.

.

.

KYUMIN Fanfiction

_DEADLiNE_

Written by Hye jin park

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : GS |OOC|BAD DICTION | TYPO ALWAYS ON|ANGST-supernatural_ROMANCE |GAJE | DONT LIKE DON'T READ|

Cast : KYUMIN & OTHER CAST.

Rate : T

Happy reading

.

.

.

Kyuhyun hampir saja ambruk jika tidak dipegangi oleh satu petugas ambulance yang membawa tubuh ringkih Sungmin. Baru saja Sungmin memanggil namanya. Tidak habis pikir bagaimana bisa gadis itu masih sempat memikirkan kondisinya baik atau tidak terlebih dirinya lah yang terluka.

Kyuhyun menggeram memegang erat tangan lemas Sungmin. Bajunya bahkan sudah ikut belepotan terkena noda darah dari Sungmin.

Terlihat seorang perawat yang sejak tadi mencoba memacu kembali detak jantung Sungmin. Kyuhyun juga tidak menyerah ia juga tetap memanggil Sungmin, berharap agar gadis itu kembali membuka matanya lagi. Namun sayang saat ambulance yang mereka tumpangi baru setengah jalan, perawat wanita itu menggeleng kecewa….

"maldo andwe, maldo andwe, hiks, Sungmin….."

Kyuhyun meraung, memeluk erat tubuh Sungmin seerat-eratnya. Entah kenapa hatinya terasa begitu sakit . Ini bahkan berbeda berjuta kali lebih sakit ketimbang ketika saat Seohyun meninggalkannya dulu. Atau mungkinkah ia sudah jatuh cinta pada gadis itu.

"BANGUN LEE SUNGMIN!" pekik Kyuhyun marah untuk yang kesekian kalinya.

.

.

.

_flashback_

.

Surga ,beberapa jam sebelum Sungmin kembali ke dunia….

"bisakah aku kembali?" ucap Sungmin menatap mata segaris itu dengan itu tersenyum kemudian mengambil tangan Sungmin , tubuh gadis itu terangkat dan tahu-tahu jika ia sudah duduk dalam sampan, "kkaja!" ucap pria itu lagi tanpa memperdulikan Sungmin.

Sampan itu mengapung mengikuti arus air yang semulanya tenang hingga menuju ke yang alirannya deras, Sungmin basah terciprat air. Sampan itu terhenti pada sebuah pusara air yang keruh dan jatuh kebawah. Ia tenggelam dalam kegelapan dasar sungai. Hingga saat ia membuka mata ia sudah berdiri didalam sebuah tempat yang sangat gelap, ia ketakutan .

Didepannya kini nampak sosok lain yang sedang duduk bersila, wajahnya tertutupi kain hitam namun ia memakai jubah berwarna putih, dapat Sungmin lihat jika sosok itu sangat kurus dan tangannya panjang. Ia bangkit dan melesat terbang mendekat kearahnya, Sungmin gemetar namun tidak bisa bergerak sedikit pun, nyala mata sosok itu begitu tajam dan mengkilat oranye.

Pria berjubah hitam yang sejak tadi disampingnya maju selangkah dan mengangguk pada sosok yang didepan Sungmin itu. Sosok menyeramkan itu kemudian melesat mundur dan hilang saat sebuah cahaya silau menerangi tempat itu. Pria itu menuntun Sungmin masuk berjalan kesana.

Mata Sungmin melebar saat menyadari jika ia sedang dibawa terbang, inikah yang namanya nirwana itu, fikir Sungmin takjub ia bahkan merasakan juka tubuhnya sangat ringan saat bersentuhan dengan awan-awan lembut disana. Ia hanya bisa diam saat kakinya kini berpijak pada sebuah daun teratai.

"tuan, igeo mwoya?"naneun eodiga?" tanya Sungmin bingung,

Pria itu tersenyum dan bilang,"bukankah kau bilang kau ingin kembali?" jawabnya dan menyuruh Sungmin menunggu, namun tampakkan gadis itu tidak bisa diam kembali ia bertanya siapa pria itu, ia hanya menjawab pertanyaan Sungmin singkat,jika dia adalah grim reaper yang bertugas membawa Sungmin, "tuan apakah dulu kau juga hidup?" tanya Sungmin lagi,"tidak ada kematian jika tidak ada kehidupan Sungmin-ssi"

Sungmin mendengus saat ia ingin bertanya lagi, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh lengkingan suara yang memanggil namanya. Awan putih yang semulanya membuat gumpalan didepannya itu kini bergeser menampakkan sebuah pendopo dengan dua orang pria yang berdiri disana. Sungmin terperangah hampir saja dia pingsan saat melihat wajah kedua pria itu,

"jaga sikapmu Sungmin-ssi" pinta pria tadi namun Sungmin lebih dahulu berteriak,

"Max Changmin, Jung Yunho! Ddaebak!" pekik Sungmin dengan lengkingan tenornya kala melihat wajah kedua wajah mereka mirip personil boy band yang selalu menjadi favorite list ceritanya . Dan membuat ketiga pria yang disana berkerut kening tidak mengerti tentang apa yang dikatakan Sungmin.

"ehem" sang pria berjubah putih bersulam naga emas itu berdehem dan tersenyum kearah Sungmin, memperkenalkan dirinya sebagai kaisar langit. Dapat Sungmin lihat jelas jika pria yang mengaku sebagai kaisar langit itu tampak sama persis dengan max changmin bahkan mata bambi keduanya mirip belum lagi sosok yang disampingnya, "kenalkan dia raja neraka"

Demi warna pink yang disukainya, bagaimana mungkin namun tampakkan gadis itu tidak dapat bertanya lebih jauh karena kedua pria itu memperhatikannya, dan bertanya tentang alasan apa yang membuat Sungmin ingin kembali kedunia.

"igeo, aku hanya ingin tahu alasan mengapa aku mati dalam usia begitu muda, dan juga bukan bukan begitu, maksudku adalah kenapa waktu aku mati tidak ada yang langsung menjemputku dan membiarkan roh ku bergentayangan ? " Sungmin menggigit bibirnya ,"aku, sesungguhnya aku hanya ingin tahu alasan mengapa aku termasuk orang yang tidak diberkati karena hadir dalam pemakamanku sendiri?"

"hal itu rahasia langit, sebuah dosa jika ingin tahu alasannya" jawab raja neraka.

Sungmin tertegun ia bahkan berani bersumpah jika selama hidup ia tidak pernah berbuat yang macam-macam, yah meskipun ia sering menulis adegan dewasa dalam ceritanya tapi selebihnya ia bahkan masih sangat polos tentang hal itu, ah benar juga apa dia pernah membuat sebal dan kesal orang lain ya, saat mereka membaca ceritanya? Sungmin menggeleng, dan bilang itu bukanlah alasan yang ingin diketahuinya.

"benarkah tidak ada yang menjemputmu?" tanya kaisar langit, Sungmin mengangguk dan bilang bagaimana bisa kaisar langit sepertinya tidak tahu akan hal itu," hei! Bukankah dunia ini luas mana bisa aku melihat semuanya" jawabnya datar.

Kaisar langit itu terkekeh menampakkan wajah malaikat tanpa dosa.

"bisakah aku kembali? cicit Sungmin sambil melayangkan aegyo attacknya pada kedua orang tua diatas sana.

Kemudian sang kaisar langit berdehem sangat keras dan menyuruh Sungmin untuk maju selangkah lebih dekat dengan mereka. Gadis itu pun menurut, dengan langkah malu-malu ia mencoba mendekat maju.

"Lee Sungmin apakah kau tahu adalah sebuah dosa jika kau ingin mengetahui rahasia langit. Kau mungkin akan di jatuhi hukuman di neraka,( Sungmin bergidik ketika mendengar kata neraka). Tapi mengingat langit telah melakukan kesalahan terhadap dirimu…"

Jeda sejenak…

Mata Sungmin mengerjap menanti apa kata selanjutnya, "kesalahan apa?" tanyanya lepas.

Sang kaisar langit mendadak kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tersenyum cengengesan? "maaf kami tidak bisa mengatakannnya sekarang,tapi yang jelas Sungmin-ssi waktumu belumlah tiba untuk kemari. Dan yah, kau kuizinkan untuk kembali ke dunia. Tapi dengan catatan (ucapnya tegas kembali serius) kau akan kuberikan…." Lalu sang kaisar langit mendekat kearah Sungmin membisikan kata-kata di telinganya dan menunjuk kening gadis itu hingga bercahaya.

Sungmin diam, hanya mengerjap. Bisikan sang kaisar langit tadi begitu cepat bahkan ia sampai lupa apa katanya. Yang Sungmin ingat hanyalah kata sepakat dan ia mengangguk.

"ingat Sungmin-ssi hanya tiga purnama saja oke!" ucap sang kaisar langit mengerling padanya. Dan sang raja neraka hanya melihatnya dengan tatapan jengah.

Kedua pria itu mengangguk dan saling bertatap, mereka mengabulkan permintaan Sungmin dengan syarat tentunya.

Mereka bertanya apakah Sungmin dapat menyanggupinya dan bilang iya.

Sungmin menelan salivanya kasar, saat ia berdiri ditengah-tengah symbol antara hitam dan putih.

"ingat Sungmin kau tidak bisa mundur , kau yakin ingin kembali kau masih punya kesempatan untuk tidak diadili disni. Jika kau gagal dalam menemukan alasanmu itu, maka dosamu akan terhitung berlipat dan merasakan semua neraka disini" kekeh si raja neraka. Namun tekad Sungmin meneguhkan semuanya, yang penting ia kembali dan melalukan apa yang belum dikerjakannya di dunia. Sungmin mengangguk mantap.

Kaisar langit pun tersenyum dan mengangkat tangannya lama kelamaan tangan kosong itu terisi sebuah bola udara yang semakin lama semakin besar, angin yang tadinya lembut mulai kencang membentuk pusaran. Sungmin terjebak dan berputar dalam pusaran. Sang kaisar langit mengucapkan mantranya,

"sebelum langit dan bumi diciptakan hanya ada satu elemen yaitu, Tae Guk alias Yin dan Yang. Karena itu langit dan bumi, Yin dan Yang, serta empat musim diciptakan. Lima elemen kekuatan alam, lima samudra, dan semuanya terpecah berubah membantuk tubuh dalam semesta. Keberadaan Yin dan Yang bagi orang yang masih hidup sebelum kematian , kehidupan setelah mati memungkinkan tubuh dapat hidup kembali meskipun hati(jantung) telah mati"

Dan sebuah ledakan besar membentuk gumpalan awan senja dan lembayung jingga.

"bekerja dengan baik" teriak kaisar langit senang, sebuah Kristal jiwa milik Sungmin terlahir kembali.

"Lee Sungmin ingatlah kau hanya punya waktu menyelesaikan urusan dan alasanmu sampai purnama kedua dan sekarang perjalanan keduamu dimulai" ucap sang kaisar langit melempar jauh Kristal jiwa Sungmin tinggi-tinggi dan mendarat ke dalam air.

_flash back end_

.

.

.

.

.

.

.

Sungmin terbangun dalam sebuah ruangan gelap dan dingin. Kepalanya masih terasa berdenyut dan beberapa tubuhnya terasa linu dan nyeri. Pupilnya mengecil membiasakan diri dalam ruangan yang tidak sepenuhnya gelap itu, nyatanya ia masih dapat melihat kilasan-kilasan cahaya remang dari ventilasi udara.

Manik rubah itu membuka sempurna, menyadari jika ia merasakan tubuhnya dingin. "oh, pantas saja dingin" monolognya ketika sadar ia sudah tidak memakai apa-apa. Hanya selimut tipis yang membungkus dirinya.

Sungmin menerawang, mengingat kembali apa yang terjadi padanya, "OMO!" ucapnya spontan saat mengingat jika beberapa jam lalu Kyuhyun hampir saja di tabrak mobil dan dia yang menggantikannya. Seburat raut cemas pun muncul saat wajah Kyuhyun mampir dalam benaknya. Sungmin turun dari ranjang, namun ada satu hal yang membuatnya kembali takut, ia sekarang tengah berada di bangsal kamar mayat.

"Ajhussi" cicitnya ketakutan.

.

_Dead line_

.

Kyuhyun masih menunduk menahan tangisnya agar tidak terpecah kembali. Ia terduduk lemas di lantai dingin bersandar pada dinding koridor pintu kamar mayat yang ada di rumah sakit itu.

Ia tidak mampu berdiri, tenaganya habis sesaat setelah ambulance sampai di rumah sakit ini. Membawa tubuh Sungminnya yang sudah tidak bernyawa ke kamar mayat untuk dibersihkan.

Bersalah, sungguh Kyuhyun merasa sangat bersalah pada gadis itu. Belum genap dua bulan gadis itu kembali ke dunia manusia dan dihidupkan kembali. Sungmin harus kembali pergi lagi, dengan cara yang tragis. Andai saja saat tadi Kyuhyun tidak memarahi gadis itu, andai saja Kyuhyun refleks dan tidak lengah pasti Sungmin masih ada disini bersamanya.

Tak kuasa, air matanya kembali mengalir. Kyuhyun terisak sambil menyembunyikan wajahnya di antara lututnya. Ia menggumankan kata maaf dan memanggil nama Sungmin. Ia pun sadar jika selama beberapa bulan ini ia telah jatuh pada hati pada gadis itu.

"ajhussi" cicit Sungmin.

Gadis itu mematung, menatap polos Kyuhyun yang sekarang tengah berjongkok menangis memanggil-manggil namanya. Ia masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Mungkin karena kepalanya masih agak sakit.

"ajhussi" lagi ia mencoba memanggil Kyuhyun. Menyadarkan pria itu dari tangisnya jika ia ada di depannya. Namun tidak berhasil sampai Sungmin ikutan berjongkok di depan pria itu dan memanggil namanya,

"Hei! Cho Kyuhyun!" panggilnya.

Merasa dipanggil, kyuhyun mendengas.

Waktu seakan berhenti, detak jantungnya kembali berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya saat melihat wajah Sungmin ada tepat di depan wajahnya. Kyuhyun membisu. Mencermati baik-baik jika pandangannya kini tidak salah.

Manik foxy yang selalu mengerjap lucu, bibir bershape- m yang selalu berceloteh, wajah manis semanis kelinci putih, dan arti dari setiap tatapan polos gadis itu.

"ajhussi" cicit Sungmin lagi.

Bahkan Kyuhyun baru sadar jika merindukan panggilan tenor ini, "ajhussi" benar itu Sungmin, Kyuhyun…

'grep'

Tanpa basa-basi lagi Kyuhyun langsung saja memeluk Sungmin yang sedang kepayahan membetulkan simpulan dari kain putih (selimut putih yang dipakai Sungmin dikamar mayat tadi) yang dipakainya, takut terlepas.

"benar jika ini kau Min?" mata Kyuhyun berlinang pelangi saat kepala gadis itu mengangguk.

"kau tahu tadi kau berdarah banyak banyak sekali" adu Kyuhyun sembar terisak,

"benarkah?" tanya Sungmin polos.

Kyuhyun mengangguk membenarkan. Tidak menyangka jika selama ini Kyuhyun yang amat dingin dan ketus dapat betingkah seperti itu padanya. Sungmin diam mau tertawa saat melihat wajah lucu Kyuhyun, tapi ia lebih memilih diam dari pada dia kembali mati lagi kerena semburan Kyuhyun? Heheheheh.

Kyuhyun lantas memeriksa dengan seksama semua bagian tubuh Sungmin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan hasilnya tidak terdapat luka sedikit pun. Ini aneh, sangat aneh, saat peertama Sungmin di bawaa kemari jelas-jelas terdapat luka di pelipis dan memar di tubuh gadis itu, begitun hasil dri tim forensic namun, ah sudahlah Kyuhyun tidak mempermasalahkannya yang jelas Sungminnya telah kembali lagi. Dan ia merasa sangat lega.

"Hei! Ajhussi kau maniak ya? (batuk) singkirkan tanganmu dari dadaku" ucap Sungmin lirih merona menahan malu.

Sebab sekarang ia hanya memakai balutan selimut putih itu untuk menutupi tubuhnya yang polos.

"ah, mian, aku, aku…" Kyuhyun kikuk dan baru sadar kembali.

Dengan kuat pria jangkung itu menjewer kuping Sungmin, "Hei gadis tengik kau mau sok jagoan eoh? Kau kenapa selalu membuat aku kerepotan. Apa kau tahu bagaimana cemas dan sedihnya aku saat kau dinyatakan mati kembali. Melihatmu tertabrak mobil dan terlempar sejauh itu. Apa kau tahu bagaimana jantungannya aku. Hei! Apa hobimu selalu membuat semua orang terkena serangan jantung mendadak?" sungut Kyuhyun.

Sungmin malah tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. Entahlah merasa jika ada seorang pria selain ayahnya yang mencemaskan dirinya. Apakah Kyuhyun menyukainya? Entahlah Sungmin sendiri bingung, yang jelas jika gadis itu merasa senang.

"ajhussi"

"jangan menyelaku dulu Min. Aku belum selesai bicara!"

.

.

.

.

.

.

"hohohoho, lihatlah pemandangan manis itu" ucap sang kaisar langit saat melihat adegan Kyumin dari bayangan kolam.

"benarkan apa kataku, sudahlah menyerah saja dan serahkan pria yang bernama Cho Kyuhyun itu padaku. Biar aku yang mengatur sendiri caranya" ungkap sang raja neraka.

"hyung, kau tidak begitu. Kau ingat berapa kali kita gagal untuk membawanya kembali. Ah, coba saja dewi-dewi itu tidak membuat kesalahan. Ini karena ibunya begitu menyayangi dirinya. Sampai-sampai susah sekali membwanya kembali" keluh sang kaisar langit.

"tapi nyatanya, pria itu tidak mengerti juga kan? dan Sungmin malah kembali menghindarkannnya dari kematian." Ucap raja neraka tidak mau kalah.

"mau bagaimana lagi hyung, itu karena cinta"

"csk, jangan berlagak sok puitis di depanku. Ingat masih tersisa satu purnama lagi. Jika kau tidak berhasil membawa Kyuhyun pergi dengan caranya sendiri, maka sebagai gantinya gadis itu yang akan masuk ke dalam wilayahku" ancam sang raja neraka.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun menimang-nimang tentang apa yang kurang dari penampilan Sungmin sekarang.

"ajhussi apa ini tidak terlihat aneh?" Sungmin memutar tubuhnya memeriksa penampilannya sekarang. Tubuh polosnya kini sudah terbalut jaket Kyuhyun yang kebesaran di tubuhnya. Sedangkan untuk bawahannya Kyuhyun melilitkan selimut putih yang sempat Sungmin pakai tadi untuk dijadikan rok.

"ani, ini lebih baik ketimbang yang tadi. Atau ( Kyuhyun bersemirik evil) kau lebih senang pulang tanpa busana?"

'plak'

Dengan telak dan untuk yang pertama kalinya, Sungmin menampar pipi Kyuhyun.

"dasar maniak!"

"Hei!Lee Sungmin"

Mereka saling menatap geram satu- sama lain hingga seorang perawat yang bertugas masuk ke ruang jenazah dan langsung pingsa karena mendapati Sungmin tengah berdiri dengan wajah seram (sehabis menampar Kyuhyun tadi)

Kedua orang itupun bergegas pergi meninggalkan rumah sakit itu sebelum ada korban-korban pingsan selanjutnya.

Sementara itu di kediaman keluarga Lee.

Kangin duduk tersenyum melihat kumpulan album milik Sungmin yang tersusun rapih. Ingatannya kembali saat pertama kali Sungmin dan Taemin dilahirkan. Saat itu kondisi Sungmin lebih lemah dari adik kembarnya. Ia sangat sakit melihat tubuh ringkih Sungmin terbalut selang-selang oksigen diruang NICU.

Saat pertama kali Sungmin bisa tengkurap, berjalan, dan berceloteh riang, serta hari kelulusan Sungmin. semuanya terekam indah, apalagi disaat mereka bernyanyi bersama dan menghabiskan banyak waktu di tempat karaoke.

"Sungmin-aa appa sangat rindu denganmu" desahnya lirih.

Tiba-tiba saja terdengar suara pekikan Leeteuk dari arah belakang rumahnya. Wanita berlesung pipi itu kembali histeris saat tidak menemukan keberadaan Sungminnya di sana. Sebab jelas-jelas beberapa jam lalu ia melihat wajah puterinya itu menyembul dari balik pagar.

Taemin yang gelisah berusaha sekuat tenaga memegang tangga di bawah agar ibunya yang sedang naik tidak terjatuh.

"appa" panggilannya ketika Kangin datang,

"astaga Teukie-aa apa yang kau lakukan sayang" langsung saja, pria itu mengambil alih dan entah bagaimana caranya Leeteuk sudah berada lagi dalam dekapannya.

"lepaskan aku, aku ingin melihat Sungminku lagi, lepaskan aku!" rancau leeteuk.

.

.

.

.

_Dead Line_

.

Tbc

.

#gaje… #mian for typo

.

Yang berminat silahkan Review^^ dan terimakasih sudah membaca^^.

. terimakasih sudah mereview.

.

Sign

Hyejinpark

.