Kraaak... Kraaak... sebuah belenggu borgol dipasang ditangan hinata dan ketiga rekannya. borgol pun terpasang dibelakang punggung mereka sebagai bentuk antisipasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Bawa mereka ketempat hiruzen-sama!" ujar yahiko.
"Hai" jawab semua pasukan militer yahiko mulai pergi meninggalkan tempat itu yang sebelumnya sangat ricuh akibat pasukan yahiko, beberapa pasukan lain mengawasi pergerakan pasukan militer yahiko dan mulai pergi.
MINNA-SAN, GIMANA KABAR PASTI BAIK DONG #PLAK.
ANE MAU MELANJUTKAN CHAPTER BERIKUTNYA NIH MAAF JIKA BARU …
*SELAMAT BINGUNG EH, SELAMAT BACA MAKSUDNYA"
DISCLAMER : CERITA PUNYA SAYA, TAPI PEMILIK KOMIK PUNYA MASASHI KISHIMOTO DAN SAYA MINJAM DULU CERITANYA …
(AUTHOR DIBACOK SAMA TAKUMI-SAN)
PAIRING : HINANARU X HANANARU
RATED : T+
GENRE : ACTION, SCI-FI, SUPER POWER, ROMANCE.
WARNING : OOC, EJAAN KADANG ADA YANG SALAH DAN TIDAK SESUAI, BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MEMBINGUNGNYA SERTA TYPO.
CHAPTER 14 : DEAL.
Seorang pria surai kuning sedang tertidur didalam sebuah tabung besar, wanita paruh bayah berambut putih itu hanya tersenyum kecil.
"Sudah saatnya" gumam kaguya dengan senyum dingin yang terukir diwajahnya.
NARUTO POV.
#alam_sadar_on
"Dimana aku?" Gumam ku berjalan tanpa arah karena disekeliling ku hanya ada sebuah kegelapan tanpa petunjuk apapun.
"Benar,aku ingat aku sudah mati!" batin ku merasa menyesal.
"Jadi usaha ku selama ini tak menghasilkan apapun, terus untuk apa aku bertahan hidup, jika kenyataannya aku tidak bisa menyelamatkan siapa pun, ini benar-benar menyakitkan!" lanjutku terduduk sambil menangis.
"Siapapun tolong aku!" Batinku menangis.
DI TEMPAT HINATA DAN YANG LAINNYA.
Sebuah truck militer sedang membawa empat orang yang di anggap oleh orang-orang sekitar sebagai mata-mata musuh. Semua mata memperhatikan empat orang itu terutama seseorang yang masih terdiam yaitu gadis bersurai ungu yang masih memejamkan matanya sedangkan tiga temannya masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian...
"Uhmmz... a-apa yang terjadi?" gumam gadis bersurai pink baru sadar dan betapa terkejut melihat keadaan dirinya sudah seperti ini.
Sasuke dan hanabi pun tersadar dan merasakan hal yang sama seperti sakura.
"Kalian tidak apa-apa sakura-chan, sasuke-kun, hanabi?" Tanya seseorang.
"Senpai, apa yang sebenarnya terjadi, k-kenapa kita semua ditangkap seperti ini?" Tanya sakura tak mengerti dan khawatir sambil mencoba melepaskan belenggu borgol tersebut.
"Sakura-chan, tenanglah!" Ujar hinata membuat gadis bersurai pink itupun terdiam.
"Aku juga tidak tahu pasti, tapi kita harus percaya pada orang itu!" Tukas hinata melihat kearah pria surai orange yang duduk dibangku depan mobil.
Ketiga orang itupun melihat pria tersebut.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang Master?" Tanya pria berambut raven.
"Kita tunggu saja sampai ditempat tujuan, jika memang ini benar-benar membahayakan untuk kita, aku akan segera menolong kalian!" jawab hinata tenang sedangkan yang lainnya hanya mengangguk mengerti.
"Tapi bagaimana caranya Senpai, kita saja sedang terikat seperti ini?" Tanya gadis itu tak mengerti.
"Tenanglah sakura, Master sudah mengusahakan dirinya agar bisa melepaskan diri!" sasuke yang melihat tingkah hinata sudah mengerti kenapa dia mengerakan tubuhnya secara perlahan-lahan adalah untuk melepaskan diri dari borgol yang membelenggu tangannya.
Trak... suara kunci borgol yang terlepas dengan sangat kecil.
"Syukurlah bisa terbuka, untuk saat ini aku harus bersandiwara seperti ini, pria itu aku belum mengetahui motif yang sebenarnya kenapa dia membawa kami ketempat seperti ini!"batin hinata berjaga-jaga sambil memasukan kawat yang dibentuk seperti kunci untuk membuka borgol.
SKIP TIME.
DI SEBUAH RUANGAN PUTIH.
Empat orang itu di giring kesebuah ruangan pemeriksa untuk mengetahui motif sebenarnya dari para sanksi tersebut. Gadis bersurai ungu itupun di suruh diam diruangan putih yang hanya berisikan meja dan empat kursi saja. sampai seseorang berbaju seperti bangsawan datang menghampiri kami berempat.
"Kalian sepertinya bukan orang asli penduduk sini, maaf jika aku membuat kalian seperti ini. boleh kutahu dari mana kalian berasal dan nama kalian.?" Tanya seseorang bersuara baritone berat bersurai hitam memandang keempat tamu nya.
"Kami dari dinding Hi, Hyuuga Hinata" jawab hinata dingin sedangkan ketiga rekan nya hanya diam saja.
"Apa yang kalian lakukan diluar dinding seperti itu, kau tahu bahwa pasukan mesin-mesin pembunuh itu sudah menguasai hampir 85% kehidupan diseluruh dunia, apa yang kalian pikirkan sebenarnya?" tanya hiruzen kembali.
"Aku… aku hanya ingin menyelamatkan teman kami saja dan aku ingin membalaskan dendam ku pada kaguya!" ujar hinata dingin sedangkan hiruzen yang mendengar itu benar-benar terkejut bahwa hinata sepertinya mengetahui sesuatu.
"Kaguya, siapa dia.?"tanya hiruzen tak mengerti.
"Kaguya, dialah yang membuat kekacauan didunia ini, dialah yang membuat kita seperti binatang yang terpojok diluar dinding dan dialah orang yang sudah membunuh semua orang tak bersalah!" ujar hinata sedikit kesal sedangkan hiruzen yang melihat ekspresi hinata merasakan kemarahan yang benar-benar dalam.
Beberapa saat terdiam, hiruzen pun memberikan perintah kepada yahiko.
"Yahiko lepaskan mereka berempat. Aku ingin bicara pribadi dengan gadis ini, sepertinya aku tertarik akan ceritanya!" ujar hiruzen.
"Baik, lepaskan borgol mereka!" jawab yahiko menyuruh pasukan militer yahiko untuk membuka borgol yang mengikat kedua tangan mereka berempat.
KRAAAK…KRAAAK… KRAAAK… Bunyi decitan borgol yang mengunci keempat orang itu pun terbuka, tapi borgol yang mengunci tangan sang senior sudah terlepas lebih dahulu sebelum para penjaga membuka kunci borgol tersebut.
"Tangan ku benar-benar pegal" jawab hinata sambil mengayungkan kedua tangan nya yang lelah.
"Gadis yang menarik" batin hiruzen tersenyum kecil.
"Temui aku diruangan ku, Eto… hyuuga-san!" ucap hiruzen pergi meninggalkan ruangan tersebut.
SKIP TIME.
Gadis bersurai ungu itupun hanya mengikuti empat orang yang menangkap hinata sebelumnya. Berjalan dilorong dalam keadaan diam. Hinata pun mulai membuka suara.
"Anoo… sumimasen kenapa teman-temanku tak boleh ikut denganku?" tanya hinata kepada orang bersurai orange tersebut.
"Tenang saja, kami tidak akan menyakiti teman-temanmu" jawab yahiko menyakinkan hinata.
"Maafkan aku atas perkataan kasar ku tadi!" ucap hinata membuka suara kembali, yahiko yang mendengar hinata berkata itu pun hanya tersenyum kecil.
"Tidak masalah, syukurlah kau mempercayai kami, Hyuuga-san" ujar yahiko tenang.
"etoo-…"
"Yahiko, samping kiri ku konan dan yang disamping ku nagato lalu, dia adalah konohamaru" ujar yahiko mengenalkan ketiga rekannya kepada hinata.
"Oh, kenapa orang itu memanggil ku?" tanya hinata tak mengerti.
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti itu adalah sesuatu yang penting, ayo!" ujar yahiko menyuruh berjalan lebih cepat, gadis itu pun hanya mengikuti mereka berempat.
SKIP TIME.
DI SEBUAH RUANGAN YANG CUKUP MEWAH.
Kreeeiiit… ckck, pintu pun dibuka oleh yahiko.
"Hiruzen-sama. Aku membawa hyuuga hinata" ujar yahiko
"Baiklah, kau boleh pergi yahiko!" tukas hiruzen, sedangkan yahiko meninggalkan ruangan tersebut bersama ketiga rekannya.
"Duduklah" ujar hiruzen ke hinata, sedangkan gadis itu hanya menurut untuk duduk seperti yang dikatakan hiruzen.
"Hyuuga hinata kah.?" Panggil hiruzen.
"Hai" jawabnya singkat.
"Bergabunglah denganku untuk kebebasan umat manusia!" ujar hiruzen to the point, gadis bermata sayu itu pun terkejut mendengar pernyataan hiruzen.
"K-kenapa anda memilih saya?" Tanya hinata tak mengerti.
"Aku memerlukan kekuatan hebat dari blaze mu. Kita disini sama-sama menginginkan perdamaian bukan, maka dari itu aku-…"
"Aku menolak!" tukas gadis bersurai ungu itu dengan dingin nya.
"Kenapa.?" Tanya hiruzen tak mengerti.
"Anda sama sekali tak mengerti,… Aku memang menginginkan perdamaian didunia ini, tapi itu bukanlah tujuan utama ku. Tujuan utamaku adalah-…" ujar hinata mengingat bayangan naruto dan hinata.
Tap… tap… tap… langkah kaki seseorang sedang tergesa-gesa didalam lorong, Braak… pintu pun dibuka dengan kasarnya.
"Ojii-sama, Gawat, pasukan partai hitam memasuki wilayah kita dan mereka menangkap ketiga rekan dari gadis tersebut" ujar laki-laki berambut hitam dengan syal biru miliknya datang menghampiri kami, hinata yang mendengar itu pun lalu keluar pintu dengan berlari.
"Dia tahu ternyata!" batin hiruzen kesal lalu mengikuti hinata.
SKIP TIME.
Semua pasukan musuh dan pasukan hiruzen saling melempar argument untuk memenangkan hak musuh pun menang dalam argument itu dan mulai membawa ketiga rekan gadis senior itu tapi…
"Apa yang kalian lakukan, cepat lepaskan mereka bertiga" ujar hinata kesal.
"Senpai…Onee-sama!" panggil sakura,sasuke dan hanabi yang melihat kedatangan hinata.
"Maaf saja, tapi kalian sudah masuk dalam wilayah kami sebelumnya jadi kalian adalah orang asing yang harus kami interograsi dan kau juga bagian dari orang asing itu, tangkap dia!" ujar pria berambut hitam.
"Hai" jawab pasukan musuh.
"Tch" decih hinata melawan mereka semua seorang diri.
Buaaagh… buaaagh… tak… gadis bersurai ungu itu pun habis-habisan melawan musuh, karena jumlah musuh yang sangat banyak, sampai akhirnya hinata pun tertangkap oleh mereka.
"Lepaskan… siapa kalian sebenarnya?" tanya hinata mencoba melawan tapi alhasil dia tertangkap oleh musuh.
"Itu pertanyaan bodoh bawa mereka semua-…
"Tunggu!" teriak seseorang yang datang menghampiri hinata dan yang lainnya.
"Kalian tak bisa membawa mereka dengan mudah begitu saja. ingat ini wilayah ku dan kau sudah membuat kekacauan ditempat ku ini. Ketua torune!" ujar hiruzen datang menolong kami.
"Heh, anda pun sama hal nya dengan kami, hiruzen-sama, tapi danzo-sama ingin kami membawa mereka berempat. Jadi jangan ikut campur!"ujar torune angkuh.
"Kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup, jika pernyataan mu seperti itu!?" perintah hiruzen memerintahkan pasukan nya untuk siap membunuh pasukan musuh dengan sebuah senapan yang diarahkan kepasukan musuh.
"Tch, mereka!" batin torune.
"Sudah cukup, Torune!" panggil seseorang yang menghampiri kedua pasukan itu, hinata dan hanabi yang melihat orang itu benar-benar terkejut.
"Danzo-sama?" gumam hinata dan hanabi.
"Siapa dia.?" gumam sakura yang melihat orang itu.
"Dia adalah pimpinan kapten sebelumnya,dia menghilang sejak kepemimpinan pada periode itu, tak kusangka dia masih hidup, tapi kenapa?"ucap hanabi yang tak mengerti.
"Hiruzen, aku akan membawa mereka berempat karena mereka adalah orang asing yang masuk kewilayah ku jadi hak atas mereka ada ditangan ku" ujar seseorang bermata satu dengan perban luka yang menutupi mata satunya dan suara bariton nya.
"Maaf, tapi aku rasa tim mu lah yang memulai kekacauan duluan di wilayah ku. Yang kutahu mereka datang dari daerah netral tanpa perbatasan wilayah kita dengan kata lain siapa yang bisa membawa mereka duluan dialah orang yang berhak mengambil hak itu atas mereka, karena mereka sudah menginjakkan kaki mereka ditempatku!" ujar hiruzen tak mau mengalah.
"Kau" geram danzo.
"Hentikan perdebatan bodoh kalian!" teriak seseorang yang menghentikan adu argumen setiap pemimpin pasukan. Hiruzen dan danzo yang melihat itu pun hanya melihat orang itu dalam diam.
"Kalian tidak pantas berbicara perdamaian didepan kami, kami kesini hanya ingin menolong teman kami, Namikaze Naruto. kalian semua tak pernah belajar dari perang ini, perang membawa penderitaan dan rasa sakit dari kedua belah pihak, rasa sayang kita terhadap orang yang kita sayangi saat orang yang berarti dalam hidup kita telah pergi dan menghilang. Itu menyakitkan terlalu menyakitkan. Apa kalian tak memikirkan itu sama sekali, Hah...!" ujar hinata melampiaskan emosinya didepan semua orang.
Tik... tik... air mata gadis bersurai ungu itu pun terjatuh tanpa henti.
"Hyuuga-Senpai" gumam sasuke dan sakura.
"Onee-sama" batin hanabi
Hiruzen dan danzo yang mendengar itu pun terdiam atas pernyataan hinata.
"Danzo, hiruzen cukup dengan apa yang kalian lakukan?" seseorang datang menghampiri pasukan yang sedang bertengkar akan wilayah kekuasaan.
"Koharu, Homura" gumam hiruzen dan danzo melihat dua orang yang dikenalnya dan menghentikan aktivitas ricuh antara dua partai tersebut.
"Aku ingin tahu ada apa yang sebenarnya terjadi disini, setelah kulihat kalian berdua sangat ribut makanya kami datang kemari, jadi mereka orang yang dikatakan para orang-orang kah, hyuuga hinata kah?" ujar koharu kepada dua belah pihak partai dan melihat kearah gadis bersurai ungu itu.
Tap… tap… tap… langkah kaki mereka berdua pun mulai mendekati hinata.
Braak… sebuah pintu dibuka dengan kasarnya oleh seseorang yang terenggah-enggah karena berlari.
"Gawat pasukan robot mendekat dalam jumlah yang sangat besar. apa yang harus kita lakukan" ujar seseorang dari pasukan hiruzen.
Semua orang yang mendengar itu benar-benar terkejut dengan salah satu pernyataan dari bawahan hizuren.
PERGERAKAN MUSUH MULAI BERGERAK, APAKAH AKHIR DARI DUNIA AKAN SEGERA TIBA, LALU BAGAIMANA NASIB HINATA DENGAN KETIGA REKANNYA.
Sampai jumpa di chapter berikutnya, dah…
