[ Pemilik Karakter Anime Naruto ]
[ Masashi Kishimoto ]
#Romance
#School
#Rated [ M = Dewasa ]
[ GUARDIAN ANGEL ]
BAGIAN KEEMPATBELAS
"Aku mencintainya, tapi kenapa ada perasaan ragu?" gumam Naruto, saat berbaring ditempat tidurnya.
Naruto masih bimbang dengan perasaannya sendiri, hanya ada perasaan 'sayang' yang Naruto rasakan namun berbeda dengan Hinata yang benar-benar mencintai Naruto tanpa ragu sedikitpun.
Hinata kini sedang berbaring ditempat tidur. Airmata terus berlinang bahkan saat memejamkan mata. Terasa hangat saat menyentuh daun telinganya. itu adalah rasa hangat airmata penuh rasa harapan agar yang dicinta mengerti tentang perasaan cinta Hinata terhadap Naruto suatu saat nanti.
Naruto beranjak dari tidurnya dan melangkah maju menuju kamar mandi. Hinata pun melakukan hal yang sama meskipun tempat mereka berbeda tapi langkah mereka hampir bersamaan.
Airshower kamar mandi menguyur deras tubuh Naruto. Dia terus memikirkan Hinata yang mungkin saja kecewa. "Maaf Hinata-chan.. Maaf atas kebodohanku.." gumam Naruto.
"Naruto-kun, aku mencintaimu. Aku tidak akan bisa membencimu."
Hinata hanya duduk bersandar di tembok kramik kamar mandi, sambil memeluk bawah lututnya sendiri. Airshower terus menguyur tubuhnya namun pikiran dan perasaannya kini sangat tidak menentu tapi dia tetap yakin 'suatu saat nanti yang dia cinta akan mengerti tentang perasaannya.'
Naruto hanya bisa melamun tertunduk, duduk bersila ditepi ranjang. Airmatanya pun mulai menetes satu demi satu dengan perasaan yang sangat sedih karena dia merasa seperti orang yang sangat jahat.
Pukul 23.30 malam. Mereka berdua masih terjaga tidak dapat tertidur pulas dan terus memikirkan satu samalain. "Hwaaaa! Aku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri!!" teriak Naruto tiba-tiba.
Iruka masih tertidur pulas dikamarnya sama sekali tidak mendengar teriakan Naruto. Iruka yang tidak ingin terganggu saat tidur selalu menutup telingannya dengan penyumbat telinga ketika dia tidur.
"Naruto-kun apa dia sudah tidur ya?"
"Apa Hinata-chan sudah tidur ya?, aku paling mudah tidur kalau bersandar di bahunya."
Naruto dan Hinata hanya bisa bergumam mengkhawatirkan keadaan masing-masing sampai melupakan jika waktu jarum jam terus berputar hingga akhirnya pagi menyambut nanti.
"Sudah jam 3 pagi cepat sekali.." gumam Naruto sembari melihat jam di smartphone miliknya.
"Cepatnya jam 3 pagi.." gumam Hinata melirik jam wekker diatas meja dekat tempat tidurnya.
Naruto menepuk jidatnya sendiri sambil tertawa seperti orang bodoh. "Haha.. Kami lama berteman tapi belum pernah tukar nomer handphone..."
Naruto melihat langit-langit kamar yang berwarna putih. Sinar sang surya menerangi kamar lewat selah korden dan lubang angin jendela. Naruto mulai bangun dari baringnya lalu dia menarik nafas dan menghembuskan sangat pelan, menenangkan diri.
"Sudaaah pagi! Aku lapaaar!" kata Naruto tegas dan nyaring.
Dak.
"Naruto!"
Iruka langsung terkejut karena Naruto terkapar di meja makan, dia tidak cukup tidur semalaman hingga pagi.
"Woi, bangun. Kau ini selalu begadang jadi seperti ini," ucap Iruka sembari membangunkan Naruto.
Naruto yang dibangunkan masih mendengkur pelan.
"Hinata-chan..."
"Hah?" gumam Iruka.
Iruka menyentuh dahi Naruto, alhasil demamlah yang Naruto alami. Iruka menghela nafas dan mulai meraih smartphone miliknya yang ada di dekat meja.
Tuuut..
Kleegh.
"Halo,"
"Maaf saya menghubungi sepagi ini."
"Iya tidak apa-apa ada apa
Iruka-san?"
"Begini.. Naruto putraku tidak bisa masuk sekolah.."
"Putramu kenapa?"
"Dia demam.. Maaf kalau sedikit aneh tapi kelihatanya dia kelelahan.."
"Baiklah nanti aku beritahu teman sekolahnya."
"Terimakasih, Kakashi.."
"Hmm, sama-sama.."
Tuthh.
"Sial, main dimatiin aja!" ucap Iruka sembari melihat Naruto, selesainya menghubungi temannya.
Iruka membopong Naruto menuju kamarnya dan membaringkan remaja pirang itu ditempat tidur. "Hinata-chan.."
"Heehh.. Anak ini sepertinya sedang patah hati.." gumam Iruka.
Di kelas 3-C mendapatkan pengumuman bahwa Naruto tidak dapat mengikuti pelajaran karena sedang sakit. Hampir semua yang ada di kelas itu tidak terlalu peduli karena tidak begitu mengenal sosok Naruto yang memang tidak memiliki teman di sekolah.
Saat jam pelajaran selesai. Sakura yang tahu tentang kabar itu, langsung memberitahu Ino Yamanaka.
"Hah!, dia sakit?!"
"Iya aku mendengar saat melewati kelas Naruto."
"Eemm, ada gunannya juga hobi mengupingmu itu ya jidat" gumam Ino.
"Hey, jangan bicara begitu!, O'iya pig, aku tadi memberitahu Hinata juga" ujar Sakura.
"Bodoh!, kenapa kau beritahu dia!" bentak Ino.
Hinata yang mendengarkan kabar itu langsung meminta izin kenapa kepala sekolah dan menghubungi pelayannya untuk mengantar ke apartemen Naruto. Hinata tahu tentang tempat tinggal Naruto saat bertanya dengan wali kelas 3-C.
"Hime-sama, anda berbuat hal seperti ini demi teman?"
"Apa aku salah?" tanya Hinata.
Mobil hitam jenis BMW itu berhenti didekat apartemen Naruto, Hinata pun keluar dari mobilnya.
"Rahasiakan ini dari Tou-san ya.."
"Baik Hime-sama.."
Hinata menuju pintu apartemen lalu dia menekan bel rumah berkali-kali.
Ting!
Nung!
Ting!
Nung!
Clekh.
Pintu terbuka. Iruka yang belum pernah melihat sosok Hinata, merasa terkejut dalam batinya.
"Ma-maaf. Apa benar ini kediaman Iruka Umino?"
"Iya, aku sendiri. Ada perlu apa ya?"
"Sa-saya Hinata Hyuuga, teman Naruto Uzumaki. Apa boleh saya menjenguknya.."
"Eh?, tentu saja boleh. Ah, bukannya ini masih jam sekolah kenapa kau bisa disini?" tanya Iruka.
"A-ano tadi saya meminta izin menjenguk." balas Hinata.
Iruka mengizinkan Hinata menjenguk Naruto. Dan mengantar Hinata ke kamar Naruto, Hinata terlihat khawatir. Iruka yang melihat gelagat itu dapat tahu bahwa ada hubungan yang lebih dari sekedar teman pikir Iruka.
"Apa kau bisa menjaganya sebentar?"
"I-iya.."
"Aku mau pergi membeli makanan dulu, maaf merepotkanmu ya?"
"Iya, Iruka-san" jawab Hinata.
Hinata duduk ditepi ranjang tempat Naruto berbaring tertidur pulas dengan kompres di dahinya.
"Naruto-kun, aku mengkhawatirkanmu dari tadi, pantas saja kau tidak ke halte..." gumam Hinata.
Di kamar yang terbilang tidak begitu luas namun nyaman itu, Hinata kini sedang bersama Naruto.
"Hinata-chan.."
Hinata menoleh kearah Naruto, saat dia menganti kompresnya.
"Iya," jawab Hinata saat Naruto mengigaukan namanya.
"Tidurlah yang nyenyak Naruto-kun" gumam Hinata.
Hinata sangat senang dalam batinya, karena dalam tidur namanya diingat oleh Naruto.
BERSAMBUNG
NEXT
BAGIAN KELIMABELAS
