGHHMPHHH !" Jerit keduanya, niat ingin menjadi Hero kini kandas menjadi Zero...hanya karena dinginnya air kolam yang mengikis habis keberanian mereka.
Tak ada yang mengetahui insiden tersebut, karena kolam renang itu terletak di halaman belakang rumah Kyuhyun, jauh dari Taman yang digunakan untuk acara pernikahan.
.
.
"Himchan Hyuuuung!"Seru Sungmin ketika menyadari Himchan berada di dalam air dengan kondisi yang melemas. Ia berlari kalut dan berniat menceburkan dirinya...namun sebuah tangan merengkuh pinggangya, tak mengharapkan namja cantik itu melompat ke dalam air.
"Jangan menceburkan dirimu ke dalam kolam Ming...air ini sangatlah dingin".
"tapi Kyu...mereka tidak bisa berenang, aku ingin menolongnya...lepaskan aku!" Sungmin menggeliat kasar dalam rengkuhan Kyuhyun, ia tidak bisa bertahan dengan wajah tersiksa dari hyung ulzzangnya itu.
"Tidak Chaggy!...biar aku yang menolong mereka". Kyuhyun melepas tuxedo dan mulai mendekati kolam renang tersebut, namun saat namja tampan itu bersiap untuk menceburkan diri,ia dikejutkan dengan kehadiran Yong Guk yang tiba-tiba melompat ke dalam air. Tanpa membuang banyak waktu..Kyuhyun pun ikut melompat.
.
.
"Himchannie!". Yong Guk bergerak cepat meraih tubuh Himchan yang sudah tak sadarkan diri, ia tak mempedulikan suhu dingin air kolam tersebut seolah meremukkan setiap tulangnya, kondisi namja ulzzangnya lebih berharga dari apapun saat ini, tubuh Himchan yang semakin memucat membuat kepanikannya kian meradang. Sementara Kyuhyun masih berusaha menyelamatkan Zelo, cukup beruntung namja manis itu tidak pingsan di dalam air,itu memudahkannya membawa Zelo ke tepian kolam.
"Chaggiyaa...bertahanlah!..aku~ YAH! APA YANG KALIAN LAKUKAN PABBO!" Yong Guk berseru keras, ketika Daehyun dan Jong Up menarik celananya begitu kuat di dalam air. Ia sedang berusaha menyelamatkan Himchan, namun gerakannya terhambat karena dua dongsaenya itu menggelayut erat di kaki jenjangnya.
"Dingiiin Hyuung...selamatkan kami...bbbrrrr".ujar Daehyun masih memeluk erat kaki Hyungnya. Ia tak menyadari apa yang dilakukannya membuat celana Yong Guk semakin tertarik turun.
"Y-YAHH! BERHENTI MENARIK CELANAKU!...ARRGHH! LEPASKAN AKU PABBOOHHH! JANGAN MENELANJANGIKU DI KOLAM INI!" Yong Guk berteriak frustasi, celananya kini sudah tertarik turun sebatas pahanya. kendati demikian ia tetap berusaha membawa tubuh Himchan ke tepi kolam meski harus bersusah payah mengibas-ngibaskan kakinya dari rengkuhan dua dongsaengnya.
Kyuhyun dan Sungmin bergerak cepat menarik tubuh Himchan dari kolam tersebut, sementara Yong Guk dan dua dongsaengnya masih begitu antusias melakukan tarik menarik celana di dalam air.
Keributan yang mereka buat, memicu perhatian dari banyak tamu undangan tak terkecuali keluarga Kyuhyun dan Sungmin. keterkejutan sekaligus heran begitu jelas membingkai wajah mereka. Untuk apa remaja-remaja itu bermain air di udara sedingin ini, terlebih sang mempelai pria kini terlihat basah kuyup. Tamu undangan itu mengangap apa yang mereka saksikan saat ini termasuk dari pertunjukkan pernikahan.
.
.
"Eomma...apa mereka sedang bergulat di dalam air?...ommo kakak itu terlihat hebat dengan celana dalam dan jas hitamnya, lebih keren dari Ultraman Cosmos!" seru seorang namja cilik berumur 5 tahun. kedua matanya tampak berbinar-binar melihat aksi Yong Guk menyingkirkan dua musuhnya di dalam air. Terlebih kostum yang ia gunakan saat ini benar-benar membuat namja kecil itu berdecak kagum, secara mengejutkan ia melepas celananya bermaksud meniru kostum Yong Guk.
"M-Minho..apa yang kau lakukan Chaggy...MINHOOOO!" Yeojja itu begitu terkejut melihat putranya melepas celananya, ia hendak menarik tangan Minho...namun namja kecil itu sudah terlebih dahulu berlari mendekati Yong Guk.
.
.
Melihat kekacauan tersebut membuat Hangeng dan Kangin turun tangan, mereka menarik paksa tubuh tiga namja brandal itu dari kolam renang tersebut. Sontak hal ini membuat riuh tawa dari para tamu undangan karena penampilan Yong Guk saat ini.
"Apa kalian ingin membunuhku di dalam air eoh?!" Yong Guk berkacak pinggang, dan menghardik keras dua dongsaengnya yang bersimpuh di hadapannya. namja garang itu tak menyadari bahwa dirinya tengah menjadi pusat sorotan.
"H-hyung...ngg i-itu...k-kau...celanamu~
"JANGAN MEMBANTAHKU!...DAN JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN PABBO, KALIAN MEMBUATKU GILA!"
Gertakkan keras itu membuat Daehyun menudukkan kepalanya, ia terlalu takut menghadapi singa yang tengah mengamuk di hadapannya saat ini.
"Hyung...siapa namamu?"
Yong Guk menoleh cepat ke bawah saat seorang anak kecil menarik-narik lengan jasnya.
"Yong Guk...Yya! dimana celanamu? Kau bisa kedinginan adik kecil". Ujar Yong Guk sembari mengacak surai minho.
"Wooww! Daebaakk!...ULTRAMAN YONG GUK! Ah..Kau sendiri juga tidak kedinginan".
"Ultaraman Yong Guk?". Yong Guk mengerjap polos mendengar penuturan namja kecil itu, ia memutuskan untuk melihat keadaan tubuh bagian bawahnya dan seketika itu ia menjerit histeris.
"DIMANA CELANAKU?!" Jerit Yong Guk sembari menangkup benda keras yang terbalut kain tipis di tengah selangkanganya.
Jong Up dan Daehyun memandangnya jengah...dengan malas mereka mengarahkan telunjukknya ke tengah kolam renang, dan di sanalah celana hitam Yong Guk terapung-apung dengan tenangnya.
Yong Guk berteriak frustasi...sangat tidak mungkin kembali memasuki kolam bersuhu hampir 0 drajat itu, tubuhnya sudah menggigil kedinginan. Yong Guk lebih memilih beranjak cepat mengangkat tubuh tak sadarkan diri Himchan dan membawanya keluar dari halaman rumah itu, biarlah untuk hari ini ia membanting seluruh harga dirinya di hadapan ratusan orang tersebut, berlari menggendong bridal kekasihnya dengan penampilan yang tidak lazim.
Sementara Kangin dan Hangeng tampak memijit pelipisnya yang terasa pening melihat kekacauan yang di timbulkan remaja berjas hitam yang melarikan diri dengan hanya mengenakan celana dalam saja. 'anak bodoh' batinnya.
.
.
.
.
"Kyu gwaenchana? Tubuhmu dingin sekali.." Ujar Sungmin cemas, ia memeluk erat tubuh polos Kyuhyun yang hanya terlilitkan selimut. Kejadian beberapa jam yang lalu di kolam mereka membuat tampan itu menggigil kedinginan.
"Jinjja?...ahh aku membutuhkan kehangatan yang lebih dari ini Chaggy". Dengan lembut Kyuhyun membelai punggung sempit Sungmin, namja cantik itu masih mengenakan tuxedonya.
"Apa pelukanku kurang hangat? kau menginginkan pelukan yang lebih hangat dari orang lain?...Hiks...jangan meninggalkanku Kyunnie"
Nada bicaranya terdengar serak, begitu jelas Sungmin tengah menahan sedih sekaligus kesal.
Kyuhyun terkekeh pelan, mendengar rengekan manja dari Sungmin. Wajah cantiknya semakin menggmaskan dengan pipi yang menggembung dan bibir yang terpout lucu. Perlahan ia mengubah posisinya menjadi di atas tubuh Sungmin. memenjarakan tubuh mungil itu tanpa menindih perutnya.
"Yya!...aku hanya menginginkan pelukan hangat dari istri tercintaku, dan aku tak mungkin meninggalkanmu Chaggy...karena itu sama saja dengan membunuhku...saranghae Cho Sungmin". Ucap Kyuhyun sembari melepas kancing tuxedo dan kemeja Sungmin secara perlahan, berulang kali ia mengecup dan menjilat permukaan kulit baby skin yang sedikit demi sedikit mulai terekspose di hadapannya.
"Mmh...N-nado...akhh...sa-kit!..nghh". Sungmin meremas kuat surai coklat Kyuhyun, kala rasa perih sekaligus nikmat mulai mendera nipple kanannya. Namja tampan itu begitu lihai menggigit dan menyesap titik sensitif di dada istrinya.
.
.
Tubuh cantik berisi Sungmin kini sudah sepenuhnya tak berbalutkan kain apapun, setiap lekuknya menjadi kenikmatan tersendiri bagi Kyuhyun, namja tampan itu tak henti-hentinya mengecup, menjillat atau bahkan menggigit permukaan halus itu tanpa jeda. Kyuhyun beringsut perlahan untuk memeluk perut Sungmin, kerap kali ia menggelitik lubang kecil di perut itu dengan lidah basahnya. Kyuhyun sangat menyukainya...perut buncit Sungmin terlihat menggemaskan di matanya. Perlahan ia menyusupkan tangannya di bawah tubuh Sungmin, sedikit mengangkatnya untuk memudahkannya mencumbu perut namja cantik itu.
"A-anghh...mmhh...K-kyuhhh...ah!"
"Berat badanmu bertambah Ming..". Ujar Kyuhyun di sela-sela jilatannya, ia semakin mengeratkan rengkuhannya pada perut namja cantiknya.
rangsangan itu membuat Sungmin meremas kuat kain sprei di bawahnya, kenikmatan yang menggelitik perutnya membuat namja cantik itu tak menghiraukan ucapan suaminya. Rintihannya kian menjadi-jadi ketika Kyuhyun membelai dan memijat lembut benda mungil di tengah selangkangannya.
"Ah!...nghh..akkhh...K-kyunniehh...akkh.. Mmmm~Aaaahhh!".
Kyuhyun dengan tiba-tiba meraih junior Sungmin dan memasukkannya ke dalam mulutnya membuat Sungmin memekik keras karenanya. Kakinya bergerak resah saat Kyuhyun mulai mengerat benda mungil itu dengan giginya. Berkali-kali ia mengejang dan merintih mendapat sengatan kenikmatan dari ujung junior yang digigiti Kyuhyun.
.
.
Dadanya kembang kempis mengiringi nafas yang kian tersendat. Sungmin bergerak liar di bawah rangsangan Kyuhyun. Namja cantik itu menengadahkan kepala, tampak saliva mengalir dari sudut bibirnya yang terbuka karena terengah. Wajah menahan nikmat itu benar-benar menggoda di mata Kyuhyun, ia mempercepat dan menguatkan hisapannya pada Junior mungil Sungmin.
Puncak kenikmatannya hampir mendekat...Sungmin mengangkat tinggi pinggulnya, membenamkan jauh junior yang telah menegang di dalam mulut Kyuhyun.
"Sshh...akhh...K-kyuhhh!..A-ku...aaahh...NGGGGHH! AHHH!"
.
'Gulp'
Kyuhyun meneguk cairan putih kental yang begitu manis di lidahnya, namun hanya sebagian yang ia telan. Namja tampan itu beralih menarik kaki Sungmin hingga menjuntai di tepi ranjang... kemudian ia berjongkok untuk melebarkan kaki Sungmin. Kyuhyun mengendus single hole yang terpampang di depannya dan setelahnya ia mulai membalurkan sperma Sungmin yang masih tersisa di mulutnya pada lubang senggama yang terlihat berkedut itu. Lidahnya bergerak liar melumasi kerutan single hole tersebut dengan saliva yang telah bercampur dengan cairan cinta namja cantiknya.
"Nnn~..aaahh...Kyu-hyunnhhh...ukkhh...anghh..ahhh". Desah Sungmin, ia menggeliat hebat karena cumbuan di bagian bawah tubuhnya. Kyuhyun terus menerus menggelitik lubang analnya yang telah basah dan memerah sempurna. berkali-kali bergerak menjauhi jangkauan lidah itu...namun tangan Kyuhyun begitu kuat mencengkeram pahanya, membuatnya pasrah pada rasa geli yang semakin menyiksa hasratnya...Sungmin menginginkan yang lebih dari itu.
.
.
Setelah cukup lama berkutat pada lubang sensitif milik istrinya, Kyuhyun melepas cumbuan basah itu...kemudian beralih menarik sebuah bantal untuk diletakan di bawah perut Sungmin sebagai penyangganya. Kyuhyun melumat kasar bibir cherry yang terbuka, membuat Sungmin mengerang tertahan karenanya.
.
.
"La-kukan dengan pelan Kyuh...mmh". Ucap sungmin, namja cantik itu memandang sayu pada Kyuhyun. Bibirnya semakin merah merekah akibat lumatan yang Kyuhyun berikan.
"Ne Chaggy...aku tidak akan menyakiti Baby-nya".
Kyuhyun mengangkat kedua kaki Sungmin dan meletakkannya di pundaknya, ia memposisikan kejantanananya yang telah menegang sempurna di depan lubang anal Sungmin. Dengan perlahan Kyuhyun mulai mendorong masuk miliknya. Remasan lembut dan rasa hangat dari rektum Sungmin seketika melingkupi penis besarnya.
"Pe-lanh!..arghh...ma-sih sakiithh! Arghh".
"Sedikit lagi Chaggy.."
BLESS
"Urmmhhh...mmmhh...mmmhh..kyuhhmmph!". Jeritan Sungmin sepenunya teredam oleh ciuman Kyuhyun. ia memeluk erat tubuh Kyuhyun yang mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan.
"Hiks...sakit Kyuuu...mmmhh~ ahh...ahh!".
"Mianhae...sebentar lagi sakitnya akan hilang Chaggy". Ujar Kyhyun sembari menjilat bagian belakang telinga Sungmin, ia mengarahkan tangan kananya untuk memijit dan meremas-remas twinsball milik istrinya.
"Ahh..nghh..Kyuhh..".
.
.
.
.
"AH!...mhhh..Kyunniehh! ahh...akkhh...fas-terhh!..ngghh!AHH!". Pekik Sungmin. Hujaman kuat yang menumbuk telak prostatnya membuat tubuh mungilnya terhentak-hentak. Bulir peluh menjadikan tubuh cantik berisi itu kian berkilau di bawah cahaya remang lampu kamar. Sungmin tak berdaya dengan deraan kenikmatan di tubuhnya, ia menggeleng pasrah ke kanan dan ke kiri merasakan perutnya mulai mengejang. Satu tarikan nafas panjang dan setelahnya cairan cintanya kembali menghambur keluar membasahi tubuh keduanya.
"Kau cantik Mingh...Ngghh.."
Kyuhyun kembali menggerakkan penisnya keluar masuk setelah sebelumnya memberikan jeda bagi Sungmin untuk menikmati orgasmenya. Jeritan dan lenguhan Sungmin pun kembali mengalun memenuhi kamar mereka.
"Ah...ngh..Kyuhh..ahh..le-biiiihhh...AH!...AKKH!.. KYUNNIEEHH!"
"KKKHH!...MIINGHH! ssshhhhh".
Kyuhyun memeluk erat namja mungil di bawahnya...beberapa kali ia mengejang saat memuntahkan spermanya ke dalam rongga tubuh Sungmin. Namja tampan itu mengecup lama bibir kissable yang terbuka, sedikit menggigitinya karena gemas.
.
.
.
"Kyuu..hhhh..hh...aku lelah". Cicit Sungmin terengah-engah.
"Ne Chaggy ...tidurlah".
"Keluarkan milikmu...Kyuuu". Rengek Sungmin dengan kedua mata yang telah terpejam.
"Shirreo...aku ingin terus merasakan tubuh istriku...sekarang tidurlah, aku akan menjagamu sampai kau terbangun nanti".
Tak ada rengekan manja lagi...hanya terdengar nafas yang telah berhembus teratur dari namja cantiknya. Kyuhyun menyingkirkan rambut basah yang menjuntai di kening dan pipi Sungmin, kemudian mengecup lama bibir cherrynya. Ia bahagia mengamati wajah malaikat dalam pelukannya itu...berkali-kali Kyuhyun mengelus lembut perut Sungmin berusaha merasakan detakkan jantung sikecil dari dalamnya.
.
.
.
"Himchannie...Yya! sadaralah Chaggiyaa". Seru Yong Guk, ia begitu cemas namja ullzangnya tak kunjung membuka mata. Sudah lebih dari 1 jam namja garang itu melakukan nafas buatan untuk Himchan, namun tetap saja hasilnya nihil.
Ia kembali membenarkan posisi tidur namja ulzzang itu dan kembali menekan kepala dan dagu Himchan agar bibir tipisnya terbuka, kemudian berusaha meniupkan nafas hangat untuk memenuhi paru-paru kekasihnya.
.
.
"UGHHHMMPHHH! HHAHH..HAHH...APA YANG KAU LAKUKAN HYUNG!"
BRUGGHH
Himchan tiba-tiba membulatkan mata lebar saat nafasnya serasa tercekik, dan ia semakin terkejut mendapati kekasihnya rupanya tengah membekap penuh bibirnya dengan ciumannya. Secepat kilat Himchan mendorong tubuh Yong Guk hingga terpental ke bawah ranjang, demi melepas ciuman mematikan itu.
"A-awhh..appohh Himchannie!". Seru Yong Guk sembari memgusap-usap pantatnya.
"Kau ingin membunuhku dengan ciumanmu Hyung?!"
"M-MWOOO?" Yong Guk cepat-cepat berdiri dan memandang heran namja ulzzang itu.
"Ciumanmu mematikan!"
"YAH!aku memberimu nafas buatan pabbo!..aisshh jinjja"
"Na-fas buatan?"
"Tidak ingatkah kau tenggelam di kolam Kyuhyun?! dan aku berusaha menyelamatkanmu dengan mempertaruhkan seluruh harga diriku...kau membuatku gila Himchannieee!"
Yong Guk begitu frustasi jika mengingat penampilannya yang begitu memalukan di pesta pernikahan Kyuhyun beberapa jam yang lalu.
"Sekarang kau harus membayarnya chaggiyaahh".
"H-hyunghh...ahh..t-tunggu...Uhmmphh...Hyummhhh!". Tubuh kurusnya kembali terhempas ke ranjang saat yong Guk dengan tiba-tiba menindihnya dan mencium bibirnya dengan brutal.
"Eumhmh...Tunggu Hyung!". Himchan mendorong kasar dada Yong Guk hingga ciuman itu terlepas secara paksa.
"Wae?"
"Di mana Zelo? Apa Dua anak itu masih mengganggunya?"
"Tidak...dia aman bersama Young Jae". Tukasnya cepat, lalu berlaih melumat kembali bibir kekasihnya.
"Mmhh...t-tunggu Hyung!"
"WAEEE?!" Yong Guk berseru keras saat Himchan kembali menginterupsi cumbuannya di dada Himchan.
"A-aku belum melepas bajuku".
"Tak perlu! Kau sudah telanjang, aku yang melepas bajumu saat kau pingsan tadi".
Yong Guk kembali melanjutkan kegiatannya mengecupi seluruh tubuh namja ulzzangnya.
"H-hyung t-tunggu~
"YAH! bisakah kau diam dan nikmati semua ini Himchannie!? Aisshh..aku tidak tahan lagi!".
Tanpa menghiraukan pekikan ketakutan kekasihnya, namja garang itu memposisikan kaki jenjang Himchan agar memeluk pinggangnya. Berkali-kali Himchan merengek untuk menghentikan semuanya, namun percuma...nafsu sudah sepenuhnya menguasai diri Yong Guk.
Yong Guk perlahan mendorong masuk kejantananya ke dalam rektum Himchan, terlihat jelas namja ulzzang itu mengernyit sakit. Himchan benar-benar merutuki saat-saat penetrasi yang menyakitkan itu, meski pada akhirnya nanti ia akan mendesah nikmat dan berulang kali memekikkan nama kekasihnya.
.
.
"Hiks...Sa-kit..argh!..H-hyunghh...AKH! SAKIT PAABBOHHH!". Himchan tiba-tiba mendudukkan dirinya dan menjerit keras ketika Yong Guk mendorong milikknya dalam sekali hentak.
Berkali-kali namja ulzzang itu melayangkan pukulan keras di kepala Yong Guk sebagai pelampiasan rasa sakitnya.
"Y-YAH!...Berhenti memukuli kepalaku!...Ck! Diam Himchannie!". Yong Guk menghempas tubuh kurus itu kemudian mengunci pergerakan tangan Himchan di kedua sisi kepalanya.
"Hiks...sakit Hyung..arghh pe-lanhh..akhh".
"Yyaaa...kau cengeng sekali eohh? Tutup matamu, kau tidak akan merasakan sakit setelah ini..hnghh". Ujar Yong Guk sembari menggerakkan tubuhnya, namja garang itu sedikit mencondongkan tubuhnya demi meraih nipple kanan Himchan, memberinya hisapan lembut untuk meyamarkan rasa sakit kekasihnya.
Pekikan sakit itu perlahan-lahan berubah menjadi racauan nikmat. Himchan mengeratkan pelukan kakinya di pinggang Yong Guk agar menghujam lubang analnya semakin dalam. Berkali-kali ia menghempas kepalanya frustasi, remasan kuat tangan Yong Guk di junior dan twinsballlnya membuat tubuh kurusnya bergerak liar.
.
.
"AH! H-hyunngiehh..akhh...ce-pathh...ah..i-ni nik-mathh Hyuungghhh...mmhhhhmp".
Yong Guk tersenyum puas melihat raut menahan nikmat dari paras Himchan, rambut halusnya kini terlihat berantakan terlebih rona merah di wajahnya semakin mebuat Hiimchan begitu menggoda, ia melumat kasar bibir tipis yang terbuka dan secepat mungkin menyeruakkan lidahnya ke dalam belahan manis itu.
Decitan ranjang diseratai kecipak cumbuan mereka begitu jelas mendominasi apartement mewah itu. Yong Guk menelungkupkan tubuh tak berdaya himchan tanpa melepas tautan kejantananya dalam single hole namja ulzzang itu. Ia mengangkat kaki kiri himchan dan menghujamkan kembali penis besarnya dengan kekuatan penuh, jerit nikmatpun kembali mengalun dari bibir tipis namja ulzzang itu.
"Nggaahh!..AH!..Akh!...AH!..H-Hyuungghhh...a-ku..A KKHHH!...Keluar! AKKKK~~"
Himcham membusungkan dada hebat, buku-buku jemarinya tampak memutih karena meremas kuat lengan Yong Guk. Semburan spermanya membuat seluruh tubuhnya mengejang, namja ulzzang itu bernafas lega setelah menuntaskan hasratnya, namun itu tak berlangsung lama...kekasihnya kini kembali menghentak keras tubuhnya memaksanya mendesah dan menjerit nikmat. Penyatuan mereka berlangsung cukup lama, Yong Guk begitu bergairah menyetubuhi Himchan, meski tubuh namja ulzzang itu kini sepenuhnya lemas tak berdaya karena kilimaks berkali-kali.
.
.
"AKH!..AH!...Cu-cukuphh!..OHH~!..AH!..HYUUUNGGGHH!"
"KHHHH...HIMCHANNIEE! ssshhh".
Yong Guk mencengkeram pinggul Himchan untuk memperdalam letupan spermanya dalam rongga tubuh namja ulzzang itu. nafasnya terengah hebat seiring jatuhnya tubuh kekar itu menindih tubuh Himchan.
.
"H-hyung...jangan memperkosaku lagi". Gumam Himchan di batas kesadarannya.
Yong Guk terkekeh pelan, ia menarik perlahan penisnya dan membenarkan posisi tubuh Himchan agar terlentang. Namja garang itu tersenyum lembut melihat kekasihnya begitu kepayahan menstabilkan deru nafasnya.
"Siapa yang memperkosamu eohh?...aku hanya berusaha membuat perutmu ini terisi aegya kita". Ujar Yong Guk riang, ia menrik selimut untuk menutupi tubuh keduanya dan memeluk tubuh Himchan yang sudah terlelap dalam dekapannya.
.
.
.
.
"Hhmmh..kyuu..Hiks".
Kyuhyun terbangun begitu menyadari Sungmin menggeliat dalam pelukannya, namja tampan itu begitu panik melihat Sungmin mengernyit dan terisak kecil dalam tidurnya.
"Ming...irreona Chaggy". Kyuhyun menepuk pelan pipi chubby Sungmin untuk membangunkannya.
"Wae?" Tanya Kyuhyun begitu namja cantiknya membuka mata.
"Perutku sakit Kyu...hiks tidak nyaman".
Kyuhyun tersenyum mendengarnya, ia beralih menyibak selimut Sungmin dan mengusap lembut perut namja cantik itu. berusaha menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya.
"Apa sudah merasa lebih baik Chaggy?"
"Eumh..sedikit".
"Tidurlah kembali Ming". Ujar Kyuhyun sambil terus membelai perut Sungmin, ia mengecup pelan kening Sungmin dan terkadang bersenandung kecil untuk menenangkan namja cantiknya.
"Kyuu..."
"Ne...chaggy?"
"Cium..aku".
Namja tampan itu terkekeh pelan melihat wajah kekanakan Sungmin yang mempoutkan bibirnya, ia meraih rahang Sungmin dan mulai menyesap bibir cherrynya, memberinya lumatan-lumatan kecil hingga namja cantik itu kembali terlelap.
Kyuhyun kembali membenarkan letak selimut mereka, namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan penggilan manja Sungmin. Namja cantik itu rupanya kembali terbangun.
"Kyuu..".
"Eum?..kau tidak jadi tidur?"
"Aku ingin Caffe Latte Kyuu". Rengek Sungmin.
"Chaggiyaa~
"Arrasseo...tidak Caffe Latte, asalkan rasanya hampir sama". Ucap Sungmin cepat, begitu menyadari kyuhyun akan menentang keinginannya.
"M-mwo? minuman macam apa itu?"
"Hiks...aku sangat menginginkannya Kyuu.."
"N-ne...aku akan membuatkannya Chaggy...tunggulah sebentar". Kyuhyun melilitkan selimut di tubuhnya dan setelahnya beranjak ke dapur untuk membuat minuman yang diinginkan Sungmin, namja tampan itu menduga, Sungminnya pasti tengah ngidam.
.
Tak membutuhkan waktu lama...untuk membuat minuman tersebut, Kyuhyun telah kembali memasuki kamarnya dengan secangkir minuman hangat di tangannya.
"Apa ini Caffe Latte?" Ujar Sungmin, kedua manik foxynya begitu berbinar menanti jawaban Kyuhyun.
"Bukan...Cobalah chaggy".
Dengan perlahan Kyuhhyun membantu Sungmin untuk meneguk cairan kental itu, ia tersenyum tipis menyadari istrinya sepertinya menyukai minuman yang ia buat.
"Kyu apa ini,rasanya sedikit pahit tapi manis?". Sungmin mengerjap polos mencoba meresapi rasa asing di indra pengecapnya, namun ia menyukai rasa itu...tak berbeda jauh dengan Caffe Latte meski sebenarnya tetap caffe latte yang ia cintai.
"Matcha Latte, apa kau menyukai rasanya".
"Mashitta...Matcha Latte?"
"Ne...Matcha Latte, perpaduan green tea dengan susu hangat. Baguslah jika kau menyukainya...anti oksidan baik untuk tubuhmu dan aegya kita Chaggy". Kyuhyun meraih cangkir Sungmin dan meletakkannya di meja nakas, ia kembali merebahkan tubuh Sungmin kemudian memeluknya dengan perlindungan penuh.
"Sekarang kembalilah tidur Ming Chaggy".
"Kau harus membuatkanku minuman itu setiap hari ne?". Gumam Sungmin, namja cantik itu semakin membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Tentu Chaggy...apapun untukmu"
.
.
.
2 Bulan kemudian
"Hmphh..Hoeekk~..hhh..hhh..Hoeekkk~".
Yong Guk cepat-cepat terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara aneh dari balik kamar mandinya. Jam masih menunjukkan pukul 1 pagi...suara itu benar-benar mengusik tidurnya, ia beralih menoleh ke samping untuk memastikan keadaan namja ulzzangnya, dan sedetik kemudian ia terbelalak lebar menyadari Himchan tak di sisinya.
"Hooeekkkk~"
"Himchannie!" Seru Yong Guk, ia melompat dari ranjang untuk memasuki kamar mandi setelah mengetahui suara itu milik kekasihnya.
"Himchannie...gwaenchana.."
"Hmphh...Hyu-hooekk~"
"Astaga...kau hamil?..Ah! Saranghaeee Himchannie!". Yong Guk tertawa lepas, ia mengangkat tubuh himchan yang masih berusaha mengeluarkan isi perutnya karena mual.
"Hmpph Hoekk~ Tu-run...ughh..turunkan aku HYUNGG!"
Yong Guk dengan riang menurunkan tubuh Himchan dan memijit tengkuk namja ulzzang yang begitu kepayahan memuntahkan cairan bening ke dalam wastafel. Berkali-kali ia terkikik geli melihat kekasihnya bersusah payah menahan mual. Kebahagiaan nampaknya mendominasi suasana hatinya saat ini.
.
.
Yong Guk menggendong bridal tubuh Himchan, dan merebahkannya di ranjang selembut mungkin.
Ia menepuk-nepuk kening Himchan, bermaksud menenangkan namja ulzzang itu.
"Kau cantik sekali Himchannie". Tukasnya begitu riang sambil mengelus perut datar kekasihnya
"Ck pabbo!...kau bicara apa Hyung!".
"Aisshh...aku sedang memujimu!..cepat tidur lagi kau sedang hamil Chaggiya".
"Yya! Jangan terlalu yakin aku hamil Hyung!"
"M-mwoo?...baiklah akan kubuktikan jika kau memang hamil!"
Yong Guk beralih cepat mengambil ponselnya di meja nakas untuk menghubungi Dongsaeng kecilnya.
.
.
"Yeobbsseyo Hyung, kenapa menghubungiku tengah malam seperti ini?"
"Cepat ke Apotik!". Ujar Yong Guk santai.
"M-mwo?"
"Belikan aku Test Pack!"
"MWOOOHHH?"
"YAH! Ppali Pabbo!"
"Hiks...Arrasseo!".
Yong Guk tersenyum lebar setelah memutus line telfonnya, ia kembali beringsut mendekati Himchan dan memeluknya erat.
.
.
.
Kyuhyun mengusap wajahnya yang begitu kusut, selama seminggu ini namja tampan itu selalu kehilangan porsi tidurnya untuk menenangkan Sungmin di tengah malam. Hampir setiap hari Sungmin kesulitan untuk memejamkan matanya, kandungan yang semakin membesar membuat namja cantik itu mengeluh tak nyaman bahkan merasa nyeri di perut, pinggul dan punggungnya. Dan tak ada yang dapat meredakannya selain sentuhan hangat Kyuhyun.
"Kyu...ughh, sakit". Rintih Sungmin begitu merasakan perutnya kembali berkontraksi kecil.
"Sshh...rileks-kan tubuhmu Chaggy". Ujar Kyuhyun sembari menaruh sebuah bantal di bawah perut Sungmin, kemudian mengelusnya pelan.
Kyuhyun tersenyum tipis ketika mengamati raut wajah Sungmin kembali menenang, berkali-kali ia mengecup sayang bibir mungil Sungmin dan mendapat kikian kecil dari namja cantik itu.
"Gomawo Kyunnie..".
"Yyaa...untuk apa berterimakasih seperti itu eum?".
Sungmin meraih leher Kyuhyun dan mengecup lama bibir merahnya, ia tersenyum manis setelah melepas ciuman lembut itu.
"Karena kau mencintaiku..".
"Ne...aku sangat mencintaimu Chaggy, melebihi apapun".
Namja cantik itu menatap sendu sosok tampan itu, sedikit rasa sesal kini menelusup ke dalam relung hatinya. Ia tau...Kyuhyun teramat mencintainya, namun tak dipungkiri bahwa ia turut bersalah karena dirinyalah... Kyuhyun rela melepas impiannya.
"Kau melepas impianmu karena diriku...mianhae Kyuu".
Kyuhyun terkekeh pelan mendengarnya, ia beranjak mendekati tas punggungnya dan mengambil sesuatu dari dalamnya.
"Aku masih memegang impianku Ming".
Sungmin terbelalak lebar mendengar penuturan Kyuhyun, rasa takut perlahan merayap dalam benaknya. Ia begitu takut Kyuhyun akan pergi meninggalkannya sendiri. Dan Sungmin tak mengharapkan hal itu terjadi, karna ia sangatlah membutuhkan Kyuhyun.
"Yya...ada apa dengan wajah itu?..jangan berfikiran aku meninggalkanmu...itu tidak akan mungkin Chaggy, bacalah...Jung Seonsaengnim memberitau hal ini padaku siang tadi".
Sungmin dengan gemetar mengambil kertas tersebut dan mulai membacanya secara perlahan. Kedua matanya mengerjap polos...ia memandang Kyuhyun yang terkekeh pelan kemudian berganti memandang kertas dalam tangannya. Sedetik kemudian ia meraih tubuh Kyuhyun dan memeluknya erat. Mereka tertawa lepas, isi dari surat itu sangatlah membahagiakan hati keduanya.
"Kau jahat menyembunyikan ini".
"Aku memang berniat memberimu kejutan Chaggy". Kyuhyun kembali membaringkan tubuh Sungmin tanpa melepaskan dekapannya.
"Kenapa aku memiliki suami sepintar ini Eumm?". Ujar Sungmin dalam dekapan Kyuhyun.
"Yya...kau harus bangga memilikiku, tunggulah 1 tahun lagi aku menyelesaikan kuliahku kemudian menjadi dokter hebat untukmu".
"Tapi apa kau yakin ingin menjadi Dokter, bukankah selama ini~
"Sssshh...Aku ingin menjadi seorang Ayah yang selalu menjaga istri dan anakku tetap sehat Chaggy".
"Kyuuuu". Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun. Semua ini terlalu indah untuk namja cantik itu. Ia tetap dapat melihat Kyuhyun meraih impiannya, tanpa harus memisahkan raga masing-masing. Semua kebahagiaan ini lebih dari cukup bagi Sungmin...Kyuhyun dan Buah hatinya akan selalu menjaganya.
.
Flash Back On
Yunho tersenyum hangat begitu menyadari kehadiran anak didik kebanggaanya. Ia menutup buku yang sebelumnya di bacanya kemudian beralih mengambil selembar kertas dari map hijau toska di sisinya.
"Apa yang ingin anda bicarakan Jung Seonsaengnim?"
Tak ingin mengulur Waktu lama, yunho menyerahan kertas tersebut pada Kyuhyun. Namja tampan itu cukup terkejut dengan hal tersebut, bukankah ia sudah membatalkan beasiswa itu.
"Bacalah Kyu...ini bukan tentang beasiswa itu, aku memang menyayangkan kau tidak mengambilnya. Namun ternyata kesempatan emas selalu menantimu, dan kau mendapat percepatan pendidikanmu".
Kyuhyun dengan seksama membaca deretan huruf tersebut, senyum menawannya kian terkembang kala mengetahui isi dari surat tersebut.
"Seoul National University memberimu kesempatan untuk menyelesaikan pendidikanu di sana, kau memiliki kebebasan untuk memilih fakultas apa yang akan kau minati. Dan bagusnya karena kecerdasanmu, hanya membutuhkan waktu 1 tahun untuk menyelesaikannya Kyu, tidakkah ini menggembirakan untukmu...kau diterima di salah satu universitas terkemuka di asia tanpa melalui tes". Jelas Yunho begitu bangga. Rasa bangga itu bukan tanpa alasan, ia memang telah menganggap Kyuhyun sebagai anak kesayangannya di sekolah terebut. Tentu Yunho sangat mengharapkan Kyuhyun meraih sukses dengan kecerdasannya itu.
"Jangan menyiakannya lagi, karena ini tidak memaksamu untuk pergi ke luar negri". Lanjut Yunho.
"Aku akan menerimanya Seonsaengnim". Ujar Kyuhyun begitu tegas, kemudian beranjak untuk memeluk guru berkharisma yang selalu memperhatikannya itu.
Flash Back Off
.
.
Sungmin kembali menggeliat resah dalam dekapan Kyuhyun, baru 15 menit yang lalu mereka dapat terlelap dan kini namja cantik itu kembali terbangun.
"K-kyuuu". Panggil sungmin begitu lirih.
Kyuhyun membuka mata begitu merasakan gerakan halus tubuh mungil Sungmin
"Chaggy..kau bangun?..apa perutmu sakit lagi?" Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan mulai menyibak selimut Sungmin untuk mengelus perutnya.
Namja cantik itu menahan tangan Kyuhyun dan menggeleng beberapa kali. Membuat Kyuhyun mengernyit heran karenanya.
"Lalu kenapa kau terbangun?"
"Aku ingin ke apartemen Yong Guk Hyung..". Cicitnnya pelan.
"Mwoo? Untuk apa ke sana? ini masih jam 2 pagi Chaggy".
"aku ingin memakan kimbab buatan Yong Guk Hyung sekarang ini juga...Kyuu Hiks". Bulir air mata mulai lolos dari peupuk mata Sungmin, namja cantik itu meremas kuat selimut tebalnya. Sungguh ia sangat menginginkan makanan itu.
"Aku bisa membuatkamu Chaggy tak perlu~
"Hiks...aku ingin Yong Guk Hyung yang membuatnya Kyuuuu". Sungmin kembali merengek, tangisannya kian mengeras. Dan itu membuat Kyuhyun begitu panik.
"Arrasseo...Ulljima Chaggy, aku akan mengantarmu ke sana". Ujar Kyuhyun sembari menghapus linangan air mata di pipi Sungmin, mengecup bibirnya sesaat dan setelahnya memakaikan sebuah jaket tebal untuk tubuh mungil Sungmin.
Namja tampan itu bergegas cepat menyambar kunci mobil barunya dan membawa Sungmin menuju Apartemen Yong Guk.
.
.
.
"Cepat...keluaran air kecilmu Himchannie!"
"YAH! berhenti memaksaku...aku tidak ingin buang air kecil Hyung!". Himchan meronta-ronta di dalam kamar mandi. Berkali-kali namja ulzzang itu mendorong tubuh kekar Yong Guk agar menjauhi bagian privatnya. Namun percuma tenaga Namja garang itu begitu kuat menahan gerakan tangan dan kakinya hingga membuatnya pasrah berdiri.
"Ck!..cepat keluarkan...aku menunggunya!" ujar Yong Guk, sambil mengarahkan sebuah test pack di ujung junior mungil Himchan.
"Pabboo! Bagaimana mungkin aku bisa buang air kecil jika kau melihatnya seperti itu..aisshhh! Hentikan Hyuung!".
"Jangan banyak bicara cepat keluarkan Chagggiyaahhh..."
DRRRTT...DRRRTTT...DRRRT
Yong Guk mendengus kesal ketika getaran ponselnya berhasil menginterupsi kegiatannya, untuk apa seseorang menghubunginya semalam ini.
.
"Mau apa kau!" Seru Yong Guk begitu mengetahui siapa penelfon tersebut.
"Kami sedang menuju ke apartemenmu!".
"Kau Gila!"
"Sungmin ingin kau memasak kimbab untuknya. Jangan menolak! Karena istriku sedang ngidam!" Tuuut...Tuuut...Tuuut
"MWOOOHHH?! Kau Gila Cho Kyuhyun!". Jerit Yong Guk frustasi, ia meremas-remas kasar ponsel hitam tersebut sebagai pelampiasan kekesalannya.
"Wae Hyung?...jangan memakan ponselmu!" Himchan begitu heran melihat kekasihnya meremas dan menggigiti gadget hitamnya.
Sementara Yong Guk hanya menunduk dalam, tak berniat menanggapi pertanyaan namja ulzzangnya. Pikirannya terlalu kalut menanti detik-detik Kyuhyun akan tiba di apartemennya.
'Mana mungkin seorang sepertiku memasak! Terkutuk kau Chooooo!'
.
.
.
.
.
TBC
Chaaaa Caffe Latte Chap 14 hadir hehe.
ahh..g jadi end chap ini Chinguu...soalnya nunggu baby Kyumin lahir.
Ommo jadi bingung gender babynya. ya udah di votng aj y?
1. kembar namja yeojja
2 kembar yeojja semua
3. kembr namja semua
4. namja
5. yeojja
pilih yang mana chinguyaaa?
Dan untuk:
Cho Na Na,Tiasicho, RithaGaemGyu, Miyoori29, paprikapumpkin, Zahra Amelia, Nha KyuMin, reva kyuminelf, pumpkinsparkyumin, KYUMINTS, kyutamins, hatakehanahungry, nova137, cho hyo woon, , Gaemgyu315, EvilBunny Cho 3, dessykyumin, gorjazsimba, chacha95, Youngfish, aidafuwafuwa,Zhang Ary, ikmubmlk, cho kyuri,MeLody Kim, chikakyumin, Paijem, joyersV.A, Cho MinHyun KyuMin, JOYmin137, is0live89, amelia jillbely, hapsarikyuku, evilbunny, MissELFVIP, kyuminjoy, KyuMinrealformELF, winecouple, SSungMine, evilminnie14, diamond, Cul Ah, fishyank,reaRelf, longyoung, Yc K.S.H, , Safira Blue Sapphire, hibiki kurenai, ChoKyunnie, kyuloveminsujujungeunsungelf, AyuClouds69, vey900128, Indah Isma N, cha, sha, Deer Panda, Miho, ChoiShinYang, Yefah KyuminShippClouds, sitapumpkinelf, Lovesungminppa, Park Ha Mi, Kim Min Ah,Kanaya, Kyurin Minnie, 137137137, Izmajukir, Serenade Juetania, Sonoda Mio, epildedo, dhian930715ELF, Cho Sa Min, lilin swan kyumin, kyumin forever, hana ryeong9, KyoKMS26, Lylyda, desikyumin, namnam15, rinakyu, Cho Kyuri Mappanyukki, perfvcKYU, giyuhyeon,dianyelf11, , Maximumelf, rinrinsmfly91, hanamiJOY137, mariels25, hyukie,Cho Adah, , kyuusungminnie, You Know Who, lee13ming, jjongieliam, fymuthia,zoldyk, Choco Kyu, hafsah, ZaAra eviLKyu, .1, Minnippel, QQ KyuminShipper, lia, Rosa Damascena, 137Line, freychullie, Fariny, AnieJOY'ERS, Summerming, joyervara137, lemonade, Choming, sungiewookie, Nilamevilee, Liankyumin137, hachibikyumin, dan para Guest ^^
Gomawoooooo udah kasih review plus semangat buat author di chap 13 kemarin hehe.
.
.
Sangat mengharapkan review chingu di chap ini.. pleaseee ^^
Annyeong Chinguyaa
'Kamshaeeeeeeeee
Huggggg
