Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Sword Art Online © Reki Kawahara.

.

.

.

Selasa, 8 November 2016

.

.

.

ME, MY BROTHER, AND FAIRY WORLD

By Hikasya

.

.

.

Chapter 14. SAO dibangkitkan

.

.

.

Toko Agil "Kafe Dicey", di depan pintu hitam, tergantung papan hitam yang tidak ramah, dengan huruf yang sangat jelas mengatakan 'Dipesan untuk hari ini'.

Naruto menoleh ke arah Suguha yang di belakangnya dan mengatakan.

"Sugu-chan, apakah kamu telah bertemu dengan Agil?"

"Ya, aku pergi berburu dengan dia dua kali di sisi lain. Dia orang yang sangat besar!"

"Aku beritahukan pada kamu, benda asli itu seperti itu juga. Jadi persiapkan mental."

Di luar mata Suguha yang terbuka lebar, Asuna tertawa geli. Bersama Kazuto dan Shino yang juga tertawa geli.

"Aku juga, aku terkejut untuk pertama kali aku datang ke sini."

"Sejujurnya, aku juga takut."

Setelah mengetuk kepala Suguha dengan pandangan yang ketakutan, Naruto mendorong membuka pintu sambil memasang wajah yang sangat datar.

Seperti suara bel yang berbunyi dengan suara 'clang-clang', teriakan kebahagiaan, suitan, dan tepuk tangan berbunyi nyaring keras untuk menutupi itu.

Toko itu tidak bisa dibilang besar lagi dengan berkumpulnya orang-orang. Speaker big bass memainkan BGM dengan keras - yang mengejutkan Naruto, itu adalah BGM dari Aincrad, tema lantai 22 yang dimainkan oleh orkestra NPC - di samping musik tersebut, setiap orang mempunyai gelas bersinar di tangan mereka, segalanya kelihatannya seperti berjalan dengan baik.

"Hei, kami tidak terlambat!"

Naruto mengatakan alasannya, kemudian Lisbeth melangkah mendekat dan berkata.

"Ya ya, karakter utamakan biasanya muncul pada saat-saat akhir. Kamu mengatakan untuk datang pada lain waktu. Baiklah, kami menyambut kamu."

Lima dari mereka ditarik ke dalam kerumunan toko, dan dinaikkan pada panggung kecil di belakang. Pintu itu ditutup dengan 'Bataan', setelah itu, BGM dimatikan, dan cahaya diredupkan.

Tiba-tiba, lampu sorot jatuh ke arah Naruto dan sekali lagi suara Lisbeth terdengar.

"Ah, semuanya bersama-sama siaaaap... sekarang!"

"Menma... telah menyelesaikan SAO, Selamaaat!"

Setiap orang bersuara. Suara keras yang sangat menggelegar. Tepuk tangan.

Ketika wajah Naruto menunjukkan tanda-tanda ekspresi yang datar dan disertai sweatdrop di kepalanya, Naruto dibanjiri dengan cahaya dari lampu-lampu.

Pertemuan off-line hari ini - "Pesta peringatan terselesaikannya Aincrad" yang direncanakan oleh Kazuto, Liz dan Agil, tetapi kelihatannya itu direncanakan tanpa sepengetahuan Naruto. Toko tersebut penuh orang-orang, melebihi harapan yang telah Kazuto perkirakan beberapa kali.

Setelah bersulang, setiap orang memperkenalkan dirinya sendiri dan kemudian tibalah pidato Naruto - ini tidak masuk dalam rencana, padahal - setelah itu Agil mengeluarkan beberapa pizza besar yang dia buat khusus untuk hari ini, dan pesta melarut dalam kekacauan.

Naruto menerima terima kasih dari laki-laki dengan menjabat tangan mereka dan beberapa pemain perempuan sedikit terlalu dekat padanya ketika mereka memberikan terima kasih mereka, dan Naruto akhirnya berjalan terhuyung-huyung ke kounter dan tenggelam dalam bangku. Di sampingnya ada Kazuto yang duduk untuk menemaninya.

Kazuto tertawa geli melihat kakak laki-lakinya yang mulai kelihatan lemas dan memesan sesuatu pada si penjaga toko.

"Master, bourbon. On the Rocks."

Kazuto mengatakan perintah yang tidak beralasan kepada orang yang sangat besar yang berpakaian dalam rompi hitam kupu-kupunya di luar kemeja putihnya, yang menatap ke arah Kazuto untuk beberapa detik. Anehnya, dia menuangkan cairan kuning ke dalam dua gelas minum sambil memegang batu, lalu menempatkannya di depan Naruto dan Kazuto.

Kazuto dan Naruto dengan hati-hati menjilat cairan tersebut, dan lega menemukan bahwa itu adalah teh Oolong. Kazuto mendongak dan mengerut kepada penjaga toko dengan senyuman senang, kemudian laki-laki tinggi duduk di samping Naruto. Dia memakai pakaian dengan dasi murahan dan sebuah bandana membungkus di sekitar dahinya yang sama dengan dalam rasa yang buruk.

"Agil, berikan aku yang asli."

Laki-laki itu - Klein, pengguna katana, ketika memegang gelas, berputar pada bangkunya, dan menatap dengan wajah kendurnya pada sudut meja toko di mana sekelompok gadis cantik tertawa.

"Hei, baik-baik saja, kan? Kamu harus kembali ke perusahaan, kan."

"Aku tidak bisa bekerja lembur tanpa minum. Hmmm...enak yaa..."

Melihat batang hidungnya Klein layu, Naruto mendesah dan mengambil minuman tehnya.

Ya, pemandangan itu tentunya sesuatu yang sangat membahagiakan. Asuna, Lisbeth, Silica, Sasha, Yuriel, Shion, Sinon, Sara, Suguha dan pemain perempuan lainnya berkumpul bersama-sama yang sangat berharga untuk diambil gambarnya. Tidak - kenyataannya, Naruto harus mengambil gambar untuk Yui.

Seseorang yang sudah tenggelam dalam kursi di seberang Naruto, dia memakai pakaian resmi, dan tidak seperti Klein, dia memberikan penampilan bahwa dia adalah orang bisnis yang bagus. Dia adalah pemimpin tertinggi dari "The Army", Shinka.

Kazuto menaikkan gelasnya dan mengatakan.

"Ngomong-ngomong, aku mendengar kamu menikahi Yurieru-san. Ini sedikit terlambat tapi - Selamat, Shinka-san."

Sambil mengadu gelas Kazuto, Shinka tersenyum dengan malu.

"Ya, aku masih melakukan yang terbaik untuk beradaptasi dengan dunia nyata. Pekerjaanku akhirnya berada pada jalur yang benar..."

Klein juga menaikkan gelasnya dan menghadap mereka. Sementara Naruto hanya tersenyum simpul.

"Tidak, aku benar benar senang! Sial, aku berharap dapat menemukan pasangan di sana juga. Itu mengingatkanku, aku melihat terbitan baru MMO Today."

Shinka sekali lagi memperlihatkan senyum malunya.

"Tidak, aku jadi malu... itu masih banyak kekurangannya... juga dengan keadaan MMO yang sekarang, menangkap data atau kabar terbaru tidak ada gunanya juga."

"Perasaan ini seperti kekacauan pada kelahiran alam semesta."

Naruto mengangguk, dan melihat ke arah penjaga toko yang mengocok-ngocok dengan bunyi 'chakachaka'.

"Agil, bagaimana keadaan itu? Tentang Seed."

Raksasa berkepala botak itu menyeringai, memperlihatkan senyum yang akan membuat anak kecil menangis, dan mengatakan dengan senang.

"Mengagumkan. Di sana sekarang ada sekitar 50 mirror server... sekitar 100.000 download. Sekitar 300 server besar sedang berjalan."

World Seed yang dipercayakan kepada Naruto oleh Program Model Kesadaran Kayaba Akihiko.

Beberapa hari setelah Naruto bertemu dengan asisten perempuan Kayaba, dengan pertolongan dari Yui, Naruto mendownload file besar yang disimpan dalam local memory NERveGear-nya ke dalam sebuah memory chip dan membawanya ke toko Agil. Alasan Naruto membawa itu ke sana adalah karena Naruto pikir dialah satu-satunya teman yang bisa menolong tunas itu berkecambah.

Untuk Kayaba dan hasil ciptaannya, Aincrad kastil terapung, tentu saja di sana ada perasaan benci. Dunia di mana game kematian membunuh beberapa orang yang mempunyai ikatan batin dengannya. Untuk orang-orang yang mati dalam ketakutan - dan tentu saja untuk dia, Naruto tidak akan pernah memaafkan Kayaba.

Bagaimanapun, di antara kebencian yang mendalam tersebut, sebuah perasaan simpati muncul, yang mana sayangnya tidak bisa Naruto ingkari.

Karena di sana ada kehidupan dan kematian, kastil itu benar-benar seperti nyata dan dunia yang berbeda. Meskipun dia selalu ingin sekali melarikan dari dunia itu, tapi pada saat yang sama, dia mencintai dari lubuk paling dalam. Tentunya perasaan harapanlah yang terus tertanam di dalam kedalaman hatinya.

Kemudian, dia pikir dia paling tidak harus menemukan apa pengaruh dari "Seed" tersebut.

The Seed of the World.

Dikembangkan oleh Kayaba, itu benar-benar lingkungan sensori untuk sistem Full Dive, yang di sebut "Seed", paket program yang berangkai.

Kayaba memodifikasi "Cardinal" program kontrol otomatis server SAO, mengurangi ukurannya untuk bisa berjalan pada server yang kecil, di atasnya dia menambahkan komponen game untuk pengembangan pada paket tersebut.

Dengan kata lain, jika kamu ingin menciptakan dunia VR, kamu butuh server yang sangat besar dengan bandwidth yang cukup, mendownload paket tersebut, merancang objek 3D atau meletakkan yang sudah ada, menjalankan program, kemudian dunia baru akan lahir.

Pengembangan program untuk mengontrol input dan output dari lima indera yang sangat sulit. Semua game VR yang mana sekarang sedang berjalan di seluruh dunia dikontrol oleh sistem cardinal yang dikembangkan oleh Kayaba di Argus, dengan biaya lisensi yang sangat besar.

Dengan bangkrutnya Argus, hak program tersebut dipindahkan ke RECTO, dan ketika Progress RECTO menghilang, di sana ada penawaran penjualan hak tersebut, tetapi dengan harga yang sangat mahal, dan ditolaknya game VR karena kritik masyarakat, tidak ada satu perusahaan pun yang menerimanya, sehingga game genre VR itu sendiri kelihatannya telah menjadi pensiun.

Apa yang muncul benar benar sistem control VR yang gratis, "The Seed". Agil menggunakan koneksi secara penuh untuk memeriksa program yang dipercayakan pada Naruto, mengkonfirmasikan bahwa di sana tidak ada bahaya apapun.

Di mana maksud sebenarnya Kayaba - untuk mengatakan di sana tidak ada bahaya dalam program itu, dan apa yang terjadi setelah di-release, tidak ada seorang pun yang tahu selain Kayaba sendiri. Bagaimanapun, Naruto pikir maksud dasarnya awalnya dari satu perasaan yang sederhana.

Yaitu mengejar "dunia nyata lainnya", mimpi yang tidak ada akhirnya.

Naruto meminta Agil untuk menolong meng-upload "the seed" ke server di seluruh dunia, benar-benar gratis untuk setiap orang, apakah itu personal atau perusahaan.

Untuk ALfheim Online yang mati, itu diselamatkan oleh player ALO, yang mempunyai banyak orang dari perusahaan yang mengambil resiko.

Mereka didanai oleh perusahaan baru, dan membeli semua data ALO dari RECTO untuk harga yang sangat murah.

Tanah luas ALfheim memberikan kelahiran dalam buaian baru, semua data player benar-benar terwariskan. Kelihatannya kurang dari sepuluh persen dari player yang lama meninggalkan game tersebut akibat insiden tersebut.

Tentu saja, ALfheim bukan hanya satu dunia baru yang lahir dari "Seed".

Seratus perusahaan dan individu yang dulunya tidak mampu membeli lisensi, memulai server game VR satu demi satu. Meskipun ada yang berbayar dan ada yang gratis, mereka menjadi berhubungan seperti aliran alam, dan beberapa aturan semua di perkenalkan. Sekarang, mereka mengimplementasikan sebuah mekanisme yang mengizinkan sebuah karakter dalam satu game VR untuk di pindahkan ke dunia game lainnya.

The Seed juga tidak hanya berguna untuk game. Pendidikan, komunikasi, pariwisata, server kategori baru lahir setiap hari dan setiap hari menghasilkan dunia baru.

Hari itu di mana "penempatan area nyata" dari dunia VR melebihi ukuran Jepang yang tidak begitu jauh.

Shinka melanjutkan dengan senyum masam, matanya masih menatap mimpi yang entah di mana.

"Kita mungkin adalah saksi dari penciptaan dunia baru. Untuk terpaku pada dunia dengan kata MMORPG tidak sesuai lagi. Aku menyukai untuk mengupdate nama baru di homepage-ku... meskipun nama yang pantas tidak akan datang dengan mudah."

"Umm...Hmmm..."

Klien melipat tangannya dengan alisnya berkerut makin dalam. Kazuto menyikut dia, dan mengatakan dengan tertawa.

"Hei, tidak ada satu orang pun yang mengharapkan sesuatu dari seseorang yang memberikan nama guild mereka Fuurinkazan."

"Apa kamu bilang! Sebenarnya, aku dibanjiri dengan lamaran untuk Fuurinkazan yang baru!"

"Ooh. Aku harap di sana ada gadis yang cantik."

"Guh..."

Melihat Klein kehilangan kata-kata, Kazuto tertawa dan berputar ke Agil dan berkata.

"Baiklah, apakah rencana untuk pertemuan kedua berubah?"

"Tidak, malam ini jam 11, di kota Yggdrasil."

"Jadi, artinya ..."

Kazuto berbicara dengan merendahkan suaranya.

"Apakah itu bekerja?"

"Ya. Kelihatannya mereka mengelompokkan server baru dan menggunakan mereka sebagai satu kesatuan, karena itu adalah legendary castle. Jumlah user bertambah, dan ibukota adalah urusan yang besar."

"Aku harap itu berjalan dengan mudah."

Setelah inisialisasi, server SAO benar-benar dibuang. Bagaimanapun ketika pengembangan data dari Argus diberikan pada manager baru ALO, itu terdapat sesuatu yang setiap orang tidak harapkan.

Naruto menyelesaikan minum teh, dan memegang gelas dengan kedua tangan ketika melihat pada langit-langit toko. Panel gelap terlihat seperti langit malam yang dalam.

Awan abu-abu terhampar mengalir. Bulan muncul, meninggalkan dunia biru.

Kemudian sesuatu yang besar muncul dari kejauhan...

"Hei, Naruto, Kirito, ke sini!"

Lizbet yang terlihat pusing tiba-tiba berteriak sambil melambaikan tangannya untuk menarik perhatian Naruto dan Kazuto.

"... Gadis itu, dia tidak mungkin mabuk, kan...?"

Naruto berbisik pada Kazuto, saat mata mereka berdua tertuju pada gelas besar yang diisi dengan cairan pink yang Lisbeth pegang. Mendengar kata-kata itu, penjaga toko yang tidak bersalah yang memasang wajah sungguh-sungguh, menjawab.

"Itu di bawah satu persen jadi baik-baik saja. Besokkan hari libur."

"Hei.. hei... "

Naruto dan Kazuto menggelengkan kepala dengan kompak. Lalu berdiri bersama-sama. Ini akan jadi malam yang panjang.

.

.

.

Melewati pekatnya langit malam, Asuna terbang membumbung tinggi.

Dia menyentak atmosfir dengan 4 buah sayapnya, mengiris udara, dan berakselarasi seperti tiada akhir. Angin menggaung di telinganya.

Sebelumnya, demi mendapatkan jarak flight maksimum dari flight terbatas, untuk kecepatan menjelajah paling efektif, itu dibutuhkan untuk menggunakan metode terbang akselerasi berputar dan meluncur, dengan kata lain, banyak hal yang harus diperlukan oleh akun ketika terbang.

Tetapi, sekarang hal-hal seperti tersebut adalah masa lalu. Belenggu yang mengikat dia tidak ada lagi dalam sistem yang sekarang.

Karena, di sana tidak ada City in the Sky di atas World Tree. Cahaya fairies, ALF, tidak ada. Fairy King yang memberikan kelahiran kembali kepada orang yang mengunjunginya adalah raja palsu.

Bagaimanapun, dunia itu telah runtuh, dan bereinkarnasi lagi menjadi dunia yang baru - moderator, memberikan Sayap Eternal flight kepada seluruh penduduk setiap ras fairy. Tidak sebagai ALF, tetapi sebagai seorang si air biru, Undine, Asuna merasa itu cukup.

Log in sejam sebelum waktu pertemuan, Asuna terbang dari ibu kota Cait Sith, "Freelia", tempat dia menetap untuk sementara, dia sudah terbang hampir 20 menit. Sementara itu, tanpa beristirahat untuk satu detik pun, sayapnya bergoyang dengan kekuatan penuh oleh perintahnya, sayap ajaib yang memancarkan cahaya biru cerah yang tidak kehilangan kekuatan sedetik pun, berlanjut mengikuti reaksi kemauan Asuna.

Menurut Naruto, teori akselarasi dunia baru ini sangat sama dengan mobil.

Segera setelah take off, perlebar sayap kanan dan kiri, "torque oriented" - apa yang Naruto katakan, tetapi dia tidak mengerti sedikit pun - metode flight ini memperbolehkan untuk menyentak kuat di udara.

Untuk lebih cepat, tajamkan sudut sayap, dan kurangi ayunan sayap. Pada kecepatan tertinggi, sayap terlipat hampir dalam garis lurus, dan bergoyang pada kecepatan yang tinggi. Jika dilihat dari permukaan tanah, itu terlihat seperti komet warna-warni yang terbang sangat cepat. Ketika level itu telah tercapai, akselerasi akan menurun, betapa cepatnya kamu itu tergantung pada semangat kamu.

Kebanyakan player segera mulai melambat, untuk mengurangi ketakutan dan kelelahan mental.

Pada "cross-ALfheim race" yang diselenggarakan satu minggu yang lalu, Lyfa dan Kirito dalam persaingan yang panas, Lyfa melompat untuk detik terakhir, mengambil juara pertama dengan perbedaan yang kecil. Keduanya lebih baik daripada player lainnya, dan mereka mengajukan untuk ikut race yang kedua.

Saat itu, sangat menyenangkan...

Asuna tersenyum kecil ketika terbang membayangkan hal tersebut. Menonton pertandingan Lyfa dan Kirito, tentunya bersama Naruto. Hanya sebelum mencapai finish, ketika Kirito melewati Lyfa, Kirito menggunakan cara kotor untuk membuat Lyfa tertawa, dia menyeru lelucon bodoh dan Lyfa langsung tertawa terbahak-bahak. Untuk pembalasan dendamnya, Lyfa membuat ramuan penawar racun menjadi objek dan melemparkannya pada Kirito, jika itu tidak mengenai Kirito, maka posisinya mungkin akan terancam dan dicuri.

Terbang dalam event itu enak - tetapi setelah mengingat itu semua, ketika Asuna mengosongkan kepalanya dan hanya berkonsentrasi pada akselerasi tak terbatas, hal yang ditemukan sangat menyenangkan.

Kecepatannya sudah menaik pada batas setelah 10 menit terbang. Bumi terbungkus ke dalam kegelapan yang mengalir dengan cepat menjadi hanya kepingan, lampu kota kecil muncul di atasnya, tetapi secara cepat berlalu di belakangnya.

Dia merasa telah mencapai kecepatan tertinggi sejauh ini - ketika memikirkan itu, dia membuka sayapnya untuk sejenak, membungkukkan punggungnya dan melemparkan dirinya ke dalam pendakian dengan cepat.

Di atas kepalanya, bulan besar bersinar melalui celah awan. Menuju ke bulatan putih biru tersebut, Asuna terbang seperti roket.

Setelah beberapa detik, dengan perubahan yang halus dalam suara angin, Asuna menembus lautan awan. Dia terbang melewati kabut hitam seperti peluru yang dilepaskan dari pistol. Petir sesekali menyambar dari titik butanya, tersembunyi dalam awan putih, tetapi dia melewatinya tanpa berpikir dua kali.

Tidak begitu lama, Asuna akhirnya melewati lautan awan. Di bawah cahaya bulan biru yang pucat, awan membentuk daratan tanpa ujung. Benda yang bisa dilihat Asuna hanya awan dan ujung World Tree. Sambil mengurangi sejenak kecepatannya, Asuna menutup bibirnya, menggenggam erat tangannya dan menuju ke bulan. Itu mungkin hanya imajinasinya saja, tapi diameter bulan perak itu kelihatannya sedikit membesar. Jumlah kawahnya juga jelas kelihatan.

Itu mungkin hanya ilusi semata, sejumlah cahaya dari bulan kelihatan berkilau dan berkelip. Mungkin di sana ada kota di mana orang bulan hidup? Sedikit lagi - sedikit lebih dekat.

Bagaimanapun, di akhir dunia, tembok keterbatasan ketinggian muncul di hadapan Asuna. Akselerasi berkurang, dan tubuhnya terasa makin tambah berat. Akhir ruang virtual di depan mukanya. Dia tidak bisa melewati itu, jadi mau bagimana lagi. Tetapi...

Asuna merentangkan kedua tangannya sebisa mungkin. Seperti ingin meraih bulan, dia melebarkan jarinya.

Dia ingin pergi. Lebih tinggi. Jauh, makin jauh. Melewati stratosfer, berpisah dengan gravitasi, hingga ke bulan. Tidak, melewati orbit planet, melewati komet yang lewat, ke dalam lautan bintang.

Kecepatan terbangnya akhirnya menurun hingga nol, kemudian menjadi negatif.

Masih dengan tangan merentang lebar, Asuna mulai jatuh bebas di langit malam.

Bulan berangsur-angsur semakin kecil.

Tetapi, Asuna menutup matanya dan tersenyum.

Untuk sekarang, itu tercapai, tapi...

Dari apa yang dia dengar dari Naruto, di sana ada rencana untuk menghubungkan ALfheim Online dengan VRMMO besar lainnya, membuat nexus. Untuk awalnya, mereka harus menghubungkan game dengan permukaan bulan sebagai stage-nya.

Dengan cara itu, itu memungkinkan untuk terbang ke bulan. Dengan setiap dunia game ditambahkan sebagai planet, hari di mana ketika di sana ada sebuah ferry yang datang dan menyeberangi lautan bintang akan datang.

Terbang kemanapun. Pergi kemanapun. Tetapi... Di sana ada tempat di mana Asuna tentunya tidak bisa pergi.

Tiba-tiba, Asuna merasa sedih.

Ketika jatuh melewati awan halus, Asuna memeluk tubuhnya keras-keras dengan tangannya.

Dia mengerti alasan kesedihannya. Malam ini, di dunia nyata Menma - Naruto membawa Suguha ke sebuah party, itu adalah kesalahan party itu.

Suguha yang menceritakannya padanya.

Itu sangat menyenangkan. Hingga sekarang, teman baru yang bisa dilihat di dunia ini, bertemu mereka untuk pertama kalinya di dunia nyata dan berbicara dengan mereka tentang banyak hal. Tiga jam berlalu dengan cepat.

Bagaimanapun, pada saat yang sama Suguha merasakannya. Mereka diikat dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat, ikatan yang sangat kuat. Di "dunia itu", Aincrad kastil terapung yang sudah tidak ada lagi, mereka bertarung bersama-sama, menangis, tertawa, dan saling mencintai, kenangan itu - ketika mereka kembali ke dunia nyata, masih bersinar dari hati mereka seperti cahaya yang kuat.

Perasaan cinta Asuna kepada Naruto tidak akan pernah berubah.

Malam hari, mengatakan selamat malam melalui telepon. Pagi hari, selalu berangkat ke sekolah dengan sepeda, itu selalu terasa seperti sinar matahari yang lembut dan hangat.

Tapi, Suguha terus menceritakannya tentang perasaannya pada "Menma". Asuna hanya terdiam mendengarkannya.

Meskipun jika Suguha dan Naruto menjadi kakak adik kandung, atau jika memungkinkan, mereka menjadi orang asing yang hidup berbeda kota, itu akan membuat Suguha meneteskan air mata kesedihan. Tetapi hingga sekarang, hidup di bawah satu atap setiap hari membuat dia bahagia. Dia tidak membutuhkan mendapatkan semua hati Naruto. Selama di sana ada sebuah sudut untuk dia sebagai adik perempuannya, itu cukup.

Akhirnya, Suguha bisa menerima seperti itu.

Pada party itu, Suguha mempunyai perasaan bahwa Naruto akan menjauh, ke tempat di mana dia tidak akan pernah mencapainya. Dia tidak diizinkan untuk masuk ke ikatan orang tersebut. Di sana tidak ada tempat untuk Suguha. Karena Suguha tidak mempunyai kenangan dari "kastil itu".

Semakin mengecil, Asuna melanjutkan jatuh seperti meteor.

Lautan awan makin mendekat. Karena tempat pertemuan telah diputuskan di Yggdrasil City di atas World Tree, dia harusnya membuka sayapnya dan mulai meluncur. Tetapi, karena hatinya diisi dengan kesedihan, dia tidak bisa menggerakkan sayapnya.

Angin dingin bertiup melewati wajahnya. Siap mencuri kehangatan dari hatinya. Dia akan jatuh ke dalam lautan awan hitam, tenggelam lebih dalam dan lebih dalam...

GREP!

Tiba-tiba, tubuhnya ditangkap sesuatu, dan Asuna berhenti jatuh.

"..!?"

Asuna membuka matanya dalam keterkejutan.

Di sana ada wajah di depannya, itu wajah Naruto. Dia memegang Asuna dengan kedua tangannya, melayang-layang di atas awan. 'Naruto... Seharusnya dia bersama Lyfa. Tapi, kenapa...?' - sebelum dia mulai bertanya, Spriggan berambut hitam itu membuka mulutnya.

"Aku khawatir seberapa jauh kamu akan terbang. Aku datang menjemput kamu karena sudah hampir tiba waktunya."

"Ah, baiklah."

Asuna tertawa kecil, mengepakkan sayapnya dan melepaskan dari genggaman Naruto.

Administrator ALfheim Online yang baru, mentransfer semua data game dari Progress RECTO, yang mana termasuk data karakter dari Sword Art Online. Maka, terima kasih kepada badan administrasi, mantan player SAO bisa memilih apakah menggunakan karakter lama mereka atau tidak dalam ALO, termasuk penampilan mereka.

Karena ini, player yang bermain dengan Asuna setiap hari, Silica, Lyfa, Lizbet, Sinon, mempunyai karakter yang mendekati ke kenyataan, dengan mengesampingkan karakteristik ras fairy mereka. Tetapi, ketika Naruto diberi pilihan, dia tidak membangkitkan penampilan lamanya, dan memilih melanjutkan dengan sosok seorang Spriggan. Dia juga memilih untuk memulai kembali stat-nya, menghilangkan skill-nya yang menakjubkan dan melatih dari awal kembali.

Saat itu, Asuna ingin mengetahui alasannya, dan menanyakan Naruto tentang pertanyaan itu ketika mereka melayang di langit.

"Naruto-kun, kenapa kamu tidak kembali ke sosok aslimu seperti yang lainnya?"

"Hmmm..."

Naruto menyilangkan lengannya, matanya menjadi suram seperti melihat ke arah kejauhan.

Kemudian dia menjawab dengan senyuman simpul.

"Peran Menma di dunia itu telah berakhir."

"Begitu."

Asuna juga memasang senyum kecil.

Pertama, dia bertemu Lyfa yang diperkenalkan oleh Naruto, mereka bertiga kemudian pergi ke World Tree.

Memikirkan itu, membuat Asuna sedikit senang.

Bergerak di udara ketika berdiri, Asuna memegang tangan kanan Naruto.

"Naruto-kun. Ayo menari."

"Hah?"

Menarik Naruto dengan matanya yang lebar, dia mulai meluncur di atas awan dengan halusnya.

"Ini adalah teknik tingkat tinggi yang baru-baru ini dikembangkan. Ketika melayang kamu bisa bergerak lambat ke arah menyamping."

"Oh, begitu..."

Ekspresi Naruto berubah menjadi serius saat dia mulai bertanding dengan Asuna ketika meluncur. Bagaimanapun, dia segera kehilangan keseimbangannya dan jatuh.

"Wooah!"

"Hehehe, itu tidak akan bekerja jika kamu mencoba maju ke depan. Semua yang kamu butuhkan hanyalah sedikit gaya tolak ke atas, pada saat yang sama meluncur ke sisi samping."

"Hmm..."

Asuna menarik lengan Naruto saat Naruto tidak stabil untuk beberapa menit, tetapi seperti yang diharapkan dari kemampuan adaptasinya, Naruto segera terlihat seperti sudah menguasai trik tersebut.

"Oh... aku mengerti, jadi seperti ini."

"Benar. Bagus sekali."

Asuna tersenyum saat dia mengeluarkan botol kecil dari saku pinggangnya. Membuka tutupnya dan membiarkannya terapung di udara, menjatuhkan cahaya silver yang tumpah dari botol itu, dan pada saat yang sama, terdengar suara musik instrumental yang entah datang darimana. Itu adalah item yang dijual oleh ministral Puca tingkat tinggi, diisi dengan penampilan mereka.

Dengan detakan musik, Asuna melangkah lambat untuk menari.

Langkah besar, kecil, langkah besar lagi, mereka dengan anggun menari di atas udara. Dengan kedua tangan mereka berpegangan satu sama lain, menatap ke dalam mata Naruto, melangkah menyesuaikan arah pergerakan.

Dua orang meluncur, berputar dan berputar lagi pada lautan awan tanpa akhir, dicahayai oleh sunyi cahaya bulan. Pada awal pergerakan lambat, tetapi berangsur-angsur menjadi cepat, setiap langkah mereka makin jauh.

Cahaya biru menyebar dari sayap Asuna saling melengkapi dengan cahaya putih yang menyebar dari sayap Naruto, menghilang saat tabrakan. Suara angin menyurut.

Asuna menutup matanya dengan lembut.

Perasaan dalam hati Naruto mengalir melalui jari-jarinya, dan dia merasakan dan menerimanya.

'Aku mencintaimu selamanya, Naruto-kun...,' pikir Asuna.

Di sana beberapa kali ketika, dengan anehnya, perasaan keduanya terjalin. Itu tidak akan putus untuk selamanya.

Menma - Naruto, mempunyai dunianya sendiri. Sekolah, teman, dan seseorang yang penting. Sayapnya kuat, dan langkahnya terlalu lebar, tangannya mendekat hingga bisa Asuna capai.

Setahun lebih yang lalu, sejak hari di mana dia dan Naruto bertemu. Saling jatuh cinta, menikah, dan mempunyai anak. Mereka tentunya mulai tumbuh semakin dekat. Untuk menjadi dekat dengan punggung Naruto, Asuna menempelkan sayap fairynya, bersama Kirito, Sinon dan hati orang-orang lainnya sampai sekarang pun masih ditempati oleh bayangan kastil yang mengapung di udara itu.

Dengan berkembangnya science dan teknologi, dunia virtual menjadi dunia nyata tanpa batas. Itu melewati batas sebuah game, memutarbalikkan dunia virtual ke dalam kenyataan. Bagaimanapun, manusia tidak cukup pintar untuk hidup dalam kenyataan. Naruto yang berbagi terlalu jauh kebahagiaan dan kegalauannya, dan cinta akan dunia itu. Sebuah dunia fantasy yang pernah Asuna temui.

Dari kelopak matanya yang tertutup, Asuna merasakan air matanya mengalir.

"Asuna...?"

Suara Naruto mencapai telinganya.

Asuna membuka matanya, melihat ke dalam wajah Naruto dengan senyuman. Pada saat yang sama, botol kecil yang dipenuhi musik menyusut, memudar, dan menghilang bersama dengan sedikit suara botol pecah.

"Aku merasa senang hari ini. Aku mengingat awal pertemuan kita di SAO dulu..."

Asuna mengatakannya sambil terus menangis.

"Begitu..."

Naruto tersenyum mendengarnya. Lalu dia memberikan sebuah kecupan lembut di bibir Asuna. Hanya satu menit saja.

Setelah itu, Naruto menjauhkan wajahnya dari wajah Asuna. Memeluk Asuna dengan erat.

"Terima kasih, Naruto-kun..."

Sekali lagi, air mata Asuna mengalir.

"Ya, hari ini semua kenangan kita di SAO akan kembali lagi."

"Ah..."

Naruto memegang tangan Asuna sekali lagi, dan dengan mempererat genggaman, dia berputar.

"Ayo, kita pergi sekarang!"

Dengan suara sayap yang kuat, Naruto mulai berakselerasi sambil menarik tangan Asuna. Terbang Lurus menuju ke World Tree melewati awan.

Naruto terbang pada kecepatan berbahaya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tangan mereka yang berhubungan tidak pernah terlepas sedikitpun, Asuna mencoba untuk bertahan.

World Tree semakin membesar menutupi langit saat mereka mendekat. Di antara banyak cabang, pada titik di mana cabang itu terbelah dua dari batangnya, di sana bersinar lampu yang tidak terhitung. Cahaya Yggdrasil City.

Naruto membumbung tinggi mengarah ke tengah menara tinggi yang bersinar dengan terang.

Dari berbagai kumpulan cahaya, cahaya yang melewati jendela bangunan, dan lampu jalan yang menerangi jalanan adalah awal penampakan kota itu - pada saat ini.

Bel mulai berbunyi. Itu adalah tanda bel tengah malam dalam ALfheim. Di dalam World Tree, bel dipasang dalam lubang besar di atas elevator yang menghubungkan Yggdrasil City ke Aarun, suaranya menggema ke seluruh dunia.

Naruto membentangkan sayapnya lebar-lebar, dengan tiba-tiba mengerem.

"Waaah!?"

Asuna tidak bisa berhenti, dan mereka hampir bertabrakan. Saat melayang, Naruto membentangkan tangannya dan saat Asuna menabrak dia, menghentikan Asuna dengan memeluknya dengan lembut.

"Kita terlambat. Itu akan datang."

"Eh?"

Tidak mengerti arti perkataan Naruto, Asuna melihat ke arah wajah Naruto. Dengan kedipan dan senyuman, Naruto menunjuk ke sudut langit. Memutar tubuhnya ke belakang ketika masih dalam pelukan Naruto, Asuna melihat ke langit malam.

Bulan purnama besar, bersinar terang, biru cerah. - itu saja.

"Bulan... ada apa dengan itu?"

"Di sana, lihat baik-baik."

Naruto memanjangkan tangannya lebih jauh. Asuna menatap dengan tajam.

Lingkaran silver bercahaya, di sudut kanan atas - sedikit mengelupas.

"Eh...?"

Mata Asuna terbuka lebar-lebar. Gerhana Bulan...? Dia berpikir untuk beberapa saat, tetapi kemudian hal semacam itu tidak pernah terjadi dalam ALfheim.

Daerah bayangan hitam mulai mengikis permukaan bulan. Bagaimanapun, bentuk itu tidak bulat. Itu seperti bentuk baji bersegitiga.

Tiba-tiba, telinga Asuna mendengar suara menggeram. 'Gon,gon' bunyinya menggema. Dari jauh, seluruh langit terkejut, saat seperti sesuatu jatuh.

Bayangan yang muncul itu akhirnya memanjang menutupi bulan seluruhnya.

Bagaimanapun, cahaya bulan masih bersinar melewati bayangan, menerangi bentuk segitiga yang samar-samar. Perlahan mulai membesar dan membesar. Itu semakin dekat.

Itu kelihatannya menjadi sebuah objek berbentuk kerucut. Jaraknya tidak bisa dimengerti. Asuna memicingkan matanya, mengerutkan alisnya. Dan...

Tiba-tiba, objek menggantung itu mulai bersinar.

Cahaya kuning terang memancar ke segala arah.

Itu terlihat seperti dibuat oleh banyak lapisan tipis yang ditumpuk bersama-sama.

Cahaya melewati ruang di antara lapisan tersebut. Tiga pilar besar tergantung dari dasar. Ujung cahaya mereka agak mempesonakan.

Kapal...? Rumah...? Asuna terkejut. Pada saat yang sama, itu makin membesar. Itu akhirnya menutupi bagian langit. Suara bass mengguncang tubuhnya.

Dari lapisan bawah dan seterusnya, dia menyadari sesuatu yang dia lihat. Banyak proyeksi kecil yang melebar dari bawah ke atas. Tidak - Itu adalah - bangunan!

Bangunan besar dengan jendela pada beberapa lantai kelihatannya menjadi satu.

Bagaimanapun - dari menghitung ukuran bangunan tersebut, satu bangunan yan melebihi sepuluh lantai sekitar dengan tingginya Tower of the Wind. Kemudian, kerucut itu mengapung dengan ketinggian sekitar... seratus meter, tidak, beberapa kilometer...?

"Ah... tidak mungkin... tidak mungkin, itu adalah..."

Saat Asuna memikirkan apa yang dia lihat, cahaya bersinar di pikirannya, menerangi kebenaran.

"Itu adalah...!"

Dia berputar dan melihat wajah Naruto.

Naruto memberikan anggukan besar, dan berbicara dalam nada yang mana kegembiraan yang tidak bisa disamarkan.

"Ya. Itu adalah - Kastil Terapung, Aincrad."

"...! Tapi ... Kenapa? Kenapa di sini...?"

Kastil besar mengapung itu melambat, kemudian berhenti bergerak sebelum menyentuh cabang paling atas World Tree.

"Ini untuk pertandingan ulang."

Naruto mengatakan dalam nada yang tenang.

"Saat ini, kita akan secara sempurna menyelesaikan dari lantai satu ke lantai seratus, dan menaklukkan kastil itu. Asuna..."

Naruto menempatkan tangannya ke kepala Asuna dan melanjutkan.

"Aku sekarang menjadi lemah...Tolong aku ya."

"... Ah..."

Suara Asuna tercekat dan melihat wajah Naruto.

Jika kamu pikir kamu ingin pergi, maka kamu bisa pergi kemanapun.

Air mata jatuh dari wajahnya lagi, jatuh di dada Naruto.

"Ya. Kita akan pergi... tidak masalah di mana... bersama-sama..."

Berpelukan dengan Naruto, Asuna menyaksikan kastil besar mengapung, dari arah kaki mereka terdengar sebuah suara.

"Hei... kamu terlambat, Naruto!"

Asuna mencari sumber suara itu, bandana kuning dan hitam di sekitar rambut merahnya, sebuah katana panjang di pinggangnya, Klein muncul.

Di samping dia, seseorang dengan kulit cokelat bersinar, Agil membawa kapak besarnya di punggungnya.

Spriggan hitam dan membawa pedang besar di punggungnya adalah Kirito.

Seorang gadis Caith Sith berambut biru dan berpakaian biru serta membawa busur panah adalah Sinon.

Membawa palu silver, berpakaian putih murni dan apron biru adalah Lizbet.

Dengan telinga dan ekor panjang hitam indah, seekor naga kecil berwarna air di bahunya, adalah Silica.

Terbang dengan berpegangan, adalah Yurieru dan Shinka.

Masih tidak biasa terbang, memegang stick ketika terbang adalah Sasha.

Juga ada Gaara, Shion, Eugeo dan Sara.

Tidak dikenal ketika mereka berkumpul, Sakuya dan Alicia Rue, bersama dengan player Cait Sith dan Sylph berada di sampingnya.

Melambaikan tangannya dan mendekat adalah Recon.

Bersama dengan Jenderal Eugene dan satu pasukan Salamanders.

"Hei, kita akan meninggalkan kamu ke belakang!"

Terdengar suara teriakan Klein di belakang, kelompok itu terbang menuju langit malam, menuju ke kastil di langit.

Dan akhirnya gadis Slyph, memegang katana di pinggangnya, seorang pixie kecil duduk di bahunya adalah Lyfa. Rambut panjang pirang ekor kudanya menari-nari saat dia berhenti di depan Naruto dan Asuna.

"Ayo pergi, Naruto-nii, Asuna-san!"

Asuna mengangguk dan menggenggam tangan Lyfa. Lyfa tersenyum, menggerakkan sayap berwarna hijaunya dan berputar.

Yui terbang dari bahu Lyfa ke bahu Naruto.

"Hei, Papa, cepetan!"

Naruto menatap ke Aincrad, untuk beberapa saat dia kelihatan sedih. Bibirnya bergerak, membisikkan sebuah nama, tetapi Yui tidak bisa mendengarnya.

Ketika Naruto menaikkan kepalanya, wajahnya datar seperti biasa lagi. Dia mengembangkan sayapnya lebar-lebar, menuju ke langit di depannya.

"Oke. Ayo pergi!"

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

A/N:

Chapter 14 UP!

Sekian dan terima kasih.

Selasa, 8 November 2016