The Next Naruto Lucifer

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

Rating : M [Pertarungan]

Genre : Adventure Tragedy

Pairing : ?

Warning : OC!, OOC!, Abal!, Mainstream!, Gaje!, Typo! [Pasti, OverPowered!Naru, Strong!Naru, Strong!Akane, Lucifer!Naru, Uzumaki!Akane.

Summary : Bangkit dengan kekuatan baru dan patnernya, ia bukan lagi anak aib keluarga Hokage tapi orang yang akan mengguncang Element National dan seluruh dunia dengan kehadirannya bersama kekuatan yang sudah mengacau keseimbangan dunia yang tidak masuk di akal sehat itu.

.

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Sebelumnya...

"Menma-kun"

Satu satunya kunoichi tim 7 berteriak khawatir dengan keadaan rekan-nya. Menghiraukan Menma, Oto nin lalu maju beberapa langkah dari tempat Menma berada.

"Khukhukhu sudah saat nya tubuh itu menjadi miliku"

Dengan itu leher Oto nin memanjang menuju tempat Sasuke mulai bangun akibat tendangan Oto nin dan tentu saja kejadian itu mengejutkan semua Genin Konoha ini.

Jarak mulai menipis sekitar 5 meter sebelum Sasuke terkena gigitan Oto nin itu.

Buaakkh!

Kepala Oto nin di tendang dengan keras oleh seseorang tiba tiba berada di depan kepala si Oto nin menyebabkan kepalanya terpental ke atas, dalam keadaan kepala tengah melayang meliuk liuk layaknya ular, sebuat tendangan lagi ia terima membuat kepala si Oto nin jatuh mengikuti gravitasi bumi.

"Sudah kuduga ini kau Orochimaru!... "

OoOoOoO

Oto nin bernama Orochimaru tersebut membulatkan matanya kaget akibat tendangan dari Naruto dan Akane, padahal ia sama sekali merasakan aura Naruto di dekatnya, kenapa tiba tiba sudah di depan-nya dan menendang wajahnya di tambah lagi serangan kedua yang di lakukan oleh Akane membuat wajahnya retak bagian pipi kanan-nya.

"Siapa kau?..."

Wajah Orochimaru berlahan terkelupas layaknya ular berganti kulit. Jujur saja, ia sangat terkejut ada yang mengetahui identitasnya semudah ini apalagi seorang Genin lah yang mengetahuinya padahal ia sudah melakukan penyamaran ini serapih mungkin menggunakan tubuh seseorang sudah ia curi.

"Ini lah kenapa aku benci ular, mereka sangat menjijikan sama sepertimu"

Naruto memandang Orochimari dengan pandangan jijik, kenapa ia tahu jika di depan-nya adalah Orochimaru salah satu legenda sannin Konoha memiliki label S rank missing nin setelah melakukan percobaan pada makhluk hidup menyebabkan ia di usir dari Konoha oleh Sandaime Hokage beberapa tahun yang lalu?.

Naruto pernah mendengar dari leader nya jika Orochimaru merupakan mantan anggota Akatsuki sebelum Naruto dan Akane masuk ke organisasi itu, ia juga mendengar bahwa Orochimaru keluar dari Akatsuki karena mencoba mencuri tubuh Uchiha Itachi namun berhasil di kalahkan oleh Itachi dan membuatnya jadi seperti ini.

"Siapa kau bocah?..."

Orochimaru mulai kesal karena pertanyaan-nya tidak di jawab sebelumnya. Jika biasanya orang lain akan lari terbirit birit mendengar namanya atau bertemu langsung, tapi ke dua Genin ini malah memiliki keberanian yang pantas di acuki jempol berani datang di hadapan-nya secara live, ini membuatnya sedikit tertarik dengan bocah berbeda warna rambut di depan-nya.

Bukan hanya itu yang membuatnya tertarik, tapi ia juga merasakan sedikit cakra tidak asing di tubuh Akane tapi ia tidak ingat cakra itu. Di sisi lain, lebih tepatnya Akane sudah memasang Fuinjutsu khusus agar orang lain tidak mengetahui siapa dirinya, jadi dia tidak perlu khawatir akan Orochimaru tahu siapa dirinya sebenarnya walaupun cakra Uzumakinya sangat kental.

Menma mempunyai cakra Uzumaki dari ibunya tapi tidak sekental Akane membuat cakra Akane dan Menma jauh berbeda di dukung dengan Fuinjutsu menambah asing cakra Akane, itulah kenapa Orochimaru agak asing dengan cakra Uzumaki Akane.

Lain Akane lain pula daya ketertarikan Orochimaru pada Naruto. Orochimaru dari tadi sudah mengaktifkan sensor seorang sannin bisa di bilang sensor bukan hal yang untuk di pandang sebelah mata untuk melakukan observasi pada Genin Amegakure di depan-nya.

Cakra yang sangat sedikit Orochimaru rasakan di sosok Uzumaki Naruto Lucifer. Tapi jika Naruto hanya memiliki cakra hanya bisa melakukan satu jutsu B rank, kenapa Naruto bisa melakukan pergerakan secepat itu?, apakah salah satu jutsu teleportasi?, opini itu langsung Orochimaru buang jauh jauh karena bagaimanapun juga ia sangat tahu betul seberapa besar cakra untuk melakukan Shunshin no Jutsu sempurna apalagi dari pertama kali Naruto muncul, ia tidak melihat Naruto menggunakan handseal!, jadi satu satunya opini yang tepat adalah...,

Kecepatan Naruto bukanlah hasil dari jutsu teleportasi manapun tapi kecepatan murni dari tubuh Naruto seperti Naruto sudah berlatih sangat keras untuk mendapatkan kecepatan ini. Ia yakin akan apa yang dia fikirkan ini dan masih ada satu pertanyaan lagi di benak Orochimaru!, kenapa ia tidak bisa merasakan hawa keberadaan Naruto disekitar sini?.

Walaupun tanpa sensor miliknya seharusnya dia bisa sedikit bisa merasakan cakra Naruto jika Naruto sudah berada di sekitar sini sejak tadi?. Mata ular Orochimaru lalu melirik ke arah Akane berada. Jika itu Akane, ia menganggapnya wajar karena Orochimaru tahu betul Akane sangat mahir menyembunyikan cakra sampai titik terendah, jikalau Orochimaru tidak mengaktifkan sensornya, mungkin ia beranggapan Akane tidak memiliki energi spiritual di sebut cakra itu.

Kalau Orochimaru melihat kejadian di gerbang Shi no Mori saat Chunin Exam tahap ke 2 akan di mulai, mungkin Orochimaru tidak seterkejut ini. Yah seperti pernyataan di atas. Orochimaru memang sejak awal sudah berada di dalam Shi no Mori sebelum Chunin Exam di mulai, jadi dia tidak tahu apa apa tentang Naruto ini. (A/N : Saya memang buat kejadian ini beda sama di cannon jadi kuharap senpai tidak bingung hehehe)

Haah, memikirkan ini benar benar membuat Orochimaru pusing, kejadian ini belum pernah terjadi pada dirinya, tentu saja membuat Orochimaru tertarik pada kedua bocah anggota Akatsuki itu.

"Untuk apa aku memberitahumu?... "

Naruto masih menjawab dengan wajah datarnya pada penghianat Konoha dan Akatsuki di depan-nya. Mendengar jawaban dari Naruto tanpa nada takut tidak tahu siapa yang di hadapinya ini membuat Orochinaru terkekeh pelan.

"Untuk bocah kemarin malam, ucapanmu cukup pedas bocah!, apa kau tidak tahu kau berhadapan dengan siapa?"

Orochimaru masih memegang katana yang konon katana tertajam di dunia Kusanagi menjawab meremehkan pada Naruto. Dari segi pengalaman, kekuatan, dan hal hal lain-nya menurut Orochimaru, ia sudah menang jauh dari pada bocah tengik di hadapan-nya, jadi meremehkan tidak apa kan?.

"Dari nada bicaramu sepertinya kau meremehkan ku Orochimaru?"

Mungkin benar Naruto kalah berpengalaman dalam bertarung dengan sannin di depan-nya itu sejak dirinya berada di dunia ini tapi jangan lupakan pengalaman apa di kehidupan sebelumnya!, kheh Orochimaru sepertinya meremehkan lawan yang salah kali ini.

"Memang kau bisa apa bocah?, paling hanya bisa menggunakan Bunshin no Jutsu dan trik kunai shuriken saja dengan cakra yang sangat sedikit itu hahaha"

Orochimaru memegang dahinya tertawa lepas untuk menjawab ucapan Naruto sebelumnya. Orang lain juga bersikap seperti itu saat akan bertarung dengan Naruto apalagi hanya ada satu pembahasan yang sama yaitu cakra. Apa orang orang pikir kekuatan hanya berasal dari cakra saja?. Naruto sudah kebal dengan situasi saat ini jadi ia tidak perlu susah susah membalas bualan mereka.

"Untuk pedofil seperti mu kurasa kau banyak berbicara omong kosong ular? dan sifat meremehkan akan membunuhmu secara berlahan sampai kau benar benar menghargai musuhmu Orochimaru!"

Naruto tidak suka ini, orang meremehkan lawan-nya melihat hanya dari sampulnya saja, apa mereka tidak tahu jika ada kata pelatah melihat buku dari sampulnya tidak lah baik dan lagi, jika Naruto mau, ia bisa saja membunuh kage di tangan-nya bukanlah hal yang mustahil untuk nya, lalu kenapa berhadapan dengan shinobi berpangkat satu tingkat dari kage harus mundur sebelum bertukar tinju?, ada ada saja.

"Kenapa?, kenapa aku harus melakukan itu?, aku adalah makhluk abadi, tidak ada satu orang pun yang dapat membunuhku apalagi hanya berhadapan dengan bocah Genin seperti mu, memang kau bisa apa?"

Abadi yah?, entah kenapa tiba tiba Naruto teringat dengan salah satu pillar dari pillar pillar Clan iblis yang tersisa di Underword bernama Phenex.

Dulu ia pernah bertarung dengan iblis dari Clan Phenex yang berkoar koar jika dia abadi tapi setelah Naruto serang dalam beberapa kali serangan skala besar, iblis Clan Phenex tersebut masih bisa mati walaupun sedikit menyebalkan melawan orang memiliki regenerasi yang cepat jadi Naruto rasa Orochimaru memiliki kemampuan itu, langsung saja pada intinya, Orochimaru bisa regenerasi menggunakan cakranya seperti Clan Phenex, ini tidak akan sulit, lagi pula dia punya Albion untuk menguras cakra Orochimaru jadi hanya tinggal menguras dan penghabisan.

"Tidak ada yang nama abadi di dunia ini kau tahu?"

Balas Naruto seadanya, ngomong ngomong tentang abadi, Naruto jadi ingat teman sekelompoknya pemuja dewa Jasnin, ia pernah melihat cara bertarung Hidan yaitu dengan mengambil setetes darah untuk ritualnya lalu setelah ritual selesai, ia langsung menusuk dadanya sendiri dan taraa, si korban pemilik darah tersebut KO di tempat. Cara bertarung yang unik.

"Hahaha tapi tidak denganku!"

Kali ini Naruto menghembuskan nafas lelah melihat kesombongan Orochimaru, mungkin sedikit menggunakan kekutan dari patner nya tidaklah buruk?, lagi pula Naruto sudah lama tidak menggunakan-nya.

'Albion lakukan!'

Naruto memejamkan matanya sejenak untuk berbicara dengan patnernya. Ini adalah kali pertama Naruto menggunakan kekuatan Divine Dividing untuk melawan musuhnya tapi kali ini ia akan melakukan-nya melihat siapa yang ia lawan kali ini, ia tidak boleh menggunakan kekuatan yang setengah setengah dan lagi, pasti cakra Orochimaru sudah berkurang sedikit saat melawan tim tujuh.

[Whahaha sudah lama aku tidak menggunakan kemampuan ini, hm tapi Naruto!, apa kau yakin akan hal ini, bukan-nya belum saatnya kau menggunakan kekuatan Divide?]

Benar juga apa yang di katakan Albion, selama ini, Naruto belum pernah menggunakan kekuatan Divide milik Albion dan apa jadinya jika Naruto menggunakan-nya?, akan sangat rumit untuk kedepan-nya, dari yang Albion tahu, kekuatan menyerap sebuah jutsu atau pun cakra, sangatlah langka di Element National apalagi menyerap dengan cara instan tanpa menyentuhnya, entahlah apa yang akan terjadi kedepan-nya.

'Tak apa Albion, lagi pula hanya Orochimaru dan Akane yang ada disini kecuali...,"

Naruto menengok satu persatu anggota tim tujuh dari Menma sudah tidak sadarkan diri, Sasuke mulai berdiri tegak, dan Sakura masih bisa mempertahankan kesadaran-nya.

'..., Tim dari Konoha tapi itu bisa di atur dengan sedikit sentuhan sihir dan selesai!'

Naruto sudah memikirkan resikonya jika satu persatu kemampuan-nya akan di ketahui tapi bukan Naruto nama nya kalau tidak bisa menyelesaikan masalah ini, hanya dengan satu sentuhan sihir yang sudah Naruto pelajari dan menghapus ingatan selesai sudah.

[Baiklah Naruto, jika itu mau mu, aku siap!]

'Yooss, tolong pinjamkan kekuatanmu Albion!'

Naruto memejamkan matanya sejenak lalu membuka kembali dengan menatap Orochimaru tajam namun sama sekali tidak membuat sang sannin gentar akan hal tersebut, sebagai shinobi memiliki pengalaman yang memadai, Orochimaru sudah sering mengalami kejadian ini jadi untuk apa ia gentar hanya dengan tatapan tajam seorang bocah.

"Bersiaplah reptil!"

'Albion lakukan sekarang!'

[Aiyo patner!]

[Divide!] 2X

Deg! Deg!

Beruntung Naruto sudah menyentuh Orochimaru, jika tidak pasti akan sangat merepotkan nantinya harus melawan Orochimaru one on one di tempat ini, huuh jika bukan Orochimaru pasti akan langsung ambruk sedari tadi, ternyata nama sannin memang bukan main main.

"Ughhh..., ap-apa yang terjadi dengan cakraku?"

Semua yang ada di situ kecuali Naruto menatap Orochimaru bingung karena tiba tiba tubuh si sannin ular itu tiba tiba berlutut dengan lutut kanan sebagai penyangga agar tidak jatuh, tidak sampai di situ, Orochimaru juga memegang dadanya merasakan sakit luar biasa setelah setengah cakranya telah Naruto curi.

"Haah, kenapa Orochi?, ada yang berbeda di tubuhmu?"

Naruto tertawa kecil untuk mengejek melihat Orochimaru ambruk dalam beberapa kali membagi kekuatan Orochimaru, cakra yang sudah Naruto ambil begitu banyak sekitar High Chunin karena bagaimana pun juga cakra sannin sangatlah besar dari shinobi lain-nya terkecuali shinobi Clan Uzumaki yang di katakan Bijuu versi manusia.

"Bren*sek!, apa yang kau lakukan pada tubuhku bocah!?"

Orochimaru mulai bangkit kembali dengan nafas mulai tidak beraturan. Jika pengguna sebelum-nya harus memunculkan sayap mekanik Albion untuk membagi tapi Naruto tidak harus melakukan itu karena ia dan Albion sudah menyatu sedikit mirip dengan Bijuu di segel pada Jinchuuriki jadi dia tidak perlu repot repot lagi.

"Saa kita itu musuh loh, tidak etiskan memberi tahu setiap serangan pada lawan?"

Sebagai shinobi memiliki kepintaran tinggi tentu saja dia tahu apa dari maksud ucapan Naruto, sial, kali ini di benar benar di permainkan oleh seorang Genin, andai saja dia tidak lengah, pasti ia sudah menendang bokong Naruto saat ini juga.

'Cakra ku berkurang 50%, tapi kurasa cukup untuk melarikan diri ataupun melawan, cihh dengan cakra seperti ini aku masih belum cukup menggunakan segel kutukan pada Sasuke-kun, tidak ada cara lain kecuali mundur'

Naruto langsung merentangkan kedua tangan-nya keatas lalu di detik kemudian 3 piringan seperti gergaji terbentuk di sana. Gergaji terbentu dari Demonic Power itu yang sebenarnya salah satu jutsu milik Vali tapi Naruto tiru dengan bantuan Albion sebagai mentornya.

Berbagai wajah terkejut terlihat jelas orang orang di sana melihat 3 piringan mirip gergaji di atas Naruto berada tentu saja khusus untuk Akane tidak tahu jika Naruto menyimpan begitu banyak rahasia di dalam dirinya.

Setelah merasa cukup, Naruto kemudian melempar satu piringan gergaji di balik lingkaran sihir ketempat Orochimaru berdiri. Orochimaru tersentak kaget dengan datangnya serangan dari Naruto tergolong cepat itu. Ini waktu yang tidak tepat untuk memikirkan ini semua, tanpa basa basi lagi, Orochimaru langsung melompat menghindarinya.

Sraakk!

Seluruh pohon pohon yang di lintasi properti sihir Naruto terbabat tapih sampai seratus meter panjang-nya, seluruh pasang mata menengguk ludah dengan kasar begitu melihat dampat dari gergaji Naruto langsung terpotong potong.

Orochimaru sempat melirik kebelakang setelah mendarat dengan sempurna. "Untuk orang tua sepertimu ku akui cukup gesit Orochimaru"

Memang benar apa di katakan oleh Naruto, selama ini yang Naruto tahu sangat jarang bahkan bisa di hitung dengan jari dapat menghindari serangan tersebut, tapi tidak apa, ia masih memiliki 2 piringan tersisa.

"Aku tidak bisa tua bocah!"

"Begitu!, tapi bagaimana dengan ini"

Sekali lagi Naruto melempar piringan-nya dengan kecepatan luar biasa gila bahkan di lihat oleh mata telanjang hanya blur yang terlihat tapi insting sannin nya kali ini menolongnya. Gergaji melesat dalam posisi miring terus melesat sampai tiba di depan Orochimaru yang memiringkan tubuhnya.

Belum bernafas lega, satu piringan tersisa sudah berada di depan Orochimaru yang sangat kaget jika satu piringan sebelumnya hanya untuk pengalihan semata.

Terpotong!

Tubuh si Sannin no Densetsu Konoha terpotong menjadi dua bagian. Semua orang begitu membulatkan matanya apalagi tim tujuh dari Konoha tidak menyangka ini akan terjadi, untuk menggores Genin yang ternyata Orochimaru saja mereka tidak bisa tapi, ini sungguh mengejutkan, hanya dengan dua kali serang dan satu kali pengalihan sudah membuat Orochimaru terbelah.

Naruto mengerutkan dahinya bingung lantaran tubuh Orochimaru yang terbelah tidak mengeluarkan darah setetespun, ia harus mulai hati hati sekarang, ia harus tetap waspada akan hal ini.

Dan benar saja. Mulut Orochimaru berlahan terbuka lebar memperlihatkan sosok sebenarnya dari seorang Orochimaru yang penuh lender itu. Ular memang tetap ular bahkan semua jutsunya begitu sangat menjijikan terutama ini layaknya ular berganti kulit lagi.

'Sial..., hanya dengan mengganti tubuh aku sudah kehilangan 20% cakraku, ini tidak baik'

Orochimaru mengumpat di dalam hatinya, memang benar saat ini ia kehilangan 20% cakra hanya untuk berganti tubuh saja. 'aku terlalu meremehkan nya dan lagi, aku belum pernah melihat kemampuan itu di manapun' tentu saja, karena Naruto adalah satu satunya shinobi pengguna Demonic Power jadi belum pernah ada yang bisa melakukan-nya, tidak lebih jelasnya tidak akan pernah terjadi.

'Tidak ada jalan lain... ' batin Orochimaru lalu menggigit ibu jarinya dan menempelkan di tanah.

"Kuchiyose no Jutsu!"

- Uzumakilcchi -

Tiga hari berlalu sejak kejadian di Shi no Mori yang di haruskan Naruto mengeluarkan satu dari sekian jutsu rahasianya yang seharusnya tidak menunjukan sekarang tapi Naruto tidak perlu menghawatirkan hal tersebut di karenakan setelah Naruto dan Akane bertarung dengan dua hewan Kuchiyose ular milik Orochimaru, Naruto sudah menghapus semua ingatan tim tujuh tentang dirinya mengakibatkan tim tujuh hanya mengingat mereka bertarung dengan Oto nin ternyata Orochimaru dan di tolong oleh seseorang tidak di kenal dan tidak mengingat apa apa lagi setelahnya.

Hari ini adalah hari Chunin Exam tahap ke tiga dimulai menyisahkan satu tim Genin Amegakure, satu Genin Oto, satu tim Genin Sunagakure dan lima tim Genin Konohagakure sebagai tuan rumah.

Tim pertama yang berhasil sampai di menara pengawas pertama adalah Genin dari Amegakure hanya dengan dua puluh delapan jam saja membobol rekor dari Uchiha Itachi yang dapat menyelesaikan empat puluh satu jam sebagai waktu penyelesaian Chunin Exam terbaik.

Di nomor dua ada Genin Sunagakure di susul tim delapan Konohagakure, tim sembilan Konohagakure, tim sepuluh Konohagakure, tim tujuh Konohagakure dan Genin tunggal Yakushi Kabuto dan yang terakhir adalah tim Genin Otogakure.

Dan disinilah para peserta Chunin Exam berbaris sedangkan Yondaime Hokage menjelaskan peraturan peraturan kali ini. (Males banget aku njelasin-nya jadi kita lewatkan saja senpai hehehe)

Skip Time

Satu persatu peserta sudah melakukan pertandingan dari Uchiha Sasuke melawan Yoroi Akado Genin asal Otogakure yang dimenangkan oleh Sasuke menggunakan salah satu teknik dari Genin Rock Lee lalu Temari melawan Ten-Ten tentu saja kemenangan berpihak pada Temari yang notabenya menggunakan elemen Fuuton menerbangkan semua senjata senjata yang di keluarkan oleh Ten-Ten, Sakura vs Ino berakhir imbang dsb.

Papan monitor kembali mengacak nama nama peserta tersisa sampai...

Akane Sakurada vs Ikasame Akaru (OC)

Akane menyeringai kecil lalu berjalan tenang di ikuti oleh Genin dari Otogakure tersebut. Akane kali ini meletakan dua Katana miliknya di belakang punggung. Satu katana biasa sedangkan satunya adalah Uzu no Ken peninggalan sang ibunda Akane sedangkan untuk Akaru dia juga menggunakan katana sebagai senjatanya type shinobi pengguna Kenjutsu dan kali ini pertarungan Genin pengguna Kenjutsu untuk pertama kalinya terjadi di Chunin Exam tahap ke tiga ini. Kedua Genin dari kedua desa itu berhadap hadapan memberikan tatapan bukan dalam arti romantis melainkan permusuhan kental di antara mereka.

Pengguna dua pedang dalam dunia shinobi sudah sangatlah jarang sebab itu juga penampilan Akane membawa dua katana adalah sebagai pusat perhatian baik penonton Chunin Exam ini maupun Hokage beserta Anbu mendampingi Hokage ini. Hayate menatap dua peserta bergantian lalu menggucapkan tanda bahwa pertarungan akan segera di mulai.

"Hajime!?... "

Akane belum bergerak dari tempatnya berdiri lalu menyiapkan kuda kudanya begitu pula dengan Akaru mengobservasi Akane untuk mencari celah lalu menghabisinya. Kedua peserta itu menghembuskan nafas panjang lalu menarik katana mereka masing masing yang di di bawa. Akane memundurkan kaki kanan-nya sedikit kebelakang mengambil posisi ancang ancang lalu berlari menggunakan kecepatan Genin pada umumnya.

Tranggg...

Tebasan dari Akane berhasil di blok mudah oleh Akaru dengan memiringkan katana miliknya ke samping melindungi leher siap di penggal Akane barusan. Tidak sampai disitu saja, Akane menarik kembali katana tinggi keudara menebas dada Akaru.

Tranggg...

Akaru tidak mau menjadi bualan bualan bagi Akane segera menyabetkan senjata dia pegang setelah dia menangkis katana Akane kepinggang kecil Akane. Akane melihat itu, dengan gerakan simple, dia memundurkan sebelah kakinya kebelakang membiarkan katana Akaru bebas menebas udara kosong saja.

Memanfaatkan keadaan yang ada, Akane melakukan tebasan miring dari sisi atas kiri kebawah kanan dengan dada Akaru sebagai incaran Akane. Akaru anak bersurai hitam menggunakan pakaian biasa di gunakan oleh shinobi asal Otogakure segera menangkis sebisa mungkin untuk menyelamatkan nyawanya.

Tranggg...

Setelah mengatasi serangan Akane, Akaru langsung mementalkan katana Akana dari katanya melakukan tebasan horizontal dari sebelah kiri. Akane yang tangan-nya di pentalkan oleh Akaru sedikit kaget tapi itu tidak berlangsung lama, dia melompat kebelakang lalu berlari lagi kearah Akaru.

Tranggg... Tranggg... Tranggg...

Seluruh serangan Akane satu persatu di blok oleh Akaru. Rekan dari Naruto itu mengembalikan posisi katana dari posisi sekarang sampai dimana unjung katana berbalik di belakang Akane memegang katana. Dia menghindari serangan Akaru dengan menundukan kepalanya lalu dalam momen seperti itu, Akane menebas dari atas ke bawah.

Swuushhh...

Dalam momen seperti itu, Akaru memundurkan sedikit kepalanya lalu melakukan serangan balasan lagi dengan cara menebas horizontal. Akane tahu maksud dari Akaru pun memblok menggunakan katana miliknya dengan cukup mudah.

Tranggg...

Swuushh...

Akane kali ini meningkatkan tempo bertarungnya untuk awalan yaitu tebasan. Akaru yang melihat tempo dari serangan Akane sedikit dicepatkan langsung meningkatkan kewaspadaan-nya agar tidak salah sangkah untuk menepis serangan Akane.

Tranggg... Tranggg... Tranggg...

Selain ahli dalam bidang Kenjutsu, sifat tenang adalah hal yang dimiliki Akane membuat dia sangat sulit untuk dikenai karena dengan ketenangan, Akane dapat terfokus mengatasi serangan lawan, kira kira itulah yang Naruto ajarkan pada gadis berambut merah ini selain belajar mengontrol cakra dan Kenjutsu.

Naruto di balkon penonton hanya memejamkan matanya sambil menyendekah kepala di tembok. Walaupun begitu, bukan berarti Naruto tidak peduli dengan pertandingan Akane. Naruto tahu Akane itu cukup kuat dalam bidang Kenjutsu tapi tidak mungkin juga ada lebih hebat dari Akane.

Tranggg... Swusshh...

Akaru segera memiringkan kepalanya saat Akane berniat menusuk kepala. Menggunakan lutut, Akaru melakukan tendangan pada perut Akane sedang dalam keadaan membusungkan tubuh, Akaru yakin dengan kondisi seperti ini akan sulit untuk memblok atau menghindari tapi pengecualian tersendiri untuk Akane.

Sebelum lutut Akaru mendarat di perut ramping Akane, Akane terlebih dahulu menarik kembali katana kemudian bersalto kebelakang beberapa kali. Akane menurunkan posisi siaga saat Akaru tidak menyerangnya balas. "Apakah hanya segini saja kekuatanmu?" Akane mengeritkan dahinya bingung apa maksud dari ucapan Akaru itu, bukankah dari tadi jalan-nya pertarungan sedikit didominasi oleh Akane jadi seharusnya yang mengucapkan ini adalah Akane bukan sebaliknya.

"Kenapa kau meminta aku harus mengeluarkan semua yang aku punya" Akane tahu makna tersembunyi Akaru mengucapkan nada remeh yaitu untuk memprovokasi Akane untuk bertarung lebih serius dan mengacau pikiran Akane karena Akaru berpikir, Akane akan berangapan bahwa Akaru lebih hebat darinya karena Akaru meremehkan Akane, dengan begitu, konsentrasi lawan akan buyar membuat kesempatan bagus untuk Akaru mengalahkan Akane.

"Tentu saja hanya dengan kemampuan seperti ini, kau akan sangat sulit mangalahkanku" jika Akane mengeluarkan semua kemampuan-nya hanya untuk pertarungan kecil seperti ini berarti Akane lah sebagai orang bodoh disini. Kongo Fusa adalah Kekai Genkai hanya dimiliki oleh seorang Uzumaki apalagi pemilik Kekai Genkai ini hanya ada satu di dunia shinobi yang diketahui yaitu milik Uzumaki Kushina, Akane mengeluarkan sekarang akan gempar nantinya.

Akane tertawa halus membuat Akaru kebingungan. "Kau tidak perlu khawatir untuk itu, hanya dengan tingkat bertarung ini saja aku akan menjamin kau tidak akan kecewa okay!" Akaru mengetahui rencananya gagal mendecil kesal lalu memasang kuda kudanya kembali begitupula dengan Akane.

Akaru berlari cukup kencang kearah Akane masih diam hanya memasang kuda kuda miliknya saja. Akaru melakukan serangan kedepan tepat di leher Akane. Akane menutup matanya sebentar kemudian menunduk menghindari lalu dalam keadaan seperti itu, Akane menggunakan tendangan pada pinggang Akaru.

Bukan hanya Kenjutsu saja, Taijutsu Akane juga patut di waspadi, memang Akane bertarung Kenjutsu tanpa style apapun tapi bukan berarti Akane akan kalah saat melawan shinobi memiliki style tertentu. Akaru sedikit meringis, tendangan Akane tadi sangat kuat apalagi Akane sudah menambahkan cakra pada kaki menambah demage tendangan tersebut.

Tangan Akaru untuk menangkis tendangan Akane terlihat memar. Akane tidak mau memberikan lawan satu detikpun maka dari itu, Akane menurunkan kakinya lalu kemudian dia mengayunkan tangan kiri tampak tidak melakukan apapun cukup tinggi.

Buaggg...

Akaru terlempar 10 meter dengan luka lebam di pipinya. "One strike, aku dapat memukulmu dalam tingkat seperti ini jadi apakah harus meningkatkan kekuatan lagi" Akaru mulai bangkit sambil mengelus pipinya, dia tampak marah baru saja di permalukan oleh seorang perempuan, memang dia bukan Genin terkuat dari desanya tapi tetap saja mendapatkan serangan dari seorang wanita menjatuhkan harga dirinya.

"Bangsat, kau akan membalas puluhan kali lipat dari ini jalang!" dia menyarungkan katana ke punggungnya dimana tempat dia meletakan katana. Akane terkikik geli. "Ara~ kau membuatku takut pemuda-san, apakah ini kelakukan laki laki pada perempuan" Akane berujar pura pura takut malah menambah kekesalan bagi Akaru merasa di rendahkan.

Dengan di awali kekesalan, Akaru menyatukan tangan-nya untuk melakukan Handseal meskipun cukup lambat. Akane melihat apa yang di lakukan Akaru langsung memasang posisi siaga jika Akaru mengeluarkan jutsu yang berbahaya, disisi lain, Akaru menarik nafas kuat kuat sampai mulutnya mengembung kelebihan kapasitas udara.

"Katon : Goukakyou no Jutsu!"

Dalam sekali sembur, bola api sebesar 5 meter dia keluarkan sebagai kategori jutsu Katon rank C. Akane tidak tinggal diam, di jarak 10 meter adalah jarak yang cukup dekat jadi dia harus cepat cepat pergi dari tempat itu jika tidak ingin terpanggang. Akane melakukan Handseal setelah dia menyarungkan kembali katananya.

"Shunshin no Jutsu!"

Blaarrrr...

Kurang dari satu detik tempat Akane berdiri sudah di hantam habis oleh bola api milik Akaru. Akaru tertawa keras mengira musuhnya sudah kalah begitupula para penonton menebak Akane tidak bisa menghindar secarakan mereka tidak melihat Akane melakukan Shunshin no Jutsu.

"Dia tidak akan selamat, bukan begitu Kakashi?" Jounin dari Konoha menggunakan pakaian ketat warna hijau lalu rambut mangkok tampak sangat mencolok di sini berucap pada Jounin bermasker Hatake Kakashi. Kakashi sendiri masih memfokuskan area terdiam. "Aku tidak bisa mengatakan itu Gai sebelum melihat hasilnya langsung"

"Kenapa bisa begitu Kakashi? bukankah sudah sangat jelas jika Kunoichi asal Amegakure tersebut terkena serangan bola api itu"

"Kita lihat saja nanti kedepan-nya Gai"

Akane berdiri di patung tangan sedang melakukan segel ram. Dia mengapus sisa keringat di dahinya akibat panasnya suhu barusan. "Fyuuhh, aku kira aku akan menjadi daging pangang tadi" semua langsung menatap kearah sumber suara kecuali Naruto hanya tersenyum kecil.

"Tidak mungkin!"

"Di-dia selamat!"

"Sugoii!"

"Selalu saja begini, dasar tomat busuk" Naruto sudah tahu kelakukan dari Akane selalu membuat sensai tersendiri. "Kau! bagaimana kau bisa selamat?" Akaru menunjuk Akane masih berdiri tenang.

"Ufufufu~ sudah aku bilang aku tidak akan mengecawakanmu pemuda-san" Akane mengambil kembali katana miliknya. "Mari, kita selesaikan pertarungan kita" Akane menghilang dari sana tentu saja mengejutkan semua orang di sana minus Naruto kemudian dalam beberapa detik, Akane menyabetkan katana-nya miring.

Akaru hanya mengandalkan reflek seadanya segera melompat mundur menghindari sabetan katana Akane. Akane menghilang lagi melakukan serangan pada Akaru belum selesai menapakan kakinya. "Shimata!" Akaru langsung mengambil katana tadi sempat di taruh menangkis katana Akane meskipun sedikit kesulitan.

Tranggg...

"Lumayan!" ujar Akane lirih namun masih di dengar oleh Akaru. "Sudah ku bilang kau tidak bisa menyentuhku di kemampuan seperti ini" Akane tidak merespon masih menekan serangan-nya.

"Tapi... "

Akane menggantungkan ucapan-nya. "Gaya kenjutsumu sangat menyedihkan kau tahu" Akane memutar tubuhnya 180 derajat memberikan tendangan pada Akaru ke dagunya cukup membuat Akaru terbang.

Baakkk...

Akane ikut melompat kearah Akaru melakukan tendangan di atas membiarkan tubuh Akaru terjun bebas ke tanah.

Blaarrr...

Akane menapakan kakinya di tanah setelah dia melakukan tendangan terakhir tersebut. Mata Akane memincing di antara debu debu tempat Akaru mendarat waspada Akaru melakukan serangan dadakan. Di balik debu, Akaru mulai bangkit dari kawah mini dengan terbatuk batuk, dia memegang perutnya terasa nyeri itu.

"Uhuukk, kusoo mana mungkin aku kalah dengan perempuan" dia berguman lirih sambil berusaha menegakan tubuhnya. Akane mengeritkan dahinya. "Ahh sudah ku duga hanya dengan ini kau tidak akan kalah, sepertinya aku harus bermain lebih agresif lagi" Akaru mendengar ucapan Akane sekali lagi merasa di permainkan menambah kekesalan bagi Akaru.

"Katon : Goukakyou no Jutsu!"

Akane melompat menghindari jutsu Akaru ke atas. Akaru tentu saja tidak bisa membiarkan Akane tenang begitu saja, dia merangkai Handseal lagi cukup panjang kemudian memakan udara di sekitarnya.

"Katon : Gouryuuka no Jutsu!"

Para penonton berdecak kagum karena ada Genin menguasai katon hingga ke teknik naga api ini termasuk beberapa Jounin Konohagakure memberiakan ucapan ucapan positif untuk Akaru. Akane sedikit kaget dengan itu lalu dia memanuver tubuhnya di udara menghindari serangan naga api tersebut.

Boomm...

Satu naga api meledak mengenai atap atap arena membuat beberapa material jatuh ke tanah. Akaru menggunakan Handseal yang sama membuat naga api kembari seperti tadi melesat kencang ke udara. Tidak mau terbakar sia sia, dia merangkai Handseal belum pernah di lakukan Akane dalam pertarungan apapun karena bagaimanapun juga dia jarang mengalami pertarungan langsung.

"Suiton : Suijinheki!"

Akane memuntahkan air lumayan banyak dari mulutnya menangkal naga api masih kalah besar dengan air Akane membuat api Akaru berlahan mengecil menghasilkan asap dari tabrakan air dan api itu sendiri. Air terus mendominasi pertarungan antara dua jutsu dengan rank berbeda tersebut sampai naga air Akaru habis tidak tersisa sedangkan air Akane masih melesat kearah Akaru.

"Apaaaaa!?..."

Akaru tentu saja kaget, dia tidak mengira serangan-nya akan di patahkan menjadi sebuah serangan balik. Elemen air adalah elemen utama dari Akane sebagai ciri khas sendiri untuk Clan Uzumaki rata rata memiliki elemen Suiton jadi tidak heran Akane punya elemen Suiton yang kuat karena dia memiliki darah Uzumaki kental dari sang ibu.

"Di umur yang sangat muda, dia cukup hebat, bukan begitu Kakashi" wanita Jounin dari Konohagakure memiliki rambur raven dan mata merah ruby berdecak kagum. Dia kagum Akane dapat mengeluarkan jutsu rank tinggi, selain di butuhkan keterampilan dalam menggunakan jutsu, cakra control adalah faktor tidak kalah penting sebab itu juga Jounin bernama Yuhi Kurenai itu berbendapat.

Kakashi mengangguk. "Yeah kau benar Kurenai, tahun ini para peserta Chunin Exam sangat berpontesial menjadi shinobi hebat di masa depan" sangat jarang shinobi hebat dari desa kecil seperti Amegakure dan Otogakure, Kakashi melihat Genin bisa mengeluarkan Ninjutsu type elemen lihai tentu saja tidak bisa menutupi bahwa dia terkejut.

"Meskipun begitu, Genin dari desa kita pun tidak kalah hebat dari mereka" Namikaze Menma dan Uchiha Sasuke adalah jagoan mereka dari Konoha sekaligus pemegang gelar Rookie terbaik tahun ini, kekuatan mereka tidaklah cocok sebagai Genin apalagi Menma sudah bisa menguasai Rasengan memiliki rank A tidak sembarang orang biasa menguasainya dalam usia muda di tambah Uchiha Sasuke prodigy dari Clan Uchiha, mereka kandidat menjadi pemenang Chunin Exam kali ini, itulah pendapat mereka.

"Tentu saja Asuma, tim 8 juga akan menjadi juara" dengan mata sudah berapi api, Gai berucap percaya diri. "Nah kita lihat saja kelanjutan-nya" ujar Kakashi.

Blaarrrr...

Akaru salto kebelakang menghindari terjangan air dari Akane, dia sekarang mangatur sedikit nafasnya sudah mulai memburu akibat terlalu banyak dia mengeluarkan cakra saat mengeluarkan cakra tadi. Dia terlalu terbawa emosi sampai sampai membuat jutsu 3 kali berturut turut tanpa berpikir panjang dampat dari cakra control tidak sempura menyebabkan cakranya harus terkuras banyak.

Akane Shinshin mengambil katanaya lalu melesat cepat menebas katana ke tubuh Akaru. Akaru menundukan kepala saat tebasan cepat hampir saja memotong kepalanya lalu melompat lagi setelah dia berhasil menghindari sabetan mengincar perutnya meskupun dengan susah payah.

Akane dari jarak 5 meter melempar katana ke tempat Akaru yang terbelalak kaget atas tindakan Akane. Katana tersebut berputar putar sangat cepat siap melukai jika tidak segera bertindak. Akaru masih ingin hidup kemudian memiringkan tubuh membiarkan katanya tersebut melewatinya.

Dia tersenyum mengejek. "Serangan seperti tidak ada apa apanya dengan ku" Akane muncul di samping Akaru mengambil katana yang dia lempar sebelumnya. Dia bisa melihat tatapan tidak percaya dari Akaru begitupula penonton disini jika Akane bisa bergerak sejepat itu.

"Buktikan saja jika kau bisa"

Dengan memutar tubuhnya menggunakan posisi menebas katananya 35 derajat maka nyawa Akaru sekarang dalam bahaya yaitu terpotong-nya tubuh Akaru menjadi dua, pada keadaan seperti inj, berpikir adalah cara bodoh mempercepat kematian, dia harus melakukan tindakan jika tidak ingin cepat cepat ke bawah naungan Olympus, Hadeh, ohh ya di sinikan gak ada Hades kan.

Crazz...

Kejutan terjadi lagi, semua Genin di sana menutup mulut mereka kaget begitupula Akane sedikit terkejut apa yang di lakukan oleh Akaru. Dia menangkap katana Akane dengan tangan kosong sehingga darah keluar sangat jelas membasahi tangan Akaru sudah terluka parah itu, Akane meringis kesakitan sambil menggigit bibir bawahnya sampai keluar darah meredam sakit dia alami. Dari pada mati mending mengorbankan tangan kirinya, itulah Akaru.

Tersadar dari rasa keterkejutan-nya, Akane menarik katana sedang di genggam oleh Akaru menambah luka tangan Akaru sendiri lalu memberikan serangan berikutnya.

Buagggg...

"Ohookk... " upper cut bersarang di perut Akaru, bertambahlah sakit itu. Dia memuntahkan air liurnya merasakan nyeri teramat sangat di sana padahal perih di tangan-nya saja belum pulih. Mengalirkan cakra secukupnya ke tangan kiri, pukulan bersarang di dagu Akaru untuk kedua kali nya dalam pertarungan kali ini.

Guaaghhh...

Darah segar keluar dari mulut Akaru, Akane tidak peduli itu. Sekali lagi serangan Akane di terima oleh Akru dengan senang hati.

Buaakkhh...

Sebelum Akaru terbang, tendangan keras Akane persembahkan. Naruto di balkon penonton menghela nafas panjang. "Aku tahu kau haus akan pertarungan tapi setidaknya tahanlah dirimu Akane" mulai dari Shunshin, Suiton, kecepatan alami hasil latihan, Akane keluarkan dalam pertarungan. Inilah yang Naruto ketahui dari Akane, dia selalu tidak bisa menahan diri apalagi ini sudah di depan umum.

Braakkk...

Akaru terlempar kencang perbatasan area menabrak tembok namun masih tetap berdiri meskipun tidak se-prima beberapa menit yang lalu. Akane berlari ke arah Akaru berniat menyelesaikan pertandingan ini dalam satu kali serangan Kenjutsu miliknya.

"Honmono no keitai : Kougeki Fuusoku!"

Tepat satu dua meter dari Akaru, dengan kecelatan tidak bisa di lihat oleh mata biasa, Akane memberikan sebuah tusukan ke wajah Akaru hanya mengenai pipi tercetak jelas goresan pedang di sana kemudian kurang dari satu detik setelah serangan pertaman, Akaru merasakan rasa perih lagi di lengan kanan-nya karena sayatan Akane.

Tidak sampai di situ saja serangan Akane, meninggalkan blur hitam, Akane menari nari di sekitar tubuh Akaru melakukan tebasan berupa sayatan di sekitar tubuh Akaru dan serangan terakhir adalah Akane membelakangi punggung Akaru bersama dia menusuk punggung Akaru sampai tembus ke perut tidak di titik vital tentu saja.

"Ak-aku tidak bisa melihat gerakan-nya!"

"Benarkah? ku kira hanya aku saja yang mengalami itu"

"Ini Chunin Exam iya kan? bukan perang saling bunuh?"

"Ka-kau coughh, ba-bagaimana bisa uhuuk" Akane melirik ke belakang melihat Akaru memuntahkan darah kemudian mencabut katana-nya secara paksa dan itu mumbuat Akaru ambruk di akhiri pingsan-nya Akaru dengan luka lebar di perutnya.

Hayate sendiri terkenal sebagai master Kenjutsu terbaik Konoha masih shock melihat jutsu Akane belum pernah sekalipun di lihat oleh Hayate. Jutsu Akane adalah jutsu Kenjutsu originak milik Akane sendiri tidak bisa di tiru orang lain karena Akane mengandalkan kecepatan pada setiap tusukan-nya itu. Jika ini pertandingan nyata, sudah pasti Akaru akan tewas, tadi Akane hanya memberikan luka sayatan saja dan satu tusukan tidak berbahaya sama sekali jadi nyawa Akaru masih bisa di selamatkan segera sebelum dia kehabisan darah.

Akane menatap Hayate menunggu pengumuman ini. Hayate tersadar dari lamunan-nya segera berteriak mengonfirmasi.

"Pemenang-nya Akane Sakurada!"

.

.

.

TBC

Sebelumnya maaf baru bisa update chapter 14 sekarang karena akhir akhir ini aku lagi sibuk (sebenarnya sih enggak) senpai begitupula dengan fic Uzumaki Naruto Phenex baru aku tulis 1000 word jadi gak tahu deh mau up kapan.

Cakra Akane adalah Suiton sudah terungkap di chapter ini selain Fuinjutsu dan Kenjutsu lalu jutsu "Honmono no keitai : Kougeki Fuusoku" aku ngarang sendiri hehehe, salah satu jutsu original Akane yang ku ungkap.

Sebenarnya fic ini tidak akan panjang paling hanya 10 sampai 15 chapter lagi tamat tentu saja sampai perang dunia shinobi ke empat dan lagi, arc Shippuden aku berencana akan xover dengan DxD sebagai part dua fic ini pokoknya di tunggu saja yah lalu kekuatan Naruto akan meningkat pesat saat arc itu tiba dengan Naruto mendapatkan kekuatan full power dari Albion dan Draig saat mereka belum tersegel di Sacred Gear begitupula Power of Destruction miliknya, itulah bocoran dari ku untuk kedepan-nya.

Maa kurasa tidak ada yang perlu aku bicarakan lagi, sampai jumpa di chapter depan...