Yap, dah masuk bagian akhir… huh
Thor sedih, ga terasa dah satu bulan terakhir ini bergelut dengan ff.
Gumawo buat yang review.
Having new friends,,, dah kacau beliau. Just keep reading ne
Chapter 12
Cinderella
.
.
.
Pagi itu seperti biasanya di toko bunga 'U', anak-anak tengah membereskan bagian depan dan dalam toko mereka. Siwon dan Kyuhyun membereskan bunga yang akan mereka pajang diluar, menyapu halaman dan membersihkan kaca jendela. Sedangkan Sungmin, Kibum dan Heechul tengah berbenah di dalam toko. Membereskan benda-benda yang akan mereka pakai.
"Rasanya lelah sekali hyung," kata Kyuhyun sambil masuk ke dalam toko dan meregangkan kedua tangannya.
"Unnie, sepertinya Kyuhyun kelelahan," kata Kibum. Sungmin menghampirinya dan memberikan segelas air putih.
"Yah, noona kenapa hanya diberikan air putih! Pelit sekali!" kata Kyuhyun. Sungmin yang merasa malu memukul kepala kekasihnya itu.
"Kyunnie!" kata Sungmin.
"Sakit, unnie," rajuk Kyuhyun.
"Pagi-pagi enaknya minum air putih. Bagus untuk kesehatan," jawab Kyuhyun.
"Hyung, ummamu pelit sekali," kata Kyuhyun protes. Siwon yang mendengarnya hanya tertawa.
Sedangkan Kibum yang saat itu hendak menyerahkan gelas Siwon, terkejut akan reaksi Siwon yang berlawanan. Tangannya bergetar karena panggilan 'umma' yang dilontarkan oleh Kyuhyun.
"Oppa…" kata Kibum sambil tersenyum.
"Gumawo, Bummie," kata Siwon. Dia meneguk habis air yang diberikan oleh Kibum. Diujung meja kerjanya Heechul tersenyum.
Terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru.
"Yah, noona. Kenapa kau tidak membangunkanku?" kata Yesung tiba-tiba.
"Waeyo?" tanya Heechul.
"Sekarang ada latihan pagi! Wah, telat deh!" kata Yesung sambil memakai sepatunya.
"Akh! Noona lupa, ada pertemuan dengan anggota dewan lainnya!" kata Heechul. Buru-buru dia ke kamar. Meraih tas dan kembali ke bawah.
"Ayo, Yesung!" ajak Heechul.
"Noona! Kita naik mobil Siwon saja!" kata Yesung tiba-tiba.
"Tapi yang akan menjaga toko?" tanya Heechul.
"Kami akan menjaganya. Hati-hati di jalan," kata Sungmin. Terdengar suara klakson mobil. Yesung menarik Heechul keluar. Heechul bergegas duduk di belakang. Yesung dan Siwon diam saja. Yesung akhirnya duduk di samping Siwon.
"Oppa hati-hati! Jangan ngebut!" kata Kibum mengingatkan. Mendengar ucapan tersebut Siwon hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.
Selama perjalanan tak ada satu pun yang bersuara. Siwon memperhatikan Heechul yang tengah melamun. Membiarkan angin mempermainkan rambutnya. Yesung yan melihat kejadian itu pura-pura batuk.
"Ada apa hyung?" tanya Siwon.
"Ani, tenggorokanku sedikit kering. Di depan sana tolong berhenti. Ok!" kata Yesung. Siwon hanya memberikan sinyal dengan meanggukkan kepalanya.
"Baiklah, noona! Aku pulangnya malam. Telat, bye!" kata Yesung.
"Ne!" jawab Heechul. Siwon membawanya kearah barat. "Berhenti, di bangunan itu!" kata Heechul sambil menunjuk sebuah gedung.
"Ne!" jawab Siwon. Heechul bergegas turun dari mobil dan meninggalkan Siwon. Siwon diam menatap Heechul yang semakin menjauh.
"Dia tidak lagi memanggil namaku," gumamnya. Siwon pun segera berbalik arah.
Setelah mendengar suara mobil Siwon menjauh Heechul berbalik dan melambai pelan. Lalu kembali berjalan masuk ke gedung tersebut. Perlahan dia membuka pintu bangunan tersebut.
"Mianne, saya datang terlambat." Kata Heechul.
"Akh! Selamat datang Nyonya Kim!" sambut sebuah suara, "Perkenalkan Tuan Tan," Heechul menatap dengan tatapan yang dingin.
"Halo, Tuan Tan," sapa Heechul.
"Hallo, Cindy," balas Hangeng. Sambil memegang tangan Heechul.
.
.
.
"Heechul! Tan Heechul!" panggil seseorang. Heechul yang jengah berusaha untuk menghindarinya. Setengah berlari menjauh dari Hangeng.
"Aww!" kata Heechul saat dia menabrak seseorang.
"Noona, ada apa?" tanya Yesung
"Tidak! Ayo kita pulang!" ajak Heechul sambil menjauh dari Hangeng yang berdiri di belakangnya.
"Heechul tunggu!" kata Hangeng sambil menarik tangan Heechul.
"Lepas!" teriak Heechul histeris. Namun, Hangeng tidak memiliki niat untuk melepaskan tangan Heechul. Yesung yang melihatnya sedikit geram.
"Lepaskan tangannya, brengsek!" kata Yesung.
"Kau siapa?" tanya Hangeng. "Jangan ikut campur urusan keluarga kami!" kata Hangeng.
"Perlu kau tahu, orang yang kau sakiti adalah noonaku! Sebaiknya kau lepaskan dia sebelum aku marah!" kata Yesung.
"Sudahlah. Ayo, kita pulang, Sunggie!" kata Heechul sembari menarik tubuh Yesung.
"Rupanya kau dicampakkan, Kim Heechul. Mana anak yang kau banggakan itu!" kata Hangeng. Heechul terus menarik Yesung. Sedangkan Yesung tahu 'anak' yang dimaksud lelaki itu pastilah Siwon.
"Kau, tidak akan selamanya lepas dariku?" Kata Hangeng, "Aku akan mendapatkanmu lagi!" kata Hangeng. Heechul segera mempercepat langkah kakinya.
Setelah berada cukup jauh dari Hangeng, Heechul menghentikan langkahnya. Dia menatap Yesung. Heechul mencoba untuk tegar dan tersenyum pada Yesung.
"Hallo, Siwon-ah! Kau ada dimana? Jemput kami segera!" ucap Yesung kesal.
"Yesunggie," kata Heechul. Terdengar deru mobil tak jauh di belakang mereka. Heechul mengeratkan pegangan tangannya pada Yesung. Beberapa menit kemudian sebuah mobil lain mendekat dari arah depan.
"Masuklah, Hyung, Umma," ajak Siwon. Keduanya masuk ke dalam mobil. "Ada apa hyung?" tanya Siwon melihat gelagat aneh Yesung.
"Siwon-ah, kau akan menjaga noonaku bukan? Dia ummamu juga, berarti kau harus bertanggung jawab atas dirinya," ucap Yesung membuat wajah Siwon memerah karena malu..
"Sunggie!" kata Heechul.
"Dengar ada orang aneh yang mengganggu, noonaku. Aku ingin selama musim panas ini kau menjaganya! Mulai minggu depan aku dan Wookie akan disibukkan dengan jadwal latihan kami yang makin padat!" kata Yesung menjelaskan secara singkat.
"Tentu saja. Aku akan menjaganya, hyung. Tak usah khawatir," kata Siwon sambil menatap Heechul yang menyandarkan punggungnya di jok.
"Yap, kau memang paling bisa diandalkan," kata Yesung. Sambil menepuk lengan kiri Siwon.
"Ya, hyung!" jawab Siwon. Akhirnya dia memiliki alasan untuk dapat tetap disisi ummanya. Siwon tersenyum dan menghentikan mobilnya.
"Baiklah, sampai jumpa besok!" kata Yesung. Heechul bungkam. Dia menundukkan kepalanya hingga Simba menghampirinya.
"Umma, aku pulang," pamit Siwon sedih. Heechul hanya menganggukkan kepalanya. Dan melambai saat mobil Siwon tak lagi tampak di pandangannya.
"Noona?" tanya Yesung.
"Aku lelah sekali!" kata Heechul sembari memangku Simba kedalam rumah.
Yesung yang kesal, melempar sembarangan tasnya diruangan tersebut. Dia merasa mengenal lelaki itu. Dia harus meminta seseorang menjaga noonnya.
.
.
.
Pagi harinya, Yesung segera turun dari tempat tidurnya. Dia tidak ingin terlambat karena dia ingin berangkat bersama Wookie.
"Noona, kau sudah bangun?" tanya Yesung pada Heechul yang tengah membereskan meja kerjanya.
"Selamat pagi. Iya, noona tidak bisa tidur?" jelas Heechul.
"Oh, yang lain mana?" tanya Yesung.
"Mereka belum datang. Sudahlah tidak boleh tergantung dengan mereka," kata Heechul mengingatkan.
"Noona, aku berangkat dulu," kata Yesung. Heechul hanya menganggukkan kepalanya. Baru saja Yesung berdiri di depan pintu, tampak dua orang namja yang berdiri di hadapannya.
"Selamat pagi hyung!" sapa keduanya.
"Selamat pagi," jawab Yesung, "Bantulah, noona untuk beres-beres!" katanya memerintahkan kedua namja tersebut. "Hei, Siwon jangan lupa nanti siang tolong antarkan noona ke balai kota lagi, Ok!" kata Yesung.
"Ne," jawab Siwon.
"Tak… tak usah kau perdulikan dia. Tak perlu mengantarku." Kata Heechul.
"Noona, aku tidak mau kamu didekati namja berengsek kemarin!" kata Yesung. Kontan perkataan Yesung membuat Siwon terkejut.
"Dia bukan namja berengsek! Dia… di…" Heechul tidak tahu harus berkata apa.
"Mantan suamimu yang baik hati begitu," kata Yesung dingin. Siwon yang mendengarnya terkejut.
"Sudahlah, nati kau terlambat," kata Heechul sambil mendorong Yesung keluar.
"Hyung, kau akan mengantar noona?" tanya Kyuhyun.
"Iya," jawab Siwon.
"Tidak usah!" jawab Heechul. "Dia aka nada disini menemanimu, Kyuhyun" jelas Heechul.
"Baguslah, karena Sungmin dan Kibum tidak masuk hari ini. Mereka ada urusan keluarga," kata Kyuhyun.
"Tuh, kau dengar sendiri. Aku baik-baik saja!" kata HEechul mencoba meyakinkan Siwon dan Kyuhyun.
"Tidak! Aku akan tetap mengantarmu lalu kembali ke toko!" kata Siwon tidak ingin dibantah. Heechul dan Kyuhyun tidak bisa menggugat keputusan Siwon tersebut.
"Baiklah terserah hyung sajalah!" kata Kyuhyun galau.
Ketiga orang tersebut membereskan toko. Saat membereskan mejanya Heechul milihat foto dia bersama dengan Siwon. Dia tersenyum namun ragu jika Siwon mengetahui perasaannya. Dia menyimpan foto tersebut di laci mejanya. Dia memperhatikan dua namja tersebut, yang tengah membersihkan bagian luar toko. Dia menatap salah satu diantara mereka dengan lekat. Dia tumbuh menjadi seorang namja yang baik. Sembari tersenyum Heechul memejamkan matanya.
"Noona, kami sudah selesai!" teriak Kyuhyun gembira.
"Jangan ganggu dia, Kyunnie!" kata Siwon yang berdiri di belakangnya.
"Ne!" jawab Kyuhyun.
"Toko bunga 'U', kiriman bunga!" kata seseorang yang baru saja melangkahkan kakinya ke dalam toko.
"Selamat datang!" sapa Kyuhyun. Kemudian keduanya berlari keluar untuk membawa bunga-bunga pesanan mereka. Saat kyuhyun di luar Siwon menghampiri Heechul. Wajahnya cantik mempesona seperti seorang malaikat. Rambut poninya yang panjang menutupi dahi dan kelopak matanya. Siwon mengulurkan tangannya dan merapihkan rambut Heechul.
Terdengar suara pintu terbuka. Siwon menahan tangannya yang hendak membelai lembut pipi Heechul. Tercium aroma bunga mawar yang manis. Dan terdengar suara pintu yang kembali tertutup.
"Kim Heechul apa yang terjadi? Laki-laki itu kembali dalam kehidupanmu?" tanya Siwon. Dia membelai lembut pipi Heechul dan menciumnya sekilas. "Jangan melihat padanya! Lihatlah aku yang mencintaimu di sini," gumam Siwon di telinga Heechul
"Hyung!" panggil seseorang yang membuat Siwon terkejut, "Bantu, aku untuk mengambil bunga gih!" kata Kyuhyun pura-pura tidak melihat kejadian tadi.
"Baiklah, aku segera kesana!" kata Siwon. Kedua namja itu keluar, perlahan Heechul membuka kedua kelopak matanya.
"Aish! Apa yang kau lakukan padaku, Choi Siwon?" tanya Heechul sambil terus membiarkan rasa kantuk menyelimutinya.
.
.
.
Jam 10 siang.
"Hyung, cepatlah kembali!" kata Kyuhyun yang tidak ingin menjaga jendela sendirian.
"Ya," kata Siwon sambil tersenyum. Dai melirik ke samping dimana kali ini Heechul duduk di sampingnya.
"….." Heechul diam saja, dia tidak mengatakan sepatah katapun pada Siwon yang mengantarkannya. 30 menit kemudian.
"Kita sudah sampai!" kata Siwon pada Heechul.
"Gumawo!" kata Heechul sambil tersenyum pada Siwon.
"Aku akan menjemputmu," kata Siwon.
"….." Heechul tampak berpikir. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Siwon. Siwon tersenyum padanya. "Baiklah, nanti jam 8 malam," kata Heechul.
"Baiklah!" kata Siwon begit gembira. Heechul melangkahkan kakinya dengan berat. Dia merasa kesal dan tidak berniat untuk melakukan persiapan festival kali ini.
.
Jam 8 malam, di balai kota.
"Heechul! Tunggu!" panggil Hangeng. Heechul pura-pura tidak mendengar panggilan Hangeng. Dia mempercepat langkah kakinya, menuruni tangga. Dia menatap sekeliling. Siwon belum datang menjemputnya.
"Heechul!" teriak Hangeng sambil menarik Heechul.
"Lepas!" teriak Heechul.
"Tidak, aku ingin berbicara denganmu," kata Hangeng dengan nada memaksa.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan!" kata Heechul sambil melepaskan tangan Hangeng. Hangeng tetap memaksanya. Dia mendekatkan dirinya dan Heechul, berusaha untuk mencium mantan istrinya tersebut. Heechul menggerakkan kepalanya. Berusaha menghindar.
"Lepaskan!" teriak Heechul.
Bug!
Heechul kaget , dia mendengar suara pukulan. Dia menutup matanya. Dirasanya seseorang menarik tangannya. Perlahan dia membuka matanya.
"Siwon.."
"Ayo, kita pulang!" kata Siwon sambil terus menarik Heechul.
"HEI!" teriak Hangeng. Keduanya berhenti, menatap Hangeng. "Siapa kau?" tanya Hangeng. Dia merasa mengenali pemuda yang berdiri di hadapannya.
"Siwon…." Gumam Heechul. Dia ketakutan dan bersembunyi dibalik Siwon.
"Hei, kau siapa?!" tanya Hangeng.
"Jangan sekali-kali kau mengganggunya!" kata Siwon mengancam.
"Bukan urusanmu anak kecil!" kata Hangeng.
"Huh, memangnya yang kau lakukan bukan urusanku. Sangat memalukan Tan Hangeng!" kata Siwon. Dan Bug! Hangeng memukul wajah Heechul.
"Siwon!" teriak Heechul. Hangeng menatap pemuda itu. Bocah kecil yang dulu selalu bersama dengan istrinya.
"Oh, kau rupanya!" kata Hangeng emosi. Siwon balik memukul Hangeng. Keduanya berkelahi sampai seorang satpam mendatangi mereka.
"Lepas! Siwon,sudah lepaskan dia!" kata Heechul. Dia menangis berusaha memisahkan mereka. "Tidak!" Teriak Heechul saat Siwon hendak memukul Hangeng. "Sudahlah. Ayo, kita pulang," ajak Heechul. Dia menarik Siwon menjauh dari Hangeng.
"Heechul!" teriak Hangeng. Satpam yang datang kesana segera memegangi Hangeng. Heechul dan Siwon segera menaiki mobil mereka dan menjauh dari balai kota.
Sebelum tiba di rumah, Siwon menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Katakan! Apa ini alasanmu melarangku untuk mengantar jemputmu?" tanya Siwon dengan tegas.
"Ne…" jawab Heechul takut. Siwon merasa hatinya teriris. Apakah Heechul masih mencintai Hangeng.
"Apa kau masih memikirkannya?" tanya Siwon.
"Aku…. Aku tidak tahu…." Gumam Heechul. Siwon merasa sangat kacau dia melihat apa yang hendak Hangeng lakukan pada Heechul. Apa mereka saling mencintai.
"Heechul…. Aku…. Aku mencintaimu," kata Siwon tiba-tiba. Heechul menatapnya dengan pandangan yang bingung, shock, tidak percaya akan apa yang Siwon katakan.
"Siwon?" tanya Heechul.
"Saranghae!" kata Siwon sambil menatap lekat kedua bola mata indah itu. Heechul menundukkan wajahnya malu. Siwon mengangkat dagu Heechul dan tersenyum. Dia membelai wajah Heechul dan mendekatkan wajahnya.
"Siwon…." Gumam Heechul.
"Saranghae! Saranghae! Saranghae, Kim Heechul…." Gumam Siwon sambil memperpendek jarak mereka. Heechul diam. Dia memejamkan kedua matanya dan terlena. Dia mencintainya. Sangat. Entah sejak kapan perasaannya berubah. Siwon merasa senang. dia tersenyum dan kembali mencium Heechul.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hohoho, thor lupa ternyata liburan musim panas itu singkat ya. Thor berpikir lama sekitar satu bulanan. Jadi, kejadian yang kemarin-kemarin terjadi di satu hari. Klo dihitung the sekitar 5 harian mereka dah kerja di toko bunga 'U'
Entahlah. Ceritanya jadi berkembang gara-gara Han datang.
Review ne!
Hwaiting!
