Fastened Your Seatbelt

Written by exophism AFF { story/view/1066351/}

Pair : Kim Jongin x Oh Sehun (KaiHun)

Side Character : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Junmyeon, dan akan bertambah.

Warning : Boys Love, Perselingkuhan.

.

.-.

.

Chanyeol mencoba menghubungi Sehun, walaupun ia tidak merasa bersalah karena telah mengkhianatinya ia merasa sungkan kepada pramugara muda itu. Apa yang ia lakukan adalah sebuah dosa, dan ia tahu Sehun tidak akan memaafkannya tapi ia ingin meminta maaf, dan ia ingin Sehun tahu jika ia masih memiliki hati. Dua minggu sejak kejadian itu – Sehun mengganti seluruh jadwalnya, mereka tidak lagi memiliki penerbangan yang sama. Dan itu membuat hati Chanyeol sedikit sakit mengetahui jika Sehun ingin menyingkirkannya seperti ini, walaupun ia tahu ia tidak pantas merasakannya karena diantara mereka berdua – ialah yang jahat.

Untungnya, ia tidak sengaja bertemu dengan Sehun di Eldorado hari ini. Cafe mahal yang masih terlihat sama kecuali sedikit perubahan karena ada penambahan dinding kaca dan musik modern. Ia ingat terakhir kali ia kemari, Baekhyun dan Kai juga ada bersama mereka dan saat itu canggung sekali. Dan sekarang hanya ada Sehun dan dirinya, Chanyeol sadar ia sangat bodoh karena menghancurkan perasaan Sehun seperti itu – ia seharusnya menunggu, ia dapat membicarakannya baik-baik dengan Sehun.

Tapi yang sudah terjadi, terjadilah. Ia tidak bisa mengubah apapun.

"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan, tolong pergi." Kata Sehun, membalikkan halam majalah dengan Kai sebagai covernya, tanpa menggunakan apapun selain boxer. Untuk kali ini, Chanyeol berpikir betapa beruntungnya Kai memiliki Sehun sebagai fansnya.

"Maafkan aku, apa yang kulakukan memang tidak pantas dan tidak termaafkan. Aku seharusnya-"

"Kau sudah dimaafkan." Potong Sehun, ia masih membaca majalah ditangannya. "Tapi aku masih sakit hati, melihatmu didepanku menyakitiku." Kali ini Sehun menatap Chanyeol, matanya berair tapi ia terlihat marah ketimbah sedih. "Aku tidak ingin kau berbicara denganku lagi. Kita sudah selesai, Kapten Park. Dan jika kamu mencintai Baekhyun sebegitu besarnya pastikan kamu tidak melakukan kesalahan yang sama sepertinya." Kata Sehun, ia meletakan majalah yang dibacanya didepan Chanyeol sebelum berdiri dan meninggalkan cafe itu.

Dan disana, didepan Chanyeol – Halaman 54. "Byun Baekhyun mengakui jika ia sedang jatuh cinta pada seseorang dan seseorang itu membuatnya terbang" tertulis dengan tinta hitam tebal.

Chanyeol tidak dapat dirinya untuk tidak tersenyum, ia masih merasa bersalah pada Sehun tapi ia tidak dapat membantah kenyataan bahwa bersama Baekhyun membuatnya senang. Dan ia harap Sehun bisa mendapatkan kebahagiaannya juga, dan saat itulah satu-satunya orang yang ia pikirkan adalah Kim Kai – ialah satu-satunya orang yang bisa membuat Sehun bahagia lagi.

.

.-.

.

Hubungan Baekhyun dan Kai juga tidak membaik, mereka saling menjauh walaupun sekarang mereka sedang bekerja bersama untuk mengiklankan suatu produk Kai sama sekali tidak berbicara pada Baekhyun. Kai biasanya akan berdiam diri di ruangangnnya dan ia hanya bicara pada Baekhyun seperlunya saja. Seperti Chanyeol, Baekhyun mencoba menjelaskan semuanya pada Kai karena ia tidak ingin kehilangan sahabat satu-satunya tapi Kai adalah anak yang keras kepala. Dan Baekhyun mengerti dirinya, oleh karena itu ia mejaga jarak juga.

Kai tahu seharusnya ia tidak memiliki alasan untuk jaga jarak dengan sahabanya karena Sehun memanglah bukan kekasihnya tapi apa yang Baekhyun lakukan dengan Chanyeol membuatnya tidak habis pikir. Selingkuh itu tidak baik, itu menjijikan dan tindakan tercela dan Kai tidak bisa menerima kenyataan bahwa sahabatnya berselingkuh dengan kekasih orang yang ia sukai. Walaupun ia lega karena Sehun sekarang lajang, tapi ia merasa sedih melihat pramugara cantiknya sedih seperti itu.

"Kai, tolong dengarkan aku." Baekhyun menggenggam tangannya, sekali lagi ia kehilangan fokus ditengah pekerjaannya. Ini tidak baik, managernya a.k.a kakaknya mulai menyadari tingkah lakunya yang kurang fokus. Dan Xiumin, stylistnya selalu bilang bahwa tampilannya sangat kacau. Dan Baekhyun makin memperkeruh segalanya.

"Apa yang ingin kau katakan?" Kai menghela nafas, ia menggunakan mantelnya dan bangkit dari kursinya.

"Kai, kumohon dengarkan aku." Pinta Baekhyun, ia masih menggenggam tangan Kai dengan tangannya yang gemetar. "Kumohon dengarkan aku. Berhenti mengabaikanku. Kau adalah sahabatku dan aku tidak ingin kehilanganmu. Aku aku aku menyakiti Sehun, aku menghancurkan perasaanya dan aku lupa jika aku juga menyakitimu. Aku tahu aku egois karena telah melakukan hal itu tanpa memikirkan konsekuensinya tapi aku-"

"Tapi kau terlalu mencintai Chanyeol sehingga baik bagimu untuk mengambil kebahagiaan orang lain?" Kai terkekeh, ia menatap Baekhyun dengan jijik dan penuh amarah. "Aku ingin ia bebas, aku ingin memilikinya sebesar dirimu yang menginginkan kapten aneh itu tapi aku, tidak pernah sekalipun berpikir untuk merebut Sehun dari Chanyeol seperti apa yang kau lakukan!" Bentak Kai dan Baekhyun segera melepas pegangannya.

"Maafkan aku." Isak Baekhyun, Suho memasuki ruangan itu dengan Xiumin disampingnya – mereka ingin menenangkan Kai karena Kai baru saja berteriak tapi melihat Baekhyun menangis membuat mereka berhenti.

"Sehun akan bergabung dengan kita ke Los Angeles besok, sebagai pramugara pribadiku. Aku ingin kau menemuinya dan meminta maaf padanya." Kata Kai, ia tidak menoleh pda Baekhyun lagi ketika ia beranjak dari ruangan itu dengan diikuti Suho dan Xiumin.

.

.-.

.

Sehun memanglah seorang profesional, ketika ia melihat Baekhyun berjalan berasam Kai ia menunjukan senyum tercerianya, ia tidak lupa untuk menyapa mereka dan membawa mereka ke bagian VVIP. Dan melihat tingkah Sehun seperti itu semakin membuat Baekhyun merasa bersalah, Sehun memperlakukannya seperti raja – menanyakan apa ia kedinginan atau tidak, atau ia ingin minum kopi atau jus.

Sudah empat jam berlalu sejak penerbangan mereka ketika Baekhyun akhirnya memiliki nyali untuk berbicara dengan Sehun. Pramugara yang dimaksud sedang sibuk merapikan sesuatu di dapur kecil yang berada di bagian belakang zona VVIP itu ketika Baekhyun menghampirinya, Sehun nampak terkejut sebelum bergumam. "Ada yang bisa kubantu, Baek?"

"Aku hanya ingin berbicara denganmu." Balas Baekhyun, dan Sehun mengangguk sebelum mereka duduk di bangku pramugara/i yang berada agak jauh dari dapur.

"Jika ini tentang Chanyeol, tidak perlu khawatir, sudah kumaafkan." Kata Sehun, ia tersenyum pada Baekhyun.

"Bagaimana bisa kamu memaafkanku semudah ini? Aku sudah menyakitimu, kamu menyakitimu karena itu aku disini. Aku sangat sangat minta maaf padamu, Sehun. Aku tidak bermaksud menyakitimu, terlebih merebut Chanyeol darimu tapi kami-"

"Aku baik-baik saja, Baek, beneran. Aku sudah memaafkanmu dan Chanyeol jadi tolong bahagialah." Sehun bangkit berdiri. "Sekarang, aku pamit dulu karena ada pekerjaan yang harus kulakukan." Ia berkata sebelum pergi meninggalkan Baekhyun.

Tapi Sehun hanyalah manusia, dan ia hancur ketika ia terjatuh – dan ketika ia terjatuh ia ingin seseorang untuk mengangkatnya lagi. Sayangnya seseorang itu sekarang sudah menjadi milik Baekhyun dan ia jatuh semakin jauh ketika mengetahui mulai sekarang tidak ada seorangpun yang akan membantunya.

Sehun tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sesaat setelah ia menutup tirai yang memisahkan zona VVIP dengan dapur. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan yang mencengkram meja dapur untuk menopang tubuhnya – dan air mata membasahi wajahnya, dadanya sesak karena sakit dan kecewa. Ia merasa sakit bahkan nyaris membuatnya loncat dari pesawat ini, ia ingin mati – ia ingin menghilangkan Chanyeol dari seluruh tubuhnya.

Tubuhnya bergetar ketika ia mencoba untuk menahan isakannya, dan ketika ia tidak sanggup menopang tubuhnya seseorang mendekapnya – membawanya dalam pelukan hangat yang erat.

"Aku sudah bilang padamu, jangan menangis jika tidak ada aku disisimu. Kenapa kamu sangat keras kepala?" Tanya Kai, tangannya mengusap punggu Sehun. Sehun semakin menangis, tangisannya pecah dalam pelukan Kai – membasahi bahu kirinya.

"Ta-Tapi... Ini s-sungguh sakit." Sehun tergagap. Kai merasakan betapa rapuhnya Sehun dan itu makin membuatnya mengeratkan pelukannya.

"Kamu capek, ayo kita tidur." Kata Kai, membawa Sehun keluar dari dapur dan mendudukkannya disampingnya. Baekhyun duduk di barisan dengan dengan Suho – meninggalkan Sehun dengannya di belakang. Sehun terlalu sedih untuk membantahnya dan hanya mengikutinya. Ia bahkan membiarkan Kai yang membuat kepalanya bersandar dibahunya. "Tidurlah." Bisik Kai, mengelus pipi Sehun.

"Bisakah kau menyanyikan lagu untukku?" Sehun terdengar sangat hancur saat itu dan Kai bahkan tidak berpikir lanjut dan langsung mengiyakan permintaannya.

.

.

.

.

Kai membuka sedikit tirai dijendela dan menampilkan langit yang berwarna jingga – matahari sudah nyaris tenggelam. Awannya juga berubah jinggal dan mereka bisa melihat langit terbelah dua. Tapi Kai tahu Sehun lebih indah dari itu – tidak ada satupun yang dapat mengalahkannya. Dan ia bahkan terlihat indah saat menangis namun ia menjadi sangat indah saat tersenyum.

"If you want words to put your mind at rest tonight, come shout about it. We can tal for a hundred miles and drive where you're less surrounded. 'Cause I can see that the candles you hold inside has a cloud around it. How can a heart like yours be that hogh and dry when it burns the brighterst?" Nyanyi Kai, air mata Sehun kembali turun dan Kai mengusapnya.

"I'm so sorry I can't stop myself from staring when you're tired and blue, my dear. It's just any reason I get to be closer to you. I wanna shout about it." Kai melanjutkan nyanyiannya, ia memeluk tubuh Sehun yang bergetar – ia bersumpah jika saat itu ia ingin sekali mencium Sehun tapi ia sudah berjanji pada dirinya jika ia harus melakukannya step by step, dengan pelrahan. Jadi hal terbaik yang bisa ia lakukan hanyalah mengusap pipi Sehun.

"Ketika situasi menjadi diluar kendali, biarkan aku membimbingmu, Sehun." Bisik Kai dan Sehun mengangguk kecil. "Bagus, sekarang tidurlah." Kai tersenyum, walaupun ia sama tersakitinya seperti Sehun.

.

.-.

.

Sehun strong ya, :') Aku memutuskan untuk tidak mentranslate lagunya jadi... ya enjoy. :)

Dan aku ngakak baca komentar kalian, jangan hujat Chanyeol please. Setidaknya dia sudah membuat hidup Sehun bahagia (walaupun aku juga benci ChanBaek dicerita ini *hiks) Btw, thank you so much yang udh baca dan kasih review. Walaupun ini Cuma translatean, aku ga nyangka bisa mencapai 300 lebih. :") Me love you guys!