Ocean Fifteen © 2013 Sansan Kurai
Super Junior © SM Entertainment
Other © Their own management
Angst, Hurt
"Berhenti! Jangan bergerak!"
Perintah itu langsung membuat Leeteuk berhenti berlari. Ia tersenyum miris saat tahu siapa yang menyuruhnya untuk berhenti bergerak. Leeteuk mengepalkan jari jemarinya hingga semuanya nampak berwarna putih pucat. Perlahan Leeteuk membalikkan tubuhnya dengan senyum tipis yang masih tergambar jelas dibibirnya.
"Lama tak bertemu.. Appa.." Leeteuk membungkuk dalam pada pemimpin para polisi itu. Sedangkan sang pemimpin hanya bisa terdiam karena terkejut. Leeteuk menegakkan tubuhnya dan kembali menatapa pemimpin pasukan itu. "Appa tak mengenalku?"
"Kau.."
"Ternyata Appa benar-benar sudah melupakanku.." Leeteuk menundukkan kepalanya. "Nah~ Sekarang Appa ingin menangkapku bukan? Tangkaplah.." Leeteuk mengangkat kedua tangannya. Sang pemimpin pasukan mengangguk sekilas kepada salah seorang pasukannya dan orang itu segera menghampiri Leeteuk lalu memborgol tangan Leeteuk. Tak ada perlawanan sedikitpun dari Leeteuk membuat para polisi itu kebingungan. Mereka segera membawa Leeteuk ke kantor polisi untuk diinterogasi.
.
"Bagaimana? Kau menemukannya?" tanya Shindong pada Kibum yang tengah sibuk berkutat dengan laptopnya.
"Ne. Dia berada di kantor polisi," jawab Kibum.
"Hah.. Sudah ku duga," sahut Heechul. "Dia pasti menyerahkan dirinya sendiri agar polisi-polisi itu tak mengejar kita. Dasar bodoh!"
"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Siwon.
"Kita ledakkan kantor polisi itu," sahut Shindong yang langsung mendapat anggukan dari Kibum, Donghae, Hankyung, Kangin, Sungmin dan Ryeowook. Namun tidak untuk Henry, Heechul, Kyuhyun, Yesung dan Siwon.
"Jika kalian meledakkan kantor polisi itu, kalian akan mempersulit diri kalian sendiri nantinya," ujar Kyuhyun.
"Aku tahu, tapi hanya itu kan satu-satunya cara untuk menyelamatkan Leeteuk-ssi?" tanya Shindong.
"Bagaimana menurutmu, Yesung-ssi?" tanya Heechul.
"Kita tak perlu meledakkan kantor polisi. Leeteuk hyung juga pasti tak menginginkan itu terjadi," tambah Yesung cepat saat Shindong menatapnya garang. "Aku akan menjemputnya, kalian tinggal menjemput kami di sana."
"Menjemputnya?!" raung Shindong.
"Apa kau lupa? Leeteuk hyung tak pernah tertangkap barang sedikitpun oleh kepolisian dan ia tak punya catatan hitam di kantor polisi. Jadi kepolisian tak bisa menahannya lebih lama. Jika mereka menahan Leeteuk hyung, aku yang akan menuntut kepolisian karena telah menahan Leeteuk hyung tanpa alasan yang jelas."
"Tapi bagaimana jika kepolisian mempunyai bukti kuat untuk menahan Leeteuk-ssi?" tanya Kibum.
"Bisa saja itu terjadi jika Yunho atau Jay melakukannya. Semoga saja aku bisa mengeluarkannya, jika tidak lakukan apapun rencana kalian itu."
"Setuju!" sambut Shindong penuh semangat. "Jangan lupa pakai alatmu, kau akan sangat membutuhkannya."
"Aku mengerti dan tolong jaga Eunhyuk, Kyuhyun-ah."
"Tak perlu kau minta," sahut Kyuhyun acuh. Yesung hanya mengedikkan bahunya lalu berjalan pergi mendahului yang lain. Ia harus segera sampai di kantor polisi sekarang.
.
Dengan langkah pasti Yesung melangkahkan kakinya masuk ke kantor polisi. Namun ia sedikit kebingungan saat melihat para polisi berlari ke sana ke mari dengan wajah panik. Belum lagi saat tiba-tiba ia berpapasan dengan orang yang ia kenal sebagai Appa hyungnya. Wajah orang itu terlihat sangat lelah.
Yesung ingin menyapa orang itu, namun ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk pergi ke bagian informasi. Namun, saat sampai di sana, ia tak menemukan seorangpun yang berjaga. Yesung terdiam sejenak.
"Sepertinya ia benar-benar sakit keras.."
"Pasti seperti itu.."
Aksi diam Yesung terusik saat mendengar bisikan beberapa polisi yang lewat di belakangnya. Tanpa ragu Yesung memanggil mereka dan membuat mereka yang tengah terburu-buru menghentikan langkahnya.
"Emm, saya ingin menemui seseorang."
"Maaf, jam kunjungan telah habis, Anda bisa kembali kemari besok pagi," jawab salah satu dari mereka.
"Tapi ini benar-benar penting, aku harus menemuinya," pinta Yesung.
"Maaf Nak, kami sedang sibuk. Lebih baik kau kembali lagi besok."
Kedua polisi itu pun pergi meninggalkan Yesung. Yesung menyentuh daun telinganya.
"Kibum-ssi, kau mendengar percakapan mereka tadi?" tanya Yesung, ia berusaha untuk tak menggerakkan bibirnya agar tak ada yang curiga.
"Ya, Yesung-ssi. Dan aku baru saja menjebol kamera pengawas mereka. Aku tak menemukan Leeteuk-ssi dimanapun. Ku rasa, yang dibicarakan kedua orang itu adalah Leeteuk-ssi."
"Kau yakin?"
"100%."
"Baiklah, temukan dia sekarang."
Yesung pun berjalan keluar kantor polisi dengan langkah cepat.
to be continued..
ahh~ aku benar-benar ingin segera menyelesaikan fanfic ini.. tapi file ku kembali hilang dan itu sekali lagi membuatku frustasi.. ToT
terima kasih yang sudah bersabar mau menunggu kelanjutan fanfic yang aneh ini..
