Hoseok, Namjoon, Jin, dan Yoongi berlari ke rumah Hoseok. Hoseok mendapat penglihatan tentang Taehyung yang berada di istana Jimin. Hoseok sendiri bingung kenapa portal itu tiba-tiba terbuka. Padahal selama seminggu ini dia tidak berhasil membuka portal ke istana Jimin.

Mereka sampai dan semua sudah terlambat. Taehyung sudah masuk ke dalam portal. Dan portal itu langsung tertutup.

Hoseok membacakan mantranya untuk membuka portal itu, tapi tidak berhasil. Ia sangat khawatir, ia tidak bisa konsentrasi.

Namjoon memeluk Jin sambil berdoa agar adiknya baik-baik saja.

Hoseok memukul cermin itu dengan frustasi. Yoongi segera memeluk Hoseok dan menenangkannya.

Taehyung membuka matanya dan ia sedang berdiri di suatu ruangan yang luas dan kosong. Ruangan itu hanya diterangi secercah cahaya kecil. Taehyung menatap sekelilingnya. Dan hanya ada cermin di ruangan itu. Ia tau kalau ia tadinya keluar dari cermin itu.

Taehyung melihat ada tangga yang berliku dan sangat panjang ke atas.

Taehyung berjalan menaiki tangga itu.

Jungkook merintih kuat saat mulut Jimin sedang sibuk dengan membernya. Jungkook dengan tanpa busana dan ia berbaring di meja makan yang panjang itu. Kedua kakinya ditekuk dan terbuka lebar.

Jimin terus menghisap member Jungkook hingga ia melihat Jungkook yang memegang pinggiran meja dengan erat. Jungkook menggigit bibirnya dan memejam matanya kuat, dahinya juga berkerut saat ia mencapai klimaksnya. Tapi Jimin langsung berhenti dan Jungkook merengek pelan.

"Uhh pllleasee" rengek Jungkook dan tangannya hendak memompa membernya sendiri. Dengan mata yang masih terpejam, mulut yang terbuka dan ia pun mulai memompa membernya. Suara rintihan Jungkook memenuhi istana.

Jimin menarik kedua tangan Jungkook dan menahannya di atas kepala Jungkook.

Jungkook membuka matanya dan ia merintih saat Jimin mendorong membernya perlahan ke Jungkook.

Jungkook heran, kapan Jimin melepas pakaiannya.

Jungkook merintih kuat saat member Jimin masuk lebih dalam. Lalu Jimin mengeluarkannya dengan pelan dan mendorongnya lagi dengan pelan.

Mata Jungkook perlahan tertutup menikmati sensasi itu.

"You like this?"

Jungkook mengangguk sambil merintih.

Jimin mempercepat gerakannya dan Jungkook dengan kuat meneriaki nama Jimin. Jimin terus mendorong kuat hingga ia menemukan spot Jungkook. Jungkook mulai menggeliat dibawah Jimin dan ia mencari-cari mulut Jimin.

"Uh pleasee.. kiss me" pinta Jungkook dengan suara serak.

Jimin menciumnya kuat. Dan Jungkook semakin merasa gila.

Satu tangan Jimin memompa member Jungkook dengan kecepatan yang sama dengan dorongan pinggulnya.

Jungkook berteriak di mulut Jimin dan nafasnya terengah-engah. Lalu terdengar erangan kuat Jungkook diikuti dengan ejakulasinya yang menodai perut dan dada Jimin. Jimin pun ejakulasi setelahnya. Jimin tidak melepaskan ciumannya. Lidahnya membuat Jungkook merintih sexy. Jimin tersenyum di mulut Jungkook.

Jimin melepas ciumannya dan Jungkook yang terengah-engah menatapnya dengan lembut.

"I love you..." bisik Jungkook tapi masih terdengar kuat oleh Jimin.

"I love you as always" jawab Jimin sambil mengecup bibir Jungkook.

Jungkook merintih lagi dan ia menggoyangkan pinggulnya. Jimin belum mengeluarkan membernya dan gerakan Jungkook membuat membernya kembali terangsang.

"Lagiii" rengek Jungkook dengan suara menggoda.

Jimin mengangkat tubuh Jungkook dan membawanya ke kamarnya.

Taehyung mendengar rintihan Jungkook. Ia mengikuti suara itu dan ia melihat... Jimin sedang bercinta dengan Jungkook. Taehyung bersembunyi di balik tiang yang besar. Ia tidak ingin melihat mereka.

Hati Taehyung sakit, ia menahan emosinya. Ia ingin menerkam Jimin saat itu juga tapi ia mendengar rintihan Jungkook yang semakin kuat.

Taehyung memejam matanya kuat. Tangannya mengepal di kedua sisinya. Hatinya sungguh hancur mendengar Jungkook seperti itu bersama Jimin. Ia tidak percaya kalau Jungkook lebih memilih Jimin.

Taehyung merasakan air matanya yang mulai mengalir. Ia menggigit bibirnya untuk menahan isakan dari dadanya. Ia menutup mulutnya dengan tangannya dengan kuat. Air matanya terus mengalir hingga ia mendengar teriakan Jungkook yang memanggil nama Jimin dengan kuat.

Taehyung begitu hancur. Ia ingin pergi dari situ juga tapi ia tidak punya energi untuk bergerak.

Ia mendengar suara nafas mereka yang terengah-engah dan tiba-tiba Jungkook merintih lagi.

Taehyung menggeleng kepalanya dengan putus asa.

'No Jungkook... no...'

"Lagiii" ia mendengar suara rengekan Jungkook.

Taehyung menutup kedua telinganya. Ia tidak ingin mendengar mereka tapi setelah itu ia mendengar suara langkah kaki Jimin yang mulai menjauh.

Taehyung mengintip dan meja makan itu kosong. Ia melihat ke depan dan Jungkook sedang digendong oleh Jimin sambil berciuman.

Setelah mereka jauh, Taehyung berlari kembali ke ruang bawah tanah. Ia menuruni anak tangga dengan kencang dan pandangannya yang kabur akibat air matanya yang mengalir deras. Hingga ia terjatuh dari tangga dan terguling ke bawah.

Ia tidak bisa menahan emosinya dan sayapnya bebas dari punggungnya.

Ia menangis dan meraung kuat. Ia tidak peduli jika Jimin tau dia ada di istananya. Taehyung terduduk di lantai. Ia membenamkan kepalanya di lengannya dan sayapnya terlipat menutupi sekeliling tubuhnya.

Sesekali ia terisak, membuat sayapnya ikut bergerak.

Tiba-tiba Taehyung merasakan sakit di punggungnya. Sakit yang amat luar biasa. Ia menggeliat di lantai sambil mengerang kesakitan. Ia menggigit bibirnya kuat sampai sakit itu pun reda.

Ia menarik nafas dan kembali duduk. Ia melihat ke sekelilingnya dan ia benar... bulu di sayapnya gugur.

Ia teringat, ia pernah mengalami hal ini sebelumnya.

Yang pertama, saat setelah kejadian ia meninggalkan Jungkook di istana dan saat Jimin membawanya ke istananya ratusan tahun lalu. Ia sangat patah hati waktu itu saat ia mengetahui Jimin menjadikannya kekasihnya.

Hoseok mengingatkannya kalau ia tidak boleh terus patah hati. Ia harus mengontrol perasaan emosinya itu. Kalau tidak, kekuatannya akan melemah dan bulu di sayapnya akan gugur dan itu tidak baik bagi Taehyung.

Yang kedua, saat Jungkook mati karena Jimin menancapkan pedang ke tubuhnya. Hampir berbulan Taehyung termenung. Ia menahan rasa sakit di punggungnya saat bulu di sayapnya gugur. Hingga Hoseok membuatkan ramuan untuknya agar ia kembali bersemangat.

Dan inilah yang ketiga. Walau bulu itu hanya gugur beberapa helai. Taehyung merasa itu tidak masalah. Selama ia masih bisa terbang.

Taehyung berjalan ke cermin. Tapi cermin itu tidak memantulkan bayangannya dan juga tidak membukakan portal untuknya.

Ia berdiri diam dengan sangat lama. Hingga akhirnya portal itu terbuka.

Pikirannya kembali ke Jungkook. Tangannya mengepal, wajahnya gemetaran. Saat itu ruangan semakin gelap. Ia kembali menaiki anak tangga dengan cepat dan menuju kamar Jimin.

Ia masuk dengan diam dan melihat Jungkook sedang tertidur pulas. Tidak ada tanda-tanda Jimin disana. Taehyung mendekati Jungkook dan ia mengelus pelan wajah Jungkook. Jungkook tersenyum dalam tidurnya. Taehyung ikut tersenyum lembut.

Lalu Taehyung menggendongnya di lengannya dan membawanya turun ke ruangan bawah tanah itu lagi.

Taehyung berdiri di depan cermin. Untungnya portal itu masih terbuka.

Ia menatap wajah Jungkook yang masih tertidur lalu ia melangkah masuk ke portal. Membawa Jungkook kembali bersamanya.