Reiji menghilang terdiam lalu sudah teleport disamping Sakura, membuat Ricter dan Yui nampak melirik Sakura dan Naoto secara bergantian sembari berkata. "Ora! Penghuni baru, apa yang ayah kalian inginkan, apa dia bagian dari rencananya yang lain,"Cetusnya.

"Halo,"Jawab Naoto tersenyum aneh.

"Oah! Ramah juga,"Ucap Yui dengan senyuman genit yang aneh.

"Yui,"Panggil Sakura..

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

The Shadow Dark of Light

by

Lightning Shun

(Ellie Noclight)

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

PART

14

((Sebuah Kesempatan))

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

"Uhk!," Sakura langsung menutup lukanya dengan jeraminya.

"Luar biasa,"Corneria mengeram seolah ada yang membuat insting Vampirnya bangkit. "Enak sekali, sepertinya kedatanganmu, membuatku cukup berbahagia gadis kecil yang manis,"Jawabnya sinis.

"Belati itu bukankah milik Subaru,"Desis Kanato lalu memandang belati-silver itu (Note: itu belati yang buka diberikan dari Azusa, tapi itu memang belati milik Subaru yang diadaptasi dari animenya)

"Sakura!," Reiji langsung bergerak memegang pundak gadis bersurai pingk itu namun timingnya terlambat, belum sempat memfokuskan pada yang lain Yui sudah meletakan bibirnya tepat pada Luka Sakura, dan meminum darahnya.

.

.

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

"Uhk!,"Sakura menyengitkan matanya saat rasa sakit, seolah melumpuhkan tubuhnya dalam sekejab, darahnya yang mulai terkuras dari lehernya karna Yui tengah menancap bibirnya melumat leher Sakura, ternyata Yui benar-benar sudah dikendalikan oleh Corderia dari dalam.

"IBU!,"Panggil Reiji, lalu bergerak menarik tubuh Yui dari Sakura, namun tiba-tiba Ricter yang nampak sudah teleport disamping Yui dan melindunginya.

"Kalian tak bisa mendekatinya,"Ucap Ricther lalu mengengam pedang miliknya mengarah pada Sakamaki dan Mukami.

"Kurasa sebaiknya kita merampas saja! Kau membuatku iri ibu,"Ucap Raito memandang cetus.

"Kurasa akau menolak, dia adalah hadiah untuk kebangkitanku,"Sela Yui.

"Berngsek!,"Umpat Subaru mulai kehilangan kesabaran, lalu berlari dan serta mengarahkan tendangan super cepat pada Richer.

PARK!

DASH!

Namun Richer dengan lihai menghindari serangan, lalu menangkap kaki Subaru serta melemparnya dengan kasar kedepan, dan Subaru yang dilempar nampak langsung menguasai diri dan mendarat dengan sempurna.

"Saatnya bertarung dengan serius,"Seru Raito lalu berjalan mendekati sebuah Hangar (note: tempat pedang) yang tergeletak dipinggir ruangan lalu mengambil satu pedang panjang. "Ayato-kun,"Panggilnya Pada Ayato lalu melempar pedang itu pada Ayato.

"Serahkan padaku!,"Guma Ayato tajam dan menangkap pedang dengan mudah. "Kembalikan kue serambi kami paman Sialan ucapnya cetus bertanda emosi mulai naik,"Ucapnya dengan siap dengan dasar kuda-kuda. (Note :Kue Serambi adalah panggilan Yui dalam terjemahan bahasa indonesia).

"Sepertinya akan menjadi permain yang menarik!,"Ucap Naoto datar. Sebuah cahaya gelap-keunguan tiba-tiba keluar dari tubuhnya lalu menyebar seperti cahaya menjuru keseluruh ruangan, bersamaan sebuah lingkaran dibawah pijakan-nya.

"Apa yang kau lakukan!,"Ucap Kanato, memandang serius.

"Ini Seal!,"Jawab Naoto serius memandang Ricther dan lalu beralih pada Kanato, lalu menyakui tanganya dikantong celananya. "Mereka tak akan menembus tempat ini, dan keluar dengan mudah!,"Naoto dengan serius.

"Kau yakin!,"Ucap Reiji tajam.

"Yah! Aku yakin kita lihat siapa yang bisa keluar dari sini dengan mudah,"Ucap Naoto langsung menatap kearah Sakura, Yui, dan Ricther. "Kita atau mereka berdua,"Ucap Naoto menghelah nafas.

"Baiklah!,"Ucap Ricther lalu menghunuskan pedang kedepanya. "Majulah kalian semuaaa!,"Ucap Ricther.

.

.

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

Kegelapan yang hampa

Suhu udara yang tak menentu

Desiran yang aneh..

Namun semua berubah dalam sekejab

"…Dimana ini…"

Pandangan sudut mata yang tiba-tiba berubah

"…Dimana.."

"Uhk!,"Sakura terdiam kepalanya lumayan pening juga nyeri luar biasa, membuat ia memijit kepalanya keras seolah tak perduli dengan kukunya jika melukai kulit kepalanya. Sakura mengerjapkan kepalan tanganya, yang tiba-tiba memancarkan warna kehijauan, setelah mengstabilkan tubuhnya, ia lalu memandang keseluruh tempat sekarang ia berada.

Kini dia berada diruangan serba putih bagai kristal, sebuah singasana indah bertatahkan emas-permata, sebagai pernak-pernik ruangan, lantai berbatu-alami indah begitu kemilau becahaya, suara lonceng terdengar muncul diberbagai sisi. Langit-langit yang tak memiliki pelindung dan langsung memperlihatkan langit nampak terlihat indah, seolah dapat diraih dengan tangan, hawa dingin yang menembus kulit Sakura menerima rangsangan, kesan tempatnya, memacuh ingatanya.

"Padahal Kuberi engkau sedikit waktu, 'Aiden',"Suara terdengar sangar, lantang dari seseorang yang berada diatas sebuah Kursi Tahtah, yang memandang angkuh, Sakura yakin dia tahu siapa orang dihadapanya namun, Sakura tak menyakinkanya.

"Apa aku sudah mati-!,"Suara memandang dingin dengan sejuta makna, pada raut wajahnya, menyimpan rasa keputus-asaan, kesedihan, serta kemarahaan.

"Dalam waktu dekat kau harus mengucapkan selamat tinggal dengan tubuh-manusia lemahmu, dan melanjutkan fokusmu sebagai pendosa,"Jawabnya menghembuskan nafas kasar. "Kau sudah tak ada harapan lagi untuk kembali,"

"Kau adalah Raja-ku bukan,"Jawab Sakura menundukan kepalanya.

"Kau mengingatku melebihi dirimu sendiri bukan,"Sahut lelaki yang duduk dikursi Tahta itu, dengan raut begitu bijak namun terlihat sangat galak. "Dari kelemahanmu sebagai manusia biasa, kau tetap menyadari siapa aku kan?,"Desisnya memandang Sakura, tegas.

"Sedikit,"Jawab Sakura datar sembari memiringkan kepala, lalu memandang keseluruh ruangan dengan raut-sedih, tempat ini membawa banyak Kenangan, baginya. "Hawa tempat ini, tempat dimana aku terlahir sebelum akhirnya kau memerintahkan para Dewa membuangku, kedunia manusia sebagai manusia,"Desis Sakura langsung menatap kosong.

"Begitu!,"Tanyanya dengan menyengit dengan ungkapan tak nyaman dengan perkataan Sakura, "Itu karna kau melakukan kesalahan,"Jawabnya datar.

"…."

"Awalnya aku berharap setelah kemunculanmu pada keluarga Vampire itu dapat membuat Eve, menemukan adamnya lebih cepat, dan dosamu dapat dibersikan pulah!,"Ucapnya.

"…."

"Tapi kau malah menghancurkan semuanya!,"Ucapnya dengan pandangan menyengit, "Kedatanganmu pada Eve justru mengubah apa yang harusnya, menjadi alur yang para dewa buat untuknya,"Ucapnya mengeleng kepala mengartikan rasa tak suka.

"Aku merubahnya?!,"Tanya Sakura datar, langsung memandang sang-raja-Dewa.

"Kau merubah pendirianya, kelemahanya, air matanya, dirinya yang tergoyahkan dari rasa takut yang bangkit akibat tekanan sekelilingnya,"Sang Raja mengebrak sebuah penyangga kursi tahta dengan kasar."Padahal Para Dewi langit yang sudah mempredisi segalanya,"Ungkapnya langsung menunjuk Sakura dengan jari telunjuknya "Namun dirimu justru, mengubahnya hingga merubah segala prediksinya.

"Lalu kenapa jika berubah!,"Ucap menundukan wajahnya.

"Apa!,"

"Lalu memangnya kenapa jika harus berubah?, apa segala hal harus beri prediksi,"Umpat Sakura berdesis sedih memandang Maha-dewa Bahamud. "Apa seorang Eve tak boleh mengambil batas itu,"Sakura berguma kata-demi kata dengan suara bergetar.

"APAKAH KARNA YUI SEORANG EVE DIA TAK BOLEH MENGAMBIL PILIHANYA SENDIRI,"Racaw Sakura dengan nada keras, emosinya kembali meluap-luap. "AKU MENGATAKAN INI BUKAN KARNA DIA EVE, TAPI KARNA YUI JUGA MANUSIA,"Ucap Sakura semakin keras. "GADIS BERUBAH, DAN PANTAS BERUBAH,"Jawab Sakura.

"Kau tahu jika Jika dia adalah jelmaan Eve!, Dan apa kau mengerti apa yang kamu sampaikan ini, takdirnya hanya terfokus mencari Adam,"Ucap Bahamud dengan nada merengut. "Apa boleh buat jika sudah seperti ini aku akan membuatmu tertidur, sampai kau menitis kembali kedunia dunia manusia dan muncul kembali Eve yang baru,"Ucapnya mengarahkan tanganya sembari merapal mantra,

"Aku tak mauuuu!,"Desis Sakura dengan penuh kekesalan, membayangkan hidupnya terus terulang-dan terulang, menerima fokus dan ketika dirinya gagal maka ia harus terus tertidur panjang, sampai ia menitis lagi pada tubuh manusia baru.

"Apa yang kau inginkan! Tubuh manusia-mu, tak akan bisa selamat dengan luka sebesar itu, kau memang sudah gagal, dewi pendosa,"Jawab Bahamud.

"Aku masih belum menyerah!,"Ucap Sakura memandang Bahamud. "A-Aku akan menyelamatkan Yui, apa-pun caranya, aku tak akan meninggalkanya sekarang,"Ucap Sakura.

"Tapi tubuh manusiamu sudah tak mungkin bertahan, kembali disana-pun kau hanya mati menyedihkan,"Ucap Bahamud.

"Akan kucari cara-nya!, membuka mata anda!,"Ucap Sakura. "Bahwa manusia adalah mahluk yang kuat, dan memiliki pendirian, akan kutunjukan itu pada anda!,"Ucap Sakura dengan nada serius. "

"Kau masih keras kepala,"Ucap Bahamud.

"Tuanku Dewa!,"Sebuah suara seorang memasuki wilayah tahta nampak terdengar, diiringi sebuah langkah kaki.

"Dewa Eras,"Ucap Bahamud datar, memandang salah satu Dewa-waktu, nampak berjalan mendekati, tahta dan berhenti disamping Sakura, sosok lelaki berambut hijau panjang sepinggul ia-lah Shun. Bersamaan delapan orang dewa serta dewi memasuki aulah dan menatap sang Raja-Dewa.

"Kumohon anda memberinya kesempatan,"Ucap Shun Serius lalu membungkuk menghadap meja, tahta disamping Sakura, bersamaan Dewa dan Dewi lainya Nampak membungkuk hormat seolah memohon dalam bungkam.

"Apa!,"Bahamud menyengitkan wajahnya, nampak memandang serius sang Dewa-waktu, dan para Dewa dan Dewi lain Nampak mendukungnya memohon, agar Sakura atau Dewi Aiden mendapat kesempatan.

"Agar Aiden bisa menunjukan, cara lain menebus dosanya sebagai manusia,"Ucap Shun menghelah nafas. "Selain Hukuman Titah anda bisa tercabut, maka izinkan dia,"Ucap Shun lalu berlutut diikuti para delapan Dewa, dan Dewi dengan Khusyuh.

Hening.

Tak ada jawaban setelah itu, semua kembali dalam keheningan, dan para dewa, serta dewi belum beranjak dari posisi masing-masing, membuat Bahamud menghelah nafas, sembari merubah nada suara-nya menjadi lebih rendah, namun raut-nya tak berubah sama sekali.

"Baiklah!..pergilah lakukan apa yang kau suka!,"Desisnya menghelah nafas.

Semua nampak tersenyum saat mendengar ucapan sang maha-dewa, sementara Sakura hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh, Sang pemimpin Dewa, dan ia kembali terserentak saat sebuah usapan lembut dipundaknya. "Pergilah..Semoga berhasil Aiden,"Ucap Shun sembari tersenyum.

"Terimakasi Eras,"Ucap Sakura mengangguk, bersamaan tubuh Sakura memancarkan cahaya berwarna kehijauan, menyelubungi tubuhnya, dan menghilang secara perlahan-lahan.

.

.

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

TAHK!

PRANG!

Suara pedang beradu, mengema keras disekitar-nya, suara gaduh kiyan terdengar diseluruh sudut ruangan, terlihat Ayato dan Ricther beraduh pedang dengan sengit, sementara Reiji dan Kanato berusaha memisahkan Yui dan Sakura, namun sebuah aura berwarna merah Nampak terpancar mengelilingi Yui Sehingga membuat Reiji terpental kebelakang.

DUAK!

"R-Reiji!,"Ucap Kanato lalu membantu Reiji bangkit.

"Kau benar-benar perempuan kotor!, Ibu,"Ucap Raito.

"Ucapan macam apa itu Raito, kau anak nakal yang perlu mendapat pelajaran, seperti putra Betrix itu,"Ucap Yui melempar pandangan pada sosok Reiji dengan pandangan hina.

"Tentu saja yang diucapkanya adalah sebuah kebenaran, Ibu macam apa yang rela besetubuh dengan beberapa pria lain, dan sampai tidur dengan Paman kami, padahal kau memiliki Ayah kami, sebagai suami Sah,"Ucap Subaru tajam.

Kondisi semakin memanas apa lagi Reiji paling menghawatirkan kacamatanya, benar-benar hancur lebur, akibat tubuhnya terbanting, kearah lemari Kaca dibelakangnya, darah mulai mengucur besar dari kepalanya dan membuat raut wajahnya memuchat seketika. "Ara-Ara Reiji-kun, jangan menganggu kesenanganku begitu,"Ucap Yui tersenyum kejam. "Kalian tak perlu begitu! Kita bisa berbagi darah-nya sampai dia mati! Dan juga kalau kalian ingin lebih aku mengijinan kalian menidurinya secara bergantian,"Ucap Yui sembari tersenyum.

"TARIK KATA KATAMU PEREMPUAN JALANG!,"Bentak Subaru Kasar, Lelaki paling muda dikeluarga itu, lalu berlari mendekati Yui dengan cepat, lalu dan langsung memberi tendangan, mengarah pada tepat dibagian perut, namun sebuah pancaran, aura-merah kembali melindunginya, membuat serangan Subaru tidak berdampak padanya."TARIK KATA-KATAMU KEMBALI!, S-SAKURA! SAKURA BUKAN WANITA SEKOTOR DIRIMU,"Ucap Subaru mengepakan tinjuanya, bersamaan sebuah aura Keunguan menyelubungi Kepalan tinju kirinya, membuatnya mengingat dirinya pada pembicaraanya dengan Reiji beberapa bulan lalu.

.

.

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

[{Flasback}]

(Bagian The Shadow Dark of Light part 10)

"Sakura?Subaru,"Reiji Nampak mendekat saat menadarinya keduanya, disana. Sakura Nampak terlelap direrumputan tampa menyadari keberadaan Reiji. Membuat pemuda berkacamata itu menyengit tajam pada sosok Subaru disamping Sakura. Saat Subaru menyadari keberadaan Reiji, Subaru langsung bangkit dari pembaringanya, lalu memandang Reiji datar.

"Reiji!,"Bisik Subaru datar lalu memperbaiki Jas yang pakaikan pada tubuh Sakura.

"Apa yang kau lakukan disini!,"Jawab Reiji datar, sembari menghelah nafas.

"Sakura hanya tertidur, saat kami berbicara dan itulah mengapa aku berada disini,"Ucap Subaru memandang Reiji, datar lalu bergerak mendekati Sakura, dan mau mengangkat Sakura agar melepas pembicara Dejavu dari Reiji.

"Kau mulai tertarik padanya? Apa ungkapanku salah!,"Desis Reiji. Datar membuat Subaru yang awalnya mau mengangkat Sakura, terdiam dalam beberapa detik. "Apa kau juga begitu, jangan mengalihkan semuanya dan jawab aku dengan jujur,"Desis Reiji.

"…."Subaru terdiam ditempat dan yang terdengar hanya suara angin, menyapu ilalang, sementara Sakura hanya membisu dalam terlelap.

"..Jawablah biar aku mengetahuinya,"

"Kau benar! Aku menginginkan menjadi miliku, begitu pula denganmu kakak,"Subaru menatap tajam Reiji, sementara Reiji hanya terdiam. "Aku tahu jika kau atau aku adalah satu orang yang tak menginginkan kedudukan 'kepala keluarga' terkecuali Ayato atau Shuu dan yang lain,"Ucap Subaru tegas.

"Ya memang aku tak menginginkanya,"Desis Reiji melipat tangan didadanya.

"Jadi dengar aku baik-baik kakak Reiji, Sudah kuputuskan aku tak mengalah jika ini menyangkut Sakura, karna aku menginginkanya. Bukan hanya untukmu namun ini berlaku untuk mereka juga,"Ucap Subaru datar. mengambil keputusan membawa Sakura kekamarnya ia ber-inisiatif untuk mengendong Sakura yang Nampak terlelap didadanya, lalu memutuskan pembicaraan dengan Reiji.

.

.

.

Dan itu awal yang membuat Subaru menyukai Sakura diam-diam, karna menyimpan sebuah gengsi yang besar, jadi wajar bagi Subaru marah besar jika Yui atau ibunya mengatakan hal hina dan serendah itu pada Sakura. Subaru lalu mengeluarkan sebuah aura pada kepalan tinjuanya, dan memukul kuat pelindung yang diperisai ibu-nya.

PRANG!

Suara bunyi pecahan bagai terdengar, bersaman retakan beku menyebar keudara, bersamaan derit tulang Subaru yang nampak patah. "Kembalikan dia!,"Ucap Subaru berdesis, karna menahan rasa sakit pada tulang-tulang tanganya yang remuk.

Namun sebuah pedang nampak terlempar kuat kearahnya, Namun sebuah tangan lalu tersampir dibahunya, surai kuning milik Shuu nampak terlihat bergerak cepat.

CHARS!

"HOI SHUU!,"Teriakan Yuuma nampak terdengar keras, saat kedua tanganya reflex menahan tubuh Shuu yang terbanting ketanah, dan mengalami pendarahan hebat karna bawah perutnya tertancap dengan pedang yang dilempar Richter, dibantu Azusa disampingnya. Sementara dengan Lincah Ruki tiba-tiba menendang sebuah meja rendah ruang Tamu yang terbuat Kramik kearah Ricther, hingga dan Ricther memukul meja itu hingga hancur berkeping-keping.

"SHUU!,"Teriakan Panik Ayato terdengar, menyalak penuh kemarahan. Melihat kondisi Reiji yang terluka berat dan ditolong oleh Kanato dan Raito, sementara kondisi Shuu Nampak mengenaskan dan ditolong Yuuma serta Azusa. "CORDERIAAA!, RICTERRR!"Teriakan Ayato terdengar mengema.

PRANG!

"Cih sepertinya Aku harus turun tangan, maafkan Aku Shun-nii aku tak bisa menahan ini!,"Naoto menghelah nafas rautnya yang biasa-biasa saja berubah serius, dengan cahaya pancaran berwarna putih dimatanya, bersamaan sebuah Sabit raksasa Nampak muncul ditanganya, bersamaan ia merapal kekuatanya mengarahkan pada tubuh Shuu dan Reiji tergeletak. "Aku sudah tidak sabar lagi!,"Ucap Naoto aura bersinar terang dari Sabitnya yang beraura Es, lalu menebas kearah Richter.

"Uahk!,"Serangan Es itu, menyambar tubuh Richter membuat tubuh sang Paman Sakamaki tersebut sulit mengerakan tanganya. "AYATO SEKARANG!,"Ucap Naoto berteriak, dan tampa diduga Ayato bergerak cepat, lalu menebas Bahu Ricther, dan melumpuhkan serangan Ricter Sementara, Raut Yui berubah menjadi cemas.

"RICTHER!,"Panggil Yui Panic.

Namun sebuah pergerakan muncul dari Yui yang tak focus menahan tubuh Sakura, bersamaan sebuah helai demi helai Pingk-milik Sakura bergerak jatuh perlahan ke-udarah bersamaan, Kesadaran Sakura yang kembali, dengan sorot mata Sakura yang memandang penuh kekesalan, dan dengan cepat mendorong Yui yang Nampak masih tak focus pada keadaan.

"Y—Yui, Aku akan menegembalikan-mu tunggulah!,"Desis Sakura, lalu mencoba berdiri tegap dengan tubuh tertatih-tatih, ia lalu bergerak mengambil sesuatu dari jacketnya, dan mengeluarkan belati pemberian Azusa ditanganya.

.

.

.

[{Flasback}]

(Setelah Jiwa Sakura kembali dari dunia Dewa)

"Ini, " Sakura terdiam memandang lokasi, tak Asing memandang sebuah pohon besar yang sudah sangat layu dimana ia memandang tanda-tanda tampa kehidupan. Memandang sosok tubuh Yui yang tertidur dibawah akar pohon yang merambat dengan raut sepucat mayat. "Yui, Maafkan aku!,"Ucap Sakura membungkuk lalu membelai wajah pucat Yui.

"Kau ingat tempat ini!,"

"eh!,"

"Ini adalah Ruang hati yang mengikatmu dengan Eve,"Bisik Gaara mendengkus. "Aku juga Hadir ditempat ini karna Takdirmu! Dan menjadi penjaga tempat ini, Namun kau bermaksut mengubahnya,"Ucap Gaara memandang kebawah dengan raut sedih.

"Gomenesai,"Ucap Sakura bangkit lalu memandang Gaara. Datar," Aku melakukan ini, karena aku menganggap itu penting, aku harus melakukan apa yang aku harus lakukan, tampa mengantungkan takdirku pada Dewa, akan tetapi membiarkan Tuhan memilihkan-nya, dan aku akan terus bergerak ke depan,"Desisnya.

"Tidak!,"Ucap Gaara singkat. Membuat Sakura membulat, bersamaan seulas senyum muncul diraut Gaara."Kau berhak memilih, dan aku tak bisa mencegah hal itu,"Ucap Gaara.

"…."Sakura tak menjawab bangkit lalu berdiri memandang wajah Gaara. "Jika benar kata ramalan selain menjadi penjaga tempat ini, kau akan terlahir menjadi putraku,"Ucap Sakura berjalan mendekat Gaara sembari mengulurkan tanganya kewajah, sirambut merah , bertato 'Ai', dan memeluk lelaki itu. "Arigatou,"Ucap Sakura sekaligus berjinjit untuk menyesuaikan tinggi badanya denga tubuh Gaara, lalu mengecup tato didahi sang pemuda.

"….."

"Andai aku mati hari ini atau pun dikehidupan lain, kau akan tetap terlahir bersamaku, aku janji,"Ucap Sakura perlahan tersenyum, bersamaan tatapan penuh keyakinan, bersama tubuhnya yang berangsur-angsur menghilang dari rengkuhan Gaara. "Akan kupastikan itu,"

Sepeninggalan Sakura, seulas senyuman tulus Nampak dari raut Gaara, dengan air mata yang menetes keluar pelan, dari sudut mata Gaara, manic Giok-nya membulat menerima penglihatan yang baru tentang masa depan. "Kau mendukungnya!,"Ucap seseorang, membuat Gaara menatap seseorang yang datang ketempat ini.

"Siapa kau!,"Ucap Gaara menatap datar, dan penuh waspada.

Seseorang lelaki jangkung berambut merah, mata merahnya terlihat menyengit dengan senyuman yang sedikit Ramah(Mungkin?), sembari mengenggam sebuah Kristal berwarna Aqua ditanya-nya, dan aura bagai api seolah mengelilingi-ditubuh-nya. "Aku Noir dan diminta Shun atau sang Dewa Eras untuk mengurus Pohon ini,"Ucap Noir tersenyum melirik pohon yang kering tersebut. "Mari kita mulai,"

Biarkan tanda itu mekar

Biarkan pohon apel yang awalnya subur

Lalu mati begitu saja

Mendapatkan jiwa dan kelahiran yang baru

Dan menjadi'

Pohon Sakura….

[Bersambung]

[{}]

.

.

[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]

.

.

Ellie :Selesai juga *menghelah nafas*

Vicky :Aduh...bagaimana keadaan-mu, sudah lebih baik Yuu-kun?!

Ellie :Sedikit *menghelah nafas lagi*

Noctis : itu tidak bisa dikatakan baik Author, terimakasi sudah merekomendasikan aku.

Vicky : Yuu-chan, kau beberapa hari ini off terus.

Shuna : Maafkan aku, aku belum boleh turun dari kasur jadi aku mengetik sebisaku di ponsel teman.

Vicky : Ne—Ne! jadi apa kau akan membalas berpesan PM dan kabar di Forum sebelah yang ****.

Shuna : *Perasaanku tidak enak*Tidak!

Ellie : Baiklah!

Noctis : Apa kau tahu? sayang sekali aku tak bisa menyeretmu, karna kau sedang sakit.

Shuna : Semoga kau bisa berbaik hati lagi Tuan Noctis. *Kuhajar juga dia*#dalam hati!

Naoto : Para Author jangan marah-marah, bukan-kah kalian punya urusan yang harus dikerjakan.(Entah kenapa OC ini muncul dan menganggu para Author)

Vicky : Baiklah silahkan.

T -: Author Shun ini kelaminya apa!

J -: Aku manusia kalau Gender itu Privasi.

T -: Author mau Tanya? Lightning Shun dibikin berkelompok atau sendiran.

J -: Awalnya aku membuatnya sendirian, dari tahun 2013 dengan bahasa yang kacau, tapi pada saat akhir tahun 2016, dan mengenal beberapa penulis Indonesia yang mau mengajarkan tata cara tulisan Indonesia sedikit demi sedikit, akhirnya Lightning Shun terdapat 3 Penulis termaksut aku, Aku bahagia sekali.

T -: Vicky chou itu hanya sekedar OC atau orang beneran.

J -: Tentu ada orangnya! Cuman kami beda wilayah dan teman chating, selain dia saya juga punya beberapa rekan kok, didunia maya.

T -: Motifasimu apa ? kenapa susah – susah jadi penulis indo padahal lu orang jepang?

J -: Untuk belajar ada pepatah mengatakan ilmu tak akan pernah habis, jadi tuntut-lah hingga akhir hayat!

T -: Ada tulisan Gendre Yaoi di forum sebelah, Benar anda yang tulis? Dan reverensinya dari mana? Author suka yang begituan.

J -: Biasa saja sih! Ia aku membuatnya beberapa dibantu seorang temanku yang Otaku-tingkat atas, karna keinginan pembaca. Dibilang suka dibilang tidak ya! Sebenarnya Aku penyuka segala tulisan, asal ceritanya asal menarik, tidak perduli dengan gendre, baik dewasa atau yang biasa, baik Yuri atau Yaoi, menerutku kembali keselera orang.

T -: Author masih normal!

J -: Masih, dan aku normal 100%

T -: Suka cerita atau Film apa?

J -: Aku suka segala macam.

T -: Suka main game?

J -: SANGGGGAAAAAT!

T -: Apa anda mesum?

J -: Mesum itu manusiawi, tapi kalu dibilang gila mesum gak sih!