oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo
.
.
Naruto menghampiri Hinata dan langsung menarik kerah belakang si pria tua itu hingga ia terlempar ke belakang
"Na...Naruto-senpai!" Kata Hinata lalu memeluk Naruto
"Maaf, ossan. Tapi dia bersamaku"
Si pria tua kembali berdiri. Dia mendecih dan pergi begitu saja melupakan kejadian tadi
Merasa urusannya sudah selesai, Naruto melangkahkan kakinya meninggalkan Hinata
.
*Tap*
.
Namun pergelangan tangannya berhasil ditahan oleh Hinata. Naruto pun menoleh tanpa membalikkan badannya
"Senpai, apa kau tidak akan bertanya 'apa kau baik-baik saja?' Atau 'apa dia sudah melakukan sesuatu kepadamu?' ?"
"Jangan harap, Hyuga. Aku bukan tokoh protagonis di novel cinta yang kau baca-baca"
"Apa aku telat?"
"Apa aku telat? Jadi kau tidak merasa telat, heh?"
"Ternyata kau juga memiliki sisi romantis. Jadi, apa kau yakin akulah istri masa depanmu?"
"Tolong panggil namaku, Naruto-kun"
"Hyuuga?"
"Bukan margaku. Tapi namaku"
"Hi..."
"Hi?"
"Hiu?" Kata Naruto membuat Hinata sedikit kesal
"Hina...ta..."
"Tolong ucapkan dengan lancar"
"Hinata"
Perlahan wajah putih mulus itu mulai mendekati wajah tan milik Naruto. Sambil memejamkan matanya, Hinata sedikit mengerucutkan bibirnya dan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Naruto
"INGATLAH! Ini semua bagian dari rencananya!"
.
*Tap*
.
Tiba-tiba Naruto menutup bibir Hinata disaat sebuah kalimat tegas terngiang di fikirannya
"Hentikan sandiwaramu, Hyuuga"
"Ya kau benar! Aku hanya akting selama ini! Aku hanya berpura-pura mencintaimu. BAKA!"
"Mendokusaaaaa..." Teriak Naruto
"Naruto-kun?"
"aaaaaaai?"
Naruto langsung berhenti berteriak disaat mendengar suara yang tidak asing lagi diingatannya
"Hinata?"
"Aku mencintaimu, Hyuuga Hinata"
Hinata membelalakkan matanya mendengar ucapan Naruto yang terdengar manis ditelinganya. Dari ekspresi terkejut, kini ekspresinya terganti oleh ekspresi bahagia
"Aku juga mencintaimu, Naruto-kun"
Mereka saling menatap satu sama lain. Perlahan, muka mereka berdua mulai mendekat. Perlahan, 2 bibir pun bertemu
.
*Cup*
.
*Tenenet...Tenenet...Tenenet...Teeet...*
.
Sebuah jam weker membangunkan si empunya. Membangunkan Naruto dari alam mimpinya akan kenangannya dulu bersama Hinata
Menatap jam wekernya yang sudah menunjukkan pukul 07.00. Ia harus memulai harinya untuk bekerja sebagai Manager di Hyuuga Fashion Shop agar bisa mendapatkan uang
Naruto mengambil posisi duduk diatas ranjangnya. Mengusap mukanya untuk menghilangkan rasa kantuk
"Hoaam..."
.
.
Mendokusai? Make It Easy!
2
Disclaimer :
Masashi Kishimoto
Author :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
SEASON 2, Gaje, OOC (banget), AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated :
M
Genre :
Romance, Drama, Action, Sci-fi, Humor and Mystery
.
.
*Cklek*
.
Membuka pintu apartemen lalu mengunci apartemennya. Naruto sudah terlihat rapi dengan kemeja merah dibalut jas hitam
Melangkahkan kakinya berniat turun melewati tangga. Naruto berhenti tepat didepan pintu apartemen Hinata
.
*Cklek*
.
"Pagi" sapa Naruto didepan pintu menunggu Hinata keluar dari apartemennya
"Pagi" balas Hinata dengan senyumannya
Hinata menutup pintu apartemennya lalu menguncinya. Setelah itu Hinata memutar badannya menghadap Naruto
"Cocok untukmu. Kau terlihat cantik" puji Naruto mengenai fashion Hinata hari ini. Hal ini membuat muka Hinata memerah
"Indah, bukan? Ini salahsatu produk terbaikku" kata Hinata
Naruto dan Hinata sama-sama melangkahkan kakinya. Mereka telah membuat janji untuk berangkat kerja bersama
.
*Tap..Tap...*
.
Menuruni tangga apartemen yang memiliki 5 lantai ini. Tiba-tiba saja sepatu hak tinggi yang dipakai oleh Hinata tergelincir
.
*Tap*
.
Naruto berhasil menahan tubuh mungil Hinata agar tidak terjatuh di tangga ini
"Kau baik-baik saja?" Tanya Naruto
"Mmm! Terimakasih" jawab Hinata sambil mengangguk
Hinata kembali berdiri dengan normal. Naruto mempersilahkan Hinata untuk berjalan terlebih dahulu
"Silahkan jalan duluan, Hinata"
"Tidak" kata Hinata dan menarik tangan Naruto agar mereka bisa berjalan beriringan
Naruto dan Hinata pun pergi bersama-sama ala Go Green di Jepang menuju toko 'Hyuuga Fashion Shop'. Jika menempuhnya dengan jalan kaki, maka hanya membutuhkan waktu 15 menit menggunakan bus dan melanjutkan berjalan kaki selama 10 menit. Maka total waktu yang diperlukan hanya 25 menit
Mereka kini tengah berjalan menuju halte bus. Bus terakhir akan berangkat pukul 08.00 sedangkan waktu kini masih menunjukkan pukul 07.40
"Naruto"
"Hm?"
"Apa nanti malam kau sibuk?" Tanya Hinata
"Itu tergantung atasanku sekarang. Jika dia menyuruhku kerja lembur" jawab Naruto sambil melirik Hinata. Hinata mengerti maksud Naruto. Sekarang dialah atasan Naruto
"Kau mau pergi menonton bioskop bersamaku?"
"Apa ini ajakan kencan?" Tanya Naruto sehingga Hinata memukul lengan kekar Naruto dengan pelan
"Jika kau tidak mau, tidak masalah. Aku bisa pergi sendiri" kata Hinata dan mereka sudah sampai di halte
Sesampai di halte, orang-orang yang menyadari kehadiran Hinata pun meminta berfoto dan tanda tangan dari seorang Artis ternama seperti Hinata
"Dalam rangka apa kau mengajakku?" Tanya Naruto saat Hinata sudah selesai dengan urusannya
"Aku hanya bosan. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini" jawab Hinata
"Apa kau tidak pernah dilamar oleh seseorang?" Tanya Naruto terkekeh pelan hanya berniat bercanda
"Ada. Tapi entah kenapa aku merasa tidak rela jika aku menerima lamaran orang lain" jawab Hinata yang menganggap serius pertanyaan Naruto
Naruto tidak mengerti. Apa ini berarti Hinata telah memberi lampu hijau untuknya disaat Hinata sudah kembali mengingatnya?
Bus yang ditunggu pun datang. Naruto dan Hinata memasuki bus itu. Sayangnya, penumpang bus kali ini sangat banyak membuat Naruto dan Hinata harus berdiri
Karena bus bagian belakang sesak akan laki-laki, Naruto pun menarik Hinata dan menyandarkan gadis manis itu di kaca bus dan menjadikan tubuh kekarnya sebagai benteng untuk membatasi pergerakan lautan laki-laki agar tidak menyentuh Hinata
Hinata merona merah akan posisi mereka berdua kali ini. Naruto seperti akan menciumnya dan kedua tangan Naruto berada diantara Hinata. Berbeda dengan Naruto yang hanya bersikap biasa saja seakan tidak merasakan situasi yang terbilang intim ini
Bus yang mereka tumpangi berkali-kali mengerem membuat bus berkali-kali maju dan berhenti. Begitu juga orang yang berada didalamnya. Berkali-kali Naruto menahan tubuhnya agar lautan laki-laki yang mengerubungi Hinata tidak menyentuh gadis yang dia lindung
"Terimakasih, Naruto"
"Sama-sama"
Naruto tersenyum lembut. Hinata serasa dihinoptis dalam keadaan wajah yang hanya berjarak sejengkal ini. Entah siapa yang merasukinya, Hinata semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto
.
*Ciiit...*
.
Bus pun berhenti membuat kegiatan Hinata gagal berlanjut. Hinata sedikit merasa kecewa karena tidak dapat mencicipi bibir milik Naruto
Naruto menuntun Hinata keluar lewat bagian belakang bus dengan mengenggam tangannya. Naruto sama sekali tidak mengetahui keadaan gadis yang bersamanya sekarang. Naruto tidak tahu bahwa jantung Hinata berdegup kencang sekarang. Tanpa Naruto sadari, Hinata membalas genggamannya
Mereka pun akhirnya dapat menghirup udara segar karena berhasil keluar dari bus
"Hinata! Naruto!"
Naruto dan Hinata sontak menoleh dan mendapati Chloe melambaikan tangannya. Chloe pun menghampiri mereka
"Kalian berpacaran?" Tanya Chloe dibalas tatapan bertanya-tanya oleh Hinata
Hinata pun tersadar. Hinata pun melepaskan genggamannya
"Selamat ya!" Kata Chloe
"Kami tidak berpacaran!" Sanggah Hinata
"Apa yang dikatakan Hinata benar, Chloe" kata Naruto menimpali untuk membuat Hinata senyaman mungkin
"Dengar? Naruto sendiri tidak mengakuinya" (Hinata)
"Baiklah...lupakan saja. Ngomong-ngomong, apa kalian akan pergi kencan?" Tanya Chloe sekali lagi berniat menggoda Hinata
"Tidak!" Kata Hinata mulai kesal dengan Chloe yang mencoba mempermainkannya
"Benarkah...?" Tanya Chloe dengan pandangan menyelidik
Hinata menahan kesal dan malu diwaktu bersamaan serta mencoba agar mukanya tidak memerah. Namun sekeras apapun berjuang, sebagian muka Hinata telah memerah walau hanya tipis
Naruto hanya diam mengamati ekspresi muka dari Hinata. Dominasi emosi kesal lebih terlihat dibanding emosi malu. Naruto kecewa dengan reaksi Hinata. Tapi mau bagaimana lagi. Naruto tidak bisa memaksakannya
"Kami-"
"Kami hanya berangkat kerja bersama, Chloe" ujar Naruto memotong ucapan Hinata berniat membantu gadis Hyuuga itu agar tidak terpojok
"Maksudmu?"
"Aku telah menandatangani kontrak untuk menjadi modelnya" jawab Naruto sambil menunjuk Hinata
"Wow selamat ya!" Kata Chloe dan menyalami Naruto serta Hinata
Hinata mengisyaratkan agar mereka kembali melanjutkan perjalanan mengingat waktu telah mepet. Naruto pun mengangguk. Naruto juga mengisyaratkan Chloe
"Kebetulan sekali. Aku ingin membeli pakaian brand Hyuuga" kata Chloe dan berjalan bersama dengan Naruto dan Hinata
"Jadi Naruto, apa kau sudah menyimpan nomorku?" Tanya Chloe ditengah perjalanan
"Aku masih belum punya ponsel" jawab Naruto membuat Chloe mendengus
"Hei Hinata. Bayaran Naruto untuk pertama kalinya digantikan saja oleh ponsel baru. Itu usulanku" kata Chloe
"Heh?" Tanggapan Hinata mengenai usulan Chloe
"Hey, tidak harus begitu. Aku bisa membelinya sendiri" kata Naruto
.
*Brooom...*
.
Sebuah mobil silver yang dikenali Naruto sebagai mobil Gaara mengikuti langkah ketiga manusia itu. Saat Naruto berhenti, mobil yang dikendarai Gaara juga berhenti
Kaca mobil yang dilapisi kaca film itu menurun memperlihatkan sosok Gaara dengan kaca mata hitamnya. Gaara melepas kacamatanya
"Naruto, aku ada sesuatu untukmu. Temui aku di Sabaku Tech Company setelah semua urusanmu selesai" kata Gaara dalam bahasa Jepang membuat Chloe tidak mengerti
"Baiklah. Tunggu aku" balas Naruto juga dalam bahasa Jepang
Gaara mengacungkan jempolnya setelah mendapat balasan dari Naruto. Apa yang terjadi setelah itu hanya satu. Naruto dihadiahi tatapan bertanya dari kedua gadis disampingnya
"..." Naruto juga ikut diam
"Kalian pasti ingin bertanya. Silahkan mulai dari Hinata dulu" kata Naruto memberi kesempatan lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda diikuti Hinata dan Chloe
"Siapa dia?" Tanya Hinata
"Dia Sabaku Gaara. Sahabatku semenjak SMA. Dia orang Jepang tulen. Dia juga Owner dari Sabaku Tech Company" jawab Naruto direspon anggukan mengerti oleh Hinata
"Sekarang giliran Chloe" kata Naruto yang melihat Chloe sedaritadi memandangnya dengan tatapan bertanya
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Chloe
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-
.
.
*Ting!*
.
Sebuah pintu lift terbuka memperlihatkan Naruto. Naruto pun melangkahkan kakinya keluar dari lift
Seperti yang dijanjikan, Naruto datang ke gedung perusahaan Gaara setelah selesai dengan urusannya. Yaitu sesi pemotretan untuk mempromosikan launching kemejia pria terbaru merk Hyuuga Fashion
.
*Tap...Tap...*
.
*Tok! Tok! Tok!*
.
"Masuklah"
Naruto pun masuk ke dalam ruangan khusus dimana Gaara bekerja ataupun duduk santai. Ruangan ber-AC itu didesain seindah mungkin dengan warna cerah seperti jingga, kuning dan hijau agar orang tidak mudah mengantuk
Gaara mempersilahkan Naruto untuk duduk di kursi yang telah disediakan didepan meja kerjanya. Sebuah kotak hitam terletak diatas meja kerjanya
"Apa kabar, Naruto?"
"Basa-basi? Kau seperti tidak mengetahui kebiasanku saja. Katakan, ada keperluan apa?"
"Dasar" respon Gaara sambil terkekeh pelan dan menggeser kotak hitam itu sedikit sebagai isyarat untuk Naruto
"Lihatlah" kata Gaara
Naruto memindahkan letak kotak hitam ke pangkuannya. Sebuah kotak hitam ukuran telapak tangan. Naruto langsung membukanya
"Itu adalah ponsel buatanku sendiri. Didesain agar dapat meretas dan juga ada fitur-fitur lama lainnya yang ada di ponsel lamamu. Fitur barunya, Anti-Hack agar gadgetmu tidak bisa diretas oleh orang lain. Green dari Crowned Clown lah yang membuatku berpikiran untuk membuat penangkal retasan" ujar Gaara sambil mengingat saat Naruto menceritakan bahwa ponselnya telah meledak setelah diretas oleh Midorima
Naruto mengenggam ponsel hitam sebesar telapak tangan agar mudah digenggam satu tangan itu. Meraba serta melihat setiap inci ponsel
"Fitur lainnya, adanya Hologram" lanjut Gaara dengan bangga dan mengulurkan tangannya serta menggerak-gerakkan jari
Naruto mengerti maksud pemuda Sabaku itu. Naruto menyerahkan ponsel hitam bermerk STech kepada Gaara
Gaara mencari-cari aplikasi yang ingin ia perlihatkan kepada Naruto sambil mentutorialkan penggunaannya
.
*Zzt*
.
Munculah hologram biru membentuk globe yang dapat dilihat dari segala arah alias 3D setelah Gaara menyentuh layar ponsel
"Tidak hanya sampai disini" ujar Gaara dan hologram hilang
Gaara mencari sesuatu yang ada didalam ruang kerjanya. Mencari sesuatu yang cocok untuk dijadikan percobaan
Setelah mendapatkannya, Gaara pun memotret sebuah sofa kuning disudut ruangan
.
*Ckrek!*
.
Naruto diam mengamati apa yang dilakukan Gaara. Ini bisa dijadikan pelajaran saat ia menggunakan ponsel STech nanti
Sebuah layar hologram kembali muncul dari kamera depan ponsel Stech. Hologram yang memperlihatkan sofa 3D yang dipotret Gaara tadi
"Mudahnya, kau bisa menampilkan apa yang kau potret dalam bentuk hologram. Peta pun juga bisa dalam bentuk hologram" lanjut Gaara
"Ada fitur yang belum kau perkenalkan?" Tanya Naruto memastikan
.
*Ctek!*
.
Gaara menjentikan jarinya atas perkataan Naruto yang mengingatkannya akan sesuatu. Gaara pun memperlihatkan fiturnya
.
*Zzzt..*
.
Gaara menyentuh sebuah aplikasi [Hack]. Mencari option yang bertuliskan [Identified]
"Ini" kata Gaara menyerahkan ponsel tersebut. Naruto menyambutnya
"Scan wajahku dengan kamera" kata Gaara dan dituruti oleh Naruto. Gaara pun menutup wajahnya dengan kain
Naruto membelalakkan matanya sekaligus kagum atas fitur baru yang diberikan Sabaku Tech
.
Name : Sabaku Gaara
Birth: Tokyo, XX XXX 1996
Age : 24
Job : Businessman
ATM : $XXXXXX
.
Sebuah fitur yang dapat memberitahukan identitas target yang di scan melalui kamera ponsel. Sebuah Fitur yang dapat memberitahukan data diri lengkap dengan foto formal walaupun wajah target tertutupi
"Scan itu langsung terhubung dengan administrasi negara dan data pribadi dimana kau berada" ujar Gaara
"Untuk apa memberitahukan jumlah uang di ATM?" Tanya Naruto
"Kau bisa mencurinya dengan hacking" jawab Gaara enteng
"Tidak...tidak. Aku tidak akan mencuri. Bisakah kau ganti?" Kata Naruto mengembalikan ponsel kepada Gaara
"Menggantinya perlu waktu, kau tahu" kata Gaara sewot
"Bukankah menggantinya adalah hal yang mudah untukmu?"
"Baiklah...Harus kuganti dengan apa?" Tanya Gaara membuat Naruto berpikir sejenak
"Tempatnya bekerja dan Crime level?" Jawab Naruto
"Memasukkan Crime level adalah ide bagus. Aku sempat melupakannya. Dengan Crime level, kau dapat mengetahui tingkat kekriminalitas seseorang. Baiklah. Tunggulah 1 jam. Aku akan memperbaikinya"
"Waktu yang cukup singkat. Hebat" kagum Naruto
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-
.
.
*Ckrek!*
.
Naruto memotret seorang perempuan paruh baya tionghoa dengan setelan jas wanita
.
Name : Fellicia Choi
Birth : Houston, XX Apr 1970
Age : 50
Job : Business woman
Work for : CEO Mango Ent.
Crime Lvl : Safe
.
"Bagus" gumam Naruto ketika ia bersandar disebuah pagar setelah berhasil menyimpan data dari si target beserta foto formalnya
.
Flashback ON
.
"Naruto, kau mau membantuku?" Tanya Gaara setelah menyerahkan ponsel hasil rombakan tadi. Gaara menopang kepalanya dengan tangan diatas meja
"Melakukan apa?"
"Kau cukup mengumpulkan 5 data masyarakat New York yang bekerja sebagai pemilik maupun CEO perusahaan" ujar Gaara
"Tentu saja kau mendapatkan bayaran dengan melakukan hal ini
.
Flashback OFF
.
Naruto menghela nafas lelah. Lebih dari 4 jam ia melakukan apa yang diminta Gaara. Sudah 4 jam keliling sana-sini, pria pirang ini hanya mendapatkan 4 orang
"Yang benar saja aku harus mencari 5 pengusaha dalam ratusan orang masyarakat ini" batin Naruto saat duduk disebuah café untuk sekedar beristirahat
Naruto melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore
.
*Slrup..*
.
Naruto meminum jus jeruk dihadapannya. Tak lama kemudian, sebuah panggilan masuk dengan kontak bertuliskan 'Hinata'
"Hm?" Sahut Naruto
"Naruto, kau ingat janjimu, bukan?"
"Tentu saja"
"Bagus. Kalau begitu sampai disini dulu. Aku harus melanjutkan bisnisku. Kita bertemu nanti di depan tokoku pukul 7 malam" kata Hinata menutup panggilannya
"Itu dia" batin Naruto
.
*Slruuup...*
.
Naruto kembali meminum jusnya hingga hanya menyisakan setengah gelas
.
*Tap!*
.
Seseorang menyentuh pundak Naruto. Naruto pun menoleh dan mendapati si perempuan cantik yang berprofesi sebagai polisi
"Kau tidak terkejut?" Tanya Tiffany
"Kau lihat reaksiku, bukan? Aku sama sekali tidak terkejut" jawab Naruto dan mempersilahkan Tiffany duduk di kursi depannya
"Kenapa seorang polisi sepertimu menemuiku? Apa aku melakukan sesuatu yang kriminal?" Tanya Naruto
"Tidak, Naruto. Aku menemuimu karena kebetulan" jawab Tiffany
.
*Ckrek!*
.
Tiffany melongo saat Naruto tiba-tiba saja memotretnya. Naruto tersenyum puas
.
Name : Tiffany Hill
Birth : Washington DC, XX Feb 1993
Age : 27
Job : Police
Work for : NYPD
Crime Lvl : Safe
.
"Kenapa kau memotret wajahku?" Tanya Tiffany
"Iseng saja" jawab Naruto
Naruto menaikkan sebelah alisnya saat Tiffany menyodorkan sebuah foto seseorang yang tidak dikenalnya
"Kau pernah melihatnya?" Tanya Tiffany
Naruto mengamati foto tersebut. Foto yang memperlihatkan seorang pria dengan surai merah
"Dia orang Jepang yang selalu membuat gempar netizen bersama kelompoknya" ujar Tiffany
"Siapa namanya?"
"Akashi Seijuro"
"Apa nama kelompoknya?"
"Entahlah. Kami pihak kepolisian belum mengetahuinya" jawab Tiffany dengan nada menyesal
Naruto meraih foto Akashi dari tangan Tiffany. Setelah itu Naruto memotret foto Akashi
.
*Ckrek!*
.
Name : Akashi Seijuro
Birth : XX XXX 1989
Age : 31
Job : Programmer
Work for : Crowned Clown
Crime Lvl : Dangerous
.
Naruto membelalakkan matanya. Crowned Clown? Naruto seperti mendapatkan jackpot
Dilihat dari Crime level, ternyata Akashi sangat dicari oleh kepolisian manca-negara
.
1. Safe
Orang yang tidak pernah memiliki catatan kriminal
2. Clear
Orang yang pernah memiliki catatan kriminal
3. Low
Orang dengan catatan kriminal rendah
4. Middle
Catatan kriminal menengah
5. High
Catatan kriminal tinggi dalam suatu negara (nasional)
6. Dangerous
Catatan kriminal tinggi internasional
.
"Kau mengetahui sesuatu?" Tanya Tiffany
"Eto..." Gumam Naruto
"Aku pernah melihatnya" ujar Naruto
"Dimana kau melihatnya?"
"Aku pernah melihatnya di NY Club. Dia adalah ketua mafia Crowned Clown" ungkap Naruto setengah berbohong
"Crowned..Clown? Maksudmu mafia terkenal itu?" Tanya Tiffany
"Ya" jawab Naruto
"Kau tau dimana markas mereka?" Tanya Tiffany dijawab gelengan oleh Naruto
"Baiklah. Aku akan menyelidiki NY Club" kata Tiffany
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-
.
.
Langit malam dihiasi bintang yang jumlahnya tidak terhingga menjadikan malam minggu menjadi malam yang indah
Kini sang Superstar Asia yang merintis karir di Hollywood itu sedang beres-beres merapikan toko fashion-nya. Tampak busana-busana atau aksesoris lainnya yang seharusnya dipajang kini telah ludes dalam sehari. Sungguh pencapaian yang fantastis
Bukannya Hinata tidak memiliki staff. Hinata memiliki 10 staf yang hanya bekerja dibalik layar sebagai pembuat busana yang telah dirancang Hinata. Hinata kini membutuhkan 3 staf keamanan, 2 kasir, dan 4 pelayan
"Aku sudah merancang model busana baru dan tadi baru saja selesai dibuat oleh Harry dkk. Aku juga sudah memasang iklan di internet dan videotron bahkan dimana-mana. Aku juga sudah menyebarkan lowongan kerja diberbagai tempat serta internet. Mmm...tugasku hari ini sudah selesai" gumam Hinata saat tokonya benar-benar sudah sepi walaupun jalanan didepan toko masih ramai mengingat sekarang adalah malam minggu. Kertas yang bertuliskan Sold Out telah terpajang di pintu masuk Hyuuga Fashion Shop
Hinata melihat jam yang tergantung di belakang meja kasir. Sudah pukul 7 tapi Naruto belum datang
"Apa dia terlambat atau tidak akan datang?" Batin Hinata
.
*Ckreng...*
.
Hinata langsung menoleh ke asal suara, yaitu pintu. Hinata langsung tersenyum lega karena kedatangan Naruto
"Sudah siap?" Tanya Naruto memastikan
"Sudah"
Naruto mengulurkan tangannya ke Hinata. Hinata pun menatap bingung apa yang dilakukan Naruto
"Kulihat orang yang pergi kencan sering berpegangan tangan" kata Naruto membuat Hinata memerahkan mukanya
Naruto menggerak-gerakkan tangannya keatas dan kebawah karena Hinata tidak kunjung meraih tangannya
"Aku harus berani! Seorang artis sepertiku tidak boleh menundukkan kepala!" Batin Hinata menyemangati diri
Hinata pun mengangkat tangannya meraih tangan Naruto. Mereka pun berpegangan tangan
"Ayo"
Hinata mengangguk atas ajakan Naruto. Mereka pun keluar dari toko
.
*Ckreng...*
.
Naruto terlebih dahulu menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. Hinata yang melihat apa yang dilakukan Naruto pun juga turut melakukannya
"Bintangnya terlihat lebih terang, bukan?" Tanya Hinata
"Ya" jawab Naruto dengan singkat
"Jadi, kemana jalan menuju bioskop?" Tanya Naruto
.
.
Usai menonton di bioskop tepat pukul 9 malam, Naruto dan Hinata pun memutuskan makan malam di sebuah restoran kaum muda. Hinata sendiri merasa aneh berada diantara remaja-remaja ini
Kini Naruto dan Hinata sudah duduk disebuah meja yang telah disediakan. Memesan makanan dan minuman kepada pelayan. Setelah pelayan pergi, Naruto pun membuka suara
"Kenapa, Hinata?" Tanya Naruto yang melihat gerak-gerik Hinata
"Aku hanya merasa aneh dikelilingi remaja-remaja" jawab Naruto
"Tidak apa, bukan? Penampilan kita masih sama seperti remaja lainnya walaupun status kita bukan remaja lagi" kata Naruto
"Tapi..."
"Jika kau masih merasa aneh, baiklah. Aku akan memanggilmu 'oba-san' "
"Kau ini!" Kata Hinata dan mencubit hidung Naruto lalu tertawa
"Nah itu baru dia" kata Naruto lega dengan perubahan Hinata
.
*Ckrek!*
.
Hinata mengedipkan matanya saat Naruto tiba-tiba saja memotret wajahnya
.
Name : Hyuuga Hinata
Birth : XX Des 1999
Age : 21
Job : Designer, Artis
Work for : Owner Hyuuga Fashion Shop
Crime Lvl : Safe
.
"Apa yang kau lakukan, Naruto?" Tanya Hinata
"Tidak ada" jawab Naruto dan mengirim 5 data yang telah didapatkannya kepada Gaara
"Boleh kulihat?" Tanya Hinata
"R-A-H-A-S-I-A" jawab Naruto membuat Hinata menggembungkan pipinya
.
*Drrrrt...*
.
Ponsel Naruto bergetar. Naruto pun melihat layar ponselnya. Tertera nama 'Gaara' disana
"Moshi...mosh-"
"Naruto, pergi dari sana sekarang juga! Crowned Clown ada diantara kalian!" Teriak Gaara membuat Naruto membelalakkan matanya
Naruto mencari-cari keberadaan Crowned Clown. Naruto terkejut saat mendapati seorang pria bersurai merah tengah mengetik sesuatu di laptopnya. Ya, dialah Akashi Seijuro
"Hinata!" Kata Naruto
.
*Blarrr!*
.
Naruto melindungi Hinata dari tekanan ledakan yang tiba-tiba muncul. Hinata menatap horor ledakan yang berasal dari CCTV dan sound system didekat Naruto dan Hinata berada
"KYAAAA!" Teriak orang-orang saat mendapati 4 orang bersenjata datang. 4 orang dengan topeng pink, biru, ungu dan kuning
Keempat orang tersebut langsung menodongkan senjata sekedar mengisyaratkan seluruh orang untuk merunduk ke lantai. Ternyata Akashi telah mengenakan topeng merahnya
"Naruto..." Cicit Hinata ketakutan lalu mencari Naruto disekitarnya. Hinata semakin ketakutan saat tidak menemukan Naruto disampingnya
"Hyuuga Hinata, perlihatkan dirimu!" Kata sebuah suara dalam bahasa Jepang melalui speaker disetiap sudut ruangan
Hinata semakin shock saat sebuah suara memanggil namanya
"Kuulangi. Hyuuga Hinata, perlihatkan dirimu atau orang-orang akan mati ditempat" peringat speaker itu kembali. Ternyata ini adalah ulah Akashi
Mau tak mau pun Hinata mulai menggerakkan badannya dengan rasa takut
"Hinata, don't mind" ucap sebuah suara yang berbeda dalam bahasa Inggris. Itu adalah suara Gaara yang disamarkan
.
*Blarr!*
.
*Brak!*
.
Laptop yang ada didepan Akashi langsung meledak membuat pria merah tersebut terjungkal ke belakang
"Sialan. Ternyata ada Hacker yang dapat mematahkan pelindung buatanku" gumam Akashi saat topengnya hancur dan sebagian wajahnya ikut hangus
.
*Tap!*
.
Naruto dalam sosok H2 datang dari lantai 2. Kini bukan jaket kulit lagi yang ia kenakan. Tapi sebuah mantel musim dingin hitam berkerah
"H2" kata Akashi geram dan mencoba berdiri
Sementara itu Hinata yang menyadari datangnya sosok serba hitam yang mengaku sebagai pelindung
"H2?" Gumam Hinata
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Chapter 14 is published!
Pertama-tama, ane minta maaf karena sangat banyak typo di chapter sebelumnya. Berikut kesalahan ane :
"Baiklah. Dengarkan. Aku tidak ingin ada lagi kegagalan. Mengerti? Kita sudah kehilangan 1 orang ahli peretas" ujar Gaara penuh penekanan disetiap katanya
Murni kesalahan ane :3
Tp kan kalimat selanjutnya ada...
"Kami mengerti, Red" kata Kise, Aomine, Murasakibara dan Momoi bersamaan
Jadi, ane bikin Gaara karena typo. Sebenarnya Akashi. Ya...maklumlah. Rambut mereka sama-sama merah :v
Satu lagi saat polisi datang dan berkata "Jangan berak!" adalah typo
Bagi reader yang menginginkan fict ini punya alur yang gak cepat, gomen. Ane gak bisa karena ane gak bisa bikin rangkaian kata yang menggambarkan suasana
.
Reader Said :
Tadi ada krsalahan nama ya, red nya jadi garaa, aku masih bingung kenapa naruto nggak belajar hack sendiri, tapi tergantung sama teman teman nya
Author Said :
Ok, terimakasih udah ngingetin. Sebenarnya Naruto nge-hack sendirian kok lewat ponselnya. Tapi gak semua hal bisa dia hack. Maka dari itu dia membutuhkan rekan Hacker. Dan kenapa dia bergantung sama teman-temannya, jawabannya karena ane gak mau bikin Naruto terlihat sempurna. Jago berkelahi dan pintar Hacking? No no no...
Sekian :v
Reader Said :
nooooo! lemonnya jangan antara naru dan chloe dong onee-chan :(
Author Said :
Gak harus sama Chloe kok. Hinata, bukan?
Tenang aja (y)
Reader Said :
jadi komplotan yang menjadi target naruto adalah gaara dan anak buahnya?
Author Said :
Maaf, ada typo kemaren
Reader Said :
jangan kebanyakan oc author saya bingung sendiri bacanya kebanhyakan gag ngertinya..
Author Said :
Gimana gak OC, reader-san?
Sekarang latar fict ini ada di amrik
.
Jangan lupa Follow, Favorite and REVIEW, para ente sekalian (y)
Silahkan tinggalkan jejak :v
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
