BUKAN ISTRI PENGGANTI
Cast : Sehun, Jongin, Taeoh and others
Genre : Hurt/Comfort, Family
Warning : Yaoi, Mpreg
Terima kasih untuk yang review, mohon di chapter ini tetap review ya ^_^
Aku dah baca komennya satu-satu dan aku sadar satu hal, selain absurd, ff aku keknya belibet banget ya #plakk maaf kalau yang baca jadi bingung dengan ceritanya yang aneh.
Aku ga maksa kalian untuk menyukai semua ff yang aku buat kok, sungguh. Jadi hak kalian mau baca atau nggak.
Yang bingung dengan siapa belahan jiwa yang di maksud Yifan, jawabannya itu Sehun, yang Yifan bilang 'dia' itu benar juga Sehun. kalo yang dimaksud orang itu, jawabannya ada di chap ini.
Aku tekankan kalau ini hanya fanfiction, fiksi, jadi kalo ada hal yang ga real atau sesuai dengan kenyataan, aku kembalikan dengan dua kata ini fiksi, hasil imajinasi dari penulisnya dan kadang untuk menyesuaikan dengan cerita ada banyak hal yang ga sama dengan kehidupan nyata.
No Edit.
KaiHun Lovea
.
.
.
.
.
.
Selama ini Yifan tak pernah menyangka kalau hidupnya akan menjadi serumit ini. Terjebak dengan perasaan cinta pada sahabatnya sejak masih kecil, Do Kyungsoo, ia tak tahu haruskah ia menghancurkan persahabatannya dengan mengatakan perasaannya ataukah hanya tetap memendamnya seperti biasanya. Ia ingin bersikap biasa saja pada Kyungsoo, namun perasaan cintanya yang begitu dalam membuatnya kesulitan untuk menutupinya, hingga ketika ia sampai pada titik dimana ia bisa meyakinkan hatinya sendiri untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada Kyungsoo, namja itu datang. Dia Kim Jongin, pria yang bisa dikatakan tampan dan juga cerdas. Kekayaan keluarga Jongin memang berada di bawah kekayaannya dan juga kekayaan Kyungsoo, namun pria itu memiliki daya tarik yang begitu besar, kesederhanaan dan juga pembawaannya yang supel membuat ia begitu di cintai banyak orang. Awalnya Yifan merasa kalau Jongin bukanlah orang yang pantas untuk menjadi saingannya. Dia lebih tampan, lebih tinggi, dan juga tentunya jauh lebih kaya dari Jongin, harusnya tak ada yang perlu ia khawatirkan.
Namun pemikirannya salah, Kyungsoo ternyata mencintai Jongin, dan kenyataan itu begitu menyakiti hatinya. Ia terlambat menyatakan perasaannya pada wanita itu.
Hingga kemudian Jongin dan Kyungsoo menikah, Yifan masih belum bisa menerima kenyataan kalau Kyungsoonya di rebut dari sisinya. Ia ingin pergi menjauh dari kehidupan keduanya, namun Kyungsoo selalu menghalang-halangi langkahnya untuk pergi. Dan hari di mana ia menanyakan apa alasan Kyungsoo melakukan hal itu padanya adalah hari di mana semuanya berubah. Kyungsoo mengatakan kalau ia juga mencintai Yifan dan karena itulah Yifan sadar kalau ia harus merebut lagi apa yang harusnya ia miliki, Kyungsoonya. Namun, semua itu tidaklah mudah karena orang tua Jongin selalu bisa menggagalkan rencananya. Beruntung baginya, Jongin terlalu naif untuk menyadari kalau istrinya yang ia anggap sangat setia itu hanyalah mencintai dirinya, hingga ia tidak menyadari kalau kedekatan Yifan dan Kyungsoo bukanlah kedekatan yang murni karena persahabatan, ada cinta yang bermain di sana.
Yifan menyadari kalau apa yang ia lakukan itu adalah egois, Kyungsoo sudah menikah dengan Jongin, namun ia masih saja berniat untuk merebutnya. Tapi kekecewaannya karena kedua orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja dan tidak memperhatikan dirinya membuatnya tumbuh menjadi pria yang egois dan haus akan perhatian orang lain. Dan orang yang sangat perhatian padanya hanyalah Kyungsoo, karena itu sesulit apapun jalannya, Yifan akan berusaha mendapatkannya kembali.
Ia sudah hampir mendapatkan kembali semua cinta dan perhatian Kyungsoo, ketika akhirnya Jongin menyadari ada yang janggal dan memintanya untuk menjauh dari Kyungsoo. Yifan marah, tentu saja, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, ia harus lebih bersabar lagi untuk mendapatkan Kyungsoo seutuhnya. Namun, tak lama setelah itu ia mendengar kabar kalau akhirnya Kyungsoo hamil dan Yifan kembali merasakan rasa sakit yang sama. Kyungsoonya hamil, dan itu bukan anaknya, tapi anak dari orang yang ia benci.
Belum sembuh lagi rasa sakitnya, ia harus mendapatkan kabar menyakitkan yang lain. Ayahnya mengakui sebuah kenyataan tentang misteri kematian ibunya, belasan tahun silam. Ibunya meninggalkan ayahnya karena sebuah kesalahpahaman. Ibunya mengira bahwa ayahnya telah berselingkuh dan kemudian pergi begitu saja tanpa sempat mendengarkan penjelasan ayahnya. Ayahnya yang marah karena ibunya yang terlalu keras kepala hingga tidak mau mendengarkan penjelasannya, hanya membiarkan ibunya pergi. Saat itu Yifan yang masih berusia 8 tahun masih berada di sekolah dan tak tahu tentang penyebab kepergian ibunya, ayahnya hanya mengatakan kalau ibunya pergi dengan pria lain dan hal itu membuat Yifan menjadi begitu membenci ibunya, hingga di saat ia mengetahui kebenaran tentang ibunya dari mulut ayahnya. Tak ada hal yang dilakukan Yifan selain menangis, menyesal telah begitu membenci ibu kandungnya sendiri. Dari mulut ayahnya juga, Yifan akhirnya mengetahui fakta bahwa ibunya tengah hamil saat ia pergi dari rumah mereka. Hal ini juga baru diketahui ayahnya saat ibunya baru saja melahirkan di sebuah rumah sakit yang merupakan milik sahabatnya. Namun ayahnya kembali kehilangan jejak ibunya, karena sepertinya ibunya menyadari kalau ayahnya telah mengetahui keberadaannya, karena itu ia kabur dari rumah sakit. Ayahnya hanya tahu kalau ibunya telah melahirkan seorang bayi laki-laki dengan tanda bintang di pundak kanannya.
Ayahnya bilang, ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan ibunya dan juga adiknya, namun saat anak buahnya menemukan mereka, ibunya telah menjadi korban sebuah kecelakaan dengan seorang pria yang kemungkinan besar seorang perawat rumah sakit yang telah membantu ibunya untuk kabur. Tak ada adik Yifan di sana, seseorang mungkin telah membawanya pergi. Dan ayahnya kehilangan jejak.
Yifan yang akhirnya tahu tentang kebenaran itu, memutuskan untuk mencari adiknya secara diam-diam. Ia meminta bantuan dengan seseorang yang sangat ia kenal waktu ia masih tinggal di Jepang. Orang yang begitu mencintainya namun tidak pernah ia balas. Dari orang itulah ia akhirnya mendapatkan titik terang tentang keberadaan adiknya. Adiknya ternyata selama ini tinggal di panti asuhan, dan ia bernama Oh Sehun. Entah bagaimana caranya bagi dia untuk melakukannya, namun Yifan salut dengan kegigihannya dalam mencari informasi yang akurat untuknya. Hanya satu yang mungkin tak akan pernah bisa dilakukan oleh orang itu, menghancurkan keluarga Kim. Dan Yifan tidak bisa menyalahkannya karena ia tahu kalau orang itu punya ikatan keluarga dengan Jongin.
Yifan yang sudah mengetahui alamat panti asuhan tempat orang yang mungkin benar adalah adiknya itu tinggal, berniat untuk menemuinya, sebelum kemudian Yifan membawanya untuk melakukan tes DNA bersama-sama. Saat itu Kyungsoo sudah melahirkan bayinya, dan Yifan diam-diam meminta Kyungsoo untuk bertemu dengannya dan ia menceritakan semua yang telah terjadi. Kyungsoo menangis dan meminta maaf padanya karena tidak ada di samping Yifan saat pria itu mengalami kesulitan.
Merasa tak tahan melihat Kyungsoo yang menangis, Yifan pun menciumnya dan beruntung baginya karena Kyungsoo tidak menolak dan saat itulah Jongin memergoki mereka. Yifan sudah berencana untuk melepaskan Kyungsoo dan pergi menjauh sebelum Jongin dapat menghajarnya. Namun, Kyungsoo malah mempererat genggaman tangannya dan ia mengatakan kalau ia mencintai dirinya dan ingin ikut dengannya. Yifan senang, tentu saja, dan karena itulah ia membawa Kyungsoo pergi dari tempat itu, tak peduli dengan Jongin yang mengejar mobil mereka dari belakang. Yifan bahagia, Kyungsoo telah memilihnya, dan ia juga akan segera bertemu dengan adiknya, ia telah menang dari Jongin. Kebahagiaan yang begitu meluap membutakan pandangan Yifan, ia tidak melihat adanya truk yang melintas dengan cepat di depannya, hingga kecelakaan itu tak dapat terelakkan. Ia kehilangan Kyungsoo, kali ini untuk selamanya.
Selama empat tahun ia memulihkan dirinya, Yifan terus menerus menyalahkan Jongin, andai saja dulu Jongin tidak merebut Kyungsoo darinya, semua ini tak akan pernah terjadi. Dendamnya pada Jongin membuatnya melupakan keberadaan adiknya yang harusnya ia temui.
Hingga saat ia kembali ke Seoul, ia bertemu dengan seorang namja cantik dengan senyuman dan mata yang begitu mirip dengan ibunya. Ingatannya tentang adiknya kembali mengisi otaknya. Ia berharap kalau orang itu memang benar-benar adik yang ia cari selama ini. Tapi kenyataan kembali menamparnya kalau Jongin lagi-lagi merebut orang yang disayanginya. Namja cantik itu ternyata istri baru Jongin, Yifan ingin sekali menculik dan kemudian melenyapkan orang itu serta mengambil Taeoh darinya, namun tanda lahir di pundak namja cantik itu telah meluruhkan semua niat busuknya.
Sekali lagi, Yifan menemui orang itu dan menanyakan kebenarannya yang selama empat tahun ini terus dipendam. Orang itu mengiyakan dan hari itu juga Yifan memintanya untuk melakukan tes DNA pada namja cantik itu. Dan orang itupun membawa Yifan ke rumah sakit yang sama dengan saat Yifan pertama kali bertemu dengan namja cantik yang ia kira adiknya. Orang itu meminta pada Yifan untuk melakukan tes DNA sementara ia akan mengurus tentang namja cantik itu.
Keesokan paginya adalah hari yang membahagiakan bagi Yifan, hasil tes sudah keluar dan namja cantik itu memang adiknya. Ia bergegas mencetak semua foto mesra dirinya dan Kyungsoo kemudian memasukkan ke dalam amplop coklat bersama dengan surat keterangan dari dokter tentang hasil kecocokan DNA dirinya dan juga Sehun.
Yifan sudah bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Jongin, biarlah kali ini ia memanfaatkan adiknya untuk membalaskan dendamnya. Karena setelah ini ia berjanji akan membawa adiknya pergi dan memberikannya kebahagiaan yang banyak.
.
.
.
.
.
Seharusnya semua berjalan sesuai dengan rencana Yifan. Ya seharusnya memang begitu, andai saja pria itu tidak muncul di depan pintu apartemennya dengan air mata yang turun membasahi pipinya.
"Kau bilang, kalau kau tidak akan mengusik keluarga Jongin lagi, tapi kenapa kau kembali melakukannya?"
"Aku tidak melakukannya."
"Ya, kau melakukannya, kau memanfaatkan adikmu yang menjadi istrinya."
"Apa itu salah, aku hanya melakukan yang harus aku lakukan. Jongin telah merebut Kyungsoo dari sisiku dan..."
Plakk
"APA KAU BELUM SADAR JUGA WU YIFAN. INI SEMUA BUKAN SALAH JONGIN. INI SALAHMU. KAU YANG TERLALU PENGECUT UNTUK MENGAKUI PERASAANMU HINGGA KYUNGSOO LELAH MENANTIMU DAN KEMUDIAN LEBIH MEMILIH JONGIN YANG BEGITU TERBUKA DENGAN PERASAANNYA. INI SALAHMU."
"DIAAAAAMMMM..."
"Harus dengan cara apalagi aku menyadarkanmu Wu Yifan," pria itu menjambak rambutnya sendiri sambil menangis. "Aku bahkan sudah mengorbankan semuanya, mengkhianati keluargaku sendiri agar kau bisa sadar dari kesalahanmu. Jongin tidak salah Yifan, ia bahkan tidak tahu kalau kau mencintai Kyungsoo. ia hanya tahu kalau kau berusaha merebut istrinya dari pelukannya."
Yifan mendengus, "Kau membelanya? Ah, pasti karena dia sepupumu kan? Lalu bagaimana dengan aku? Kau bilang kalau kau mencintaiku bukan? Apa kau tidak ingin membelaku?"
"Aku lelah..." pria itu tersenyum pedih. "Sudah sepuluh tahun, dan kau sama sekali tidak melihat ke arahku. Aku menyerah Wu Yifan, aku tak akan mengejarmu lagi."
"Ya, Kim Jongdae, kau sadar dengan apa yang kau ucapkan."
"Tentu saja aku sadar, aku telah melakukan banyak hal untukmu dan tak sekalipun kau menatap ke arahku, di matamu hanya ada Kyungsoo dan juga dendammu pada Jongin." orang itu, Kim Jongdae, mengusap air matanya dengan kasar. "Sekarang aku sadar, kau dan Jongin sama, terlalu dibutakan oleh cinta kalian pada Kyungsoo tanpa sadar kalau hal itu telah menyakiti perasaan orang lain."
Yifan terdiam.
"Aku sengaja membiarkan kau melakukan tes DNA untuk mengungkapkan kalau Sehun benar-benar adikmu dengan harapan, kau akan sadar dan mengalah demi kebahagiaan adikmu, ternyata aku salah. Kau malah memanfaatkannya. Apa kau puas sudah menghancurkan rumah tangganya?"
"Kalau itu memang yang terbaik, aku harus melakukannya."
"Meski harus menghancurkan rumah tangga adikmu?"
"Ya."
"Kau egois, kau hanya memikirkan dendammu, kau bahkan tidak peduli pada adikmu. Bagaimana dengan bayinya, apa kau rela membiarkan dia lahir tanpa seorang ayah disisinya?"
Deg
"Bayi? Apa maksudmu?"
Jongdae tersenyum sinis, "kau pikir kenapa aku bisa dengan cepat mengetahui DNA Sehun? aku sengaja mendatangi dokter kandungan Sehun di rumah sakit itu."
"Sehun hamil?"
"Ya, dan kali ini apa yang akan kau lakukan? Membunuh bayinya karena itu anak dari orang yang kau benci? Lakukan dan kali ini aku yang akan membunuhmu. Sudah cukup Sehun menderita selama berada di panti, ia akhirnya mendapatkan kebahagiaannya saat menikah dengan Jongin. harusnya sekarang ia tengah berbaring dengan nyaman dipelukan suaminya. Bukannya menangis penuh kesedihan di kamarnya." Jongdae menatap ke arah Yifan dengan sinis. "Kau..." tunjuknya tepat di depan wajah Yifan. "kau bilang padaku, kalau Sehun adalah belahan jiwamu yang hilang, dia adikmu yang sangat berharga, tapi mana buktinya, kau justru menancapkan luka yang amat dalam di hatinya. Dia terpuruk Yifan, ia bahkan tidak mau makan dan hanya terus menerus menangis."
Yifan merasakan kakinya lemas, dan ia jatuh terduduk di lantai.
"Kau egois Wu Yifan, dan bodohnya aku kenapa aku mencintaimu," Jongdae tersenyum sinis, "Tapi sekarang tidak lagi, aku akan pergi meninggalkanmu dan ingat satu hal, kalau kau sampai membawa Sehun pergi dari sisi Jongin, maka aku sendiri yang akan berhadapan langsung denganmu."
Dan Yifan hanya tetap terdiam ditempatnya meski Jongdae telah pergi meninggalkannya sendirian di apartemennya yang sekarang terasa begitu sunyi.
"Aaaarrghhhtttt..."
.
.
.
.
.
.
Sehun berulang kali menatap sendu ke arah kamar milik Jongin yang terkunci, ia masih betah duduk bersimpuh lantai, tak jauh dari pintu kamar Jongin. dari sini ia bisa mendengar tangisan Taeoh yang terus menerus memanggil namanya. Hati Sehun terasa makin teriris, betapa inginnya ia masuk ke dalam dan memeluk Taeoh serta menjelaskan semuanya pada Jongin. Namun ia sadar kalau saat ini Jongin masih begitu marah padanya. satu hal yang mungkin Sehun tka tahu, kalau di dalam sana, Jongin juga tengah duduk bersandar di pintu kamarnya sambil memandang sendu pada Taeoh yang menangis meraung-raung di atas ranjang sambil memanggil ibunya.
"Sehuna..."
Jongdae entah muncul dari mana, kini tiba-tiba telah berada di samping Sehun. namun namja cantik itu tidak memperdulikannya, ia masih terus menatap ke arah pintu kamar.
"Kau sudah seharian tidak makan, sekarang ayo makan," bujuk Jongdae.
Sehun menggelengkan kepalanya, "Aku tak mau makan selama Jongin hyung tidak memaafkan aku." Air mata turun dengan deras di pipi Sehun. "Hiks... aku mencintainya hyung. Sungguh. Aku bahkan tidak tahu siapa itu Yifan, aku tidak pernah berbohong pada Jongin hyung, tapi kenapa Jongin hyung membenciku..."
Jongdae mengusap punggung Sehun dengan perasaan sesak, ini salahnya. Tak seharusnya ia mengungkapkan kebenarannya pada Yifan. "Aku mengerti Sehuna, tapi ingatlah kondisimu... ada bayi kalian di dalam perutmu, jangan membuat Jongin makin marah padamu karena kau mengabaikan bayimu."
Anak. Sehun mengusap perutnya dengan tangannya yang gemetar. "Hiks... apa Jongin hyung akan membuangku hyung? Apa bayiku juga harus mengalami hal sepertiku, tumbuh tanpa orang tua ?"
Jongdae memeluk tubuh Sehun dengan erat. "Tidak Sehuna, anak kalian akan tumbuh besar dengan penuh kasih sayang dari kalian."
Sehun makin terisak. "Tapi Jongin hyung membenciku..."
Di dalam kamar, air mata mengalir di pipi Jongin, hatinya berkecamuk, ia mendengar semua ucapan Sehun di depan kamarnya. Separuh hatinya ingin sekali ia keluar dari kamar dan kemudian memeluk istrinya itu, namun ketika ia mengingat siapa Sehun dan apa hubungannya dengan Yifan, kebenciannya kembali membuncah.
"Jangan berkata seperti itu Sehuna, Jongin hanya terkejut, sekarang makan ya, kasihan bayimu."
"Tidak hyung, Taeoh dan Jongin juga bahkan belum makan, bagaimana aku bisa makan di sini."
Jongin memejamkan matanya dengan erat, 'Tolong jangan mengatakan hal yang mungkin akan membuatku menyesal Sehuna'
"Jangan egois Sehuna, aku akan membujuk Jongin dan Taeoh makan nanti, yang penting kau harus jaga kondisimu, janinmu masih lemah, kau harus menjaganya dengan baik agar tidak kehilangannya."
"Hiks... tidak hyung. Bayiku baik-baik saja. Aku akan makan setelah Jongin hyung dan Taeoh makan."
"Sehuna..."
"Aku mencintai Jongin hyung, aku menyayangi Taeoh dan juga bayi ini hyung, dan aku tak bisa kalau aku harus memilih salah satu dari mereka, aku tak bisa hanya memikirkan bayi ini tanpa memikirkan keduanya hyung."
Deg
Jongin mencengkeram dadanya sendiri, apakah ia sudah melakukan hal yang salah? Betapa besar cinta Sehun padanya dan ia malah mengatakan kalau ia membenci namja cantik itu. Sehun, dia adik Yifan. Adik dari orang yang telah membuat istri pertamanya meninggal dan membuat dirinya dan Taeoh harus kehilangan sosok istri dan juga ibu. Tapi kehadiran Sehun telah menggantikan itu semua, Ia dapat merasakan kebahagiaannya kembali, begitupun juga dengan Taeoh, haruskah ia juga membenci Sehun dan melupakan semua yang telah Sehun lakukan untuk keluarganya?
Sehun tak tahu apa-apa Kim Jongin, ia bahkan tak tahu kalau Yifan adalah kakaknya sampai kau marah-marah dihadapannya.
Jongin membuka matanya, mencoba berdiri dengan perlahan dan baru saja memegang gagang pintu ketika ia mendengar Sehun mengatakan sesuatu pada Jongdae.
"Hyung... dulu kau bilang padaku, kalau bukan Yifan yang mungkin akan memisahkan aku Jongin hyung, tapi Jongin hyung sendiri yang akan membuatku terpisah darinya. Apa maksud ucapanmu itu, apa hyung sudah mengetahui semuanya sebelum aku dan Jongin hyung tahu?"
Deg
Pegangan Jongin pada gagang pintu makin erat. Ingatannya kembali pada saat itu, saat ia dan Jongdae masih kuliah.
'Aku mencintai Wu Yifan dan kurasa kalau kau menikah dengan Kyungsoo aku juga bisa menikah dengannya'
Mungkinkah Jongdae dan Yifan masih berhubungan sampai sekarang? Jongin kembali teringat pada kejadian sebulan yang lewat saat Jongdae tau-tau muncul di rumahnya dan mengatakan kalau Yifan telah kembali. Shit, kenapa ia baru menyadarinya. Jongdae tak mungkin tahu tentang Yifan kalau dia tidak berhubungan dengannya.
.
.
.
.
.
.
TBC
Aku ga tau ya hasil tes DNA bisa di ambil dalam satu hari atau bukan #Plakk tapi demi kebutuhan cerita aku tulis aja kek gitu. Hehehe... ga masalah kan karena ini fiksi bukan cerita real.
Selain mbak Arthea yang udah nebak dengan benar, apakah ada yang nebak kalau Jongdae lah si orang itu? hehehe...
Dan karena aku sudah update dua kali dalam minggu ini, tunggu minggu depan lagi untuk update ya. Maaf kalau chap ini ga ada kaihun momennya.
Dan mohon kembali reviewnya ya. Terima kasih. ^_^
Salam KaiHun Hardshipper
KaiHun Lovea
