BEST FRIEND
Genre : Angst ; Romance
Rating : PG ; T
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Wu Yi Fan ( Kris ), Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol and others as cameo.
Disclaimer : All of them belong to themselves and God. I'm only own the plot.
Summary : Oh Sehun dan Kim Jongin adalah sahabat dekat yang tak terpisahkan(?). Namun, ternyata Sehun memendam perasaan lain terhadap Jongin.
Warning : Yaoi, BL, Typos '(s), Gaje , GS!for some characters, Alur berantakan, OOC, CraickPair, Cerita pasaran and stuff.
Don't like? Don't read it, please~
-Fujoshi97-
-Chapter 14-
KrisHun Side~
Baekhyun POV
Ahhh! Kalian pasti tidak bisa membayangkan betapa senangnya aku ketika Kris tidak menolak gandengan tanganku! Dia terlihat begitu santai dan cool! Ah! Keren sekali! Aku benar-benar sangat tertarik pada Kris semenjak awal kami bertemu, tapi aku tidak merasa dia tertarik padaku. Yang kulihat adalah perhatiannya kepada Sehun. Tapi.. Kalau begitu, kenapa ia tidak melepaskan pegangan tanganku?
Aish, tapi biarlah saat ini aku ingin menikmati saat ini! kapan lagi aku bisa pergi kencan dengan Kris? For God Sakes, he's my crush!
"Jadi, kita mau kemana?" tanyaku semangat. Aku akan membuat kencan ini kencan terbaik untukku! Well, kuharap untuk Kris juga. "Apa maksudmu?" tanyanya sambil tetap berjalan. Dan, dia masih belum melepaskan gandengan tanganku.
"Maksudku, kau ingin kita pergi kencan kemana? Ah! Aku sudah tidak sabar!" ujarku sambil terkekeh kecil. Kris terdiam. "Tidak kemana-kemana. Sudahlah, aku lelah aku ingin pulang saja." Jawabnya, dan apa itu!? kenapa nada suaranya seperti itu!?
"EH? A-apa maksudmu? Kau tidak bisa pulang sekarang! Kita bahkan belum pergi berkencan!" tanpa sadar aku sudah memanyunkan bibirku kesal. Padahal tadi dia sudah setuju 'kan untuk pergi denganku!? Kenapa dia batalkan seperti itu!? pokoknya, aku tidak terima.
"Jadi, apa maumu?" jawabnya diselingi dengan helaan nafas. Kami bahkan belum melakukan apa-apa, dan dia sudah kelihatan begitu lelah. Aish! Payah! "Tentu saja aku ingin kita juga pergi kencan! Masa kau mau kita kalah dengan Sehun dan Kai!" jelasku semangat. Aku harap dia setuju setelah mengingat kalau pasangan Sehun dan Kai sudah pergi kencan terlebih dahulu.
"Jadi, kau mau kita kencan?" Tanya Kris dengan nada datar. Aku memutar bola mataku malas. "Yup! Jadi, kemana?" tanyaku dengan semangat. Apapun yang terjadi, aku harus tetap kencan dengan namja ini. "Arraseo." Jawabnya singkat kemudian kembali berjalan. Dan, sekedar informasi dia masih belum melepaskan gandengan tanganku.
"Kita mau kemana?" tanyaku setelah kulihat dia membawaku berjalan ke suatu tempat. Aku tidak pernah pergi ke daerah ini. well, aku tidak khawatir Kris akan melakukan yang iya-iya terhadapku. Hanya saja, aku benar-benar ingin tahu kemana dia akan mengajakku kencan! Dan, aku tidak pernah bisa menahan rasa tahuku. "Ke rumahku." Jawabnya singkat. Oh, ke rumahnya toh..
1
2
3
"MWOO!? APA KATAMU?" teriakku kaget. Kris langsung melepaskan gandengan tanganku dan berbalik lalu menutup—lebih tepatnya membungkam—mulutku. "Ssst! Apa yang kau lakukan!? Kau membuat semua orang memperhatikan kita!" kesalnya sambil berbisik di telingaku.
Aku langsung melepaskan tangannya dari mulutku, "Yah! Kalau kau tidak berbicara yang aneh-aneh, aku juga tidak akan berteriak dan menarik perhatian semua orang seperti itu!" balasku. Apa-apaan dia menyalahkanku!? Ish..
"Apa maksudmu?" tanyanya dengan wajah polos. Tidak kusangka dia bisa memiliki mimik seperti itu juga. "Maksudku, kau tidak perlu bercanda akan membawaku kerumahmu. Aku tahu kau berharap kalau aku akan bereaksi dengan wajah yang memerah dan sebagainya. Tapi, aku tidak akan bereaksi seperti itu." jelasku sambil memasang wajah datar.
Kris mengangkat sebelah alisnya padaku. Apa? "Siapa yang bercanda? dengar boy, aku serius. Aku benar-benar lelah jadi tentu saja aku akan pulang kerumahku." Jelasnya dengan wajah yang tetap datar. "A-apa? Kau ini! tadi kau sudah setuju untuk pergi kencan denganku, 'kan?!" protesku. Kenapa dia membohongiku terus, aku sudah jalan jauh-jauh seperti ini hanya untuk mengantarnya pulang saja!?
"Bukankah kita sedang kencan saat ini?" tanyanya. Apa maksudnya? Jangan-jangan—"Apa maksudmu berjalan bersama seperti ini sudah termasuk kencan?" tanyaku. "Yup." Jawabnya singkat. "Ini gila.." gumamku. Namja zaman kapan yang berfikir kalau jalan bersama seperti ini sudah terhitung kencan? Pabbo!
"Berjalan bersama seperti ini mana bisa kau hitung kencan!" protesku. Dia menatapku datar lalu kembali menghela nafas, "Jadi, kau tetap ingin kita pergi ke tempat lain? Asal kau tahu saja kita sudah dekat rumahku, aku tidak akan mau kembali lagi." Jawabnya. Aih, bagaimana ini aku tidak tega kalau harus memaksanya, dia kelihatan lelah sekali. Tapi, aku juga tidak ikhlas kalau harus pulang tanpa membawa kenangan apapun. Aku berfikir sambil memperhatikan keadaan sekitar. Dari yang kulihat sepertinya kita sedang berada di komplek rumahnya.
Ah! Aku ada ide! "Bagaimana kalau kita bermain basket saja?" tanyaku dengan semangat. Well, kalau aku tidak bisa berkencan dengannya setidaknya aku punya sesuatu yang bisa kuingat nanti. "Basket?" bingungnya, aku mengangguk mantap. "Ne, kau lihat disana ada lapangan basket bukan? Dan, tidak ada yang bermain disitu. Kita bisa bermain disana, 'kan?" tanyaku memastikan. Aku tidak ingin moment bermain basketku ternganggu nanti.
"Kurasa bisa, aku sering bermain disana saat-saat jam seperti ini." jawabnya. "Great! Kalau begitu sekarang kita kerumahmu dan mengambil bola basketnya!" ajakku dan kembali menarik tanganya. "A-apa? Hei tunggu!" tahannya. Aku menoleh dan memutar bola mataku malas, "Sekarang apa?" tanyaku. "Kau tidak tahu rumahku." Ujarnya.
Lalu? Oh..oh! "Mianhae.. hehe" ujarku sambil tertawa kecil. Kali ini aku melepas tangannya dan membiarkannya memimpin jalan menuju rumahnya.
Kris 's House
"ini rumahmu?" tanyaku kagum. Jangan kaget kenapa aku bisa kagum, kau harus melihat rumah Kris maka kau akan mengerti. Ini tidak seperti rumah. Ini mansion! "Hm. Kau mau masuk?" tanyanya. Pertanyaan macam apa itu? "Tentu saja. Mana mungkin aku menunggumu diluar seperti orang bodoh. Bagaimana kalau kau membohongiku?" jawabku. Kris menatapku aneh. "Aku tidak mungkin membohongimu." Jawabnya lalu memberikanku jalan masuk.
What the.. kalau penampilan luarnya saja sudah cukup membuatku kagum, maka penampilan dalamnya membuatku lebih kagum lagi! Bagaimana tidak semuanya terlihat begitu.. Aih, okay mahal. Semuanya terlihat begitu mahal! Dia benar-benar pangeran berseragam SHS. "Tunggulah di.. dimanapun kau mau." Setelahnya dia langsung menaiki tangga. Dimanapun ku mau? Cihh..
Aku memutuskan untuk menunggu di sofa di ruang tengah. Kurasa ini ruang tengah, rumahnya terlalu besar. Saat melihat-lihat sekeliling pandangan mataku menangkap foto seorang yeoja terpasang di dinding. Eh? Bukankah itu Seohyun? Kenapa fotonya bisa ada disini? Apa mereka punya hubungan keluarga? Kris yang keren ini punya hubungan dengan Seohyun yang naksir dengan Kai? Aku tidak menyangka hidupku akan seperti drama-drama saja. Sigh..
Sambil menunggu Kris yang entah kenapa sangat lama, aku memutuskan untuk menghubungi Sehun lewat pesan singkat.
From : Uri Baekhyun
To : Thehun
Sehun-ah! Kalian dimana? Apa kalian masih kencan? Kau harus menceritakan semuanya padaku, ok? DETAIL!
SEND~
Author POV
Baekhyun masih asik dengan ponselnya saat terdengar langkah kaki. "Okay, kita bisa berangkat sekarang." Ajak Kris. Baekhyun mendonggakkan kepalanya melihat Kris dan betapa kagetnya ia melihat penampilan Kris. Ok, mungkin itu terlalu berlebihan. Tapi, jika melihat Kris mengenakan seragam sekolah saja sudah cukup membuat Baekhyun mengangga, maka tidak ada bedanya dengan saat ini.
Ini adalah pertama kalinya Baekhyun melihat Kris memakai baju biasa, khususnya baju basket. Damn! He looks hot! Batin Baekhyun sambil tetap menatap Kris dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Ekhm.." Baekhyun langsung menatap Kris begitu mendengar teguran tidak langsung dari Kris. "Ah, Mi-mianhae. Okay, lets go!" ajak Baekhyun semangat.
Kris berjalan pelan—Bagi Kris, sambil men-drible bola basket di tangannya. "Yah! Tidak bisakah kau pelan sedikit?" protes Baekhyun dari belakang Kris. "Tidak bisakah kau berjalan pelan sedikit?" sindir Kris tanpa berbalik untuk melihat Baekhyun. "Cih!" Baekhyun hanya bisa memajukan bibirnya kesal. Dia benar-benar menyebalkan! Untung dia menarik, kalau tidak sudah kubunuh dia! Batin Baekhyun.
Basketball Court
Begitu sampai, Kris langsung berjalan dan mulai memainkan bolanya ke tiang gawang(?). sedangkan, Baekhyun masih tetap berdiri di tempatnya. "Apa yang kau lakukan disana?" Tanya Kris sambil tetap mendribble bolanya. "Ani, hanya sedang.. i-istirahat saja." Jawab Baekhyun sambil tertawa nervous. Bagaimana bisa dia lupa kalau dia tidak bisa bermain Basket? Okay, scratch that! Dia bisa bermain basket, hanya saja ia tidak yakin dia bisa 'memukau' Kris. Seharusnya aku memilih acara kencan lain, kalau seperti ini sih aku hanya akan membuatku terlihat bodoh! Batin Baekhyun frustasi.
"Istirahat? Jangan bercanda, jarak dari rumahku kesini tidak sejauh itu." balas Kris sambil menaikkan sebelah alisnya. "I-itu.." bingung Baekhyun. Dia bingung apa dia harus jujur atau berbohong kalau tiba-tiba dia ingin melihat Kris bermain saja. Sebelum Baekhyun sempat menjawab, Kris sudah menyela "Jangan bilang kalau kau tidak bisa bermain basket." Remeh Kris.
"Mwo!? Jangan bicara sembarangan, siapapun bisa memainkan bola itu." bela Baekhyun. Kris mengeluarkan smirk nya, yang entah kenapa membuat Baekhyun menelan ludahnya ragu. "Begitu? Kalau begitu bagaimana kalau kita bertanding?" tantang Kris.
Baekhyun menatap Kris bingung, "Bertanding?" tanyanya. "Yup, siapapun yang bisa menshoot sebanyak 5 kali, sementara yang lain berusaha menghalangi menjadi pemenang." Jelas Kris sambil tetap bersmirk ria. "Mwo? Da-dan, apa keuntungan bagi yang menang?" Tanya Baekhyun ragu.
"Siapapun yang menang berhak meminta apapun dari yang kalah." Jelas Kris. Dan betapa Baekhyun ingin kembali ke rumahnya dan mengulang semua kencan ini dari awal. Dia bahkan tidak bisa menang melawan Kyungsoo yang payah dalam basket, bagaimana bisa dia menang melawan Kris!?
"Jadi, bagaimana?" Tanya Kris. "Well, baiklah. Aku setuju!" dia tahu dia tidak mungkin menang, tapi dia tidak mungkin menjatuhkan harga dirinya di depan Kris. Dia bisa memikirkan alasan ia kalah nantinya. "Bagus, kita mulai?" lanjut Kris tetap dengan Smirk di wajahnya. Damn it!
Kris : Baekhyun
0
Baekhyun mengambil keputusan untuk menyerang Kris, namun dengan cepat Kris mengelak. Dengan cepat ia berlari melewati Baekhyun. Baekhyun langsung berlari mengejar Kris. Namun, apa daya perbedaan panjang kaki tidak membantu Baekhyun. Begitu Baekhyun berhasil mengejar Kris, dengat gesitnya Kris sudah men-shoot dan BOOM! Its score!
Baekhyun mengangga lebar melihat Kris yang berhasil memasukkan bola basket ke ring dengan mudahnya. Kris hanya bersmirk ria melihat reaksi dari Baekhyun. Ia berjoging pelan ke arah Baekhyun, "One and Zero for you." Bisiknya tepat di telinga Baekhyun, membuat namja itu menggeram kecil dengan wajah memerah.
Kris : Baekhyun
0
Kali ini Baekhyun memutuskan untuk diam dan menunggu Kris melancarkan serangannya. Yang membuatnya khawatir adalah bola yang sedang ia dribble ini. Ini pertama kalinya ia bisa mendribble selancar ini. "Hey, kau akan tetap diam disana?" tegur Kris.
"Ani! Aku hanya menunggu kau yang menyerang terlebih dahulu." Jawab Baekhyun dengan sombongnya. Kris tertawa kecil mendengaar jawaban dari Baekhyun. "Mwo? Menunggu? Arraseo." Jawab Kris.
Dengan langkah santai, Kris berjalan kearah Baekhyun. A-apa yang harus kulakukan? Apa aku bisa mendribble bola sambil menghindar? Tapi, bagaimana caranya!? Batin Baekhyun panik. Kris sudah sampai di hadapan Baekhyun, dan dengan polosnya Baekhyun terus mendribble bolanya dan mendongak menatap Kris polos.
Betapa kagetnya Baekhyun saat Kris mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun, "Boo.." bisik Kris. Dengan mata yang membelalak dan wajah yang memerah, lepaslah bola yang tadinya di'kuasi' Baekhyun. Dengan cepat Kris langsung menyambarnya dan membawanya ke ujung tiang, dan lagi-lagi BOOM It's score!
"Yah! Apa-apaan kau!? Itu curang!" protes Baekhyun sambil menunjuk Kris dan berjalan menghampirinya. "Curang? Aku tidak melakukan apa-apa." Jawab Kris. "Sudahlah, akui saja kalau kau memang tidak bisa melawanku. Apalagi dengan tubuhmu yang pendek itu." goda Kris.
"Siapa yang kau bilang pendek!? Tubuhku ini proposional bukan pendek!" geram Baekhyun kesal. Kris hanya terkekeh pelan melihat pembelaan Baekhyun yang menurutnya cute. Apa aku bilang bocah ini cute? Weird. Batin Kris. Sedangkan Baekhyun mengembungkan pipinya kesal. Namja menyebalkan, wajahnya itu benar-benar menipu. Tidak kusangka dibalik wajahnya yang cool, dia orang yang sangat menyebalkan. Gerutu Baekhyun.
"Jadi.. Kau masih berani menantangku atau justru kau mau menyerah?" Tanya Kris dengan smirk di wajahnya. "Menyerah katamu? Baekhyun tidak akan menyerah! Ayo kita lanjutkan!" sok Baekhyun. Dasar keras kepala! Jelas-jelas tidak bisa bermain basket, masih saja memaksakan diri. Well, up to him. Batin Kris.
"Hosh..hosh.." sial! Baekhyun benar-benar kalah telak. 5-0. Ia bahkan tidak sekalipun berhasil membawa bola hingga ke ujung tiang, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan point!? Aish, sekarang Baekhyun baru menyesal dengan keputusannya ini! bagaimana tidak, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan Kris minta darinya nanti. Ahh.. aku harusnya menyerah tadi. Tapi, harga diriku sudah terlalu tinggi.
Dengan ragu, Baekhyun menghampiri Kris yang ajaibnya bahkan tidak terengah-engah. Apa semudah itu melawanku dalam basket? Batin Baekhyun bingung. "so, apa yang kau inginkan?" Tanya Baekhyun. Sekesal dan semalu apapun, ia harus tetap bisa menerima kalau dia kalah. Setidaknya lihat dari sisi baiknya Baekhyun, dengan hukuman dari Kris kau akan bisa terus bersamanya.. secara tidak langsung. Well, kecuali dia memintaku untuk menjauhinya sebagai hukuman. Baekhyun merinding sendiri membayangkan Kris memintanya menjauh. Biarpun Baekhyun belum bisa mengatakan kalau ia 'mencintai' Kris, tapi ia tahu kalau ini bukan hanya little crush.
Kris menampilkan smirk menyebalkan khasnya itu. "Well, tak kusangka kau mengingatnya." Ujar Kris. "Apa maksudmu? Kau pikir aku akan pura-pura bodoh dan lari begitu? Well, sorry I'm not like that." Balas Baekhyun dengan gaya queen-nya.
Kris terkekeh kecil, dan Baekhyun sempat terpana mendengar suara vocal Kris yang berat dan rendah itu. sexy. Batin Baekhyun dengan tidak polosnya. Aku tidak pernah bilang kalau aku ini polos bukan? *shrug
"Baguslah kalau kau mengingatnya." Jawab Kris. "I want you to be.."
Baekhyun menatap Kris bingung, kenapa perasaanya sedikit aneh. Dia curiga kalau Kris akan memanfaatkan situasi yang ada—
"My boyfriend.." lanjut Kris.
Dan, dunia terhenti seketika bagi Baekhyun.
To Be Continue
Author 's Note
Anyeongg reader(s)! sumpah, Author bener-bener minta maaf dengan ke-absenan author dari ffn maupun asianfanfiscs.
Jeongmalll mianhae! #hug #kiss dan makasih kalau masih ada yang berniat membaca #kiss
Sedikit pemberitahuan, untuk account author yang di ffn, mengalami masalah ya, tiba-tiba pagenya diblack list. That's why, Author telat setelat-telatnya.. tapi, author akan usahain untuk tetap update.
Dan, beberapa cerita Author bisa kok dilihat di asianfanfics ^^
Maaf kalau ff ini pendek dan keliatan dianak emaskan. Author berniat untuk fokus ke ff ini dulu sementara ff lain akan dihiatus, kecuali Author dpet inspirasi. Tapi, yang pasti Author akan usaha ga sampai mengabaikan ff Author yang lain.
So, read and reviews?
~Fujoshi97~
