Apa Yang Tersembunyi?
By Vylenzh
Naruto © Masashi Kishimoto | Riddle milik penulisnya
.-.-.-.-.
A/N: Cek chapter sebelumnya. Terimakasih ^_^
Warning! AU, OOC, Death Chara, Typo(s), Plot Twist, etc
Genre: Mystery & Horror
[Jawaban dari chapter sebelumnya: Ada "sosok" lain di dalam lift selain Neji. Karena tombol 1, 2, 3 dll hanya ada di dalam lift, di luar lift cuma ada tombol naik-turun.]
.-.-.-.-.
Chapter 14: Setelah Pulang
.-.-.-.-.
"Tadaima," ucap Inuzuka Kiba seraya membuka pintu rumahnya. Menaikkan alisnya heran tak ada jawaban dari salamnya.
"Ayah dan Ibu belum pulang?" gumamnya sekilas. Mengangkat bahunya tak peduli, dia pun menutup pintu. Kemudian, ia berjalan memasuki kamarnya, setelah menutup pintu kamarnya dia segera berganti pakaian. Mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas samping tempat tidurnya, dia pun berniat keluar dari kamarnya.
Tapi, "E-eh, tidak terbuka?" Kiba memutar-mutar kenop pintu kamarnya berulang-ulang namun tak terbuka. Dia ingat, dia tidak mengunci pintu kamarnya tadi, seharusnya bisa terbuka dengan mudah. Namun, seolah-olah ada yang menahan pintu ini untuk terbuka dari luar.
"M-mungkin saja rusak," bisik Kiba menenangkan dirinya dari pikiran-pikiran buruk. Dia pun berusaha memikirkan cara untuk keluar dari kamarnya.
Beruntungnya, kamar Kiba berada di lantai satu. Dari jendela kamarnya, ia pun keluar dari kamarnya dan menghela napas lega setelahnya.
"Kiba? Apa yang kau lakukan di sana?"
"I-ibu?" Kiba berlari menemui Ibunya, Inuzuka Tsume yang menatapnya heran.
"Kiba...?"
"Ibu... Pi-pintu kamarku! Tidak... Dibuka," kata Kiba dengan tersendat-sendat.
Tsume menatap anaknya tidak mengerti. "Heh? Apa yang sedang kau bicarakan Kiba?"
"Pintu kamarku tidak bisa dibuka! Seperti ada seseorang yang sedang menahannya dari luar."
Namun, Tsume malah tertawa. "Mana mungkin. Kau berkhayal."
Kiba menggeleng. "Aku bersungguh-sungguh."
Tsume mengibaskan tangannya tak percaya dengan perkataan anaknya. "Sudahlah, ayo masuk," ucapnya lalu berjalan memasuki rumah diikuti Kiba.
"Tapi aku bersungguh-sungguh, Ibu. Tadi pintu kamarku tidak bisa dibuka!" jelas Kiba sekali lagi.
"Baiklah, baiklah. Ayo ke kamarmu." Mereka pun berjalan ke kamar Kiba, pintu kamar Kiba tertutup dan saat Tsume mencoba membukanya, pintu itu langsung terbuka. "Lihat?"
"Ta-tapi tadi benar-benar tak bisa dibuka."
"Mungkin pintumu sudah rusak, Kiba. Rumah kita kan memang sudah tua," jelas Tsume lalu berlalu menuju dapur.
Sedangkan Kiba meneguk air liurnya lalu menatap kamarnya takut-takut. "Yah, mungkin bukan apa-apa," ucap Kiba lalu memasuki kamarnya dengan lebih tenang.
Dia bersandar malu di samping jendelanya. "Aku terlalu berpikiran negatif," desahnya pelan merutuki ketakutannya tadi. Dia pun membuka kunci jendela dan menatap ke luar dengan angin yang berhembus melewati wajahnya.
Lalu Kiba tertawa. "Ya, mana mungkin ada orang mesum di kamarku. Siang-siang begini."
-end-
Ketemu lagi! :)
Yang login cek PM ya, yang guest: Misaki Nara (Susah ya? Haha... Mau nyoba tebak lagi?), Yui (Kenapa nggak dilanjutin?), Guest (Yep. Hantu.), Koi (Berniat lanjut lagi nebaknya untuk chapter ini?) dan Guest (2) (Kenapa nggak dilanjut lagi?) plus sinzjoo (Penjelasanmu rinci banget. Hebat. Dan terimakasih atas pujiannya hehe)
Dan terimakasih untuk semua reviewer: Misaki Nara, Yuya Yuyi, Kiria-Akai11, Ara Uchiha, selamet(titik)b(titik)raharjo(titik)9, Azuka-nyan, kufuwan(titik)neuer, 20th Ward Eyepatch, Hyull, ayurifanda15, Berlian Cahyadi, sinzjoo, Akemi Miharu, fxShonen, macaroon waffle, Ly Melia, Akasuna no Zaa-chan, Uchy Nayuki, Kojima 'Gekikara' Lunappyon, A'Raion No Sun, Yui, Rhymos-Ethereal, Wanda Grenada, Guest, Shotaro Nogami, koi-san, Guest (2) dan Atan48.
Dan juga follower + favorite. Maaf kalau ada yang kelewat dan moga tidak bosan ya. Sampai jumpa. ^_^
